BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
C. Pembahasan
Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan sebagai upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Fiqih dengan menerapkan Model pembelajaran langsung dengan metode praktek pada pokok bahasan pada siklus I, tentang Zakat dan hikmahnya dan pada siklus II tentang Haji dan umroh. Adapun ringkasan dari hasil penelitian dari siklus I dan II yang memuat rata-rata skor hasil belajar siswa, ketuntasan klasikal, aktivitas guru, aktivitas siswa dan hasil belajar.
Pada siklus I rata-rata skor hasil belajar siswa dan skor aktivitas belajar siswa sudah memenuhi indikator yang ditetapkan akan tetapi ketuntasan klasikalnya masih dibawah 85%. Oleh karena itu diperlukan perbaikan kembali untuk memperbaiki kesalahann pada siklus I yakni dngan melakukan tahapan selanjutnya yaitu siklus II. Walaupun demikian, secara umum pembelajaran dengan Model pembelajaran langsung dengan metode praktek sudah berjalan dengan baik. Hanya saja perlu dilakukan penyempurnaan indikator-indikator pembelajaran dan aktivitas belajar peserta didik yang belum terpenuhi pada siklus sebelumnya yang belum maksimal seperti pada saat pelaksanaan proses pembelajaran dengan Penerapan model pembelajaran langsung dengan metode praktek dimana siswa tidak terlalu berani mengemukakan pendapat berdasarkan hasil pengamatannya. Sehingga pada siklus II guru meningkatkan cara pengajaran yang optimal seperti meningkatkan motivasi dan minat belajar siswa agar lebih aktif dalam kegiatan belajar mengajar. Sementara pada
siklus II terlihat bahwa hasil belajar dan kategori aktivitas belajar Fiqih siswa sudah tercapai dan memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).
Hal ini tentunya merupakan pengaruh yang fositif dan baik dari penerapan model pembelajaran tersebut, yang mendorong siswa untuk aktif dalam mengemukakan pendapat dan menanggapi pendapat rekannya serta dapat membuat ingatan lebih kuat dan mampu bekerja sama satu sama lain dalam memperagakan media yang di praktekkan dalam proses pembelajaran. Selain itu, di dalam Al-qur’an juga dijelaskan mengenai arah pembelajaran langsung dengan metode praktek yang memiliki tiga hal utama yaitu: ajakan untuk berfikir, memiliki media kongkret sebagai sarana penunjang dalam proses pembelajaran dan mendemonstrasikan atau praktek.104 Dengan demikian, arah yang terkandung dalam ayat-ayat pembelajaran sesungguhnya untuk mengajak manusia berfikir secara rasional dengan bantuan media kongkrite. Bagi para guru agar dapat menghadirkan media dalam setiap pembelajaran yang berkaitan dengan proses pembelajaran, karena Allah SWT. Selalu mengajarkan manusia dengan dukungan media secara simbolis, miniatur atau media asli.105
Karena pada hakekatnya metode praktek lebih efektif digunakan dalam dunia pendidikan karena pada saat pembelajaran siswa dilatih, dibimbing, dididik, dan dibentuk dalam proses pembelajaran sehingga pemahaman dan kemampuan siswa dalam memahami, mengamati dan menalar apa yang di sampaikan oleh guru lebih muda untuk dicerna dan
104Syukri M.Pd . Tafsir Ayat-ayat Pembelajaran Dalam Al-Qur’an. (Mataram: Insan Madani Pres. 2016) hlm. 9.
105Ibid.,hlm, 14.
diolah oleh pemikiran siswa.106 Seperti pada teori menurut Killent menyatakan bahwa model pembelajaran langsung adalah teknik pembelajaran ekspositori ( pemindahan pengetahuan dari guru kepada murid secara langsung misalnya melalui metode ceramah, demonstrasi dan tanyak jawab yang melibatkan seluruh kelas atau siswa yang berada di dalam kelas baik sebagai model pembelajaran maupun peraga pembelajaran).107 Adapun rata-rata nilai skor siswa pada setiap siklusnya sudah memenuhi indikator keberhasilan yang telah ditetapkan sehingga peneliti menyimpulkan bahwa dengan menerapkan pembelajaran ini akan membuat siswa aktif dalam meningkatkan hasil belajar siswa itu sendiri.
