• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Pembahasan

Berdasarkan hasil analisis deskriptif tentang hasil belajar, aktivitas siswa dan respons siswa terhadap pembelajaran matematika melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) di Kelas VIIA.1 SMPIT Al-Ishlah Maros, peneliti dapat menjabarkannya berikut :

a. Hasil Belajar Siswa

Hasil belajar adalah nilai yang menggambarkan tingkat keberhasilkan siswa setelah melalui pembelajaran yang diperoleh dari hasil tes. Ketuntasan belajar siswa dapat dilihat dari hasil belajar siswa yang telah memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM). Ketuntasan klasikan tercapai apabila minimal 75% siswa dikelas telah mencapai skor paling rendah sesuai KKM.

Hasil analisis data hasil belajar siswa sebelum diberikan pembelajaran matematika melalui model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) Smenunjukkan bahwa seluruh siswa yang berjumlah 29 orang atau 100% siswa tidak mencapai ketuntasan individu. Dengan kata lain, hasil belajar siswa sebelum diberikan pembelajaran matematika melaui model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) sangat rendah dan tidak memenuhi kriteria ketuntasan klasikal.

Hasil analisis data hasil belajar siswa setelah diberikan pembelajaran matematika malalui model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) menunjukkan bahwa 29 siswa atau 100 % mencapai ketuntasan individu dan tidak ada siswa atau 0 % tidak mencapai ketuntasan individu. Hal ini berarti bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) efektif karena telah memenuhi kriteria ketuntasan klasikal.

Penelitian yang relevan dengan penelitian ini, yaitu penelitian yang dilakukan oleh : 1) Wahyuddin dan Erlani (2019) menyimpulkan bahwa : Skor rata-rata hasil belajar siswa sebelum proses pembelajaran sebesar 44,40 dengan kategori tidak tuntas, baik secara individual maupun klasikal dan meningkat menjadi 78,75 setelah penerapan dengan penerapan model kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) dengan 95% siswa dan dinyatakan tuntas secara individual dan tuntas tuntas secara klasikal, 2) Ainun (2014) menyimpulkan bahwa : hasil belajar matematika siswa kelas VII SMP Muhammadiyah Makassar bahwa skor rata – rata hasil belajar matematika siswa setelah diberikan perlakuan sebesar 77,27 dengan standar deviasi 11,99 dari skor ideal 100 berada pada kategori sedang. Hal ini menunjukkan bahwa hasi belajar matematika siswa tuntas berdasarkan KKM yaitu 65 dan tuntas secara klasikal 85 % dari siswa yang mencapai nilai ≥ 65,00 dimana hasil ketuntasan klasikal yang diperoleh yaitu 87,87 % dengan jumlah keseluruhan siswa berjumlah 33 orang.

b. Gain Hasil Belajar Siswa

Analisis data skor gain secara deskriptif diperoleh rata-rata skor berada diklasifikasi tinggi sebesar 0,85 dari jumlah keseluruhan siswa 29 orang, 29 orang siswa yang peningkatan hasil belajarnya berada pada kategoro tinggi, 1 orang siswa yang peningkatan hasil belajarnya berada pada kategori sedang, dan tidak ada siswa yang peningkatan hasil belajarnya berada pada kategori rendah.

penelitian yang relevan dengan penelitian ini, yaitu penelitian yang dilakukan oleh : 1) Ainun (2014) menyimpulkan bahwa : Analisis data skor gain secara deskriptif diperoleh rata-rata skor berada diklasifikasi sedang sebesar 0,70 dari jumlah keseluruhan siswa 33 orang, 19 orang siswa yang peningkatan hasil belajarnya berada pada kategori tinggi, 14 orang siswa yang peningkatan hasil belajarnya berada pada

49 kategori sedang, dan tidak ada siswa yang peningkatan hasil belajarnya berada pada kategori rendah, 2) Wahyuddin dan Erlani (2019) menyimpulkan bahwa : nilai gain ternormalisasi yaitu 0,60 berada pada kategori sedang yang meningkat dari hasil belajar sebelum tindakan yaitu sebesar 44,40.

