BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Pembahasan
1. Nilai Keberanian
Gambaran sifat pemberani tokoh Angel dalam novel AMAB oleh pengarang ditunjukan dalam beberapa penggambaran sifat, baik secara tersurat ( cara langsung) dalam kutipan kalimat, maupun tersirat (tidak Langsung) yang disamarkan lewat dialog antar tokoh atau tingkah laku yang diperangkan oleh tokoh dan harus ditafsirkan sendiri oleh pembaca berdasarkan gambaran dalam teks novel.
Sifat berani tokoh Angel yang tak langsung digambarkan oleh pengarang dalam novel AMAB terdapat dalam beberapa kutipan seperti berikut:
Tak ada seorang pun murid yang berani maju hingga aku baru saja selesai mengerjakan soal itu. Aku ingin membantu Agnes dan berharap itu bisa menolongnya sehingga aku mengacungkan tanganku ke atas dan Pak Hengky melihatnya. (AMAB: 80)
Dari kutipan di atas telah memberikan gambaran sifat berani Angel melalui gambaran tingkah laku Angel yang langsung mengacungkan tangan sementara murid yang lain tidak memiliki keberanian untuk membantu mengerjakan soal yang sulit di depan kelas.
Sifat berani adalah sebuah penggambaran sifat yang harus dimiliki oleh setiap orang dalam melakukan sesuatu meski sifatnya kecil ataupun sepele. Angel yang sudah menunjukkan keberaniannya mengacungkan tangan pada saat itu dianggap suatu hal yang sepele atau dianggap remeh, tapi justru hal tersebut menumbuhkan rasa percaya diri dan membangun sebuah mental yang kuat untuk selalu melakukan tindakan- tindakan yang tidak bisa melakukan orang lain. Karena pada dasarnya keberanian melakukan sesuatu yang besar berawal dari keberanian melakukan tindakan yang kecil.
Keberanian yang dibangun Angel membuatnya hidup lebih percaya diri dan mandiri dalam menghadapi kenyataan hidup yang dijalaninya.
Keberanian membuat Angel mampu berbuat tampa harus bergantung pada ayah ataupun nenek. Hal ini bisa dilihat pada kutipan novel
“percayalah padaku Ayah, aku sudah besar dan bisa menjaga diriku sendiri!” (AMAB: 86)
Sifat berani merupakan modal dasar dalam meraih sebuah kesuksesan. Kata bijak dari seorang ulama besar bernama Ibnu Qayyim al-Jauziyah mengatakan bahwa “idza thala’a najmul himmah fii lailil bathaalah, wa radafahu qamarul ‘azimah, asyraqat ardhul qalbi binuuri
rabbiha.” Yang artinya bila bintang kemauan terbit di malam keberanian, bertepatan pula dengan hadirnya bulan tekad yang bulat, niscaya bumi hati akan terpancar oleh cahaya Ilahi.
Dari kata-kata bijak di atas, ada tiga hal yang membuat hati seseorang akan mendapat cahaya Ilahi yaitu ada kemauan, ada keberanian, dan ada tekad yang bulat. Ketiga hal ini pula yang menyebabkan hati menjadi tegar, fokus terhadap cita-cita yang luhur dan gigih dalam menghadapi segala rintangan yang menghalangi perjalanan dalam menggapai cita-cita yang diinginkan.
Kesuksesan seseorang dalam mencapai kedudukan yang merupakan tujuan hidup, bermula dari terbitnya kemauan. Kemauan ibarat induk yang pada gilirannya melahirkan segala aktivitas yang hendak dikerjakan. Akan tetapi kemuan dalam diri setiap orang bisa saja redup bahkan padam. Karena saat kemauan itu terbit maka halangan dan rintangan pun akan selalu datang menghadang dan menghalagi jalan menuju cita-cita.
