BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
C. Pembahasan
Tabel 4.7 Model Summaryb
Model R R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1 .366a .134 .100 .235789
a. Predictors: (Constant), INFLASI, SIZE, DER, ROA b. Dependent Variable: UNDERPRICING
Berdasarkan hasil perhitungan pada tabel 4.6 nilai koefisien dterminasi sebesar 0.134 artinya variabilitas dari variabel dependen dijelaskan oleh variabel independen sebesar 13.4%. Sedangkan sisanya sebesar 86.6%, dijelaskan oleh variabel lainnya yang tidak diteliti atau tidak masuk dalam model regresi.
perusahaan dengan tujuan untuk menghasilkan laba dengan memanfaatkan aset yang dimilikinya.
Tingkat profitabilitas perusahaan menunjukkan semakin tinggi laba yang diperoleh perusahaa. Oleh karena itu besarnya Rasio Return on Asset maka semakin tinggi pula harga saham dinilai investor. Jika perusahaan memiliki informasi tentang nilai sekarang dan aliran kas masa depan yang lebih baik kepada investor, underpricing akan menjadi sarana untuk myakinkan calon investor tentang nilai perusahaan. Dalam signaling theory, asmetri informasi yang terjadi antar emiten, penjamin emisi, dan antar investor, dapat diminimalisir dengan terbitnya prospektus dari perusahaan (Bini, dkk 2011). Apabila profitabilitas perusahaan suatu perusahaan bernilai tinggi maka akan mengurangi resiko ketidakpastian bagi investor. Penggunaan profitabilitas mencerminkan keyakinan manajemen tentang kemampuan perusahaan dalam memperoleh keuntungan di masa mendatang. Hasil penelitian ini tidak sesuai dengan penelitian yang dilakukan Astuti (2017), Ramadana (2018), Saputra dan Sitinjak (2018) bahwa Return On Asset berpengaruh negatif terhadap Underpricing.
Namun hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Thoriq, dkk (2018), Mega dan Virany (2015) Bahwa Return on Asset berpengaruh positif dan signifikan terhadap Underpricing. Maka dapat disimpulkan bahwa Return on Asset (ROA) menjadi faktor yang dapat mempengaruhi underpricing saham.
2. Pengaruh Debt to Equity Ratio (DER) terhadap Underpricing
Berdasarkan hasil uji statistik diperoleh hasil Debt to Equity Ratio berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga Initial Public Offering. Hal ini
terjadi karena didapatkan nilai koefisien 0.172 dengan nilai signifikan 0.005, di mana nilai signifikan berada pada level 1%, maka dapat dikatakan bahwa hipotesis dari variabel Debt to Equity Ratio (DER) yang menyatakan Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh positif terhadap underpricing saham pada perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) diterima. Dari analisis ini dapat diketahui bahwa nilai Debt to Equity Ratio menunjukkan nilai hutang suatu perusahaan, semakin tinggi nilai DER maka investor akan mengalami keraguan dalam berinvestasi terhadap perusahaan karna memikirkan akan membayar hutang tersebut dikemudian hari. Sehingga pada saat IPO saham perdana penentuan harga perusahaan lebih susah yang akhirnya harga saham perdana mengalami underpricing.
Hal ini dapat dibuktikan dari hasil pengolahan data pada periode 2017 – 2019, data yang diperoleh menunjukkan bahwa DER mengalami kenaikan pada periode tersebut dan terdapat peningkatan pada tingkat underpricing. Dari pernyataan tersebut nilai DER yang tinggi tidaklah baik, karena akan membuat investor berfikir ulang dalam berinvestasi. Dalam signaling theory, selain menjadi indikator kepercayaan pasar, penggunaan kewajiban financial mencerminkan keyakinan perusahaan tentang kemampuan perusahaan dalam memperoleh aliran kas yang cukup di masa mendatang lebih besar daripada kewajibannya.
Artinya, peningkatan kewajiban financial memberikan sinyal positif bahwa untuk mendapatkan keuntungan di masa datang lebih tinggi daripada ketidakpastian atau resiko yang dihadapi perusahaan. Hasil penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Thoriq, dkk. (2018). Menunjukkan bahwa DER memiliki pengaruh terhadap tingkat underpricing.
