• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Pembahasan

Sesuai dengan hasil dari perhitungan di atas, maka diperoleh hasil ℎ� = − , , sedangkan nilai ��dengan taraf signifikan ∝ = , , = maka diperoleh nilai �� = 2,069. Sehingga kriteria pengujian dua pihak yaitu – , − , + , . Sehingga dapat ditarik kesimpulan dalam penelitian ini ℎ ditolak dan ℎ diterima. Maka kesimpulan menyatakan “Ada Pengaruh Stunting Terhadap Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini Di Desa Gili Gede Kecamatan Sekotong Lombok Barat”. Jadi, anak yang memiliki perkembangan sosial emosional rendah ternyata akan berpengaruh terhadap kelainan yaitu stunting.

Pendidikan ibu rata-rata pada tingkat dasar berjumlah 7 orang, menengah berjumlah 3 orang untuk anak yang tidak sunting dengan presentase sebesar 70% untuk pendidikan dasar dan 30% untuk pendidikan menengah, sedangkan untuk anak yang normal berjumlah 12 orang dan 3 orang dengan presentase sebesar 80% untuk pendidikan dasar dan 20% untuk pendidikan menengah. Hal ini sejalan dengan pernyataan bahwa pendidikan yang dimiliki orang tua merupakan hal penting untuk perkembangan seorang anak. Orang tua yang memiliki pendidikan yang baik akan mempengaruhi penerimaan informasi seputar perkembangan anak, dan juga akan dapat mengetahui bagaimana cara mengasuh anak dengan baik dan benar, medidik anak dan juga menjaga kesehatan anak.

Pada penelitian ini untuk pekerjaan ibu rata-rata memiliki ibu yang tidak bekerja berjumlah 4 orang dan 6 orang untuk anak yang tidak suntingdengan prsentase sebesar 40% untuk ibu yang tidak bekerja dan 60%

untuk orang tua yang bekerja, sedangkan untuk anak yang normal berjumlah 5 orang dan 10 orang dengan prsentase sebesar 33,33%, untuk ibu tidak bekerja dan 66,67% untuk ibu yang tidak bekerja.

Dan yang terakhir pendapatan di atas rata-rata sebanyak 4 orang untuk anak yang sunting dengan presentase sebesar 40% dan 6 orang untuk keluarga yang memiliki pendapatan di bawah rata-rata dengan presentase sebesar 60%. Sedangkan untuk pendapatan di atas rata-rata anak yang tidak

stunting sebanyak 8 orang dengan presentase sebesar 53,33% dan 7 orang untuk keluarga yang memiliki pendapatan di bawah rata-rata dengan presentase sebesar 46,67%. Dari pendapatan ini, jika pendapatan keluarga memadai akan dapat meunjang perkembangan yang dimiliki anak, sehingga anak dapat berkembangan sesuai kengian dan harapan.

Pernyataan di atas sejalan dengan teori yang ada tentang karakteristik anak yang mengalami stunting sesuai dengan teori yang ada, adapun karakteristik yang paling banyak ditemui yaitu anak yang mengalami stunting lebih muda dari pada anak seusianya dan juga pertumbuhan anak tersebut sedikit lebih lambat dari anak seusianya. Adapun penyebab stunting itu terjadi pada anak juga karena kurangnya akses air bersih yang ada di desa tersebut, dan ada juga masih kurangnya makanan bergizi yang diperoleh anak dari sejak dalam kandungan sampai anak lahir. Dan juga dilapangan peneliti menemukan ada anak yang telah ditinggal ibunya sejak bayi dan anak diasuh oleh neneknya yang berkecukupan sehingga membuat anak mengalami stunting karna kekurangan makanan bergizi dan tentunya ASI sejak dini.

Adapun dampak anak yang mengalami stunting di desa tersebut ternyata tidak sejalan dengan teori , karena sebagaian besar anak yang mengalami stunting yang peneliti lihat memiliki motorik yang setara dengan anak normal. Jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa anak yang mengalami stunting berkaitan erat

dengan perekonomian keluarga yang mencukupi keperluan gizi anak dan juga perawatan bayi sejak dalam kandungan sampai sang bayi terlahir kedunia.

