• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN . 59

D. Pembahasan

67

tersebut juga sering di gunakan oleh masyarakat untuk kegiatan sehari- hari.

8. Sumur

Kondisi sumur 8 yang berada di Jempong Barat dengan jarak 12 meter dari septic tank memiliki kondisi yang terbuka dan memiliki air yang jernih dan tidak berbau. Sumur ini berjarak 75 meter dari parit serta terletak berdekatan dengan tempat pembuangan sampah. Selain itu sumur tersebut juga sering di gunakan oleh masyarakat untuk kegiatan sehari-hari.

68

indeks MPN ≥1898/100 mL, sedangkan yang terendah indeks MPN 99/100 mL. Hasil tes penduga disajikan pada tabel 4.1 dan 4.2 (hal. 61-62).

Setelah tes penduga, maka dilanjutkan dengan tes penegasan. Tes penegasan digunakan dua medium yaitu medium BGLB (Brillian Green Lactose Broth) digunakan untuk melihat adanya bakteri coliform, sedangkan medium ECM (Escherichia coli Medium) untuk melihat adanya bakteri Escherichia coli.

Perhitungan tabung positif setelah diinkubasi selama 1x24 jam dengan hasil pengamatan tertinggi pada tes penegasan medium BGLB (Brillian Green Lactose Broth) dengan diperoleh indeks MPN 494/100 mL, sedangkan yang terendah indeks MPN 15/100 mL. Selanjutnya diinkubasi lagi selama 2x24 jam hasil pengamatan tertinggi pada diperoleh indeks MPN ≥1898/100 mL, sedangkan yang terendah indeks MPN 53/100 mL. Hasil tes penegasan disajikan pada tabel 4.3 dan 4.4 (hal. 63).

Perhitungan tabung positif setelah diinkubasi selama 1x24 jam pada medium ECM (Escherichia coli Medium) dengan hasil pengamatan tertinggi Pada sampel A1, B1, A2, dan B2 pada semua tabung sampel tidak menunjukkan adanya asam dan gas yang berarti terdapat bakteri Escherichia coli. Pada sampel B4, semua tabung menunjukkan hasil adanya asam dan gas, ini berarti terdapat bakteri Escherichia coli. Hasil penegasan disajikan pada table 4.5 (hal 64).

Selanjutnya, tes terakhir yaitu tes pelengkap dengan media EMBA.

Hasil tes pelengkap menunjukkan bahwa kultur yang memperlihatkan adanya

69

koloni berwarna hijau metalik pada medium EMBA berasal dari sampel air sumur A3, B3, A4, dan B4 yang artinya pada keempat sumur tersebut positif ditemukan bakteri Escherichia coli. Hasil tes pelengkap disajikan pada tabel 4.6 (hal. 64).

Sampel yang positif memang memiliki jarak yang standar (10 meter) dan bahkan lebih dari septic tank, namun tingginya indeks MPN yang diperoleh pada penelitian ini berhubungan dengan jumlah bakteri yang ditemukan pada sampel penelitian disebabkan kurang baiknya sanitasi disekitar sumur. Hal ini pun dapat disebabkan juga oleh terbawanya limbah pencemar yang mengendap di dalam tanah lalu meresap dan mengalir menuju sumber air ketika sedang hujan. Namun, kandungan bakteri yang terdapat dalam air sumur dipengaruhi juga oleh konstruksi sumur, aktivitas domestik sekitar sumur, cara penggunaan sumur misalnya tali atau ember timba yang kotor, dan pemeliharan sumur.

Perlu diperhatikan arah aliran air tanah pada saat membuat tangki septic. Kecepatan aliran air tanah pada masing-masing daerah sangat berlainan, sehingga memunculkan jarak ideal yang berbeda-beda antara sumur dan septic tank. Hal itu sangat tergantung dari formasi batuan dan kondisi geografis pada masing-masing daerah tersebut. Dengan demikian, angka 10 meter untuk jarak tangki septic dan sumur bukan harga mati. Hal lain yang juga harus perhatikan, juga penting bagi kesehatan bahwa sumber pencemaran

70

air bukan sekadar jarak antara tangki septic dan sumur. Kebersihan dan sistem sanitasi lingkungan tak kalah dominan berpengaruh pada kesehatan.58