Angel memang berbeda, walaupun Angel mempunyai keterbatasan fisik yang membuat Angel selalu diremehkan, namun semangatnya tetap sekuat baja. Angel sosok figur yang tidak mudah menyerah dan berani mengambil resiko. Hal ini dapat dilihat pada kutipan novel berikut:
Apapun rencana yang mereka inginkan kepadaku dan Hendra, tidak pernah membuat hatiku berpikir itu akan membuat kami menyerah. Karena aku percaya, tuhan selalu ada untuk kami dan sahabatku Hendra. (AMAB:142)
Angel dalam menapaki jalan menggapai cita-cita yang penuh perjuangan tidak sedikit mendapat rintangan yang datang dari Agnes sebagai teman yang tergabung dalam kelompok musik sekolah. Jalan menuju cita-cita memang mahal dan harus dibayar oleh Angel meski mendapatkan siksaan dan tekanan dari Agnes. Banyaknya bukit ujian yang harus didaki, banyakya bekal mental yang harus dikumpulkan, sangat sedikit teman dalam perjalanan bahkan rela menjauh untuk mencari titik aman. Akan tetapi demi untuk menjamin konsistensi pada cita-cita Angel harus memiliki sifat keberanian.
Ketika kemauan semakin mantap, keberanian juga telah tertancap,maka hadirlah tekad dan kesungguhan. Dan ketika tekad telah tertanam, jalanpun terlihat jelas di depan mata. Seperti dikatakan, ”idza shadaqal ’azmu wadhahas sabiil”, Jika tekad telah bulat, maka jalan akan jelas terlihat. Allah SWT memberikan jaminan,
اوُدَھﺎ َﺟ َنﯾِذﱠﻟا َو َنﯾِﻧ ِﺳ ْﺣُﻣْﻟا َﻊَﻣَﻟ َﷲ ﱠنِإ َو ﺎَﻧَﻠُﺑُﺳ ْمُﮭﱠﻧَﯾِدْﮭَﻧَﻟ ﺎَﻧﯾِﻓ
”Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.” (QS. al-Ankabuut: 69)
keberanian merupakan suatu tindakan memperjuangkan sesuatu yang dianggap penting dan mampu menghadapi rintangan karena percaya pada sebuah kebenaran yang diperjuangkan. orang yang mempunyai keberanian akan mampu bertindak bijaksana tanpa dibayangi ketakutan-ketakutan yang sebenarnya merupakan halusinasi belaka.
Orang-orang yang mempunyai keberanian akan sanggup menghidupkan
mimpi-mimpi dan mengubah kehidupan pribadi sekaligus orang-orang di sekitarnya. Hal ini dapat dilihat pada kutipan novel berikut:
“Angel, percayalah, apapun yang terjadi di atas sana nantinya, Tuhan selalu bersamamu. Hapuslah air matamu dan melangkahlah dengan tegar, buatlah ayahmu bangga karenamu!”. Aku tersenyum dan menghapus air mataku. Dengan perlahan aku berjalan ke atas panggung. Begitu berat rasanya perjuangan hidupku untuk langkah besar menantiku di atas panggung. Saat aku muncul di panggung, semua orang langsung terkejut dan berbisik satu sama lain. Ketika satu orang tertawa melihat pakaianku yang lain mengikutinya, termasuk pembawa acara yang tidak bisa menahan tawanya. Aku berjalan ke tengah panggung, menunduk sambil memberikan hormat kepada penonton. Aku mencoba melihat di mana ayahku duduk, dan akhirnya kutemukan ia di belakang baris kanan panggung. Aku berjalan didiringi tawa penonton yang merasa lucu dengan apa yang kukenakan. Mereka bahkan berpikir apa yang akan kulakukan adalah lelucon sampai akhirnya aku duduk di meja piano yang disorot lampu besar. (AMAB: 223)
Dari kutipan di atas membuktikan bahwa berawal dari keberanian melakukan hal kecil di dalam kelas, kini Angel membuktikan bahwa angel mampu dan berani melakukan hal yang besar dan menunjukkan kepada dunia bahwa anak cacat seperti Angel juga memiliki kelebihan dan keistimewaan. Sebagaimana yang telah dikemukakan pada pembahasan sebelumnya bahwa keberanian adalah suatu sikap untuk berbuat sesuatu dengan tidak merisaukan kemungkinan-kemungkinan yang buruk.
