BAB IV HASIL PENELITIAN dan PEMBAHASAN
C. Pembahasan
untuk 2 orang siswa tersebut dengan memberikan jam tambahan untuk menjelaskan kembali materi yang belum dipahami siswa tersebut supaya bisa mencapai ketuntasan seperti teman-temannya yang lain.
Refleksi dilakukan oleh peneliti bersama dengan guru PAI kelas IV setelah selesai siklus II. Siklus II menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar dari hasil tes evaluasi siswa, begitu juga dengan observasi aktivitas guru dan siswa yang mengalami peningkatan, dari semua hasil tes serta observasi tersebut dapat disimpulkan tidak perlu adanya siklus III.
yaitu Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai lalu guru menyajikan materi sebagaimana biasanya. Selanjutnya untuk mengetahui daya serap siswa, guru membentuk kelompok berpasangan dua (2) orang lalu guru menugaskan salah satu siswa dari pasangan itu menceritakan materi yang baru saja diterima dari guru dan pasangannya mendengarkan sambil membuat catatan-catatan kecil, kemudian keduanya berganti peran. Begitu juga dengan kelompok yang lainnya. Selanjutnya guru menugaskan siswa secara bergiliran/diacak untuk menyampaikan hasil wawancaranya dengan teman pasangannya sampai sebagian siswa sudah menyampaikan hasil wawancaranya. Kemudian guru mengulangi/menjelaskan kembali materi yang sekiranya belum dipahami siswa dan pada tahap akhir guru membuat kesimpulan.65
Pada saat proses pembelajaran guru menerapkan model pembelajaran artikluasi untuk meningkatkan hasil belajar PAI siswa karena model pembelajaran artikulasi bermanfaat untuk membuat siswa menjadi lebih mandiri saat belajar, siswa bekerja dalam kelompok untuk menuntaskan materi belajar, terjadi interaksi antarsiswa dalam kelompok kecil, terjadi interaksi antarkelompok kecil, dan masing-masing siswa memiliki kesempatan untuk tampil di depan kelas untuk menyampaikan hasil diskusi kelompok mereka.66 Pada materi tatacara bersuci pada siklus I dan II, penelitian ini mengalami peningkatan hasil belajar pada siklus II. Hal ini bisa dilihat dari meningktnya hasil belajar, kemudian aktivitas guru, aktivitas
65 Agus Krisno Budianto, Sintaks…, hlm. 27.
66 Miftahul Huda, model-model…, hlm. 269.
siswa jika dibandingkan dengan sebelum diterapkannya model pembelajaran Artikulasi.
Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus dengan alokasi waktu 2x35 menit yang dilaksanakan pada tanggal 13-20 November 2018 untuk siksul I dan dari tanggal 27 November-4 Desember 2018 untuk siklus II.
Sebelum melaksanakan pembelajaran pada siklus I dan II, telah disusun perencanaan yakni, dengan membuat RPP. Selain membuat RPP siklus I dan II, peneliti juga membuat lembar observasi aktivitas guru dan aktivitas siswa.
Selanjutnya untuk mengukur penguasaan materi pada pembelajaran PAI, peneliti menyiapkan alat evaluasi untuk siklus I dan II berupa soal pilihan ganda sebanyak 20 soal, setiap siklus memiliki 10 soal. Dan soal tersebut harus dijawab secara individu.
Hasil penelitian tindakan kelas yang diperoleh pada proses pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran Artikulasi pada mata pelajaran pendidikan agama islam menunjukkan adanya peningkatan pada observasi aktivitas guru dan aktivitas siswa maupun tes evaluasi siswa dari siklus I ke siklus II. Adapun suasana kelas yang awalnya siswa pasif di dalam kelas menjadi lebih aktif saat proses pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran Artikulasi dalam proses belajar mengajar di kelas.
Pada saat proses pembelajaran berlangsung telah dilakukan observasi aktivitas guru dan aktivitas siswa serta tes evaluasi pada siklus I dan siklus II.
