• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Pembahasan

memanfaatkan koperasi sekolah sebagai media pembelajaran dapat dikatakan berhasil dan materi pada pokok bahasan ini juga sudah selesai, sehingga penelitian tidak perlu lagi dilakukan pada siklus berikutnya.

Kategori aktivitas guru Cukup Baik Baik

Rata-rata aktivitas siswa 2,2 3,5

Kategori Aktifitas siswa Cukup aktif Aktif

Nilai rata-rata 68,92 78,66

Persentase peningkatan prestasi 12,06% 27,90%

Selama proses pembelajaran berlangsung, dilakukan observasi terhadap aktivitas siswa dan aktivitas guru yang dicatat pada lembar observasi.

Berdasarkan hasil observasi siklus I nilai rata-rata aktivitas siswa 2,2 maka aktivitas siswa dikategorikan cukup aktif, kemudian aktivitas guru berdasarkan hasil observasi siklus I nilai rata-rata aktivitas guru adalah 2,5 maka dikategorikan cukup baik. Sedangkan hasil evaluasi pelaksanaan tindakan pada siklus I mengalami peningkatan dari 61,5 (sebelum tindakan dengan memanfaatkan koperasi sebagai media pembelajaran) menjadi 68,92 (setelah mendapatkan tindakan dengan memanfaatkan koperasi sebagai media pembelajaran). Dan persentase peningkatan prestasi siswa 15,84%. Karena hasil yang diperoleh belum begitu optimal pada siklus I jadi perlu ditingkatkan pada siklus selanjutnya.

Minimnya hasil yang diperoleh pada siklus I disebabkan karena siswa tidak membawa kelengkapan belajar, tidak duduk dengan tenang dan rapi karena sebagian siswa ada yang berbicara dan bermain-main, tidak memperhatikan penjelasan guru, sebagian siswa mengerjakan kegiatan lain dan siswa SMPN 5 Praya belum memilki LKS sehingga kesulitan di dalam belajar.

Selain hal di atas ada penyebab lainnya yaitu guru tidak menanyakan kesiapan siswa untuk memulai kegiatan pembelajaran, tidak menyampaikan

tujuan pembelajaran, Guru tidak mencatat perubahan atau penyimpangan pada saat persentasi, tidak merangkum hasil pembicaraan dalam persentasi secara tertulis sehingga jalannya persentasi kurang terkontrol, penggunaan waktu kurang efektif dan guru kurang membimbing siswa dalam menemukan informasi yang ada di koperasi.

Untuk mengatasi masalah tersebut guru melakukan perbaikan-perbaikan dalam pembelajaran dan meningkatkan hal-hal yang masih dianggap kurang. Jika dilihat dari hasil evaluasi belajar dan aktivitas siswa serta dari segi aktivitas guru belum mencapai target yang ditetapkan, maka perbaikan-perbaikan yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut:

1. 1. Menanyakan kesiapan siswa untuk memulai kegiatan pembelajaran agar guru mengetahui apakah siswa sudah siap atau belum untuk menerima pembelajaran pada hari ini.

2. 2. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran agar siswa lebih bersemangat dan memperhatikan penjelasan guru.

3. 3. Mencatat perubahan atau penyimpangan pada saat persentasi dan merangkum hasil pembicaraan dalam persentasi secara tertulis sehingga jalannya persentasi lebih terkontrol dan memudahkan dalam memantau proses persentasi.

4. 4. Guru mengatur waktu dengan baik sesuai dengan kegiatan pembelajaran

5. 5. Mengarahkan dan membimbing siswa dalam menemukan informasi yang ada di koperasi sehingga siswa bisa menjawab soal yang

ada pada LKS dan siswa tidak mengerjakan pekerjaan yang lain.

Pada siklus II proses belajar mengajar sudah mulai berjalan dengan efektif sesuai dengan skenario yang telah dirancang, karena pada siklus II, apa yang menjadi kekurangan pada siklus I sudah diperbaiki pada siklus II. Hal ini ditunjukkan dari hasil observasi dan evaluasi yang diperoleh siswa.

Dari hasil observasi pada siklus II, nilai rata-rata siswa meningkat menjadi 78,66, jadi bisa dikatakan bahwa pada siklus II mengalami peningkatan prestasi yang lebih baik dibandingkan dengan siklus I yang nilai rata-rata siswa hanya sebesar 68,92. Pada siklus II, siswa yang mendapatkan nilai ≥ 65 sebanyak 27 orang sedangkan yang memperoleh nilai ≤ 65 sebanyak 3 orang. Ini berarti bahwa indikator kinerja sudah mencapai standar 85%.

