• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Pembahasan

1. Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas kinerja guru sosiologi di SMA Negeri 1 Enrekang

Kinerja guru merupakan suatu hasil kerja yang dapat dicapai oleh seorang guru dalam lembaga pendidikan atau sekolah menengah atas sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing dalam mencapai tujuan pendidikan yang sebenarnya. Dimana keberhasilan seorang guru harus memenuhi kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya berarti guru tersebut dapat dikatakan telah berhasil dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja seorang guru terbagi atas dua yaitu faktor internal seperti motivasi, keterampilan, dan pendidikan serta faktor eksternal seperti iklim kerja dan tingkat gaji yang artinya berasal dari dalam diri individu seseorang serta adapun faktor yang mempengaruhi dari luar individu seorang guru itu sendiri yang sangat mempengaruhi kualitas kinerja seorang guru.

Berdasarkan dari hasil wawancara, observasi, serta dokumentasi sebelumnya yang dilakukan di SMA Negeri 1 Enrekang beberapa informasi yang terkait dengan penelitian telah didapatkan melalui beberapa sumber informasi yang bersangkutan. pentingnya sebagai kepala sekolah dalam memberikan perhatian khusus terhadap para guru agar setiap guru dapat meningkatkan kualitas kinerjanya dengan salah satu cara yaitu selalu mengizinkan mengikuti suatu pelatihan, memberikan motivasi, dorongan, nasihat serta hal-hal yang dibutuhkan seperti kelengkapan alat belajar mengajar dalam artian sarana dan prasarana.

Dari hasil penelitian tentang faktor pendukung dan faktor penghambat dapat kita simpulkan bahwa, dalam setiap langkah menuju kebaikan itu pasti tidak terlepas dari sesuatu yang menjadi penghalang dan pendukung untuk mencapai suatu tujuan yang sangat diharapkan dan tujuan yang lebih baik. Seperti dengan kepala sekolah SMA Negeri 1 Enrekang, dimana selalu berusaha untuk memajukan sekolah yang ia pimpin. Baik itu dari seegi kualitas peserta didik, terpenuhinya sarana prasarana, serta meningkatkan kualitas kinerja guru memang selalu ada yang namanya hambatan maupun dorongan. Sesuai dengan teori struktural fungsional oleh Talcott Parsons yang membahas tentang sejumlah konsep penting yang terbatas secara propesional mencakup aspek-aspek dunia eksternal yang objektif. Dengan asumsi yang dibuat parson dalam sistem tindakannya, berhadapan dengan masalah yang sangat diperhatikan persons dan telah menjadi sumber utama kritikan atas pemikirannya.

2. Manajemen kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas kinerja guru sosiologi di SMA Negeri 1 Enrekang

Kepala sekolah sebagai seorang manajer dalam suatu lembaga Pendidikan, kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat dalam memberdayakan tenaga kependidikan melalui kerjasama, memberi kesempatan kepada para tenaga kependidikan untuk meningkatkan profesinya, dan mendorong keterlibatan seluruh tenaga kependidikan dalam berbagai kegiatan yang menunjang program sekolah. Adapun upaya yang dilakukan oleh kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas dalam kinerjanya sebagai pemimpin di sekolah yang dipimpinnya, khususnya dalam meningkatkan kinerjanya tenaga kependidikan atau guru serta prestasi belajar anak didiknya. Sebagai pemimpin, kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat dalam memberikan pembinaan terhadap kualitas kinerja guru yang ada di sekolah SMA Negeri 1 Enrekang.

Kepala sekolah SMA Negeri 1 Enrekang dalam menjalankan perannya sebagai seorang manajer ialah untuk meningkatkan kualitas serta kinerja guru yang ada di sekolah tersebut, beliau selalu memberikan saran dan nasihat kepada guru masing-masing kelas agar saling bekerjasama untuk kita meminimalisir kesulitan dalam menjalankan tugas dan menjadi tanggung jawab para guru.

Dengan cara saling komunikatif ini diharapkan para guru akan saling melengkapi kekurangan-kekurangan yang ada.

Dalam meningkatkan kualitas kinerja guru kepala sekolah SMA Negeri 1 Enrekang harus melakukan pembinaan secara bersama-sama yang dilakukan kepala sekolah terhadap guru merupakan salah satu pembinaan yang dilakukan

dengan cara kepala sekolah berhadapan langsung dengan guru. Pembinaan tersebut bertujuan agar kepala sekolah lebih memahami dan mengetahui setiap permasalahan atau keluhan yang dihadapi oleh masing-masing guru. Sementara Pembinaan yang dilakukan oleh kepala sekolah merupakan pembinaan terhadap guru dalam meningkatkan kualitas mengajar. Dalam hal ini pembinaan dilakukan untuk meningkatkan kualitas pengajaran guru dalam kegiatan belajar mengajar di kelas, membantu guru dalam meningkatkan kemampuan dirinya, serta perbaikan program dan meningkatkan kualitas kinerja guru.