Keberanian mampu menghidupkan mimpi-mimpi dan mengubah kehidupan seseorang.
Semangat, jiwa, dan roh kepahlawanan yang diwarisi oleh sosok Angel dalam novel AMAB hendaknya ditanamkan sejak dini dalam kepribadian seseorang dalam dunia nyata. Meskipun kisah ini hanya
berdasarkan imajinasi pengarang, namun semangat, jiwa, dan roh kepahlawanan ini cukup memberikan inspirasi bagi pendidikan dalam membangun karakter peserta didik.
2. Nilai Ketangguhan
Dalam novel AMAB terdapat tiga tokoh yang memiliki penggambaran sikap pribadi yang tangguh yaitu Angel, Martin (ayah Angel), dan Nenek Angel. Ketiga tokoh tersebut menjalani kehidupan yang penuh cobaan dan derita. Kelahiran Angel yang cacat tidak membuat ayah dan nenek berputus asa dalam merawat, membimbing, dan membesarkan Angel. Ayah dan nenek dengan sabar dan tekun belajar bahasa isyarat yang nantinya akan diajarkan kepada Angel untuk berkomunikasi dengan orang lain. Demikian pula ayah Angel dengan sabar mengajarkan bagaimana itu suara dan bunyi kepada Angel dengan menggunakan media hembusan udara dan getaran yang dihasilkan oleh benda-benda yang ada di sekitarnya.
Keberadaan Angel dengan keterbatasan yang dimiliki membuat ayah dan nenek tegar mengahadapi kenyataan hidup. Mereka tidak ingin terlihat lemah di depan Angel. Mereka tetap memperlakukan Angel seperti layaknya anak normal. Meski terlahir cacat, Angel termasuk anak yang cerdas. Untuk itu guru Angel menyarankan agar Angel di sekolahkan pada sekolah umum dan bergaul dengan anak-anak yang normal lainnya.
Meski Angel tidak bisa mendengar tetapi ia paham dan mengerti apa yang dibicarakan oleh orang lain lewat gerak bibir.
Siapa pun pasti menginginkan kehidupan yang lebih baik dari apa yang pernah dialami sebelumnya termasuk Angel. Sesuatu dianggap lebih baik jika sesuatu tersebut membuat seseorang bahagia. Apa pun bentuk dan jenisnya, selama mampu memberi rasa bahagia, maka itu adalah pintu awal bagi hadirnya kehidupan yang lebih baik. Dan syarat utama yang mesti dimiliki seseorang jika menginginkan kehidupan yang lebih baik adalah ketangguhan diri. Satu modal yang tentu saja sangat penting dan sangat diinginkan oleh banyak orang.
Ketangguhan adalah kemampuan seseorang untuk berbuat yang terbaik dari apa yang dipercayakan kepadanya. Tangguh adalah membuat keputusan untuk mengubah sikap mengasihani diri, suka mengeluh dan bergantung menjadi percaya diri, mandiri dan totalitas dalam bertindak.
Ketangguhan diri mampu memotivasi seseorang dalam melaksanakan hal-hal besar dalam hidupnya. Menempuh resiko, mengubah kebiasaan buruk dan menjadi manusia unggul. Orang sukses biasanya memiliki ketangguhan yang melebihi orang biasa. Biasanya mereka memiliki rasa percaya diri yang jauh lebih tinggi dari orang biasa. Sebagaimana dalam kutipan kisah Angel menghadapi perlakuan Agnes dan teman-temannya yang justru membawa Angel pada sebuah kenyataan bahwa Angel merupakan sosok figur yang tangguh:
“Ayah, aku kini mengerti! Mengapa aku berbeda dengan yang lainnya, itu karena Tuhan ingin aku ada di dunia ini untuk
melengkapi kesempurnaan yang ia ciptakan. Terima kasih atas segalanya Ayah, terima kasih atas perjuanganmu selama ini merawatku. Aku akan berjanji menjadi orang kuat dalam keadaan dan kondisi apapun.”
