• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

C. Pembahasan

1. Nilai Belajar Siswa

Berikut merupakan rekap hasil belajar siswa pada siklus I dan siklus II.

Tabel 4.10

Rekap Hasil Belajar Siswa Siklus I dan Siklus II No Keterangan Siklus I Siklus II

1 Nilai rata-rata kelas 71,29 85

2 Nilai tertinggi 100 100

3 Nilai terendah 50 50

4 KKM 70 70

5 Tingkat Ketuntasan 54,83% 93,54%

Berdasarkan rekapan hasil belajar siswa diatas bahwa setelah proses pembelajaran atau penyampaian materi siswa mengerjakan soal tes tentang Mengonsumsi Makanan dan Minuman yang Halal dan Menjauhi yang Haram yang menjadi topik bahasan pada siklus I dan siklus II. Dimana soal post test pada setiap siklusnya mencakup beberapa proses berpikir yaitu menghafal (C1), memahami (C2), dan menganalisis (C4). Dapat dilihat bahwa terjadi peningkatan dari siklus I ke siklus II, hal ini menandakan bahwa siswa dapat mengetahui, dan memahami dengan baik materi yang disampaikan oleh guru.

Pernyataan diatas sejalan dengan hasil belajar ranah kognitif merupakan ranah yang mencakup kegiatan mental (otak). Menurut Bloom, ranah kognitif itu terdapat enam jenjang proses berfikir yaitu:

knowledge (pengetahuan /hafalan /ingatan), compherehension (pemahaman), application (penerapan), analysis (analisis), syntetis (sintetis), evaluation (penilaian). 39

Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, dapat dilihat pada diagram penyajian data di bawah ini :

Gambar 4.1 Diagram Rekap Hasil Belajar Siswa pada Siklus I dan Siklus II

2. Keaktifan Siswa

Berikut merupakan hasil rekap aktivitas belajar siswa pada siklus I dan siklus II.

Tabel 4.11

Rekap Keaktifan Siswa Siklus I dan Siklus II

No Aktivitas Hasil Skor

Siklus I

Hasil Skor Siklus II

1 2 3 4

1 Perhatian siswa terhadap penjelasan guru 3 4

2 Kerjasama dalam kelompok 3 4

39 Junaidi, Pengembangan Evaluasi,, 38 71,29

100

50

70

54,83%

85

100

50

70

93,54%

0 20 40 60 80 100 120

Nilai rata- rata kelas

Nilai tertinggi

Nilai terendah

KKM Tingkat

Ketuntasan

Rekap Hasil Belajar Siswa Siklus I dan Siklus II

Siklus I Siklus II

1 2 3 4 3 Kemampuan siswa mengemukan

pendapat dalam kelompok 2 3

4 Memberi kesempatan berpendapat kepada

teman dalam kelompok 3 3

5 Mendengarkan dengan baik ketika teman

berpendapat 2 3

6

Dapat merespon dan memahami setiap penjelasan yang disampaikan kelompok lain

2 3

7 Memberi gagasan yang cemerlang 2 3

8 Membuat perencanaan dan pembagian

kerja yang matang 3 4

9

Selalu bersikap aktif dengan bertanya dan memberikan argument mengenai materi yang sedang dibahas

2 3

10 Menjawab dengan baik dan benar setiap

pertanyaan yang diberikan kelompok lain 3 4 11 Keputusan berdasarkan pertimbangan

yang lain 3 3

12 Siswa tenang dan tidak gaduh saat proses

pembelajaran 2 4

Persentase Keaktifan Siswa 62,5% 85,41%

Berdasarkan rekapan keaktifan siswa diatas bahwa terdapat perubahan aktivitas siswa dari siklus I saat pembelajaran berlangsung, dimana pada siklus II siswa menjadi lebih aktif didalam kelas. Siswa juga lebih bisa menghargai guru juga disiplin dalam mengikuti arahan dari guru selama proses pembelajaran.

