• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

B. Saran

Beberapa saran berikut dapat menjadi bahan masukan yang bermanfaat bagi pihak-pihak terkait antara lain.

1. Saran kepada siswa

Siswa hendaknya dalam membaca novel memperhatikan nilai-nilai positif antara lain tentang semangat, tekad, perilaku pantang menyerah untuk selalu memperjuangkan cita-cita dan jangan mencontoh apabila novel tersebut mempunyai nilai negatif. Nilai-nilai kepahlawanan dapat menjadi dasar bagi siswa untuk menerapkannya dalam berperilaku sehari-sehari, baik dalam lingkungan sekolah maupun masyarakat.

2. Saran kepada guru bahasa dan sastra Indonesia

Guru hendaknya dapat memaksimalkan penggunaan bahan pembelajaran sastra seperti novel dalam memenuhi empat macam manfaat pembelajaran sastra yaitu, membantu keterampilan

berbahasa, meningkatkan pengetahuan budaya, mengembangkan cipta dan rasa, dan menunjang pembentukan watak.

3. Saran kepada pembaca karya sastra

Pembaca karya sastra sebaiknya mengambil nilai-nilai positif dalam karya sastra yang telah dibacanya dalam kehidupan bermasyarakat.

Novel AMAB adalah novel yang bagus dan berkualitas, sehingga tidak ada salahnya jika membaca novel tersebut.

4. Saran kepada peneliti lain

Penelitian masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, Peneliti lain sebaiknya terus meningkatkan penelitian dalam bidang sastra khususnya novel AMAB secara lebih mendalam dengan bentuk analisis yang berbeda karena novel tersebut termasuk novel yang bagus dan berkualitas.

DAFTAR PUSTAKA

Amalia, Novita Rihi, 2010. Analisisn Gaya Bahasa dan Nilai-Nilai Pendidikan Novel Sang Pemimpi Karya Andrea Hirata. Skripsi tidak diterbitkan. Surakarta: Fakulatas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Aminuddin, 1991. Perwatakan dan Penokohan. Yogyakarta: Pustaka Widyatama.

Anggraini, Sonya. 2007. Wacana Kepahlawanan Amerika Serikat dalam Artikel Reader’s Digest. Skripsi tidak diterbitkan. Jakarta: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia.

Atminingsih, Ririh Yuli. 2008. Analisis Gaya Bahasa dan Nilai Pendidikan Novel Laskar Pelangi Karya Andrea Hirata. Skripsi tidak diterbitkan. Surakarta: Progaram Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UNS .

Azis, Siti Aida. 2012. Apresiasi dan Kajian Prosa Fiksi. Surabya: Bintang Badan Penelitian dan Pengembangan Pusat Kurikulum. 2010. Bahan

Pelatihan Penguatan Metodologi Pembelajaran Berdasarkan Nilai- Nilai Budaya untuk Membentuk Daya Saing dan Karakter Bangsa Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa.

Jakarta: Kemendiknas.

Badudu, J.S. 1984. Sari Kasusastraan 2. Bandung: Pustaka Prima.

Budianto, dkk. 2008. Membaca Sastra (Pengantar Memahami Sastra untuk Perguruan Tinggi). Yokyakarta:Indonesia Tera

Cellaneous, Brain. 2011. Ketangguhan. Diakses Sabtu, 1 Maret 2014.

Dalam http://duniainspirasi.wordpress.com.

Chrlesadewa. 2012. Teori Organisasi Umum 1 Putus Asa bukanlah Pilihan tetapi Berusaha adalah Pilihan. Diakses Sabtu, 1 Maret 2014.

Dalam http://charlesadewa7.wordpress.com.

Damono, Sapardi Djoko. 1978. Sosiologi Sastra Sebuah Pengantar Ringkas. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

Davonar, Agnes. 2011. Ayah, Mengapa Aku Berbeda?. Jakarta: Intibook Publisher.

