BAB III METODE PENELITIAN
C. Pembahasan Hasil Penelitian
Gaya kepemimpinan banyak mempengaruhi keberhasilan seorang pemimpin dalam mempengaruhi perilaku bawahannya. Istilah gaya adalah cara yang digunakan pemimpin dalam mempengaruhi para pengikutnya. Kepemimpinan di suatu organisasi perlu mengembangkan staf dan membangun iklim motivasi yang menghasilkan tingkat kinerja yang tinggi, maka pemimpin perlu memikirkan gaya kepemimpinannya. Gaya kepemimpinan merupakan norma perilaku yang digunakan oleh seseorang pada saat orang tersebut mencoba mempengaruhi perilaku orang lain seperti yang ia lihat sesuai dengan situasi, yang bertujuan menyelaraskan persepsi di antara orang akan mempengaruhi menjadi sangat
penting kedudukannya. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk mengetahui kesuksesan pemimpin ialah dengan mempelajari gayanya, karena gaya kepemimpinan banyak mempengaruhi keberhasilan seorang pemimpin dalam mempengaruhi perilaku bawahannya.
Menurut Hersey & Blanchard (Harrison, 2020) gaya kepemimpinan situasional merupakan gabungan dari empat gaya yaitu instruksi, konsultasi, partisipasi dan delegasi yang berfokus pada karakteristik kesiapan dan kematangan bawahan. Tidak semua pemimpin memiliki gaya kepemimpinan ini.
Pemimpin membutuhkan pengalaman dan kemampuan yang matang untuk dapat menerapkan kepemimpinannya dan tidak mengesampingkan keterlibatan orang- orang yang dipimpinnya. Maka dari itu, gaya kepemimpinan situasional memiliki arti penting bagi suatu organisasi. Pentingnya gaya kepemimpinan situasional terletak pada para pengikutnya. Tekanan pada pengikut untuk kepemimpinan yang efektif mencerminkan fakta bahwa merekalah yang menerima baik pemimpin dan pengikut memiliki andil besar dalam keberhasilan suatu organisasi.
Dalam penelitian ini terdapat empat indikator berdasarkan hasil penelitian yang telah di lakukan gaya kepimpinan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Soppeng telah berjalan dengan baik.
1. Indikator Instruksi
Inikator intruksi memiliki makna bahwa pemimpin memberikan instruksi khusus untuk peran dan tujuan bawahannya, mengawasi secara ketat pelaksanaan tugas sesuai dengan tanggung jawab bawahnnya, dan dicirikan dengan komunikasi satu arah. Khairizah (2015) (Handojo dkk, 2021). Berdasarkan
penelitian yang telah dilakukan bahwa gaya kepemimpinan situasional Kepala Dinas Kesehatan di Kabupaten Soppeng sejalan dengan teori yang telah di jelaskan oleh Hersey & Blanchard (Harrison, 2020) bahwa Kepala Dinas Kesehatan selaku pucuk pimpinan, memberikan instruksi atau arahan-arahan kepada jajaran Pegawai berkaitan dengan pelaksanaan tugas dan pekerjaan yang masing-masing diamanahkan sesuai dengan pembagian tupoksinya, baik disampaikan oleh saat kegiatan Apel, Upacara hingga rapat pertemuan antara pegawai.
Kepala Dinas terbilang peduli dan aktif dalam memberikan informasi dan instruksi kepada jajaran perangkat Puskesmas di tiap-tiap kelurahan melalui pemanfaatan media sosial, terlebih saat ini Pemerintah sedang aktif untuk menuntaskan kegiatan vaksinasi covid-19 bagi masyarakat. Secara berkelanjutan jajaran pegawai juga selalu melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi, melalui briefing yang dihadiri oleh setiap elemen pegawai dan juga tidak menutup kemungkinan dilaksanakan dengan melihat kondisi dan kebutuhan berdasarkan dengan instruksi dari pimpinan (Kepala Dinas).
2. Indikator Konsultasi
Indikator Konsultasi memiliki makna bahwa pemimpin dengan konsultasi menunjukkan banyak perilaku membimbing dan mendukung bawahannya.
Pemimpin dengan gaya ini ingin menjelaskan keputusan dan kebijakan yang telah diambilnya dan mau menerima pendapat para bawahannya. Thoha (2012) (Handojo dkk, 2021). Kepemimpinan ini mendorong tenaga kerja untuk berkontribusi dalam pembuatan kebijakan atau keputusan, namun tidak
berpengaruh terhadap pengambilan keputusan akhir yang mana tetap berada di tangan pemimpin. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan gaya kepemimpinan situasional Kepala Dinas Kesehatan di Kabupaten Soppeng sejalan dengan teori yang telah di jelaskan oleh Hersey & Blanchard (Harrison, 2020) bahwa Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Soppeng terbilang baik dalam memberikan kesempatan kepada pegawainya untuk berkonsultasi terkait tugas dan tanggung jawab yang di berikan.