Pernyataan diatas sejalan dengan cakupan hasil belajar yaitu ranah afektif merupakan ranah yang berkenaan dengan sikap seseorang dapat diramalkan perubahannya bila seseorang telah memiliki penguasaan kognitif tingkat tinggi. Tipe hasil belajar afektif akan nampak pada murid dalam berbagai tingkah laku seperti: perhatiannya terhadap pelajaran,

disiplin, motivasi belajar, menghargai guru dan teman sekelas, kebiasan belajar dan hubungan sosial.40

Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, dapat dilihat pada diagram penyajian data di bawah ini :

Gambar 4.2 Diagram Rekap Keaktifan Siswa pada Siklus I dan Siklus II 3. Keaktifan Guru

Berikut merupakan hasil hasil rekap aktivitas guru selama proses pembelajaran pada siklus I dan siklus II.

Tabel 4.12

Rekap Keaktifan Guru Siklus I dan Siklus II

No Aktivitas Hasil Skor

Siklus I

Hasil Skor Siklus II

1 2 3 4

1 Guru mengucapkan salam 3 3

2 Guru mengabsen siswa 3 4

3 Guru memberikan apersepsi 3 3

4 Guru menyampaikan tujuan 4 4

40 Junaidi, Pengembangan Evaluasi,, 38 62,50%

85,41%

0,00%

10,00%

20,00%

30,00%

40,00%

50,00%

60,00%

70,00%

80,00%

90,00%

Siklus I Siklus II

Rekap Keaktifan Siswa Siklus I dan Siklus II

Persentase Keaktifan Siswa

1 2 3 4 Pembelajaran

5 Guru menetapkan masalah yang akan di

bahas 4 4

6 Guru memberi pengarahan sebelum,

dilaksanakan diskusi 3 4

7 Guru membagi kelas ke dalam beberapa

kelompok 3 4

8

Guru memberi petunjuk atau sumber yang dapat membantu pekerjaan siswa berupa buku sumber

4 4

9 Guru membagi sub-sub bahasan yang

akan didiskusikan siswa 3 4

10

Guru memberikan kesempatan yang sama kepada setiap peserta diskusi untuk mengeluarkan gagasan dan ide- idenya

3 3

11 Guru mengevaluasi hasil diskusi untuk

perbaikan selanjutnya 3 4

12 Guru menyimpulkan hasil diskusi 3 3

13 Guru melakukan post test tentang materi

yang telah diajarkan 3 4

14 Guru mengkondisikan kelas agar tenang

dan kondusif 2 3

Persentase Keaktifan Guru 78,57% 91,07%

Berdasarkan rekapan keaktifan guru diatas bahwa terdapat perubahan aktivitas guru dari siklus I saat pembelajaran berlangsung, dimana pada siklus II guru lebih bisa menguasai kelas dan menarik perhatian siswa sehingga suasana kelas menjadi lebih aktif dan kondusif.

Tidak hanya itu guru membimbing, memberi batasan waktu dalam pengerjaan supaya siswa disiplin serta memberikan motivasi agar siswa lebih bersemangat dan aktif juga tidak bosan selama pembelajaran berlangsung.

Pernyataan diatas sejalan dengan cakupan hasil belajar yaitu ranah afektif merupakan ranah yang berkenaan dengan sikap seseorang dapat

diramalkan perubahannya bila seseorang telah memiliki penguasaan kognitif tingkat tinggi. Tipe hasil belajar afektif akan nampak pada murid dalam berbagai tingkah laku seperti: perhatiannya terhadap pelajaran, disiplin, motivasi belajar, menghargai guru dan teman sekelas, kebiasan belajar dan hubungan sosial.41

Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, dapat dilihat pada diagram penyajian data di bawah ini :

Gambar 4.3 Diagram Rekap Hasil Belajar Guru pada Siklus I dan Siklus II

Berdasarkan hasil diatas dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan dilihat dari 4 aspek yakni aspek (1) aspek keaktifan siswa siklus I dan siklus II juga mengalami peningkatan yakni 62,5% dan 85,41%. Hasil keaktifan siswa

41 Junaidi, Pengembangan Evaluasi,, 38 78,57%

91,07%

72,00%

74,00%

76,00%

78,00%

80,00%

82,00%

84,00%

86,00%

88,00%

90,00%

92,00%

94,00%

Siklus I Siklus II

Rekap Keaktifan Guru Siklus I dan Siklus II

Persentase Keaktifan Guru

pada siklus II sudah mencapai indikator keberhasilan yaitu sebesar 70%.