c. Aktivitas Siswa

Menurut hamalik (2009:28), aktivitas belajar siswa merupakan segala kegiatan yang dilakukan dalam proses interaksi (guru dan siswa) dalam rangka mencapai tujuan belajar. Aktivitas siswa dikatakan berhasil/efektif jika minimal 75% siswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Hasil analisis data menunjukkan bahwa persentase aktivitas siswa dalam pembelajaran matematika melalui model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) sebesar 84,10%. Hal ini karena siswa didorong untuk belajar aktif melalui keterlibatan aktif mereka sendiri dengan konsep-konsep, guru mendorong siswa untuk memiliki pengalaman yang memungkinkan mereka untuk menemukan, serta semua siswa memiliki tanggungjawab yang sama dalam kelomponya.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar siswa sudah aktif mengikuti proses pembelajaran matematika dan telah memenuhi kriteria aktivitas siswa.

penelitian yang relevan dengan penelitian ini, yaitu penelitian yang dilakukan oleh : 1) Wahyuddin dan Erlani (2019) menyimpulkan bahwa : Aktivitas siswa berada pada kategori aktif dengan rata-rata persentasi aktivitas positif siswa yaitu sebanyak 76,42%

aktif dalam pembelajaran matematika, 2) Winda (2016) menyimpulkan bahwa : hasil pengamatan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran melalui model kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) pada siswa kelas VIII.5 SMP Negeri 3 Pallangga Gowa menunjukkan bahwa aspek yang diamati memenuhi kriteria berhasil. Hal ini terlihat dari hasil analisis data observasui yang menunjukkan rata-rata persentase siswa yang aktif

dalam proses pembelajaran selama empat kali pertemuan mengalami perubahan kearah yang lebih baik.

d. Respons Siswa

Respons siswa adalah tanggapan pelaksanaan pembelajaran matematika melalui model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS). Berdasarkan hasil analisis data respons siswa menunjukkan bahwa secara umum pembelajaran matematika melalui model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) mendapat respons positif dari siswa. Hal ini ditunjukkan dengan rata-rata persentase respon positif siswa sebesar 96,55% dan respons negatif siswa sebesar 3,45%. Sesuai dengan indikator keefektifan respons siswa minimal 70%, maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) efektif pada indikator respons siswa.

penelitian yang relevan dengan penelitian ini, yaitu penelitian yang dilakukan oleh : 1) Wahyuddin dan Erlani (2019) menyimpulkan bahwa : Siswa memberi respon positif terhadap pelaksanaan pembelajaran dengan rata-rata persentase sebanyak 71%, 2) Ainun (2014) menyimpulkan bahwa : penerapan model kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) dalam pembelajaran matematika pada siswa kelas VII SMP Muhammadiyah 2 Makassar mendapat respons yang positif dengan rata-rata persentase siswa yang mendapat respons positif 85,17% berdasarkan indikator respons siswa dikatakan positif terhadap proses pembelajaranjika jumlah siswa yang memberi respons positif sudah lebih banyak disbanding siswa yang memberi respon negatif atau dapat dikatakan jika siswa yang memberi respons positif lebih dari ≥ 80 %.

51

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dikemukakan pada Bab IV, maka dapat disimpulkan sebagai berikut.

1. Pembelajaran matematika efektif melalui model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) pada siswa kelas VII SMPIT AL-ISHLAH MAROS, yang ditinjau dari:

a. Hasil belajar matematika siswa kelas VII SMPIT AL-ISHLAH MAROS setelah mengikuti pembelajaran model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) memiliki skor rata-rata 88,65. Dari penelitian ini, 100 % siswa mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Dan terjadi peningkatan hasil belajar matematika setelah diajar dengan menggunakan model pembelajaran TPS pada siswa sebesar 0,85, maka rata-rata gain ternormalisasi berada pada interval g 0,70.

b. Aktivitas siswa selama pembelajaran matematika berlangsung telah memenuhi kriteria keefektifan dengan rata-rata 84,10% ( 75%).

c. Respon positif siswa terhadap pembelajaran matematika melalui model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) telah memenuhi kriteria keefektifan dengan rata-rata 96,55% ( 70%).