Saat jajaran pegawai menerima arahan dari Kepala Dinas selaku pimpinan, para pegawai tidak diberikan batasan untuk berkomunikasi kembali apabila terdapat kesulitan dalam mengartikan arahan dari Kepala Dinas, baik untuk berkomunikasi dan berkonsultasi secara langsung dikomunikasikan secara dinamis melalui forum rapat dan tidak langsung (Whatssapp dan SMS). Begitupun pada pekerjaan atau tugas yang telah dilaksanakan oleh pegawai, pegawai mengkomunikasikan kembali ke pimpinan (Kepala Dinas) sebagai wujud dari keterbukaan dan konsultasi dalam tugas. Hal ini dilakukan agar dapat mengurangi kesalahan dalam menjalan kan suatu tugas atau tanggung jawab yang telah di berikan kepada pegawai.
3. Indikator Partisipasi
Indikator amemiliki makna bahwa pemimpin menekankan pada memberikan dukungan dan sedikit dalam bimbingan. Pemimpin dan bawahan membuat keputusan bersama, bertukar ide atau gagasan, dan mendukung upaya mereka untuk menyelesaikan tugasnya. Peran pemimpin dalam inikator ini lebih kepada fasilitator dibandingkan pembuat keputusan atau aturan. Iqbal (2015)
(Handojo dkk, 2021). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan gaya kepemimpinan situasional Kepala Dinas Kesehatan di Kabupaten Soppeng sejalan dengan teori yang telah di jelaskan oleh Hersey & Blanchard (Harrison, 2020) bahwa wujud partisipasi Kepala Dinas adalah dengan memenuhi kewajibannya sebagai seorang pimpinan dalam menyediakan fasilitas kerja yang mendukung dalam pelaksanaan tugas dari jajaran pegawainya.
Dukungan yang diberikan dalam bentuk persetujuan penganggaran untuk pelaksanaan kegiatan di setiap bidang yang ada, baik untuk pelaksanaan suatu kegiatan hingga pengadaan fasilitas penunjang lainnya. Kemudian dalam hal partisipasi lain terwujudkan dalam kerjasama dengan jajaran pegawai dalam mengambil suatu keputusan melalui diskusi dan hadirnya kemudahan untuk saling bertukar informasi dan mengajukan pendapat. Sebab secara sederhana partisipasi ini diartikan sebagai respon positif dari pimpinan dalam mendengar pendapat baik dari masyarakat atau pegawai yang kemudian ditindaklanjuti dengan memberikan tanggapan dan pertimbangan terkait dengan pendapat yang diajukan.
4. Indikator Delegasi
Inikator delegasi memiliki makna bahwa pemimpin dengan delegasi memberikan sedikit dukungan dan sedikit bimbingan. Indikator ini menunjukkan bahwa pemimpin mendelegasikan keseluruhan keputusan dan tanggung jawab atas pelaksanaan tugas kepada bawahannya. Sehingga bawahan memiliki kontrol untuk memutuskan bagaimana cara melaksanakan tugas.memindahkan fungsi- fungsi kepemimpinan, seperti pengambilan keputusan atau arahan kepada tenaga kerja dengan harapan tenaga kerja tersebut dapat menyelesaikan permasalahannya
sendiri. Prasetya (2017) (Handojo dkk, 2021). Pemimpin dalam gaya kepemimpinan ini berfungsi sebagai mentor atau guru yang memberikan bimbingan serta pengetahuan kepada tenaga kerjanya dan memberikan kepercayaan serta tanggung jawab untuk membuat keputusan.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan gaya kepemimpinan situasional Kepala Dinas Kesehatan di Kabupaten Soppeng sejalan dengan teori yang telah di jelaskan oleh Hersey & Blanchard (Harrison, 2020) bahwa wujud dari pelimpahan kewenangan atau pendelegasian yang diberikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Soppeng terhadap jajaran pegawainya adalah saat berlangsungnya sebuah kegiatan dan terdapat kendala, jajaran pegawai harus dapat berinisiatif untuk mewakili Kepala Dinas dalam kegiatan tersebut tanpa mengganggu dan menghambat jalannya kegiatan. Lebih lanjut Kepala Dinas memberikan kepercayaan kepada masing-masing seksi untuk menyusun kegiatan- kegiatan yang diperlukan untuk pembangunan kesehatan sesuai dengan tugas pokok masing-masing seksi. Misalnya pemberian kepercayaan kepada bidang untuk mengurus kegiatan kesehatan tradisional, program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), kesehatan gigi dan mulut.
Kemudian dengan adanya pendelegasian tersebut pada dasarnya mengandung hal positif karena bersifat fleksibel dan membantu, semisal dalam keperluan utnuk pengesahan dokumen, sedangkan Kepala Dinas sedang tidak ditempat maka didelegasikan ke jajarannya sesuai dengan regulasi yang ada.
