BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
C. Pembahasan
34
P1-012 : kalau rumus Pythagoras? pernah dengar?
ABS1-012 : pernah
P1-013 : bisa aplikasikan rumus Pythagoras?
ABS1-013 : tidak
Berdasarkan kutipan wawancara di atas, subjek tidak memahami rumus Pythagoras, ini mengindikasikan bahwa subjek tidak tahu dalam memahami prinsip.
d. Kesulitan keterampilan (skill)
Dari kesulitan yang sudah dibahas sebelumnya, dari subjek ABS, mulai dari kesulitan mengingat fakta, memahami konsep dan memahami prinsip, juga hasil tes high order thinking skill subjek yang tidak menyelesaikan satu soal pun ini mengindikasikan bahwa subjek juga kesulitan kemampuan skill.
Menurut paparan hasil jawaban siswa dan hasil responden subjek KAS, dilihat bahwa hasil jawaban soal satu dan dua menjawab dengan langkah-langkah benar dan tidak mengalami kesulitan. sehingga peneliti dapat menyimpulkan bahwa nomor satu dan dua tidak mengalami kesulitan tentang mengingat fakta mencakup akar, perkalian, dan kuadrat, ditinjau dari tinjauan pustaka, menurut Widodo yang termasuk kesulitan mengingat fakta adalah lambang-lambang matematika, sedangkan pada nomor 3 pada hasil tes, subjek mampu menyederhanakan akar 196 yaitu 7 √ subjek KAS tidak menyederhanakan dalam bentuk paling sederhana yaitu 14 tapi ketika diwawancarai subjek ingat akar 196 adalah 14, menurut analisis peneliti subjek KAS tidak mengalami kesulitan mengingat fakta.
Menurut paparan hasil jawaban siswa dan hasil responden subjek KAS, subjek mampu memahami konsep kubus, balok dan limas dilihat dari hasil tes subjek mampu menggambarkan kubus, balok dan limas dengan tepat dan benar, sesuai dengan kesulitan konsep pada penelitian ini ditinjau dari tinjauan pustaka, konsep ialah mampu menggambarkan atau mengetahui objek matematika, ketika diwawancarai subjek tinggi mampu membedakan antara kubus dan balok, sehingga dari analisis peneliti subjek KAS tidak mengalami kesulitan konsep pada objek matematika kubus, balok dan limas.
Berdasarkan hasil tes dan hasil wawancara, terlihat subjek KAS mengetahui dan mengaplikasikan secara tepat teorema Pythagoras dengan benar, ketika diwawancarai subjek mampu menjelaskan teorema Pythagoras dan syarat digunakan Pythagoras, triple Pythagoras dan sisi miring segitiga sama kaki, pada penelitian ini yang termasuk memahami prinsip ditinjau dari tinjauan pustaka
36
pada bab 2, mampu menggunakan rumus-rumus atau teorema matematika, peneliti menganalisis bahwa subjek KAS memahami prinsip.
Berdasarkan pembahasan di atas, tentang mengingat fakta, konsep dan prinsip subjek KAS, menurut peneliti ketika siswa memahami konsep, memahami fakta dan juga mengetahui rumus yang digunakan maka siswa mempunyai kemampuan atau skill untuk menyelesaikannya soal tersebut, terlihat dari nomor 1 dan 2 subjek mampu menyelesaikan dengan benar dan tepat, akan tetapi ketika nomor 3 subjek KAs mampu menyelesaikan dengan benar tapi karena salah kali menghasilkan jawaban salah, menurut peneliti itu hanya kesalahan bukan kesulitan, subjek memiliki kemampuan atau skill.
2. Deskripsi kesulitan siswa berkemampuan sedang dalam menyelesaikan soal High Order Thinking Skill Materi Dimensi Tiga pada Kelas 12 IPA SMA Buq’atun Mubarakah Makassar.
