• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.2 Pembahasan

1 tahun sehingga totalnya yaitu 60.000. maka biaya utilitas yang dikeluarkan adalah Rp. 1.260.000

Tabel 4.9 Biaya Utilitas

Utilitas Satuan Biaya Satuan Jumlah

Kebutuhan Harga

Listrik Rp/Bulan Rp.100.000 12 Rp.1.200.000

Air Rp/Bulan Rp.5.000 12 Rp.60.000

Jumlah Rp.1.260.000

Tabel 4.10 merupakan salah satu biaya tetap yaitu perawatan mesin, biaya perawatan mesin dilakukan satu tahun sekali dengan biaya teknisi Rp.

5.000.000 dan biaya lainnya Rp.15.000.000 sehingga total yang dikelurakan selama 1 tahun adalahRp.20.000.000.

Tabel 4.10 Perawatan Mesin

Mesin Jumlah Harga

Biaya teknisi 1 Rp.5.000.000

Biaya lainnya - Rp.15.000.000

Jumlah Rp.20.000.000

4.2.1 Costumer Segment (Segmentasi Pelanggan)

Berdasarkan hasil penelitian, percetakan ini menentukan segmennya dengan menentukan berdasarkan karakteristik diversifikasi pasar (difersified market), segmen yang sudah ditargetkan menggunkanan pola full market coverage yang mana percetakan akan berkonsentrasi untuk melayani semua segmen dengan berbagai produk menurut jenis dan ukuran organisasi. Segmen tersebut diantaranya adalah instansi pendidikan (Paud, SD, SMP dan SMA), dan komunitas lokal (Sanggar seni narusiwa) yang ada di Desa Tehoru.

Untuk menciptakan kesan di benak pelanggan, maka percetakan ini memposisikan produknya berdasarkan manfaat berupa asil cetakan berkualitas tinggi dengan harga yang terjangkau. Percetakan ini menargetkan segmennya adalah instansi dan komuitas yang berada di desa Tehoru. Hal ini dikarenakan pelanggan ini yang berpotensi menggunakan layanan percetakan ini. Namun tidak menutup kemungkinan untuk percetakan ini melayani pelanggan dari luar Desa Tehoru.

4.2.2 Value Proposition (Nilai Tambah)

Value preposition adalah nilai (atau manfaat) yang ditawarkan oleh percetakan ini kepada pelanggan. Value preposition-lah yang menjadi alasan mengapa pelanggan memilih produk/jasa yang ditawarkan oleh percetakan ini bukan produk/jasa perusahaan lain. Value proposition yang diterapkan percetakan ini adalah hasil desain yang berkualitas, Harga yang terjangkau, pelayanan prima, pengurangan resiko, dan akses layanan yang mudah.

Value proposition ini diberikan berdasarkan wawancara langsung dengan pelanggan yang sudah ditargetakan, apa yang mereka butuhkan, dan apa yang diinginkan. dengan memahami kebutuhan dan keinginan pelanggan, maka percetakan ini akan berfokus dalam memberikan nilai tambah yang sudah ditentukan, sehingga pelanggan merasa puas dan akan terus memesan. Namun nilai tambah yang diberikan akan mengalami berubahan baik dalam lingkungan bisnis, tren pasar atau adanya pesain baru di desa Tehoru. Sehingga percetakan ini perlu terus memantau dan

mengevaluasi value proposition agar tetap relevan. Hal ini sesuai dengan yang di sampaikan oleh Osterwalder, 2010, bahwa value proposition harus tetap diperbarui dan disesuaikan dengan perubahan lingkungan bisnis.

4.2.3 Channels (Saluran)

Merupakan cara yang dilakukan perusahaan untuk menyampaikan value proposition kepada pelanggan, dan cara menyampaikan ke pelanggan dapat melalui komunikasi, distribusi, atau saluran penjualan. Channels yang digunakan percetakan ini untuk berkomunikasi dan menyampaikan value prepositions adalah dengan membuat channels-nya sendiri dengan memanfaatkan teknologi internet yaitu media sosial seperti instagram, facebook, dan whatsapp. selain untuk menyampaikan value proposition, sosial media ini dapat digunakan untuk melayani pelangggan secara online apabila pelanggan tidak sempat ke tempat percetakan. Selain sosial media terdapat beberapa cara yang digunakan untuk menyampaikan value proposition yaitu:

melalui periklanan, promosi penjualan (sales promotion), publisitas dan hubungan masyarakat (publicity and public relation).

