• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

D. Pembahasan

sendiri yang dimana terjadinya perbedaanpendapat, adanya kepentingan dan adanya emosi sehingga menimbulkan kesalah pahaman , seperti yang terjadi pada wilayah rappong yang dimana para nelayanrappong melakukan perdebatan karena adanya kepentingan yang sama dengan jumlah sumber daya yang terbatas menimbulkan perebutan di wilayahrappongtersebut .

Robbin dalam Dean G Pruitt (2011: 10), memberikan definisi konflik secara lebih luas, yaitu konflik dikatakan sebagai suatu proses yang dimulai tatkala suatu pihak merasa ada pihak lain yang memberikan pengaruh negatif kepadanya atau tatkala suatu pihak merasa kepentingannya itu memberikan pengaruh negatif kepada pihak lain. Pendek kata setiap perbedaan itu merupakan potensi konflik, yang jika tidak ditangani secara baik, potensi konflik itu bisa berubah menjadi konflik terbuka.

Menurut Dehendorf (Maryati, juju 2007:55) masyarakat terdiri atas organisasi – organisasi yang di dasarkan pada kekuasaan dan wewenang adalah dominasi yang diterima dan di akui oleh pihak yang di dominasi. Dehendorf menanamkan kondisi itu sebagai “imperative coordinate associations” (asosiasi yang di kordinasikan secara terpaksa).Sesuatu yang didasarkan pada wewenang ini pulalah yang menimbulkan konflik dalam bagi hasil antara seorang sawi dan punggawanyaseperti yang terjadi pada nelayan yang ada di kelurahan Mosso.

Dalam pengertian tersebut diatas menandakan bahwa, wujud konflik mencakup rentang yang amat luas: mulai dari ketidaksetujuan yang samar‐samar sampai pada sesuatu yang menimbulkan penafsiran yang salah sehingga diharapkan ketika terjadinya konflik maka dapat memperjelas sesuatu yang tidak

jelas ataupun sesuatu yang samar- samar karena adanya perbedaan pengertian dan pendapat.

63 A. Simpulan

Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian di atas, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :

1. Masyarakat atau komunitas nelayan di Kelurahan Mosso Kecamatan Sendana Kabupaten Majene merupakan suatu komunitas nelayan yang melakukan penagkapan ikan di wilayahrappong.

2. Adanya konflik yang terjadi di wilayah rappong diakibatkan karena adanya sebagian nelayan yang melakukan penangkapan dengan tidak mengindahkan aturanporappongan.

3. Sistem bagi hasil yang diterapakan oleh punggawa kepada sawi-sawinya yang dinilai terlalu samar- samar yang rentang memicu terjadinya konflik dengan perbedaan pendapat.

4. Salah paham yang terjadi antara punggawa dan sawi juga dipicu adanya pemberian bonus yang tidak merata terhadap parasawi –sawi.

B. Saran

Hal- hal yang diajukan sebagai saran dalam penelitian ini yang melibatkan semua pihak yang terkait dalam konflik sosial komunitas nelayan adalah sebagai berikut:

1. Kepada para nelayan khususnya sawi yang melakukan penagkapan ikan di wilayah rappong hendaknya tidak melampaui batas – batas aturan meski aturan tersebut tidak tertuang dalam bentuk tulisan. Serta diharapkan dalam penangkapan ikan hendaknya jika terjadi kesalah pahaman dan ketidak sengajaan dalam hal seprti perebutan tempat ikan banyak terperangkap hendaknya diselesaikan dengan kepal tenang.

2. Jika melakukan peneguran kepada teman – teman antara nelayan yang sedang melakukan penagkapan ikan hendaknya ditegur dengan cara yang lebih sopan agar tercipta keharmonisan.

3. Kepada para punggawa untuk memperjelas sistem bagi hasil yang diterapkan sebelum melaksanakan kegiatan penangkapan ikan, dan pemberian bonus tidak hanya dilakukan untuk sawi tertentu saja sehingga tidak menimbulkan rasa iri olehsawilainnya.

4. Untuk semua komunitas nelayan jika terjadi suatu perselisihan atau perbedaan pendapat hendaknya diselesaikan dengan melakukan musyawarah.

DAFTAR PUSTAKA

Alimuddin Muhammad Ridwan. 2013a.Orang Mandar Orang Laut. Yogyakarta:

Penerbit Ombak.

Alimuddin Muhammad Ridwan. 2013b. Kabar Dari Laut. Yogyakarta: Penerbit Ombak

Damayanti Deni. 2013.Panduan Lengkap Menyusun.Yogyakarta: Araska.

Doyle Paul Jhonson.1986.Teosi Sosiologi Klasik dan Modern.Gramedia: Jakarta

Ferry Agusta. 2009. Konflik, Nelayan, Perikanan, Sumber Daya. (Online).

(http://skripsi masyarakat nelayan cc. Ed.Di akses 7 juni 2014).

