BAB IV HASIL PENELITIAN
C. Pembahasan
matematika kelas sampel tersebut homogen. Untuk lebih dapat dilihat pada lampiran XX.
c. Uji Hipotesis
Setelah dilakukan uji normalitas dan uji homogenitas variansi, dapat dikatakan kedua sampel berdistribusi normal dan memiliki variansi yang homogen. Jadi uji hipotesis yang akan digunakan adalah uji-t dengan bantuan software Minitab. Hasil uji-t pada kedua kelas sampel dapat dilihat pada Tabel 14 dibawah ini:
Tabel 14. Hasil Uji Hipotesis Pada Selang Kepercayaan 95%
DF Nilai P taraf nyata (α)
58 0,026 0,05
Berdasarkan hasil pengujian hipotesis terhadap nilai tes akhir belajar pada selang kepercayaan 95%, diperoleh nilai P = 0,026 dengan df = 58, karena nilai P
< taraf nyata (0,05), maka maka Ho ditolak, sehingga hipotesis penelitian diterima. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa rata-rata hasil belajar matematika siswa kelas eksperimen yang mengikuti strategi belajar aktif tipe index card match lebih baik dari rata-rata hasil belajar siswa kelas kontrol yang mengikuti pembelajaran konvensional pada kelas VII SMP Negeri 2 Batang Anai tahun pelajaran 2011/1012.
Aktivitas siswa yang berdiskusi dengan pasangannya mengalami prosentase naik turun. Pada pertemuan pertama merupakan prosentase yang terendah untuk aktivitas ini, karena siswa belum terbiasa untuk berdiskusi dengan pasangannya. Pada pertemuan pertama ini, siswa mengerjakan soal- soal kartu indeks secara sendiri-sendiri dan terlihat pula adanya siswa ang tidak mau berbagi dengan pasangannya. Pada pertemuan kedua mengalami peningkatan dan terjadi penurunan aktivitas pada pertemuan ketiga. Pada pertemuan keempat dan kelima mengalami peningkatan, siswa yang lebih pandai berusaha membantu teman dalam pasangannya. Selama pembelajaran ini, siswa saling membantu dalam menyelesaikan soal yang ada di kartu indeks .
b. Siswa yang mengajukan pertanyaan kepada pasangan lain.
Pada aktivitas siswa mengajukan pertanyaan kepada pasangan lain terlihat peningkatan yang signifikan dimana prosentase peningkatan semakin bertambah dari pertemuan pertama hingga pertemuan kelima. Hampir semua siswa ingin mengajukan pertanyaan yang ada pada kartunya kepada pasangan lain. Karena keterbatasan waktu, hanya beberapa siswa yang bisa mengajukan pertanyaan.
c. Siswa yang menjawab soal yang diterimanya dari pasangan lain.
Pada aktivitas siswa soal yang diterimanya dari pasangan lain terlihat peningkatan yang signifikan. Siswa sudah mulai berani untuk menjawab soal yang diterimanya di papan tulis. Pada pertemuan pertama, pertanyaan yang dilemparkan ada 3 soal, dan siswa yang mendapatkan soal-soal tersebut berani
mengerjakan di papan tulis. Pada pertemuan kedua dan ketiga ada siswa yang tidak mau menjawab soal yang diterimanya, dengan alasan siswa tidak mengerti. Setelah diberi sangsi bagi yang tidak mau mengerjakan pertanyaan yang diterimanya di papan tulis yaitu siswa diminta berdiri di depan kelas sampai ada temannya yang mengerjakannya, maka pada pertemuan keempat dan pertemuan kelima mengalami peningkatan. Banyak siswa yang mau mengerjakan soal yang diterimanya. Aktivitas menjawab soal yang diterima dari pasangan lain merupakan rata-rata prosentase terendah.
d. Siswa yang memberikan pendapat atau pertanyaan atas jawaban teman.
Pada waktu memberikan pendapat atau pertanyaan atas jawaban teman yang ada di papan tulis, sebagian besar siswa masih terlihat hanya menyampaikan pendapat dan pertanyaan yang ingin ditanyakan pada pasangannya tanpa disampaikan pada siswa yang menjawab soal yang diterimanya.