Setelah melakukan cek hasil jawaban Siwa pada paparan data, akan dibahas apa-apa kesulitan yang dialami siswa berkemampuan sedang mengerjakan soal High order thinking skill tentang kesulitan mengingat fakta, memahami konsep, memahami prinsip dan kemampuan skill. Penyelidikan terhadap kesulitan siswa untuk menjawab penelitian.
Menurut paparan hasil jawaban siswa dan hasil responden subjek AWD, dilihat hasil jawaban soal satu dan dua menjawab dengan langkah-langkah benar dan tidak mengalami kesulitan. sehingga peneliti dapat menyimpulkan bahwa soal nomor satu dan dua tidak mengalami kesulitan tentang mengingat fakta mencakup akar, perkalian, dan kuadrat, ditinjau dari tinjauan pustaka, menurut Widodo yang
termasuk kesulitan mengingat fakta adalah lambang-lambang matematika, ketika wawancara ditanya tentang mencakup akar dan pembagian subjek mampu menjawab dengan benar walau terkadang lama menjawab, peneliti menganalisis jawaban siswa dan hasil wawancara mengindikasikan subjek AWD memahami fakta.
Menurut paparan hasil jawaban siswa dan hasil responden subjek AWD, subjek mampu memahami konsep kubus dan balok, dilihat dari hasil tes subjek mampu menggambarkan kubus dan balok, ketika diwawancarai subjek AWD mampu menjelaskan ilustrasikan jarak apa yang dicari pada permasalahan soal nomor 1 dan 2, akan tetapi pada nomor 3 subjek tidak menggambar limas dari hasil wawancara subjek AWD mengatakan tidak mengetahui limas, menurut peneliti dari hasil analisis di atas mengindikasikan bahwa subjek AWD mengalami kesulitan memahami konsep limas, sesuai dengan tinjauan pustaka pada bab 2 menurut Widodo, kesulitan memahami konsep adalah tidak mengetahui objek matematika.
Berdasarkan paparan data dan hasil penelitian, tentang memahami prinsip, terlihat pada nomor 1 dan 2 subjek mampu menggunakan/menerapkan rumus Pythagoras dengan tepat dan benar, ketika diwawancarai subjek mampu menjelaskan tentang teorema Pythagoras, cara mencari sisi miring, ini mengindikasikan bahwa subjek memahami prinsip, dari analisis peneliti mengindikasikan bahwa subjek AWD memahami prinsip.
Berdasarkan hasil tes dan wawancara, subjek AWD tentang kesulitan skill, terlihat subjek memiliki kemampuan dalam menyelesaikan soal nomor 1 dan 2,
38
karena memahami fakta, prinsip dan memahami konsep kubus, balok. akan tetapi subjek tidak mengerjakan nomor 3 karena tidak memahami konsep limas, menurut Widodo pada kajian pustaka pada bab 2, untuk mengaplikasikan prinsip maka harus bisa memahami konsep dan fakta, dari analisis di atas menurut peneliti subjek AWD mengalami kesulitan skill pada soal limas karena tidak memahami konsep limas.
3. Deskripsi kesulitan siswa berkemampuan rendah dalam menyelesaikan soal High Order Thinking Skill Materi Dimensi Tiga pada Kelas XII IPA SMA Buq’atun Mubarakah Makassar.
Setelah melakukan cek hasil jawaban Siwa pada paparan data, akan dibahas apa-apa kesulitan yang dialami siswa berkemampuan rendah mengerjakan soal High order thinking skill tentang kesulitan mengingat fakta, memahami konsep, memahami prinsip dan kemampuan skill. Penyelidikan terhadap kesulitan siswa untuk menjawab penelitian.
