• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

B. Pembahasan

dismenore) memiliki peluang 3,3 kali lebih besar mengalami dismenore dibanding wanita dengan riwayat keluarga tidak berisiko (ibu atau saudari kandung tidak mengalami dismenore).

responden. 36 Responden dari penelitian yang ia lakukan adalah siswa SMP sedangkan pada penelitian ini responden adalah mahasiswi serta penelitian yang dilakukan Lail dan Suriani et al. pada siswi SMA dan SMK.

2. Hubungan antara Indeks Massa Tubuh dengan Kejadian Dismenore

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Kurniati et al. pada mahasiswi angkatan 2015 Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah serta penelitian yang dilakukan Anwar dan Rosdiana pada remaja putri SMA Negeri 1 Samudera yang menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara indeks massa tubuh (IMT) dengan kejadian dismenore.37,38

Hasil penelitian tersebut sejalan dengan teori yang menyebutkan bahwa wanita dengan IMT kurang dari normal (underweight) memiliki kadar kalsium dan zat besi yang rendah dalam tubuh. Kurangnya kalsium menyebabkan otot tidak mampu mengendur setelah kontraksi, sehingga dapat menyebabkan kram otot. Kurangnya asupan zat besi menyebabkan sintesis hemoglobin terganggu, sehingga jumlah hemoglobin dalam eritrosit berkurang dan menyebabkan rendahnya kadar oksigen dalam darah sehingga dapat menyebabkan hipoksia dan anemia. Anemia dapat menimbulkan gangguan kesehatan pada seseorang dan berkurangnya daya tahan tubuh terhadap rasa nyeri pada saat menstruasi.28 Sedangkan pada wanita dengan IMT lebih dari normal (overweight, obesitas) cenderung memiliki kadar kolesterol yang berlebihan yang merupakan prekursor dari estrogen serta adanya tumpukan jaringan lemak dibawah kulit. Hal tersebut meningkatkan produksi estrogen yang tidak hanya diproduksi oleh ovarium tetapi juga diproduksi oleh jaringan lemak yang menyebabkan hiperkontraktilitas uterus.27

Hasil yang tidak sejalan ditunjukkan pada penelitian yang dilakukan Astuti pada siswa SMP Muhammadiyah I Yogyakarta dan penelitian yang dilakukan Utari pada mahasiswi yang sedang mengerjakan skripsi di Universitas Muhammadiyah Surakarta yang menunjukkan tidak ada hubungan antara status gizi dengan kejadian dismenore.39,40 Perbedaan tersebut dapat disebabkan karena jumlah responden penelitian atau proporsi status gizi underweight, normal, overweight, dan obesitas antar populasi pada setiap penelitian berbeda beda sehingga sulit untuk membandingkan dismenore antar populasi.39 3. Hubungan antara Durasi Menstruasi dengan Kejadian

Dismenore

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Kural et al. pada mahasiswi Index Medical College di India dan penelitian yang dilakukan Mau et al. pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Ukrida yang menunjukkan bahwa ada hubungan antara durasi menstruasi dengan kejadian dismenore.25,41 Selain itu, penelitian yang dilakukan oleh Horman et al. pada remaja putri di Kabupaten Kepulauan Sangihe juga menunjukkan ada hubungan antara durasi menstruasi dengan kejadian dismenore.42

Hal tersebut sejalan dengan teori yang menyatakan bahwa wanita dengan durasi menstruasi >5 hari memiliki peluang 1,9 kali lebih berisiko mengalami dismenore. Durasi menstruasi dapat dipengaruhi oleh faktor psikologis maupun fisiologis. Secara psikologis biasanya berkaitan dengan tingkat emosi wanita yang tidak stabil menjelang menstruasi. Sedangkan secara fisiologis, berkaitan dengan kontraksi otot rahim yang berlebihan atau dapat dikatakan lebih sensitif terhadap hormon, sehingga endometrium pada fase sekretorik menghasilkan hormon prostaglandin yang lebih tinggi. Semakin lama periode menstruasi, maka akan semakin sering kontraksi rahim dan

menyebabkan lebih banyak prostaglandin yang dilepaskan sehingga menyebabkan nyeri menstruasi.5