Secara umum prosentase rata-rata aktivitas siswa setiap pertemuan cenderung meningkat walaupun ada beberapa aktivitas yang mengalami penurunan. Perubahan prosentase disebabkan oleh tingkat kesulitan materi serta kemampuan siswa yang beragam.
Berdasarkan pengamatan selama penelitian, proses pembelajaran matematika dengan strategi belajar aktif tipe index card match dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa. Aktivitas siswa tidak hanya duduk, dengar, dan mengerjakan latihan, akan tetapi sudah mampu berperan serta dalam setiap kesempatan. Siswa lebih berani untuk mengajukan pertanyaan tentang hal yang tidak mereka pahami
kepada siswa lain ataupun guru. Berdasarkan seluruh aktivitas yang terjadi dapat disimpulkan bahwa siswa dapat berperan aktif dalam pembelajaran aktif tipe index card match ini.
Kepasifan siswa ketika pembelajaran berlangsung tidak terlihat lagi setelah penerapan pembelajaran aktif ini. Pada tahap diskusi, siswa dengan aktif bertanya kepada pasangan mereka mengenai hal-hal yang tidak dipahami. Tidak ada lagi siswa yang pintar yang tidak membantu teman lainnya ketika mengerjakan soal yang pada kartu indeks, karena mereka bertanggung jawab kepada pasangannya masing-masing untuk mendapatkan nilai. Dengan demikian beberapa masalah yang ada pada latar belakang telah dapat di atasi dengan penerapan pembelajaran ini.
Diakhir pertemuan peneliti juga memberikan pertanyaan kepada siswa yakni menanyakan bagaimana tanggapan siswa terhadap strategi pembelajaran aktif tipe index card match yang sudah dilakukan selama 5 kali pertemuan, dari jawaban siswa dapat disimpulkan bahawa siswa sangat senang belajar, dengan adanya kartu indeks mereka merasa belajar sambil bermain.
2. Hasil Belajar Matematika Siswa
Berdasarkan deskripsi dan analisis data yang telah didapatkan, maka terlihat perbedaan hasil belajar matematika siswa kelas eksperimen yang diterapkan strategi pembelajaran aktif tipe index card match dengan kelas kontrol. Hasil belajar kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol, hasil belajar ini dapat dilihat dari rata-rata nilai siswa masing-masing kelas. Rata-rata kelas eksperimen yaitu 73,27 dengan skor tertinggi 97,7 dan terendah 40, sedangkan kelas kontrol
nilai rata-ratanya 65,08 dengan skor tertinggi 90,6 dan skor terendah 41,9.Dilihat dari ketuntasan belajar siswa secara individu maka diperoleh pada kelas eksperimen nilai siswa di atas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), yaitu sebanyak 18 siswa. Pada kelas kontrol siswa yang tuntas sebanyak 10 orang.
Strategi belajar aktif tipe index card match dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa, karena dalam pembelajaran ini siswa dilibatkan langsung dalam pembelajaran sehingga pembelajaran lebih bermakna bagi siswa. Pada pembelajaran aktif tipe ICM siswa terlibat aktif dalam pembelajaran. Siswa berdiskusi dengan pasangannya dan berdiskusi lagi dengan siswa lainnya setelah diminta kepada pasangan lain untuk menjawab pertanyaan yang dilemparkannya di depan kelas. Melalui diskusi dapat terjalin komunikasi yang baik antar siswa.
Siswa saling berbagi informasi dan mengungkapkan pendapat mereka di kelas.
Aktivitas ini membuat siswa lebih mudah memahami konsep materi yang dipelajari. Sehingga semakin aktif siswa berbagi informasi maka semakin bagus pemahaman konsep siswa dan hasil belajar siswa juga akan semakin meningkat.
3. Kendala yang Dihadapi
Selama penelitian berlangsung terdapat beberapa kendala yang ditemui dalam pelaksanaan proses pembelajaran yaitu pada pertemuan pertama siswa mengalami kesulitan dalam mencari pasangannya. Diperlukan waktu yang lama untuk menunggu siswa mencari pasangannya dan mengatur tempat duduknya. Padahal sudah diberitahu sebelumnya memgenai tata cara mencari pasangannya. Kesulitan lainnya adalah dalam mengontrol kelas dan menanggapi pertanyaan siswa pada saat mereka membuat penyelesaian soal yang ada pada kartu indeks. Kendala lain
yang ditemui yaitu pada proses pembelajaran matematika yang dilaksanakan pada jam terakhir siswa terlihat kurang bersemangat. Soal yang bisa dibahas pada pertemuan pertama hanya sedikit.