Untuk mengetahui persentase peningkatan prestasi belajar siswa maka dilakukan perhitungan dengan menggunakan rumus peningkatan prestasi. Dari hasil perhitungan diperoleh nilai peningkatan prestasi siswa sebesar 27,90%

pada siklus II.

Sedangkan dari hasil observasi, nilai rata-rata aktivitas siswa mengalami peningkatan, dari 2,2 pada siklus I menjadi 3,5 pada siklus II, dan tergolong aktif, sedangkan nilai rata-rata aktivitas guru juga mengalami peningkatan dari 2,5 pada siklus I menjadi 3,3 pada siklus II, dan tergolong baik. Melihat dari hasil pengamatan pada siklus II, siswa sudah membawa kelengkapan untuk belajar, siswa sudah bisa duduk dengan tenang dan rapi pada saat guru memberikan penjelasan, siswa memperhatikan penjelasan guru dan tidak mengerjakan pekerjaan lain pada saat pembelajaran berlangsung

serta sebagian siswa sudah mempunyai LKS meskipun tidak semua siswa. Ini menunjukkan ada perubahan yang signifikan dengan memanfaatkan koperasi sekolah sebagai media pembelajaran, dari perbaikan yang dilakukan pada siklus II terjadi peningkatan aktivitas belajar siswa, aktivitas belajar guru dan peningkatan persentase prestasi belajar siswa pada setiap siklus. Dengan demikian, pada siklus II kegiatan dipandang sudah cukup sehingga tidak dilanjutkan lagi pada siklus berikutnya dan penelitian ini juga dihentikan dengan alasan bahwa hasil yang diperoleh sudah cukup memberikan informasi untuk mengambil kesimpulan.

Dari hasil observasi diketahui bahwa melalui kegiatan yang dilakukan, siswa merasa dilatih untuk mencari dan menemukan sendiri. Dengan menemukan sendiri, maka akan membuat siswa lebih percaya diri atas keberhasilan berdasarkan hasil kegiatannya. Disamping itu, dengan belajar menemukan sendiri mampu meningkatkan pengetahuan dan kegairahan siswa dalam belajar, karena siswa diberikan kesempatan untuk berkembang dan maju berdasarkan kemampuan masing-masing.

Dari pengalaman yang diperoleh peneliti di lapangan, pada saat melakukan penelitian dengan memanfaatkan koperasi sebagai media pembelajaran dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Pemanfaatan koperasi sebagai media pembelajaran dapat membantu siswa dalam memahami materi pelajaran, sehingga siswa tidak hanya mendengarkan informasi dari guru, tetapi juga melihat apa yang dijelaskan oleh guru serta melakukannya dan mencoba langsung. Sehingga siswa dapat aktif, tidak

mudah lupa dan memahami materi tersebut.

Selain itu, pemanfaatan koperasi sebagai media pembelajaran dapat menghidupkan suasana dan melatih siswa dalam berkomunikasi, baik itu antara guru, maupun antara siswa yang satu dengan siswa yang lain. Selain itu siswa juga mampu bekerjasama dengan siswa lainnya untuk mencari dan memahami materi.

Karena tujuan penelitian telah tercapai dan kegiatan penelitian telah sesuai dengan harapan dan rencana yang telah disusun. Dengan demikian pemanfaatan koperasi sebagai media pembelajaran dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada pokok bahasan kegiatan koperasi sebagai pelaku ekonomi di masyarakat pada siswa kelas VIII.2 SMPN 5 Praya tahun pelajaran 2010/2011.

BAB V PENUTUP A. A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah dipaparkan, dapat ditarik kesimpulan bahwa pemanfaatan koperasi sekolah sebagai media pembelajaran IPS Terpadu pada pokok bahasan kegiatan koperasi sebagai

pelaku ekonomi di masyarakat dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas VIII.2 SMPN 5 Praya Lombok tengah Tahun Pelajaran 2010/2011.

Peningkatan ini dapat dilihat dari perolehan nilai rata-rata setiap siklus. Pada siklus I nilai rata-rata sebesar 68,92 dan mengalami peningkatan prestasi belajar sebesar 12,06%. Dibandingkan dengan nilai rata-rata sebelum tindakan dengan memanfaatkan koperasi sebagai media pembelajaran IPS terpadu sebesar 61,5. Sedangkan pada siklus II nilai rata-rata siswa meningkat menjadi 78,66 dengan persentase peningkatan prestasi sebesar 27,90%.