Hal ini terlihat dari tabel di bawah ini sebagai berikut:
Hasil Siklus I Hasil Siklus II Persentase Ketuntasan Klasikal
Kenaikan %
76,19% 97,61% Siklus 1 76,19%
dan siklus II 97,61%
Kenaikan dari siklus I ke
siklus II 21,42%
Dari uraian tersebut dapat dilihat bahwa hasil pembelajaran dengan penerapan model pembelajaran langsung dengan metode praktek mampu meningkatkan hasil belajar fiqih siswa. Oleh karena itu, secara keseluruhan bahwa model pembelajaran tersebut dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik. Hal ini disebabkan karena
106Syukri Metode Khusus Pendidikan dan Pembelajaran (Jakarta:Prenadamedia Group,2019), Hlm:149.
107 Supriyono,”Penerapan Model Pembelajaran Langsung Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Tema Peristiwa di Sekolah Dasar” Jurnal Penelitian Pendidikan Guru Sekolah Dasar (JPGSD),Vol 2, Nomor 3, Tahun 2015, hlm. 3. Diakses Pada Tanggal 18 September 2019.
Jam 18.20
penerapan model pembelajaran langsung dengan metode praktek ini dapat mendorong motivasi belajar siswa dan meningkatkan pemahaman secara langsung kemudian siswa berani untuk mengemukakan pendapatnya ketika proses diskusi kelompok berlangsung dan tidak serta merta sebagai pendengar dan penerima hasil diskusi saja melainkan turut berpeeran aktif dalam proses pembelajaran berlangsung. Keterlibatan siswa secara aktif dalam pembelajaran dapat meningkatkan kwalitas pembelajaran, membuat pembelajaran berjalan secara lancar, dan memungkinkan siswa menciptakan hal-hal baru dalam proses pembelajaran. 108Maka siswa akan mengingat materi pembelajaran lebih lama karena peserta didik sendiri yang menjadi model dalam praktek sehingga peserta didik merasakan secara langsung apa yang di peragakan. Terlebih lagi Metode praktik adalah sebuah metode pembelajaran dimana siswa/peserta didik melaksanakan kegiatan pelatihan atau praktek agar memiliki ketegasan atau keterampilan yang lebih tinggi dari teori yang dipelajari. Metode ini memberikan jalan kepada peserta didik untuk menerapkan, menguji dan menyesuaikan teori dengan kondisi sesungguhnya melalui praktek atau kerja, peserta didik dan waktu latihan akan mendapatkan pengajaran yang sangat baik untuk mengembangkan dan menyempurnakan keterampilan yang diperlukan.109Dengan demikian pembelajaran langsung dengan
108Ramayulis,Metodelogi Pendidikan Islam,(Jakarta:Jl.Teladan No.2 Johar Baru V, Desember 2014), hlm.249.
109Titin Syahrowiyah,”Pengaruh Metode Pembelajaran Praktik Terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Siswa Kelas IV Sekolah Dasar,”Jurnal Online Studia Didaktika ,Vol. 10, No 2, Tahun 2016 ,hlm. 3. Diakses pada tanggal 18 September 2019. Jam 00.54
metode praktek ini tidak terlepas asumsi dari pengamatan secara langsung terhadap orang lain. Mendemonstrasikan suatu keterampilan atau konsep pembelajaran, sehingga guru dituntut untuk menguasai seluruh aspek pembelajaran yang akan di demonstrasikan dan menguasai seluruh komponen-konponen pembelajarannya. Yang pada akhirnya siswa mampu lenih mudah memahami materi pembelajaran karena memperhatikan dan sekaligus melihat proses pembelajaran danbisa juga siswa sebagai model dalam pembelajaran berlangsung. Terlebih dengan kerja sama dalam kelompok, berfikir kreatif dan inovatif dalam memecahkan masalah dan beraktivitas merupakan ciri khas dalam pembelajaran ini menjadikan peserta didik untuk lebih termotivasi dalam belajar.110
Dengan demikian berdasarkan pembahasan diatas, maka penerapan model pembelajaran langsung dengan metode praktek dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Fiqih siswa kelas X MAN 1 Kota Mataram tahun pelajaran 2019/2020.
110Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Langsung,( Jakarta:Kencana Perdana Media,2006), hlm 6
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
Berdasarkan pada hasil analisis data yang telah dijabarkan oleh peneliti, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran langsung dengan metode praktek, dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Fiqih di kelas X IIS II Madrasah Aliyah Negeri 1 Kota Mataram Tahun Pelajaran 2019/2020.