Selain faktor-faktor di atas, infeksi juga trmasuk salah satu faktor penyebab terjadinya stunting. Beberapa contoh infeksi yang sering dialami yaitu infeksi enteric seperti diare, enteropati, dan cacing, dapat juga disebabkan oleh infeksi pernafasan (ISPA), malaria, berkurangnya nafsu makan akibat serangan infeksi dan inflamasi. Infeksi akan menyebabkan asupan makanan menurun, gangguan absorpsi nutrien, kehilangan mikronutrien secara langsung, metabolisme meningkat, kehilangan nutrien akibat katabolisme yang meningkat, gangguan transportasi nutrien ke jaringan.

Sedangkan berdasarkan dari hasil data yang telah diperoleh dan setelah peneliti menganalisis menggunakan rumus uji t dua sampel maka diketahui hasil dari ℎ� = − , , sedangkan nilai ��dengan taraf

signifikan ∝ = , , � = + − = + − =

diperoleh nilai �� = 2,069 (dengan pengujian dua pihak). Dengan pengujian signifikan menggunakan kurva yang dimana membandingkan antara ℎ� dan �� dan ternyata – , − , + , maka

� ditolak dan � diterima, sehingga dapat diilustrasikan sebagai berikut:

Gambar 4. 1 Uji Dua Pihak

Berdasarkan dari kurva tersebut dapat dilihat bahwa nilai ℎ� lebih kecil dari pada nilai ��. Jadi dalam penelitian ini � ditolak dan

� diterima dan menyetakan “Ada Pengaruh Stunting Terhadap Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini Di Desa Gili Gede Kecamatan Sekotong Lombok Barat”.

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian pada tahun 2015 yang dimana menunjukkan bahwa 70 anak yang memiliki perawakan pendek 48%

memiliki hasil SDQ penyullinit borderline dan abnormal. Pravelensi masalah emosi, perilaku, dan masalah dengan teman sebanya lebih tinggi pada anak yang memiliki perawakan pendek dibandingkan dengan anak yang memiliki tinggi normal. Beberapa anak dengan perawakan pendek memiliki rasa percaya diri yang kurang dan juga beberapa gangguan ejekan dari teman sebayanya, sehingga membuat anak memiliki kemampuan sosial yang kurang

Wilayah penolakan

∝ = ,

∝ = , Wilayah penolakan

dan juga nantinya dapat mengakibatkan kesulitan untuk dapat menjali pertemanan diusia sebayanya.55

Hasil penelitian serupa juga dilakukan pada tahun 2018 yang dilakukan oleh Pramitha Primanggita Ayu Amaranggani. Hubungan Kejadian Stunting Dengan Perkembangan Sosial Emosional Anak Prasekolah Di Wilayah Kerja Puskesmas Kalasan Kabupaten Sleman dimana menunjukkan bahwa perkembangan sosial emosional anak prasekolah yang tidak normal sebagian besar ternyjadi pada anak yang mengalami stunting. Pengukuran perkembangan sosial emosional anak menggunakan instrument SDQ yang terdiri dari 5 item pertanyaan dan terbagi menjadi 5 subskala yaitu jegala emosional, masalah perilaku, hiperaktivitas dan hubungan dengan teman sebaya. Penelitian ini berfokuskan pada karektristik yang ada seperti jenis kelamin, pendidikan ibu, pekerjaan dan pendapatan orang tua. Dimana menghasilkan bahwa presntase anak yang mengalami kejadian stunting memiliki perkembangan sosial emosional yang tidak normal yang dimana kejadian stunting berhubungan dengan perkembangan sosial emosional anak.