3. Pengaruh Ukuran perusahaan terhadap Underpricing
Berdasarkan hasil uji statistik diperoleh hasil Ukuran perusahaan berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap harga Initial Public Offering. Hal ini terjadi karena didapatkan nilai koefisien 0.264 dengan nilai signifikan 0.068, di mana nilai signifikan berada pada level 10% maka dapat dikatakan bahwa hipotesis dari variabel Ukuran perusahaan yang menyatakan Ukuran perusahaan berpengaruh positif dengan signifikan sebesar 6.8% terhadap underpricing saham pada perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) ditolak.
Perusahaan yang memiliki aktiva yang lebih besar akan mengurangi ketidakpastian di masa depan yang berarti dapat membantu investor untuk memprediksi risiko jika melakukan investasi di perusahaan tersebut. Hal ini membuktikan bahwa ukuran perusahaan akan menentukan tingkat kepercayaan investor. Kepercayaan investor yang tinggi dapat meningkatkan volume pembelian saham yang akan mengakibatkan naiknya harga saham atau tingginya initial return. Menurut signaling theory bahwa perusahaan yang memiliki skala aset yang besar maka akan mengurangi ketidakpastian dimasa depan yang berarti dapat membantu investor untuk memprediksi tinkgat resiko jika melakukan investasi pada perusahaan tersebut. Hali ini menjadi daya tarik investor dalam berinvestasi. Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan Saputra and Suaryana (2016), Rabiqy & Yusnaidi (2017), Jayanarendra and Wiagustini (2019) yang mengatakan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap underpricing. Namun Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian Nuryasinta dan Haryanto (2017) Bahwa Ukuran perusahaan memiliki pengaruh
positif dan signifikan terhadap underpricing. Maka dapat disimpulkan bahwa Ukuran perusahaan berpengaruh terhadap underpricing.
4. Pengaruh Inflasi terhadap Underpricing
Berdasarkan hasil uji statistik diperoleh hasil Inflasi berpengaruh positif terhadap harga Initial Public Offering. Hal ini terjadi karena didapatkan nilai koefisien 0.161 dengan nilai signifikan 9.5%, di mana nilai signifikan berada pada level 10% maka dapat dikatakan bahwa hipotesis dari variabel Inflasi yang menyatakan Inflasi berpengaruh positif dengan signifikan sebesar 9.5% terhadap underpricing saham pada perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) diterima.
Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat inflasi suatu negara pada tahun perusahaan saat melakukan IPO, maka risiko terjadi underpricing akan semakin tinggi. Hal ini karena, pada saat inflasi tinggi, risiko tidak terjualnya saham perdana semakin tinggi, karena rendahnya minat investor untuk berinvestasi. Sebagai pihak penjamin emisi, underwriter cenderung menghindari besarnya risiko yang ditanggung pada saat inflasi tinggi, dengan menetapkan harga saham perdana yang rendah. Berarti, semakin tinggi tingkat inflasi pada suatu negara, maka semakin rendah harga saham perdana yang ditetapkan.
Dalam teori asimetri bahwa informasi didasarkan pada ketersediaan informasi harga atau nilai dari sekuritas mencerminkan semua informasi dan informasi tersebut dapat diperoleh secara terbuka dan cepat tanpa ada hambatan yang khusus. Kenaikan laju inflasi akan meningkatkan harga barang dan jasa, yang akan meningkatkan biaya modal perusahaan sehingga akan berpengaruh
terhadap harga saham. Ketika inflasi tinggi, harga barang akan naik, sehingga biaya yang dikeluarkan perusahaan juga akan besar dan itu berdampak pada laba yang diperoleh perusahaan. Dengan begitu, emiten akan cenderung menekan harga saham ketika IPO. Demikian dengan investor, sebagian besar masyarakat akan mengurangi kegiatan investasinya karena faktor kenaikan harga barang konsumsi. Kenaikan laju inflasi yang tidak terantisipasi akan meningkatkan harga barang dan jasa sehingga konsumsi akan menurun, selain itu kenaikan harga faktor produksi juga akan meningkatkan biaya modal perusahaan sehingga laju inflasi yang tidak terkendali akan menurunkan nilai dari perusahaan termasuk laba perusahaan. Turunnya laba perusahaan akan menurunkan minat investor untuk membeli saham pada saat IPO. Oleh karena itu, kenaikan inflasi akan menurunkan harga saham sehingga berpengaruh terhadap tingginya underpricing (Samsul, 2006). Jadi, secara teori tingginya inflasi akan menurunkan tingkat underpricing saham perusahaan yang melakukan penawaran saham perdana. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Thoriq, dkk (2018), Saifudin and Rahmawati, (2017), Haymans, dkk, (2019) yang menyatakan bahwa Inflasi berpengaruh positif terhadap underpricing.