Menurut paparan hasil jawaban siswa dan hasil responden subjek ABS, kesulitan memahami fakta, subjek ABS pada lembaran tes hanya menggambar kubus, maka untuk mencari kesulitan fakta subjek ABS melalui wawancara, ketika wawancara subjek menjawab dengan benar pertanyaan tentang akar 144 dan 100, menurut peneliti subjek ABS memahami fakta tentang akar, peneliti pun menanyakan tentang pembagian, subjek ABS menjawab dengan salah, dapat diindikasikan menurut peneliti subjek ABS kesulitan memahami fakta tentang operasi pembagian, ditinjau dari tinjauan pustaka kesulitan memahami fakta ialah kesulitan memahami lambang-lambang matematika atau simbol matematika
Berdasarkan hasil tes subjek ABS, subjek mampu menggambar kubus, ketika wawancarai subjek ABS mampu menjelaskan apa itu kubus dengan bahasanya sendiri, dan mampu membedakan antara kubus dan balok, menurut peneliti subjek ABS memahami konsep bangun ruang kubus dan balok, selaras dengan tinjau pustaka pada bab 2 , untuk memahami konsep harus memahami objek matematika, bagi peneliti memahami objek matematika tidak perlu pemahaman tinggi, cukup memperhatikan lingkungan sekitar seperti bentuk bangunan dan benda yang di sekitar kita.
Berdasarkan paparan data subjek ABS, tentang pemahaman prinsip, subjek ABS mengalami kesulitan prinsip tentang teorema Pythagoras, ketika diwawancarai subjek mengatakan bahwa subjek tidak mengetahui apa itu Pythagoras, menurut peneliti terlihat subjek ABS kesulitan dalam memahami prinsip teorema Pythagoras.
Berdasarkan hasil tes dan hasil wawancara, tentang kesulitan kemampuan skill, menurut peneliti subjek ABS tidak memiliki kemampuan skill, dalam menyelesaikan soal, tidak dapat menganalisis maksud soal high order thinking skill yang diberikan, dari hasil tes dan hasil wawancara dilakukan memperlihatkan bahwa subjek ABS kesulitan kemampuan (skill).
40 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil paparan data dan pembahasan akan menanggapi rumusan masalah dan akan menjadi kesimpulan untuk penelitian tentang
“Analisis kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal high order thinking skill pada materi dimensi tiga kelas XII a IPA SMA Buq’atun Mubarakah Makassar”, Antara lain:
1. Hasil analisis subjek kemampuan tinggi, menunjukkan bahwa tidak terdapat kesulitan, berdasarkan paparan data dan pembahasan subjek berkemampuan tinggi mampu dalam menyelesaikan soal-soal tes yang diberikan karena menguasai kemampuan fakta, konsep, prinsip dan kemampuan skill.
2. Hasil analisis subjek berkemampuan sedang, menunjukkan bahwa terdapat kesulitan, berdasarkan paparan data dan pembahasan kesulitan subjek pada konsep gambar limas sehingga subjek merasa tidak mampu mengerjakan soal nomor 3, padahal subjek mengusai fakta, konsep kubus, prinsip dan kemampuan skill pada nomor 1 dan 2.
3. Hasil analisis subjek berkemampuan rendah, menunjukkan bahwa terdapat kesulitan, berdasarkan paparan dan pembahasan subjek kesulitan pada fakta, prinsip dan kemampuan skill dan menguasai konsep matematika.
B. Saran
Berdasarkan analisis penelitian dan kesimpulan, peneliti menemukan pendapat diantara sebagai berikut :
1. Bagi Sekolah Sekolah bisa melakukan satu pertemuan khusus untuk membahas tentang pembuatan soal high order thinking skill, yang diterapkan pada UTS
dan ujian semester supaya siswa lebih terbiasa dengan soal high order thinking skill dan juga Bagi memberikan fasilitas berupa bank-bank soal yang sudah teruji kelayakannya, sehingga soal yang dibuat dapat memberi umpan balik terhadap proses pembelajaran.
2. Bagi Pendidik Perlu inovasi baru dalam pembelajaran apalagi untuk membantu kemampuan berpikir tingkat tinggi, di dukung dengan materi dan trik-trik yang lebih cepat menghasilkan jawaban yang tepat, seperti siswa berkemampuan rendah memiliki potensi tapi karena tidak didukung dengan wawasan tentang konsep limas dia tidak menjawab nomor 3, sedangkan siswa kemampuan rendah lebih perlu penjelasan yang lebih mendalam tentang fakta dan prinsip promblenya lebih banyak memutuhkan waktu.
