PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Sasaran Tindakan
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Dan Hasil Penelitian
KAJIAN PUSTAKA
- Media Pembelajaran
- Pengertian Media Pembelajaran
- Jenis-jenis Media
- Manfaat Media Pembelajaran
- Koperasi Sekolah
- Pengertian Koperasi Sekolah
- Struktur Organisasi Koperasi Sekolah
- Sumber Permodalan Koperasi Sekolah
- Pembagian Sisa Hasil Usaha Koperasi Sekolah
- Rapat Anggota Tahunan Koperasi Sekolah
- Prestasi Belajar
- Pengertian Prestasi Belajar
- Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar
- Pemanfaatan Koperasi Sekolah Sebagai Media Pembelajaran IPS
Sedangkan pengertian koperasi sekolah adalah koperasi yang dibentuk di lingkungan sekolah yang beranggotakan siswa sekolah tersebut. Selain itu, koperasi sekolah dilakukan di kalangan siswa untuk mendukung pendidikan siswa dan pelatihan koperasi. Dari pengertian ilmu sosial di atas, koperasi sekolah sangat penting dan membantu dalam pembelajaran IPA.
Koperasi sekolah sebagai badan usaha bersama berusaha dalam bidang ekonomi dengan mengikuti jalan yang benar dan mantap, selain itu juga mempunyai fungsi ganda yaitu sebagai lembaga ekonomi yang dapat meningkatkan kesejahteraan siswa dan sebagai lembaga pembinaan dan koperasi. bagi mahasiswa dalam rangka pembinaan kader koperasi yang tangguh dalam pengelolaan koperasi. Berdasarkan tujuan di atas dapat dipahami bahwa koperasi sekolah merupakan sesuatu yang sangat penting baik di masyarakat maupun di lingkungan sekolah.
METODE PENELITIAN
- Setting Penelitian
- Sasaran Penelitian
- Rencana Tindakan
- Jenis Instrumen Dan Cara Penggunaan
- Pelaksanaan Tindakan
- Cara Pengamatan (Monitoring)
- Analisa Data Dan Refleksi
- Indikator Kinerja
Melengkapi data aktivitas guru selama proses pembelajaran pada siklus I. Skor total indikator = 15, jumlah indikator = 6, dan skor rata-rata aktivitas guru = 2,5. Melengkapi data aktivitas siswa selama proses pembelajaran pada siklus I. Skor total deskriptor = 33, jumlah deskriptor = 15 dan skor rata-rata aktivitas siswa = 2,2. Setelah pembelajaran pada siklus I berakhir, evaluasi dilakukan pada pertemuan ketiga untuk mengetahui seberapa besar pemahaman siswa terhadap materi yang diberikan dengan menggunakan lingkungan sekitar sebagai sarana pembelajaran.
Berdasarkan tabel di atas diperoleh nilai rata-rata siswa yang diperoleh melalui tes pada siklus I adalah 68,92 dari 28 siswa yang mengikuti tes. Pengamatan terhadap aktivitas guru tetap terfokus pada perilaku guru selama proses belajar mengajar setelah dilakukan refleksi dan langkah perbaikan pada siklus I. Setelah pembelajaran berakhir pada siklus II, siswa diberikan penilaian berupa penilaian. tes pilihan ganda.kelipatan terdiri dari 20 soal.
Tabel di atas menunjukkan bahwa nilai rata-rata yang diperoleh dari tes pada II. per siklus, 78,66. Dengan demikian persentase peningkatan prestasi belajar siswa pada kelas II. siklus meningkat dibandingkan pada siklus I yaitu sebesar 27,90% pada siklus II. Sedangkan hasil evaluasi pelaksanaan kampanye pada siklus I mengalami peningkatan dari 61,5 (sebelum kampanye menggunakan media pembelajaran koperasi) menjadi 68,92 (setelah menerima kampanye menggunakan media pembelajaran koperasi).
Hal ini menunjukkan bahwa terjadi perubahan yang signifikan dengan penggunaan koperasi sekolah sebagai media pembelajaran, dan dari perbaikan pada siklus II terjadi peningkatan aktivitas belajar siswa, aktivitas belajar guru, dan peningkatan persentase prestasi belajar siswa. dalam setiap siklus. Sedangkan di II. siklus, nilai rata-rata siswa meningkat menjadi 78,66 dengan persentase peningkatan prestasi sebesar 27,90%. Sedangkan nilai rata-rata aktivitas belajar siswa pada kelas II. siklus 3.5, maka siswa dikategorikan aktif.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Deskripsi Setting Penelitian
SMP Negeri 5 Praya merupakan sekolah yang dibangun di desa dan jauh dari keramaian, dimana penduduknya bermatapencaharian dari hasil pertanian, buruh tani, pedagang keranjang dan tukang, sehingga siswanya hanya berasal dari penduduk sekitar, namun pada awalnya sekolah ini didirikan dan sebelumnya bernama SMA Negeri 7 Praya dan pada tahun 2005 sekolah tersebut berganti nama menjadi SMA Negeri 5 Praya hingga sekarang. Untuk mewujudkan VISI dan MISI SMA Negeri 5 Praya, perlu dirumuskan tujuan yang ingin dicapai, baik dalam jangka pendek, menengah maupun jangka panjang. Letak geografis SMA Negeri 5 Praya cukup strategis karena dekat dengan jalan raya kecil dan pemukiman penduduk, sehingga memudahkan guru dan siswa untuk menjangkaunya dengan mobil atau berjalan kaki.
Melihat letak geografisnya, dapat dikatakan bahwa lokasi SMPN 5 Praya cukup strategis dan nyaman karena dekat dengan persawahan yang dapat menenangkan hati dan pikiran saat proses pembelajaran berlangsung. Guru merupakan salah satu komponen dalam proses belajar mengajar yang memegang peranan penting, karena guru adalah seorang pendidik yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan proses pembelajaran, dan guru berkewajiban untuk menyajikan dan menjelaskan materi, untuk membimbing. dan membimbing siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah direncanakan. Mengenai keadaan guru di SMPN 5 Praya, terdapat 31 orang guru yang terdiri dari guru tetap dan guru lepas.
Salah satu komponen pembelajaran yang tidak kalah penting dari guru adalah siswa, karena siswa merupakan tolok ukur berhasil atau tidaknya proses belajar mengajar. Sarana dan prasarana menunjang keberhasilan kegiatan belajar mengajar di sekolah dan juga dapat memberikan kenyamanan dalam kegiatan belajar bagi guru dan siswa, maka untuk melengkapi uraian Praya perlu diketahui sarana dan prasarana beserta alat-alat lainnya yang ada di sekolah. 5 SMA negeri. Sebagai lembaga yang terorganisir, struktur organisasi SMA Negeri 5 Praya diperlukan untuk menentukan koordinasi tanggung jawab yang dilakukan oleh komponen-komponen di bawah ini.
Hasil Penelitian
Materi yang dibahas pada siklus I meliputi pengertian, prinsip, tujuan, struktur organisasi, landasan, fungsi, sumber modal, dan prinsip kerjasama. Segala kekurangan yang terjadi pada siklus ini harus ditinjau dan direfleksikan kembali agar dapat dilanjutkan tindakan pada siklus berikutnya, jika pada siklus pertama ketuntasan belajar tidak tercapai. A. Berdasarkan kriteria pengklasifikasian aktivitas guru pada siklus pengajaran I. Nilai rata-rata aktivitas guru adalah 2,5 yang berarti kategori aktivitas guru cukup baik.
Berdasarkan kriteria mengklasifikasikan aktivitas siswa pada I. learning cycle. Nilai rata-rata keaktifan siswa adalah 2,2 yang berarti keaktifan siswa kategori cukup aktif. Kekurangan aktivitas siswa pada tahap pertama antara lain: . A. a) Beberapa siswa tidak membawa bekal belajar yang lengkap. B. b) Pada saat guru menjelaskan materi pembelajaran hari ini, siswa tidak duduk dengan tenang dan rapi, karena ada yang sedang berbicara dan bermain. Sehingga dapat dikatakan bahwa pada siklus I terjadi peningkatan prestasi, yang dapat dilihat dari perbandingan nilai rata-rata siswa sebelum perolehan tindakan yaitu 61,5, dan sesudah perolehan tindakan menggunakan.
Pada tahap ini peneliti (observer) mengkaji pelaksanaannya bersama dengan guru pendamping. proses belajar mengajar pada siklus I. Sebagai acuan dalam tahap ini adalah hasil observasi dan evaluasi. Mengikuti kekurangan yang terjadi pada siklus I, pembelajaran selanjutnya dilakukan dengan prosedur yang sama seperti pada siklus I dengan materi yang dibahas pada siklus II yaitu ciri-ciri, kelebihan, cara menyusun RAT, cara SHU menyebar, . jenis dan tata cara pendirian koperasi. Pada siklus II siswa belajar dalam kelompok yang dibentuk pada siklus I, dan tahapan pembelajaran pada siklus II sama dengan siklus I.
Pada siklus II, pertemuan pertama diajarkan tentang keistimewaan, manfaat dan penyelenggaraan RAT koperasi dengan komitmen waktu 2 x 40 menit. Namun pembelajaran yang dilaksanakan pada tahap ini juga perlu sedikit dimodifikasi dengan mengacu pada kekurangan yang terjadi pada Siklus I dan untuk pelaksanaan pembelajaran pada siklus ini guru lebih cermat dan teliti dalam membimbing dan mengontrol kemajuan pembelajaran. proses sehingga terjadi kekurangan dan penyimpangan Penyimpangan yang terjadi pada siklus I dapat diminimalisir sehingga proses belajar mengajar dapat berhasil sesuai dengan yang diharapkan. Berdasarkan hasil observasi dan hasil analisis evaluasi pada Siklus II yaitu rata-rata skor aktivitas guru adalah 3,3 dan rata-rata skor aktivitas siswa adalah 3,5 dan diikuti dengan rata-rata skor kelas yang meningkat dari 68,92 menjadi 78. 66 dapat disimpulkan bahwa melalui pemanfaatan koperasi sekolah sebagai media pembelajaran terjadi peningkatan prestasi, aktivitas siswa dan guru pada mata pelajaran ekonomi IPS.
Pembahasan
Karena hasil yang diperoleh belum begitu optimal pada siklus pertama, maka harus diperbaiki pada siklus berikutnya. Minimnya hasil yang dicapai pada siklus I disebabkan oleh siswa yang tidak membawa bahan pelajaran dengan lengkap, tidak duduk dengan tenang dan rapi karena sebagian siswa asyik berbicara dan bermain-main, tidak memperhatikan penjelasan guru, sebagian siswa sudah melakukan hal lain. kegiatan dan siswa SMPN 5 Praya belum memiliki LKS sehingga sulit untuk belajar. Pada siklus II proses belajar mengajar mulai berjalan efektif sesuai dengan skenario yang telah dirancang, karena pada siklus II apa yang kurang pada siklus I diperbaiki pada siklus II.
Dari hasil observasi pada siklus II rata-rata nilai siswa meningkat menjadi 78,66, sehingga dapat dikatakan pada siklus II mengalami peningkatan prestasi yang lebih baik dibandingkan dengan siklus I yang rata-rata nilai siswa hanya 68,92. Pada siklus II terdapat 27 siswa yang memperoleh nilai ≥ 65, sedangkan terdapat 3 siswa yang memperoleh nilai ≤ 65. Sedangkan nilai rata-rata aktivitas siswa dari hasil observasi mengalami peningkatan dari 2,2 pada siklus I menjadi 3,5 pada siklus II, dan tergolong aktif, sedangkan nilai rata-rata aktivitas guru juga meningkat dari 2,5 pada siklus I menjadi 3,3 pada siklus. II, dan cukup baik.
Dilihat dari hasil observasi pada siklus II, siswa sudah membawa peralatan untuk belajar, siswa dapat duduk dengan tenang dan tertib saat guru memberikan penjelasan, siswa memperhatikan penjelasan guru dan tidak melakukan pekerjaan lain selama pembelajaran berlangsung. Dengan demikian pada siklus II kegiatan dianggap cukup untuk tidak dilanjutkan pada siklus berikutnya dan juga penelitian ini dihentikan dengan alasan hasil yang diperoleh cukup memberikan informasi untuk menarik kesimpulan. Dari pengalaman yang diperoleh peneliti di lapangan, ketika melakukan penelitian dengan menggunakan koperasi sebagai sarana pembelajaran dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.
Penggunaan koperasi sebagai media pembelajaran dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran kegiatan koperasi sebagai pelaku ekonomi masyarakat pada siswa kelas VIII.2 SMPN 5 Praya tahun pelajaran 2010/2011. Dibandingkan nilai rata-rata sebelum tindakan menggunakan kooperatif sebagai media pembelajaran IPS terpadu sebesar 61,5. Pemanfaatan koperasi sekolah sebagai media pembelajaran juga dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas VIII.2 SMPN 5 Praya Lombok Tengah tahun pelajaran 2010/2011.
SIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah dipaparkan, dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan koperasi sekolah sebagai media pembelajaran IPS terpadu topik kegiatan koperasi adalah sebagai.
Saran
Bagi pihak sekolah khususnya guru-guru lain di SMPN 5 Praya dapat memanfaatkan media yang ada di sekitar sekolah sebagai media dalam proses pembelajaran dengan mengacu pada pengalaman dan teori yang ada guna meningkatkan kualitas pembelajaran tentang suatu mata pelajaran. Bagi pengelola lembaga khususnya kepala sekolah harus menyediakan dan menambah sarana dan prasarana pendukung dalam pembelajaran seperti buku pelajaran, komputer dan media pembelajaran lainnya untuk mempercepat proses belajar mengajar. Selain itu guru dapat dengan leluasa memilih dan menggunakan media yang ada sehingga pembelajaran tidak terkesan monoton dan siswa menjadi semangat dalam belajar.
Penerapan Metode Think Pair Share untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Sistem Gerak Pada Manusia Kelas VII SMPN 4 Pringgabaya Tahun Pelajaran 2010/2011. Saptarini, “Media Pelayanan Bimbingan Bersumber Lingkungan dan Sosial”, di http://zapta-sweet.blogspot.com/2010/11/media-jasa- 12.18 WITA.