Stunting pada anak terjadi karena akibat dari kekurangan gizi sejak di dalam kandungan. Gizi memiliki kaitan yang sangat erat akan mengakibatkan

55 Rahmadi FA, Dkk. , Prevalensi Dan Jenis Masalah Emosional Dan Perilaku Pada Anak Usia 9-11 Tahun Dengan Perawakan Pendek Di Kabupaten Brebes, Jurnal Gizi Indonesia, Vol 3 No 2, Tahun 2017. Hlm 118

berkurangnya sel otak pada anak sekita 15-20%. Sehingga dapat membuat fungsi psikologi yang dimiliki anak dapat lebih buruk.

69 BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Menurut hasil analisis dapat disimpulkan bahwa: “Ada Pengaruh Stunting Terhadap Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini Di Desa Gili Gede Kecamatan Sekotong Lombok Barat”. Hal ini dapat dilihat dari hasil penelitian yaitu ℎ� = − , , sedangkan nilai ��dengan taraf signifikan ∝ = , , � = maka diperoleh nilai �� = 2,069.

Sehingga kriteria pengujian dua pihak yaitu – , − , + , . Sehingga dapat ditarik kesimpulan dalam penelitian ini ℎ ditolak dan ℎ diterima (signifikan).

B. Saran

Berdasarkan dari hasil analisis penelitian, pembahasan, dan juga kesimpulan maka perlu untuk ditingkatkan lagi upaya untuk mencegah terjadinya gangguan yang dapat dialami oleh anak terutama masalah stunting ini agar sangat-sangat memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan anak sebaik mungkin. Untuk semua orang tua terutama ibu, calon ibu, dan perempuan- perempuan yang akan menikah, diharapkan untuk dapat memperhatikan, sering membaca untuk menambah wawasan tentang perkembangan anak terutama enam aspek perkembangan yang ada agar dapat menghindari terjadinya stunting pada anak setelah anak dilahirkan dan jikalau terjadi para

orang tua dapat mengetahui bagaimana cara menganggulanginya dengan baik dan benar.

71

DAFTAR PUSTAKA

Atmarita, SItuasi Balita Pendek (Stunting) Di Indonesia, Buletin Jendela, ISSN 2088-270X. 2018.

Bamandhita Rahma Setiaji. Yuk Kenali Tanda-tanda Anak Stunting Sejak Dini.

Diakses dari https://hellosehat. com/parenting/kesehatan-anak/tanda- anak-stunting-adalah/. Pada tanggal 8 Januari 2019 pukul 21:41 Wita.

Brilian Muhamad Nur, Pengaruh Persepsi Siswa Tentang Manajemen Kelas dan Motivasi Berpretasi Terhadap Prestasi Belajar Kelas X IPS SMA Negeri 3 Wonogiri, Jurnal Pendidikan dan Ekonomi, vol 8 No 1, tahun 2019.

Budi Setiawan. Faktor-faktor Penyebab Stunting pada Anak Usia Dini. Bekasi:

Yayasan Rumah Komunitas Kreati. 2018.

Christiana Hari Soetjingsih. Perkembangan Anak. Jakarta: Prenada. 2014.

Consuelo G. S, dkk. , Metode Pengantar Penelitian. Jakarta: UI Press. 2006.

Direktori Pulau-pulau Kecil Indonesia, “Gili Gede”, http://www. ppk-kp3k. kkp.

go. id/direktori-pulau/index. php/, diakses pada tanggal 17 November 2020, pukul 20. 50 WITA.

Dwi Sulistyo Cahyaningsih,. Pertumbuhan, Perkembangan Anak dan Remaja.

Jakarta: CV. Trans Info Media. 2011.

Eko Putro Sandjojo, Buku Saku Desa Dalam Penangan Stunting, Jakarta,

Emzir. Metodologi Penelitian Pendidikan Kuantitatif & Kualitatif. (Depok: PT RajaGrafindo Persada), 2017.