3. Bagi peneliti lain, dapat dijadikan sebagai rujukan dan masukan pada penelitian selanjutnya. dan masih banyak yang perlu disempurnakan dalam skripsi ini
42
DAFTAR PUSTAKA
Permendikbud Republik Indonesia Nomor 22 (2016), Tentang Kurikulum Di Indonesia R. Arifin Nugroho. 2019. Higher Order Thinking Skills. Jakarta : Gramedia
Pusat Penilaian Pendidikan. 2019. Laporan Hasil Ujian Nasional. Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Widodo, dkk. 2017. Analisis Siswa Dalam Menyelesaikan Soal-SoalPada Materi SPLDV di SMPN 5 Lubuklinggau. Lubuklinggau: STKIP-PGRI Lubuklinggau
Abdullah, Ridwan Sani. 2019. Pembelajaran Berbasis HOTS. Tanggerang: Tira Smart
Pendidikan dan Satuan Pendidikan Sekolah Menengah Atas. 2017. Panduan Penilaian.
Jakarta : Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas.
Idris Harta. 2014. Fakta, Konsep, Prinsip, dan Prosedur dalam
Matematika,(Online).(http://aisadidah.blogspot.com/2014/10/fakta-konsep-prinsip- dan-prosedur-dalam.html, diakses 9 November 2021)
Yulianto. 2015. Menangani Kesulitan Belajar Pada Anak Diskalkulia. Yogyakarta: Relasi Inti Media Group.
Puspitasari, dkk. Tanpa Tahun. Analisis Kesulitan Siswa Menyelesaikan Soal Cerita Materi SPLDV Di SMP Pontianak. Pontianak: Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Untan.
Kristianti. 2017. Analisis Kesulitan Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Matematika Materi Kubus dan Balok Pada Siswa KElasVIII SMP Institut Indonesia. Yogyakarta:
Universitas Sanata Dharma
Saputra, Hatta. 2016. Pengembangan Mutu Pendidikan Menuju Era Global: Penguatan Mutu Pembelajaran dengan Penerapan HOTS (High Order Thinking Skills).
Bandung: SMILE’s Publishing.
Hamidah, Luluk. 2018. Higher Order Thinking Skills (seni melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi. Yogyakarta: Hijaz Pustaka Mandiri
Lewis, Arthur, & david, smith. 2015. Define Higher Order Thinking Skill. JSTOR:
Taylor & Francis,Ltd.
Sumaryanta. 2018. Penilaian HOTS dalam Pembelajaran Matematika. Yogyakarta:
Indonesian Digital Journal of Mathematics and Education
Mitri, Hilaria. 2016. Analisisi Pembelajaran Berpikir Tingkat Tinggi Pada Mata Pelajaran Ekonomi Di SMAN 8 Yogyakarta.Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.
Lailly, Nurrochmah, dkk. 2015. Analisis Soal Tipe Higher Order Thinking Skill (HOTS).
Yogyakarta: Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Hidayati, Ulfah, Arini. 2017. Melatih Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi Dalam Pembelajaran Matematika Pada Siswa Sekolah Dasar. Yogyakarta: Pascasarjana UNY.
Yuniar, Maharani, dkk. 2015. Analisis HOTS (Higher Order Thinking Skill) Pada Soal Objektif Tes Dalam Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Kelas V SDN 7 Ciamis. Ciamis: Universitas Pendidikan Indonesia.
Widana, Wayan. 2015. Modul Penyusunan Soal Higher Order Thinking Skill.
Jakarta: Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan.
Forster, Margareth. Tanpa tahun. Higher Order Thinking Skill. Australia: ACER Press
PISA. 2016. Programme For International Student Assessment (PISA) Result From PISA 2015. Paris: OECD.
Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta
Sudaryono. 2016. Metode Penelitian Pendidikan. Jakarta: PT. Kharisma Putra Utama
Putri, dkk. 2015. keefektifan strategi react ditinjau dari prestasi belajar,kemampuan penyelesaian masalah, koneksi matematis, self efficacy. (Online), Vol. 2, No. 2, (http://journal.uny.ac.id/index.php/jrpm/index diakses 18 Agustus 2019).
44
Lampiran
1. Kisi-kisi soal Kemampuan Awal Mata Pelajaran : Matematika
Satuan pendidikan : Sekolah Menengah Atas (SMA) Materi Pokok : Dimensi Tiga
Alokasi Waktu : 45 Menit
No Kompetensi Dasar
Indikator
Materi Indikator Kesulitan Bentuk Soal
Nomor Soal
1
Mendeskripsikan jarak dalam ruang (antar titik, titik ke
garis,)
Menyebutkan unsur-unsur bangun ruang
3. kesulitan dalam mengingat fakta 4. kesulitan
memahami konsep,
Uraian 1
2
Menyebutkan unsur-unsur bangun ruang
3. kesulitan dalam mengingat fakta 4. kesulitan
memahami konsep,
Uraian 2
3
Menyebutkan unsur-unsur bangun ruang
3. kesulitan dalam mengingat fakta 4. kesulitan
memahami konsep,
Uraian 3
4
Menentukan jarak suatu titik ke garis
5. kesulitan dalam
Uraian 4
46
mengingat fakta, 6. kesulitan
memahami konsep, 7. kesulitan
dalam memahami prinsip, 8. kesulitan
skill
5
Menentukan jarak suatu titik ke garis
5. kesulitan dalam mengingat fakta, 6. kesulitan
memahami konsep, 7. kesulitan
dalam memahami prinsip, 8. kesulitan
Uraian 5
skill
2. Soal Kemampuan Awal dan Alternatif Jawaban
1. Berapakah jumlah sisi/bidang yang terdapat pada kubus ? 2. Berapakah jumlah titik sudut yang terdapat pada kubus ? 3. Berapakah jumlah rusuk yang terdapat pada kubus ?
4. Diketahui kubus ABCD.EFGH memiliki panjang rusuk 12 cm. Hitunglah jarak titik D ke garis BF !
5. Diketahui kubus ABCD.EFGH memiliki panjang rusuk 12 cm. Hitunglah jarak titik B ke garis EG !
No jawaban skor
1 6 10
2 8 10
3 12 10
4 Menggunakan teorema pythagoras
BD2 = 288
BD = √288 = 12√2 cm
35
5 Missal titik tengah garis EG adalah P maka jarak yang dicari B KE P
√
BP = √216 = 6√6 cm
Jadi, jarak titik B ke garis EG adalah 6√6 cm
35
3. Kisi-kisi Soal High Order Thinking Skill Mata Pelajaran : Matematika
48
Satuan pendidikan : Sekolah Menengah Atas (SMA) Materi Pokok : Dimensi Tiga
Alokasi Waktu : 45 Menit
No Kompetensi Dasar
Indikator
Materi Indikator Kesulitan Bentuk Soal
Nomor Soal
1
Mendeskripsikan jarak dalam ruang (antar titik, titik ke garis, dan titik
ke bidang)
Menentukan jarak antar titik ke titik
1. kesulitan dalam mengingat fakta, (Notasi dan lambang matematika) 2. kesulitan
memahami konsep, (objek matematika) 3. kesulitan
dalam memahami prinsip, (rumus, teorema) 4. kesulitan skill
(kemampuan menjawab dengan tepat dan benar)
Uraian 1
2
Menentukan jarak titik ke
garis
1. kesulitan dalam mengingat fakta, (Notasi dan lambang matematika) 2. kesulitan
memahami konsep, (objek
Uraian 2
matematika) 3. kesulitan
dalam memahami prinsip, (rumus, teorema) 4. kesulitan skill
(kemampuan menjawab dengan tepat dan benar)
3
Menentukan jarak titik ke
biang
1. kesulitan dalam mengingat fakta, (Notasi dan lambang matematika) 2. kesulitan
memahami konsep, (objek matematika) 3. kesulitan
dalam memahami prinsip, (rumus, teorema) 4. kesulitan skill
(kemampuan menjawab dengan tepat dan benar)
Uraian 3
4. Soal high order thinking skill dan Alternatif Jawaban
50
1. Diketahui sebuah ruangan berbentuk balok dengan ukuran panjang 8 m, lebar 6 m dan tinggi 4 m. Jika seekor kucing bernama Tom terletak di salah satu titik sudut di bagian atas ruangan, dan seekor tikus bernama Jerry terletak di salah satu titik sudut di bagian bawah ruangan, maka jarak terjauh yang mungkin antara Tom dan Jerry adalah ...