Hasil observasi aktivitas guru pada siklus I, skor rata-rata pada pertemuan pertama 65% dan pertemuan kedua 70%. Dari pertemuan pertama dan
pertemuan kedua skor yang didapat 67,5% dengan kategori cukup. Pada siklus II juga terlihat bahwa kegiatan guru mengalami peningkatan dalam proses belajar mengajar. Hal ini sesuai dengan hasil observasi aktivitas guru, dengan skor rata-rata pada pertemuan pertama 85% dan pertemuan kedua 95%, dari pertemuan pertama dan kedua skor rata-rata yang didapat yakni 90% dengan kategori sangat baik.
Sedangkan untuk hasil observasi aktivitas siswa pada siklus I, pertemuan pertama 50% dan pertemuan kedua 65%, dari prtemuan pertama dan kedua sehingga skor rata-rata didapat 57,5% dengan kategori kurang.
Untuk hasil observasi aktivitas belajar siswa pada siklus II dengan skor rata- rata pada pertemuan pertama 85% dan pertemuan kedua 90%, dari hasil pertemuan pertama dan kedua skor rata-rata yang didapat yaitu 87,5% dengan kategori sangat baik.
Hasil tes evaluasi siklus I dari 31 siswa kelas IV semuanya mengikuti tes. Setelah diadakan tes evaluasi, dari 31 siswa 21 yang sudah mencapai ketuntasan belajar, sedangkan 10 siswa belum mencapai ketuntasan. Adapun nilai rata-rata tes evaluasi siklus I yaitu 70,64 dengan ketuntasan klasikal sebesar 67,74%, artinya 21 siswa telah mencapai KKM yaitu 75 sedangkan 10 siswa belum mencapai KKM. Siklus I belum mencapai hasil yang maksimal karena belum mencapai ketuntasan klasikal 85% seperti yang telah di tentukan sebelumnya sehingga penelitian ini dilanjutkan ke siklus II.
Adapun pada siklus II hasil evaluasi siswa telah mencapai ketuntasan klasikal 85%. Siswa yang mengikuti tes sebanyak 31 siswa, nilai tertinggi 100 dan
nilai terendah 60 dan nilai rata-rata kelas sebanyak 81,93 dengan ketuntasan klasikal 93,54% dengan kata lain 29 siswa telah tuntas, 2 siswa tidak tuntas.
Keseluruhan hasil penelitian pada siklus II mengalami peningkatan, baik dari observasi aktivitas guru, aktivitas siswa, dan hasil tes evaluasi, maka penelitian ini tidak perlu dilanjutkan ke siklus selanjutnya.
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
Berdasarkan paparan data dan pembahasan, maka penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Artikulasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PAI di kelas IV SDN 41 Ampenan Tahun Pelajaran 2018/2019.
Peningkatan ini dapat dilihat dari evaluasi tes hasil belajar siswa pada siklus I yaitu perolehan nilai rata-rata siswa pada siklus I 70,64 dan ketuntasan klasikalnya sebesar 67,74 %. Sedangkan pada siklus II dilihat dari evaluasi hasil belajar siswa rata-rata nilainya sebesar 81,93 dan ketuntasan klasikal sebesar 93,54%. Adapun nilai rata-rata aktivitas guru pada siklus I yaitu dari 67,5% meningkat menjadi 90% pada siklus II dan nilai rata-rata aktivitas siswa pada siklus I yaitu 57,5% meningkat menjadi 87,5% pada siklus II. Jadi dapat dikatakan bahwa penerapan model pembelajaran Artikulasi mampu meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PAI.
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian, maka peneliti memberikan saran diantaranya sebagai berikut:
1. Bagi siswa, belajar tidak hanya meningkatkan hasil semata, namun proses merupakan hal yang paling terpenting sebelum hasil itu terlihat. Oleh sebab itu belajar tidak hanya memahami saja namun proses penyelesaian dari suatu permasalahan yang paling penting.
2. Bagi guru, penerapan model pembelajaran artikulasi dalam pembelajaran akan lebih meningkatkan hasil belajar siswa serta aktivitas siswa dalam pembelajaran. Selain itu, diharapkan untuk tetap memberikan dukungan moril dan bimbingan kepada siswa yang belum tuntas dalam pencapaian hasil belajar supaya terjadi peningkatan pada hasil belajar siswa.
3. Bagi kepala sekolah, diharapkan dapat menjadikan hasil penelitian ini sebagai acuan untuk mengembangkan model pembelajaran yang lainnya yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran.