“Angel… Ayah bangga padamu. Kamu telah menjadi setitik cahaya yang membuat Ayah bertahan sejak kamu lahir. Kamu adalah kebahagian Ayah. Mulai saat ini hiduplah bersama kebahagiaan ini. Biarkanlah Tuhan yang menuntun masa depanmu…”
Ayah benar. Akhirnya, aku menyadari segala yang terjadi dalam hidupku adalah rencana Tuhan. Aku tidak marah pada Agnes yang membuatku menderita karena apa yang ia lakukan. Tapi aku bersyukur karena ia telah mengajariku untuk bertahan dari segala penderitaan. Aku percaya, mereka yang terlahir dengan kekurangan sepertiku di dunia ini adalah mereka yang bahagia karena keterbatasannya. Dan seharusnya akan terus bersyukur dengan apa yang telah mereka miliki saat ini walau menjadi cacat sekalipun. Sebab aku ataupun mereka percaya bahwa di hadapan Tuhan, apapun yang kau miliki, sedikitpun tidak akan mengurangi rasa sayang Tuhan pada kita. Selama itu baik, ia kan selalu mendukung dan bersamamu untuk terus bertahan bersama jalannya. (AMAB: 227-228)
Dari kutipan di atas membuktikan bahwa pada diri Angel terdapat dua ketangguhan yaitu, ketangguhan pribadi. Sebuah kenyataan yang harus dijalani Angel dengan ikhlas bahwa dirinya yang berbeda dengan keterbatasan fisik yang Tuhan anugerahkan bukan suatu hal yang harus Angel sesali, tetapi justru Angel bersyukur dan menganggap bahwa kehadirannya di dunia merupakan bentuk kesempurnaan penciptaan Tuhan. Angel yakin bahwa walaupun Angel terlahir cacat rasa kasih sayang Tuhan tidak akan berkurang.
Kehidupan ini memang merupakan pergulatan sengit antara kekuatan tekad seseorang dengan kendala atau tantangan hidup. Setiap individu mesti memiliki ketangguhan diri. Ketangguhan diri bermakna
bahwa ia mesti menjadi pribadi yang tangguh alias tahan banting. Jika seseorang ingin menjadi pribadi yang tangguh, maka ia mesti memiliki konsep diri. Konsep diri adalah upaya mengenal diri. Pengenalan diri ibarat penelusuran lorong panjang kehidupan. Kejujuran dan penerimaan positif terhadap diri adalah kuncinya.
Angel sebagai individu selain memiliki ketangguhan pribadi juga memiliki ketangguhan sosial. Perlakuan buruk yang acap kali dilancarkan oleh Agnes dan teman-temannya tidak serta merta dibalas oleh Angel dengan perlakuan yang sama, bahkan tidak menimbulkan dendam dalam diri Angel, bahkan Angel menganggap hal itu sebuah pelajaran berharga yang telah diberikan oleh Agnes. Pelajaran untuk tetap bertahan dalam kondisi apapun tanpa harus mengeluh dan menyerah pada nasib.
Ayah benar. Akhirnya, aku menyadari segala yang terjadi dalam hidupku adalah rencana Tuhan. Aku tidak marah pada Agnes yang membuatku menderita karena apa yang ia lakukan. Tapi aku bersyukur karena ia telah mengajariku untuk bertahan dari segala penderitaan. (AMAB: 228)
Angel pada utipan novel di atas telah memberikan pembelajaran yang cukup bermakna. Perlakuan Agnes membuat Angel lebih dewasan dalam menata hidup. Pribadinya yang tangguh terbentuk secara alami akibat kenyataan pahit yang sering dilancarkan Agnes terhadap diri Angel. Ketangguhan Angel membuatnya mampu keluar dari dalam diri untuk melihat dirinya sendiri dari luar sehingga mampu bersikap adil dan terbuka pada dirinya juga orang lain. Angel mampu menikmati hidup meski menurut ukuran mata telanjang orang lain melihat bahwa ia sedang dalam kesengsaraan. Itulah
ketangguhan pribadi yang dihasilkan apabila seseorang hanya berpegang kepada Allah Yang Maha Kuasa.