2. Sebuah ruangan berbentuk kubus rusuknya 6 jika pot bunga terletak disalah satu sudut ruangan, Hitunglah jarak pot Bunga dengan sudut ruangan terjauh nya …
3. Atap rumah cara gudang (rumah adat Sumatra selatan) berbentuk limas persegi, panjang sisi miring atap 25 cm dan panjang rusuk plafonnya 7√ Jarak atap tertingginya dengan plafon adalah
No Jawabannya
Sko r
Tota l
1
Kesulitan Konsep
(Menggambar)
15
35 (AG = (AC
Sebelum itu mencari jarak titik A ke titik C dengan teorema Pytagoras
AC = √
AC = √
AC = √
AC = √
AC = 10
(AG = (AC
AG = √
Kesulitan prinsip (teorema)
Fakta (akar, kuadrat, operasi bilangan)
20
A B
D C
E F
H G
8
6 4
A
C
D
52
AG = √
AG = √
AG = √
AG = √
AG = √
Jadi jarak tom ke jerry yg paling jauh adalah √
Kesulitan skill (Menjawab dengan
tepat dan benar)
2
Misal kita letakan pot bunga di titik C titik sudut terjauh adalah E
Kesulitan Konsep
(Menggambar) 15
35
Jarak titik B ke titik sudut H
20
A B
D C
E F
H G
6
6 6
C
E
CE = √
CE = √ √
CE = √ CE = √ CE = √ CE = √
Jadi jarak pot bunga dengan sudut terjauh ruangan tersebut yg dihadapannya √
Kesulitan prinsip (teorema)
Fakta (akar, kuadrat, operasi bilangan)
Kesulitan skill (Menjawab dengan tepat dan benar)
3
Kesulitan Konsep
(Menggambar)
10 30
A
T
B
C D
T’
54
√ √ √
√
√ √
Kesulitan prinsip (teorema)
Fakta (akar, kuadrat, operasi bilangan)
Kesulitan skill (tepat,benar)
5. Pedoman Wawancara
1. Kesulitan menyelesaikan soal High Order Thinking Skill
Dalam mengerjakan soal matematika ada aturan dan kesepakatan yang jelas. Yang perlu dipahami dalam mengerjakan soal matematika, kesulitan siswa dalam mengerjakan soal matematika ketika siswa tidak mengetahui kesepakatan matematika, lambang- lambang matematika (fakta), objek matematika (konsep), rumus-rumus matematika (prinsip), kemampuan menyelesaikan soal matematika (skill)
2. Tujuan wawancara
Untuk menggali dan mendapatkan informasi dari subjek penelitian yang termasuk kategori berkemampuan tinggi, sedang dan rendah masing-masing tingkatan 1 subjek sehingga total 3 subjek, untuk melengkapi informasi/data yang dikumpulkan dari teknik pengumpulan data lainnya.