Aspek (2) aspek keaktifan siswa siklus I dan siklus II juga mengalami peningkatan yakni 78,57% dan 91,07%. Aspek (3) aspek nilai rata-rata kelas dari siklus I ke siklus II juga mengalami peningkatan hasilnya adalah siklus I sebesar 71,29 sedangkan hasil yang diperoleh pada siklus II yakni sebesar 85. Hasil nilai rata-rata kelas telah melebihi nilai KKM yang ditetapkan yaitu sebesar 70. Aspek (4) aspek ketuntasan belajar siswa siklus I dan siklus II juga mengalami peningkatan yakni 54,83%

dan 93,54%. Pada aspek ini di siklus II telah memenuhi indikator ketuntasan yang telah ditetapkan yaitu sebesar 75%. Dari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa penerapan metode diskusi dapat meningkatkan hasil belajar siswa materi Mengonsumsi Makanan dan Minuman yang Halal dan Menjauhi yang Haram.

Pada siklus II hasil belajar siswa telah mengalami peningkatan hal ini disebabkan karena peneliti memperhatikan kekurangan atau kendala yang telah didapat pada siklus I, jika pada siklus I terdapat kekurangan, maka peneliti berusaha meminimalisir kekurangan tersebut pada siklus II sebagai acuan peneliti untuk menciptakan pembelajaran yang lebih maksimal yang akan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Hasil penelitian yang telah diperoleh pada siklus II guru lebih aktif membimbing peserta didik dan mampu mengkondisikan kelas sehingga suasana kelas menjadi lebih kondusif. Peserta didik juga aktif berpartisipasi dalam mengikuti rangkaian kegiatan pembelajaran, ketika

diberikan tugas mereka melakukan dengan fokus, disiplin serta tertib, tanggung jawab dan lebih percaya diri dari siklus I.

BAB V PENUTUP A. Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa :

1. Teknik pelaksanaan metode diskusi dilaksanakan dengan langkah-langkah sebagai berikut: guru menunjukkan gambar mengenai mengonsumsi makanan dan minuman yang halal dan menjauhi yang haram. Guru membacakan kompetensi dasar beserta tujuan pembelajaran. Kemudian siswa dibagi menjadi beberapa kelompok diskusi dan guru memberikan tugas beserta materi untuk setiap kelompok. Kemudian siswa berdiskusi dengan kelompoknya masing-masing, setelah waktu yang diberikan habis setiap kelompok bergantian mempresentasikan hasil kerjanya dilanjut dengan tanya jawab antar kelompok. Guru mempersilahkan siswa untuk bertanya kemudian guru memberikan penguatan kepada siswa terkait pembelajaran yang telah dipelajari. Diakhir pembelajaran siswa mengerjakan post test.

2. Dampak yang terjadi dari pelaksanaan metode diskusi terhadap hasil belajar siswa yaitu meningkatnya hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II. Pada siklus II telah mengalami peningkatan, ketuntasan hasil belajar siswa sudah memenuhi target indikator keberhasilan, hasil yang diperoleh pada siklus II adalah sebesar 93,54% sedangkan target indikator yang harus dipenuhi adalah sebesar 75% sehingga dapat dikatakan tercapai. Sedangakan untuk nilai rata-rata hasil pembelajaran kelas yaitu

84

sebesar 85. Keaktifan siswa juga sudah memenuhi target indikator keberhasilan dimana hasil keaktifan siswa pada siklus II sebesar 85,41%

sama halnya dengan keaktifan guru yang sudah meningkat pada siklus II yaitu sebesar 91,07% sedangkan indikator yang harus dipenuhi adalah sebesar 70% sehingga dapat dikatakan tercapai.