Para pejuang sejati memahami bahwa dalam berusaha mereka mungkin harus menyesuaikan diri terhadap apa yang terjadi, namun kekokohan dan kemampuan mereka untuk menjadi manusia yang tangguh menjadikan sosok yang luar biasa. Mereka paham betul bahwa perbedaan antara orang yang sukses dan gagal bukan pada apakah mereka membuat kesalahan, tapi pada sikap dan respon mereka atas kegagalan.
Orang-orang sukses dalam melakoni kehidupan ini adalah mereka yang memiliki ketangguhan diri. Mereka selalu belajar dari berbagai peristiwa dan kenyataan. Mereka tak kenal henti untuk mengambil hikmah dari seluruh potret kehidupan yang mereka lalui.
Pribadi tangguh menentukan ketegaran dan ketahanan diri menghadapi tantangan dan kendala, Pribadi tangguh mampu merespon dengan tepat tantangan dan peluang. Seorang yang berpribadi tangguh selalu Senantiasa menyadari bahwa hidup di dunia ini hanya satu kali sehingga aku tidak boleh gagal dan sia-sia tanpa guna. dan selalu siap dengan kondisi yang akan di hadapinya.
Seorang yang berpribadi tangguh, mengetahui bahwa Pengetahuan yang dimiliki amat terbatas, tetapi selalu mempersiapkan keadaan untuk menghadapi kenyataan yang tak sesuai dengan harapan.
Karena dia berpendapat mungkin itulah yang terbaik untuknya. Pribadi
Tangguh kualitas pribadi dengan kompetensi tinggi, dan tidak menyalahkan tetapi tetap berusaha bangkit dari keterpurukan serta berserah diri pada Allah swt.
Sebagaimana Firman Allah swt dalam Surah al-Baqarah yang artinya “Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. Yaitu mereka yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: ‘Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah, dan kepada-Nya kami akan kembali.” (QS Al-Baqarah: 155-156)
Separuh dari hidup adalah medan ujian yang berat. Yang akan keluar sebagai pemenang hanyalah mereka yang tangguh, yang mampu melewati setiap kesulitan dengan baik. Dalam Surah al-Baqarah tersebut, Allah SWT berjanji akan membahagiakan orang-orang yang sabar dan tangguh dalam mengarungi kesulitan hidup.
Seorang muslim, ketangguhan itu bukan dilihat dari segi fisik melainkan dari segi keimanan. Manusia yang tangguh adalah manusia yang paling kuat imannya. Orang yang memiliki kekuatan iman, salah satu ciri khasnya adalah tangguh menghadapi cobaan hidup. Dalam praktiknya memiliki lima rumus. Pertama, yakin bahwa kesulitan adalah episode yang harus dijalani dan dihadapi sepenuh hati. Tidak ada kamus mundur atau menghindar. Kedua, yakin bahwa setiap kesulitan sudah diukur oleh Allah, sehingga takarannya pasti sesuai dengan kapasitas manusia. Ketiga, yakin bahwa ada banyak hikmah di balik kesulitan. Keempat, yakin bahwa setiap ujian pasti ada ujungnya. Dan kelima, yakin bahwa setiap kesulitan
yang disikapi dengan cara terbaik akan mengangkat derajat di hadapan Allah.