3. Metode wawancara
Dalam penelitian ini, penulis akan menggunakan wawancara tidak terstruktur. Metode wawancara tidak terstruktur ini digunakan untuk mendapat data tentang hambatan dan kesulitan mengerjakan soal High order thinking skill
4. langkah - langkah pelaksanaan wawancara 1. perkenalan antara siswa dengan penanya
2. menyediakan lembar soal high order thinking skill yang ingin diselesaikan dan ditanyakan kesulitannya kepada narasumber.
56
3. kemudian menyimpulkan semua jawaban menjadi ringkasan.
5. Indikator kesulitan
1. Dikatakan kesulitan mengingat fakta ketika siswa tidak mengetahui kesepakatan dan lambang-lambang matematika.
2. Dikatakan kesulitan memahami konsep ketika dia tidak bisa menjelaskan dan menggambar objek matematika,
3. Dikatakan kesulitan dalam memahami prinsip ketika dia tidak memahami teorema/rumus matematika,
4. Dikatakan kesulitan skill ketika tidak memiliki keterampilan dalam menyelesaikan soal matematika dengan tepat dan benar.
6. Lembaran Hasil Jawaban Siswa Tes kemampuan Awal
NO Nama
Inisial
nomor soal
skor tingkatan
1 2 3 4 5
1 Abd Wahid AWD 20 20 20 20 0 80 sedang
2 Abdullah Fauzan AFN 20 20 20 0 0 60 rendah
3 Abdussalam ABS 20 20 20 0 0 60 rendah
4 Achmad Fakhri AFI 20 20 20 0 0 60 rendah 5 Adi Affan Asrin AAA 20 20 20 10 0 70 rendah
6 Ahmad Dzaki ADZ 0 0 0 0 0 0 rendah
7 Ahmad Fauzi
Ramlan AFR 20 20 20 20 20 100 tinggi
8 Akmal Mufid
Abubakar AMA 20 20 20 20 0 80 sedang
9 Alief Fiqram
AM AFA 20 20 20 0 0 60 rendah
10 AM Rezkyana
Daffasa ARD 20 20 20 20 10 90 tinggi
11 Awaluddin Nur ANR 20 20 20 20 0 80 sedang 12 Galang Nur
Khalik GNK 20 20 20 0 0 60 rendah
13 Ghafir Al GAL 20 20 20 20 10 90 tinggi 14 Hamdan Azalym HAM 20 20 20 0 0 60 rendah 15 Khajar Asywad
sukri KAS 20 20 20 20 20 100 tinggi
16 Miftahul Khaer MKR 20 20 20 0 0 60 rendah 17 Muadz Abd Rasyid MAR 20 20 20 0 0 60 rendah 18 Muh Al Zaqi
Syam MAS 20 20 20 0 0 60 rendah
19 Muh Amar Habib Al-qodry MAH 20 20 20 0 0 60 rendah 20 Muh Iksan Akmal MIA 20 20 20 20 10 90 tinggi 21 Muhammad Idil MIL 20 20 20 20 0 80 sedang 22 Muhammad Syafiqurrahman MSN 20 20 20 0 0 60 rendah 23 Rahmat Fajar
Nur RFN 20 20 10 0 0 50 rendah
24 Rian Fadli
Bafadhal RFB 20 20 20 20 10 90 tinggi
58
1. Abd Wahid (AWD)
2. Abdullah Fauzan
60
3. Abdussalam (ABS)
4. Achmad Fakhri
62
5. Adi Affan Asri
6. Ahmad Dzaki
64
7. Ahmad Fauzi Ramlan
8. Akmal Mufid Abubakar
66
9.Alief Fiquram A.M
10. A.M Rezkyano Daffasa
68
11. Awaluddin Nur
12. Galang Nur Khalik
70
13. Ghafir Al
14. Hamdan Azalym
72
15. Khajar Asywad S
16. Miftahul Khaer
74
17. Muadz Abd Rasyid
18. Muh. Alzaqi Syam
76
19. Muh Amar Habib Al-qodry
20. Muh. Ikhsan Akmal
78
21. Muhammad Idil
22. Muhammad Syafiqurrahman
80
23. Rachmat Fajar nur
24. Rian Fadli Bafadhal
82
7. Lembaran Hasil Tes High Order Thinking Skill 1. Subjek KAS
84
2. Subjek AWD
86
3. ABS
8. Hasil Wawancara 1. Subjek KAS
P1-001 : saya ingin bertanya ini bidang ABCD bagian atas, bidang EFGH dibawa sedangkan nomor 2 berbeda titik sudutnya, apakah penamaan atau apakah ?