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
Penelitian ini menguji pengaruh Return on Asset (ROA), Debt to Equity Ratio (DER), Ukuran Perusahaan (Size) dan Inflasi terhadap underpricing saham pada perusahaan go public yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2017 – 2019. Berdasarkan hasil pengujian terhadap variabel penelitian tersebut dapat diambil kesimpulan :
1. Return On Asset (ROA) berpengaruh positif terhadap underpricing. Hal ini terjadi karena didapatkan nilai koefisien 0.92 dan nilai signifikan sebesar 0.47. Dalam penelitian ini menunjukkan bahwa profitabilitas yang rendah akan memberikan pengaruh positif terhadap underpricing. Hal ini dapat dikatakan bahwa besar nilai profitabilitas maka makin baik karna dianggap kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba, return on aset pada perusahaan telah menunjukkan kemampuan perusahaan menghasilkan laba yang baik, hal tersebut dikarenakan pengolahan aset yang dimilikinya optimal serta laba bersih yang rendah
2. Debt to Equity Ratio berpengaruh positif dan signifikan terhadap underpricing. Hal ini terjadi karena didapatkan nilai koefisien 0.172 dengan nilai signifikan 0.005. Nilai Debt to Equity Ratio menunjukkan nilai hutang suatu perusahaan, semakin tinggi nilai DER maka investor akan mengalami keraguan dalam berinvestasi terhadap perusahaan karna memikirkan akan membayar hutang tersebut dikemudian hari. Sehingga pada saat IPO saham
56
perdana penentuan harga perusahaan lebih susah yang akhirnya harga saham perdana mengalami underpricing.
3. Ukuran perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap underpricing. Hal ini terjadi karena didapatkan nilai koefisien 0.264 dengan nilai signifikan 0.068. Perusahaan yang memiliki aktiva yang lebih besar akan mengurangi ketidakpastian di masa depan yang berarti dapat membantu investor untuk memprediksi risiko jika melakukan investasi di perusahaan tersebut. Hal ini membuktikan bahwa ukuran perusahaan akan menentukan tingkat kepercayaan investor.
4. Inflasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap underpricing. Hal ini terjadi karena didapatkan nilai koefisien 0.161 dengan nilai signifikan 9.5%.
Semakin tinggi tingkat inflasi suatu negara pada tahun perusahaan saat melakukan IPO, maka risiko terjadi underpricing akan semakin tinggi. Hal ini karena, pada saat inflasi tinggi, risiko tidak terjualnya saham perdana semakin tinggi, karena rendahnya minat investor untuk berinvestasi. Sebagai pihak penjamin emisi, underwriter cenderung menghindari besarnya risiko yang ditanggung pada saat inflasi tinggi, dengan menetapkan harga saham perdana yang rendah.
B. Keterbatasan Penelitian
Penelitian ini memiliki keterbatasan antara lain sebagai berikut :
1. Variabel-variabel independen yang digunakan hanya Variabel Keuangan saja sedangkan masih ada variabel – variabel independen lain yang masih bisa digunakan sebagai penelitian.
2. Penelitian ini hanya dilakukan pada perusahaan yang sahamnya mengalami underpricing pada saat melakukan Initial Public Offering yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2017 – 2019
C. Saran
1. Untuk penelitian selanjutnya dapat mencoba menggunakan variabel – variabel keuangan dan Non Keuangan lainnya yang ada dalam prospektus yang kemungkinan mempengaruh underpricing. Misalnya : ROI, ROE, TATO, dan variabel variabel yang mencerminkan kondisi ekonomi makro, misalnya : tingkat suku bunga bank, Indeks Harga Saham Gabungan, kurs mata uang dan sebagainya serta variabel non keuangan seperti Persentase Saham, Waktu IPO, CSR.
2. Untuk penelitian selanjutnya sebaiknya dilakukan juga penelitian terhadap harga saham yang mengalami overpricing pada saat penawaran saham perdana.
DAFTAR PUSTAKA
Aini, S. N. (2013). Shoviyah Nur Aini; Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Underpricing ... 1.
Beatty, & Randolph P. (1989). Auditor Reputation And The Pricing Of Initial Public Offering.
Bei, I. P. O. D. I. (2013). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Underpricing Saham Saat Ipo Di Bei. Accounting Analysis Journal, 2(4), 386–394. Https://Doi.Org/10.15294/Aaj.V2i4.2882
Elviani, S., Simbolon, R., & Dewi, S. P. (2019). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Harga Saham Perusahaan Telekomunikasi. Jurnal Riset Akuntansi Multiparadigma, 6(1), 29–39.