2. Terjadi peningkatan hasil belajar matematika pada siswa kelas VII SMPIT Al-Ishlah Maros setelah diberikan pembelajaran matematika melalui model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS).

53

53 B. Saran

Setelah melihat hasil penelitian yang telah dilakukan, maka penulis menyarankan bahwa:

1. Kepada pihak sekolah agar dapat menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran dikelas.

2. Kepada para guru, khususnya guru mata pelajaran matematika agar memilih dan menggunakan model pembelajaran yang efektif dalam proses pembelajaran untuk mata pelajaran matematika.

3. Kepada para peneliti dalam bidang pendidikan matematika supaya dapat meneliti lebih jauh tentang pendekatan, metode, model yang efektif dan efesien untuk mengatasi kesulitan siswa dalam belajar matematika.

54

DAFTAR PUSTAKA

Al-Tabany, Trianto Ibnu Badar. 2014. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif, Progresif, dan Kontekstual. Surabaya. Kencana.

Aminoto, Tugiyo & Hairul Pathoni. 2014. Penerapan Media E-Learning Berbasis Schoology Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Materi Usaha dan Energi Di Kelas XI SMA N 10 Kota Jambi. Jambi. Jurnal Sainmatika. Vol 8 No 1.

Anshari, Muhammad Awe. 2014. Efektivitas Pembelajaran Matematika Materi Lingkaran melalui penerapan pendekatan Contextual Teaching and Learning pada kelas VIII SMP Nasional Makassar. Skripsi. FKIP Unismuh Makassar.

Anita. 2019. Efektivitas Pembelajaran Matematika melalui penerapan model Kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) pada siswa kelas VII B SMP Somba Opu Kabupaten Gowa. Skripsi. FKIP Unismuh Makassar.

Aqib, Zainal. 2013. Model-model, Media, dan Strategi Pembelajaran Kontekstual (Inovatif). Bandung. Yrama Widya.

Asri. 2017. Efektivitas Pembelajaran Matematika melalui penerapan model Missouri Mathematics project pada siswa kelas VII SMP MUHAMMMADIYAH 1 MAKASSAR. Skripsi. FKIP Unismuh Makassar.

Ernawati. 2015. Efektivitas Pembelajaran Matematika melalui model Kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) pada siswa kelas X IPA 1 SMA Negeri 1 Pattalassang Kabupaten Gowa. Skripsi. FKIP Unismuh Makassar.

Gani, Abdul. 2015. Pengaruh Model Pembelajaran dan Persepsi Tentang Matematika Terhadap Minat Dan Hasil Belajar Matematika Siswa Smp Negeri di kecamatan Salomekko Kabupaten Bone. Bone. Jurnal Daya Matematis. Volume 3 No. 3.

Indiyani, Novita Eka dan Anita Listiara. 2006. Efektivitas Metode Pembelajaran Gotong Royong (Cooperative Learning) Untuk Menurunkan Kecemasan Siswa Dalam Menghadapi Pelajaran Matematika. Diponegoro. Jurnal Psikologi. Vol.3 No. 1.

Indrawati. 2011. Model-model Pembelajaran. Modul. FKIP Universitas Jember.

Isnaini, Muhammad, Indah Wigati, dan Resti oktari. 2016. pengaruh penggunaan media pembelajaran torso terhadap hasil belajar siswa pada materi sistem pencernaan pada manusia di smp negeri 19 palembang. Palembang. Jurnal Biota. Vol. 2 No. 1.

Mardhiyah, Ainul. 2014. Efektivitas Pembelajaran Matematika melalui penerapan model kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) pada siswa kelas VII SMP MUHAMMMADIYAH 2 MAKASSAR. Skripsi. FKIP Unismuh Makassar.