Namun, penelitian yang dilakukan oleh Gustina pada remaja putri di SMK Negeri 4 Surakarta dan penelitian yang dilakukan Ammar pada wanita usia subur di Kelurahan Poso Kecamatan Tambaksari Surabaya yang menunjukkan tidak ada hubungan antara durasi menstruasi dengan terjadinya dismenore.43,44 Perbedaan tersebut dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, misalnya perubahan gaya hidup seperti kurang olahraga, mengonsumsi makanan yang kurang bergizi, merokok, dan penggunaan obat-obatan dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan, khususnya durasi menstruasi yang tidak teratur yang dapat memperburuk kejadian dismenore dan pencetus penyakit lainnya.44

4. Hubungan antara Tingkat Stres dengan Kejadian Dismenore Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Ismail et al. pada mahasiswi semester VIII Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Sam Ratulangi Manado dan penelitian yang dilakukan oleh Sriwati et al. pada Mahasiswi Tahun Pertama Fakultas Kedokteran Universitas Andalas tahun 2020 yang menunjukka tidak ada hubungan antara tingkat stres dengan kejadian dismenore.45,46

Berdasarkan teori, nyeri haid dapat disebabkan oleh kontraksi myometrium yang dipersarafi oleh saraf simpatis. Stres dapat menimbulkan nyeri haid dengan meningkatnya intensitas kontraksi myometrium.29 Ketika mengalami stres, aksis HPA yakni sistem neuroendokrin yang melibatkan hipotalamus, kelenjar pituitary, dan kelenjar adrenal, mengalami pengaktifan dan menyebabkan hipotalamus mensekresi CRH. Sebagai responnya, kelenjar pituitary atau hipofisis anterior mensekresi ACTH yang memicu kelenjar adrenal mensekresi kortisol. Kortisol menyebabkan terhambatnya LH pulsatil

sehingga sintesis estrogen dan progesteron terhambat. Hal tersebut menyebabkan periode menstruasi yang tidak teratur.30

Teori tersebut sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Rejeki et al. pada siswi SMP N 3 Pekalongan dan penelitian yang dilakukan Andini pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta yang menunjukkan ada hubungan antara tingkat stress dengan kejadian dismenore.47,48

Hasil yang didapatkan pada penelitian ini berbeda dengan teori.

Menurut peneliti, hal ini dapat terjadi karena stres bukanlah satu- satunya faktor yang dapat menyebabkan dismenore. Terdapat faktor lain seperti siklus menstruasi yang tidak teratur, aktivitas fisik, konsumsi makanan yang rendah gizi, dan lain-lain.45 Selain itu, stres umumnya dialami oleh sebagian besar pelajar terutama mahasiswa akibat tuntutan perkuliahan. Oleh karena itu, stres dapat dialami oleh mahasiwi baik yang mengalami dismenore maupun yang tidak mengalami dismenore.

5. Hubungan antara Riwayat Keluarga dengan Kejadian Dismenore

Hasil penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Putrie pada siswi SMP N 2 Kartasura Kabupaten Sukoharjo dan penelitian yang dilakukan oleh Putri dan Nency pada remaja di SMK Wijaya Kusuma tahun 2020 juga menyatakan adanya hubungan antara riwayat keluarga dengan kejadian dismenore.49,50