Ghozali I., & Mansur, M A. 2002. “Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Underpricing Di Bursa Efek Jakarta”. Jurnal Bisnis Dan Akuntansi,Vol 4 No.1 74-88.
Handayani, S. R. (2008). PENAWARAN UMUM PERDANA ( Studi Kasus Pada Perusahaan Keuangan Yang Go Publik Di Bursa Efek Jakarta Tahun 2000- 2006 ) Tesis. Skripsi Undip Semarang, 103–118.
Haymans Manurung, A., & Cardo Manurung, J. (2019). Article ID:
IJCIET_10_03_170 Cite This Article: Adler Haymans Manurung And Jenry Cardo Manurung, Underpricing: Macroeconomic Variables. International Journal Of Civil Engineering And Technology (IJCIET), 10(3), 1739–1745.
Http://Www.Iaeme.Com/IJCIET/Index.Asp1739http://Www.Iaeme.Com/Ijciet/
Issues.Asp?Jtype=IJCIET&Vtype=10&Itype=03http://Www.Iaeme.Com/IJCI ET/Issues.Asp?Jtype=IJCIET&Vtype=10&Itype=03
Herawati, (Aty), Achsani, (Noer), Hartoyo, (Sri), & Sembel, (Roy). (2016). Model Penetapan Harga Ipo Berdasarkan Valuation. MIX: Jurnal Ilmiah Manajemen, 6(3), 154333. Https://Doi.Org/10.22441/Jurnal_Mix
Ifonie, R.R. (2012) “Pengaruh Asimetri Informasi Dan Manajemen Laba Terhadap Cost Of Equity Capital Pada Perusahaan Real Estate Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia”, Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi Universitas Kristen Widya Mandala Surabaya Vol 1 No. 1 , H. 103-104 Imawati, & Adnyana, I. M. (2017). Pengaruh Faktor-Faktor Mikro Dan
Makroekonomi Terhadap Tingkat Underpricing Pada Saat Inital Public Offering (IPO). Jurnal Ilmu Manajemen, 13(2), 72–86.
59 37
Initial Return (Underpricing) Pada Perusahaan IPO Faktor Keuangan Dan Non Keuangan.Pdf. (N.D.).
Iryma Maygista, T., Indah Mustikowati, R., & Mardiana Firdaus, R. (2020).
Pengaruh Umur Perusahaan, Inflasi, Dan Suku Bunga Terhadap Underpricing (Pada Perusahaan Property Dan Real Estate Yang Melakukan Ipo Di Bursa Efek Indonesia Periode 2012 - 2019). Jurnal Riset Mahasiswa Manajemen, 6(1), 1–4. Https://Doi.Org/10.21067/Jrmm.V6i1.4468
Kim, Krinsky, & Lee. (1995). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Underpricing Pada Penawaran Umum Perdana (Studi Kasus Pada Perusahaan Keuangan Yang Go Publik Di Bursa Efek. Ekonomi Dan Bisnis, 14, 2.
Kristiantari, I D. A.. 2013. Analisis Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Underpricing Saham Pada Penawaran Perdana Di Bursa Efek Indonesia.
Jurnal Ilmiah Akuntansi Dan Humanika, 2(2), Pp: 785-811.
Kurniawati, A. D. C. (2015). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Underpricing Pada Perusahaan Go Public Yang Malakukan IPO Di Bursa Efek Indonesia.
Manurung, A. H. (2012). Teori IPO.
Http://Www.Finansialbisnis.Com/Data2/Riset/Teori IPO.Pdf
Martalena, & Malinda Maya. (2019). Pengantar Pasar Modal (1st Ed.). Andi.
Mempengaruhi, F. Y., & Saham, U. (2019). Perdana Pada Perusahaan Yang Melakukan Initial Public. I(1).
Muditomo, A., & Broto, A. S. (2021). IPO Performance Prediction During Covid- 19 Pandemic In Indonesia Using Decision Tree Algorithm. Jurnal Keuangan Dan Perbankan, 25(1), 132–143. Https://Doi.Org/10.26905/Jkdp.V25i1.5137 Purwanti. (2017). Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Underpricing
Perusahaan Manufaktur Di Bursa Efek Indonesiaperiode 1996-2015. 2(1), 73–93.