Peningkatan ini dibuktikan dari siklus I diperoleh persentase ketuntasan klasikal sebesar 76,19% dan nilai pada siklus II diperoleh persentase ketuntasan klasikal 97,61%, dimana terjadi peningkatan nilai persentase ketuntasan klasikal hasil belajar siswa. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran berbasis praktekmampu meningkatkan hasil belajar peserta didik. Berdasarkan evaluasi hasil belajar yang telah dilakukan terbukti bahwa kajian teori yang menyatakan penerapan model pembelajaran langsung dengan metode praktekmerupakan model pembelajaran yang efektif dan efesien untuk meningkatkan hasil belajar siswa. .
B. SARAN
1. Kepada siswa siswi kelas X Madrasah Aliyah Negeri 1 Kota Mataram selama mengikuti proses pembelajaran suapaya lebih aktif dan lebih meningkatkan perhatiaanya, agar setiap materi yang diberikan dapat dipahami dengan baik dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa serta prestasi yang setinggi-tingginya karena dengan hanya belajar saja tidak
akan mampu memahamkan peserta didik tanpa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Serta akan adanya semangat ingin tahu dari dalam kesuksesan diri supaya dapat tercapai karena didalam al-qur’an Allah SWT menjelaskan bahwa Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum sebelum mereka merubah nasibnya sendiri
2. Kepada para guru hendaknya memiliki persiapan yang matang serta kemampuan untuk menerapkan teori kognitif, afektif dan psikomotorik yang merupakan komponen pembelajaran.
3. Kepada kepala sekolah pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran langsung dengan metode praktek ini agar tetap diterapkan dalam proses pembelajaran untuk dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar peserta didik
4. Kepada orang tua hendanya selalu melakukan pengawasan terhadap pola belajar anak yang disertai dengan motivasi sehingga terarah, mandiri dan disiplin.
5. Diharapkan kepada peneliti lain untuk dapat melaksanakan penelitian dalam lingkup yang lebih luas dari pada skripsi ini, sehingga dapat memperkaya ilmu pengetahuan umumnya dan bidang studi Fiqih khususnya.
DAFTAR PUSTAKA
Abdul Majid, Strategi Pembelajaran,PT Remaja Rosdakarya, Bandung, 2013.
Abu Bakar,”Pengaruh Pembelajaran Langsung Dengan Metode Praktek Terhadap Kemampuan Lompat Jauh Sd Impres kela IV Tingkat Memanjang Makassar II”,Journal Of Physical Educations Sport and Recreation, Vol. 1, Nomor 1, September 2017.
Alfisyahrah,” Penerapan Model Pembelajaran Langsung Menggunakan Lnagkah Polya Untuk Meningkatkan Kemampuan Siswa Kelas VII SMP 13 Palu Dalam Menyelesaikan Soal Cerita Tentang Himpunan”,AKSIOMA Jurnal Pendidikan Matematika, Vol. 6, Nomor 1 Tahun 2017.
Chaplin P.J Dictionary Of Psycilogy New York ; Dell Publishing Co Inc, 1972.
Dimyati dan Drs. Mudjino, Belajar dan Pembelajaran, Jakarta: PT Rineka Cipta,Februari 2015.
Dokumentasi. Data Sekolah Madrasah Aliyah Negeri 1 Kota Mataram , dikutip tanggal 21 Oktober 2019
Elvian Sori,”Penerapan Model Pembelajaran Langsung Dengan Media Vidio Untuk Meningkatkan Kemampuan Lempar Turbo Siswa Kelas V Sd Labuan Lebong”Skripsi FKIP Universitas Bengkulu Tahun 2014.
Endang Setyawati,”Peningkatan Hasil Belajar IPA Melalui Model Discovery Learning Siswa Kelas VII SMP Gendang Anak 12”, Jurnal Kajian Teori dan Praktek Kependidikan, Vol 3, Nomor 1, Juni 2018.
Esa Nurwahyuni, Teori Belajar dan Pembelajaran,Yogyakarta, Anzul Media,2007.
Esa Nurwahyuni, Teori Belajar dan Pembelajaran, Yogyakarta:Anzul Media 2007.