4. Bagi peneliti yang ingin melanjutkan penelitian ini menggunakan model pembelajaran untuk model pembelajaran artikulasi ini dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan agama islam dapat menjadikan hasil penelitian ini sebagai refrensi atau sumber informasi tambahan sehingga diharapakan kekurangan-kekurangan pada penelitian ini dapat lebih disempurnakan.
DAFTAR PUSTAKA
Agus Krisno Budiyanto, Sintaks 45 Metode Pembelajaran Dalam Student Centered Learning (SCL), Malang: UMM Press, 2016.
Ahmad Susanto, Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar, Jakarta:
Kencana Prenada Media Group, 2014.
Anhar, Penerapan Metode Reciprocal Teaching Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas V SDN 2 Kalijaga Selatan Kec. Aikmual Kab. Lombok Timur Tahun Pelajaran 2014/2015.
Departemen Agama RI, Al-Qur’an Terjemahan, Bandung: CV Penerbit Diponegoro, 2005
Emzir, Metodologi Penelitian Kualitatif Analisis Data, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2010.
H. Arifin, Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta: PT Bumi Aksara, 2009.
Joko Prasetiyo, Evaluasi dan Remediasi Belajar, Jakarta: Trans Info Media, 2013.
Miftahul Huda, Model-model Pengajaran dan Pembelajaran: Isu-isu Metodis dan Paradigmatis, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2016.
Moh Basri, Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Artikulasi Dalam Meningkatkan Keterampilan Berbicara Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas VI MI NW Bagik Payung Lombok Timur, “Tahun Pelajaran 2010/2011.
Mohammad Daud Ali, Pendidikan Agama Islam, Yogyakarta: Insan Madani, 2008.
M. Taufik, Kreativitas Jalan Baru Pendidikan Islam, Mataram: LEPPIM, 2012.
Muhammad Nurman, Evaluasi Pendidikan, Mataram: IAIN, 2015.
Nana Sudjana, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, Bandung: PT. Remaja Rosda Karya, 2010.
Nana Sudjana, Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar, Bandung: Sinar Baru Algensindo, 2013.
Ngalim Purwanto, Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2008.
Purwanto, Evaluasi Hasil Belajar, Yogyakarta: Pustaka Belajar, 2011.
Purwanto, Evaluasi Hasil Belajar, Yogyakarta: Pustaka Belajar, 2013.
Ridwan, Belajar Mudah Penelitian Guru, Karyawan dan Peneliti Pemula, Bandung: Alfabeta, 2010.
Rusman, Pembelajaran Tematik Terpadu, Jakarta: PT. Raja Grapindo Persada, 2015.
Saifuddin, Penerapan Pembelajaran Kooperatif Model STAD (Student Team Achievement Division) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas X SMA NW Lendang Kekah Tahun Pelajaran 2013/2014.
Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D, Bandung:
Alfabeta, 2014.
Suharsimi Arikunto, dkk, Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta: Bumi Aksara, 2014.
Suharsimi Arikunto, Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2017.
Sukardi, Evaluasi Pendidikan, Jakarta: Bumi Aksara, 2010.
Sukidin. dkk, Manajemen Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta: Insan Cendekia, 2007.
Syaiful Bahri Djamarah, Prestasi Belajar dan Kompetensi Guru, Surabaya: Usaha Nasional, 2012.
Wina Sanjaya, Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta: Kencana, 2011.
Zainal Aqib, Penelitian Tindakan Kelas, Bandung: Yrama Widya, 2016.
Zainal Aqib, dan Siti Jaiyaroh, Penelitian Tindakan Kelas untuk SD, SLB, dan TK, Bandung: CV. Yrama Widya, 2011.
Zuhairini. dkk, Metode Khusus Pendidikan Agama, Surabaya: Penerbit Usaha Nasional, 1983.