B. Saran-saran

Berdasarkan pembuktian keberhasilan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menerapkan metode diskusi, maka dapat disampaikan saran- saran sebagai berikut ini:

1. Penerapan metode diskusi yang bervariasi harus terus ditingkatkan agar dapat menciptakan pembelajaran yang lebih menyenangkan dan membuat siswa aktif dalam pembelajaran.

2. Metode diskusi dapat dijadikan salah satu alternatif untuk meningkatkan pemahaman siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.

3. Metode diskusi dapat diterapkan dalam mata pelajaran lainnya menyesuaikan materinya.

DAFTAR PUSTAKA

Amalina, Dina. Kepemimpinan Kreatif Kepala TK Dalam Rekruitmen Siswa Baru Di TK Diponegoro 13 Patikraja. Skripsi: IAIN Purwokerto, 2021

Ananda, Rusydi. Penelitian Tindakan Kelas (Teori dan Praktik Pengembangan Kompetensi Guru), Medan: CV. Pusdikra Mitra Jaya, 2020

Andawiyah, Halimatus, Muhammad Amran, dan Bhakti Pandi Hasin. “Penerapan Metode Diskusi Dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPA Kelas VI Di SD Negeri Kalikajar Wetan.” Pinisi Journal PGSD, Vol. 2 No. 1 Maret 2022 Baharuddin. Studi Kebijakan Pendidikan Agama Islam. Malang: Media Nusa

Creative, 2021

Basuki, Pengantar Metode Penelitian Kuantitatif. Bandung: Media Sains Indonesia, 2021

Ermi, Netti. “Penggunaan Metode Diskusi untuk Meningkatkan Hasil Belajar Materi Perubahan Sosial pada Siswa Kelas XII SMA Negeri 4 Pekanbaru.” Jurnal SOROT, Volume 10, Nomor 2, Oktober 2015

Hariyanto. Metode Diskusi Tipe Kokok Meningkatkan Motivasi, Aktivitas, dan Prestasi Belajar Siswa. NTB: P4I, 2022

Junaidi, Pengembangan Evaluasi Pembelajaran PAI Cet. 1. Direktorat Pendidikan Agama Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia, 2013 Khassanah, Ulfatun. “Pengaruh Penerapan Metode Pembelajaran Diskusi Dan Tanya Jawab Terhadap Minat Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPS Di SMPN 1 Jenangan Ponorogo.” Skripsi, IAIN Ponorogo, 2021

Kifli, Syamsul. “Gambaran HAsil Belajar Fisika Berdasarkan Kepribadian (Myers Briggs Type Indicator) MBTI Pada Mahasiswa Prodi Pendidikan Fisika FTK UIN Alauddin Makassar Angkatan 2020” Skripsi, UIN Alauddin Makassar, 2021

Kurniawan, Nurhafit. Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Yogyakarta: Deepublish, 2017

Miranda Nakita Dewi, “Penerapan Strategi Pembelajaran Aktif Crossword Puzzle Untuk Meningkatkan Daya Ingat Konsep Ipa Materi Kenampakan Permukaan Bumi” Skripsi, UIN Syarif Hidayatullah, 2017

Nengsih, Sri. “Efektifitas Penggunaan Metode Diskusi Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Aqidah Ahklak Pada Peserta Didik Pesantren Al-Mustaqim Parepare.” Skripsi, IAIN Parepare, 2020

86

Nursalimah, Siti. “Penerapan Metode Buzz Group Discussion Pada Matakuliah Struktur Aljabar Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Mahasiswa.”