Proses pelayanan percetakan yang dilakukan oleh HS printing terbagi menjadi dua, yaitu secara langsung (pelanggan datang ke toko) dan secara tidak langsung (kontak melalui media sosial/telepon). Oleh karena itu sistem pembayaran pun bisa dilakukan secara cash dan juga transfer. Sistem transfer berlaku apabila pelanggan tidak berada ditempat percetakan. Sedangkan sistem cash dimana pelanggan menunggu langsung di tempat percetakan dan akan membayar setelah hasil desain selesai.

4.2.4 Costumer Relationship (Hubungan Pelanggan)

Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menemukan customer relationship pada percetakan ini ada pada kategori personal assistance. Pola hubungan didasarkan pada interaksi manusia, artinya pelanggan dapat secara langsung berkomunikasi dengan penyedia jasa percetakan. Komunikasi ini tidak mengharuskan pelanggan untuk

bertatap muka, namun percetakan ini juga dapat berkomuikasi dengan pelanggannya melalui telepon dan sosial media. (Osterwalder dan Pigneur, 2010).

Customer relationship yang dibangun percetakan ini yaitu personalisasi layanan, komunikasi yang efektif, program loyalitas, pelayanan yang prima. Dengan memberikan layanana tersebut akan meningkatkan kepuasan pelanggan, karena ketika pelanggan merasa bahwa layanan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan dan keinginan mereka, hal ini dapat mendorong mereka untuk melakukan pembelian kembali. Selain itu pelanggan akan merasa dihargai dan diakui. Sehingga percetakan ini dapat mempertahankan pelanggan dan meningkatkan kepuasan jangka panjang.

Menurut Kotler dan keller, (2006) pentingnya membangun dan merawat hubungan dengan pelanggan untuk menciptakan kepuasan pelanggan jangka panjang.

4.2.5 Revenue Stream (Arus Pendapatan)

Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pelanggan tidak pernah membayar lebih untuk pihak percetakan, tetapi beberapa pelanggan siap membayar lebih apabila dalam keadaan mendadak dan mendesak Sehingga pendapatan yang dihasilkan dari percetakan ini yaitu melalui penjualan produk cetak secara reguler dan layanan cepat (ekspres).

Terdapat beberapa cara untuk menghasilkan pendapatan seperti, penjualan produk/aset, biaya pemakaian, biaya langganan, sewa, lisensi dll.) Namun pada percetakan ini masih membatasi pada satu sumber pendapatan saja. Hal ini dilakukan agar percetakan ini tidak menemukan kendala atau masalah tambahan dari sumber pendapatan yang baru. Sehingga percetakan ini menghasilkan pendapatan dari penjualan produk cetak. Menurut Osterwalder, (2012), bahwa sumber pendapatan ini juga yang paling banyak digunakan oleh pembisnis, khususnya bisnis kecil dan menengah). Kotler dan Armstrong juga berpendapat bahwa penjualan produk merupakan salah satu cara utama perusahaan untuk menghasilkan pendapatan untuk operasi bisnis dan pertumbuhan bisnis secara keseluruhan.

4.2.6 Key Resources (Sumber Daya Utama)

Key Resources adalah sumber daya yang memungkinkan organisasi menjalankan key activites untuk menawarkan value propositions, menjangkau pasar, menjaga hubungan dengan pelanggan dan menghasilkan pendapatan (Osterwalder &

Pigneur 2012). Sumber daya yang pertama adalah sumber daya fisik yang mendukung jalannya perusahaan. Berdasarkan hasil penelitian usaha percetakan ini memiliki sumber daya fisik berupa, mesin cetak outdor, kertas, tinta, peralatan komputer untuk proses desain yang didalamnya sudah terdapat software editing seperti corel draw, photoshop dll. dan satu set komputer lagi untuk mesin cetak.

Sumber daya fisik ini yang nantinya akan digunakan dalam jalannya perusahaan untuk menyelesaikan pekerjaan. Dan tentu saja setiap beberapa bulan sekali sumber daya fisik seperti mesin cetak dan komputer ini memerlukan perawatan dan pengecekan yang biasa dikenal dengan biaya maintenance. Sumber daya fisik yang sudah ditentukan sudah cukup untuk mendukung kelancaran model bisnis.