Berdasarkan dengan hasil penelitian yang menunjukkan gaya kepemimpinan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Soppeng, tingkat dukungan serta keterlibatan
pegawai dalam melaksanakan tugas pokok yang di berikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Soppeng dijabarkan dan dimanifestasikan melalui keputusan dengan kebijakan pemimpin, perbaikan mutu kinerja dengan motivasi dan nasehat pimpinan laksanakan, melalui kegiatan bimbingan, pengarahan, koordinasi, dan pengawasan. Sehingga aktivitas pemimpin dapat mempengaruhi kinerja pegawai semuanya sesuai realita serta diperkuat dengan perkembangan ilmu atau teori, yang mana motivasi sebagai penunjang dan kebutuhan dalam menyelesaikan tugas pokok dan fungsi pegawai sesuai aturan yang diberlakukan.
Karena pada hakekatnya semua itu dilakukan untuk mencapai pelaksanaan tugas dan tanggung jawab bersama.
Untuk menentukan tinggi rendahnya kinerja dan kualitas aparatur pemerintah itu, tergantung kepada pimpinannya. Pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan, khususnya kecakapan dan kelebihan di dalam satu bidang. Sehingga dia mampu untuk mempengaruhi orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas tertentu demi pencapaian satu atau beberapa tujuan. Oleh karena itu seorang pemimpin dianggap perlu untuk mengetahui metode atau cara menumbuhkan atau meningkatkan kinerja para pegawainya dan salah satu caranya ialah gaya kepemimpinan yang dimiliki. Gaya kepemimpinan merupakan dasar dalam mengklasifikasikan tipe kepemimpinan. Gaya kepemimpinan memiliki tiga pola dasar yaitu yang mementingkan pelaksanaan tugas, yang mementingkan hubungan kerjasama dan yang mementingkan hasil yang dapat dicapai.
74 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
Berdasarkan dari penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Soppeng memiliki gaya kemepimpinan situasional dengan merujuk pada indikator :
1) Intruksi, pemberian instruksi atau arahan diberikan berkaitan dengan pelaksanaan tugas dan pekerjaan yang masing-masing diamanahkan sesuai dengan pembagian tupoksinya, baik disampaikan oleh saat kegiatan Apel, Upacara hingga rapat pertemuan antara pegawai secara berkelanjutan.
Kepala Dinas terbilang peduli dan aktif dalam memberikan informasi dan instruksi kepada jajaran perangkat Puskesmas di tiap-tiap kelurahan melalui pemanfaatan media sosial, terlebih saat ini Pemerintah sedang aktif untuk menuntaskan kegiatan vaksinasi covid-19 bagi masyarakat.
2) Konsultasi, saat jajaran pegawai menerima arahan dari Kepala Dinas selaku pimpinan, para pegawai tidak diberikan batasan untuk berkomunikasi kembali apabila terdapat kesulitan dalam mengartikan arahan dari Kepala Dinas, baik untuk berkomunikasi dan berkonsultasi secara langsung dikomunikasikan secara dinamis melalui forum rapat dan tidak langsung (Whatssapp dan SMS). Pegawai mengkomunikasikan kembali ke pimpinan sebagai wujud dari keterbukaan dan konsultasi dalam tugas. Hal ini dilakukan agar dapat mengurangi kesalahan dalam menjalankan suatu tugas atau tanggung jawab yang telah di berikan kepada pegawai.
3) Partisipasi, Kepala Dinas memenuhi kewajibannya sebagai seorang pimpinan dalam menyediakan fasilitas kerja yang mendukung dalam pelaksanaan tugas dari jajaran pegawainya. Dukungan yang diberikan dalam bentuk persetujuan penganggaran untuk pelaksanaan kegiatan di setiap bidang yang ada, baik untuk pelaksanaan suatu kegiatan hingga pengadaan fasilitas penunjang lainnya. Kemudian partisipasi dalam kerjasama dengan jajaran pegawai dalam mengambil suatu keputusan melalui diskusi dan bertukar pendapat.
4) Delegasi, Wujud dari pelimpahan kewenangan atau pendelegasian yang diberikan adalah saat berlangsungnya sebuah kegiatan dan terdapat kendala, jajaran pegawai harus dapat berinisiatif untuk mewakili Kepala Dinas dalam kegiatan tersebut tanpa mengganggu dan menghambat jalannya kegiatan.
Lebih lanjut Kepala Dinas memberikan kepercayaan kepada masing-masing seksi untuk menyusun kegiatan-kegiatan yang diperlukan untuk pembangunan kesehatan sesuai dengan tugas pokok masing-masing seksi.