Departemen Agama Republik Indonesia. 2007. Al-Qur’an Terjemahan Per- Kata. Jakarta: Yayasan Penyelenggara Penerjemah/Penafsir Al- Qur’an.

Elsadda, Hoda. 2010. “Arab Women Bloggers: The Emergence of Literary Counterpublics”. Diakses Sabtu 1 Maret 2014. Dalam Middle East Journal of Culture and Communication, Volume 3, Number 3, 2010, pp. 312-332(21). Amsterdam: Brill.

Endraswara, Suwardi. 2013. Metodologi Penelitian Sastra, Epistemologi, Model, Teori, dan Aplikasi. Yogyakarta: FBS Universitas Negeri Yogyakarta.

Fauziah, 2011. Alih Kode dan Campur Kode dalam Novel Ketika Cinta Bertasbih Karya Habiburrahman Elshirasy. Sebuah Tinjauan Sosiolinguistik. Tesis tidak diterbitkan. Makassar: Pascasarjana Bahasa Indonesia Universitas Negeri Makassar.

Hendy, Zaidan. 1993. Kasusastraan Indonesia Warisan yang Perlu Diwariskan 2. Bandung: Angkasa.

Hisnu P. Tantya. Winardi. 2008. Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SD/MI Kelas 4. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Holsti, Ole R. 1969. Content Analysis the Scince and Humanities. Manila:

Addisson – Wesley Publishing Company.

Horton, Paul B. dan Chester L. Hunt. 1999. Sosiologi. Edisi Keenam.

Jakarta: Erlangga.

Huki, Luci. 2014. Rela Berkorban. Diakses Sabtu 1 Maret 2014. Dalam http://manfaat-pengetahuan.blogspot.com.

Junus, Umar. 1989. Stilistik: Pendekatan, Teori, Metode, Teknik, dan Kiat.

Yogyakarta: Unit Penerbitan Asia Barat.

Kamaruddin. 2007. Analisis Nilai Moral Novel Tuhan Izinkan Aku Menjadi Pelacur. Skripsi Tidak diterbitkan. Makassar: Fakultas Keguruan dan Ilmun Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar.

Mahlani. 2010. Ketangguhan Pribadi dan Ketangguhan Sosial. Diakses Sabtu 1 Maret 2014 dalam http://mahlani.blogspot.comp.

Moleong, Lexy, J. 1990. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung:

Remaja Rosda Karya.

Munawar, Indra. 2010. Pengertian dan Ciri-Ciri Keberanian. Diakses Sabtu 1 Maret 2014 dalam http://indramunawar.blogspot.com.

Mutmainah, Isnaini. 2013. Nilai-nilai Pendidikan Karakter dalam Novel Sepatu Dahlan Karya Khrisna Pabichara dan Relevansinya dengan Pendidikan Akhlak di Madrasah Ibtidaiyah. Skripsi tidak diterbitkan. Yogyakarta: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Nasrah, Patta. 2003. Eksistensialisme dalam Novel Orang Aneh (The Stranger) Karya Albert Ramus. Tesis Tidak diterbitkan. Makassar:

Pascasarjana Bahasa Indonesia Universitas Negeri Makassar.

Nofia, Hani. 2013. Sikap Pantang Menyerah. Diakses Sabtu, 1 Maret 2014. Dalam http://haninofia.blogspot.com.

Nurgiyantoro, Burhan. 2010. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gaja Mada University Press.

Prdopo, Rachmat Djoko. 2001. Metodologi Penelitian Sastra. Yogyakarta:

Hanindita Graha Widya.

Rubino, Rubiyanto. 1999. Pendidkan Anak dalam Keluarga Miskin (Studi tentang Manifestasi Kasih Sayang Orang Tua kepada Anak dalam Keluarga Miskin di Dusun Yatkak Banyurejo Tempel Sleman).

Tesis. Universitas Negeri Yogyakarta.