Melalui penilaian kepala sekolah akan mudah mengetahui seberapa besar peningkatan dan kualitas kinerja guru. Dalam meningkatkan kualitas kinerja guru, kepala sekolah mempunyai kriteria penilaian pengajaran tersendiri, adapun penilaian yang dilakukan kepala sekolah yaitu kesiapan guru dalam mempersiapkan perlengkapan pembelajaran, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), penggunaan media pembelajaran, pengelolaan di dalam kelas. Selain melakukan penilaian kegiatan belajar mengajar kepala sekolah juga memberikan penilaian terhadap kompetensi sosial dan kepribadian guru, karena guru merupakan panutan bagi peserta didik.

Sesuai dengan teori interaksi sosial (H. Bonner) yang dapat diartikan sebagai hubungan antara dua atau lebih individu manusia, dimana kelakuan individu yang satu mempengaruhi, mengubah atau memperbaiki kelakuan individu yang lain atau sebaliknya. Kunjungan kelas merupakan upaya kepala sekolah dalam memperoleh data tentang keadaan yang sebenarnya mengenai kemampuan dan keterampilan guru dalam mengajar atau bisa juga disebut dengan

kunjungan yang dilakukan kepala sekolah ke dalam kelas pada saat guru sedang mengajar dengan tujuan untuk membantu guru yang bersangkutan menghadapi masalah ataupun kesulitan selama mengadakan kegiatan pembelajaran, karena kalau kepala sekolah tidak melakukan kunjungna maka ia tidak akan pernah pernah mengetahui kekurangan dan kelebihan guru apabila kepala sekolah tidak melihat langsung guru ketika mengajar di kelas. Maka dari itu, kepala sekolah harus melaksanakan teknik supervisi individu dengan cara melakukan kunjungan ke kelas.

Selain pembinaan yang dilakukan di dalam ruang lingkup sekolah kepala sekolah juga memberikan pembinaan di luar sekolah. Berikut pembinaan yang dilakukan oleh kepala sekolah di luar yaitu pelatihan dan studi kelompok antar guru atau biasa disebut dengan KKG.

Berdasarkan pemaparan data, dapat dipaparkan penemuan penelitian sebagai berikut berdasarkan dari hasil observasi, wawancara Kepala Sekolah, Wakil Kepala Skolah, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Wakil Kesiswaan dan Guru Bidang Studi Sosiologi. Bahwa manajemen kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas kinerja guru sosiologi, diperoleh sebagai berikut:

a. Perencanaan

Perencanaan (Planning) manajerial sekolah efektif. Perencanaan pada tingkat SMA adalah kegiatan yang ditujukan untuk menjawab apa yang harus dilakukan dan bagaimana melakukannya untuk mewujudkan tujuan-tujuan yang telah ditetapkan/disepakati bersama pada sekolah yang bersangkutan, termasuk anggran yang diperlukan untuk membiayai kegiatan yang direncanakan. Artinya dengan

kata lain perencaan adalah kegiatan menetapkan terlebih dahulu tentang apa-apa yang akan dilakukan, prosedurnya serta metode pelaksanaannya untuk mencapai tujuan organisasi.

Perencanaan pada SMA Negeri 1 Enrekang merupakan persiapan tentang apa-apa yang akan dilakukan dalam skenario untuk mencapai tujuan yang diharapkan, dalam bentuk tertulis. Apa yang akan dilakukan, dikerjakan, bagaimana, kapan dan berapa perkiraan satuan-satuan biaya, serta hasil seperti apa yang diharapkan.

Perencanaan pada hakikatnya adalah proses pengambilan keputusan mengenai sasaran dan cara yang akan dilaksanakan pada masa yang akan dating guna mencapai tujuan yang dikehendaki.

b. Pengorganisasian

Pengorganisasian (organizing) manajerial sekolah efektif suatu organisasi perlu mengalokasikan dan menugaskan kegiatan diantara para anggotanya agar tujuan dari organiasi tersebut dapat tercapai dengan efisien. Pengorganisasian merupakan proses penyusunan struktur organisasi yang sesuai dengan tujuan organisasi, sumber daya – sumber daya yang dimilikinya, dan lingkungan yang melingkupinya. Aspek utama dalam proses peyusunan struktur organisasi adalah departemenisasi, yaitu merupakan pengelompokan kegiatan-kegiatan kerja suatu organisasi agar kegiatan-kegiatan sejenis saling berhubungan dan dapat dikerjakan bersama.