Pemanfaatan koperasi sekolah sebagai media pembelajaran juga dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas VIII.2 SMPN 5 Praya Lombok Tengah Tahun Pelajaran 2010/2011. Peningkatan ini dapat dilihat dari nilai rata-rata aktivitas belajar siswa pada siklus I sebesar 2,2. Sedangkan nilai rata-rata aktivitas belajar siswa pada siklus II sebesar 3,5 sehingga siswa dikategorikan sudah aktif. Jadi aktivitas belajar siswa dikatakan meningkat.

A. B. Saran-saran

Berpedoman pada hasil yang dicapai dalam penelitian ini maka saran-saran yang dapat disampaikan adalah:

1. 1. Meningkatkan prestasi belajar siswa perlu didukung oleh penyediaan sarana atau media seperti buku-buku paket yang lengkap yang dapat mendukung siswa dalam belajar mata pelajaran IPS. Selain itu juga perlu memanfaatkan media lain seperti koperasi sekolah sehingga siswa mudah dan menyenangkan dalam belajar.

2. 2. Bagi pihak sekolah khususnya guru lain di SMP Negeri 5 Praya dapat memanfaatkan media yang ada di sekitar sekolah sebagai media di dalam proses pembelajaran dengan mengacu pada pengalaman dan teori-teori yang ada sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran pada suatu pokok bahasan.

3. 3. Bagi pihak yang pengelola lembaga khususnya kepala sekolah, hendaknya menyediakan dan menambahkan sarana dan prasarana pendukung dalam belajar seperti buku-buku paket, komputer, serta media-media pembelajaran lainnya, sehingga dapat memperlancar proses belajar mengajar. Disamping itu juga guru dapat leluasa dalam memilih dan menggunakan media yang ada sehingga pemblajaran tidak terkesan monoton dan siswa menjadi semangat dalam belajarnya.

4. 4. Kepada peneliti lain dan calon peneliti yang tertarik pada bidang kajian ini agar melakukan penelitian lebih lanjut dengan modifikasi, inovasi baru dan melibatkan variable-varibel lain yang dapat menyempurnakan dan menjelaskan data yang digunakan agar lebih luas jangkauannya untuk perbaikan dan kesempurnaan hasil penelitian selanjutnya.

DAFTAR PUSTAKA

Amir Daien Indrakusuma. Pengantar Ilmu Pendidikan. Malang: Usaha Nasional, 1973.

Arief S. Sadiman dkk. Media Pendidikan Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatannya. Jakarta: PT.Raja Grafindo Persada, 1984.

Azhar Arsyad. Media Pembelajaran. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 1995.

Hafi Anshari. Pengantar Ilmu Pendidikan. Surabaya: Usaha Nasional, 1982.

Lexy J. Moleong. Metodologi penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakrya, 2001.

Mulyasa. Menjadi Guru Profesional. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2006.

Murni Irian Ningsih. Koperasi. Bandung: CV. Pringgandani

Nana Sudjana dan Ahmad Rivai. Media Pengajaran. Bandung: Sinar Baru Algensindo, 2001.

Numan Sumantri. Menggagas Pembaharuan Pendidikan IPS. Bandung: PT.

Remaja Rosdakarya, 2001.

Oemar Hamalik. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2001.

Reni Iriyanti. Penerapan Metode Think Pair Share Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Pada Materi Pokok Sistem Gerak Pada Manusia Kelas VII SMPN 4 Pringgabaya Tahun Pelajaran 2010/2011. Skripsi IAIN Mataram, 2011.

Saptarini,” Media Layanan Bimbingan Yang Bersumber Dari Lingkungan dan Masyarakat”, dalam http://zapta-sweet.blogspot.com/2010/11/media- layanan-bimbingan-yang-bersumber_22.html, diambil tanggal 20 Desember 2010, pukul 12.18 WITA.

Slameto. Belajar dan Faktor-faktor Yang Mempengaruhinya. Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2010.

Sri Sudarmi dan Waluyo. Galeri Pengetahuan Sosial Terpadu Untuk SMP/MTs Kelas VIII. Jakarta: CV. Cahaya Agency, 2008.

Dalam dokumen pemanfaatan koperasi sekolah sebagai media (Halaman 70-75)

Dokumen terkait