Saidah, Siti. 2012. Religiusitas dalam Novel Persembahan Cinta dari Surga Karya Nurrahman Effendi. Tesis tidak diterbitkan.

Makassar: Pascasarjana Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Makassar.

Sawali, dkk. 2005. Bahasa dan Sastra Indonesia untuk SMP/MTs Kelas VIII. Yogyakarta: PT Citra Aji Parama.

Sayuti, Suminto. A. 2000. Berkenalan dengan Prosa Fiksi. Yogyakarta:

Gama Media.

Semi, M. Atar. 1993. Anatomi Sastra. Padang: Angkasa Raya.

Septiansyah, Gilang. 2013. Semangat Pantang Menyerah dan Ulet.

Diakses Sabtu, 1 Maret 2014. Dalam

http://gilangseptiansyah.blogspot.com.

Setiadi, Elly. M. 2006. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. Jakarta: Kencana.

Sjarkawi, 2007. Pembentukan Kepribadian Anak. Jakarta: Bumi Aksara.

Soekanto, Soerjono. 1983. Pribadi dan Masyarakat (Suatu Tujuan dan Sosiologis). Bandung: Alumni.

Sudjiman, Panutti. 1998. Bunga Rampai Stilistika. Jakarta: Pustaka Jaya.

Suhardiyanto, Harry. 2008. Kepahlawanan dan Kepemimpinan. Diakses Senin,27 Januari 2014 dalam http://akarfondation.wordpress.com.

Sulistyani. 2008. Penanaman Nilai Kepahlawan dalam Pembelajaran IPS Sekolah Dasar (SD) di Daerah Binaan (Dabin) IV Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan Semarang Timur. Tesis. Program Pascasarjana Universitas Negeri Semarang.

Sutopo, H.B. 2006. Metodologi Penelitian Kualitatif. Surakarta: Universitas Sebelas Maret

Suyitno, 1986. Sastra, Tata Nilai, dan Eksegesis. Yogyakarta: Anindita Syahriani, Alfi. 2012. Sastra dan Lakon Kepahlawanan. Diakses Kamis,

27 februari 2014 dalam

http://alfisyahriani.tumblr.com/pos/34149053980/

Tang, Muh. Rapi. 2008. Sastra dan Ilmu Sastra. Jakarta: Pustaka Jaya.

Tan, Wirawan. 2013. Biografi Agnes Davonar. Diakses Senin ,27 januari 2014 dalam www.wirawantan.blogspot.com.

Tarigan, Henry Guntur. 1995. Prinsip-Prinsip Dasar Sastra. Bandung:

Angkasa.

Thoha, Chabib. 1994. Kapita Selekta Pendidikan Islam. Yogyakarta:

Pustaka Pelajar.

Uzey. 2009. Macam-macam Nilai. Diakses Sabtu, 27 September 2014 dalam http://uzey.blogspot.com.

Wellek, Rene dan Austin Warren. 1989. Teori Kesusastraan. Terjemahan oleh Melani Budianta. Jakarta: PT Gramedia.

Wongso, Adrie. 2012. Kekuatan-Keberanian. Diakses Sabtu, 1 Maret 2014 dalam http://www.andriewongso.com.

www.agnesdavonar.net. Diakses Senin, 27 januari 2014.

www.KamusBahasaIndonesia.org. Diakses Senin, 27 Januari 2014.

www.thefreedictionary.com. Diakses Kamis, 20 februari 2014.

www.rumahbelajarpsikologi.com, Diakses Kamis, 20 februari 2014.

Yuliani, 2000. Teori Kesusastraan (Diindonesiakan oleh Melani Budianta dari Judul Asli Theory of Literature). Jakarta: Gramedia.

.

Suardi Tahir, lahir pada tanggal 10 Mei 1976 di Pinrang Sulawesi Selatan. Anak kedua dari lima bersaudara. Anak dari pasangan Muhammad Tahir dan Hj. Nadira.