Agar kendala yang terjadi pada pertemuan pertama tidak terjadi lagi maka dilakukan beberapa hal antara lain membimbing dan mengamati siswa dalam membuat penyelesaian soal. Kendala siswa dalam mencari pasangannya diatasi dengan menjelaskan prosedur pelaksanaan tipe ICM secara rinci agar mereka tidak kebingungan. Tulisan pada kartu indeks lebih diperjelas dan gambar pada kartu indeks lebih diperbesar. Sehingga kendala mencari kartu pasangan pada pertemuan pertama tidak terjadi lagi. Maka pada pertemuan kedua, ketiga, keempat, dan kelima mereka lebih mudah mencari kartu pasangannya dan hanya membutuhkan waktu paling banyak 4 menit. Karena kendala mencari kartu pasangan sudah teratasi, maka soal yang dibahas pada pertemuan kedua sampai pertemuan kelima menjadi lebih banyak dari pada petemuan pertama.
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat diambil kesimpulan:
1. Selama diterapkan strategi belajar aktif tipe index card match aktivitas siswa dalam pembelajaran Matematika di kelas VII SMPN 2 Batang Anai menunjukkan bahwa tidak semua aktivitas siswa mengalami peningkatan dari setiap pertemuan, tetapi tidak ada aktivitas siswa yang cenderung menurun.
2. Hasil belajar matematika siswa dengan menerapkan strategi belajar aktif tipe index card match lebih baik dari hasil belajar siswa dengan menggunakan pembelajaran konvensional.
B. Saran
Berdasarkan kesimpulan diatas, maka disarankan hal-hal berikut:
1. Bagi guru dan peneliti lain yang ingin menerapkan strategi belajar aktif tipe ICM agar jangan berlama-lama di waktu siswa mencari pasangannya. Karena akan mengakibatkan waktu untuk membahas soal-soal yang ada pada kartu menjadi berkurang, sehingga pertanyaan yang ada pada kartu hanya sedikit yang bisa dibahas.
2. Bagi peneliti lain yang akan membuat kartu indeks agar memperhatikan tulisan dan gambar pada kartu. Tulisan pada kartu lebih diperjelas dan gambar pada kartu lebih diperbesar, sehingga siswa lebih mudah dalam mencari kartu pasangannya.
53
DAFTAR KEPUSTAKAAN
Doantara Yasa. (2008). Pembelajaran Konvensional.
http://ipotes.wordpress.com/2008/05/14/pembelajaran-konvensional. (di akses tanggal 1 Oktober 2011)
Erman Suherman. (2003). Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. Edisi Revisi. Bandung: JICA. UPI Bandung.
Euis Kurniawati. (2009). Komparasi Strategi Pembelajaran.
http://myaghnee.Blogspot.com/komparasi-strategi-pembelajaran. (Diakses pada tanggal 30 Maret 2012)
Liza Afriani. (2006). Studi Tentang Pembelajaran Matematika yang Menggunakan Metode Belajar Aktif Tipe Index Card Match (ICM) Pada Siswa Kelas VII SMP Negeri Bonjol Tahun Pelajaran 2005/2006. Skripsi.
Padang: UNP.
Nana Sudjana. (2002). Dasar Proses Belajar Mengajar.Bandung: Sinar Baru Algesindo.
. (2002). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung:
PT. Remaja Rosda Karya.
Pratiknyo Prawironegoro. (1985). Evaluasi Belajar Khusus Analisa Soal untuk Bidang Studi Matematika. Jakarta: CV. Fortuna.
Sardiman. (2001). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Silberman, Melvin L. (2006). Active Learning. 101 Cara Belajar Siswa Aktif.
(Raisul Muttaqin. Terjemahan. rev. Ed). Bandung: Nusamedia dan Nuansa.
Buku asli diterbitkan tahun 1996.