Puspita, T. (2011). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Underpricing Saham Pada Saat Initial Public Offering (IPO) Di Bursa Efek Indonesia Periode 2005-2009. Skripsi Yang Dipublikasikan, 1–64.
Putu, N., Diasih, P., Wahyuni, M. A., & Herawati, N. T. (2017). Menguji Informasi Prospektus Dan Kondisi Ekonomi Makro Terhadap Lebih Tingginya Penawaran Investor Pada Saham Emiten. Universitas Pendidikan Ganesha, 8(2).
Rachmadhanto, D. T. (2015). Analisis Pengaruh Faktor Fundamental Perusahaan Dan Kondisi Ekonomi Makro Terhadap Tingkat Underpricing Saat Penawaran Umum Perdana (Studi Empiris Pada Perusahaan Go Publik Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2008-2011).
Diponegoro Journal Of Accounting, 0(0), 1–12.
Risqi, I. A., & Harto, P. (2013). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Underpricing Ketika Initial Public Offering ( Ipo ) Di Bursa Efek Indonesia. 2, 1–7.
Saham, U., & Bei, D. I. (2021). Analisis Prospektus Informasi Dan Inflasi Terhadap Underpricing Saham Di Bei. 2(2), 1199–1215.
Sari, A. M., Isynuwardhana, D., Telkom, U., Perusahaan, U., Perusahaan, U., Offering, I. P., Underwriter, R., Perusahaan, U., & Perusahaan, U. (2015).
Analisis Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Underpricing Pada Saat Initial Public Offering ( Ipo ) Di Bursa Efek Indonesia Periode 2010- 2014 Analysis Of Factor Affecting The Underpricing Level During Initial Public Offering ( Ipo ) Listed On Indones. 2(2), 1589–1595.
Share, E. P., Share, E. P., & Share, E. P. (2020). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Underpricing Pada Perusahaan Yang Melakukan Initial Public Offering Ika Neni Kristanti Abstrak. 8(2).
Sugiyono. Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods). Bandung: Alfabeta, 2004.
Tingkat, M., & Saham, U. (2015). Gunawan Dan Viriany: Factor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Underpricing Saham…. XX(02), 174–192.
Yolana, Chastina Dan Dwi Martani. 2005. “Variabelvariabel Yang Mempengaruhi Fenomena Underpricing Pada Penawaran Saham Perdana Di BEJ Tahun 1994-2001”. Seminar Nasional Akuntansi VIII Solo.
Yuliani., Wahyuni, D., &Bakar, SW. (2019). The Influence Of Financial And Non- Financial Information To Underpricing Of Stock Prices In Companies That Conduct Initial Public Offering. Ekspektra: Jurnal Bisnis Dan Manajemen, 3 (2549-3604), 39-51
LAMPIRAN
62
Lampiran 1
Surat Keterangan Meneliti
Lampiran 2
Data Perusahaan yang melakukan Initial Public Offering 2017 - 2019
` Tanggal IPO
Kode
Emiten Nama Emiten
Harga Ipo
Harga Penutupan 1 16/03/2017 PORT Nusantara Pelabuhan Handal Tbk.PT
535 575
2 28/04/2017 FORZ Forza Land Indonesia Tbk PT
220 330
3 10/05/2017 CSIS Cahayasakti Investindo sukses Tbk., PT
300 450
4 16/05/2017 TGRA Terregra Asia Energy Tbk.,PT
200 340
5 08/06/2017 KPAL PT Steadfast Marine Tbk 115 195
6 12/06/2017 FIRE Alfa Energi Investama Tbk., PT
500 935
7 19/06/2017 KMTR Kirana Metara Tbk., PT
458 800
8 21/06/2017 WOOD Integra Indocabinet Tbk., PT
260 276
9 21/06/2017 HRTA Hartadinata Abadi Tbk., PT
300 336
10 21/06/2017 MAPB MAP Boga Adiperkasa Tbk., PT
1.680 3150
11 05/07/2017 MPOW Megapower Makmur Tbk.,
200 424
12 07/08/2017 NASA Ayana Land International Tbk., PT
103 236
13 05/10/2017 KIOS Kioson Komersial Indonesia Tbk.
300 450
14 11/10/2017 MTWI Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk.
100 170
15 01/11/2017 MCAS M Cash Integrasi Tbk
1.385 2070
16 13/12/2017 DWGL Dwi Guna Laksana Tbk
150 254
17 18/12/2017 JMAS Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi Tbk
140 238
18 19/12/2017 CAMP Campina Ice Cream Industry Tbk.