Riwayat pendidikan lulus Sekolah Dasar 285 Pinrang tahun 1989, lulus Sekolah Menengah Pertama Muhammadiyah Pinrang tahun 1992, dan lulus Sekolah Menengah Atas Ittihadul Usrati Wal Jama’ah Pinrang tahun 1995. Kemudian pada tahun yang sama melanjutka studi pada Institut Agama Islam Negeri Ujung Pandang Fakultas Tarbiyah Jurusan Kependidikan Islam dan lulus pada tahun 1999. Kemudian pada tahun 2012 penulis melanjutkan studi Pascasarjana di Universitas Muhammadiyah Makassar Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.

Menikah dengan Hasnaini, S.Pd.I, M.A pada tanggal 4 Agustus 2010 dan dikaruniai seorang putra bernama Muhammad Huwaidi Suardi.

Sejak tahun 2000 telah mengabdikan diri mengajar di Sekolah Menengah Pertama Al-Ma’arif Pinrang sampai sekarang dan juga mengajar di Madrasah Tsanawiyah Negeri pinrang sejak tahun 2009 sampai sekarang.

Lampiran : 1

SINOPSIS

Judul Novel : Ayah, Mengapa Aku Berbeda Penulis : Agnes Davonar

Editor : Cepi Komara Penerbit : Intibook Publisher Tebal : 230 halaman Cetakan : 3 Desember 2011

Ayah, Mengapa Aku Berbeda?

Kisah ini berawal dari pasangan suami-istri yang kemudian dikaruniai seorang gadis cantik bernama Angel. Gadis ini luar biasa, membawa ketegaran khususnya ayah-ibunya sendiri. Akan tetapi ia terlahir dengan sebuah keterbatasan hingga membuatnya menjadi sosok yang dikagumi semua orang. Lahir prematur dan divonis menderita tunarungu. Meskipun ia terbilang berbeda dengan anak seusianya, namun dalam dirinya begitu banyak tersimpan anugerah yang mungkin tidak orang lain dapatkan. (Coba Anda bayangkan…seorang tunarungu mampu bermain piano dengan indahnya), sungguh hadiah luar biasa dari Tuhan yang dikaruniakan kepadanya. Sejak Angel dilahirkan hingga usianya sekarang, tidak pernah tahu wujud ibu yang telah melahirkannya, hanya foto senyum indah Ibunya yang tergambar disalah satu sudut kamarnya.

Ibunya meninggal ketika melahirkan Angel. Ia tinggal bersama Ayah dan Neneknya yang selalu menjaganya bagaikan permata ditengah-tengah keringnya karang.

Kini, Angel beranjak memasuki usia sekolah. Martin Ayahnya, mengajaknya untuk melihat sebuah sekolah. Namun ini berbeda, ya…sekolah luar biasa. Sekolah dimana Angel akan menjadi bagian didalamnya. Dengan hati yang tak kuasa menghadapinya, Ayah membawa Angel masuk. Meskipun sejak pertama melihat seluruh bagian depan sekolah Angel merasakan hal yang tidak biasa, namun Ayahnya tak pernah bosan memberikannya pengertian. Setelah melalui berbagai proses, akhirnya Angel resmi dan mengarungi pendidikannya di sekolah itu. Beberapa tahap berhasil diembannya, Guru disekolahnya pun heran dibuatnya. Kemampuannya jauh lebih berkembang dibandingkan anak- anak lainnya, hingga setara dengan kemampuan anak-anak normal diluar sana. Bahkan meraih predikat nilai terbaik dikelasnya.

Semuanya…senang mendengarnya, Gurunya menyarankan Ayah Angel untuk mencoba berpikir memindahkan Angel ke sekolah biasa pada umumnya.