LAMPIRAN-LAMPIRAN
Lampiran 1
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
SIKLUS 1 ( Pertemuan 1 ) A. Standar Kompetensi
1. Mengenal tatacara bersuci B. Kompetensi Dasar
1.1.Menunjukkan perilaku bersih sebagai implementasi dari pemahaman tatacara bersuci dari hadas kecil
C. Indikator
1.1.1. Menjelaskan pengertian bersuci 1.1.2. Menyebutkan tatacara bersuci 1.1.3. Menunjukkan alat-alat untuk bersuci D. Tujuan Pembelajaran
Siswa dapat menjelaskan pengertian bersuci
Siswa dapat menyebutkan tatacara bersuci
Siswa dapat menunjukkan alat-alat untuk bersuci E. Materi pokok
Tatacara Bersuci F. Metode / Model
Ceramah
Tanya Jawab
Diskusi
Penugasan
Model Pembelajaran Artikulasi
G. Langkah pembelajaran 1. Kegiatan Awal
Guru memberikan salam, menanyakan kabar dan mengabsen siswa
Menunjuk ketua kelas untuk memimpin do’a
Memberikan motivasi dan apersepsi 2. Kegiatan Inti
Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai.
Guru menyajikan materi sebagaimana biasa.
Guru membentuk kelompok berpasangan dua orang untuk mengetahui daya serap siswa.
Guru menugaskan satu persatu kelompok maju kedepan untuk menceritakan materi yang disampaikan oleh gurunya.
Guru menyuruh salah satu siswa dari pasangan kelompok yang menceritakan materi tersebut untuk membuat catatan-catatan kecil, kemudian keduanya berganti peran.
Guru menugaskan siswa secara bergiliran/diacak untuk menyampaikan hasil wawancaranya dengan teman pasangannya hingga sebagian siswa sudah menyampaikan hasil wawancaranya.
Siswa dapat menyimpulkan hasil wawancara kelompok masing-masing.
Guru mengulangi/menjelaskan kembali materi yang sekiranya belum dipahami siswa.
3. Kegiatan Akhir
Guru dan siswa menyimpulkan materi pembelajaran.
Guru menutup pembelajaran dengan do’a dan salam.
H. Sumber/Media pembelajaran
Buku paket Pendidikan Agama Islam Kelas IV
Lembar soal
I. Penilaian
1. Teknik penilaian : Tes
2. Bentuk Instrumen : Pilihan Ganda
Kepala Sekolah Guru PAI Kelas IV Peneliti
Kamarudin, S.Pd Hj. Siti Sapiani, S.Pd.I Kurniatul Aini
Lampiran 2
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
SIKLUS 1 ( Pertemuan 2 ) A. Standar Kompetensi
1. Mengenal tatacara bersuci B. Kompetensi Dasar
1.1. Menunjukkan perilaku bersih sebagai implementasi dari pemahaman tatacara bersuci dari hadas kecil
C. Indikator
1.1.4. Menjelaskan pengertian berwudhu
1.1.5. Menyebutkan tatacara berwudhu dengan benar D. Tujuan Pembelajaran
Siswa dapat menjelaskan pengertian berwudhu
Siswa dapat menyebutkan tatacara berwudhu dengan benar E. Materi Pokok
Tatacara Berwudhu F. Metode / Model
Ceramah
Tanya jawab
Diskusi
Penugasan
Model Pembelajaran Artikulasi G. Langkah pembelajaran
1. Kegiatan Awal
Guru memberikan salam, menanyakan kabar dan mengabsen siswa
Menunjuk ketua kelas untuk memimpin do’a
Memberikan motivasi dan apersepsi
2. Kegiatan Inti
Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai.
Guru menyajikan materi sebagaimana biasa.
Guru membentuk kelompok berpasangan dua orang untuk mengetahui daya serap siswa.
Guru menugaskan satu persatu kelompok maju kedepan untuk menceritakan materi yang disampaikan oleh gurunya.
Guru menyuruh salah satu siswa dari pasangan kelompok yang menceritakan materi tersebut untuk membuat catatan-catatan kecil, kemudian keduanya berganti peran.
Guru menugaskan siswa secara bergiliran/diacak untuk menyampaikan hasil wawancaranya dengan teman pasangannya hingga sebagian siswa sudah menyampaikan hasil wawancaranya.
Siswa dapat menyimpulkan hasil wawancara kelompok masing-masing.
Guru mengulangi/menjelaskan kembali materi yang sekiranya belum dipahami siswa.
3. Kegiatan Akhir
Guru dan siswa menyimpulkan materi pembelajaran.
Guru memberikan soal evaluasi kepada siswa.
Guru menutup pembelajaran dengan do’a dan salam.