Slameto. (1988). Evaluasi Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara Sudjana. (2005). Metode Statistika. Bandung: Tarsito.
54
Suharni. (2008). “Penerapan Strategi Belajar Aktif Tipe Index Card Match (ICM) dalam Pembelajaran Matematika XI IA SMA Negeri 4 Solok Tahun Pelajaran 2007-2008”. Skripsi. UNP.
Suharsimi Arikunto. (2002). Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
. (2002). Prosedur penelitian. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Sumadi Suryabrata. (2006). Metodologi Penelitian. Jakarta: Raja Grafindo Persada
Tim Penulis. 2009. Buku Panduan Penulisan Tugas Akhir/ Skripsi Universitas Negeri Padang. Padang: UNP
Lampiran I
Nilai Ujian Semester 1 Matematika
Siswa Kelas VII SMPN 2 Batang Anai Tahun Pelajaran 2011/2012
No Kelas
VII.1 VII.2 VII.3 VII.4 VII.5 VII.6
1 67.5 82.5 80 60 50 85
2 82.5 77.5 55 55 50 60
3 65 52.5 65 55 72.5 87.5
4 70 52.5 47.5 60 65 55
5 75 60 62.5 70 60 50
6 75 70 70 70 90 65
7 85 65 57.5 75 62.5 72.5
8 67.5 60 65 80 60 75
9 65 52.5 45 72.5 85 52.5
10 65 57.5 70 47.5 85 52.5
11 50 70 60 80 70 65
12 55 70 80 75 65 67.5
13 67.5 70 80 72.5 80 60
14 67.5 75 77.5 62.5 45 80
15 87.5 62.5 80 82.5 67.5 85
16 52.5 85 50 85 67.5 60
17 55 75 62.5 62.5 52.5 45
18 62.5 72.5 62.5 67.5 45 55
19 67.5 70 67.5 50 75 77.5
20 72.5 72.5 70 50 70 67.5
21 87.5 80 52.5 67.5 87.5 45
22 62.5 75 77.5 85 47.5 47.5
23 65 67.5 72.5 65 65 50
24 60 77.5 77.5 65 40 60
25 62.5 85 80 42.5 42.5 80
26 62.5 72.5 72.5 60 65 67.2
27 50 67.5 82.5 85 55 75
28 52.5 57.5 47.5 52.5 65 45
29 75 85 67.5 70 70 42.5
30 85 50 72.5 70 50 42.5
31 62.5 80 70
32 60 75
Lampiran II
Uji Normalitas Kelas VII.1 –VII.6 SMPN 2 Batang Anai
VII 1
Percent
90 80
70 60
50 40
99
95 90 80 70 60 50 40 30 20 10 5
1
Mean
0.091 66.88 StDev 10.57
N 32
AD 0.632
P-Value
Probability Plot of VII 1 Normal
Kelas VII 2
Percent
90 80
70 60
50 40
99
95 90 80 70 60 50 40 30 20 10 5
1
Mean
0.304 69 StDev 10.23
N 30
AD 0.421
P-Value
Probability Plot of Kelas VII 2 Normal
Kelas VII 3
Percent
100 90
80 70
60 50
40
99
95 90 80 70 60 50 40 30 20 10 5
1
Mean
0.106 67 StDev 11.19
N 30
AD 0.604
P-Value
Probability Plot of Kelas VII 3 Normal
VII.4
Percent
100 90
80 70
60 50
40
99
95 90 80 70 60 50 40 30 20 10 5
1
Mean
0.757 66.5 StDev 11.77
N 30
AD 0.240
P-Value
Probability Plot of VII.4 Normal
VII 5
Percent
100 90
80 70
60 50
40 30
99
95 90 80 70 60 50 40 30 20 10 5
1
Mean
0.481 64.38 StDev 13.84
N 32
AD 0.338
P-Value
Probability Plot of VII 5 Normal
VII 6
Percent
100 90
80 70
60 50
40 30
99
95 90 80 70 60 50 40 30 20 10 5
1
Mean
0.334 62.65 StDev 13.69
N 31
AD 0.405
P-Value
Probability Plot of VII 6 Normal
Lampiran III
Uji Homogenitas Variansi Kelas VII.1-VII.6 SMPN 2 Batang Anai
Subscripts
95% Bonferroni Confidence Intervals for StDevs VII. 6
VII. 5 VII. 4 VII. 3 VII. 2 VII. 1
22 20 18 16 14 12 10 8 6
Bartlett's Test
0.251 Test Statistic 5.01 P-Value 0.414
Levene's Test Test Statistic 1.34 P-Value