Tentunya dengan saran tersebut membuat Martin, Ayahnya berpikir ulang untuk benar-benar mendengarkan saran guru tersebut. Tapi berpindahnya Angel bisa terbilang membuat Ayah dan Neneknya khawatir, ada ketakutan jika Angel tidak bisa beradaptasi bahkan tidak diterima dilingkungan sekolah barunya. Seiiring berjalannya waktu sejauh

Ia berada ditempat itu, gadis luar biasa ini bisa membuktikan kepada Ayah dan Neneknya kalau Ia mampu menghadapi segala kemungkinan yang bagi orang lain tidak mungkin Ia lakukan. (Anda semua tentunya bertanya- tanya, gimana caranya Angel berkomunikasi kan?…) ya, Angel memiliki seorang Nenek sekaligus Ibu ke-2 yang cerdas. Sebelumnya, Neneknya telah menyiapkan note kecil yang disisipkan dengan pena diatasnya dan ada tali yang menggantung, sehingga kemana pun Angel pergi, Ia bisa membawanya. Dengan begitu, Angel bisa menuliskan segala yang Ia perlukan disana, dan komunikasi dengan temannya.

Pelajaran yang berharga juga bisa kita temukan dalam novel ini.

Tidak sedikit yang merasa aneh ketika Angel menghabiskan separuh waktunya di sekolah itu. Hanya ada Hendra, sahabat yang selalu setia menemani hari-hari penuh cerita seorang Angel. (gimana kalau kalian yang ada di posisi Angel? Sedih bukan?…hanya ada satu teman, dari ribuan teman yang mau menemani). Antara harus senang atau sedih yang selalu Angel rasakan ketika menginjakkan kaki di sekolahnya itu. Anges, dia lah perubah senyum manis Angel menjadi butiran air mata. Hanya karena keterbatasan, Agnes dengan sinisnya selalu saja membuat Angel tersiksa. Dihina, dicaci, dilukai baik secara fisik maupun psikisnya.

(mungkin kalau kita tentunya tidak akan tahan, kemudian cepat-cepat berpikir untuk pergi dari sekolah itu). Tapi, Angel tidak loh…Ia tetap bertahan, kuat, tegar, dan berani menghadapinya. Sampai-sampai membuat lawannya itu terheran-heran bahkan bisa mengalahkan

kemampuan Agnes baik dalam pelajaran maupun musik. Piano…ya, itulah alat musik dengan dentingan yang indah saat tutsnya dimainkan oleh seorang Angel. Berkat kemampuannya itu, Ia bisa bergabung dalam klub musik yang dipimpin oleh Bu Katrina.

Usai jam pelajaran selesai, Angel dan teman-temannya selalu menyisihkan waktu untuk berlatih piano diruang musik tentunya dengan arahan Bu Katrina. Kendalanya bukan karena Ia tidak bisa mendengar, tapi hadirnya Agnes dan teman-temannya. Setiap latihan selalu saja ada tingkah laku Agnes yang membuat kesabaran Angel teruji. Alasan berlatih adalah karena diumumkannya konser untuk tim musik sekolah ini oleh Ibu Katrina. Singkat cerita, tiba-tiba tanpa diketahui oleh Angel, Ayahnya jatuh pingsan dan harus dilarikan ke rumah sakit oleh pembatunya dirumah.

Jantung, itulah sakit yang diderita oleh Ayah Angel, dan itu sudah pasti membuatnya sedih. Meskipun Agnes telah melarangnya ikut serta dalam konser itu, namun Angel tidak memperdulikannya. Ia telah berjanji kepada Ayahnya, kalau Ia akan menampilkan yang terbaik untuk Ayahnya.