Dismenore dapat dipengaruhi oleh faktor genetik. Wanita yang memiliki riwayat ibu atau saudari menderita dismenore berisiko lebih besar mengalami dismenore juga. Hal ini disebabkan adanya gen abnormal yang diturunkan dalam tubuh wanita tersebut. Gangguan haid seperti dismenore, hipernenorea atau menoragia dapat mempengaruhi sistem hormonal tubuh. Tubuh akan memberikan respon berupa gangguan sekresi estrogen dan progesteron yang menyebabkan

pertumbuhan sel endometrium terganggu. Begitu pula pada kondisi endometriosis, sel-sel endometriosis akan tumbuh seiring peningkatan kadar estrogen dan progesteron dalam tubuh.26 Gangguan sekresi estrogen dan progesteron dapat mempengaruhi sintesis prostaglandin yang berperan dalam peningkatan kontraktilitas uterus.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Pundati et al. tidak sejalan dengan teori tersebut. Penelitian yang dilakukan pada mahasiswa semester VIII Universitas Jendral Soedirman Purwokerto menunjukkan tidak ada hubungan antara riwayat keluarga dengan kejadian dismenore. Wiknjosastro mengemukakan bahwa adanya riwayat keluarga dismenore berkaitan dengan terjadinya dismenore primer yang berat. Peran keluarga dalam memberikan edukasi atau pengetahuan terkait menstruasi sebagai upaya pencegahan terhadap dismenore dapat memperkecil kemungkinan atau mencegah terjadinya dismenore pada wanita. 51

BAB VI PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Bosowa tahun akademik 2022/2023, maka dapat disimpulkan bahwa hal-hal yang berhubungan dengan terjadinya dismenore adalah usia menarche (<12 tahun), indeks massa tubuh (kurang atau lebih dari normal), durasi menstruasi (>5 hari), dan riwayat keluarga (ibu atau saudara perempuan dismenore), dengan kejadian dismenore terbanyak pada wanita dengan durasi menstruasi >5 hari.

B. Keterbatasan Penelitian

Penelitian ini telah diusahakan dan dilaksanakan sesuai prosedur penelitian, namun demikian masih terdapat keterbatasan dalam pelaksanaannya. Oleh karena penelitian ini dilakukan di akhir semester serta perkuliahan belum sepenuhnya dilaksanakan secara offline, jumlah mahasiswi yang menjadi responden penelitian ini tidak mencapai setengah dari jumlah mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Bosowa tahun akademik 2022/2023 sehingga jumlah sampel dianggap masih kurang representatif.

C. Saran

Mengingat kejadian dismenore masih cukup tinggi, maka diharapkan adanya edukasi atau promosi kesehatan oleh tenaga kesehatan kepada pelajar ataupun wanita yang berkunjung ke pelayanan kesehatan dengan faktor risiko usia menarche dini, IMT kurang atau lebih dari IMT normal, durasi menstruasi yang lebih dari 5 hari, serta adanya riwayat keluarga dismenore, agar angka kejadian dismenore dapat dikurangi dan dapat meningkatkan kualitas hidup wanita.

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi dan menambah pengetahuan peneliti mengenai dismenore serta sebagai bahan evaluasi untuk penelitian selanjutnya. Selain itu, peneliti juga dapat mengembangkan penelitian ini dengan menambahkan variabel-variabel lain dan menambah jumlah sampel yang lebih banyak dibanding penelitian ini.

DAFTAR PUSTAKA

1. Saifuddin A.B, Rachimhadhi T, Wiknjosastro G.H, editor. (2014). Ilmu Kebidanan Sarwono Prawirohardjo. 4th ed. Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

2. Unkels R. (2012). Painful Menstrual Period: Dysmenorrhea. A Textbook of Gynecology for Less Resourced Locations. London: Sapiens Publishing. 79–83. Available from: https://www.glowm.com/pdf/Chap- 07_Unkels.pdf [diakses tanggal 30 Januari 2021]

3. Pinkerton J.V. (2020). Dysmenorrhea. Gynecology and Obstetrics.

Merck Manual Professional Version. Available from:

https://www.merckmanuals.com/professional/gynecology-and-

obstetrics/menstrual-abnormalities/dysmenorrhea [diakses tanggal 31 Januari 2021]

4. Nurwana, Sabilu Y, Fachlevy A.F. (2017). Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Dismenore Pada Remaja Putri di SMA Negeri 8 Kendari Tahun 2016. JIMKESMAS, 2(6), 1-14. Available from:

https://media.neliti.com/media/publications/185630-ID-analisis-faktor- yang-berhubungan-dengan.pdf [diakses tanggal 27 Oktober 2022]

5. Larasati TA, Alatas F. (2016). Dismenore Primer dan Faktor Risiko Dismenore Primer pada Remaja. Majority, 5(3): 79-84. Available from:

https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/majority/article/view/1040 [diakses tanggal 30 Januari 2021]

6. Septiana M, Khayati N, Machmudah. (2022). Kompres Hangat Menurunkan Nyeri Pada Remaja yang Mengalami Dismenore di Pondok Pesantren Sahlan Rosjidi. Ners Muda, 3(1), 46-52. Available from:

https://jurnal.unimus.ac.id/index.php/nersmuda/article/viewFile/9383/pd f [diakses tanggal 27 Oktober 2022]

7. Berkley K.J. (2013). Primary Dysmenorrhea: An Urgent Mandate.

International Association for the Study of Pain, 21(3): 1-8. Available

from: https://s3.amazonaws.com/rdcms-

iasp/files/production/public/Content/ContentFolders/Publications2/Pain ClinicalUpdates/Archives/PCU_21-3_Web.pdf [diakses tanggal 1 Februari 2021]

8. Perry M. (2012). Looking at the diagnosis and treatment of dysmenorrhea. British Journal of School Nursing, 7(6), 278-282.

Available from:

https://www.magonlinelibrary.com/doi/abs/10.12968/bjsn.2012.7.6.278 [diakses tanggal 27 Oktober 2022]

9. Tsamara G, Raharjo W, Putri E.A. (2020). Hubungan Gaya Hidup dengan Kejadian Dismenore Primer Pada Mahasiswi Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura.

Jurnal Nasional Ilmu Kesehatan (JNIK), 2(3), 130-140. Available from:

https://journal.unhas.ac.id/index.php/jnik/article/download/8543/4834 [diakses tanggal 14 Agustus 2021]

10. Wong L.P, Khoo E.M. (2010). Dysmenorrhea in a multiethnic population of adolescent Asian girls. International Journal of Gynecology and

Obstetrics, 139-142. Available from:

https://obgyn.onlinelibrary.wiley.com/doi/abs/10.1016/j.ijgo.2009.09.01 8 [diakses tanggal 27 Oktober 2022]

11. Hamzah MS.F. (2021). Analisis Faktor Risiko Kejadian Dismenorea Pada Dewasa Muda di Kota Makassar [skripsi]. Makassar: Fakultas Keperawatan Universitas Hasanuddin. Available from:

http://repository.unhas.ac.id/id/eprint/11439/ [diakses tanggal 28 Oktober 2022]

12. Pratiwi A.Z. (2017). Hubungan Antara Usia Menarche dengan Lama Siklus Menstruasi dan Kejadian Dismenore Primer pada Remaja Putri di SMA Negeri 1 Makassar [skripsi]. Makassar: Fakultas Kedokteran

Universitas Hasanuddin. Available from:

http://digilib.unhas.ac.id/uploaded_files/temporary/DigitalCollection/Nm YwMDA0MTU5ZDNmNTljZjI4NzA0OWI5N2E1NTczNDE2N2QxZDE4N w==.pdf [diakses tanggal 10 Agustus 2021]

13. Bezuidenhout S., Mahlaba K.J., Nxumalo G., Meyer J.C., Chukwu B.O.

(2018). Dysmenorrhea: an overview. S Afr Pharm J, 85(4): 19-25.

Available from:

https://www.researchgate.net/publication/328488601_Dysmenorrhoea_

An_overview [diakses tanggal 8 Februari 2021]

14. Bernardi M., Lazzeri L., Perelli F., Reis F.M., Petraglia F. (2017).

Dysmenorrhea and Related Disorders. F1000Research, 6: 1-7.

Available from:

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5585876/pdf/f1000rese arch-6-12620.pdf [diakses tanggal 5 Februari 2021]

15. Lacovides S., Avidon I., Baker F.C. (2015). What we know about primary dysmenorrhea today: a critical review. Human Reproduction Update,

21(6): 762-778. Available from:

https://academic.oup.com/humupd/article/21/6/762/628858?login=true [diakses tanggal 5 Februari 2021]

16. Nagy H., Khan M.AB. (2020). Dysmenorrhea. StatPearls. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK560834/?report=classic [diakses tanggal 5 Februari 2021]

17. Barcikowska Z., Labon E.R., Gryzbowska M.E., Korzon R.H., Zorena K.

(2020). Inflammatory Markers in Dysmenorrhea and Therapeutic Options. Int. J. Environ. Res. Public Health, 17(4): 1-14. Available from:

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7068519/pdf/ijerph-17- 01191.pdf [diakses tanggal 31 Januari 2021]

18. Amalia R. (2020). Peran Kurkumin pada PGF2α dan Intensitas Nyeri Dismenore Primer [tesis]. Makassar: Fakultas Kedokteran Universitas

Hasanuddin; Available from:

http://repository.unhas.ac.id/id/eprint/917/2/C105216109_tesis_23-10- 2020_1-2.pdf [diakses tanggal 6 Februari 2021]

19. Oladusu F.A., Tu F.F., Hellman K.M. (2018). NSAID Resistance in Dysmenorrhea: Epidemiology, Causes, and Treatment. Am J Obstet

Gynecol, 218(4): 1-22. Available from:

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5839921/pdf/nihms9045 72.pdf [diakses tanggal 31 Januari 2021]

20. Calis K.A. (2019). Dysmenorrhea. Medscape. Available from:

https://emedicine.medscape.com/article/253812-overview [diakses tanggal 4 November 2022]

21. Osayande A.S., Mehulic S. (2014). Diagnosis and Initial Management of Dysmenorrhea. American Family Physician, 89(5): 341-346. Available from: https://www.aafp.org/afp/2014/0301/afp20140301p341.pdf [diakses tanggal 8 Februari 2021]

22. Puspitasari R, Udiyono A, Saraswati L.D, Ginanjar P. (2016). Gambaran Usia Menarche Dini Pada Anak Sekolah Dasar di Daerah Urban. e- Journal JKM, 4(4), 443-447. Available from:

https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jkm/article/download/14211/137 44 [diakses tanggal 27 Oktober 2022]

23. Charu S, Amita R, Sujoy R, Thomas G.A. (2012). ‘Menstrual characteristics’ and ‘Prevalence and Effect of Dysmenorrhea’ on Quality of Life of medical students. International Journal of Collaborative Research on Internal Medicine & Public Health, 4(4), 275-294. Available from: https://internalmedicine.imedpub.com/menstrual-characteristics- and-prevalence-and-effect-ofdysmenorrhea-on-quality-of-life-of-

medical-students.pdf [diakses tanggal 3 November 2022]

24. Thiyagarajan D.K., Basit H., Jeanmonod R. (2020). Physiology, Menstrual Cycle. StatPearls. Available from:

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK500020/ [diakses tanggal 27 Oktober 2022]

25. Kural MR, Noor N.N, Pandit D, Joshi T, Patil A. . (2015). Menstrual characteristics and prevalence of dysmenorrhea in college going girls.

Journal of Family Medicine and Primary Care, 4(3), 426-431. Available from:

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4535108/pdf/JFMPC-4- 426.pdf [diakses tanggal 28 Oktober 2022]

26. Aryunani, Supatmi. (2018). Hubungan Tingkat Stress dengan Kejadian Dysmenorrhea pada Mahasiswi Prodi S1-Keperawatan Universitas Muhammadiyah Surabaya [skripsi]. Surabaya: Universitas

Muhammadiyah Surabaya. Available from:

http://repository.unimus.ac.id/237/1/Annisa-Skripsi.pdf [diakses tanggal 3 Februari 2023]

27. Pratiwi H., Rodiani. (2015). Obesitas sebagai Resiko Dismenore pada Remaja. Majority, 4(9): 93-97. Available from:

http://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/majority/article/viewFile/141 6/1259 [diakses tanggal 8 Februari 2021]

28. Kadek K.H.L, Wibawa A, I Made M. (2016). Hubungan Antara Indeks Massa Tubuh (IMT Kategori Underweight dengan Tingkat Nyeri Dysmenorrhea Primer pada Remaja Putri Sekolah Menengah Pertama.

Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia, 2016; 5(3), 27-30. Available from:

https://ojs.unud.ac.id/index.php/mifi/article/download/43062/26122/

[diakses tanggal 28 Oktober 2022]

29. Magista V.A. (2015). The Effect of Exercises on Primary Dysmenorrhea.

J Majority, 4(2): 60-65. Available from:

https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/majority/article/download/

527/528 [diakses tanggal 27 Oktober 2022]

30. Suhri A.A. (2022). Hubungan Stres dengan Siklus Menstruasi Pada Mahasiswi di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Alauddin Makassar [skripsi]. Makassar: Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Alauddin Makassar; 2022. Available from: http://repositori.uin- alauddin.ac.id/21400/1/AINUN%20AMALIAH%20SUHRI_7030011705 1.pdf [diakses tanggal 28 Oktober 2022]

31. Yidiyanta, Khoirunnisa N, Novitasari R.W. (2015). Assesment Nyeri.

CDK Journal, 42(3), 214-234. Available from:

https://perdatinaceh.files.wordpress.com/2018/01/assessment- nyeri.pdf [diakses tanggal 23 Desember 2022]

32. I Kadek R.P.M, Aryasa T. (2017). Penilaian Nyeri. Denpasar: Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif Fakultas Kedokteran Universitas

Udayana; 2017. Available from:

https://simdos.unud.ac.id/uploads/file_penelitian_1_dir/0a3e5b2c21e3b 90b485f882c78755367.pdf [diakses tanggal 23 Desember 2022]

33. Sirintawat N, Sawang K, Chaiyasamut T, Wongsirichat N. (2017). Pain measurement in oral and maxillofacial surgery. Journal of Dental Anesthesia and Pain Medicine, 17(4), 253-263. Available from:

https://www.researchgate.net/publication/322361419_Pain_measurem ent_in_oral_and_maxillofacial_surgery [diakses tanggal 23 Desember 2022]

34. Lail N.H. (2019). Hubungan Status Gizi, Usia Menarche dengan Dismenorea pada Remaja Putri di SMK K Tahun 2017. Jurnal Ilmiah Kebidanan Indonesia, 9(2), 88-95. Available from:

https://journals.stikim.ac.id/index.php/jiki/article/view/225 [diakses tanggal 31 Januari 2023]

35. Beddu S, Mukarramah S, Lestahulu V. (2015). Hubungan Status Gizi dan Usia Menarche dengan Dismenore Primer pada Remaja Putri. The Southeast Asian Journal of Midwifery, 1(1), 16-21. Available from:

https://www.journal-aipkind.or.id/index.php/seajom/article/view/53 [diakses tanggal 31 Januari 2023]

36. Suwarnisih, Agustin K, Cahyaningtyas A.Y. (2017). Hubungan Usia Menarche dengan Kejadian Dismenore pada Remaja Putri di SMP N 17 Surakarta. Jurnal Ilmiah Maternal, 2(1), 46-54. Available from:

https://ejurnal.stikesmhk.ac.id/index.php/jurnal_ilmiah_maternal/article/

view/576 [diakses tanggal 31 Januari 2023]

37. Kurniati B, Amelia R, Oktora M.Z. (2019). Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Kejadian Dismenore pada Mahasiswi Angkatan 2015 Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah Padang. Health &

Medical Journal, 1(2), 7-11. Available from:

https://jurnal.unbrah.ac.id/index.php/heme/article/view/234 [diakses tanggal 31 Januari 2023]

38. Anwar C, Rosdiana E. (2016). Hubungan Indeks Massa Tubuh dan Usia Menarche dengan Kejadian Dismenorea pada Remaja Putri di SMA Negeri 1 Samudera Tahun 2015. Journal of Healthcare Technology and Medicine, 2(2), 144-153. Available from:

http://jurnal.uui.ac.id/index.php/JHTM/article/view/247 [diakses tanggal 31 Januari 2023]

39. Astuti E.P. (2017). Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan Dismenorea pada Remaja. Jurnal Kebidanan, 9(2), 121-137. Available from: https://ejurnal.stikeseub.ac.id/index.php/jkeb/article/view/314 [diakses tanggal 31 Januari 2023]

40. Utari N. (2016). Hubungan Antara Status Gizi dengan Kejadian Dismenore pada Mahasiswi yang Sedang Mengerjakan Skripsi di Universitas Muhammadiyah Surakarta [skripsi]. Surakarta: Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Available from:

http://eprints.ums.ac.id/44895/ [diakses tanggal 31 Januari 2023]

41. Mau R.A, Kurniawan H, Dewajanti A.M. (2020). Hubungan Lama Menstruasi pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran Ukrida dengan Nyeri Menstruasi. Jurnal Kedokteran Meditek, 26(3), 139-145. Available from:

http://ejournal.ukrida.ac.id/ojs/index.php/Meditek/article/view/1946 [diakses tanggal 31 Januari 2023]

42. Horman N, Manoppo J, Meo L.N. (2021). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Dismenore Primer pada Remaja di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Jurnal Keperawatan, 9(1), 38-47.

Available from:

https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/jkp/article/view/36767 [diakses tanggal 1 Februari 2023]

43. Ammar U.R. (2016). Faktor Risiko Dismenore Primer pada Wanita Usia Subur di Kelurahan Ploso Kecamatan Tambaksari Surabaya. Jurnal Berkala Epidemiologi, 4(1), 37-49. Available from: https://e-

journal.unair.ac.id/JBE/article/download/2118/2088 [diakses tanggal 1 Februari 2023]

44. Gustina T, Wijayanti A.C. (2015). Hubungan Antara Usia Menarche dan Lama Menstruasi dengan Kejadian Dismenore Primer pada Remaja Putri di SMK Negeri 4 Surakarta [skripsi]. Surakarta: Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Available from:

http://eprints.ums.ac.id/38652/ [diakses tanggal 1 Februari 2023]

45. Ismail I.F, Kundre R, Lolong J. (2015). Hubungan Tingkat Stres dengan Kejadian Dismenore pada Mahasiswi Semester VIII Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado.

eJournal Keperawatan (e-Kp), 3(2). Available from:

https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/jkp/article/view/9600/9178 [diakses tanggal 1 Februari 2023]

46. Sriwati A. R, Ermawati, Isrona L. (2020). Hubungan Tingkat Stres dengan Dismenore Primer pada Mahasiswi Tahun Pertama Fakultas Kedokteran. Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia, 1(2), 63-67. Available from: http://jikesi.fk.unand.ac.id/index.php/jikesi/article/view/38 [diakses tanggal 1 Februari 2023]

47. Rejeki S, Khayati N, Yunitasari R. (2019). Hubungan Tingkat Stres dan Karakteristik Remaja Puteri dengan Kejadian Dismenore Primer. Jurnal

Kebidanan, 8(1), 50-55. Available from:

http://download.garuda.kemdikbud.go.id/article.php?article=1349985&v al=422&title=GAMBARAN%20TINGKAT%20STRES%20DAN%20KAR AKTERISTIK%20REMAJA%20PUTRI%20DENGAN%20KEJADIAN%2 0DISMENORE%20PRIMER [diakses tanggal 1 Februari 2023]

48. Andini M.S. (2019). Hubungan Status Gizi dan Tingkat Stres dengan Kejadian Dismenore di Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta [skripsi]. Surakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta. Available from:

http://eprints.ums.ac.id/69854/ [diakses tanggal 1 Februari 2023]

49. Putrie H.C. (2014). Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan, Usia Menarche, Lama Menstruasi dan Riwayat Kelauarga dengan Kejadian Dismenore pada Siswi di SMP N 2 Kartasura Kabupaten Sukoharjo [skripsi]. Surakarta: Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas

Muhammadiyah Surakarta. Available from:

http://eprints.ums.ac.id/30517/ [diakses tanggal 1 Februari 2023]

50. Putri E.D, Nency A. (2021). Aktivitas Fisik, Riwayat Dismenore Keluarga dan Kecemasan dengan Dismenore pada Remaja. SIMFISIS Jurnal Kebidanan Indonesia, 1(1), 35-43. Available from:

https://journals.mpi.co.id/index.php/SJKI/article/view/4 [diakses tanggal 1 Februari 2023]

51. Pundati T.M, Sistiarani C, Hariyadi B. (2016). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Dismenore pada Mahasiswa Semester VIII Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Jurnal Kesmas

Indonesia, 8(1), 40-48. Available from:

http://jos.unsoed.ac.id/index.php/kesmasindo/article/view/140 [diakses tanggal 1 Februari 2023]

LAMPIRAN

Lampiran 1 Timeline Penelitian

No.

Kegiatan Penelitian

Tahun 2020 2021 2022 2023

Bulan 10-12 1 2 3-7 8 9-12 1-9 10-12 1 2

I. Persiapan

1. Pembuatan Draft Proposal

2. Seminar Judul dan Draft Proposal 3. Perbaikan Proposal

4. Seminar Proposal 5. Turnitin

6. Pengurusan Rekomendasi Etik II. Pelaksanaan

1. Pengambilan Data 2. Pengolahan Data 3. Penulisan Hasil III. Pelaporan 1. Seminar Hasil 2. Perbaikan Laporan 3. Ujian Skripsi

Lampiran 2 Tim Peneliti dan Biodata Peneliti Utama

A. Daftar Tim Peneliti

No. Nama Kedudukan dalam

Penelitian

1. Nurul Maghfirah Peneliti Utama

2. dr. Bayu Pratama Putra, Sp.OG. Pembimbing 1 3. dr. Ika Azdah Murnita, Sp.OG., M.Kes. Pembimbing 2

B. Biodata Peneliti Utama 1. Identitas Diri

1. Nama Lengkap Nurul Maghfirah 2. Tempat & Tanggal Lahir Belopa, 3 Maret 2000

3. E-mail [email protected]

4. Alamat Rumah Jl. Kesadaran, Kel. Sidodadi, Kec. Wonomoulyo, Kab.

Polewali Mandar, Sulawesi Barat

5. Nomor Telepon/HP 081345766336

6. Status Mahasiswi

2. Riwayat Pendidikan

No. Jenjang Pendidikan Institusi Tempat Tahun Lulus 1. Taman Kanak-Kanak TK Idhata

Sidodadi

Polewali Mandar

2006 2. Sekolah Dasar SDN 008

Sidodadi

Polewali Mandar

2012 3. Sekolah Menengah

Pertama

SMPN 5 Wonomulyo

Polewali Mandar

2015 4. Sekolah Menengah

Atas

MAN 1 Polewali Mandar

Polewali Mandar

2018

5 Perguruan Tinggi Universitas Bosowa

Makassar 2019- sekarang

Dalam dokumen hal-hal yang berhubungan dengan terjadinya (Halaman 63-69)

Dokumen terkait