Selain itu terdapat juga bahan penunjang untuk kelancaran model bisnis antara lain: ATK, AC, Stabilizer, UPS, WiFi, mata ayam dan alat plong. Sumber daya yang kedua yaitu sumber daya manusia, Untuk jumlah sumber daya manusia sendiri, mengacu pada karyawan atau tim yang bekerja dalam organisasi. SDM pada percetakan ini yaitu: desain grafis, operator mesin cetak, dan karyawan dibagian pelayanan pelanggan dan pemasaran produk.

Key Resources dapat berubah seiring perkembangan perusahaan, perubahan lingkungan bisnis seperti dengan mengadopsi teknologi baru atau menambah produkbaru. Pemilihan sumber daya yang sudah ditentukan dapat memperlancar proses yang ada dipercetakan. Menurut Kotler dan Armstrong, (2010), bahwa pemilihan sumber daya utama yang tepat dapat memperlancar proses bisnis.

4.2.7 Key Activity (Aktivitas Utama)

Percetakan ini memiliki beragam aktivitas dalam menjalankan perusahaannya.

Hal yang dilakukan percetakan ini dalam hal aktivitas utama adalah kegiatan untuk

menghasilkan value preposition, menyalurkan value preposition kepada pelanggan, menjalin hubungan dengan pelanggan dan kegiatan untuk mendapatkan pendapatan.

Aktivitas tersebut dimulai dari pengadaan bahan baku, seperti kertas, tinta, setelah itu dilakukannya aktivitas produksi, (pra-cetak, cetak dan finishing), setelah desain dicetak maka hasil desain akan dikirim dan diambil oleh pelanggan. Selain aktivitas tersebut percetakan ini juga melakukan aktivitas seperti pemasaran dan pelayanan pelanggan.

Aktivitas yang sudah ditentukan merajuk pada tindakan atau kegiatan untuk menjalankan model bisnis dan menciptkan nilai bagi pelanggan. Aktivitas diatas berfokus pada aktivitas yang penting untuk menghasilkan produk yang dinginkan oleh pelanggan. Menurut Osterwlader dan Pigneur (2012), bahwa aktvitas utama haru berfokus pada hal-hal penting, meliputi proses produksi, distribusi, dan pelayanan pelanggan. Sehingga aktivitas yang telah diidentifikasikan untuk percetakan ini sudah sesuai. Sehingga aktivitas tersebut harus di jalankan, apabila salah satu aktivitas tidak dijalankan maka akan berpengaruh pada model bisnis yang dijalankan.

4.2.8 Key Partnership (Kemitraan)

Key partnerships menjadi elemen yang sangat penting, karena percetakan ini tidak dapat berjalan tanpa bekerja sama dengan pihak lain. Dalam hal ini percetakan ini bekerjasama dengan pemasok bahan baku, instansi pemerintah (Kantor kecamatan, kantor desa, polisi sektor, dan puskesmas, instansi pendidikan (Paud, SD, SMP dan SMA), komunitas lokal (sanggar seni narusiwa) dan vendor mesin cetak.

Hal ini disebabkan karena adanya kesamaan untuk mencapai tujuan, ada kesepakatan dan saling membutuhkan. Selain itu bekerjasama dengan mereka juga dapat membantu mengurangi risiko dalam lingkungan bisnis yang ditandai dengan ketidakpastian.

Bekerjasama dengan pemasok bahan baku, memastikan ketersediaan bahan baku yang diperlukan untuk proses produksi, sbekerjasama dengan instansi pemerintah, pendidikan dan komunitas lokal yang merupakan pelanggan pada percetakan ini, dapat membantu memahami kebutuhan mereka dengan sangat baik.

Bekerja sama dengan vendor mesin cetak, mereka dapat menyediakan layanan

pemeliharaan dan perbaikan berkala untuk memastikan bahwa mesin cetak beroperasi dengan optimal sehingga tidak mengganggu jalannya model bisnis. Untuk itu key partnership yang sudah ditentukan dapat memastikan bahwa operasi percetakan berjalan dengan lancar dan efisien yang dapat meningkatkan produktivitas percetakan.

4.2.9 Cost Structure (Struktur Biaya)

Semua bisnis yang beroperasi di bawah suatu model bisnis pasti membutuhkan biaya, tak terkecuali percetakan ini. Menciptakan dan memberikan nilai kepada pelanggan, menjaga hubungan baik dengan pelanggan, upaya memperoleh pendapatan, menjalankan aktivitas bisnis, mendapatkan dan mengelola sumber daya serta bekerja sama dengan mitra semua membutuhkan biaya. Struktur biaya akan lebih mudah dirancang apabila semua elemen tersebut sudah didesain. Struktur biaya pada bisnis percetakan ini ditentukan berdasarkan biaya variabel dan biaya tetap, adalah sebagai berikut:

a. Biaya variabel: bahan baku, penunjang, tenaga kerja langsung. Dari hasil penelitian total biaya variabel yang dikeluarkan adalah Rp.304.800.000 b. Biaya tetap: sewa lokasi, upah karyawan, biaya promosi, biaya utilitas,

dan biaya perawatan mesin. Dari hasil penelitian, maka total biaya tetap yang dikeluarkan adalah Rp.61.760.000. Sehingga total biaya yang harus dikeluarkan untuk membangan bisnis ini adalah Rp.366.560.000.000.

64

Setelah sembilan blok BMC untuk bisnis percetakan ini diidentifikasi, maka hasil tersebut dibuat dalam 1 lembar kanvas, sebagai berikut:

Key Partnership Key Activities Value Proposition Costumer Relationship Costumer Segment

1. Pemasok bahan baku (tinta dan kertas)

2. Intansi pemerintah 3. Instansi pendidikan 4. Komunitas lokal

1. Pengadaan bahan baku 2. Produksi

3. Pengiriman/pengambilan 4. Pemasaran

5. Pelayanan pelanggan

1. Desain yang berkualitas 2. Harga terjangkau 3. Pelayanan prima 4. Pengurangan resiko 5. Akses layanan yang mudah

1. Personalisasi layanan 2. Komunikasi yang efektif 3. Program loyalitas 4. Pelayanan yang prima

1. Instansi pemerintah 2. Intansi pendidikan 3. komunitas lokal

Key Resources Channels

1. Sumber daya fisik a. Gedung b. Mesin cetak c. Tinta d. Kertas

e. 2 set komputer (operasi dan desain)

2. Sumber daya manusia a. Operator mesin b. Desain grafis c. Karyawan pelayanan d. Karyawan pemasaran

1. Sosial media 2. Periklanan 3. Promosi penjualan

4. Publisitas dan hubungan masyarakat

Cost Structure Revenue Stream

1. Biaya variabel a. Biaya bahan baku b. Biaya bahan penunjang c. Biaya tenaga kerja

2. Biaya tetap a. Sewa lokasi b. karyawan c. Biaya utilitas d. Perawatan mesin e. Biaya promosi

1. Penjualan produk reguler 2. Penjualan produk cepat (ekspres)

65 5.1 Kesimpulan

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan hasil dan pembahasan maka rancangan model bisnis percetakan meliputi 9 komponen business model canvas yaitu:

Customer segment, berupa instansi pemerintah, instansi pendidikan, komunitas lokal;

Value Proposition, berupa hasil desain berkualitas/design, harga terjangkau/price, pengurangan resiko/risk reduction, dan akses layanan yang mudah/accsesibility.

Channels, mencakup sosial media, periklanan/poster atau brosur, promosi penjualan, dan publisitas dan hubungan masyarakat/dari mulut ke mulut).

Customer Relationship, berupa personalisasi layanan, komunikasi yang efektif, program loyalitas dan pelayanan yang prima.

Revenue Streams, berupa penjualan produk cetak reguler dan penjualan produk cetak cepat/ ekspres.

Key Resources, berupa sumber daya fisik (mesin cetak, kertas, tinta dan satu set komputer untukdesain dan operasi mesin selain itu terdapat bahan penunjang, seperti AC, UPS, Wifi, Stabilizer dan alat plongmata ayam) dan Sumber daya manusia (graphical designer, operator mesin dan karyawan (pelayanan dan pemasaran).

Key Activities, berupa persiapan bahan baku, aktivitas produksi, aktivitas pengiriman/pengambilan. Pemasaran, dan pelayanan pelanggan,

Key Partnership, mencakup pemasok bahan baku, instansi pemeritahan, instansi pendidikan, komunitas lokal, dan vendor mesin cetak

Costs Structure, berupa biaya variabel (biaya bahan baku, biaya bahan penunjang, dan biaya tenaga kerja) dan biaya tetap (sewa lokasi, gaji karyawan, biaya utilitas, perawatan mesin, dan biaya promosi)

5.2 Saran

Berdasarkan penelitian ini dapat dilihat bahwa Business Model Canvas dapat menjadi tools yang sederhana guna mendefenisikan serta mengkomunikasikan ide atau konsep bisnis dengan cepat dan mudah. Namun penelitan berikutnya perlu dilakukan untuk menambahkan output kelayakan finansial agar Business Model Canvas lebih reliable untuk digunakan sebagai dasar pengambil keputusan kelayakan usaha.

