BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
C. Pembahasan Hasil Penelitian
Pada tabel 4.15 di atas, dapat dilihat hasil uji hipotesis yang menunjukkan uji t dengan nilai thitung = 9,407 > ttabel dan nilai signifikan sebesar 0,000 < 0,05, sehingga perbedaan yang signifikan terdapat hasil Pretes-Posttest maka dapat disimpulkan bahwa h1 diterima dan h0 ditolak. Dengan demikian demikian pemanfaatan lingkungan sekolah berpengaruh terhadap hasil belajar siswa kelas IV SDN 290 Inpres Kasisi` Tana Toraja.
berperan penting dalam mempengaruhi proses belajar peserta didik. Cara berpikir peserta didik akan semakin berkembang apabila semua komponen unsur-unsur lingkungan sekolah yang disebutkan di atas tersedia dan dilaksanakan dengan baik oleh sekolah.
Penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Muhammad Ahmad Ridho mengenai “Pengaruh Lingkungan terhadap Motivasi Belajar dan Dampaknya terhadap Prestasi Belajar Murid Kompetensi Keahlian Audio Video SMK Muh. Kutowinangun Kebumen” dimana hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh positif antara lingkungan sekolah, lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat, motivasi belajar secara bersama-sama dengan prestasi belajar peserta didik. Selain itu penelitian ini juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Tin Herniyani (2011) mengenai “Dampak Budaya Belajar dan Lingkungan Sekolah pada Motivasi Belajar Murid”. Penelitian ini dilakukan di SD Swasta Al-Abib Medan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara budaya organisasi dan lingkungan sekolah terhadap motivasi belajar peserta didik.
Penelitian ini juga diperkuat dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Bayu Winarto (2012) dengan judul “Pengaruh Lingkungan Belajar dan Motivasi Berprestasi terhadap Hasil Belajar Murid Kompetensi Keahlian Teknik Otomotif Industri di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Depok Yogyakarta”. Hasil penelitian menyatakan bahwa: (1) terdapat pengaruh positif dan signifikan antara lingkungan belajar terhadap hasil belajar peserta didik (2) terdapat pengaruh positif dan signifikan antara motivasi berprestasi terhadap hasil belajar peserta
didik (3) terdapat pengaruh positif dan signifikan antara lingkungan belajar dan motivasi berprestasi secara bersama-sama terhadap hasil belajar peserta didik.
Hal tersebut juga didukung dengan hasil yang telah diperoleh oleh peneliti dimana berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa motivasi belajar siswa sebelum diberikan perlakuan (Pretest) yang telah diukur melalui angket terdapat 9 siswa yang tuntas dan 19 siswa yang tidak tuntas, setelah diberikan perlakuan (Posttest) terdapat 15 siswa yang tuntas dan 13 siswa yang tidak tuntas.
Sedangkan hasil belajar siswa sebelum diberikan perlakuan (Pretest) menunjukkan bahwa 2 siswa yang tuntas dan 26 siswa yang tidak tuntas. Setelah memberikan perlakuan (Posttest) menunjukkan bahwa 23 siswa yang tuntas dan 5 siswa yang tidak tuntas, sesuai dengan standar kriteria ketuntasan minimal (KKM) pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) kelas IV di SDN 290 Inpres Kasisi`.
Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan peneliti dan juga beberapa ungkapan dari peneliti terdahulu, diketahui bahwa lingkungan sekolah sebagai sumber belajar terhadap motivasi dan hasil belajar siswa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara lingkungan sekolah dengan motivasi dan hasil belajar siswa.
60
Berdasarkan analisis data, pengujian hipotesis serta hasil pembahasan yang telah dikemukakan peneliti, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
1. Dapat disimpulkan bahwa pengaruh pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar peserta didik karena dengan memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar peserta didik akan lebih berusaha mencari pengetahuannya sendiri dengan berinteraksi langsung dengan alam disekitar lingkungan sekolah ataupun memanfaatkan berbagai sumber belajar yang ada hal inilah yang membuat peserta didik lebih termotivasi dan bersemangat dalam proses pembelajaran, sehingga hasil belajar yang baik dapat diraih oleh semua peserta didik.