Marlina, Hajidin dan M. Ikhsan. Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think-Pair-Share (TPS) untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi dan Disposisi Matematis Siswa di SMA Negeri 1 Bireuen. Aceh. Jurnal Didaktik Matematika.

55

55

Mufidah, Lailatul, Dzulkifli Effendi dan Titi Teri Purwanti. 2013. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe tps Untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa pada

Pokok bahasan matriks. Sidoarjo. Jurnal Pendidikan Matematika STKIP PGRI Sidoarjo. Vol.1, No.1.

Muslihudin, Muhammad, dan A. Wulan Arumita. 2016. Pembuatan model penilaian proses belajar mengajar perguruan tinggi menggunakan fuzzy simple additive weighting. Yogyakarta.

Ningsih, Sri Hartarti, Budiyono dan Riyadi. Eksperimentasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation (GI) Dan Think Pair Share (Tps) Pada Materi Trigonometri Ditinjau Dari Kecerdasan Logika Matematika Siswa Kelas X Sma Di Kabupaten Sukoharjo. Sukoharjo.

Novita, Rita. 2014. Efektivitas Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) Pada Materi Trigonometri dikelas XI IAI SMA Negeri 8 Banda Aceh. Aceh.

Volume V Nomor 1.

Nurhijryanti. 2018. Efektivitas Pembelajaran Matematika melalui penerapan model Kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) pada siswa kelas VII di SMP Muhammadiyah 2 Makassar. Skripsi. FKIP Unismuh Makassar.

P, Abdul Rais. 2015. Efektivitas Pembelajaran Matematika melalui penerapan model kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) pada siswa kelas X SMA Negeri 8 Gowa.

Skripsi. FKIP Unismuh Makassar.

Rohmawati, Afifatu . 2015. Efektivitas Pembelajaran. Jakarta Timur. Jurnal Pendidikan Usia Dini. Volume 9 Edisi 1.

Rosita, Ita. Meningkatkan Kerja Sama Siswa Melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share. Jurnal Formatif.

Shoimin, A. (2016). Model Pembelajaran Inovatif dalam Kurikulum 2013. Yogyakarta:

Ar-Ruzz Media.

Sulsilawati. 2018. Efektivitas Pembelajaran Matematika melalui model Kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) pada siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Bajeng. Skripsi. FKIP Unismuh Makassar.

Surahman, Juharmi. 2018. Efektivitas Pembelajaran Matematika melalui model Kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) pada siswa kelas VIII SMP Batara Gowa.

Skripsi. FKIP Unismuh Makassar.

Soviawati, Evi. 2011. Pendekatan Matematika Realistik (PMR) untuk meningkatkan kemampuan berfikir siswa ditingkat sekolah dasar. Edisi Khusus No. 2.

Suprihatiningrum, jamil. 2013. Strategi Pembelajaran : Teori dan Aplikasinya.

Jogjakarta: Ar-ruz Media.

Taslim, Muhammad. 2015. Efektivitas Pembelajaran Matematika melalui metode penemuan terbimbing setting kooperatif pada siswa kelas VII5 SMP MUHAMMMADIYAH LIMBUNG KAB. GOWA. Skripsi. FKIP Unismuh Makassar.

57 Tonra, Winda Syam. 2016. Efektivitas Pembelajaran Matematika melalui penerapan model kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) pada siswa kelas VIII.5 SMP Negeri 3 Pallangga Kabupaten Gowa. Skripsi. FKIP Unismuh Makassar.

Verowita, Winda, Dewi Murni, dan Mirna. 2012. Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share Terhadap Pemahaman Konsep dalam Pembelajaran Matematika. Padang. Jurnal Pendidikan Matematika. Vol. 1 No. 1.

Walfaris, Faisal. 2018. Efektivitas Pembelajaran Matematika melalui penerapan model Kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) pada siswa kelas X SMA Negeri 11 Kabupaten Takalar. Skripsi. FKIP Unismuh Makassar.

