BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. PEMBAHASAN
42
Berdasarkan tabel di atas, hasil statistik t-test menggunakan pooled varians menunjukkan bahwa t-hitung yang diperoleh adalah 2,26 dan t-tabel yang diperoleh adalah 2,02.
d. Menentukan kriteria pengujian dan penarikan kesimpulan
Berdasarkan kriteria keputusan apabila thitung ≥ t-tabel dalam penelitian ini t-hitung = 2,26 ≥ ttabel = 2,02, maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Berarti model pembelajaran cooperative script berpengaruh terhadap hasil belajar kimia kelas X MA Darul Aman Selagalas Tahun Pelajaran 2018/2019.
43
melalui tes yang dilakukan setelah semua materi yang diajarkan selesai yakni materi Hukum-hukum dasar kimia.
Analisis data pada penelitian ini guna mengetahui adanya pengaruh model pembelajaran cooperative script terhadap hasil belajar kimia siswa kelas X MA Darul Aman Selagalas adalah menggunakan uji-t namun sebelum menggunakan uji ini data penelitian harus diuji prasarat yaitu uji homogenitas dan uji normalitas. Hasil uji normalitas data nilai kelas eksperimen sebanyak 4,18 sedangkan nilai kelas kontrol sebanyak 1,19. Karena nilai kedua kelas lebih kecil dari xtabel maka data hasil belajar kelas tersebut dinyatakan berdistribusi normal. Selain data dinyatakan berdistribusi normal selanjutnya adalah uji homogenitas. Hasil uji homogenitas data hasil belajar diperoleh Fhitung = 2,10 dan Ftabel = 2,61 sehingga dapat dinyatakan homogen karena Fhitung < Ftabel.
Data yang sudah melalui uji prasyarat normalitas dan homogenitas serta telah dinyatakan berdistribusi normal dan homogen, maka dapat dilanjutkan dengan analisis uji-t. Hasilnya untuk uji-t diperoleh thitung = 2,26 dan ttabel = 2,02 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang positif dengan model pembelajaran cooperative script terhadap hasil belajar kimia kelas X MA Darul Aman Selagalas.
Berdasarkan data hasil belajar yang diperoleh oleh kelas eksperimen dan kelas kontrol terdapat perbedaan. Hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran cooperative script sangat baik. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata kelas eksperimen sebanyak 81,26 sedangkan nilai rata-rata kelas
44
kontrol 73,41. Tingginya hasil belajar siswa pada kelas eksperimen disebabkan karena dalam pelaksanaan proses pembelajaran partisipasi siswa dalam menyelesaikan masalah saat diskusi cukup optimal. Dengan adanya pergantian posisi atau bertukar peran saat kegiatan diskusi berlangsung hal ini membuat semua siswa ikut aktif dalam kegiatan diskusi, sehingga hal ini berdampak positif terhadap keaktifan dan keterlibatan siswa dalam kegiatan diskusi, serta membuat siswa semakin semangat untuk belajar. Oleh karena itu, siswa lebih memahami materi pelajaran sehingga hasil belajar yang didapat tinggi (diatas KKM).
Pelaksanaan pembelajaran pada kelas kontrol menggunakan model pembelajaran konvensional, dimana guru dalam memberikan materi hanya menggunakan metode ceramah dalam proses pembelajaran guru berpedoman pada RPP. Dalam kegiatan pembelajaran menggunakan model ceramah, sebagian siswa tidak terlalu memperhatikan penyampaian materi dari guru karena proses penyampaian yang cenderung membuat siswa jenuh, kurang memahami akan materi yang diajarkan, hal ini disebabkan kurangnya perhatian siswa dalam mengikuti pelajaran. Hal ini berdampak kepada nilai hasil belajar siswa yang kurang bagus.
Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Didimus yang menyatakan bahwa (model pembelajaran cooparative script dan NHT) dapat meningkatkan nilai hasil belajar siswa.46 Dan penelitian model
46 Didimus, Gabungan Model Pembelajaran Cooparative Script dan TPS Mampu Memberdayakan Hasil Belajar Kognitif Biologi, Jurnal Pendidikan Biologi, Volume 10, No.
2,tahun 2007, hlm. 14.
45
pembelajaran cooperative script oleh Irma, Sanjaya dan Rodi Edi sangat berpengaruh terhadap nilai hasil belajar siswa.47
47 Irma Tiara, dkk, Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Script Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X SMA NEGERI 3 Tanjung Raja, Jurnal Pendidikan Kimia, Tahun 2013, HLM. 162.
46 BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran cooperative script terhadap nilai hasil belajar kimia siswa. Hal ini terbukti dari hasil uji t yang dilakukan dimana thitung ttabel atau 2,26 2,02.
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian yang telah disimpulkan di atas, maka dapat diajukan saran-saran untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran kimia, yaitu:
1. Diharapkan kepada siswa memperbanyak pengalaman belajar yang didapat dari lingkungan sekitar, serta memotivasi dirinya sendiri untuk giat dalam belajar di sekolah maupun belajar di rumah.
2. Diharapkan bagi pembaca, skripsi ini dapat menjadi gambaran informasi dan masukan tentang model pembelajaran cooperative script terhadap hasil belajar siswa pada pelajaran kimia, khususnya materi hukum-hukum dasar kimia.
3. Bagi peneliti selanjutnya yang berkenan ingin melakukan penelitian yang sama, skripsi ini dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam mengembangkan penelitian yang berhubungan dengan variabel- variabel yang mempengaruhi hasil belajar.
46
47 DAFTAR PUSTAKA
A’la, Miftahul, Quantum Teaching, Diva Press: Jakarta, 2011.
Alfina Mulya Astuti, Statistika Peneltian, Mataram; Insan Madani Publishing Mataram, 2016.
Arief, Media Pendidikan:pengertian, pengembangan dan pemanfaatannya, Jakarta; Rajaagrafindo Persada: 1996.
Aris, Shoimi, 68 Model Pembelajaran Inovatif dan Kurikulum 2013. Yogyakarta:
Ar-Ruzz Media, 2014.
Arikunto Suharsimi, Dasar-Dasar Evaluasi Pedidikan, Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2016.
Arikunto Suharsimi, Prosedur Penelitian, Jakarta: Rineka Cipta, 2010.
Bahtiar, Strategi Belajar Mengajar Sians (IPA). Mataram: Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Mataram; 2015.
Didimus, Gabungan Model Pembelajaran Cooparative Script dan TPS Mampu Memberdayakan Hasil Belajar Kognitif Biologi, Jurnal Pendidikan Biologi, Volume 10, No. 2,tahun 2007.
Djamarah, Srategi Belajar Mengajar, Jakarta; Rineka Cipta, 1994.
Fatmawati, Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif tipe Team Assisted Individualization (TAI) terhadap Hasil Belajar IPA pada Peserta Didik Kelas IV MIN Bontosunggu Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa, Skripsi, Makasar: FTK UIN Alauddin Makasar, 2017.
Hasbullah, Dasar-dasar Ilmu Pendidikan, Jakarta: PT Raja Grafindo, 2011.
Irma Tiara, dkk, Pengaruh Penerapan Model Cooparative Script Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X SMA NEGERI 3 Tanjung Raja, Jurnal Pendidikan Kimia, Tahun 2013.
Muchtaridi, kimia 1, Jakarta; yudistira, 2016.
Ni ketut Suryani, Pengaruh Model Pembelajaran Cooparative Script Terhadap Hasil Belajar Sosiologi ditinjau dari Motivasi Berprestasi siswa Kelas X SMA PGRI 1 Amlapura, Universitas Ganesha: E-Journal Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha vol. 4, 2013.
47
48
Riyanto, Paradigma Baru Pembelajaran: Sebagai Referensi Pendidikan Dalam Implementasi Pembelajaran Yang Efektif dan Berkualitas, Jakarta:
Kencana, 2009.
Riyanto Yatim, Paradigma Baru Pembelajaran Sebagai Referensi Bagi Guru/Pendidik Dalam Implementasi Pembelajaran Yang Efektif dan Berkualitas. Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2010.
Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan, (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R dan D), Bandung: Alfabeta, 2014.
Suprijono Agus. Cooparative Learning, Yogyakarta; Pustaka Belajar, 2010.
Suprijono Agus, Cooperative Learning Teori dan Aplikasi PAIKEM, Yogyakarta : Pustaka Pelajar, 2014.
Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan, Bandung; Alfabeta 2018.
Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, Bandung : Alfabeta, 2014.
Sugiyono, Statistika Untuk Penelitian, Bandung: Alfabeta, 2016.
Suharsimi Arikunto, Manajemen Penelitian, Jakarta: PT Rineka Cipta, 2007 Susanto Ahmad, Teori Belajar & Pembelajaran di Sekolah Dasar, Jakarta:
Kencana, 2013.
Suyatno, Menjelajah Pembelajaran Iovatif, Sudiarjo : Masmedia Buana Pustaka, 2009.
Syah Muhibbin, Psikologi Belajar Jakarta; PT. Raja Grafindo Persada, 2003.
Trianto, Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Prosegresif, Jakarta: Kencana, 2010.
1
SILABUS
Nama Sekolah : SMA Mata Pelajaran : KIMIA Kelas/Semester : X/2
Standar Kompetensi : Memahami hukum-hukum dasar kimia dan penerapannya dalam perhitungan kimia (stoikiometri) Alokasi Waktu : 20 jam (untuk UH 4 jam)
Kompetensi dasar Materi
Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian
Alokasi Waktu
Sumber/
bahan/alat
2.11 Mendeskripsikan tata nama senyawa anorganik dan organik sederhana serta persamaan reaksinya.
Tata nama senyawa
Menentukan senyawa biner (senyawa ion) yang terbentuk dari tabel kation (golongan utama) dan anion serta memberi namanya dalam diskusi kelompok.
Menentukan nama senyawa biner yang terbentuk melalui ikatan kovalen.
Menentukan nama senyawa poliatomik yang terbentuk dari tabel kation (golongan utamadan NH4+) dan anion poliatomik serta memberi namanya dalam diskusi kelompok.
Menyimpulkan aturan pemberian nama senyawa biner dan poliatomik.
Menginformasikan nama beberapa senyawa organik sederhana.
Menuliskan nama senyawa biner
Menuliskan nama senyawa poliatomik
Menuliskan nama senyawa organik sederhana
Jenis tagihan Tugas individu kuis
Ulangan
Bentuk instrumen Tes tertulis
2 jam Sumber Buku kimia Lembar kerja siswa Lampiran 1
2 Kompetensi dasar Materi
Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian
Alokasi Waktu
Sumber/
bahan/alat
Persamaan
reaksi sederhana Mendiskusikan cara menyetarakan reaksi.
Latihan menyetarakan persamaan reaksi.
Menyetarakan reaksi sederhana dengan diberikan nama-nama zat yang terlibat dalam reaksi atau sebaliknya
4 jam
3.11 Membuktikan dan mengkomunikasikan berlakunya hukum- hukum dasar kimia melalui percobaan serta menerapkan konsep mol dalam menyelesaikan perhitungan kimia.
4.11 mengolah dan menganalisis data terkait massa atom relatif, dan massa
Hukum dasar kimia
Hukum Lavoisier
Hukum Proust
Hukum Dalton
Hukum Gay Lussac
Hukum Avogadro
Merancang dan melakukan percobaan untuk membuktikan hukum Lavoisier, dan hukum Proust di laboratorium.
Menarik kesimpulkan dari data hasil percobaan.
Membuktikan Hukum Lavoisier melalui percobaan
Membuktikan hukum Proust melalui percobaan
Jenis tagihan Tugas individu Tugas kelompok Ulangan
Bentuk instrumen Tes tertulis,
Performans (kinerja dan sikap) Laporan tertulis.
2 jam Sumber Buku kimia
Bahan Lembar kerja, alat dan bahan untuk
percobaan.
3 Kompetensi dasar Materi
Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian
Alokasi Waktu
Sumber/
bahan/alat molekul relatif, hukum-
hukum dasar kimia, dan konsep mol untuk menyelesaikan perhitungan kimia.
Mendiskusikan data percobaan untuk membuktikan hukum Dalton, hukum Gay Lussac dan hukum Avogadro dalam diskusi kelompok di kelas.
Menghitung volume gas pereaksi atau hasil reaksi berdasarkan hukum Gay Lussac.
Menemukan hubungan antara volum gas dengan jumlah molekulnya yang diukur pada suhu dan tekanan yang sama (hukum Avogadro).
Menganalisis senyawa untuk membuktikan berlakunya hukum kelipatan perbandingan (hukum Dalton)
Menggunakan data percobaan untuk membuktikan hukum perbandingan volum (hukum Gay Lussac).
Menggunakan data percobaan untuk membuktikan hukum hukum Avogadro.
Jenis tagihan Tugas individu Tugas kelompok Ulangan
Bentuk instrumen Tes tertulis
2 jam
Perhitungan kimia
Diskusi informasi konsep mol.
Menghitung jumlah mol, jumlah partikel, massa dan volum gas, menentukan rumus empiris, rumus molekul, air kristal, kadar zat dalam senyawa, dan pereaksi pembatas.
Mengkonversikan jumlah mol dengan jumlah partikel, massa, dan volum zat.
Menentukan rumus empiris dan rumus molekul
Menentukan rumus air kristal
Menentukan kadar zat dalam suatu senyawa.
Menentukan pereaksi pembatas dalam suatu reaksi
Menentukan banyak zat pereaksi atau hasil reaks
6 jam
1
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KELAS EKSPERIMEN
Sekolah : SMA Darul Aman Selagalas
Mata pelajaran : Kimia
Materi / topik bahasan : Hukum-hukum Dasar Kimia Kelas/semester : X /genap
Alokasi waktu : 6 x 45 menit ( 3 pertemuan ) KOMPETENSI INTI (K1)
K1: Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
K2: Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
K3: Memahami ,menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
K4: Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.
Lampiran 2
2 A. KOMPETENSI DASAR (KD)
Kompetensi dasar:
KD 3.11 Menerapkan konsep massa atom relatif, dan massa molekul relatif, persamaan reaksi, hukum-hukum dasar kimia, dan konsep mol untuk menyelesaikan perhitungan kimia.
KD 4.11 Mengolah dan menganalisis data terkait massa atom relatif, dan massa molekul relatif, persamaan reaksi, hukum-hukum dasar kimia, dan konsep mol untuk meyelesaikan perhitungan kimia.
B. INDIKATOR Indikator
Pertemuan I
3.11.1 Menjelaskan hukum kekekalan massa (Hukum Lavoiser) 3.11.2 Menjelaskan hukum perbandingan tetap (Hukum Proust) 3.11.6 Membuktikan berlakunya hukum kekelan massa (Hukum
Lavoiser berdasarkan perhitungan dari data perhitungan yang telah diketahui)
3.11.7 Membuktikan hukum perbandingan tetap (Hukum Proust berdasarkan perhitungan dari data perhitungan yang telah diketahui)
Pertemuan II
3.11.3 Menjelaskan hukum perbandingan berganda (Hukum Dalton)
3.11.4 Menjelaskan hukum perbandingan volume (Gay Lussac) 3.11.8 Membuktikan hukum perbandingan berganda (Hukum
Dalton berdasarkan perhitungan dari data perhitungan yang telah diketahui)
3.11.9 Membuktikan hukum perbandingan volume (Gay Lussac berdasarkan perhitungan dari data perhitungan yang telah diketahui)
Pertemuan III
3
3.11.5 Menjelaskan hipotesis Avogadro
3.11.10 Membuktikan hipotesis Avogadro berdasarkan perhitungan dari data perhitungan yang telah diketahui)
C. Tujuan
Tujuan indikator:
Pertemuan I
3.11.1 Siswa dapat menjelaskan hukum kekekalan massa (Hukum Lavoiser) dengan baik dan benar.
3.11.2 Siswa dapat menjelaskan hukum perbandingan tetap (Hukum Proust) dengan baik dan benar.
3.11.6 Siswa mampu membuktikan berlakunya hukum kekelan massa (Hukum Lavoiser berdasarkan perhitungan dari data perhitungan yang telah diketahui) dengan baik dan benar.
3.11.7 Siswa mampu membuktikan hukum perbandingan tetap (Hukum Proust berdasarkan perhitungan dari data perhitungan yang telah diketahui) dengan baik dan benar.
Pertemuan II
3.11.3 Siswa dapat menjelaskan hukum perbandingan berganda (Hukum Dalton) dengan baik dan benar.
3.11.4 Siswa dapat menjelaskan hukum perbandingan volume (Gay Lussac) dengan baik dan benar.
3.11.8 Siswa mampu membuktikan hukum perbandingan berganda (Hukum Dalton berdasarkan perhitungan dari data perhitungan yang telah diketahui) dengan baik dan benar.
3.11.9 Siswa mampu membuktikan hukum perbandingan volume (Gay Lussac berdasarkan perhitungan dari data perhitungan yang telah diketahui) dengan baik dan benar.
4 Pertemuan III
3.11.5 Siswa dapat menjelaskan hipotesis Avogadro dengan baik dan benar.
3.11.10 Siswa mampu membuktikan hipotesis Avogadro berdasarkan perhitungan dari data perhitungan yang telah diketahui) dengan baik dan benar.
D. MATERI
“Hukum - hukum dasar kimia”
1. Hukum kekelan massa (Hukum Lavoiser)
Perhatikan reaksi pembakaran kertas. Sepintas lalu dapat kita lihat bahwa massa abu hasil pembakaran lebih kecil daripada massa kertas yang dibakar. Apakah pembakaran kertas disertai pengurangan massa?
Antoine Laurent Lavoisier telah menyelidiki massa zat-zat sebelum dan sesudah reaksi. Lavoisier menimbang zat sebelum bereaksi, kemudian menimbang hasil reaksinya. Ternyata massa zat sebelum dan sesudah reaksi selalu sama. lavoiser menyimpulkan hasil penemuannya dalam suatu hukum yang disebut hukum kekelan massa. “Dalam sistem tertutup, massa zat sebelum dan massa zat sesudah reaksi adalah sama atau tetap”.
Berikut ini contoh reaksi kimia yang berkaitan dengan hukum kekekalan massa (Hukum Lavoiser).
Pereaksi I Pereaksi II Hasil Reaksi
Gas hidrogen Gas oksigen Air
2 gram 16 gram 18 gram
4 gram 32 gram 36 gram
5 gram 40 gram ….gram
6 gram .…gram 54 Ram
2. Hukum perbandingan tetap (Hukum Proust)
Tahun 1799 Joseph Proust melakuka percobaan dengan mereaksikan hydrogen dan okigen. Ternyata hydrogen dan oksigen selalu reaksi membentuk air dengan perbandinan massa yang tetap yaitu 1 : 8. Reaksi antara H dan O mengikuti perbandingan 1 : 8.
5
Pada tahun 1799, Joseph Louis Proust menemukan satu sifat penting dari senyawa, yang disebut hukum perbandingan tetap. Berdasarkan penelitian terhadap berbagai senyawa yang dilakukannya, Proust menyimpulkan bahwa
“Perbandingan massa unsur-unsur dalam satu senyawa adalah tertentu dan tetap. Senyawa yang sama meskipun berasal dari daerah berbeda atau dibuat dengan cara yang berbeda ternyata mempunyai komposisi yang sama.
Tabel perbandingan massa hydrogen dan oksigen membentuk air Massa hydrogen yang
direaksikan (gram)
Massa oksigen yang direaksikan (gram)
assa air yang terbentuk (gram)
Sisa hidrogen atau oksigen (gram)
1 8 9 0
2 8 9 1 gram hydrogen
1 9 9 1 gram hydrogen
2 16 18 0
3. Hukum perbandingan berganda (Hukum Dalton)
Dua nusur dapat membentuk lebih dari satu macam senyawa. Misalnya unsur karbon dengan oksigen dapat membentuk karbon monoksida dan karbon dioksida. John Dalton (1766 - 1844) mengamati adanya suatu keteraturan perbandingan massa unsur- unsur dalam suatu senyawa.
“Bila dua unsur dapat membentuk 2 senyawa atau lebih maka perbandingan massa unsur satu dengan unsur kedua, massanya akan berbanding sebagai bilangan bulat dan sederhana”.
Tabel Hasil percobaan Dalton
Jenis senyawa
Massa nitrogen yang di reaksikan (gram)
Massa oksigen yang di reaksikan (gram)
Massa senyawa yang terbentuk (gram)
NO 1,000 0,875 1,875
NO2 1,000 1,750 2,750
Perbandingan nitrogen dalam senyawa NO2, dan NO :
= 2 : 1
4. Hukum Perbandingan Volume (Gay Lussac)
Pada awalnya para ilmuwan menemukan bahwa gas hidrogen dapat bereaksi dengan gas oksigen
6
membentuk air. Perbandingan volume gas hydrogen dan oksigen dalam reaksi tersebut adalah tetap, yaitu 2 : 1.
Pada tahun 1808, Joseph Louis Gay Lussac melakukan percobaan serupa dengan menggunakan berbagai macam gas. Ia menemukan bahwa perbandingan volume gas-gas dalam reaksi selalu merupakan bilangan bulat sederhana.
2 volume gas hidrogen + 1 volume gas oksigen 2 volume uap air 1 volume gas nitrogen + 1 volume gas hodrogen 2 volume gas ammonia
1 volume gas hidrogen + 1 volume gas klorin 2 volume uap hidrogen klorida.
2 H2(g) + O2(g) 2 H2O(l)
N2(g) + 3 H2(g) 2 NH3(g)
H2(g) + Cl2(g) 2 HCl(g)
Hukum perbandingan volume dari Gay Lussac dapat kita nyatakan sebagai berikut. “Perbandingan volume gas-gas sesuai dengan koefisien masing-masing gas.” Untuk dua buah gas (misalnya gas A dan gas B) yang tercantum dalam satu persamaan reaksi, berlaku hubungan:
=
Volime A =
= Volumen B Contoh Soal;
Tiga liter gas propana (C3H8) dibakar sempurna dengan gas oksigen membentuk gas
karbon dioksida dan air, sesuai persamaan reaksi berikut.
C3H8(g) + 5 O2(g) ⎯⎯→ 3 CO2(g) + 4 H2O(l) a. Berapa liter gas oksigen yang diperlukan?
b. Berapa liter gas karbon dioksida yang terbentuk?
c. Berapa liter air yang terbentuk?
Jawab;
C3H8 (g) + 5 O2(g) 3 CO2(g) + 4 H2O (i) a.
=
Volume O2 =
x volume C3H8
= x 3 liter = 15 liter b.
=
7 Volume CO2 =
x volume C3H8
= x 3 liter = 9 liter c.
=
Volume H2 O =
x volume C3H8
= x 3 liter = 12 liter 5. Hipotesis Avogadro
Mengapa perbandingan volume gas-gas dalam suatu reaksi merupakan bilangan sederhana? Banyak ahli termasuk Dalton dan Gay Lussac gagal menjelaskan hukum perbandingan volume yang ditemukan oleh Gay Lussac. Ketidakmampuan Dalton karena ia menganggap partikel unsur selalu berupa atom tunggal (monoatomik).
Pada tahun 1811, Amedeo Avogadro menjelaskan percobaan Gay Lussac. Menurut Avogadro, partikel unsur tidak selalu berupa atom tunggal (monoatomik), tetapi berupa 2 atom (diatomik) atau lebih (poliatomik).
Avogadro menyebutkan partikel tersebut sebagai molekul. Tokoh Amadeo Avogadro, “pada suhu dan tekanan yang sama gas-gas yang mempunyai volume sama mengandung jumlah molekul yang sama”.
Avogadro menyatakan postulat yang menjelaskan bahwa jika gas-gas yang berbeda (pada suhu dan tekanan yang sama) mempunya volume yang sama, gas-gas tersebut mengandung partikel yang jumlahnya sama. Postulat tersebut dikenal dengan hipotesis Avogadro.
Kita dapat memanfaatkan hubungan itu untuk menghitung jumlah molekul suatu zat yang terlibat dalam reaksi kimia dengan rumus berikut.
Volume gas 1 ; volue gas 2 = koefisien reaksi gas 1 ; koefisien reaksi gas 2 = jumlah molekul gas 1 ; jumlah molekul gas 2
umlah molekul yang dicari =
x jumlah molekul yang diketahui Jumlah molekul yang dicari =
x jumlah molekul yang diketahui
8
Jadi, perbandingan volume gas-gas itu juga merupakan perbandingan jumlah molekul yang terlibat dalam reaksi. Dengan kata lain perbandingan volume gas-gas yang bereaksi sama dengan koefisien reaksinya (Martin S.
Silberberg, 2000). Marilah kita lihat bagaimana hipotesis Avogadro dapat menjelaskan hukum perbandingan volume dan sekaligus dapat menentukan rumus molekul berbagai unsur dan senyawa.
E. METODE
1. Pendekatan : Saintifik
2. Model : Cooperative Script 3. Metode : Diskusi, Tanya Jawab
F. MEDIA DAN SUMBER
1. Media Pembelajaran
a) Alat Tulis dan Lembar Kerja Siswa b) Papan
c) LKS d) LCD 2. Sumber Belajar
a) LKS siswa
b) Sri Rahayu Ningsih, dkk. 2013. KIMIA SMA/MA Kelas X. Jakarta: PT.
Bumi Aksara
c) Setyawati, Arifatun Anifah. 2007. Kimia Mengkaji Fenomena Alam Untuk Kelas XI SMA/MA. Klaten: Cempaka Putih
d) Justiana,Sandri dan Muchtaridi. 2010. Chemistry 2 For Senior High School year XI. Jakarta: Yudishtira
e) Internet
f) Literatur lainnya
9
G. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Pertemuan ke-1
Kegiatan Deskripsi Alokasi
waktu Pendahuluan Guru mengucapkan salam pembuka setelah masuk
ruangan kelas. “Assalamualaikum warohmatullaahi wabarokaatuh anak-anak”
10 menit
Guru meminta ketua kelas memimpin doa sebelum pembelajaran dimulai.
Guru menanyakan kehadiran dan kondisi serta memotivasi siswa untuk kesiapan dalam memulai pembelajaran.
Guru memberikan apersepsi kepada siswa.
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan di capai.“tujuan pembelajaran kita hari ini yaitu supaya siswa bisa mengetahui dan bisa menjelaskan hukum kekelan massa dan hukum perbandingan tetap.
Guru membagi siswa berpasang-pasangan
Inti Mengamati
Guru membagikan LKS kepada setiap anggota kelompok.
Siswa membaca LKS yang sudah dibagikan oleh guru
70 menit
Menanya
Siswa bertanya kepada guru tentang materi hukum kekelan massa dan hukum perbandingan tetap.
Siswa bertanya kepada guru mengenai isi LKS
10 yang belum dipahami.
Guru memberikan pertanyaan kepada siswa untuk mengetahui apakah siswa sudah memahami materi yang ada di LKS.
Mengumpulkan data
Pembicara membacakan ringkasan selengkap mungkin yang ada di LKS yang telah dibagikan oleh guru.
Pendengar, menyimak / mengoreksi / melengkapi ide-ide pokok yang kurang lengkap. Pendengar membantu mengigat dan menghafal ide-ide pokok dan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lain.
Siswa bertukar peran, semula berperan sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar, dan sebaliknya.
Siswa membaca sumber lain selain buku teks untuk mendapatkan informasi atau data terkait materi hukum kekekalan massa dan hukum perbandingan berganda.
Siswa berdiskusi dengan pasangannya untuk memahami dan mampu menjawab soal dari LKS yang dibagikan oleh guru .
Mengasosiasi
Siswa bersama pasangannya menganalisis dan menyimpulkan atau menyatukan pendapat setelah berdiskusi mengenai materi materi hukum kekekalan massa dan hukum perbandingan berganda.