H. Sumber/Media pembelajaran
Buku Paket Pendidikan Agama Islam Kelas IV
Lembar soal
I. Penilaian
1. Teknik penilaian : Tes
2. Bentuk instrumen : Pilihan ganda
Kepala Sekolah Guru PAI Kelas IV Peneliti
Kamarudin, S.Pd Hj. Siti Sapiani, S.Pd.I Kurniatul Aini
Lampiran 3
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
SIKLUS 2 ( Pertemuan 1 ) A. Standar Kompetensi
1. Mengenal tatacara bersuci B. Kompetensi Dasar
1.2. Memahami tatacara bersuci dari hadas kecil sesuai ketentuan syari’at islam
C. Indikator
1.2.1. Menjelaskan pengertian tayammum
1.2.2. Menyebutkan langkah-langkah melakukan tayammum D. Tujuan Pembelajaran
Siswa dapat menjelaskan pengertian tayammum
Siswa dapat menyebutkan langkah-langkah melakukan tayammum E. Materi pokok
Tatacara Tayammum F. Metode / Model
Ceramah
Tanya jawab
Diskusi
Penugasan
Model Pembelajaran Artikulasi G. Langkah pembelajaran
1. Kegiatan Awal
Guru memberikan salam, menanyakan kabar dan mengabsen siswa
Menunjuk ketua kelas untuk memimpin do’a
Memberikan motivasi dan apersepsi
2. Kegiatan Inti
Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai.
Guru menyajikan materi sebagaimana biasa.
Guru membentuk kelompok berpasangan dua orang untuk mengetahui daya serap siswa.
Guru menugaskan satu persatu kelompok maju kedepan untuk menceritakan materi yang disampaikan oleh gurunya.
Guru menyuruh salah satu siswa dari pasangan kelompok yang menceritakan materi tersebut untuk membuat catatan-catatan kecil, kemudian keduanya berganti peran.
Guru menugaskan siswa secara bergiliran/diacak untuk menyampaikan hasil wawancaranya dengan teman pasangannya hingga sebagian siswa sudah menyampaikan hasil wawancaranya.
Siswa dapat menyimpulkan hasil wawancara kelompok masing- masing.
Guru mengulangi/menjelaskan kembali materi yang sekiranya belum dipahami siswa.
3. Kegiatan Akhir
Guru dan siswa menyimpulkan materi pembelajaran.
Guru menutup pembelajaran dengan do’a dan salam.
H. Sumber/Media pembelajaran
Buku Paket Pendidikan Agama Islam Kelas IV
Lembar soal
I. Penilaian
1. Teknik penilaian : Tes
2. Bentuk instrumen : Pilihan ganda
Kepala Sekolah Guru PAI Kelas IV Peneliti
Kamarudin, S.Pd Hj. Siti Sapiani, S.Pd.I Kurniatul Aini
Lampiran 4
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
SIKLUS 2 ( Pertemuan 2 ) A. Standar Kompetensi
1. Mengenal tatacara bersuci B. Kompetensi Dasar
1.2. Memahami tatacara bersuci dari hadas kecil sesuai ketentuan syari’at islam
C. Indikator
1.2.3. Menyebutkan hal-hal yang menyebabkan melakukan tayammum D. Tujuan Pembelajaran
Siswa dapat menyebutkan hal-hal yang menyebabkan melakukan tayammum
E. Materi pokok Tatacara Tayammum F. Metode / Model
Ceramah
Tanya jawab
Diskusi
Penugasan
Model Pembelajaran Artikulasi G. Langkah pembelajaran
1. Kegiatan Awal
Guru memberikan salam, menanyakan kabar dan mengabsen siswa
Menunjuk ketua kelas untuk memimpin do’a
Memberikan motivasi dan apersepsi 2. Kegiatan Inti
Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai.
Guru menyajikan materi sebagaimana biasa.
Guru membentuk kelompok berpasangan dua orang untuk mengetahui daya serap siswa.
Guru menugaskan satu persatu kelompok maju kedepan untuk menceritakan materi yang disampaikan oleh gurunya.
Guru menyuruh salah satu siswa dari pasangan kelompok yang menceritakan materi tersebut untuk membuat catatan-catatan kecil, kemudian keduanya berganti peran.
Guru menugaskan siswa secara bergiliran/diacak untuk menyampaikan hasil wawancaranya dengan teman pasangannya hingga sebagian siswa sudah menyampaikan hasil wawancaranya.
