BAB III: METODOLOGI PENELITIAN
D. Pembahasan Hasil Penelitian
Penelitian ini diawali dengan persiapan penelitian yaitu menentukan tempat dan waktu penelitian, setelah tempat dan waktu sudah ditentukan kemudian mempersiapkan instrumen penelitian yang akan digunakan.
Dalam penelitian ini menggunakan model pembelajaran yaitu Pengaruh Model Problem Based Learning (PBL) Berbantuan Media Magic
Addition Machine pada kelas II A Dan Model pembelajaran konvensional pada kelas II B.Sebelum diberi perlakuan, siswa terlebih dahulu diberikan pre test. Pre test bertujuan untuk mengetahui kemampuan awal siswa mengenai materi jasa para tokoh dalam mempertahankan kemerdekaan dengan menyelesaikan soal pilihan ganda dengan kemampuan seadanya. Adapun presentasi yang diperoleh berupa rata-rata nilai pre test kelas II A dan kelas II B lalu ditentukan kategori atas, tengah, dan bawah untuk menentukan kondisi kelas yang menggunakanModel Problem Based Learning (PBL) Berbantuan Media Magic Addition Machine dan Model pembelajaran konvensional.
Setelah dilakukan pre test baru peneliti melaksanakan proses pembelajaran. Proses pembelajaran dilakukan sebanyak 6 kali pertemuan yaitu 3 kali dikelas II A dan 3 kali dikelas II B. Setelah proses pembelajaran dilaksanakan, selanjutnya memberikan soal post test kepada siswa untuk mengukur hasil belajar siswa dengan menggunakan soal yang sama pada soal pre test.
Sehingga hasil belajar dari post test pada kelas II A dengan menggunakan Model Problem Based Learning (PBL) Berbantuan Media Magic Addition Machine diperoleh rata-rata hasil belajar siswa yaitu 81.
Frekuensi hasil belajar pada kelas II A, terdapat6 siswa dikelompok atas/tinggi (25 %), 14 siswa dikelompok tengah/sedang (58%), dan 4 siswa dikelompok bawah/rendah (17%). Sedangkan hasil belajar dari post test pada kelas II B dengan menggunakan Model Konvensional diperoleh rata-rata hasil belajar siswa yaitu 70. Frekuensi hasil belajar pada kelas II B, terdapat 6
siswa dikelompok atas/tinggi (25%), 15 siswa dikelompok tengah/sedang (62,5%), dan 3 siswa dikelompok bawah/rendah (12,5%).
Peningkatan hasil belajar pre test dan post test di kelas II A dapat dilihat dari tabel di bawah ini:
Tabel 4.27
Hasil Belajar Pre Test dan Post Test Kelas II A No Hasil Belajar
Pre test Kelas II A
Hasil Belajar Post test Kelas IIA
Hasil Belajar yang meningkat
1. Mean = 54 Mean = 81 Ada peningkatan hasil
belajar siswa dilihat dari nilai rata-ratanya. Nilai rata-rata sebelum diberi perlakuan adalah 54 dan setelah diberi perlakuan naik menjadi 81
2. Frekuensi Nilai:
T = 7 (66,98 keatas) S = 10 (66,98 – 41,01)
R = 7 (41,01 kebawah)
Frekuensi Nilai:
T = 6 (86,5 keatas) S = 14 (86,5 – 59,3) R = 4 (59,3 kebawah)
Ada peningkatan hasil belajar siswa dilihat dari nilai terendah dan nilai tertinggi. Dimana sebelum diberikan perlakuan siswa yang memiliki nilai rendah sebanyak 7 orang, dan setelah diberikan perlakuan hanya 3 orang siswa yang mendapatkan nilai terendah.
Peningkatan hasil belajar pre test dan post test di kelas II B dapat dilihat dari tabel dibawah ini:
Tabel 4.28
Hasil Belajar Pre Test dan Post Test Kelas II B
No Hasil Belajar Pre test Kelas II B
Hasil Belajar Post test Kelas II
B
Hasil Belajar yang Meningkat
1. Mean = 53 Mean = 70 Ada peningkatan hasil
belajar siswa dilihat dari nilai rata-ratanya. Nilai rata-rata sebelum diberi perlakuan adalah 53 dan setelah diberi perlakuan naik menjadi 70
2. Frekuensi Nilai:
T = 6 (66,2 keatas) S = 11(66,2 – 39,8) R = 7(39,8 kebawah)
Frekuensi Nilai:
T = 6 (80,6 keatas) S = 15 (80,6 – 60,6)
R = 6(60,6 kebawah)
Ada peningkatan hasil belajar siswa dilihat dari nilai terendah dan nilai tertinggi. Dimana sebelum diberikan perlakuan siswa yang memiliki nilai rendah sebanyak 7 orang, dan setelah diberikan perlakuan hanya 3 orang siswa yang mendapatkan nilai terendah.
Berdasarkan data yang dianalisis, maka dapat diketahui adanya Model Problem Based Learning (PBL) Berbantuan Media Magic Addition Machine pada mata pelajaran Matematika. Hal ini dapat dilihat dari keaktifan dan antusias siswa dalam mengikuti pembelajaran. Suatu proses pembelajaran yang membuat semua siswa merasa senang akan membuat siswa lebih tertarik untuk belajar dan tidak merasa bosan sehingga hasil belajar yang diperoleh akan memuaskan. Dari pembahasan di atas terbukti bahwa model clis yang digunakan oleh guru berpengaruh terhadap hasil belajar siswa.