SALIMIYA: Jurnal Studi Ilmu Keagamaan Islam, Volume 2, Nomor 2, Juni 2021

Nuryani, Hevi. “Pelaksanaan Metode Diskusi Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Di Kelas IX A SMP Bumitama Cempaga Hulu.” Skripsi, IAIN Palangkaraya, 2019

Oktapia, Sri. “Penerapan Metode Diskusi Kelompok Dalam Meningkatkan Konsentrasi Belajar Siswa Kelas V Di SD Negeri 122 Seluma Tahun Pelajaran 2018/2019.” Skripsi, IAIN Bengkulu. 2019

Pauziah, Rita. “Penerapan Metode Diskusi Untuk Meningkatkan Aktivitas Siswa Pada Pembelajaran Menirukan Pembacaan Pantun Anak Di Kelas IV SD Negeri 19 Kepahiang Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu.” Jurnal PGSD: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 10 (1) 2017

Rahmawati, Laili. Etika dan Miftakhul Huda. Evaluasi Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Surakarta: MU Press, 2022

Rosmida. “Penerapan Metode Diskusi Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Ips Siswa Kelas VA SD Negeri 004 Tembilahan Kecamtan Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir." Jurnal Primary Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau, Volume 6, Nomor 1, April-September 2017

Salim. Penelitian Tindakan Kelas (Teori dan Aplikasi Bagi Mahasiswa, Guru Mata Pelajaran Umum dan Pendidikan Agama Islam di Sekolah), Medan: Perdana Publishing, 2015

Slameto. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2010

Subakti, Hani, Nana Harlina Haruna, dkk. Buku Pedoman Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Secara Teoretis dan Praktis. Medan: Yayasan Kita Menulis, 2022

Sudiyono. Metode Diskusi Kelompok dan Penerapannya dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP. Indramayu: Adab, 2020

Supriyati, Ika. “Penerapan Metode Diskusi Dalam Pembelajaran Keterampilan Berbicara Pada Siswa Kelas VIII MTSN 4 Palu.” Jurnal Bahasa dan Sastra, Volume 5 No 1, 2020

Syafruddin. “Implementasi Metode Diskusi Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Siswa” CIRCUIT: CIRCUIT: Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik Elektro, Vol.1, No.1, Februari 2017

Widiawati, Heni. “Pengaruh Penggunaan Metode Diskusi Tipe Buzz Group Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Fiqih Siswa Kelas X MAN 2 Lombok Tengah Desa Jelantik Kabupaten Lombok Tengah Tahun Pelajaran 2016/2017” Skripsi, UIN Mataram, 2017

Lampiran 1 : Permohonan Izin Penelitian

Lampiran 2 : Surat Keterangan Selesai Penelitian

Lampiran 3 : Jurnal Kegiatan Penelitian

Lampiran 4 : Matrik Penelitian

MATRIK PENELITIAN

Judul Variabel Indikator Sumber Data Metode Penelitian Rumusan Masalah

Penerapan Metode Diskusi Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Di SMP Negeri 9 Jember

1. Metode Diskusi 2. Hasil

Belajar

1. Siklus I

a. Perencanaan b. Tindakan c. Pengamatan d. Refleksi 2. Siklus II

a. Perencanaan b. Tindakan c. Pengamatan d. Refleksi

3. Informan : Guru PAI kelas VIII SMP Negeri 9 Jember

4. Subjek Penelitian : Siswa kelas VIII C SMP Negeri 9 Jember

1. Menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) 2. Lokasi penelitian SMP

Negeri 9 Jember

3. Teknik pengumpulan data : a. Observasi

b. Tes

c. Wawancara d. Dokumentasi 4. Prosedur penelitian :

a. Perencanaan b. Tindakan c. Pengamatan d. Refleksi

5. Teknik analisis data : a. Analisis data kualitatif b. Analisis data kuantitatif 6. Keabsahan data :

a. Triangulasi waktu b. Triangulasi sumber c. Triangulasi teknik

1. Bagaimana teknik

pelaksanaan metode diskusi untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII pada materi mengonsumsi makanan dan minuman yang halal dan menjauhi yang haram di SMP Negeri 9 Jember?

2. Bagaimana dampak dari pelaksanaan metode diskusi pada materi mengonsumsi makanan dan minuman yang halal dan menjauhi yang haram terhadap hasil belajar siswa kelas VIII di SMP Negeri 9 Jember?