Siswa dapat menyimpulkan hasil wawancara kelompok masing- masing.
Guru mengulangi/menjelaskan kembali materi yang sekiranya belum dipahami siswa.
3. Kegiatan Akhir
Guru dan siswa menyimpulkan materi pembelajaran.
Guru memberikan soal evaluasi kepada siswa.
Guru menutup pembelajaran dengan do’a dan salam.
H. Sumber/Media pembelajaran
Buku paket Pendidikan Agama Islam Kelas IV
Lembar Soal I. Penilaian
1. Teknik penilaian : Tes
2. Bentuk Instrumen : Pilihan ganda
Kepala Sekolah Guru PAI Kelas IV Peneliti
Kamarudin, S.Pd Hj. Siti Sapiani, S.Pd.I Kurniatul Aini
Lampiran 5
KISI-KISI
LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS GURU SIKLUS I dan II 1. Tahap apersepsi
2. Tahap eksplorasi dan penanaman konsep 3. Tahap pengembangan pemahaman konsep 4. Tahap penerapan dan pembinaan keterampilan 5. Tahap akhir/penutup
Lampiran 6
KISI-KISI
LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS SISWA SIKLUS I dan II 1. Kesiapan siswa menerima materi pelajaran
2. Perhatian siswa ketika mengikuti kegiatan pembelajaran 3. Keaktifan siswa dalam meningkatkan kegiatan pembelajaran 4. Interaksi siswa dengan guru
5. penugasan
Lampiran 7
LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS GURU SIKLUS I (Pertemuan 1)
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam Kelas/Semester : IV/ I (satu)
Hari/Tanggal : Selasa 13 November
Waktu : 2 X 35 Menit
Petunjuk :
1. Berilah tanda centang () pada masing-masing deskriptor aktivitas guru yang memiliki kriteria.
a. Kriteria Ya diberikan jika guru memenuhi deskriptor aktivitas pelaksanaan proses belajar mengajar
b. Keriteria Tidak diberikan jika guru tidak memenuhi deskriptor aktivitas pelaksanaan proses belajar mengajar
2. Berikan skor pada setiap indikator yang muncul jika memenuhi kriteria dengan ketentuan sebagai berikut:
Skor 4 diberikan jika 3 deskriptor nampak Skor 3 diberikan jika 2 deskriptor nampak Skor 2 diberikan jika 1 deskriptor nampak
Skor 1 diberikan jika tidak ada deskriptor nampak
N
o Indikator/Deskriptor
Terlaksana
Skor
Ya Tidak
1.
Tahap apersepsi
a. Mengabsensi siswa
b. Menyampaikan tujuan pembelajaran 2
c. Menanyakan kembali tentang materi
sebelumnya
2. Tahap eksplorasi dan penanaman konsep a. Guru menyajikan materi dengan model
pembelajaran Artikulasi
b. Guru membentuk kelompok berpasangan 3
2 (dua) orang
c. Guru mengamati jalannya diskusi
3. Tahap pengembangan pemahaman konsep a. Guru menugaskan salah satu siswa dari
sebuah kelompok untuk menceritakan materi yang disampaikan oleh gurunya kepada teman kelompoknya
3 b. Guru menyuruh pasangan dari kelompok
yang menceritakan materi tersebut untuk membuat catatan-catatan kecil, kemudian keduanya berganti peran
c. Guru menugaskan siswa secara
bergiliran/diacak untuk menyampaikan hasil wawancaranya dengan teman pasangannya
4. Tahap penerapan dan pembinaan keterampilan a. Menugaskan kepada siswa secara individu
mengerjakan soal evaluasi
3 b. Memberikan soal evaluasi sesuai dengan
materi pelajaran.