Fattia Kurnia Dewi, “Perbedaan Perbedaan Motorik Halus Antara Balita Stunting dan Non Stunting di Kelurahan Kartasura Kecamatan Kartasura Kecamatan Sukoharjo”, (Skripsi, Fakultas Ilmu Kesehatan UMS, 2012), hlm 3.

Hardisman Dasman. Empat Dampak Stunting Bagi Anak Dan Negara Indonesia.

Diakses dari hhtps://thecomversations. com/empat-dampak-stunting- bagi-anak-dan-negara-indonesia-110104/, pada tanggal 8 Januari 2019 pukul 12:13 Wita.

Ika, Wawancara, Pelangan, 11 Oktober 2019

Kementrian Desa, Pembangunan Daerah, dan Transmigrasi, 2017.

Kementerian Kesehatan, Badan Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan. Riset Kesehatan Dasar. Jakarta: Badan LItbangkes Kemenkes. 2018.

Kepmenkes 1995/MENKES/SK/XII/2010.

Kurnia Purwandini, “Pengaruh Pemberian Micronutrient Sprinkle Terhadap Perkembangan Motorik Anak StuntingUsia 12-36 Bulan. ” (Skripsi, Fakultas Kedokteran Universitas Ponogoro Semarang, 2012), hlm 3.

Mahmud. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Pustaka Setia. 2011.

Masnipal,. Menjadi Guru Paud Profesional. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2018.

Margono. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta. 2010.

Muhammad Fadillah,. Desain Pembelajaran PAUD. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media, 2016.

Muhammad Nursyamsyi, dkk,. “Angka Stunting di Lombok Barat Masih Tinggu” dalam dari http:/. m. republika. co. id/amp. p88cka335 pada tanggal 30 Oktober 2019 pukul 18:22 WITA

Nova Ardy Wiyani, Mengelola & Mengembangkan Kecerdasan Sosial & Emosi Anak Usia Dini. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media. 2014.

Nurillah A, Dkk. , Panjang Badan Lahir Pendek Sebagai Salah Satu Factor Determinan Keterlabatan Tumbuh Kembang Anak Umur 6-23 Bulan Di Kelurahan Jaticempaka, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, Jurnal Ekologi Kesehatan , Vol 15 No 1, tahun 2016.

Yayasan Penyelenggara Penerjemah al-Qur’an, Al-Qur’an dan Terjemahnnya:

Edisi Special For Women, (Bandung, PT Sygma Examedia Arkanleema/

Syaamil Al-Qur’an, 2009), hlm 34.

Permendikbud No. 137 tahun 2017.

Permendikbud, Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini No. 146 Tahun 2014 dan No. 137 Tahun 2014. 2014.

Pramitha Primanggita Ayu Amaranggani. “Hubungan Kejadian Stunting Dengan Perkembangan SOsial Emosional Anak Prasekolah di Wilayah Kerja Puskesmas Kalasan Kabupaten Sleman”. Skripsi, Kebidanan Politeknik Kesehatan Yogyakarta. 2018.

Rahmadi FA, Dkk. , Prevalensi Dan Jenis Masalah Emosional Dan Perilaku Pada Anak Usia 9-11 Tahun Dengan Perawakan Pendek Di Kabupaten Brebes, Jurnal Gizi Indonesia, Vol 3 No 2, Tahun 2017.

Riduwan, Skala Pengukuran Variabel-variabel Penelitian, Jawa Barat: Alfa Beta, 2014.

Rita Ramayulis, Stop Stunting Dengan Konseling Gizi, Jakarta: Penebar Plus,2018.

Sugyono. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung:

Alfabeta, 2016.

Suharsimi Arikunto. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta:

Rineka Cipta, 2010.

Trihono, Atmarita, dkk. ,Pendek (Stunting) di Indonesia, Masalah dan Solusi.

Lembaga Penerbit Blitbangkes. 2015.

Yeni Rachmawati, Metode Pengembangan Sosial Emosional, Tanggerang Selatan, Universitas Terbuka. 2014.