Lampiran 5 : Silabus

SILABUS

MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI

Satuan Pendidikan : UPTD Satuan Pendidikan SMP Negeri 9 Jember

Kelas : VIII

Kompetensi Inti

KI 1 : Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya

KI 2 : Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya..

KI 3 : Memahami pengetahuan (faktual, konseptual dan procedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.

KI 4 : Mengolah, menyaji, dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat,) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang)sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.

Kompetensi Dasar Materi Pokok Pendekatan Pembelajaran Instrumen Penilaian Alokasi

Waktu Sumber Belajar

1.1 Menghayati Al-Quran sebagai implementasi dari pemahaman rukun iman.

1.2 Meyakini Kitab suci Al-Quran sebagai pedoman hidup sehari- hari

1.3 Meyakini Nabi Muhammad SAW sebagai nabi akhir zaman

1.4 Menunaikan shalat sunnah

1.5 Menerapkan ketentuan sujud syukur, sujud tilawah dan sujud syahwi berdasarkan syariat Islam 1.6 Menunaikan puasa

Ramadhan dan puasa sunnah sebagai implementasi dari pemahaman rukun Islam

1.7 Menerapkan ketentuan syariat Islam dalam mengonsumsi makanan yang halal dan bergizi

2.1 Menghargai perilaku jujur sebagai

implementasi dari pemahaman Q.S. Al- Maidah (5): 8 dan hadits terkait

2.2 Menghargai perilaku hormat dan patuh kepada orang tua dan guru sebagai implementasi dari pemahaman Q.S.

An-Nisa (4): 36 dan hadits terkait

2.3 Menghargai perilaku gemar beramal saleh dan berbaik sangka kepada sesama sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. Al- Ashr (103): 2-3, Q.S. Al- Hujurat (49): 12 dan hadits terkait

2.4 Menghargai perilaku rendah hati, hemat, dan hidup sederhana sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. Al Furqan (25): 63, Q.S. Al Isra’(17): 27 dan hadits terkait

2.5 Menghargai perilaku mengonsumsi makanan dan minuman yang halal dan bergizi dalam kehidupan sehari-hari sebagai implementasi dari pemahaman Q.S.

An-Nahl (16): 114 dan hadits terkait

3.1 Memahami makna Q.S. Al-Furqan (25):

63; dan Q.S. Al Isra’(17) : 27; serta hadits terkait 4.1.1 Membaca Q.S. Al

Furqan (25): 63 dan Al-Isra’ (17): 27 dengan tartil

4.1.2 Menunjukkan hafalan Q.S. Al-Furqan (25) ayat 63 dan Al-Isra’

(17): 27 serta Hadits terkait

Q.S. Al-Furqan (25): 63; dan Q.S.

Al Isra’(17) : 27;

dan Hadis tentang rendah hati, hemat dan hidup sederhana

Mengamati

 Mengamati teks atau tayangan yang Q.S. Al-Furqan (25): 63;

dan Q.S. Al Isra’(17) : 27 untuk memotivasi semangat membaca dan mengkaji Al-Qur’an.

 Menyimak dan membaca Q.S.

Al-Furqan (25): 63; dan Q.S. Al Isra’(17) : 27; serta hadits tentang rendah hati, hemat dan hidup sederhana.

 Menyimak penjelasan tentang hukum bacaan mim sukun.

 Menelaah arti Q.S. Al-Furqan (25): 63; dan Q.S. Al Isra’(17) : 27;

Menanya

 Peserta didik mengajukan pertanyaan tentang keutamaan menbaca Al-Qur’an dan ilmu tajwid serta hikmah yang terkandung di dalamnya.

 Mengajukan pertanyaan mengenai hukum bacaan Mim Sukun dana macam-macamnya.

Eksperimen/explore

 Secara individu maupun kelompok mencari dan menyusun lafadz atau kalimat yang mengandung hukum

Tugas Mencari dan mengumpulkan gambar

/artikel/berita sebagai motivasi mempelajari Al- Qur’an.