c. Membimbing siswa yang mengalami
kesulitan mengerjakan soal evaluasi. 5. Tahap akhir/penutup
a. Mengadakan refleksi dalam bentuk Tanya jawab dengan siswa terhadap kegiatan pembelajaran yang didasarkan pada tujuan pembelajaran yang dirumuskan
2 b. Mengajak siswa menyimpulkan materi
pelajaran
c. Menutup pelajaran dengan do’a bersama
Jumlah Skor 13
Skor Akhir 65%
Kategori Cukup
Mataram, 2018 Observer
Kurniatul Aini NIM. 151149041
Cara untuk mencari skor akhir dari observasi aktivitas guru, menggunakan rumus sebagai berikut:
NP = 𝑆𝑀𝑅 × 100 Keterangan:
NP = nilai peren yang dicari atau diharapkan R = skor mentah yang diperoleh guru
SM = skor maksimum ideal dari tes yang bersangkutan 100 = bilangan tetap
Sedangkan untuk melihat kategori yang didapat pada aktivitas guru yaitu dilihat pada tabel pedoman konversi kategori aktivitas guru, di bawah ini:
Pedoman Konversi Kategori Aktivitas Guru.
No Presentase ketuntasan aktivitas guru
Kategori
1 86 - 100% Sangat
baik
2 76 - 85% Baik
3 60 - 75% Cukup
4 55 - 59% Kurang
5 ≤ 54% Kurang
sekali
Lampiran 8
LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS GURU SIKLUS I (Pertemuan 2)
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam Kelas/Semester : IV/ I (satu)
Hari/Tanggal : Selasa 20 November
Waktu : 2 X 35 Menit
Petunjuk :
1. Berilah tanda centang () pada masing-masing deskriptor aktivitas guru yang memiliki kriteria.
a. Kriteria Ya diberikan jika guru memenuhi deskriptor aktivitas pelaksanaan proses belajar mengajar
b. Keriteria Tidak diberikan jika guru tidak memenuhi deskriptor aktivitas pelaksanaan proses belajar mengajar
2. Berikan skor pada setiap indikator yang muncul jika memenuhi kriteria dengan ketentuan sebagai berikut:
Skor 4 diberikan jika 3 deskriptor nampak Skor 3 diberikan jika 2 deskriptor nampak Skor 2 diberikan jika 1 deskriptor nampak
Skor 1 diberikan jika tidak ada deskriptor nampak
N
o Indikator/Deskriptor
Terlaksana
Skor
Ya Tidak
1.
Tahap apersepsi
a. Mengabsensi siswa 3
b. Menyampaikan tujuan pembelajaran c. Menanyakan kembali tentang materi
sebelumnya
2. Tahap eksplorasi dan penanaman konsep a. Guru menyajikan materi dengan model
pembelajaran Artikulasi
b. Guru membentuk kelompok 3
berpasangan 2 (dua) orang
c. Guru mengamati jalannya diskusi
3. Tahap pengembangan pemahaman konsep a. Guru menugaskan salah satu siswa dari
sebuah kelompok untuk menceritakan materi yang disampaikan oleh gurunya kepada teman kelompoknya
3 b. Guru menyuruh pasangan dari
kelompok yang menceritakan materi tersebut untuk membuat catatan-catatan kecil, kemudian keduanya berganti peran
c. Guru menugaskan siswa secara bergiliran/diacak untuk menyampaikan hasil wawancaranya dengan teman pasangannya
4. Tahap penerapan dan pembinaan keterampilan a. Menugaskan kepada siswa secara
individu mengerjakan soal evaluasi
3 b. Memberikan soal evaluasi sesuai
dengan materi pelajaran.
c. Membimbing siswa yang mengalami
kesulitan mengerjakan soal evaluasi. 5. Tahap akhir/penutup
a. Mengadakan refleksi dalam bentuk Tanya jawab dengan siswa terhadap kegiatan pembelajaran yang didasarkan pada tujuan pembelajaran yang dirumuskan
2
b. Mengajak siswa menyimpulkan materi
pelajaran
c. Menutup pelajaran dengan do’a bersama
Jumlah Skor 14
Skor Akhir 70%
Kategori Cukup
Mataram, 2018 Observer
Kurniatul Aini NIM. 151149041
Cara untuk mencari skor akhir dari observasi aktivitas guru, menggunakan rumus sebagai berikut:
NP = 𝑆𝑀𝑅 × 100 Keterangan:
NP = nilai peren yang dicari atau diharapkan R = skor mentah yang diperoleh guru
SM = skor maksimum ideal dari tes yang bersangkutan 100 = bilangan tetap
Sedangkan untuk melihat kategori yang didapat pada aktivitas guru yaitu dilihat pada tabel pedoman konversi kategori aktivitas guru, di bawah ini: