• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Pembahasan

Hasil penelitian dengan melakukan wawancara beberapa orang tua anak mengenai partisipasi mereka dalam meningkatkan prestasi anak yang sesuai dengan rumusan masalah untuk mengetahui Bagaimanakah partisipasi orang tua dalam meningkatkan prestasi anak di SD Inpres Panrenge Kabupaten Barru. Yaitu adanya partisipasi orang tua dalam meningkatkan prestasi anak dilihat dari tingkat prestasi anak di sekolah dan

nilai-nilai lapor yang melebihi dari standar KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal).

Bentuk partisipasi orang tua terhadap peningkatan belajar anak berupa pemberian bimbingan belajar, memberikan nasihat, pengawasan terhadap belajar anak, pemberian motivasi dan pernghargaan serta pemenuhan kebutuhan belajar anak.

Partisipasi orang tua dalam meningkatkan prestasi belajar anak sangat penting bagi keberhasilan belajar anak tersebut. Untuk itu, perlu dilaksanakan upaya meningkatkan partisipasi tersebut. Upaya diantaranya ialah meningkatkan kesadaran orang tua anak tentang pentingnya bimbingan belajar anak tentang bagaimana mendampingi, mengawasi dan mengontrol anaknya dapat membantu mereka belajar dengan kualitas yang optimal.

Dalam upaya orang tua memberikan bimbingan kepada anak yang sedang belajar dapat dilakukan dengan menciptakan suasana diskusi. Banyak keuntungan yang dapat diambil dari terciptanya situasi diskusi antara lain;

memperluas wawasan anak, melatih anak menyampaikan gagasan dengan baik, terciptanya saling menghayati antara orang tua sang anak, orang tua lebih memahami sikap pandang anak terhadap berbagai persoalan hidup, cita- cita masa depan, kemauan anak, yang pada gilirannya akan berdampak efektif bagi daya dukung terhadap kesuksesan belajar anak. Hendaknya orang tua membimbing anaknya dengan cara lemah lembut dan menghindari kekerasan.

Keluarga merupakan buaian tempat anak melihat cahaya kehidupan pertama, sehingga apapun yang dicurahkan dalam sebuah keluarga akan

meninggalkan kesan yang mendalam terhadap watak, pikiran serta sikap dan perilaku anak. Sebab tujuan dalam membina kehidupan keluarga adalah agar dapat melahirkan generasi baru sebagai penerus perjuangan hidup tua Untuk Itulah orang tua mempunyai tanggung jawab dan kewajiban seperti yang tersirat dalam Firman Allah SWT sebagai berikut:

“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar”. (Q.S. an-Nisaa’ ayat 9)

Lingkungan yang pertama dikenal oleh individu (anak) adalah orang tua yang terdiri dari ayah dan ibu. Maka dengan sendirinya ayah dan ibu sangat menentukan pertumbuhan dan perkembangan kepribadian seseorang anak (Markum, E, M, 1991: 7).

Bimbingan belajar terhadap anak berarti pemberian bantuan kepada anak dalam membuat pilihan-pilihan secara bijaksana dan dalam penyesuaian diri terhadap tuntutan-tuntutan hidup, agar anak lebih terarah dalam belajar dan bertanggung jawab dalam menilai kemampuannya sendiri dan menggunakan pengetahuan mereka secara efektif bagi dirinya, serta memiliki potensi yang berkembang secara optimal meliputi semua aspek pribadinya sebagai individu yang potensial.

Bentuk lain dari partisipasi orang tua adalah memberikan nasehat kepada anak, menasehati anak berarti memberi saran-saran untuk memecahkan suatu masalah, berdasarkan pengetahuan, pengalaman dan pikiran sehat. Nasehat dan petuah memiliki pengaruh yang cukup besar dalam membuka mata anak-anak terhadap kesadaran akan hakikat sesuatu serta mendorong mereka untuk melakukan perbuatan yang baik. Betapa pentingnya

nasehat orang tua terhadap anaknya sehingga Allah SWT berfirman:

“Dan (Ingatlah) ketika Luqman Berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yangbesar”.(Q.S. Luqman Ayat 13) Nasehat dapat diberikan orang tua pada saat anak belajar di rumah.