Observasi

 Mengamati

pelaksanaan diskusi dengan

menggunakan lembar observasi yang memuat:

 Isi diskusi (kandungan ayat dan hukum bacaan mim sukun)

 Sikap yg

ditunjukkan siswa terkait dengan tanggung jawabnya terhadap

kandungan Q.S. Al- Furqan (25): 63;

dan Q.S. Al Isra’(17) : 27;

tentang rendah hati, hemat dan hidup sederhana dan

3 x 3 Jam Pelajaran

 Al Qur’an dan terjemahnya Depag RI

 Buku Teks PAI kelas VIII

 Buku-buku Penunjang PAI kelas VIII

 CD/Video Pembelajaran Interaktif

bacaan Mim Sukun pada Q.S.

Al-Furqan (25): 63; dan Q.S. Al Isra’(17) : 27.

 Menyusun dan memasangkan lafadz dengan artinya baik secara individu maupun kelompok pada Q.S. Al-Furqan (25): 63; dan Q.S. Al Isra’(17) :

 Secara berpasangan 27.

menghafalkan Q.S. Al-Furqan (25): 63; dan Q.S. Al Isra’(17) : 27.

. Asosiasi

 Secara individu maupun kelompok menganalisis lafadz- lafadz yang mengandung hukum bacaan izhar syafawi, ikhfa syafawi, dan idgam mutamasilain.

 Secara individu maupun kelompok menganalisis lafadz- lafadz yang sudah sesuai dengan artinya.

 Menyimpulkan isi kandungan Q.S. Al-Furqan (25): 63; dan Q.S. Al Isra’(17) : 27.

Komunikasi

 Menunjukkan/memaparkan hasil analisis tentang hukum

hukum bacaan mim sukun.

Portofolio

Membuat paparan tentang

kandungan Q.S.

Al-Furqan (25):

63; dan Q.S. Al Isra’(17) : 27 dan Hadits terkait.

Membuat paparan anaisis dan identifikasi hukum bacaan mim sukun dalam Q.S. Al-Furqan (25): 63; dan Q.S.

Al Isra’(17) : 27

Tes tes kemampuan kognitif dengan bentuk tes soal – soal pilihan ganda

Tes lisan hafalan Q.S. Al-Furqan (25): 63; dan Q.S.

Al Isra’(17) : 27

bacaan mim sukun yang terkandung dalam Q.S. Al- Furqan (25): 63; dan Q.S. Al Isra’(17) : 27

 Mendemonstrasikan hafalan Q.S. Al-Furqan (25): 63; dan Q.S. Al Isra’(17) : 27.

 Memaparkan kesimpulan isi kandungan Q.S. Al-Furqan (25):

63; dan Q.S. Al Isra’(17) : 27.

3.2 Memahami makna Q.S. An Nahl (16):114 dan hadits terkait

Q.S. An Nahl (16):114 dan Hadis terkait tentang perilaku perilaku mengonsumsi makanan dan minuman yang halal dan bergizi

Mengamati

 Mencermati bacaan Q.S. An Nahl (16):114 dan hadits terkait tentang perilaku beramal soleh.

 Mengidentifikasi hukum tajwid yang terkandung dalam Q.S. An Nahl (16):114

 Menyimak dan membaca Q.S.

An Nahl (16):114 dan hadits terkait

 Menyimak penjelasan tentang hukum bacaan ra.

 Membaca dan menghafal arti Q.S. An Nahl (16):114.

 Mencermati isi kandungan ayat Q.S. An Nahl (16):114 dan hadits terkait.

Menanya.

 Mengajukan beberapa pertanyaan tentang perilaku makanan dan minuman yang halal dan bergizi.

 Mengajukan pertanyaan mengenai hukum bacaan ra yang terkandung dalam Q.S. An Nahl (16):114.

Eksperimen/explore

 Menentukan dan

mengelompokkan hukum

Tugas

Mengumpulkan gambar/ berita/

artikel yang memuat sikap senang

mempelajari Al Qur’an.