Pencemaran air bersih dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya kondisi lingkungan meliputi keadaan tempat pembuatan sumur gali, kondisi di sekitar sumur, kondisi sosial ekonomi yang meliputi perilaku masyarakat. Kondisi yang seperti ini mempengaruhi kualitas air sumur terutama secara mikrobiologi. Kondisi lingkungan yang dimaksud adalah keadaan tempat pembuatan sumur gali yang dijadikan sebagai sumber air minum oleh masyarakat. Kondisi di sekitar sumur penduduk juga masih banyak membutuhkan perhatian, seperti dekatnya jarak tempat pembuangan limbah rumah tangga dengan sumur seperti mandi, mencuci dan kegiatan MCK lainnya. Kondisi sosial ekonomi masyarakat juga mempengaruhi perilaku masyarakat untuk berpikir apa adanya tentang hidup sehat dengan menjaga kualitas air dengan memelihara, mengawasi dan memperbaiki keadaan air sumur dan sumurnya yang digunakan untuk keperluan sehari-hari.

Tingginya tingkat kontainasi juga disebabkan oleh padatnya jumlah penduduk dan banyaknya rumah yang memiliki jarak yang terlalu dekat menyebabkan sumur memiliki jarak yang dekat dengan sumber pencemaran lainnya selain oleh septic tank, seperti kandang ternak yang masih aktif.

Menurut Waluyo (2005:123), masuknya bahan pencemar ke dalam sumur warga ini disebabkan oleh konstruksi sumur yang tidak memenuhi standar kesehatan. Syarat konstruksi sumur yang harus dipenuhi antara lain : (1) jarak

58 http://www.ampl.or.id/digilib/read/mengatur-jarak-sumur-dan-septic-tank-rumah- tangga/22213 diakses tanggal 20 Desember 2016 pukul 08.12 WITA.

71

sumur dengan sumber pencemar (jamban, air kotor, kandang ternak, dan lain- lain) minimal 10-11 meter, (2) lantai harus kedap air dan tidak retak, (3) tinggi bibir sumur minimal 80 cm dari lantai, dan (4) dinding sumur terbuat dari bahan kedap air dan memiliki sistem penutup.59

54 Ibid, h.123

72 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa sumber air warga di Kelurahan Jempong Timur dan Jempong Barat berdasarkan indeks MPN Coliform telah tercemar oleh bakteri coliform ≥ 1898/100 mL. Sumber air yang terkontaminasi oleh bakteri Escherichia coli ditemukan pada 4 sampel yaitu A3 (14/100 mL), B3 (16/100 mL), A4 (99/100 mL), dan B4 ( ≥2400/100 mL). Hasil penelitian melebihi dari batas baku mutu air yang di keluarkan oleh Peraturan Menteri Kesehatan (PERMENKES) RI Nomor 492/MENKES/PER/IV/2010 yaitu total bakteri coliform/100 mL sampel = 0 dan E.coli/100 mL sampel = 0.

B. Saran

Disarankan kepada warga setempat serta Dinas Kesehatan agar:

1. Hendaknya petugas kesehatan melakukan penyuluhan untuk memotivasi masyarakat dalam pengadaan dan penggunaan sumber air yang terlindungi.

2. Diharapkan lebih meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat, terutama melakukan tindakan pencegahan terjadinya diare seperti tidak mengkonsumsi air sumur sebelum dimasak terlebih dahulu sampai benar- benar mendidih.

73

3. Mengupayakan jamban yang memenuhi syarat sanitasi dan memelihara kebersihan tempat pembuangan tinja agar tidak mempengaruhi sumberdaya air disekitarnya.

4. Penelitian ini dapat ditindak lanjuti dengan menambahkan faktor-faktor di luar penelitian ini seperti kondisi fisik sumur maupun septic tank.

xviii

xix

xxii

PENGAMBILAN SAMPEL Sumur Jempong

xxiii

ENGUJIAN DI LABORATORIUM

Pemindahan Sampel Air ke dalam medium LB

Inkubasi selama 1x24 jam Mencatat Hasil Penelitian setelah diinkubasi

xxiv

Hasil setelah diinkubasi

Pemindahan sampel ke medium BGLB

xxv

Hasil setelah diinkubasi

Inokulasi pada medium EMBA

Bakteri Escherichia coli berwarna hijau metalik

Bakteri Escherichia coli berwarna hijau metalik

xxvi

Koloni tidak berwarna hijau metalik menunjukkan hasil negative bakteri Escherichia coli

xxvii

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 492/MENKES/PER/IV/2010

TENTANG PERSYARATAN KUALITAS AIR MINUM

I. PARAMETER WAJIB

NO Jenis Parameter Satuan Kadar Maksimum

Yang Diperbolehkan 1 Parameter yang berhubungan langsung dengan

kesehatan

a. Parameter Mikrobiologi

1) E.Coli Jumlah per 100 ml sampel

0

2) Total Bakteri Koliform Jumlah per

100 ml

sampel Jumlah per

100 ml sam

pel Jum

lah per 100

ml sampel

0

b. Kimia an-organik

1) Arsen mg/l 0,01

2) Fluorida mg/l 1,5

3) Total Kromium mg/l 0,05

4) Kadmium mg/l 0,003

5) Nitrit, (Sebagai NO2)