330 474,9
19 29/12/2017 PCAR Prima Cakrawala Abadi Tbk
150 254
20 16/01/2018 LCKM PT LCK Global Kedaton Tbk 208 309
21 15/02/2018 BOSS PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk. 400 600
22 27/03/2018 HELI PT Jaya Trishindo Tbk 110 252
23 06/04/2018 INPS PT Indah Prakasa Sentosa Tbk. 276 414
24 09/04/2018 GHON PT Gihon Telekomunikasi Indonesia Tbk 1170 1676
25 27/04/2018 DFAM PT Dafam Property Indonesia Tbk 115 326
26 02/05/2018 NICK PT Charnic Capital Tbk. 200 340
27 08/05/2018 BTPS PT Bank BTPN Syariah Tbk. 975 1414
28 09/05/2018 BRIS PT Bank Syariah Indonesia Tbk 510 543
29 15/05/2018 PRIM PT Royal Prima Tbk. 500 860
30 23/05/2018 TRUK PT Guna Timur Raya Tbk. 230 430
No Tanggal IPO
Kode
Emiten Nama Emiten
Harga Ipo
Harga Penutupan
31 08/06/2018 SWAT PT Sriwahana Adityakarta Tbk. 160 340
32 28/06/2018 TNCA PT Trimuda Nuansa Citra Tbk. 150 254
33 05/07/2018 MAPA PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk. 2100 3150
34 06/07/2018 TCPI PT Transcoal Pacific Tbk. 138 233
35 09/07/2018 BPTR PT Batavia Prosperindo Trans Tbk. 100 170
36 09/07/2018 RISE PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk. 163 276
37 11/07/2018 POLL PT Pollux Properti Indonesia Tbk. 615 920
38 12/07/2018 MGRO PT Mahkota Group Tbk. 225 335
39 12/07/2018 NFCX PT NFC Indonesia Tbk 1850 2770
40 07/08/2018 FILM PT MD Pictures Tbk. 210 304
41 23/08/2018 LAND PT Trimitra Propertindo Tbk. 390 585
42 30/08/2018 MOLI PT Madusari Murni Indah Tbk. 580 1066
43 08/09/2018 PANI PT Pratama Abadi Nusa Industri Tbk. 108 183
44 28/09/2018 CITY PT Natura City Developments Tbk. 120 254
45 03/10/2018 SAPX PT Satria Antaran Prima Tbk. 250 367
46 05/10/2018 SURE PT Super Energy Tbk. 155 262
47 05/10/2018 KPAS PT Cottonindo Ariesta Tbk. 168 284
48 09/10/2018 HKMU PT HK Metals Utama Tbk 230 344
49 09/10/2018 MPRO PT Maha Properti Indonesia Tbk. 110 252
50 10/10/2018 DUCK PT Jaya Bersama Indo Tbk. 505 755
51 11/10/2018 SKRN PT Superkrane Mitra Utama Tbk 700 879
52 29/10/2018 YELO PT Yelooo Integra Datanet Tbk. 375 560
53 05/11/2018 SATU PT Kota Satu Properti Tbk. 117 198
54 06/11/2018 SOSS PT Shield On Service Tbk. 275 414
55 11/11/2018 DEAL PT Dewata Freightinternational Tbk. 150 254
56 16/11/2018 POLA PT Pool Advista Finance Tbk. 135 228
57 28/11/2018 LUCK PT Sentral Mitra Informatika Tbk. 285 421
58 10/12/2018 SOTS PT Satria Mega Kencana Tbk. 165 350
59 10/12/2018 URBN PT Urban Jakarta Propertindo Tbk. 1200 1800
60 12/12/2018 ZONE PT Mega Perintis Tbk. 298 555
61 26/12/2018 PEHA PT Phapros Tbk 1198 1581
62 08/01/2019 FOOD PT Sentra Food Indonesia Tbk. 135 228
63 10/01/2019 BEEF PT Estika Tata Tiara Tbk. 340 388
64 10/01/2019 POLI PT Pollux Investasi Internasional Tbk. 1635 2450
65 18/01/2019 NATO PT Surya Permata Andalan Tbk 103 175