G.Pruitt Dean, Jeffrey.2011.Teori Konflik Sosial. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

http://sosiologipendidikan.blogspot.com/2008/11/konflik-sosial. html diakses 17 Juni 2014.

http://texbuk.blogspot.com/2012/02/akibat-penyebab-terjadinya konflik diakses17 Juni 2014.

http://www.google.com/search?ie=UTF-8&oe=UTF sourceid= navclient&gfns=

1&q= Punggawa+Nelayan%2C+Penolong+atau+Gurita diakses 1 juli 2014.

http://www.siswapedia.com/faktor-faktor-penyebab-konflikdiakses 17 Juni 2014

Idham. 2010. Struktur ekonomi masyarakat nelayan. http:// sistem-pembagian- hasil-punggawa-sawi.html diakses 1 juli 2014

Khusnul Sidik.konflikSosial(http://www.siswapedia.com/#sthash.VS6HAyID.dpuf) diakses 7 juni 2014

Kusnadi. 2002.Konflik Sosial Nelayan. Yogyakarta : LkiS.

Maryanti Kun, Juju Suryati. 2001 Sosiologi SMA. Jakarta: PT Gelora Aksara Pratama

Niniek Sri Wahyuni dan Yusniati. 2007.Manusia dan Masyarakat, Pelajaran Sosiologi untuk SMA Kelas XI. Jakarta:Ganeca Exact.

Prof.dr.Sugiyono. 2013. Metodologi Penelitian Kualitatif Kunatitatif dan R &D.

Bandung: Alfabeta.

Ritzer George, Dounglas J Goodman. 2010. Teori Sosiologi Modern. Jakarta:

Kencana

Soekanto Soerjono. 2007.Sosiologi Suatu Pengantar.Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Sufira. 2002. Peran punggawa dan sawi.http://www.google.com/search?ie=UTF- 8&oe=UTF-8&sourceid=navclient&gfns=1&q=dr-andi-adri-arief- kelembagaan-masyarakat-pesisir.Diakses 1 juli 2014.

Tim Penyusun FKIP Unismuh Makassar.2012. Pedoman Penulisan Skripsi.

Makassar: Panrita Press.

Umur : 52 tahun Pendidikan : SD 2. Nama : Siraju

Umur : 48 tahun

Pendidikan : SD

3. Nama : Muhammad Irfan

Umur : 38 tahun

Pendidikan : SMP

4. Nama : Sawwal

Umur : 62 tahun

Pendidikan : SD

5. Nama : Baharuddin

Umur : 60 tahun

Pendidikan :SMP

6. Nama : Adiyaman

Umur : 50 tahun

Pendidikan : SD

7. Nama : Abdul Rauf

Umur : 60 tahun

Pendidikan : SD 8. Nama : Jafri

Umur :55 tahun

Pendidikan : SMP

9. Nama : Muhlis

Umur :48 Tahun

Pendidikan : SMP 10. Nama : Muslimin

Pendidikan : SD 12. Nama :Sari

Umur : 42 tahun Pendidikan : SD 13. Nama : Rajab

Umur : 45 tahun Pendidikan :SD 14. Nama : Ilham

Umur : 32 tahun Pendidikan : SMP 15. Nama : Marawis

Umur : 52 tahun Pendidikan : SD

16. Nama : Sirajuddin Umur : 66 tahun Pendidikan : SD

UMUR : PENDIDIKAN :

1. Cara pemasanganrappong(perangkap ikan)?

2. Cara pengambilan hasilrappong(perangkap ikan)?

3. Bagaimana sistem bagi hasil?

4. Bagaimana bentuk konflik dalamporappongan(pengambilan hasil perangkap ikan)?

5. Bagaiman bentuk konflik dalam pembagian hasil?

6. Apa penyebab konflik dalam pengambilan hasilrappong(perangkap ikan)?

7. Apa penyebab konflik dalam sistem bagi hasil?

Penelitian data data 1 Mengetahui

bentuk-bentuk konflik

komunitas nelayan di Kelurahan Labuang Kecamatan Banggae Kabupaten Majene

 Cara pemasangan rappong(perangkap ikan)

 Cara pengambilan hasil rappong(perangkap ikan)

 Sistem bagi hasil

 Bentuk konflik dalam porappongan(pengambil an hasil perangkap ikan)

 Bentuk konflik dalam pembagian hasil

Catatan hasil wawancara pemasanganrappong

Catatan hasil wawancara pengambilan hasilrappong

Cara sistem bagi hasil

Bentuk konflik dalam porappongan

Bentuk konflik dalam pengambilan hasil

Daftar pertanyaan

 Wawancara mendalam

 Wawancara

 Wawancara mendalam

 Wawancara

 Deskriptif kualitatif

 Deskriptif kualitatif

 Deskriptif

 Deskriptif kualitatif

 Deskriptif kualitatif

komunitas nelayan di Kelurahan Labuang Kecamatan Banggae Kabupaten Majene

ikan)

Penyebab konflik dalam sistem bagi hasil

 Penyebab konflik dalam

sistem bagi hasil Wawancara mendalam

 Deskriptif kualitatif

Dokumen terkait