74

LAMPIRAN

LAMPIRAN 1

UJI VALIDITAS BUTIR SOAL NO. 2

x y xy x2 y2

2 61 122 4 3721

2 58 116 4 3364

2 67 134 4 4489

3 63 189 9 3969

3 62 186 9 3844

2 54 108 4 2916

2 58 116 4 3364

2 73 146 4 5329

2 72 144 4 5184

2 64 128 4 4096

2 65 130 4 4225

3 89 267 9 7921

3 82 246 9 6724

3 86 258 9 7396

3 77 231 9 5929

3 85 255 9 7225

3 72 216 9 5184

2 78 156 4 6084

3 79 237 9 6241

3 80 240 9 6400

4 81 324 16 6561

3 82 246 9 6724

3 75 225 9 5625

3 86 258 9 7396

3 82 246 9 6724

66 1831 4924 182 136635

= –

√{ }{ }

= –

√{ }{ }=

√{ }{ }

= = , = 0,643

Dari data di atas, diperoleh nilai ℎ� = , , dengan ∝ = , dan n = 25. Maka nilai �� = , . Jadi ℎ� > ��=0,643 > , . Sehingga butir soal nomer 2 dinyatakan valid.

LAMPIRAN 2

LAMPIRAN 4

UJI RELIABILITAS

No Skor Total Jumlah Varians Skor

1 38

2 33 0,323333333

3 44 0,666666667

4 40

5 39

6 33

7 37 0,656666667

8 45 0,26

9 47

10 42 0,666666667

11 42

12 59 0,66

13 54

14 58 0,833333333

15 46 0,416666667

16 58 0,806666667

17 45 0,79

18 51 0,91

19 51 0,99

20 52 0,49

21 53

22 53 0,856666667

23 50

24 59 0,5

25 56 0,75

Jumlah varians skor total ( )

Jumlah varians skor butir

47,4 10,57666667

= ( − ){ − ∑ }

Ket : untuk mencari dan ∑ menggunakan bantuan microsof excel.

Diketahui : K = 25

= 47,4

∑ = 10,57666667

= ( − ){ − ∑ }

= { − , , }

= { − , }

= , { , }

= 0,81

Diperoleh nilai koefisien reliabilitas sebesar 0,81 dengan kategori sangat tinggi.

Jadi angket dinyatakan reliabel.

LAMPIRAN 5

Tabulasi Nilai Uji Coba

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25

STUNTING

1 1 4 2 2 3 2 2 2 3 1 3 3 3 3 3 2 2 2 2 2 3 3 2 2 2 3 61

2 2 4 2 2 2 3 3 1 4 3 1 3 2 2 2 3 3 2 2 1 3 2 3 1 2 2 58

3 3 4 2 2 2 2 3 4 3 2 2 2 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 67

4 4 4 3 2 3 2 2 4 4 1 4 3 2 2 1 2 3 2 2 2 4 3 3 2 2 1 63

5 5 4 3 3 3 2 2 3 3 2 2 2 2 3 3 3 1 4 2 2 2 3 2 1 2 3 62

6 6 4 2 3 2 2 3 3 3 2 2 3 2 1 1 2 2 1 2 1 3 2 2 2 2 2 54

7 7 4 2 2 2 2 2 3 3 2 2 2 2 2 2 3 2 3 2 3 2 3 2 2 1 3 58

8 8 4 2 2 2 3 3 3 3 3 2 2 2 3 2 4 4 4 1 1 3 4 4 4 4 4 73

9 9 4 2 3 2 2 2 3 3 2 3 2 2 4 2 3 3 3 4 3 4 3 4 3 3 3 72

10 10 4 2 3 3 2 2 3 3 2 2 2 2 3 2 2 3 4 2 2 3 2 2 3 3 3 64

NORMAL

11 1 4 2 4 2 2 2 4 3 3 3 2 2 3 3 2 2 2 2 2 3 3 2 3 2 3 65

12 2 4 3 4 3 3 3 4 4 2 3 3 3 4 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 89