Observasi

Mengamati pelaksanaan diskusi dengan menggunakan lembar observasi yang memuat:

Isi diskusi kandungan ayat dan hukum bacaan

ra Sikap yg ditunjukkan siswa terkait dengan kecenderunga n

mengomsumsi makanan yang halal dan bergizi

2 x 3 Jam Pelajaran

 Al Qur’an dan terjemahnya Depag RI

 Buku Teks PAI kelas VIII

 Buku-buku Penunjang PAI kelas VIII

 CD/Video Pembelajaran Interaktif

4.2.1 Membaca Q.S. An Nahl (16): 114 dengan tartil

4.2. 2 Menunjukkan hafalan Q.S. An Nahl (16):

114 serta Hadits terkait

bacaan yang terkandung dalam Q.S. An Nahl (16):114.

 Mengidentifikasi lafadz-lafadz yang mengandung hukum bacaan ra dalam Q.S. An Nahl (16):114.

 Membaca dan mencermati arti Q.S. An Nahl (16):114 dan hadis terkait.

. Asosiasi

 Menyusun dan

mengelompokkan lafadz-lafadz yang mengandung hukum bacaan ra.

 Menyimpulkan isi kandungan Q.S. An Nahl (16):114.

 Membuat mind mapping keterkaitan antara makanan yang halal dan bergizi.

Komunikasi

Memaparkan hasil temuan tentang hukum bacaan ra dalam Q.S. An Nahl (16):114.

 Menyajikan kesimpulan kandungan Q.S. An Nahl (16):114.

 Memaparkan hasil analisis keterkaitan antara makanan yang halal dan bergizi.

Portofolio

Membuat paparan tentang

kandungan Q.S.

An Nahl (16):114 Hadits terkait.

Membuat paparan anaisis dan identifikasi hukum bacaan ra dalam Q.S. An Nahl (16):114.

Tes tes kemampuan kognitif dengan bentuk tes soal – soal pilihan ganda.

Tes lisan hafalan Q.S. An Nahl (16):114.

3.3 Memahami makna Q.S. Al-Maidah (5):

90–91 dan 32 serta Hadis terkait

Q.S. Al-Maidah (5): 90–91 dan 32 serta Hadis terkait tentang perilaku menghindari minuman keras, judi, dan pertengkaran

Mengamati

 Mencermati bacaan Q.S. Al- Maidah (5): 90–91 dan 32; serta hadits terkait tentang perilaku menghindari minuman keras, judi, dan pertengkaran.

 Mengidentifikasi hukum tajwid yang terkandung dalam Q.S. Al- Maidah (5): 90–91 dan 32;

 Menyimak dan membaca Q.S.

Al-Maidah (5): 90–91 dan 32;

serta hadits terkait.

 Menyimak penjelasan tentang hukum bacaan qalqalah dan ra

 Membaca dan menghafal arti Q.S. Al-Maidah (5): 90–91 dan 32.

 Mencermati isi kandungan ayat Q.S. Al-Maidah (5): 90–91 dan 32.

Menanya

Mengajukan beberapa pertanyaan tentang perilaku perilaku menghindari minuman keras, judi, dan pertengkaran

 Mengajukan pertanyaan mengenai hukum bacaan qalqalah dan ra yang

terkandung dalam Al-Maidah

Tugas

Mengumpulkan gambar/ berita/

artikel yang memuat sikap senang

mempelajari Al Qur’an.

Observasi

Mengamati pelaksanaan diskusi dengan menggunakan lembar observasi yang memuat:

Isi diskusi kandungan ayat dan hukum bacaan qalqalah dan ra

Sikap yg ditunjukkan siswa terkait dengan tanggun jawabnya terhadap kandungan ayat tentang perilaku

3 x 3 Jam Pelajaran

 Al Qur’an dan terjemahnya Depag RI

 Buku Teks PAI kelas VIII

 Buku-buku Penunjang PAI kelas VIII

 CD/Video Pembelajaran Interaktif

4.3.1 Membaca Q.S. Al- Maidah (5): 90–91 dan 32 dengan tartil 4.3. 2 Menunjukkan hafalan

Q.S. Al-Maidah (5):

90–91 dan 32 serta Hadits terkait

Dokumen terkait