Tabel 4.29
Data Hasi Perhitungan Kelas Kontrol Dan Kelas Eksperimen Pada Uji Prasyarat
Kelas II A ( Kelas Kontrol)
Kelas II B (Kelas Eksperimen)
ttabel / ftabel
Keterangan Uji
Normalitas Pre
Test 4,63 4,10
7,812
Normal Post
Test 3,75 5,25 Normal
Uji Homogenitas
Pre
Test 1,017
2,68
Homogen Post
Test 1,99 Homegen
Untuk lebih membuktikan pengaruh tersebut dapat dilihat dari hasil hipotesis menggunakan uji “t” yaitu dimana ttabel ditentukan dahulu df atau db = (N1 + N2) – 2 = (24 + 24) – 2 = 48 – 2 = 46. Berdasarkan perhitungan diatas, apabila dikonsultasikan dengan ttabel df 50 pada taraf signifikan 5 % yaitu 2,013. Maka thitung > ttabel ( 4,412 > 2,013) yang berarti hipotesis kerja (Ha) dalam penelitian ini diterima, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model Problem based learning (PBL) berbantuan media magic addition machine terhadap hasil belajar Matematika siswa Kelas II SD Negeri 04 Kaur.
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan analisis data penelitian yang penulis lakukan dapat disimpulkan bahwa terdapat terdapat Pengaruh Model Problem Based Learning (PBL) Berbantuan Media Magic Addition Machine Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas II SD Negeri 04 Kaur.
Untuk lebih membuktikan pengaruh tersebut dapat dilihat dari hasil hipotesis menggunakan uji “t” yaitu dimana ttabel ditentukan dahulu df atau db = (N1 + N2) – 2 = (24 + 24) – 2 = 48 – 2 = 46. Berdasarkan perhitungan diatas, apabila dikonsultasikan dengan ttabel df 50 pada taraf signifikan 5 % yaitu 2,013. Maka thitung > ttabel ( 4,412 > 2,013) yang berarti hipotesis kerja (Ha) dalam penelitian ini diterima, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model Problem based learning (PBL) berbantuan media magic addition machine terhadap hasil belajar Matematika siswa Kelas II SD Negeri 04 Kaur.
B. Saran
Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini diharapkan dapat memberikan konstribusi bagi berbagai pihak sebagai sebuah masukan yang bermanfaat demi kemajuan dimasa mendatang. Adapun pihak-pihak tersebut antara lain:
1. Bagi guru yang melaksanakan Model Problem based learning (PBL)
113
Bagi seorang guru diharapkan dalam melaksanakan model PBL ini hendaklah lebih efektif dan betul-betul profesional dengan mempertimbangkan beberapa aspek diantaranya kesesuaian dengan langkah-langkah dalam penggunaan model tersebut.
2. Bagi peserta didik
Jika ingin mendapatkan nilai yang maksimal, hendaklah peserta didik memperhatikan apa yang disampaikan oleh guru saat proses pembelajaran berlangsung. Jadikanlah hasil belajar siswa sebagai suatu hasil yang dapat memotivasi diri untuk lebih giat dalam belajar.
3. Bagi peneliti yang akan datang
Penelitian selanjutnya diharapkan dapat melakukan penelitian yang lebih meluas dan konkrit dengan tujuan untuk memperoleh hasil yang lebih baik dari penelitian sebelumnya.
DAFTAR PUSTAKA
Ahmad Susanto, 2013. Teori Belajar dan Pembelajaran Di Sekolah Dasar, Jakarta : Kencana.
Anurrahman, 2009. Belajar dan Pembelajaran, Bandung : Alfabeta.
Daradjai Zakia, 2008. Metode Penelitian Pengajaran Agama Islam. Jakarta : Bumi Aksara.
Endang Mulyatiningsih, 2013. Metodologi Penelitian Penerapan Bidang Pendidikan, Bandung: Alfabeta.
Ibrahim Bafadal, 2008. Meningkatkan Profesionalisme Guru Sekolah Dasar, (Jakarta : Bumi Aksara.
Marno & Idriss, 2009. Strategi dan Metode Pengajaran, Depok : Ar-ruzz Metode Grup.
Mudjiono, 2009. Belajar dan Pembelajaran, Jakarta : Rineka Cipta.
Nana Sudjana, 2009. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, Bandung : Remaja Rosdakarya
Oemar Malik, 2008. Pendidikan Guru Berdasarkan Pendekatan Kompetensi, Jakarta: Bumi Aksara.
Purnawan, 2018. Pengaruh model problem based learning Berbantuan media Animasi Terhadap Kompetensi pengetahuan IPA Siswa kelas V Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja, Indonesia
Ramayulis, 2012. Profesi dan Etika Keguruan. Jakarta : Kalam Mulia.
Sanjaya Wina, 2015. Penelitian Pendidikan Jenis Metode dan Prosedur. Jakarta:
Prenamedia Group.
Slameto, 2015, Belajar dan faktor-faktor Yang Mempengaruhi, Jakarta : Rineka Cipta
Sudjana Nana, 2004. Penilaian Hasil Proses Bejalar Mengajar. Jakarta: Remaja Rosdakarya.
Sugiyono, 2013. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung : CV.Alfabetah