Dengan demikian maka orang tua dapat mengetahui kesullitan-kesulitan anaknya dalam belajar. Karena mengenai kesulitan belajar tersebut dapat membantu usaha mengatasi kesulitannya dalam belajar sehingga anak dapat meningkatkan prestasi belajarnya.

Bilamana ternyata anak kurang ketat dalam disiplin belajar, maka anak diingatkan kembali akan waktu belajar yang sudah ditentukan baginya.

Mula-mula hal ini agak sulit, karena sesudah belajar anak mempunyai keinginan untuk meninggalkan meja belajar dan bermain atau mengobrol dengan saudara-saudaranya. Dalam hal ini, perlu meningkatkan waktu belajarnya (Singgih dan Ny Singgih, 1992:15).

Kebutuhan belajar anak segala alat dan sarana yang diperlukan untuk menunjang kegiatan belajar anak. Kebutuhan tersebut biasa berupa ruang belajar, seragam sekolah, buku-buku, alat-alat belajar sekolah dan lain-lain.

Pemenuhan belajar ini sangat penting bagi anak, karena akan dapat mempermudah baginya untuk belajar dengan baik. Tersedianya fasilitas belajar dan kebutuhan belajar yang memadai akan berdampak positif dalam aktivitas belajar anak. Anak yang tidak terpenuhi kebutuhan belajarnya sering kali tidak memiliki semangat untuk belajar. Lain halnya jika segala kebutuhan belajarnya tercukupi, maka anak tersebut akan lebih bersemangat dan berminat dalam belajarnya.

Orang tua perlu mengawasi dan mengarahkan tentang bagaimana mengelola dan mengatur uang saku/jajan anak. Karena jika anak sudah dibiasakan untuk menabung sejak kecil, maka kebiasaan tersebut akan terus terbawa hingga dewasa. Yang terpenting adalah memberikan pengertian kepada anak mengenai kegunaan dari uang saku/jajan dan berikan fasilitas bagi anak untuk menabung yaitu dengan menyediakan kotak tabungan.

Penanggung jawab pembinaan anak menurut Islam ialah orang tua, guru dan masyarakat, ketiga penanggung jawab itu berada dalam lingkungan berbeda, penaggung jawab utama pembinaan anak adalah orang tua dalam keluarga. Demikian pula Islam memerintahkan agar para orang tua berlaku Sebagai pemimpin dalam keluarganya serta berkewajiban untuk memelihara keluarganya sebagaimana firman Allah sebagai berikut:

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu;

penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”. (Q.S At- Tahrim ayat 6)

Pada ayat di atas dijelaskan bahwa keluarga adalah wadah pertama yang dikenal oleh anak maka orang tua dapat memberikan pendidikan kepada anak dalam segala aspek kehidupan, baik aspek sosial, pembinaan akhlak dsb, oleh karena itu baik tidak anak itu sangat tergantung pada partisipasi orang tua dalam membimbing anak menyongsong masa depan yang lebih baik atau cerah.

Pendidikan keluarga sangat berpengaruh terhadap anak karena anak yang baru dilahirkan belum tahu apa-apa dan orang tua lah yang melakukan

pendidikan. Apabila pendidikan yang dilakukan keluarga itu baik maka anak akan menjadi baik juga sebaliknya apabila orang tua tidak mendidik anak maka akan menjadi anak yang hidup dengan kebingungan tidak mengetahui mana yang benar dan yang salah.

Berhasil baik atau tidaknya pendidikan anak bergantung pada dan dipengaruhi oleh pendidikan orang tua. Pendidikan orang tua adalah fundamen atau dasar dari pendidikan anak selanjutnya. Hasil-hasil pendidikan yang diperoleh anak dari orang tua menentukan pendidikan anak itu selanjutnya, baik di sekolah maupun di masyarakat (Siahaan, 1991: 47).