Esthi Santi Ningtyas , Emy Waryani,”Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif (Cooperatif Learning) berbantuan media komik interaktif untuk meningkatkan aktivitas belajar dan hasil belajar IPS”,Jurnal Pendidikan Surya Edukasi (JPSE), Vol. 3, Nomor: 1, Juni 2017.
Fidiyah Nuraini,”Penerapan Model Pembelajaran Langsung (Direct Intractions) Dan Model Pembelajaran Kooperatif Team Games Tournament (TGT) Terhadap Motivasi Belajar dan Penguasaan Konsep Fisika Kelas X Mipa
1 dan Kelas X Mipa 2 SMA Negeri 1 Turi Tahun 2018” Skripsi FMIP Universitas Negeri Yogyakarta 2018.
Hasbullah. Dasar-dasar Pendidikan, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada,2005 Helen Sabera Adib,” Teknik Pengembangan Intrumen Penelitian Ilmiah di
Perguruan Tinggi Agama Islam” ,Jurnal Pendidikan, Vol. 2, Nomor 6 Tahun 2017.
Ika Purnamasari,” Penerapan Model Pembelajaran Langsung Dengan Media Prototype Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Menjahit Busana Safari Pada Siswa Kelas XI Tata Busana di SMK Negeri 3 Blitar”,E-Journal, Vol. 04, Nomor 02 Tahun 2015.
Imam Syafe’i, “Tujuan Pendidikan Islam”, Al-Tadzkiyyah, Vol. 6, Nomor .20869118, November 2015.
James O Wittaker, Introductions in Psychologi, Tokyo:Toppan Company Limited, 1997.
Lalu Syaiful Hidayat S.Ag, Wawancara, Ruang Guru MAN 1 Kota Mataram, Sabtu, 07 September 2019.
Maemun, Kiat Sukses Menjadi Guru Halal,Mataram,Lembaga Pengkajian – Publikasi Islam dan Masyarakat IAIN Mataram.
Mahathir Muhammad Iqbal,”Merumuskan Konsep Fiqih Islam Persfektif Indonesia”, Jurnal Ilmu Syariah dan Hukum, Vol 2, Nomor 1, Januari- Juni 2017.
Masnur Muchlis, Pendidikan Karakter, Jakarta: Bumi Aksara, 2014
Muhammad Muchlis Sholihin,” Belajar dan Mengajar Dalam Pandangan Al- Ghozali”,Jurnal Tadris, Vol 1, Nomor 2, Tahun 2016 .
Muhammad Salman Ghanim,Kritik Ortodoksi: Tafsir Ayat Ibadah, Politik dan Feminisme,Yogyakarta: LKS, 2000.
Muhibin Syah, Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru,Bandung:PT Remaja Rosda karya, 2014.
Mulyono Abdurrrahman, Psikologi PendidikanMedan, Perdana Publishing ,2012.
Nawir, Khaeruddin Arfah, dan Trianto Pristewaliyo,”Penerapan Metode Demonstrasi Untuk Meningkatkan Keterampilan Melukis Peserta Didik
kelas X IPA 3 di Kabupaten Shoppeng”, Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan, Vol. 1, Nomor 1, Tahun 2015.
Nur Huda Muttaqin,”Penerapan Model Pembelajaran Langsung ( Direct Intructions) Disertai dengan Diskusi dan Media Hyper camp Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Pada Materi Ikatan Kimia Kelas X 1 SMA Islam 1 SurakartaTahun Pelajaran 2016/2017,” Jurnal Pendidikan Kimia,Vol. 7, Nomor 1, Tahun 2018.
Oemar Hamlik, Psikologi Belajar Mengajar, Bandung: Sinar Baru Algensindo, 2014
Qs.Al-Baqarah (2): 260
Rachmat Syafe’i, M.A,Ilmu Ushul Fiqih,Jawa Barat,CV Pustaka Setia,2015.
Ramayulis,Metodelogi Pendidikan Islam,Jakarta:Jl.Teladan No.2 Johar Baru V, Desember 2014.
Rusman, Model-model Pembelajaran mengembangkan Profesionalisme Guru Jakarta:Rajawali Pers,2013.
Sofian Amdi dan Khoiru Ahmad, Strategi Belajar Mengajar,Jakarta: PT Rineka Cipta,2010.
Sudjna, Penilaian Proses Hasil Belajar Mengajar,Bandung,Remaja Rosda Karya,2001.
Sugianto, Pembelajaran Langsung, Jakarta: Raja Wali Perss,2008.