13 3 4 3 4 3 2 3 4 4 3 3 3 4 2 4 4 4 4 3 2 3 4 4 3 2 3 82

14 4 4 3 4 3 3 3 4 4 2 3 3 4 3 4 3 3 4 3 4 4 4 3 4 3 4 86

15 5 4 3 4 3 4 4 3 4 2 3 3 3 3 4 3 3 2 4 2 3 4 4 1 3 1 77

16 6 4 3 4 3 3 3 4 4 3 3 3 4 2 4 3 4 3 3 4 4 2 4 4 3 4 85

17 7 3 3 4 4 2 2 2 3 3 2 3 4 2 2 3 4 2 3 2 4 4 4 3 2 2 72

18 8 4 2 4 2 2 2 3 3 4 3 3 4 3 3 3 4 3 4 2 4 4 3 3 3 3 78

19 9 4 3 4 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3 4 3 4 4 4 3 3 3 3 3 79

20 10 4 3 3 3 2 2 4 4 4 4 4 3 3 2 3 4 3 4 4 4 3 3 2 2 3 80

21 11 4 4 4 3 3 2 4 3 3 4 3 3 3 2 3 4 3 4 3 4 4 3 3 2 3 81

22 12 4 3 4 3 3 3 4 4 4 3 4 4 2 3 3 4 3 3 3 3 4 2 3 3 3 82

23 13 2 3 3 3 3 3 4 4 3 4 3 3 2 2 4 2 2 3 3 2 2 4 4 3 4 75

24 14 4 3 3 3 2 3 4 4 3 4 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 2 3 3 3 4 86

25 15 4 3 3 3 2 2 4 4 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 4 2 3 3 4 82

JUMLAH 97 66 80 68 61 64 84 87 65 70 70 73 68 65 75 79 74 73 66 84 79 74 69 65 75

0.514 0.514 0.514 0.514 0.514 0.514 0.514 0.514 0.514 0.514 0.514 0.514 0.514 0.514 0.514 0.514 0.514 0.514 0.514 0.514 0.514 0.514 0.514 0.514 0.514 -0,021 0,643 0,645 0,447 0,392 0,31 0,575 0,526 0,474 0,528 0,472 0,741 0,422 0,602 0,616 0,691 0,593 0,734 0,665 0,573 0,441 0,498 0,602 0,576 0,525 VALID / INVALID INVALID VALID VALID INVALID INVALID INVALID VALID VALID INVALID VALID INVALID VALID INVALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID VALID INVALID INVALID VALID VALID VALID

VARIANS SKOR BUTIR 0.32333 0.66667 0.65667 0.26 0.66667 0.66 0.83333 0.41667 0.80667 0.79 0.91 0.99 0.49 0.85667 0.5 0.75 10.57666667

VARIANS SKOR TOTAL 47.7

NO RESPONDEN NO URUT PERTAYAAN

NO

LAMPIRAN 6

UJI NORMALITAS DATA ANAK STUNTING

No X Zi Tabel Zi F(Zi) S(Zi) F(Zi) - S(Zi)

1 33 -1.4227173 0.4222 0.0778 0.1 0.0222

2 33 -1.4227173 0.4222 0.0778 0.2 0.1222

3 37 -0.5858248 0.219 0.281 0.3 0.019

4 38 -0.3766016 0.1443 0.3557 0.4 0.0443

5 39 -0.1673785 0.0636 0.4364 0.5 0.0636

6 40 0.04184463 0.016 0.516 0.6 0.084

7 42 0.46029089 0.1772 0.6772 0.7 0.0228

8 44 0.87873716 0.3078 0.8078 0.8 0.0078

9 45 1.08796029 0.3599 0.8599 0.9 0.0401

10 47 1.50640655 0.4332 0.9332 1 0.0668

SUM 398

STANDEV 4.77958622

AVERAGE 39.8

MAX 47

MIN 33

Lo 0.258

Lt 0.1222

KESIMPULAN NORMAL

LAMPIRAN 7

UJI NORMALITAS ANAK NORMAL

No X Zi Tabel Zi F(Zi) S(Zi) F(Zi) - S(Zi)

1 42 -2.009708412 0.4772 1 0.06667 0.0438667

2 45 -1.433677339 0.4236 2 0.13333 0.0569333

3 46 -1.241666981 0.3925 3 0.2 0.0925

4 50 -0.473625549 0.1808 4 0.26667 0.0525333

5 51 -0.281615192 0.1103 5 0.33333 0.0563667

6 51 -0.281615192 0.1103 6 0.4 0.0103

7 52 -0.089604834 0.0319 7 0.46667 0.0692333

8 53 0.102405524 0.0398 8 0.53333 0.0064667

9 53 0.102405524 0.0398 9 0.6 0.0602

10 54 0.294415882 0.1141 10 0.66667 0.0525667

11 56 0.678436598 0.2486 11 0.73333 0.015667

12 58 1.062457314 0.3554 12 0.8 0.0554

13 58 1.062457314 0.3554 13 0.86667 0.0112667

14 59 1.254467671 0.3944 14 0.93333 0.0388333

15 59 1.254467671 0.3944 15 1 0.1056

SUM 787

STANDEV 5.208052373 AVERAGE 52.46666667

MAX 59

MIN 42

Lo 0.22

Lt 0.1056

KESIMPULAN NORMAL

LAMPIRAN 8

KURVE NORMAL PRESENTASE

LAMPIRAN 9

LAMPIRAN 10

LAMPIRAN 11

LEMBAR WAWANCARA Ibu anak yang mengalami stuntint

Pertanyaan : Apakah saat mandi, BAB/BAK anak masih memanggil ibu/ayah?

Jawaban : iya, sering manggil kalau lagi mau BAB/BAK karena kan belum bisa bilas sendiri.

Pertanyaan : Apakah anak memiliki rasa takut kepada apapun?

Jawaban : takut sih ada, kayak misal ada turis yang dateng pasti dia bakalan lari buat sembunyi.

Pertanyaan : Apakah anak sering tampak khawatir?

Jawaban : terkadang, kalau dia main jauh-jauh dan tidak kasih tahu pasti dia takut untuk dimarahi ketika pulang.

Pertanyaan : Lebih senang bermain sendiri atau bersama teman?

Jawaban : namanya anak-anak sudah, kalo ada temennya main ya mereka main, tapi kalo nggak ada ya sendiri juga mainnya.

LAMPIRAN 13

LEMBAR WAWANCARA Ibu anak yang tidak mengalami stunting

Pertanyaan : Apakah saat mandi, BAB/BAK anak masih memanggil ibu/ayah?

Jawaban : sering.

Pertanyaan : Apakah anak memiliki rasa takut kepada apapun?

Jawaban : takut sih ada, namanya juga anak-anak.

Pertanyaan : Lebih senang bermain sendiri atau bersama teman?

Jawaban : namanya anak kan, kalo ada temennya dateng main ya mereka main, tapi kalo nggak ada ya sendiri juga mainnya.

LAMPIRAN 13

LEMBAR WAWANCARA Pegawai gizi di Puskesmas

Pertanyaan : Berapa banyak anak yang mengalami stunting di desa Gili Gede?

Jawaban : untuk 6 bulan terakhir ini, data anak yang mengalami stunting belum bisa direkap dikarenakan baru beberapa hari kemarin baru didata kembali.

Pertanyaan : Apakah ada masalah sosial emosional pada anak yang mengalami stunting?

Jawaban : iya, terlihat ketika kami berkunjung untuk melakukan pemeriksaan,.

LAMPIRAN 14

ANGKET PENELITIAN ANAK YANG MENGALAMI STUNTING

LAMPIRAN 14

ANGKET PENELITIAN ANAK NORMAL

LAMPIRAN 17

LAMPIRAN 18

LAMPIRAN 19

Dokumen terkait