Proses pengembangan pribadi yang tangguh adalah dengan usaha untuk mengubah kualitas pribadi antara lain kemampuan, persepsi, karakter, sikap, dan keyakinan yang semula kurang baik menjadi baik, atau meningkatkan kualitas-kualitas yang sudah baik menjadi lebih baik lagi. Secara umum pengembangan pribadi ini diawali dengan niat atau motivasi untuk meningkatkan diri, karena menyadari ada kesenjangan antara kondisinya saat ini dengan kondisi yang diidamkan. Hal ini perlu didasari oleh kesadaran bahwa dirinya memiliki berbagai potensi berupa pembawaan, sifat, rasa, kecerdasan, karakter, pola pikir, kemampuan menilai kondisi diri dan "menentukan nasib" dengan segala kekuatan dan kelemahannya. Selanjutnya potensi-potensi ini perlu direalisasikan dalam keseharian dengan menerapkan asas-asas kesuksesan serta mendapat dukungan lingkungan terdekat.
Pribadi Tangguh yang utuh adalah Tangguh secara mental, moral dan fisik, seorang pribadi tangguh terus mempunyai motivasi tinggi untuk muncul sebagai pemenang di setiap pertempuran, serta Mengintegrasikan kompetensi tinggi dengan akhlak terpuji sehingga mewujudkan pribadi- pribadi tangguh.
Allah swt berfirman dalam surah al-An’am ayat 165
"Dan Dia ialah Yang membuat kamu penguasa di bumi dan meninggikan derajat sebagian kamu, melebihi sebagian yang lain, agar ia menguji kamu dengan apa yang Ia berikan kepada kamu.
Sesungguhnya Tuhan dikau itu Yang Maha-cepat dalam menghukum (kejahatan); dan sesungguhnya Dia itu Yang Maha- pengampun, Yang Maha Pengasih". (QS. Al An’am: 165)
Peserta didik sebagai figur generasi masa depan penuh dengan tantangan global pada masa yang akan datang. Sudah sepatutnya memiliki ketangguhan diri, baik ketangguhan pribadi maupun ketangguhan sosial. Ketangguhan merupakan modal dasar dalam menghadapi persaingan dan tuntutan zaman. Semangat, jiwa, dan roh kepahlawanan berupa ketangguhan dapat diwariskan kepada peserta didik dengan mengintegrasikan dalam materi kurikulum pendidikan yang relevan.
Sasaran pendidikan berkarakter merupakan pembentukan watak dan kepribadian peserta didik yang lebih baik dan berkompetitif. Peserta didik yang tangguh akan memiliki pandangan visioner, inovatif, dan modernis. Pandangan hidup peserta didik yang tangguh memiliki prinsip hidup yang kuat ( power of Strength) dan tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan yang terus berubah dengan cepat.
3. Nilai Pantang Menyerah
Pribadi pantang menyerah dalam kutipan novel AMAB menunjukkan bahwa tokoh Angel tidak boleh menyerah dalam hidup.
Angel memang cacat, tetapi ia memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh orang lain, karena itulah ia berbeda.
Perjalanan Angel untuk mencari tahu apa itu bunyi, merupakan gambaran sifat Angel yang tidak mudah menyerah pada nasib.
Sebagaimana kutipan novel di bawah ini mengisahkan pribadinya yang pantang menyerah:
Aku selalu bertanya-tanya, apa itu suara dan bagaimana rasanya mendengar? Tapi tidak pernah terjawabkan walaupun aku berpikir seribu kali. Sesungguhnya, aku sangat sedih bila memikirkan kondisiku yang nyaris tidak pernah mendengar apapun di dunia ini selain suara hatiku. Aku sering mencoba mengambil sisa potongan ranting pohon yang jatuh di jalan, lalu mencoba menggesekkannya ke tiang pintu rumah yang terdapat baris-baris besi sejajar. Saat aku menggesekkannya ke setiap baris besi, aku hanya merasakan sebuah getaran.
Aku pulang ke rumah dan kemudian tampak murung dengan ranting kayu yang masih ada di tanganku. Ayah memlihatku pulang karena selalu duduk di meja kasir sambil membaca Koran ataupun melihat tayangan televise. Saat itu ia melihatku dengan ranting di tangan.