Suharsimi Arikunto, dkk, Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta: PT Bumi Aksara, 2014.
Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Jakarta:
Rineka Cipta, 2013
Supardi, Darwyan Syah dan Eneng Muslihah, Strategi Belajar Mengajar. Jakarta:
Diadit Media, 2006.
Suprijon, Model-model pembelajaran: Mengembangkan profesionalisme Guru, Jakarta:Raja Gravindo Persada, 2013.
Supriyono,”Penerapan Model Pembelajaran Langsung Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Tema Peristiwa di Sekolah Dasar” Jurnal Penelitian Pendidikan Guru Sekolah Dasar (JPGSD),Vol 2, Nomor 3, Tahun 2015.
Syaiful Bahri Djamarah M.Ag, Strategi Belajar Mengajar ,Jakarta:PT Rineka Cipta,2014.
Taryana Suryana,”Pengelolaan Dokumen Sebagai Sarana Komunikasi Internal UNKOM” E-Jurnal,Vol 1, Edisi 1, Maret 2015.
Tatang Arya Gumanti,Yunindar,Syahruddin,Metode Penelitian Kelas, Jakarta : Mitra Wacana Media, 2016.
Tim Penyusun Pusat Bahasa (Mendikbut), Kamus Besar Bahasa Indonesia ,Jakarta, Balai Pustaka,Ed 3,Cet 4, 20017.
Titin Syahrowiyah,”Pengaruh Metode Pembelajaran Praktik Terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Siswa Kelas IV Sekolah Dasar,” Jurnal Online Studia Didaktika,Vol. 10, No 2, Tahun 2016 . Trianto, Mendisain model pembelajaran inofatif-progresif, Jakarta:
Kencana,2009.
Ummi Rosyidah,”Pengaruh model pembelajaran praktek Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VIII SMP Negeri 6 Metro,”Jurnal SAP (Susunan Artikel Pendidikan),Vol 1, Nomor 2, Desember 2016.
Widianingsih, Model-Model Pembelajaran, Jakarta:Pustaka Pelajar, 2011.
Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Langsung, Jakarta:Kencana Perdana Media,2006.
Zainal Arifin .M.Pd, Evaluasi Pembelajaran,Bandung:PT.Remaja Rosdakarya,2017.
DAFTAR WAWANCARA
Lalu Syaiful Hidayat S.Pd, Wawancara Ruang Guru Madrasah Aliyah Negeri 1 Kota Mataram
LAMPIRAN
Lampiran 1:
RPP
(RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN) 1. Satuan Pendidikan : Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Mataram 2. Mata Pelajaran : Fiqih
3. Kelas / Semester : X/Ganjil
4. Materi Pokok : Zakat dan Hikmahnya 5. Alokasi Waktu : 2X 45Menit
6. Kompetensi Inti :
KI-1: Menghargaidanmenghayatiajaran agama yang dianutnya
KI-2: Menghargaidanmenghayatiperilakujujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotongroyong), santun, percayadiri, dalamberinteraksisecaraefektifdenganlingkungansosialdanalamdala mjangkauanpergaulandankeberadaannya
KI-3:Memahamipengetahuan (faktual, konseptual, danprosedural) berdasarkan rasa ingintahunyatentangilmupengetahuan, teknologi, seni, budayaterkaitfenomenadankejadiantampakmata
KI-4:Mencoba, mengolah, danmenyajidalamranahkonkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, danmembuat) danranahabstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, danmengarang) sesuaidengan yang dipelajari di sekolahdansumber lain yang samadalamsudut pandang
7. Kompetensi Dasar (KD)
3.1 Menjelaskan ketentuan islam tentang zakat dan hikmahnya 3.2 Mengidentifikasi undang-undang tentang pengelolaan zakat 4.3Menunjukkan contoh penerapan ketentuan zakat
4.4 Menunjukkan cara pelaksanaan zakat sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.
8. IPK
1. Menjelaskan pengertian zakat dalam islam
2. Menjelaskan dalil-dalil yang berkaitan dengan ketentuan zakat dalam islam
3. Mengkaji beberapa literatur yang membahas tenytang konsep zakat dalam islam
4. Mendiskusikan tentang konsep zakat dan kadar jumlah zakat yang dikeluarkan dalam islam dengan jenis yang berbeda-beda.