66 18/01/2019 CLAY PT Citra Putra Realty Tbk 180 306
67 21/02/2019 JAYA PT Armada Berjaya Trans Tbk. 288 418
68 20/03/2019 COCO PT Wahana Interfood Nusantara Tbk. 198 336
69 10/04/2019 MTPS PT Meta Epsi Tbk. 320 480
70 11/04/2019 CPRI PT Capri Nusa Satu Properti Tbk. 125 198
No Tanggal IPO
Kode
Emiten Nama Emiten
Harga Ipo
Harga Penutupan
71 12/04/2019 HRME PT Menteng Heritage Realty Tbk. 105 178
72 16/05/2019 JAST PT Jasnita Telekomindo Tbk. 246 368
73 11/06/2019 FITT PT Hotel Fitra International Tbk 102 173
74 17/06/2019 BOLA PT Bali Bintang Sejahtera Tbk. 175 296
75 19/06/2019 SFAN PT Surya Fajar Capital Tbk 188 396
76 26/06/2019 POLU PT Golden Flower Tbk. 288 432
77 01/07/2019 KJEN PT Krida Jaringan Nusantara Tbk. 202 302
78 04/07/2019 KAYU PT Darmi Bersaudara Tbk. 150 254
79 04/07/2019 ITIC PT Indonesian Tobacco Tbk. 219 330
80 05/07/2019 PAMG PT Bima Sakti Pertiwi Tbk 100 170
81 08/07/2019 BLUE PT Berkah Prima Perkasa Tbk 130 205
82 09/07/2019 FUJI PT Fuji Finance Indonesia Tbk. 110 187
83 09/07/2019 KOTA PT DMS Propertindo Tbk. 200 340
84 10/07/2019 INOV PT Inocycle Technology Group Tbk. 250 362
85 10/07/2019 ARKA PT Arkha Jayanti Persada Tbk. 236 354
86 11/07/2019 SMKL PT Satyamitra Kemas Lestari Tbk 193 243
87 12/07/2019 HDIT PT Hensel Davest Indonesia Tbk 525 785
88 17/09/2019 TFAS PT Telefast Indonesia Tbk. 180 278
89 23/09/2019 OPMS PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk. 135 228
90 25/09/2019 NZIA PT Nusantara Almazia, Tbk. 220 327
91 07/10/2019 SLIS PT Gaya Abadi Sempurna Tbk 115 194
92 09/10/2019 PURE PT Trinitan Metals and Minerals Tbk 300 450
93 15/10/2019 IRRA PT Itama Ranoraya Tbk. 374 549
94 21/10/2019 DMMX PT Digital Mediatama Maxima Tbk 230 268
95 08/11/2019 WOWS PT Ginting Jaya Energi Tbk 450 460
96 08/11/2019 SINI PT Singaraja Putra Tbk. 108 183
97 12/11/2019 PSGO PT Palma Serasih Tbk. 105 178
98 14/11/2019 ESIP PT Sinergi Inti Plastindo Tbk. 163 274
99 18/11/2019 TEBE PT Dana Brata Luhur Tbk. 1095 1635
100 25/11/2019 KEJU PT Mulia Boga Raya Tbk 750 1008
101 02/12/2019 AGAR PT Asia Sejahtera Mina Tbk 110 187
102 05/12/2019 IFSH PT Ifishdeco Tbk. 440 660
103 06/12/2019 REAL PT Repower Asia Indonesia Tbk. 100 284
104 10/12/2019 IFII PT Indonesia Fibreboard Industry Tbk 105 178
105 18/12/2019 PMJS PT Putra Mandiri Jembar Tbk 125 200
106 20/12/2019 UCID PT Uni-Charm Indonesia Tbk. 1500 1730
107 23/12/2019 GLVA PT Galva Technologies Tbk 225 332
Lampiran 3 Data Peneliti
No Tanggal IPO Kode
Emiten Nama Emiten ROA DER SIZE INFLASI UP
1 16/03/2017 PORT
Nusantara Pelabuhan
Handal Tbk.PT 1,49 98,72 28,27 -0,02 7,5 2 28/04/2017 FORZ
Forza Land Indonesia
Tbk PT 1,38 250,37 27,15 0,09 50,0
3 10/05/2017 CSIS
Cahayasakti Investindo
sukses Tbk., PT 0,04 49,33 26,54 0,39 50,0 4 16/05/2017 TGRA
Terregra Asia Energy
