• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembahasan Hasil Penelitian

Dalam dokumen pengelolaan wakaf produktif untuk (Halaman 63-68)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Pembahasan Hasil Penelitian

Dalam pengelolaan wakaf di dompet dhuafa, lebih mengarah kepada kepada wakaf-wakaf produktif. Apabila dompet dhuafa menerima wakaf/tawaran dari wakif dan ingin berwakaf tanah, dompet dhuafa sulsel tidak serta merta menerima wakaf tersebut. Perlakuannya beda dengan orang berwakaf dan orang yang berzakat, dalam hal ini bahwa ketika ingin menerima tanah wakaf berarti sudah siap dengan segala sesuatu yang benar benar nantinya akan melaksanakan program, karena niatnya orang berwakaf adalah untuk mendapatkan amal jariah, sementara ketika orang yang menerima tanah wakaf ini adalah orang yang belum bisa mengelolah wakaf

maka secara otomatis yang mewakafkan atau sipewakaf ini merasa amal jariah yang dia harapkan tidak terlaksana. Jumlah aset wakaf yang terdata di dompet dhuafa periode Januari 2020 sampai September 2020 ini berada dikisaran 211.541.093 juta rupiah termasuk wakaf tanah dengan luas 1,710 m2 yang berada di Desa Ramang Polong kec, Somba Opu kab, Gowa Sulawesi Selatan, wakaf di dompet dhuafa itu terbagi 3 jenis program yaitu;

wakaf lahan/tanah, Wakaf Ambulance, Wakaf Al-Quran.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dilapangan, yaitu di Yayasan Dompet Dhuafa Kota Makassar dengan menggunakan metode Deskriptif Kualitatif, yaitu Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi. Maka hasil penelitian menjelaskan, bahwa kalau dompet dhuafa menerima tawaran dari donatur untuk mewakafkan tanahnya, maka dompet dhuafa tidak serta merta langsung menerima tawaran wakaf tersebut, harus dilaporkan terlebih dahulu ke dompet dhuafa pusat karna dompet dhuafa kota makassar belum punya wewenang secara langsung untuk menerima tawaran dari donatur yang ingin mewakafkan tanahnya, dan sebelumnya harus dilakukan mediasi ke dompet dhuafa pusat biasanya wakaf tanah tersebut akan fullstudy dengan program yang akan dijalankan apakah cocok atau tidak. Saudara RRP (26/08/2020) juga menyatakan jika ada donatur yang berwakaf dalam bentuk tanah maka prosesnya akan sangat lama dan panjang, karena harus dicek dulu tanahnya ada dimana, luasnya berapa, document atau sertifikat penunjang lain ada atau tidak, harus juga mengurus ke notaris dll, dan yang bisa membantu Cuma dompet dhuafa pusat. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti kepada informan yang terkait dengan penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa jumlah aset wakaf yang ada di Dompet Dhuafa kota

51

Makassar mengalami naik turun dari periode januari sampai dengan periode September 2020. Untuk mengatasi hal tersebut dompet dhuafa pastinya melakukan pergerakan untuk campaign donasi ke donatur Dompet dhuafa makassar selalu aktif baik itu melalui media online dan promosi via telepon dan event yang kami selenggarakan khusus untuk donatur dan selalu mengingatkan donatur untuk berwakaf paling tidak sebulan sekali melalui pertemuan para donatur atau pun via telepon

2. Wakaf Produktif Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Bersadarkan hasil penelitian yang dilakukan dilapangan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Makan hasil penelitian, menjelaskan bahwasanya donatur yang mewakafkan tanahnya, kemudian tanah tersebut akan dijadikan program pemberdayaan, disitu nantinya tanah wakaf tersebut akan dikelolah. Makanya kenapa dikatakan wakaf produktif karna wakaf tersebut juga akan menghasilkan kemandirian untuk program itu sendiri. Program yang dilakukan adalah program pemberdayaan wakaf produktif, kemudian yang akan mengelolah program tersebut adalah sipenerima manfaat dan satu orang pendamping dari dompet dhuafa sendiri yang ditugaskan untuk mendampingi dalam pengelolaan tanah wakaf tersebut. Dompet dhuafa memberikan pelatihan kepada si pengelolah kemudian akan menghasilkan sebuah prodak.

Jadi kampung ternak itu ada beberapa program turunannya, seperti edufam, tebar hewan qurban, dan juga aqiqah (Nirwana, 2020).