B. Saran
1) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Soppeng harus mempertahankan gaya kepemimpinannya yang mampu mengayomi bawahannya dengan baik serta tetap menjamin pemberian pelayanan kesehatan yang unggul dengan tujuan untuk pencapaian visi dan misi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Soppeng.
2) Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi peneliti selanjutnya dengan jenis peneliitan gaya kepemimpinan situasional.
76
DAFTAR PUSTAKA
Ambarwati, A. (2018). Organisasi Dan Teori Organisasi. In Academia (Issue April 2018).
Aris Sarjito. (2019). Model Kepemimpinan Digital Di Era Revolusi Industri 4.0.
Model Kepemimpinan Digital Di Era Revolusi Industri 4.0.
Averus, A. (2018). KEPEMIMPINAN SITUASIONAL DALAM KEBIJAKAN PUBLIK. Jurnal Kebijakan Pemerintahan.
Ghufron, G. (2020). Teori-Teori Kepemimpinan. Fenomena, 19(1).
https://doi.org/10.35719/fenomena.v19i1.34
Handojo, W., Juhani, A. A. S. Al, Apian, D. I. N., & Johan Johan. (2021). Analisis tipe gaya kepemimpinan yang berpengaruh terhadap kinerja karyawan PT AyoMedia Network. 20.
Harrison, C. (2020). Contingency Leadership Theory. In Traditional Paradigms of Leadership. https://doi.org/10.1007/978-3-030-40805-3_3
Hasibuan, H. M. S. . (2017). Manajemen Sumber Daya Manusia. Bumi Aksara.
Latiar, H., & Husna, N. (2020). Analisis Gaya Kepemimpinan Kepala Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. 7.
Liow, S. R., Pioh, N., & Waworundeng, W. (2018). Kepemimpinan Situasional Bupati Periode 2013-2018 Dalam Penyelenggaraan Pemerintahan di Kabupaten Minahasa. 1.
Maryadi, & Mustafa. (2017). Kepemimpinan Pelayan (Dimensi Baru Dalam Kepemimpinan). Celebes Media Perkasa.
Mattayang, B. (2019). TIPE DAN GAYA KEPEMIMPINAN: SUATU TINJAUAN TEORITIS. JEMMA | Journal of Economic, Management and Accounting, 2(2). https://doi.org/10.35914/jemma.v2i2.247
Nawawi, H. (2012). Kepemimpinan Mengefektifkam Organisasi. Gadjah Mada University Press.
Risal, M., Razak, A. R., & Haerana. (2020). Pengembangan Aparatur Sipil Negara Di Dinas Komunikasi Informatika Dan Persandian Kabupaten Mamuju.
Kajian Ilmiah Mahasiswa Administrasi Publik, 1(2), 607–623.
Rivai, Veithzal, B. dan B. R. A. (2013). Pemimpin dan Kepemimpinan Dalam Organisasi. PT Raja Grafindo Persada.
Rivai, V. (2013). Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Perusahaan Dari Teori Ke Praktik. Raja Grafindo Persada.
Sagala, S. (2018). Pendekatan dan Model Kepemimpinan. Prenadamedia Group.
Sari, S. N., & Sari, F. K. (2020). Gaya Kepemimpinan Situasional di Perpustakaan Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Kabupaten Sleman. 6.
Siagian, S. P. (2012). Organisasi, kepemimpinan dan Perilaku administrasi. In Gunung Agung.
Sugiyono. (2015). Metode Penelitian dan Pengembangan Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. In Bandung: Alfabeta.
Supartha, W. gede, & Sintaasih, D. K. (2017). Pengantar perilaku Organisasi;
Teori, kasus dan Aplikasi penelitian. In Universitaa Udayana.
Wibowo. (2015). Perilaku dalam Organisasi. In PT. Raja Grafindo Perkasa: Vol.
XXVI.
Wijaya, C., Rifa’i, M., Armawan, P. A., Suana, I. W., UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA, & Ratnasari, S. L. (2019). HUMAN CAPITAL SUMBER DAYA MANUSIA. In Manajemen (Vol. 8, Issue 8).
Winardi. (2014). Teori Organisasi dan Pengorganisasian. Journal of Chemical Information and Modeling, 27(9).
L A M P I R A N
DOKUMENTASI
Pelaksanaan Apel di Dinas Kesehatan Kabupaten Soppeng Tampak Depan Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Soppeng
Wawancara Bersama Ibu Anida S. S.T., M.Adm.Kes (Kasie Kesehatan Keluarga dan Gizi)
Wawancara Bersama Ibu Nurafifah Hakka, SKM (Kasie Pelayanan Kesehatan Primer dan
Tradisional)
Wawancara Bersama Ibu Sitti Darlianti, SKM,M.Kes
(Kasubag Keuangan)
Wawancara Bersama Bapak Ainuddin S.Kep (Kepala Puskesmas Malaka)
PERSURATAN