Wahyuddin dan Erliani. 2019. Efektivitas Pembelajaran Matematika melalui penerapan model kooperatif tipe think pair share (TPS). Bulukumba. JPM UIN Antasari. Vol.

06. No. 1.

World, Puput Amazing. 2012. RPP Persamaan Kuadrat Model Pembelajaran TPS.

(puputamazingworld.blogspot.com/2012/11/ rpp persamaan kuadrat model.html ? m=1, diakses tanggal 11 Juli 2019).

Yaumi, Muhammad. 2013. Prinsip-Prinsip Desain Pembelajaran. Jakarta: Kencana.

Zulfah. 2017. Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share dengan Pendekatan Heuristik Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa mts Negeri Naumbai Kecamatan Kampar. Jl. Tuanku Tambusai.

Jurnal Pendidikan Matematika. Volume 01 No.2.

A. LAMPIRAN A (Perangkat Pembelajaran) 1. RPP

2. LKS

3. ALTERNATIF JAWABAN LKS B. LAMPIRAN B (Instrumen Penelitian)

1. TES HASIL BELAJAR

2. ALTERNATIF JAWABAN TES HASIL BELAJAR 3. LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS SISWA 4. ANGKET RESPON SISWA

C. LAMPIRAN C 1. DAFTAR HADIR 2. DAFTAR NILAI D. LAMPIRAN D

1. DAFTAR NILAI HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA 2. ANALISIS DATA HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA

3. ANALISIS DATA HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA DENGAN SPSS

E. LAMPIRAN E

1. PERMOHONAN JUDUL SKRIPSI 2. PERSETUJUAN JUDUL

3. PERSETUJUAN PEMBIMBING

4. KARTU KONTROL BIMBINGAN PROPOSAL 5. BERITA ACARA UJIAN PROPOSAL

6. LEMBAR PERBAIKAN SEMINAR PROPOSAL

7. KARTU KONTROL BIMBINGAN PERANGKAT

PEMBELAJARAN/INSTRUMEN PENELITIAN

LAMPIRAN - LAMPIRAN

F. LAMPIRAN F

KETERANGAN VALIDITAS INSTRUMEN G. LAMPIRAN G (SURAT-SURAT PENELITIAN)

1. PERMOHONAN IZIN PENELITIAN

2. IZIN PENELITIAN DARI PEMERINTAH PROVINSI SULSEL DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU 3. IZIN PENELITIAN DARI PEMERINTAH KABUPATEN MAROS

DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU

4. SURAT KETERANGAN PENELITIAN DARI SEKOLAH H. LAMPIRAN H

1. KEGIATAN PENELITIAN

2. KARTU KONTROL BIMBINGAN SKRIPSI I. LAMPIRAAN I

DOKUMENTASI J. LAMPIRAN J

LEMBAR PENILAIAN VALIDATOR

LAMPIRAN A

(PERANGKAT PEMBELAJARAN)

1. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

2. LEMBAR KERJA SISWA (LKS)

3. ALTERNATIF JAWABAN LKS

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 01

Satuan Pendidikan : SMPIT AL-ISHLAH MAROS Mata Pelajaran : Matematika

Kelas/Semester : VII/Ganjil Alokasi Waktu : 2 x 40 menit A. Kompetensi Inti:

1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.

2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.

3. Memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.

4. Mengolah, menyaji, dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) Kompetensi Dasar

3.2 Menjelaskan dan melakukan operasi hitung bilangan bulat dan pecahan dengan memanfaatkan berbagai sifat operasi.

4.2 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan operasi hitung bilangan bulat dan pecahan.