Hasil peneltian dilapangan, yang terkait langsung dengan penelitian ini DN (28/08/2020) mengatakan dengan adanya program kampung ternak ini beliau merasa sangat terbantu dengan adanya program yang di adakan

dompet dhuafa, dan juga dsini dipekerjakan dikampung ternak sendiri, penjualan hasil ternaknya juga paling dijual kepedagang disekitar wilayah kampung ternak, biasa juga ada yang datang langsung pembelinya.

Bedasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan dengan informan yang terkait langsung dengan penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa, wakaf yang berupa tanah yang diberikan oleh donatur dompet dhuafa selaku peneriman tanah wakaf tersebut dijadikan sebuah program pemberdayaan, kenapa karna program pemberdayaan ini akan mengasilkan suatu kemadirian untuk program itu sendiri, dan programnya yaitu kampung ternak. Dengan tanah wakaf yang diberikan oleh donatur kepada dompet dhuafa kemudian dompet dhuafa sepenuhnya memberikan kepada pengelolah, selanjutnya pengelolah menggunakan tanah wakaf tersebut untuk membangun kandang ayam, selain digunakan untuk peternakan tanah wakaf tersebut juga digunakan untuk pertanian dengan menanam berbagai macam sayuran seperti kangkung, cabe kecil, nangka, paria, sirsak, pisang. Lalu sipengelolah dapat memenuhi kebutuhannya dan bahkan dapat dijual untuk menghasilkan laba atau keuntungan sehingga hal ini menyebabkan kesejahteraan masyarakat dapat meningkat.

Hasil penelitian dilapangan, yang terkait langsung dengan penelitian ini mengatakan kendala utama yang dihadapi dalam pengelolaannya adalah dari pakan, jumlah pakan juga disini sangat terbatas karena pengaruh dekat dari kota juga. Apalagi untuk musim kemarau seperti saat ini biasanya sumber pakan yang diperoleh dari tumbuh-tumbuhan liar yang tumbuh disekitar lokasi kampung ternak sendiri, apalagi untuk sekarang susah lagi pakan karena musim kering, beberapa hari yang lalu juga ada dua ekor kambing yang mati

53

disebabkan kekurangan nutrisi dan juga pengaruh dari cuaca. Pakan yang ada dilahan ini juga masih belum cukup, mungkin kalau cuma satu atau dua ekor saja sudah cukup, tetapi kemarin itu ada sekitar 20 ekor, sistemnya itu sebelum pandemik ada jual beli kambing, karna ada program juga dari dompet dhuafa tebar hewan aqiqah, sama qurban tetapi qurban sendiri tiap tahun di adakan. Untuk tahun ini yang dipotong disini hanya 12 ekor, selain dari pakan kendala yang lain juga adalah untuk upah pengelolanya itu belum menetap nanti baru ada hasil dari penjualan baru dapat pemasukan, itupun penjualannya paling kebanyakan dari hasil panen sayur-sayuran.

54 BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut;

1. Dalam pengelolaan wakaf produktif dompet dhuafa mempunyai 3 jenis layanan program wakaf yaitu, wakaf al-quran yang dibantu penyalurannya kepada masjid-mesjid, yayasan, dan panti yang membutuhkan atau kekurangan al-quran. Wakaf ambulance digunakan untuk menjemput atau mengantar pasien yang membutuhkan atau masyarakat yang kurang mampu, dan wakaf tanah.

2. Dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, donatur yang mewakafkan tanahnya, kemudian tanah tersebut akan dijadikan program pemberdayaan, disitu nantinya tanah wakaf tersebut akan dikelolah oleh si penerima manfaat, kenapa dikatakan wakaf produktif karna wakaf tersebut juga akan menghasilkan kemandirian untuk program itu sendiri.

Dengan tanah wakaf yang diberikan oleh donatur sepenuhnya diberikan kepada si penerima manfaat, selanjutnya tanah wakaf tersebut dikelolah untuk dijadikan lahan peternakan, selain digunakan untuk peternakan tanah wakaf tersebut juga digunakan untuk pertanian dengan menanam berbagai macam sayuran seperti kangkung, cabe kecil, nangka, paria dll.

Kemudian sipengelolah dapat memenuhi kebutuhannya dan bahkan dapat dijual untuk menghasilkan laba atau keuntungan sehingga hal ini menyebabkan kesejahteraan masyarakat dapat meningkat.

55

B. Saran

1. Kepada dompet dhuafa pusat agar memperhatikan pengelolaan wakaf yang ada di dompet dhuafa sulsel mengingat potensi yang ada karena kota Makassar termasuk 5 kota besar yang ada di Indonesia.

2. Kepada pengelolah kampung ternak agar lebih kreatif lagi dan selalu meminta arahan dari pendamping kampung ternak dalam mengolah lahan wakaf yang masih kosong supaya dapat digunakan secara maksimal.

3. Dalam meningkatkan kesejahteraan, agar kiranya pimpinan dompet dhuafa agar dapat mengevaluasi dan cepat menerima usulan untuk penepatan pendapatan bulanan dari pengelolah kampung ternak dan dompet dhuafa juga dapat memberikan kesempatan kepada masyarakat yang masih membutuhkan pekerjaan.

56

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. Prosedur Penelitian “Suatu Pendekatan Praktik”. Jakarta:

Rineka Cipta, 2013.

Arno, a. k. (2018). wakaf produktif sebagai instrumen kesejateran sosial dan pemberdayaan ekonomi umat (potensi dan tantangan). vol. 1, no. 2 oktober 2018, 41.

Arry Pongtiku, dkk. Desember 2013. Metodologi Kualitatif. Microsof World.

Asy’ Ari, Hasan. 2016. “Pengelolaan Dan Pengembangan Wakaf Produktif Di Yayasan Pondok Pesantren Miftahul Ulum Al-Yasini”. Skripsi. Syariah, Al- Ahwal Al-Syakhshiyyah, UIN Maulana Malik Ibrahim, Malang.

Badan Wakaf Indonesia (BWI), SindoNews.com. 2019 “Potensi Aset Wakaf Capai Rp2.000 Triliun per Tahun”. (https://search.sindonews.com/).

Diakses pada 3 April 2020 jam 21.00 WITA.

Bank Indonesia, Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah, Departemen Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Pengaturan dan Tata Kelola yang Efektif, Jakarta 2016

Binsar Pandjaitan, Luhut. 2020. ”Ekonomi Indonesia Tumbuh di Bawah 5 Persen

(https://m.liputan6.com/bisnis/read/4205551/luhut-ekonomi-indonesia- tumbuh-dibawah-5-persen?utm_source=Mobile&utm-

medium=copylink&utm-campaign=copylink). Diakses pada pukul 20.45 WITA.

Dhuafa, Dompet Sulsel. September 2020. “Profil Dompet Dhuafa”

(http://sulsel.dompetdhuafa.org/). Diakses pada pada pukul 20.30 WITA.

Dhuafa, Dompet Sulsel. September 2020. “Sejarah Berdirinya Dompet Dhuafa Sulsel”. (http://sulsel.dompetdhuafa.org/profil-dompet-dhuafa- sulsel/dompet-dhuafa-sulsel/). Diakses pada pukul 20.35 WITA.

Dhuafa, Dompet Sulsel. September 2020. “Visi dan Misi Dompet Dhuafa”.

(http://sulsel.dompetdhuafa.org/profil-dompet-dhuafa-sulsel/visi-misi- dompet-dhuafa-sulsel/). Diakses pada pukul 20.40 WITA.

Dhufa, Dompet Sulsel. September 2020. “Tujuan Dompet Dhuafa Sulsel”.

(http://sulsel.dompetdhuafa.org/profil-dompet-dhuafa-sulsel/visi-misi- dompet-dhuafa-sulsel/). Diakses pada pikul 20.45 WITA.

Fauzia, Amelia. Fenomena Wakaf di Indonesia, Tantangan Menuju Wakaf Produktif. Jakarta 2016

Hazami, B. (2016). peran dan implementasi waqaf dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat. Vol. 10, No.1, Juni 2016, 239.

Kementrian Agama RI, Direktorat Peberdayaan Wakaf, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Petunjuk Teknis Pelaksanaan Bantuan Nazhir dan Lembaga Wakaf, Jakarta 2012

Megawati, D. (2014). pengelolaan dan pengembangan wakaf produktif di kota pekanbaru. Hukum Islam, Vol. XIV No. 1 Nopember 2014, 104.

Minhah Al-‘Allam fi Syarh Bulugh Al-Marram. Cetakan ketiga, tahun 1432 H/tahun 2011 H. ‘Abdullah bin Shalih Al-Fauzan. Penerbit Dar Ibnul Jauzi.

Nursyifa. (n.d.). peranan wakaf produktif terhadap keberlangsungan usaha mikro kecil menengah (umkm) dan kesenimbungan badan wakaf walisongo.

Subul As-Salam Al-Muwshilah ila Bulugh Al-Maram. Cetakan kedua, tahun 1432 H/tahun 2011 H. Muhammad bin Isma’il Al-Amir Ash-Shan’ani. Penerbit Dar Ibnul Jauzi.

57

Sujarweni, V. Wiranti. 2015. “Metodologi penelitian bisnis dan ekonomi”

(http://ucs.sulsellib.net//index.php?p=show_detail&id=89453). Di akses

pada pukul 18.00 WITA

LAMPIRAN

59

Pedoman Wawancara

No. Rumusan Masalah Coding

1.1 Apa saja rincian harta wakaf di dompet dhuafa? N,RRP 1.2 Bagaimana pengelolaan wakaf produktif didompet dhuafa? N

1.3 Syarat untuk berwakaf apa saja? N, RRP

1.4 Bagaimana prosedur pelayanan wakaf di dompet dhuafa? N

1.5 Yang mengelolah wakaf itu siapa? N, RRP

1.6 Apa saja permasalahan/kendala yang ada? N 1.7 Apakah ada pengaruh BWI dalam pengelolaan wakaf disini? N 1.8 Dalam mensejahterakan masyarakat, bagaimana strategi

dompet dhuafa?

N, RRP 1.9 Apa rencana kedepan untuk wakaf produktif sendiri? N, RRP 1.10 Mengapa anda memilih berwakaf di dompet dhuafa? RRP

No Rumusan Masalah Coding

2.1 Apakah tujuan anda berwakaf? RRP

2.2 Apakah wakaf yang diberikan sudah dikelolah dengan optimal? RRP 2.3 Apakah wakaf yang diberikan sudah memberikan manfaat? RRP 2.4 Apakah ada pelatihan yang diberikan kepada pengelolah? MH 2.5 Untuk proses upah yang diberikan ke pengelolah, bagaiamana? MH 2.6 Untuk modal perluasan peternakan dananya dari mana? MH 2.7 Apakah dengan adanya program ini sudah bisa membantu

masyarakat?

MH,DN

2.8 Apa saja kendala yang dihadapi disini? MH,DN

2.9 Untuk kedepannya, langkah apa saja untuk memajukan program ini?

MH 2.10 Berapa rata rata pendapatan yang diperoleh? DN 2.11 Untuk pendapatan dari mengelolah kampung ternak itu

bagaiamana?

MH,DN 2.12 Dari tahun berapa Dompet Dhuafa Mengelolah wakaf? RRP 2.13 Sudah ada berapa tanah wakaf yang sudah dikelolah? RRP

Transkip

No. Coding Transkip

1.1 N, RRP Tanah, uang tunai

1.2 N Sebenarnya lebih mengarah kepada pengelolaan wakaf wakaf produktif, misalnya donatur itu berwakaf dalam bentuk tanah, kemudian dompet dhuafa akan menjadikan program pemberdayaan, disitu akan sepenuhnya diberikan kepada si

60

penerima manfaat untuk dikelolah, karna wakaf tersebut juha menghasilkan kemandirian untuk program itu sendiri.

1.3 N, RRP Yang pastinya punya harta benda, atau harta yang bisa diwakafkan sudah bisa. Benda yang diwakafkan juga harus bernilai, dan benda yang diwakafkan milik wakif

1.4 N Si pewakaf datang ke kantor dan ingin berwakaf, kemudian akan diterima oleh cs wakafnya dalam bentuk apa. Misalnya wakafnya tunai cs menerima wakaf tersebut, setelah dari cs akan diteruskan ke bagian keuangan untuk dicatat, dari keuangan selanjutnya ke team program dan disampaikan bahwasanya ada dana dan sekian jumlahnya

1.5 N, RRP Secara umum kalau di dompet dhuafa itu sebutannya amil, dan untuk yang berwakaf adalah nadzir, dan nadzirnya disini bisa dikatakan adalah team manager program.

1.6 N Semisal dompet dhuafa ada tawaran wakaf yang berupa tanah, dompet dhuafa tidak bisa menerima secara langsung menerima tawaran wakaf tersebut dan harus berkonsultasi dulu dengan dompet dhuafa pusat, dan wakaf tanah tersebut juga akan difillstudy apakah cocok dengan program yang akan dilaksanakan.

1.7 N Kalau BWI sendiri lebih mengarah kepada dompet dhuafa pusat, misalnya tawaran wakaf tanah dari donatur dompet dhuafa makassar harus konsultasi dulu ke dompet dhuafa pusat karna dompet dhuafa makassar belum punya wewenang atau legalitas dalam menerima tawaran wakaf tersebut.

1.8 N, RRP Melalui program pemberdayaan 5 pilar (program pendidikan,kesehatan,ekonomi, sosial kebencanaan,dakwah) 1.9 N, RRP Mensosialisasikan terkait dengan wakaf itu tidak seputar wakaf

yang nilainya secara besar seperti wakaf tanah saja. Untuk campaign donasi ke donatur Dompet dhuafa sulsel selu aktif baik itu melalui media online dan promosi via telepon dan event yang kami selenggarakan khusus untuk donatur dan Selalu mengingatkan donatur untuk berwakaf paling tidak sebulan sekali melalui pertemuan para donatur atau pun via telepon.

1.10 RRP Penyaluaran dan pelaporannya transparan yang diberikan dompet dhuafa.

2.1 RRP Pastinya untuk mendapatkan amal jariah yang berkelanjutan 2.2 RRP Sudah, dengan dibuktikan dengan penyaluran Al-Quran ke

beberapa masjid dan panti yang membutuhkan dan kekurangan.

2.3 RRP Tentu, dengan bantuan Al-Quran ke panti panti atau masjid yang masih kekurangan sudah terbukti penyalurannya.

2.4 MH Kalau untuk pelatihannya paling cuma cara perawatan ternaknya saja.

2.5 MH Dalam segi pengupahan kepada pengelolah itu dari hasil penjualan ternaknya atau hasil dari panen tanaman itu akan dibagi, misalkan dalam sehari penjualan dari sayuran mencapai 100 ribu akan di potong 10 ribu untuk masuk ke kas kampung ternak, dan yang 90 ribu itu adalah milik

61 sipengelolah.

2.6 MH Untuk modal perluasan atau penambahan kandang sendiri biasanya dananya dari dompet dhuafa sendiri yang bantu.

2.7 MH, DN

Sudah, Cuma untuk pendapatan hariannya itu belum menentu, karena dalam berternak dan menunngu hasil panen sayuran juga butuh proses. Nanti kalau sudah panen baru bisa lagi menghasilkan.

2.8 MH, DN

Kendala yang utamanya dari pakan untuk ternak itu sendiri, apa lagi musim kemarau seperti sekarang ini sumber pakan untuk hewan ternak sendiri agak susah dicari.

2.9 MH Untuk kedepannya itu nanti akan perluas kandang ayamnya untuk kita isi dengan ayam bertelur supaya penjualanya lebih meningkat, nanti juga akan ditambah bibit hewan baru dan ada beberpan jenis sayuran juga akan ditanam kembali.

2.10 DN Kalau pendapatannya belum menentu, karena nanti baru ada hasil panen yang dijual baru bisa dapat upah

2.11 MH, DN

Untuk pendapatannya itu akan dibagi, semisal ada hasil penjualan 100 akan dipotong sebesar 10 ribu masuk ke kas kampung ternak dan sisanya untuk upah pengelolah. Untuk upah hariannya juga belum menetap, tetapi kita sudah mengusulkan ke pimpinan dompet dhuafa untuk pengelolah digaji perbulan sebesar 1,5 juta rupiah tetapi belum di acc sama pimpinan supaya bapak Daeng Ngeppe juga lebih fokus ke kampung ternak.

2.12 RRP Dari tahun 2008, tapi pada saat masih kurang yang berdonasi, dari 2-3 kebelakang ini baru mulai banyak yang berwakaf dan disitu juga sudah mulai ada wakaf tanah dan uang yang kita kelolah.

2.13 RRP Untuk tanah wakaf sudah ada yang dikelolah, dan tanah wakafnya itu yang berlokasi di Macanda Gowa yang sekarang dijadikan sebagai kampung ternak.

62 Tampak Depan Kantor Dompet Dhuafa Sulsel

Wawancara dengan ibu Nirwana (26/08/2020)

63

Wawancara dengan bapak Reka Rahim P (26/08/2020)

Wawancara dengan saudara Muh Hasbi (28/08/2020)

64

Wawancara dengan Daeng Ngeppe (28/08/2020)

65

66

67

Dalam dokumen pengelolaan wakaf produktif untuk (Halaman 63-68)

Dokumen terkait