Tbk.,PT 0,16 8,46 26,69 0,39 70,0
5 08/06/2017 KPAL PT Steadfast Marine Tbk 0,19 298,86 27,35 0,59 69,6 6 12/06/2017 FIRE
Alfa Energi Investama
Tbk., PT -0,23 103,76 26,85 0,69 87,0
7 19/06/2017 KMTR Kirana Metara Tbk., PT 11,90 81,69 28,90 0,69 74,7 8 21/06/2017 WOOD
Integra Indocabinet
Tbk., PT 15,68 57,59 27,72 0,69 6,2
9 21/06/2017 HRTA
Hartadinata Abadi Tbk.,
PT 4,32 54,98 28,02 0,69 12,0
10 21/06/2017 MAPB
MAP Boga Adiperkasa
Tbk., PT 3,79 52,93 28,03 0,69 87,5
11 05/07/2017 MPOW
Megapower Makmur
Tbk., 3,72 126,52 26,53 0,22 112,0
12 07/08/2017 NASA
Ayana Land
International Tbk., PT -1,54 20,52 27,89 -0,07 129,1 13 05/10/2017 KIOS
Kioson Komersial
Indonesia Tbk. 1,18 200,68 26,24 0,01 50,0
14 11/10/2017 MTWI
Malacca Trust
Wuwungan Insurance
Tbk. -1,16 123,87 26,43 0,01 70,0
15 01/11/2017 MCAS M Cash Integrasi Tbk 1,52 45,65 27,07 0,2 49,5 16 13/12/2017 DWGL Dwi Guna Laksana Tbk
- 77,98
-
13431,27 27,72 0,71 69,3 17 18/12/2017 JMAS
Asuransi Jiwa Syariah
Jasa Mitra Abadi Tbk -0,67 45,06 25,84 0,71 70,0 18 19/12/2017 CAMP
Campina Ice Cream
Industry Tbk. 3,59 44,55 27,82 0,71 43,9 19 29/12/2017 PCAR
Prima Cakrawala Abadi
Tbk 0,26 45,72 25,67 0,71 69,3
No Tanggal IPO Kode
Emiten Nama Emiten ROA DER SIZE INFLASI UP
20 16/01/2018 LCKM
PT LCK Global Kedaton
Tbk 3,35 11,59 25,69 0,62 48,6
21 15/02/2018 BOSS
PT Borneo Olah Sarana
Sukses Tbk. 4,15 181,26 27,01 0,17 50,0 22 27/03/2018 HELI PT Jaya Trishindo Tbk 0,12 152,00 26,13 0,2 129,1 23 06/04/2018 INPS
PT Indah Prakasa
Sentosa Tbk. -2,35 241,21 26,90 0,1 50,0
24 09/04/2018 GHON
PT Gihon Telekomunikasi
Indonesia Tbk 10,19 23,71 26,91 0,1 43,2 25 27/04/2018 DFAM
PT Dafam Property
Indonesia Tbk 0,19 340,05 26,54 0,1 183,5 26 02/05/2018 NICK PT Charnic Capital Tbk. 7,91 1,16 25,25 0,21 70,0 27 08/05/2018 BTPS
PT Bank BTPN Syariah
Tbk. 8,02 51,28 30,12 0,21 45,0
28 09/05/2018 BRIS
PT Bank Syariah
Indonesia Tbk 0,28 236,64 31,27 0,21 6,5 29 15/05/2018 PRIM PT Royal Prima Tbk. 1,90 7,47 27,54 0,21 72,0 30 23/05/2018 TRUK
PT Guna Timur Raya
Tbk. 1,42 30,01 25,27 0,21 87,0
31 08/06/2018 SWAT
PT Sriwahana
Adityakarta Tbk. 0,45 56,68 27,03 0,59 112,5 32 28/06/2018 TNCA
PT Trimuda Nuansa
Citra Tbk. 5,63 17,33 24,57 0,59 69,3
33 05/07/2018 MAPA
PT MAP Aktif
Adiperkasa Tbk. 9,69 56,09 28,92 0,28 50,0 34 06/07/2018 TCPI
PT Transcoal Pacific
Tbk. 9,64 121,72 28,64 0,28 68,8
35 09/07/2018 BPTR
PT Batavia Prosperindo
Trans Tbk. 2,63 166,33 27,03 0,28 70,0
36 09/07/2018 RISE
PT Jaya Sukses Makmur
Sentosa Tbk. 3,87 26,87 28,49 0,28 69,3 37 11/07/2018 POLL
PT Pollux Properti
Indonesia Tbk. 4,65 132,02 29,23 0,28 49,6 38 12/07/2018 MGRO PT Mahkota Group Tbk. 7,81 61,93 27,71 0,28 48,9 39 12/07/2018 NFCX PT NFC Indonesia Tbk 4,30 26,41 26,98 0,28 49,7 40 07/08/2018 FILM PT MD Pictures Tbk. 7,90 2,75 27,95 -0,05 44,8