2. Terdapat pengaruh pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar terhadap motivasi belajar siswa. Dari tabel interval sebelum diberikan perlakuan (Pretest) dapat dilihat deskripsi nilai motivasi belajar siswa dengan rata-rata skor tertinggi yaitu diatas 70 dilihat dari jumlah frekuensi yang paling banyak yaitu 9 (32,1%) dari 28 siswa sehingga dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar siswa (Pretest) terbilang rendah. Setelah diberikan perlakuan (Posttest) dengan memanfaatkkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar, maka terdapat deskripsi nilai Posttest motivasi belajar siswa dengan rata-rata skor tertinggi diatas 70 dilihat dari jumlah frekuensi yang paling banyak yaitu 15 (53,5%) dari 28 siswa, sehingga dapat disimpulkan
bahwa motivasi belajar siswa (Posttest) terbilang tinggi, sehingga dapat dilihat bahwa ada pengaruh pemanfaatan lingkungan sekolah terhadap motivasi belajar siswa kelas IV SDN 290 Inpres Kasisi` Tana Toraja.
3. Terdapat pengaruh pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar yang signifikan terhadap hasil belajar siswa dapat dilihat pada hasil uji hipotesis yang menunjukkan uji t dengan nilai thitung = 9,407 > ttabel dan nilai signifikan sebesar 0,000 < 0,05, sehingga perbedaan yang signifikan terdapat hasil Pretes-Posttest. Dengan demikian demikian pemanfaatan lingkungan sekolah berpengaruh terhadap hasil belajar siswa kelas IV SDN 290 Inpres Kasisi` Tana Toraja.
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan yang telah diuraikan di atas maka dapat diberikan beberapa saran sebagai berikut:
1. Bagi peserta didik
Peserta didik diharapkan lebih aktif dan bersemangat dalam mengikuti proses belajar mengajar. Keaktifan peserta didik dalam proses belajar mengajar ini dapat mempengaruhi daya tarik, motivasi serta hasil belajarnya.
2. Bagi guru
Guru diharapkan dapat menggunakan atau memanfaatkan berbagai sumber belajar yang ada disekitar lingkungan sekolah sehingga peserta didik menjadi lebih aktif dalam proses pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik.
3. Bagi sekolah
Pihak dari sekolah diharapkan selalu memperhatikan guru dalam pemilihan model pembelajaran, dengan cara membuat kebijakan-kebijakan yang dapat meningkatkan dan mengembangkan mutu pendidikan sehingga dapat mencapai tujuan yang diharapkan, serta menyediakan berbagai sarana penunjang dalam pembelajaran seperti media dan model pembelajaran yang variatif.
DAFTAR PUSTAKA
Adiningtiyas, S. W. (2018). Program Bimbingan Pribadi Untuk Meningkatkan Perilaku Disiplin Siswa. KOPASTA: Jurnal Program Studi Bimbingan Konseling, 4(2), 55–63. https://doi.org/10.33373/kop.v4i2.1438
Ahmad Susanto. (2016). Teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Prenada Media Group.
A.M, Sudirman. (2016). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: PT Raja Grafindo
Arianto. (2019). Peningkatan Prestasi Belajar Siswa MTs Al Mubarok Bandar Mataram Lampung Tengah Arianto STIT Al Mubarok. Journal RI’AYAH, 4(1),
9097.http://ejournal.metrouniv.ac.id/index.php/riayah/article/view/1508 Arif S. Sadiman dkk, (2018) Media Pendidikan, Pengertian Pengembangan dan
Pemanfaatanya. Depok: Rajagrapindo Persada.
Arsi, A. (2021) Reabilitas Instrumen Dengan Menggunakan Spss. Validitas Reabilitas Instrumen Dengan Menggunakan Spss, 1-8. https://osf.io/m3qxs Asti Yuliana Dewi. (2019). Pengaruh Kepemimpinan Dan Kemampuan Berkomunikasi Terhadap Motivasi Belajar Mata Pelajaran Ekonomi.
Dinamika Pendidikan, 1(2), 10–35.
Dewi, S. K., &udaryanto, A. (2020). Validitas dan Reabilitas Kuesioner Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Pencegahan Demam Berdarah. SSeminar Nasional Keperawatan Universitas Muhammadiyah Surakarta (SEMNASKEP) 2020, 73-79.
Djamarah, Syaifudin Bahri. (2015), Psikologi Pendidikan, Jakarta: Rineka Cipta Halimah, Nur. (2019). Implementasi Manajemen Kurikulum Di Pesantren
Kampus/Ma’Had Al-Jami’Ah Universitas Islam Negeri Raden Intan
Lampung.
Hamza B. Uno, (2017). Teori Motivsi dan Pengukurannya (Analisis di bidang pendidikan). Jakarta: Bumi Aksara.
Kasyadi, Y., Kresnadi, H., & Sugiyono. (2018). Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran Ilmu Pengtahuan Alam Menggunakan Tipe Jigsaw di Kelas IV. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Khatulistiwa, 7(8), 3.
Kumullah, R., Yulianto, A., & Ida, I. (2019). Peningkatan Membaca Permulaan Melalui Media Flash Card pada Siswa Kelas Rendah Sekolah Dasar.
Jurnal Pendidikan, 7(2), 36–42.
https://doi.org/10.36232/pendidikan.v7i2.301
Lovisia, E. (2018). Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing terhadap Hasil Belajar. Science and Physics Education Journal (SPEJ), 2(1), 1–10.
https://doi.org/10.31539/spej.v2i1.333
Malatuny, Y. G. (2016). Jurnal Pedagogika dan Dinamika Pendidikan. Jurnal Pedagogika Dan Dinamika Pendidikan, 4(2), 87–95.
Nurhasanah, N. (2019). Pengembangan Sarana Kegiatan Dan Sumber Belajar Di
Taman Kanak-Kanak. Didaktika, 12(1), 46.
https://doi.org/10.30863/didaktika.v12i1.175
Patonah, R. (2019). Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ekonomi Melalui Penerapan Metode Diskursus Multy Reprecentacy (DMR). Faktor Jurnal Ilmiah Kependidikan, 6(2), 83–88.
Rusmono. (2017). Strategi Pembelajaran dengan Problem Based Learning itu Perlu: untuk meningkatkan profesionalitas guru. Bogor: Penerbit Ghalia Indonesia
Sardiman. (2018) Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. In Sardiman, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. (p.15). Depok: PT Raja Granfindo Persada.
Safaat, R. (2016). Pengaruh Motivasi Belajar Siswa Dan Pola Asuh Orang Tua Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas V Sd Negeri Dabin Iii Kecamatan Watumalang Kabupaten Wonosobo. UNNES Journal.
http://lib.unnes.ac.id/28298/1/1401412592.pdf
Sudjanah, Nana. (2016). Penilaian Hasil Poses Belajar Mengajar. Bandung:
Remaja Rosdakarya.
Samrin. (2016). 235693-Pendidikan-Karakter-Sebuah-Pendekatan-Ni-71618Df5.
Jurnal Al-Ta’dib, 9(1), 120–143.
Sevti Annisa, I. (2021). Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran IPA Menggunakan Strategi Generatif Di Sekolah Dasar. Jurnal Family Education, 1(1), 1–8. https://doi.org/10.24036/jfe.v1i1.3Slameto. (2016).
Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya Cetakan Keenam.
Jakarta: Rineka Putra
Suherli, T. (2018). Kinerja Mengajar Guru Dalam Mengimplementasi Kurikulum 2013 Sebagai Upaya Pembentukan Karakter di Sekolah Dasar. Indonesian Journal of Education Management and Administration Review, 2(2), 292–
299.
https://jurnal.unigal.ac.id/index.php/ijemar/article/download/1926/1544 Wulandaria, S. A., Indriani, S. O., Laily, A. U., & Suheri. (2018). Hubungan
Antara Kepuasan Pelayanan Pendidikan Dengan Hasil Belajar Di SDN Sukokerto 01 Bondowoso. Jurnal Pendidikan & Keislaman, 3(1), 77–87.
LAMPIRAN
Lampiran 1. Kisi-Kisi Instrumen Variael Penelitian
Variael Indikator
Pertanyaan Positif (No)
Pertanyaan Negatif
(No)
Jumlah
Motivasi Belajar
Tekun dalam
menghadapi tugas
1, 2, 3 -
20 Ulet menghadapi
kesulitan
4 5, 6
Menunjukkan minat 7 8
Senang bekerja sendiri
9 10
Cepat bosan pada tugas-tusgas rutin
11, 12 13, 14
Dapat
mempertahankan pendapatnya
15 16
Tidak mudah
melepas hal yang diyakini
17 18
Senang mencari dan memecahkan
masalah soal-soal
19 20
Lampiran 2 Angket Penelitian Motivasi Belajar Siswa Identitas murid :
Nama :
Kelas :
Hari/Tanggal : Petunjuk Pengisian Angket:
1. Sebelum anda menjawab daftar pertanyaan yang telah dipersiapkan, terlebih dahulu isi daftar identitas yang telah disediakan.
2. Bacalah dengan baik setiap pertanyaan, kemudian beri tanda ceklis (√) 3. Isilah angket ini dengan jujur serta penuh ketelitian sehingga semua soal
dapat dijawab.
Keterangan pilih jawaban : SS = Sangat Setuju S = Setuju
RR = Ragu-Ragu TS = Tidak Setuju
STS = Sangat Tidak Setuju
No. Pertanyaan SS S RR TS STS
1. Saya mengerjakan tugas dengan sungguh- sungguh.
2. Saya mengerjakan tugas dengan tepat waktu 3 Setiap ada tugas saya langsung
mengerjakannya.
4. Jika nilai saya jelek, saya akan terus rajin
belajar agar nilai saya menjadi baik.
5. Jika nilai saya jelek, saya tidak mau belajar lagi.
6. Jika ada soal yang sulit maka saya tidak akan mengerjakannya
7. Saya selalu mendengarkan penjelasan guru dengan baik
8. Saya malas bertanya kepada guru mengenai materi yang belum saya pahami
9. Saya lebih senang mengerjakan tugas bersama dengan teman
10. Saya sering mencontoh jawaban milik teman karena saya tidak percaya dengan jawaban saya.
11. Saya senang belajar pembelajaran IPA karena guru mengajar dengan menggunakan berbagai cra.
12. Menurut saya kegiatan belajar IPA membosankan karena guru hanya menjelaskan materi dengan berceramah saja.
13. Saya senang belajar pembelajaran IPA karena guru menggunakan ligkungan sekolah sebagai sumber belajar dalam proses mengajar.
14. Saya merasa bosan dalam belajar karena pada saat pembelajaran hanya mencatat saja.
15. Jika ada pendapat yang berbeda, maka saya akan menanggapinya.
16. Saya selalu gugup ketika sedang berpendapat di depan teman-teman.
17. Saya tidak mudah terpengaruh dengan pendapat teman.
18. Saya selalu ragu-ragu dalam menjawab pertanyaan.
19. Saya senang jika mendapat tugas dari guru.
20. Saya lebih senang mengerjakan soal yang mudah daripada yang sulit.
\
Lampiran 3 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Sekolah :
Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Kelas/Semester : IV/1
Materi Pokok : Struktur dan Fungsi Bagian Tumbuhan Waktu : 2 x 45 menit
A. Standar Kompetensi
Memahami hubungan antara struktur bagian tumbuhan dengan fungsinya.
B. Kompetensi Dasar
Menjelaskan hubungan antara struktur daun tumbuhan dengan fungsinya.
C. Tujuan Pembelajaran
Siswa dapat mendeskripsikan daun pada tumbuhan.
Siswa dapat mendeskripsikan berbagai jenis daun pada kertas gambar.
Siswa dapat menjelaskan bahwa bentuk daun dipengaruhi oleh susunan tulang daun.
Karakter siswa yang diharapkan: Disiplin (discipline), Perhatian (respect), Ketekunan (diligence), Tanggung Jawab (responsibility), dan Ketelitian (carefulness).
D. Materi Essensial
Bentuk daun
Kegunaan daun
E. Media Belajar
Berbagai daun
Kertas gambar dan alat tulis
F. Rincian Kegiatan Pembelajaran Siswa 1. Pendahuluan
Apresiasi dan Motivasi :
Menyampaikan indikator dan kompetensi yang diharapkan
(5 menit)
2. Kegiatan Inti
Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi, guru :
Guru membagi LKS tentang klasifikasi struktur dan fungsi bagian tumbuhan pada setiap siswa
Guru mengajak siswa ke lapangan/lingkungan sekitar sekolah sebagai sumber belajar
Setiap siswa melakukan kegiatan pengamatan dan klasifikasi sesuai petunjuk yang ada dalam LKS
Siswa dapat menjelaskan antara struktur daun tumbuhan dengan fungsinya.
Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, guru :
Memahami peta konsep tentang bagian tumbuhan
Memahami tentang daun melalui pengamatan langsung (kegiatan)
Mengelompokkan tulang daun yang mempengaruhi bentuk helai daun :
Tulang daun menyirip
Tulang daun menjari
Tulang daun melengkung
Tulang daun sejajar
Mendeskripsikan kegunaan daun :
(50 menit)
Sebagai tempat pemasakan makanan
Sebagai alat pernapasan
Sebagai tempat proses penguapan
Melakukan kegiatan
Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru :
Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui oleh siswa.
Guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan.
3. Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru :
Menjelaskan ulang kegunaan daun.
(5 menit)
G. Penilaian
Indikator Pencapaian Kompetensi
Teknik Penilaian
Bentuk Instrumen
Instrumen Soal
Mengidentifikasi bagian daun tumbuhan dan fungsinya bagi tumbuhan itu sendiri.
Tugas
Individu dan Kelompok
Laporan Uraian Objektif
Jelaskanlah bagian daun tumbuhan dan fungsinya bagi tumbuhan itu sendiri!
Lampiran 4 Soal Tes Pretest dan Jawaban Nama Siswa :
Kelas :
1. Beri contoh tumbuhan yang bentuk daunnya menjari!
2. Beri contoh tumbuhan yang bentuk daunnya menyirip!
3. Apa yang disebut daun tunggal?
4. Berilah contoh pohon yang memiliki daun tunggal!
5. Tuliskan macam-macam bentuk tulang daun!
Jawaban :
1. Daun singkong, daun pepaya, daun ubi jalar, daun labu, dll.
2. Daun nangka, daun mangga, daun rambutan, daun jambu, dll.
3. Contohnya daun dewa, daun tebu, daun padi, daun pisang, dll.
4. Daun tunggal adalah daun yang helainya terdiri dari satu helai tanpa adanya persendian di bagian dasar helaian.
5. Tulang daun menyirip, menjari, melengkung, dan sejajar.
Lampiran 5 Soal dan Jawaban Posttes Nama :
Kelas :
6. Dengan bantuan apa proses fotosintesis terjadi?
7. Tumbuhan yang bagaimana yang dapat berfotosintesis?
8. Di bagian mana fotosintesis atau pemasakan makanan terjadi pada tumbuhan?
9. Apa yang disebut dengan fotosintesis?
10. Kapan terjadi fotosintesis secara alami?
Jawaban:
1. Cahaya matahari
2. Tumbuhan yang memiliki klorofil atau zat hujau pada daun 3. Terjadi pada kloropas yang mengandung klorofil
4. Fotositesis adalah suatu proses pembuatan atau pembentukan makanan yang dilakukan oleh tumbuhan.
5. Fotosintesis terjadi pada siang hari, karena fotosintesis membutuhkan cahaya mata hari, air, dan karbondioksida
Lampiran 6 Surat Keterangan Selesai Meneliti
Lampiran 7 Data Motivasi Belajar Siswa
Nama Siswa Nilai
Pretest Postest
AC 93 96
AR 79 81
AV 80 80
AM 78 78
ADP 65 64
DTA 56 56
GA 58 58
H 33 34
HC 29 78
JBA 22 64
Jue 96 56
KA 80 92
LY 80 86
MD 78 84
MP 48 76
N 56 68
P 58 68
RO 33 68
R 78 56
WP 65 96
Ju 78 56
YB 65 92
YM 56 86
YP 58 84
VM 33 76
YPu 78 68
RB 50 78
PP 58 64
Rata-rata 62,17857 72,96429
Lampiran 8 Data Hasil Belajar Siswa
Nama Siswa Nilai
Pretest Postest
AC 40 70
AR 60 95
AV 35 65
AM 65 80
ADP 65 85
DTA 70 100
GA 50 80
H 50 75
HC 60 80
JBA 30 65
Jue 55 95
KA 50 90
LY 55 75
MD 45 85
MP 30 60
N 70 100
P 45 70
RO 50 80
R 35 60
WP 40 75
Ju 65 100
YB 50 80
YM 45 80
YP 45 75
VM 60 80
YPu 55 85
RB 35 65
PP 60 90
Rata-rata 50,53 80
Lampiran 9 Output Validitas Angket (Posttest)
Lampiran 10 Output Validitas Soal (Posttest) Validitas soal
Correlations
Soal1 Soal2 Soal3 Soal4 Soal5 Total Soal1 Pearson
Correlation 1 .247 .219 .364 .271 .624**
Sig. (2-tailed) .205 .263 .057 .163 .000
N 28 28 28 28 28 28
Soal2 Pearson
Correlation .247 1 .086 .173 .354 .605**
Sig. (2-tailed) .205 .665 .379 .065 .001
N 28 28 28 28 28 28
Soal3 Pearson
Correlation .219 .086 1 .367 .094 .530**
Sig. (2-tailed) .263 .665 .055 .634 .004
N 28 28 28 28 28 28
Soal4 Pearson
Correlation .364 .173 .367 1 .521** .753**
Sig. (2-tailed) .057 .379 .055 .004 .000
N 28 28 28 28 28 28
Soal5 Pearson
Correlation .271 .354 .094 .521** 1 .707**
Sig. (2-tailed) .163 .065 .634 .004 .000
N 28 28 28 28 28 28
Total Pearson
Correlation .624** .605** .530** .753** .707** 1
Sig. (2-tailed) .000 .001 .004 .000 .000
N 28 28 28 28 28 28
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
Lampiran 11 Output Kesukaran Soal
Statistics
Soal1 Soal2 Soal3 Soal4 Soal5
N Valid 28 28 27 28 28
Missing 0 0 1 0 0
Mean .80 .64 .52 .40 .32
Lampiran 12 Output Daya Beda Soal
Item-Total Statistics
Scale Mean if Item Deleted
Scale Variance if Item Deleted
Corrected Item- Total Correlation
Cronbach's Alpha if Item
Deleted
62.1429 100.794 .411 .591
63.5714 96.032 .310 .643
63.9286 106.217 .269 .651
Lampiran 13 Dokumentasi Selama Penelitian