DAFTAR PUSTAKA

Almi, F., Praptono, B., dan Ma'ali El Hadi, R. (2021). Perancangan Model Bisnis dengan Pendekatan Business Model Canvas pada Usaha Lightmos.

eProceedings of Engineering, 8(5).

Assauri dan Sofjan. 2012. Manajemen Pemasaran. Jakarta: Rajawali-Gramedia Pustaka Utama.

Ayu, J. P. (2021). Perencanaan Model Bisnis pada UMKM dalam Mengembangkan Oleh-oleh Khas Bekasi. Journal of Research on Business and Tourism, 1(1), 75–89.

Budi Rahayu Tanama Putri. Manajemen Pemasaran / Dr Budi Rahayu Tanama Putri, S.Pt.,Mm.2017

Dameria, Anne. (2009). Digital Printing Handbook. Jakarta Indonesia: Link & Match Graphic.

Darmawan, R., Praptono, B. dan Tripiawan, W., 2017. Perancangan Model Bisnis Vaga Dengan Menggunakan Pendeketan Business Model. e-Proceeding of Engineering, p. 4501.

Dewobroto, W. S. (2012). Penggunaan Business Model Canvas Sebagai Dasar Untuk Menciptakan Alternatif Strategi Bisnis Dan Kelayakan Usaha. Jurnal Teknik Industri,p 2(3)

Fuad, J. Kadang dan Ikhsan S., (2023) Implementasi Business Model Canvas Dalam Perencanaan Strategi Pemasaran Toreko. EBISEM: Jurnal Ekonomi. Bisnis Dan Manajemen, Vol.2, No.1

Hartatik, dan Baroto, T. (2017). Strategi Pengembangan Bisnis Dengan Metode Business Model Canvas. Jurnal Teknik Industri, 118.

Hermawan, A., dan Pravitasari, R. J. (2013). Business Model Canvas (Kanvas Model Bisnis). Akselerasi. Id, 1-23.

Hilda, A., Suwarno. et al. (2022). Analisis Business Model Canvas Pada PD Prodiasa Ahass 12743 Motor Karawang. Seminar Nasional Pariwisata Dan Kewirausahaan (SNPK), 1, 211–219.

Kalakota, Ravi dan Maria Robinson. 2001. E-Business 2.0 : Roadmap for Success.

Addison Wesley, Longman Inc., USA

Kotler, P., dan Armstrong, G. M. (2010). Principles of marketing. Pearson Education India.

Kotler, P., dan Keller, K. L. (2006). Marketing management 12e. New Jersey.

Khalifi, W. Akh. (2018). Strategi Pengembangan Kemitraan Usaha Di PT. Allinma Universal Surabaya. Surabaya: UIN Sunan Ampel Surabaya

Manajemen, T.P. (2012). Business Model Canvas: Penerapan di Indonesia. Jakarta:

Penerbit PPM Manajemen.

Nabil, faiqi, et al. (2022). Evaluasi Proses Manajemen Sistem Pada Usaha Percetakan di Kota Semarang. Jurnal. Teknologi dan Sistem Informasi Bisnis Vol.4, No.01

Ninuk, Purmaningsih. (2007). Strategi Kemitraan Agribisnis Berkelanjutan. Jurnal Transdisiplin Sosiologi, Komunikasi, dan Ekologi Manusia, ISSN: 1978- 4333, Vol. 1, No. 03

Osterwalder, A. dan Pigneur, Y. (2012). Business Model Generation. Jakarta:

Penerbit PT Elex Media Komputindo.

Osterwalder, A dan Yves Pigneur (2010). Business Model Generation. Jakarta: PT.

Elex Media Komputindo.

P.I. Permatasari dan Masruchin. (2022). Analisis Proses Bisnis Dan Model Bisnis Pada Platform E-Commerce Syariah Salamin.Id. SYARIKAT: Jurnal Rumpun. Ekonomi Syariah Vol. 5, No. 1

Rizki, N. N., Hasun, F., dan Aryani, S. (2020). Perancangan Model Bisnis Alumnibisa. com Dengan Pendekatan Business Model Canvas (bmc).

eProceedings of Engineering, 7(1).

Sugiyono, D. (2013). Metode penelitian pendidikan pendekatan kuantitatif, kualitatif dan R&D.

Suharyadi dan Purwanto. 2009. STATISTIKA: Untuk Ekonomi dan Keuangan Modern. Edisi 2. Jakarta: Salemba 4.

69 LAMPIRAN Lampiran 1: Pedoman Wawancara

Nama informan :

Umur :

Jabatan :

Variabel Pertanyaan

1. Proposisi Nilai (Value Propositions)

1. Apakah Anda pernah menggunakan jasa percetakan sebelumnya? Jika ya, apa yang Anda suka dan tidak suka dari pengalaman tersebut?

2. Apakah yang menjadi prioritas utama anda ketika memilih layanan percetakan? seperti waktu pengiriman/pengerjaan, harga, lokasi dan juga kualitas desain? Atau ada prioritas lainnya

?

3. Apakah ada tambahan layanan atau fitur yang akan membuat Anda lebih tertarik untuk menggunakan percetakan tersebut? seperti konsultasi percetakan, atau adanya desain grafis? Atau mungkin ada tambahan layanan yang anda disarankan?

4. Apakah percetakan sebelumnya transparansi terkait harga cetak?

5. Dalam situasi ketika ada masalah atau perubahan dalam pesanan Anda, bagaimana Anda mengharapkan penyedia jasa percetakan menangani masalah tersebut?

6. Bagaimana tingkat kepuasan anda terhadap produk percetakan? Apakah ada yang perlu diperbaiki?

2. Saluran Distribusi (Channels)

1. Bagaimana Anda biasanya menemukan dan mengakses layanan percetakan? Apakah melalui toko fisik, online, atau melalui referensi?

2. Apakah Anda lebih tertarik dengan percetakan yang memiliki toko fisik dan juga layanan online?

3. Bagaimana anda menginginkan proses pembayaran ?

3.

Hubungan dengan Pelanggan (Customer Relationships)

1. Bagaimana pengalaman anda dalam berintaraksi dengan penyedia layanan percetakan ?

2. Apakah Anda lebih suka berinteraksi dengan penyedia jasa percetakan secara langsung atau melalui platform online? Apa yang menjadi alasan di balik preferensi Anda?

3. Bagaimana anda ingin berinteraksi dengan kami dalam hal pemesanan atau layanan pelanggan?

4. Sumber Pendapatan (Revenue Streams)

1. Apakah Anda pernah membayar lebih untuk layanan percetakan ?

2. Apakah anda bersedia membayar lebih untuk jasa percetakan yang menyediakan beberapa jenis layanan? seperti konsultasi percetakan, cetak cepat, pengiriman, atau desain grafis?

71 Lampiran 2 : Deskripsi Responden

Narasumber Umur Jenis

Kelamin Jabatan Unit Instansi Alamat

Nasir Kurdin 57 Tahun Pria Kepala Seksi Pelayanan Umum

Kantor Kecamatan Tehoru

Jl. Waesusi, RT 005/RW 000, Desa Tehoru, Kec. Tehoru, Kab. Maluku Tengah, Prov. Maluku

Zahir Makayaino

50 Tahun Pria Kepala Puskesmas Tehoru

Puskesmas Tehoru

Jl. Jl. Nunumahu, RT 002/RW 000 Desa Tehoru, Kec. Tehoru, Kab. Maluku Tengah, Prov. Maluku

Aji Latuconsina 35 Tahun Pria Ketua Kamtibmas

Kantor Polisi Sektor Tehoru

Jl. Jl. Nunumahu, RT 002/RW 000 Desa Tehoru, Kec. Tehoru, Kab. Maluku Tengah, Prov. Maluku

Husen Silawane 43 Tahun Pria Kepala Seksi Pemberdayaan Desa Tehoru

Kantor Desa

Tehoru

Jl. Marabunta, RT 004/RW 002 Desa Tehoru, Kec. Tehoru, Kab. Maluku Tengah, Prov. Maluku

Salim Kabiran 36 Tahun Pria Ketua Umum Sanggar Seni Narusiwa

Sanggar Seni Narusiwa

Jl. Waewalat, RT 006/RW 000, Desa Tehoru, Kec. Tehoru, Kab. Maluku Tengah, Prov. Maluku

Djafar Hattapayo

58 Tahun Pria Kepala Sekolah

SMAN 9 Malteng Jl. Ifahuhu, RT 005/Rw 000 Desa Tehoru, Kec. Tehoru, Kab. Maluku Tengah, Prov. Maluku

Narasumber Umur Jenis

Kelamin Jabatan Unit Instansi Alamat

Rusdi Ulayo 52 Tahun Pria Kepala Sekolah

SMPN 36

Malteng

Jl. Ifahuhu, RT 005/Rw 000 Desa Tehoru, Kec. Tehoru, Kab. Maluku Tengah, Prov. Maluku

Ajimia Tehuayo 56 Tahun Wanita Kepala Sekolah

SMA Alhilaal Tehoru

Jl. Nunumahu, RT 001/RW 000 Desa Tehoru, Kec. Tehoru, Kab. Maluku Tengah, Prov. Maluku

Yusnia 55 Tahun Wanita Kepala

Sekolah

MA Al-Hilaal Tehoru

Jl. Fahuhu, RT 005/Rw 000 Desa Tehoru, Kec. Tehoru, Kab. Maluku Tengah, Prov.

Maluku Ida Hayoto 56 Tahun Wanita Kepala

Sekolah

MTs Al-Hilaal Tehoru

Jl. Namasina, RT 004/RW 000 Desa Tehoru, Kec. Tehoru, Kab. Maluku Tengah, Prov. Maluku

Djaina Djamsehu

55 Tahun Wanita Kepala Sekolah

SDN 261 Malteng Jl. Ifahuhu, RT 005/Rw 000 Desa Tehoru, Kec. Tehoru, Kab. Maluku Tengah, Prov. Maluku

Suarni Kabiran 36 Tahun Wanita Bendahara MIN 4 Malteng Jl. Nunumahu, RT 001/RW 000 Desa Tehoru, Kec. Tehoru, Kab. Maluku Tengah, Prov. Maluku

Syamsudin Hayoto

56 Tahun Pria Kepala Sekolah

SD Inpres Tehoru Jl. Jl. Nunumahu, RT 002/RW 000 Desa Tehoru, Kec. Tehoru, Kab. Maluku Tengah, Prov. Maluku

Narasumber Umur Jenis

Kelamin Jabatan Unit Instansi Alamat

Mirna Hayoto 30 Tahun Wanita Bendahara PAUD Handayani Jl. Waesusi, RT 005/RW 000, Desa Tehoru, Kec. Tehoru, Kab. Maluku Tengah, Prov. Maluku

Lampiran 3 : Transkip Wawancara

Narasumber 1 : Kantor Kecamatan Tehoru

No Pertanyaan Jawaban

Proposisi Nilai (Value Proposition)

1

Apakah Anda pernah menggunakan jasa percetakan sebelumnya? Jika ya, apa yang Anda suka dan tidak suka dari pengalaman tersebut?

"Pernah” untuk pengalaman Suka, kualitas yang bagus dan juga pelayanannya dalam artian pada saat itu juga kebutuhan kita terpenuhi. Tidak suka, misalnya kita minta latar belakang desain misalnya baranda tehoru, tetapi hasil yang didapat tidak sesuai.

2

Apakah yang menjadi prioritas utama anda ketika memilih layanan percetakan? seperti waktu pengiriman/pengerjaan, harga, lokasi dan juga kualitas desain?

Ada rasa puas. Harga yang terjangkau, dan yang pasti kualitas desain harus bagus

3

Apakah ada tambahan layanan atau fitur yang akan membuat Anda lebih tertarik untuk menggunakan percetakan tersebut? seperti konsultasi percetakan, atau adanya desain grafis? Atau mungkin ada tambahan layanan yang anda disarankan?

Tertarik, karena dipercetakan yang biasa kita gunakan itu. apabila pada saat proses percetakan, dari pihak percetakan itu menawarkan desain- desain atau elemen-elemen tambahan untuk membuat desain lebih menarik.

4 Apakan percetakan sebelumnya transparansi terkait harga cetak?

Iya mereka transparan, dan memang seharusnya percertakan itu harus transparan mengenai harga cetak, sebab disana bukan hanya ada satu percetakan, namun ada beberapa saja. Sehingga adanya persaingan

Dokumen terkait