KAS1-001 : random ji itu kak
P-002 : kalau saya lihat ini kamu menggunakan rumus phytagoras tapi _kenapa tidak di gambar segitiga dalam balok tersebut, baru ini EG _dari mana dapat 10 ?
KAS1-002 : iye karena pake rumus phytagoras, kalau EG bisa sepuluh karena _dari tripel pythagoras 6 8 10 , 6 kuadrat 36 dan 8 kuadrat 64 dijumlah 100, akar 100, sama dengan 10
P1-003 : apa itu phytagoras ?
KAS1-003 : A kuadrat ditambah B kuadrat sama dengan C kuadrat P1-004 : C yg kamu sebut sisi miring ?
KAS1-004 : iye kak C sisi miringnya P1-005 : salah satu sudutnya bernilai ? KAS1-005 : bernilai 90 derajat?
P1-006 : ini juga nomor 2 dari mana langsung dapat panjang AC 6 akar 2 ? KAS1-006 : kalau sama ji sisinya kak langsung dikasih akar 2 dibelakang
_angka sisinya
P2-007 : oh berlaku untuk segitiga sama kaki, kalau apa bedanya kubus _dan balok?
KAS2-007 : kalau kubus semua Panjang sama sedangkan balok berbeda P-008 : jadi sudah gak sulit pembahas rumus phytagoras ketika SMP dan
SMA dih ?
KAS1-008 : iye tapi waktu smp masih bingung tentang mengakar
P1-009 : tidak dijelaskan tentang mengakar dengan menggunakan pohon faktor?
KAS1-009 : dijelaskan ji tapi yang mengakar langsung
P3-010 : ini soal nomor 3 kenapa tidak langsung di akar kenapa disederhanakan
88
KAS3-010 : ooo kulupai seharusnya 14 itu
P3-011 :sama ji iyah cuma akar 4 tidak di akarkan ,terima kasih waktunya KAS3-011 : iye ye
2. Subjek AWD
P1-001 : saudara wahid dih, saya ingin menwawancarai, kalau ini tom _kenapa di titik di E ?
AWD1-001 : karena tom di sudut e, karena terletak di sudut atas ruangan P1-002 : baru dijerry kenapa di C ?
AWD1-002 : sedangkan saya simpan jerry di titik C karena disoal kita disuruh _simpan di bawah ruangan jarak terjauh antara tom dan jerry P1-003 : iyo dih jadi yang terjauh dari E adalah C, paham nomor 1 di?
AWD1-003 : iye paham ji
P1-004 : kalau rumus phytagoras paham ji, apa itu pytagoras AWD1-004 : iye paham ji
P1-005 : kalau sisi miring yang dicari
AWD1-005 : dipangkat dua kan sisi yang lain baru di akarkan P1-006 : dari smp di tau di
AWD1-006 : iye
P1-007 : kalau akar-akar tau ? AWD1-007 : iya tau
P1-008 : kalau akar 100 ?
AWD1-008 : kalau akar 100, sepuluh P1-009 : kalau akar 64
AWD1-009 : 64, 8
P1-010 : kalau akar 144
AWD1-010 : kalau 144, tunggu dih, 14, 12 P1-011 : kalau 125 bagi 25
AWD1-011 : 4 ehh 5, 5
P2-012 : kalau nomor dua paham ji, kenapa pot buka di B ? AWD2-012 : iye paham ji, bisa ditaruh di sudut mana saja