5. Menyebutkan nizab pada masing-masing objek zakat
6. Membandingkan ketentuan zakat dalam perundang-undangan dengan konsep dalam islam
7. Menggunakan ketentuan perundang-undangan untuk melihat praktek pengelolaan zakat oleh pemerintah
8. Mempraktekkan pengelolaan zakat dalam kehidupan bermasyarakat 9. Materi Pembelajaran: Zakat dan hikmahnya
9. Pendekatan/ Model Pembelajaran Pendekatan : Saintifik
Model : Pembelajaran Langsung dengan metode Praktek
Metode : Ceramah,Tanyak Jawab, Diskusi, Demonstrasi, Penugasan dan Praktek.
Teknik : Praktek Langsung.
10. Media, Alat dan Sumber Belajar Media :
Alat : Spidol,papan tulis, kertas dan bolpoin.
Sumber belajar : Internet, buku paket Fiqih dari kemnag kelas X, buku Fiqih dari sumber lain yang relevan, Al-qur’an dan Al- Hadist.
11. Kegiatan Pembelajaran:
NO Kegiatan Waktu
1. Kegiatan Awal/Pendahuluan 7 Menit
a. Guru memasuki kelas, kemudian mengucapkan salam dan berdoa untuk mengawali proses pembelajaran
b. Guru menyapa siswa sebelum memulai proses pembelajaran
c. Guru mengabsen siswa untuk mengetahui kehadiran siswa didalam kelas
d. Guru memberikan motivasi dan menjelaskan tujuan pembelajaran
e. Guru menyampaikan inti dari materi yang akan dibahas dalam proses pembelajaran dan menjelaskan tentang kegiatan yang akan dilakukan oleh peserta didik saat proses pembelajaran di mulai.
2. Kegiatan Inti 31 Menit
a. Observing (Mengamati)
- Guru menjelaskan tujuan dari Metode Praktek dan Demostrasi menggunakan alat peraga.
- Siswa mendengarkan arahan dari guru mengenai tehnik penggunaan alat peraga
- Siapkan alat atau benda yang dibutuhkan untuk demonstrasi
- Guru menjelaskan langkah-langkah pembelajaran menggunakan strategi Model Pembelajaran langsung dengan metode praktek kepada peserta didik
- Guru menyiapkan alat-alat yang dibutuhkan dalam proses pembelajaran
- Mendemonstrasikan sesuai sesuai dengan tujuan yang disertai dengan penjelasan lisan
- Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya
- Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mencoba dan mempraktekkannya.
b. Questioning (Menanya)
- Guru bertanya kepada siswa materi dan kegiatan pembelajaran yang berkaitan dengan studi fiqih terutama pada materi tentang zakat dan hikmahnya.
c. Eksplorasi
- Guru mempasilitasi peserta didik dan memberi kesempatan untuk mengungkapkan ide, pendapat dan tanggapan dalam diskusi serta mendokumentasikan secara tertulis pada masing-masing kertas kerja.
d. Eksperimen (mencoba)
- Masing-masing kelompok mempraktekkan materi yang di dapatkan berkaitan dengan hasil pembahasan dan pengamatan yang dilakuakan terhadap guru maupun siswa pada saat proses pembelajaran berlangsung dengan metode
praktek.
e. Communications (mengkomunikasikan)
- Masing-masing peserta didik mempersentasikan hasil diskusi dan pengamatannya mengenai topic yang di bahas yang di peroleh peserta didik . - Guru memberikan penjelasan dari setiap
pertanyaan yang diajukan oleh peserta didik.
3. Kegiatan Akhir 7 Menit
- Guru mengajak siswa untuk menyimpulkan materi yang telah dibahas hari ini.
- Menugaskan kepada siswa untuk mencoba dan mempraktekkan apa yang telah diperagakan - Melakukan penilaian terhadap tugas tugas yang
telah diberukan dalam bentuk karya atau perbuatan.
- Guru menyampaikan materi pelajaran pertemuan selanjutnya.
- Doa dan salam 12. Penilaian Pembelajaran:
a. Tabel Penilaian Pengetahuan No NamaSiswa Skor Yang
Diperoleh
Skor Total Nilai
1
2 3 4 5
KeteranganNilai
Nilai= � ��� � � � ℎ
or ota X 100 b. Penilaian keterampilan
No NamaPes sertaDisi
k
Aktif Teliti Ketepatan Total Skor
Nilai 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1
1 2 3 4 5
Mengetahui Kepala Sekolah/MadrasahGuru Mata Pelajaran
NIP. 196012311991031011
Lampiran 2:
Lembar Kerja Kelompok Siklus I Kelompok I
Ahmad Baim Adrianto Anisa Salma
Baiq Antonia Saroja Baiq Iklima Ulfa UmARI Izzah Ahlakul Alim
Lalu Nasri Fathurrahman Nanda Intan Islami
Kelompok II
Lalu Muhammad Guruh Buana P M. Yarjuna Barkah
Nadiya Salsabila Naufal Ibrahim Ashari Rina Tresna Sari Titin Nurkholiza Yusni Febrian Kelompok III
Anissa Insani
Jesya Wana Jeryafani Fitria Ariandini Riza Aprilia
M. Rifqi Muttahari M. Khaliqan Anwar Akmal Mashadi
Kelompok IV Atikah
Adinda Febriana Saifuddin Rezta Eza Emiliana
Irfan Jayadi Zifaldi Arsenata Haikal Fikri R Indra Rizki Kelompok V
Ahalal Firdaus Ainul Hajar
Indah Dwi Cahyani
Kelompok VI Belinda Desi Lestari Ifa Rahayu Mentari Mauliana Gusfian
Iza Septiani Serli Rahmawati
Lalu Rizang Giri Anggara
Pariatul Hasanah M. Al-Farizi M. Zultan
Destine Latifa Azhari
Lampiran 3:
Indikator Observasi Aktifitas Guru Siklus 1
NO Indikator Penilaiam Keterangan
1. Prapembelajaran Terlihat Tidak terlihat a. Guru menggunakan RPP
b. Guru melakukan kegiatan apserpsi
c. Guru memberitahukan manfaat dan tujuan pembelajran
d. Guru memberikan deskripsi singkat tentang materi pembelajaran
e. Guru memberikan petunjuk kegiatan pembelajaran
II Kegiatan Inti Pembelajaran
A. Penguasaan Materi
Pembelajaran
1. Guru memberikan motivasi 2. Guru mengaitkan materi
dengan pengetahuan lain yang relevan
3. Guru mengaitkan materi dengan realita kehidupan B. Pendekatan/strategi
pembelajaran dengan
menggunakan model
pembelajaran langsung dengan metode Praktek
1. Menjelaskan Tujuan Demonstrasi Pembelajaran 2. Guru menjelaskan langkah-
langkah pembelajaran menggunakan strategi Model Pembelajaran langsung dengan metode praktek kepada peserta didik
3. Menyiapkan alat atau benda yang dibutuhkan untuk demonstrasi materi pembelajaran
4. Mendemonstrasikan sesuai sesuai dengan tujuan pembelajaran yang disertai dengan penjelasan lisan 5. Memberikan kesempatan
kepada siswa untuk melakukan tanyak jawab 6. Memberikan kesempatan
kepada siswa untuk
mencoba dan
mempraktekkan apa yang telah di peragakan guru sebelumnya
C. Pemanfaatan Sumber Belajar/
Media Pembelajaran
1. Guru menggunakan media secara aktif dan efisien 2. Guru melibatkan siswa
dalam pemanfaatan media D. Pelajaran Yang Memicu Dan
Memelihara Ketertiban Siswa 1. Guru menumbuhkan
partisipatif aktif siswa
dalam pembelajaran.
2. Guru menunjukkan sikap terbuka terhadap respon siswa
3. Guru menumbuhkan kecerian dan antusiasisme siswa dalam belajar
E. Penilaian Proses Dan Hasil Belajar
1. Guru memantau kemajuan belajar selama proses pembelajaran berlangsung 2. Guru melakukan penilaian
akhir sesuai indikator F. Penggunaan Bahasa
1. Guru menggunakan bahasa lisan dan tulisan secara baik, benar dan jelas.
2. Guru menyampaikan pesan dengan gaya yang sesuai
3. Guru memberikan apresiasi/
penghargaan bagi kelompok terbaik selama proses pembelajaran.
III. Penutup
1. Guru memberikan lembar evaluas
2. Guru mengucapkan salam Komentar:
Berdasarkan tabel aktivitas guru tersebut terlihat bahwa pelaksanaan kegiatan guru siklus I, sudah tergolong kategori baik. Namun masih terdapat