Hari konser pun tiba, Agnes dan teman-temannya ternyata telah mempersiapkan hal buruk untuk Angel. Dibelakang panggung tepatnya didalam sebuah kotak, ada rambut palsu dan baju compang camping bahkan robek dibeberapa bagiannya. Mereka menyuruh Angel untuk memakainya di atas panggung. Tanpa ada pilihan lain Ia tetap harus memakainya, karena kalau tidak Ia tidak diizinkan untuk tampil oleh mereka. Angel memang anak yang berhati mulia, demi janjinya dan untuk

membuat Ayahnya bangga, Ia melakukan semua yang Agnes perintahkan dengan air mata yang jatuh dipipinya. Mereka berpikir Angel akan ditertawakan oleh semua orang yang menyaksikan konser itu, tapi ternyata salah. Memang sih awalnya ketika Angel berdiri dihadapan orang banyak, mereka semua terlihat heran. Tapi setelah tuts piano Ia mainkan, semua nampak hening. Hingga berakhir pada tepuk tangan meriah dari seluruh penonton yang menyaksikannya.

Ayah Angel menyaksikan putrinya dengan bangga menangis bahagia anaknya benar-benar menepati janji untuk tampil luar biasa dihadapan semua orang yang mungkin memandangnya sebelah mata.

Angel langsung berlari menuruni panggung dan menuju tempat Ayahnya.

Tak tersadar air matanya pun mengalir saat memeluk erat Ayahnya.

Semua yang telah Ayahnya ajarkan kepadanya, kini Angel mengerti

“Mengapa Ia berbeda dengan yang lainnya”.Angel percaya mereka yang terlahir dengan kekurangan sepertinya di dunia ini adalah mereka yang bahagia karena keterbatasannya.

Lampiran: 2

Biodata Penulis

Nama Pena : Agnes Davonar

Nama lengkap : 1. Agnes Li

2. Teddy Li

Tempat/tgl lahir :1. Jakarta, 8 Okteber 1986

2. Jakarta, 7 Agustus 1989

Agnes Davonar adalah sebuah fenomenal dalah dunia sastra Indonesia. Ia memulai kariernya sebagai penulis amatir di sebuah blog.

Kemudian dengan cepat berkembang menjadi penulis yang mau belajar hingga melahirkan lima novel online dan 140 cerita pendek yang begitu melekat bagi semua pembaca situs pribadinya. Tak heran bila sebuah kutipan dari sebuah portal informasi detik.com mengatakan “bahwa tidak sulit untuk mencari karya dari seorang Agnes Davonar ”. Keunikan sendiri terdapat dalam nama Agnes Davonar. Agnes berasal dari namanya sedangkan Davonar diambil nama dari adiknya Teddy. Jadi mereka adalah dua saudara yang bersatu dalam sebuah karya.

Agnes lahir di Jakarta 8 oktober 1986, sedangkan Davonar lahir di Jakarta, 7 Agustus 1989. Mereka adalah Dua saudara yang besar dalam

lingkungan seni. Mereka berdua membentuk sebuah blog dengan situs www.agnesdavonar.net. Agnes tinggal di luar negeri dan Davonar

berkuliah di Universitas Tarumanegara. Sampai saat ini sejumlah prestasi telah ditorehkan dalam perjalanan kariel mereka sebagai blogger sebagai berikut:

1. The best asian pasifik sony ericsson blogger 2010 2. The finalist microsoft bloggership 2010

3. The most influental blogger Indonesia bubu award 2009 4. The best writer pesta blogger 2009

5. The best dsfl ford writing contest 2009 6. Finalist writing jawaban 2009.

7. The most inspirating olitopone detik.com 2009 8. Kapanlagi blogger award 2009.

Agnes Davonar juga telah melahirkan 8 novel yang telah menjadi best seller. Adapun novel yang dimaksud sebagai berikut:

1. Misteri Kematian Gaby dan Lagunya ” 2008) 2. Surat kecil untuk Tuhan 2008

3. Sahabat : tentang Cinta, Kisah Sejati dan Tragedy Kehidupan 2009.

4. Denny Sumargo Biografy 2009 5. My Blackberry Girlfriend 2010 6. My last love 2010.

Dokumen terkait