Orang tua yang mempunyai kedudukan dalam keluarga punya tanggung jawab penuh demi kelangsungan keluarganya harus memberikan segala kebutuhan hidup dan memberikan perlindungan terhadap semua anggota keluarga. Pendidikan merupakan hal yang utama dalam perhatian orang tua, dengan demikian kepribadian anak dapat tumbuh dan berkembang sehingga suatu hari nanti bila ia tumbuh dan dewasa dapat hidup mandiri, orang tua di tuntut semaksimal mungkin agar mampu memberikan perhatiannya bagi anak-anaknya.

Tanggung jawab pendidikan yang perlu disadarkan dan dibina oleh kedua orang tua terhadap anaknya antara lain sebagai berikut:

1. Memelihara dan membesarkannya. Tanggung jawab ini merupakan dorongan alami untuk dilaksanakan, karena anak memerlukan makan, dan perawatan, agar ia dapat hidup secara berkelanjutan.

2. Melindungi dan menjamin kesehatannya, baik secara jasmani maupun rohani dari berbagai gangguan penyakit atau bahaya lingkungan yang dapat membahayakan dirinya.

3. Mendidiknya dengan berbagi ilmu pengetahuan dan keterampilan yang berguna bagi hidupnya, sehingga apabila ia telah dewasa ia mampu berdiri sendiri dan membantu orang lain serta melaksanakan kekhalifahan.

4. Membahagiakan anak untuk dunia dan akhirat dengan memberinya pendidikan agama sesuai dengan ketentua Allah sebagi tujuan akhir hidup muslim.

Para ahli pendidikan berpendapat bahwa pendidikan lingkungan keluarga menduduki posisi yang sangat penting, sebab pendidikan yang ada di rumah tangga akan membawa pengaruh terhadap kehidupan si terdidik.

Demikian pula terhadap pendidikan yang dialaminya di sekolah dan di masyarakat. Konsekuensinya, orang tua harus memperhatikan pendidikan anaknya, namun tampaknya tidak semua orang tua bisa memberikan perhatian untuk mengarahkan anak, memberikan motivasi dan membantu mengatasi kesulitan belajar anak. Umumnya orang tua hanya menyarankan agar anaknya sekolah dengan baik, selebihnya ditentukan oleh anak itu sendiri dan diserahkan kepada sekolah.

57

SIMPULAN DAN SARAN

A. Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah disajikan dalam pembahasan pada bab terdahulu, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

1. Partisipasi orang tua dalam meningkatkan prestasi anak sangat berpengaruh terhadap perkembangan dan prestasinya. Orang tua perlu memberikan bantuan berupa bimbingan belajar, menasehati, mengarahkan, serta memenuhi kebutuhan anak yang mereka butuhkan.

2. Keterlibatan fisik dan mental orang tua dalam bentuk perencanaan, pengarahan, dan kerja sama dalam kegiatan belajar anak dalam mencapai tujuannya.

3. Tanggung jawab orang tua adalah mendukung sukses anak dalam menuntut ilmu merupakan kewajibannya. Orang tua mempunyai kedudukan dalam keluarga punya tanggung jawab penuh demi kelangsungan keluarganya harus memberikan segala kebutuhan hidup dan memberikan perlindungan terhadap semua anggota keluarga.

4. Adanya partisipasi orang tua dalam meningkatkan prestasi belajar anak sudah termasuk maksimal, dilihat dari tingkat prestasi anak di sekolah dan nilai-nilai lapor yang melebihi dari standar KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal).

B. Saran

Berdasarkan hasil penelitian yang telah disajikan pada bab terdahulu dapat diberikan sebagai berikut :

1. Partisipasi orang tua masih perlu ditingkatkan dalam hal mengontrol dan mengawasi anak saat bimbingan belajar, orang tua perlu menciptakan suasana diskusi antara lain; memperluas wawasan anak, melatih anak menyampaikan gagasan dengan baik dan terciptanya saling saling menghayati antara orang tua dan anak.

2. Perlunya kesadaran peran orang tua dalam membangun dan menyempurnakan kepribadian serta akhlak mulia pada anak. Untuk itu perlu sikap-sikap pendidik seperti sabar, lembut dan kasih sayang.

TAHUN PELAJARAN 2014-2015 SD INPRES PANRENGE

KABUPATEN BARRU

NO NAMA L/P

BIDANG STUDY

JUMLAH

PEND. AGAMA ISLAM PKN BHS. INDONESIA MATEMATIKA IPA IPS SBK PEND. JASMANI MULOK

BHS. INGGRIS BHS. BUGIS PERTANIAN

1 Bahria P 73 75 75 74 75 77 74 75 75 70 - 743

2 Susi susanti P 75 75 75 70 76 78 75 72 - 71 - 667

3 Edy Purwanto L 80 85 85 80 75 80 85 80 85 80 - 815

4 Hardaidil L 91 80 80 85 80 70 80 80 80 70 - 796

6 Fauzia P 74 72 74 74 66 72 72 76 75 72 72 799

Jumlah 467 469 474 460 456 464 468 469 397 392 152

59

Anurrahman, 2013. Belajar dan Pembelajaran, ALFABETA: Bandung.

FKIP, 2012. Pedoman Penulisan Skripsi, Panrita Press: Makassar.

Gunarsa, Singgih. Dr, Gunarsa Singgih. Y. Dra, 1992. Psikologi Untuk Membimbing, PT. BPK Gunung Mulya: Jakarta.

Irmayanti, 2009. Pengaruh Latar Belakang pendidikan Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Anak, Makassar: Unismuh Makassar.

Jumriah, 2013. Pola Pembinaan Karakter Murid Melalui Kegiatan Ekstrakulikuler, Makassar: Unismuh Makassar.

Purwanto, 2014. Evaluasi Hasil Belajar, Pustaka Belajar: Yogyakarta.

Purwanto, 2012. Prinsip-prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran, PT. Remaja Rosdakarya: Bandung.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah, 2009. Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah, Suara Muhammadiyah: Yogyakarta.

Sagala, Syaiful, 2013. Konsep dan Makna Pembelajaran, ALFABETA: Bandung.

Sugiyono, 2012. Statistika untuk Penelitian, Alfabeta: Bandung.

Suryabarata, 2001. Psikologi Pendidikan, Raja Grafindo Persada: Jakarta.

Suyono. Dr, Hariyanto. Drs, 2014. Belajar dan Pembelajaran, PT Remaja Rosdakarya: Bandung.

Tirtaraharja, Umar. La Sulo, 2008. Pengantar Pendidikan, Rineka Cipta:

Makassar.

Tiro, Arif Muhammad, 2004. Bagaimana Aku Berpikir?, Andra Publisher:

Makassar.

2013. undang-Undang Republik Indonesia No 23 Tahun 2013 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Zuriah, Nurul, 2009. Metodologi Penelitian Sosial dan Pendidikan, PT. Bumi Aksara: Jakarta.

Annisa, 2014. Pengaruh Partisipasi Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Siswa, (Online), (http://annissanimatul.blogspot.in/2014/06/pengaruh partisipasi -orang-tua-terhadap.htm!?m=1).

Sanjaya, 2012. Pengaruh Partisipasi Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Siswa,(Online), (http://www.sarjanaku.com/2012/11/pengaruh partisipasi -orang-tua-terhadap.htm!?m=1).

suhelayanti, 2011. Partisipasi Orang Tua Dalam Membangkitkan Minat Siswa Dalam Mengerjakan PR, (Online), (http://www.pendidikan.com/2011/06 /Partisipasi Orang Tua Dalam Membangkitkan Minat Siswa Dalam Mengerjakan PR.htm!?m=1)

xiii

Tabel 3.1 Informan Penelitian ... 32

Foto wawancara terhadap beberapa Informan

Ibu sabaria 1. Partisipasi bimbingan belajar

a. Adakah partisipasi anda dalam bentuk bimbingan belajar?

Jawab: Ada b. Seperti apa?

Jawab: Mendampingi anak pada saat belajar c. Manfaat/tujuannya apa?

Jawab: Adanya partisipasi tenaga/bimbingan belajar tujuannya memberikan bantuan atau petunjuk apabila anak mengalami kesulitan dalam mengerjakan tugas sekolahnya.

2. Partisipasi moril

a. Adakah partisipasi anda dalam bentuk pemberian ide, saran, pertimbangan, nasehat dan dukungan dalam pembelajaran?

Jawab: Ada b. Dalam hal apa?

Jawab: Memberikan dukungan dan nasehat.

c. Tujuan/manfaatnya apa?

Jawab: Adanya partisipasi moril dalam bentuk dukungan dan nasehat sangat bermanfaat untuk anak selain memberikan dukungan juga mengingatkan bahwa sekolah itu penting dan untuk meraih cita-citanya harus memulai dengan sekolah.

a. Adakah partisipasi anda dalam bentuk sarana/prasarana?

Jawab: Ada b. Seperti apa?

Jawab: Menyediakan ruang untuk belajar.

c. Tujuannya apa (dalam pembelajaran)?

Jawab: Adanya partisipasi sarana/prasarana seperti menyediakan ruang untuk belajar membantu anak agar lebih nyaman dan tenang dalam mengerjakan tugas sekolahnya.

4. Partisipasi finansial

a. Adakah partisipasi anda dalam bentuk finansial/uang?

Jawab: Ada

b. Digunakan untuk apa saja?

Jawab: Belanja atau jajan.

c. Apa manfaatnya?

Jawab: Adanya partisipasi finansial khususnya membantu anak dalam mengatur keuangannya sendiri untuk memenuhi perlengkapan sekolahnya.

Ibu Hasni 1. Partisipasi bimbingan belajar

a. Adakah partisipasi anda dalam bentuk bimbingan belajar?

Jawab : Ada.

Jawab : Mengontrol anak saat sedang belajar.

c. Tujuannya apa?

Jawab : Adanya partisipasi bimbingan belajar seperti mengawasinya belajar sangat membantu anak apabila anak mengalami kesulitan segera mungkin saya memberikan arahan atau petunjuk cara mengerjakannya.

2. Partisipasi moril

a. Adakah partisipasi anda dalam bentuk pemberian ide, saran, pertimbangan, nasehat dan dukungan dalam pembelajaran?

Jawab: Ada.

b. Dalam hal apa?

Jawab: Memberikan nasehat dan motivasi untuk selalu rajin belajar dll.

c. Tujuan/manfaatnya apa?

Jawab: Adanya partisipasi moril ini dalam hal memotivasi anak untuk selalu rajin belajar bahwa untuk meraih cita-cita perlu kerja keras dan semangat untuk meraih cita-citanya.

3. Partisipasi sarana/prasarana

a. Adakah partisipasi anda dalam bentuk sarana/prasarana?

Jawab : Ada.

b. Seperti apa?

Jawab : Menyedikan media seperti sempoa untuk berhitung dan memfasilitasi buku-buku bacaan.

Jawab : Adanya partisipasi sarana seperti sempoa melatih anak untuk mahir berhitung dan buku-bukubacaan berguna membuat si anak lebih gemar belajarnya.

4. Partisipasi finansial

a. Adakah partisipasi anda dalam bentuk finansial/uang?

Jawab : Ada

b. Digunakan untuk apa saja?

Jawab : Jajan dan belanja c. Apa manfaatnya?

Jawab : Adanya partisipasi finansial guna melatih/mengontrol anak dalam hal membelanjakan uangnya di sekolah serta melatih anak untuk menabung uangnya sendiri.

Bapak Mustafa 1. Partisipasi bimbingan belajar

a. Adakah partisipasi anda dalam bentuk bimbingan belajar?

Jawab : Ada.

b. Seperti apa?

Jawab : Mendampingi anak saat sedang belajar dan mengawasinya.

c. Tujuannya apa?

Jawab : Adanya partisipasi bimbingan belajar tujuannya membantu anak apabila anak mengalami kesulitan ataupun kesusahan saya memberikan arahan dan petunjuk penyelesaiannya.

a. Adakah partisipasi anda dalam bentuk pemberian ide, saran, pertimbangan, nasehat dan dukungan dalam pembelajaran?

Jawab: Ada.

b. Dalam hal apa?

Jawab: Memberikan nasehat serta memberi dukungan.

c. Tujuan/manfaatnya apa?

Jawab: Adanya partisipasi moril ini dalam hal menasehati dan memberikan dukungan agar anak selalu giat belajar bahwa untuk meraih cita-cita perlu kerja keras dan semangat untuk meraih cita-citanya.

3. Partisipasi sarana/prasarana

a. Adakah partisipasi anda dalam bentuk sarana/prasarana?

Jawab : Ada.

b. Seperti apa?

Jawab : Memfasilitasi buku-buku bacaan yang mereka perlukan.

c. Apa manfaatnya?

Jawab : Adanya partisipasi sarana seperti buku-buku bacaan melatih perkembangan anak dalam memahami apa yang terkandung dalam buku bacaan tersebut dan membuat anak lebih bersemangat lagi belajar.

4. Partisipasi finansial

a. Adakah partisipasi anda dalam bentuk finansial/uang?

Jawab : Ada.

b. Digunakan untuk apa saja?

c. Apa manfaatnya?

Jawab : Adanya partisipasi finansial digunakan untuk belanja dan menabung tujuannya diberikan uang saku agar membantu anak dalam hal membeli perlengkapan alat tulisnya apabila habis dan melatih anak untuk menabung uangnya sendiri.

Ibu Syukria Hanis 1. Partisipasi bimbingan belajar

a. Adakah partisipasi anda dalam bentuk bimbingan belajar?

Jawab: Ada b. Seperti apa?

Jawab: Menemani dan mengawasi anak saat belajar.

c. Manfaat/tujuannya apa?

Jawab: Adanya partisipasi tenaga/bimbingan belajar tujuannya megajari anak lebih mandiri saat belajar dan apabila anak mengalami kesulitan di sinilah peran saya sebagai pembimbing dengan memberikan petunjuk serta arahan mengerjakan tugas sekolah si anak.

2. Partisipasi moril

a. Adakah partisipasi anda dalam bentuk pemberian ide, saran, pertimbangan, nasehat dan dukungan dalam pembelajaran?

Jawab: Ada b. Dalam hal apa?

Jawab: Memberikan nasehat untuk selalu rajin belajar .

Jawab: Adanya partisipasi moril ini membentuk karakter anak dan bersaing secara sehat, harus patuh pada yang lebih tua dari mereka dan saling menghormati.

3. Partisipasi sarana/prasarana

a. Adakah partisipasi anda dalam bentuk sarana/prasarana?

Jawab: Ada b. Seperti apa?

Jawab: Menyediakan ruang belajar tersendiri.

c. Tujuannya apa (dalam pembelajaran)?

Jawab: Adanya partisipasi seperti menyediakan ruang belajar tersendiri membantu anak agar lebih fokus dan nyaman dalam mengerjakan tugas sekolahnya tanpa adanya gangguan atau keributan dari adiknya.

4. Partisipasi finansial

a. Adakah partisipasi anda dalam bentuk finansial/uang?

Jawab: Ada

b. Digunakan untuk apa saja?

Jawab: Jajan dll.

c. Apa manfaatnya?

Jawab: Adanya partisipasi finansial membantu anak dalam membeli keperluan sekolahnya sendiri dan untuk membeli makanan dan minuman.

1. Partisipasi bimbingan belajar

a. Adakah partisipasi anda dalam bentuk bimbingan belajar?

Jawab: Ada b. Seperti apa?

Jawab: Mendampinginya saat belajar c. Manfaat/tujuannya apa?

Jawab: Adanya partisipasi tenaga/bimbingan belajar memudahkan anak apabila anak mengalami kesulitan dengan tugasnya dengan adanya dampingan saya dengan segera memberikan petunjuk kepada si anak.

2. Partisipasi moril

a. Adakah partisipasi anda dalam bentuk pemberian ide, saran, pertimbangan, nasehat dan dukungan dalam pembelajaran?

Jawab: Ada b. Dalam hal apa?

Jawab: Memberikan nasehat untuk berhati-hati ke sekolah dll.

c. Tujuan/manfaatnya apa?

Jawab: Adanya partisipasi moril dalam bentuk nasehat sangat bermanfaat untuk anak selain memberikan kewaspadaan di jalan dan tidak boleh mudah percaya kepada orang yang baru mereka kenal.

3. Partisipasi sarana/prasarana

a. Adakah partisipasi anda dalam bentuk sarana/prasarana?

Jawab: Ada

Jawab: Menyediakan ruang belajar dan sepeda.

c. Tujuannya apa (dalam pembelajaran)?

Jawab: Adanya partisipasi sarana/prasarana seperti menyediakan ruang untuk belajar membantu anak agar lebih nyaman dan tenang belajarnya dan sepeda agar anak tidak terlambat ke sekolah.

4. Partisipasi finansial

a. Adakah partisipasi anda dalam bentuk finansial/uang?

Jawab: Ada

b. Digunakan untuk apa saja?

Jawab: Jajan serta menabung.

c. Apa manfaatnya?

Jawab: Adanya partisipasi finansial seperti memberikan uang saku kepada anak manfaatnya membuat anak lebih terampil dalam mengelola uangnya sendiri untuk menabung dan membeli peralatan tulisnya sendiri.

Ibu Nasria 1. Partisipasi bimbingan belajar

a. Adakah partisipasi anda dalam bentuk bimbingan belajar?

Jawab: Ada b. Seperti apa?

Jawab: Mendampingi anak belajar setiap malam.

c. Manfaat/tujuannya apa?

membantu anak lebih mudah mengingat kembali pelajaran yang mereka lalui di sekolah.

2. Partisipasi moril

a. Adakah parisipasi anda dalam bentuk pemberian ide, saran, pertimbangan, nasehat dan dukungan dalam pembelajaran?

Jawab: Ada b. Dalam hal apa?

Jawab: Memberikan saran berupa jangan mudah menyerah belajar dan tetap semangat.

c. Tujuan/manfaatnya apa?

Jawab: Adanya partisipasi moril tersebut membuat anak agar tidak mudah putus asa dan menyerah bila mengerjakan tugas-tugas sekolahnya. Dan membangun kepercayaan pada diri anak itu sendiri bahwa si anak mampu menyelesaikan sendiri tugasnya.

3. Partisipasi sarana/prasarana

a. Adakah partisipasi anda dalam bentuk sarana/prasarana?

Jawab: Ada b. Seperti apa?

Jawab: Menyediakan ruang belajar.

c. Tujuannya apa (dalam pembelajaran)?

Jawab: Adanya partisipasi sarana seperti menyediakan ruang untuk belajar membantu anak agar lebih kosentrasi dalam belajar dan lebih

4. Partisipasi finansial

a. Adakah partisipasi anda dalam bentuk finansial/uang?

Jawab: Ada

b. Digunakan untuk apa saja?

Jawab: Belanja dan menabung.

c. Apa manfaatnya?

Jawab : adanya partisipasi finansial berupa uang saku untuk melatih untuk menegelola keuangannya sendiri dan mandiri.

Nama orang tua : Sabaria

Nama anak : Bahria

Alamat : Jl. Andi Asia Panrenge

Umur : 10 tahun

Kelas : IV SD

Nama orang tua : Hasni Nama anak : Susi Susanti

Alamat : Jl. Andi Asia Panrenge

Umur : 8 tahun

Kelas : II SD

Nama orang tua : Mustafa Nama anak : Edy Purwanto

Alamat : Jl. Andi Asia Panrenge

Umur : 9 tahun

Kelas : III SD

Nama orang tua : Syukria Nama anak : Hardaidil

Alamat : Jl. Andi Asia Panrenge

Umur : 9 tahun

Kelas : III SD

Nama anak : Sapriana

Alamat : Jl. Andi Asia Panrenge

Umur : 11 tahun

Kelas : V SD

Nama orang tua : Nasria

Nama anak : Fauzia

Alamat : Jl. Andi Asia Panrenge

Umur : 11 tahun

Kelas : V SD

Dalam dokumen skripsi - Universitas Muhammadiyah Makassar (Halaman 61-69)

Dokumen terkait