Indikator Pencapaian Kompetensi

3.2.1 Menentukan hasil operasi hitung penjumlahan pecahan 3.2.2 Menentukan hasil operasi hitung pengurangan pecahan

4.2.1 Menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan Penjumlahan pecahan 4.2.2 Menyelesaiakn masalah kontekstual yang berkaitan dengan pengurangan pecahan

C. Tujuan Pembelajaran Peserta didik dapat :

1. Menentukan hasil operasi hitung penjumlahan dua bilangan pecahan yang penyebutnya sama dan berbeda.

2. Menentukan hasil operasi hitung pengurangan dua bilangan pecahan yang penyebutnya sama dan berbeda.

3. Menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan operasi hitung penjumlahan pada bilangan pecahan.

4. Menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan operasi hitung pengurangan pada bilangan pecahan.

D. Model, metode, dan pendekatan Pembelajaran

 Model Pembelajaran : Think Pair Share (TPS)

Metode : Ceramah, diskusi, tanya jawab

 Pendekatan : Kontruktivisme

E. Materi Pembelajaran Operasi pada pecahan biasa

 Penjumlahan Pecahan

 Pengurangan Pecahan F. Langkah-langkah Pembelajaran

1. Kegiatan Awal Fase I : Pendahuluan

Alokasi Waktu Kegiatan Guru Kegiatan Siswa

Guru mengucapkan salam Peserta didik menjawab salam dari Guru

5 menit

Guru menanyakan kabar Peserta didik

Guru mempersilahkan ketua kelas untuk memimpin do’a

Peserta didik menjawab pertanyaan Guru mengenai kabarnya

Ketua kelas memimpin do’a

Guru mengecek kehadiran Peserta didk

Peserta didik merespon ketika diabsen sama guru Guru menyampaikan

tujuan pembelajaran

Peserta didik mendengarkan dan memperhatikan tujuan pembelajaran yang disampaikan oleh guru.

Guru menjelaskan pelajaran

Peserta didik mendengarkan dan memperhatikan materi pada saat proses pembelajaran

2. Kegiatan Inti

Fase II : Think (Berpikir)

Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Alokasi Waktu Guru memberikan latihan

kepada peserta didik dan meminta peserta didik mengerjakan latihan secara mandiri

peserta didik mengerjakan latihan yang diberikan guru secara mandiri (Thinking)

30 menit

Fase III : Pair (Berpasangan)

Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Alokasi Waktu Setelah mengerjakan

sendiri, guru meminta siswa untuk berpasangan dan mendiskusikan apa yang telah mereka peroleh

Peserta didik berpasangan dan berdiskusi dengan temannya

20 menit

Fase IV : Share (Berbagi)

Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Alokasi Waktu Guru meminta sebagian dari

pasangan untuk berbagi (share) mengenai hasil diskusi mereka didepan kelas.

Peserta didik berbagi (Share) mengenai hasil diskusi mereka didepan kelas.

20 menit

3. Penutup

Fase : V Penutup Alokasi Waktu

Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Guru menyimpulkan materi

yang telah disampaikan

Peserta didik mendengarkan kesimpulan yang disampaikan guru

5 menit

Guru menyampaikan materi pertemuan selanjutnya

Peserta didik mendengarkan penyampaian guru mengenai materi selanjutnya Guru menutup pertemuan dan

mengakhiri dengan salam

Peserta didik menjawab salam dari Guru

G. Alat, dan Sumber Pembelajaran

1. Alat : Papan Tulis, Spidol, dan Penghapus

2. Sumber Belajar : Buku Matematika untuk SMP/MTs Kelas VII Semester 1

H. Penilaian pembelajaran

1. Teknik Penilaian : Tes Tertulis 2. Bentuk Instrumen : Uraian

Makassar, 2019 Guru Mata Pelajaran Mahasiswa

Didin Jahidin, S. Pd. Amal Jariah

NIP/ NIM. 10536520715

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 02

Satuan Pendidikan : SMPIT AL-ISHLAH MAROS Mata Pelajaran : Matematika

Kelas/Semester : VII/Ganjil Alokasi Waktu : 2 x 40 menit I. Kompetensi Inti:

1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.

2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.

3. Memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.

4. Mengolah, menyaji, dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.

J. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) Kompetensi Dasar

3.2 Menjelaskan dan melakukan operasi hitung bilangan bulat dan pecahan dengan memanfaatkan berbagai sifat operasi.

4.2 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan operasi hitung bilangan bulat dan pecahan.

Indikator Pencapaian Kompetensi

3.2.3 Menentukan hasil penjumlahan dan pengurangan pecahan negatif 3.2.4 Menentukan hasil perkalian pecahan

4.2.3 Menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan penjumlahan dan pengurangan pecahan negatif

4.2.4 Menyelesaiakn masalah kontekstual yang berkaitan dengan Perkalian pecahan K. Tujuan Pembelajaran

Peserta didik dapat :

1. Menentukan hasil operasi hitung penjumlahan dan pengurangan pecahan negatif pada bilangan pecahan.

2. Menentukan hasil operasi hitung perkalian pecahan pada bilangan pecahan.

3. Menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan operasi hitung penjumlahan dan pengurangan pecahan negatif pada bilangan pecahan.

4. Menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan operasi hitung perkalian pecahan pada bilangan pecahan.

L. Model, metode, dan pendekatan Pembelajaran

 Model Pembelajaran : Think Pair Share (TPS)

Metode : Ceramah, diskusi, tanya jawab

 Pendekatan : Kontruktivisme

M. Materi Pembelajaran Operasi pada pecahan biasa

 Penjumlahan dan pengurangan pecahan negatif

 Perkalian Pecahan

N. Langkah-langkah Pembelajaran 4. Kegiatan Awal

Fase I : Pendahuluan

Alokasi Waktu Kegiatan Guru Kegiatan Siswa

Guru mengucapkan salam Peserta didik menjawab salam dari Guru

5 menit Guru menanyakan kabar

Peserta didik

Guru mempersilahkan ketua kelas untuk memimpin do’a

Peserta didik menjawab pertanyaan Guru mengenai kabarnya

Ketua kelas memimpin do’a

Guru mengecek kehadiran Peserta didk

Peserta didik merespon ketika diabsen sama guru

Guru menyampaikan tujuan pembelajaran

Peserta didik mendengarkan dan memperhatikan tujuan pembelajaran yang disampaikan oleh guru.

Guru menjelaskan pelajaran

Peserta didik

mendengarkan penjelasan Guru

5. Kegiatan Inti

Fase II : Think (Berpikir)

Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Alokasi Waktu Guru memberikan latihan

kepada peserta didik meminta peserta didik mengerjakan latihan secara mandiri.

peserta didik mengerjakan latihan yang diberikan guru secara mandiri

30 menit

Fase III : Pair (Berpasangan)

Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Alokasi Waktu Setelah mengerjakan

sendiri, guru meminta siswa untuk berpasangan dan mendiskusikan apa yang telah mereka peroleh

Peserta didik berpasangan dan berdiskusi dengan temannya

20 menit

Fase IV : Share (Berbagi)

Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Alokasi Waktu Guru meminta sebagian dari

pasangan untuk berbagi (share) mengenai hasil diskusi mereka didepan kelas.

Peserta didik berbagi (Share) mengenai hasil diskusi mereka didepan kelas.

21 menit

6. Penutup

Fase : V Penutup Alokasi Waktu

Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Guru menyimpulkan materi

yang telah disampaikan

Peserta didik mendengarkan kesimpulan yang disampaikan guru

5 menit

Guru menyampaikan materi pertemuan selanjutnya

Peserta didik mendengarkan penyampaian guru mengenai materi selanjutnya Guru menutup pertemuan dan

mengakhiri dengan salam

Peserta didik menjawab salam dari Guru

O. Alat, dan Sumber Pembelajaran

1. Alat : Papan Tulis, Spidol, dan Penghapus

2. Sumber Belajar : Buku Matematika untuk SMP/MTs Kelas VII Semester 1 P. Penilaian pembelajaran

1. Teknik Penilaian : Tes Tertulis

Dokumen terkait