Hal ini akan tercemin pada struktur formal organisasi, dantampak ditunjukkan oleh suatu bagan organisasi. Pembagian kerja adalah pemerincian tugas pekerjaan

agar setiap individu dalam organiasi bertanggung jawab untuk melaksanakan sekumpulan kegiatan yang terbatas. Kedua aspek ini merupakan dasar proses pengorganisasian suatu organisasi untuk mencapai tujuan yang efektif dan efisien.

Dalam hal peorganisasian ini kepala sekolah SMA Negeri 1 Enrekang sudah melakukan tugas dan fungsinya sebagai manajer pendidikan. Seperti yang sudah dilakukan oleh kepala sekolah SMA Negeri 1 Enrekang , yaitu dengan membagi tugas dan tanggung jawab kepada semua guru. Memilih guru yang berkompeten dan berbakat dibidangnya. Kemudian memberikan surat menugasan dalam bentuk Surat Keputusan (SK) sehingga guru yang diberi tanggung jawab akan lebih bekerja sesuai dengan uraian tugas (job deskripsion) masing-masing.

c. penggerakan

Penggerakkan (directing) manajerial sekolah efektif. Pengarahan dalam diartikan sebagai proses dimana seorang manager membimbing dan mengawasi para pekerja untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Adanya keinginan untuk orang lain mengikuti keinginannya dengan menggunakan kekuatan pribadi atau kekuasaan jabatan secara efektif pada tempatnya demi jangka panjang sebuah ornganisasi. Tujuannya agar tugas-tugas dapat dislesaikan dengan baik. Pada hakikatnya pengarahan mengandung kegiatan motivasi (motivating) yang terdapat pada kegiatan directing sebagai sebuahfasilitas atau sarana melakukan pengarahan terhadap para personel dalam sebuah organisasi.

Penggerakkan berkaitan dengan perencanaan dimana dengan adanya perencanaan yang telah ditetapkan selanjutnya adalah mengarahkan dan memotivasi sumber daya dan dilibatkan dalam pelaksanaan rencana yang

dimaksud. Didalam aspek pengarahan akan timbul hubungan manusiawi dalam kepemimpinan yang mengikat bawahan untuk bersedia mengerti dan menyumbangkan tenaganya secara lebih berdaya untukmencapai tujuan. Oleh karena itu manager atau kepala sekolah dituntut untuk dapat berkomunikasi, memberikan petunjuk ataunasihat, berfikir kreatif, inisiatif, meningkatkan kualitas, sertamemberikan stimulasi kepada bawahannya.

Di SMA Negeri 1 Enrekang kepala sekolah harus selalu memberikan semangat untuk seluruh dewan guru dan staf, begitu juga sebaliknya, berani dan menerima kritik dan saran dari siapapun. Dengan kata lain kepala sekolah juga harus mau menerima masukan dari bawahannya dan bawahannya juga harus mau merespon perintah kepala sekolah. Dalam proses manajemen untuk sekolah efektif yaitu sekolah memiliki team work yang dinamis, partisispasi yang tinggi dari warga sekolah dan masyarakat, sekolah memiliki keterbukaan dalam manajemen, sekolah memiliki kemauam untuk berubah, sekolah reponsif dan antipatif terhadap kebutuhan serta komunikasi yang baik. Karena pengarahan merupakan hubungan manusia dalam kepemimpinan yang mmengikat para bawahan agar bersedia mengerti dan menyumbangkan tenaganya secara efektif dan efisien.

d. pengawasan

Pengawasan (Supervision) adalah memantau kegiatan-kegiatan untuk memastikan kegiatan tersebut tercapai sesuai dengan perencanaan yang telah ditentukan. Pengendalian dilakukan untuk “menjamin” bahwa tujuan-tujuan organisasi dan manajemen akan tercapai.

Pada kepala sekolah SMA Negeri 1 Enrekang , proses pengendalian yang dilakukan adalah dengan melakukan evaluasi terhadap kinerja guru dan staf yaitu dengan melakukan supervisi kelas, hal itu dilakukan untuk mengetahui apakah seorang guru sudah melakukan kinerjanya dengan benar, baik dalam penyampaian program pelajaran, atau penyampaian materi.

Manajerial kepala sekolah SMA Negeri 1 Enrekang dapat dikatakan sebagai sekolah efektif karena telah memiliki indikator sebagai sekolah efektif. Dengan adanya pemimpin yang mampu memanajemen sekolah yang dipimpinnya secara keseluruhan, maka sekolah akan menjadi sekolah efektif.

BAB VI

Dokumen terkait