N02-) mg/l 3

6) Nitrat, (Sebagai NO3)

N03-) mg/l 50

7) Sianida mg/l 0,07

8) Selenium mg/l 0,01

2 Parameter yang tidak langsung berhubungan dengan kesehatan

a. Parameter Fisik 1) Bau

2)

Tidak berbau

2) Warna TCU 15

3) Total zat 4) padat 5) terlarut 6) (TDS)

mg/l 500

4) Kekeruhan NTU 5

5) Rasa Tidak berasa

6) Suhu suhu udara ± 3

b. Parameter Kimiawi

1) Aluminium mg/l 0,2

2) Besi mg/l 0,3

3) Kesadahan mg/l 500

xxviii

4) Khlorida mg/l 250

5) Mangan mg/l 0,4

6) pH 6,5-8,5

7) Seng mg/l 3

8) Sulfat mg/l 250

9) Tembaga mg/l 2

10) Ammonia mg/l 1,5

II. PARAMETER TAMBAHAN

No Jenis Parameter Satuan Kadar Maksimum

Yang Diperbolehkan

1. KIMIAWI

a. Bahan Anorganik

Air Raksa mg/l 0,001

Antimon mg/l 0,02

Barium mg/l 0,7

Boron mg/l 0,5

Molybdenum mg/l 0,07

Nikel mg/l 0,07

Sodium mg/l 200

Timbal mg/l 0,01

Uranium mg/l 0,015

b. Bahan Organik

Zat Organik (KMn04) mg/l 10

Deterjen mg/l 0,05

Chlorinated alkanes

Carbon tetrachloride mg/l 0,004

Dichloromethane mg/l 0,02

1,2- Dichloroethane mg/l 0,05

Chlorinated ethenes

1,2 dichloroethene mg/l

0,05

Trichloroethene mg/l 0,02

Tetrachloroethene mg/l 0,04

Aromatic hydrocarbons

Benzene mg/l 0,01

Toluene mg/l 0,7

Xylenes mg/l 0,5

Ethyl benzene mg/l 0,3

Styrene mg/l 0,02

Chlorinated benzenes

xxix

1,2-dichlorobenzene (1,2-DCB) mg/l 1

1,4- dichlorobenzene (1,4-DCB) mg/l 0,3

Lain-Lain

Di(2-ethylhexyl)phthalate mg/l 0,008

Acrylamide mg/l 0,0005

Epichlorohydrin mg/l 0,0004

Hexachlorobu tadiene mg/l 0,0006

Ethylenediaminetetraacetic acid (EDTA)

mg/l 0,6

Nitrilotriacetic acid (NTA) mg/l 0,2

c. Pestisida

Alachlor mg/l

0,02

Aldicarb mg/l 0,01

Aldrin dan Deildrin mg/l 0,00003

Atrazine mg/l 0,002

Carbofuran mg/l 0,007

Chlordane mg/l 0,0002

Chlorotol uron mg/l 0,03

DDT mg/l 0,001

1,2- Dibromo-3-chloropropane (DBCP)

mg/l 0,001

2,4 Dichlorophenoxyacetic acid (2,4-D)

mg/l 0,03

1,2-Dichloropropane mg/l 0,04

Isoproturon mg/l 0,009

Lindane mg/l 0,002

MCPA mg/l 0,002

Methoxychlor mg/l 0,02

Metolachlor mg/l 0,01

Molinate mg/l 0,006

Pendimethalin mg/l 0,02

Pentachlorophenol (PCP) mg/l 0,009

Permethrin mg/l 0,3

Simazine mg/l 0,002

Trifluralin

Chlorophenoxy herbicides selain 2,4-D dan MCPA

mg/l 0,02

2,4-DB mg/l 0,090

Dichlorprop mg/l 0,10

Fenoprop mg/l 0,009

Mecoprop mg/l 0,001

2, 4, 5-Trichlorophenoxyacetic acid

mg/l 0,009

Dalam dokumen pengaruh jarak sumur dengan septic tank (Halaman 83-88)

Dokumen terkait