“Untuk apa ranting pohon itu Angel?”
“ayah…mengapa aku tidak bisa mengerti bagaimana rasanya mendengarkan suara?”
Ayah terdiam dan terkejut atas pertanyaanku. Ia bangkit dari kursi dan meletakkan Koran lalu mendekati.
“kenapa kamu tiba-tiba bertanya demikian, Nak?”
“Aku terus berpikir keras dan mencoba memahami apa itu suara yang terdengar, aku tidak pernah berhasil menemukan jawaban itu. Aku sedih Ayah,” ujarku.
“Kenapa kamu ingin tahu bagaimana rasanya mendengar?”
“karena aku ingin tahu apa itu suara musik, suara burung berkicau dan suara panggilan, tapi aku tidak pernah bisa.”
Ayah mungkin sulit menjawab pertanyaanku, melihat wajahku yang tampak sedih. Ia mulai memikirkan cara untuk membuatku pahjam dan ketika ia melihat ranting di tanganku, ia mulai menemukan ide. Ia membawaku ke depan rumah di mana mobil kami terparkir. Aku tampak bingun dan hanya mengikuti kehendaknya.
“Angel, coba perhatikan Ayah”
Ayah memukulkan ranting itu di atas ban mobil lalu memintaku untuk melakukannya.
“Coba kamu pukul”
Aku melakukannya meski masih bingun dengan maksud ayah.
“Apakah kamu merasakan getaran gaya ketika ranting itu kamu pukulkan ke ban?”
”Ya… aku merasakannya, lalu kenapa?”
“Getaran itu adalah suara! Kamu tidak akan pernah bisa mendengarkan apa yang terjadi ketika kamu memukulkan ranting itu ke ban, tapi getaran itulah suara yang dihasilkan sesungguhnya.”
“Sekarang coba rasakan ini.” Ayah menekan lubang penutup ban dan keluar angin yang bertiup.
“Apakah kamu merasakan sesuatu?”
“Angin.”
“Ya Angel, angin tidak bersuara tapi dapat kamu rasakan bukan? “Itulah maksud Ayah!”
“Jadi, itukah rasanya mendengar?”
“Tidak ada yang berbeda sayang, ketika angin itu tertiup ke tanganmu, ia tidak menghasilkan suara apapun tapi ia memberikan rasa yang dapat kamu pahami. Itulah suara, itulah yang ingin kamu tau!”
Tiba-tiba saat aku mencoba mencari tau maksud ayah, seorang pelayan ayah mengatakan bahwa ada tamu yang hendak membayar dan meminta ayah untuk membuat bon kasir. Ayah pun masuk ke dalam meninggalkan aku yang terus menekan pentil di ban yang terus mengeluarkan angin, dari san aku perlahan mulai memahami maksud ayah. Suara itu ternyata seperti hembusan angin yangsampai ke tangnku yang dapat kurasakan. Sebagai orang cacat aku memiliki indra perasa untuk melengkapi kekeuranganku di pendengaran yang mati.
Apa yang aku rasakan ketika angin itu berhembus adalah suara yang bisa kurasakan. Aku puas dan mendapatkan jawabannya.(AMAB: 95-98).
Kutipan novel di atas memberikan gambaran bahwa pribadi pantang menyerah adalah tidak lain sebutan bagi pribadi yang tidak merasa lemah terhadap sesuatu yang terjadi dan menimpanya. Pribadinya menganggap sesuatu yang terjadi itu dari segi positifnya. Ia yakin betul bahwa skenario Allah itu tidak akan meleset sedikit pun. Pribadi pantang menyerah dan tangguh ini, tidak lain adalah pribadi yang memiliki kemampuan untuk bersyukur apabila ia mendapat sesuatu yang berkaitan dengan kebahagiaan, kesuksesan, mendapat rezeki, dan lain-lain.