Uji Homogenitas Variansi Populasi
Lampiran IV
UJI KESAMAAN RATA-RATA POPULASI
One-way ANOVA: C2 versus Subscripts Source DF SS MS F P
Subscripts 5 764 153 1.06 0.382 Error 179 25704 144
Total 184 26468
S = 11.98 R-Sq = 2.89% R-Sq(adj) = 0.17%
Individual 95% CIs For Mean Based on Pooled StDev
Level N Mean StDev ----+---+---+---+--- VII 1 32 66.87 10.57 (---*---)
VII 2 30 69.00 10.23 (---*---) VII 3 30 67.00 11.19 (---*---) VII 4 30 66.50 11.77 (---*---) VII 5 32 64.38 13.84 (---*---) VII 6 31 62.65 13.69 (---*---) ----+---+---+---+--- 60.0 64.0 68.0 72.0 Pooled StDev = 11.98
Lampiran V
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (Pertemuan 1)
Satuan Pendidikan : SMP/MTs Kelas/Semester : VII/ 2 Mata Pelajaran : Matematika Jumlah Pertemuan : 1 x pertemuan
A. Standar Kompetensi
4. Menggunakan konsep himpunan dan diagram Venn dalam pemecahan masalah.
B. Kompetensi Dasar
4.1. Memahami pengertian dan notasi himpunan, serta penyajiannya.
C. Indikator
4.1.1 Menyatakan masalah sehari-hari dalam bentuk himpunan dan mendata anggotanya.
4.1.2 Menyebutkan anggota dan bukan anggota himpunan.
4.1.3 Menyatakan notasi himpunan.
4.1.4 Mengenal himpunan kosong dan nol serta notasinya D. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti proses pembelajaran siswa diharapkan dapat:
1. Menyatakan masalah sehari-hari dalam bentuk himpunan dan mendata anggotanya.
2. Menyebutkan anggota dan bukan anggota himpunan.
3. Menyatakan notasi himpunan.
4. Mengenal himpunan kosong dan nol serta notasinya E. Materi Ajar
Fakta:
Suatu himpunan dilambangkan dengan huruf besar (kapital) A, B, …, Z.
Benda atau objek yang termasuk dalam himpunan ditulis dengan mengggunakan pasangan kurung kurawal {…}.
Anggota atau elemen dari himpunan dinotasikan dengan Bukan anggota himpunan dinotasikan dengan
Himpunan kosong dinotasikan dengan { } atau Ø.
Konsep:
Himpunan adalah kumpulan benda atau objek yang dapat didefinisikan dengan jelas, sehingga dengan tepat dapat diketahui objek yang termasuk himpunan dan yang tidak termasuk dalam himpunan tersebut.
Setiap benda atau objek yang berada dalam suatu himpunan disebut anggota atau elemen dari himpunan, adapun benda atau objek yang tidak termasuk dalam suatu himpunan dikatakan bukan anggota himpunan.
Himpunan kosong adalah himpunan yang tidak mempunyai anggota.
Himpunan nol adalah himpunan yang hanya mempunyai 1 anggota, yaitu nol (0).
F. Alokasi waktu 2 x 40 menit
G. Metode Pembelajaran
Strategi pembelajaran: Belajar Aktif Tipe Index Card Match
Metode pembelajaran : Tanya jawab, diskusi, ceramah, dan pemberian tugas
H. Kegiatan Pembelajaran No. Proses
Pembelajaran Aktivitas Guru Aktivitas Siswa Alokasi Waktu 1. Pendahuluan Apersepsi:
d. Guru mengecek kehadiran Memperhatikan 5’
siswa dan kesiapan siswa untuk belajar
e. Guru mengingatkan kembali materi pelajaran sebelumnya.
Motivasi:
f. Guru menyampaikan indikator dan tujuan pembelajaran yang harus dicapai siswa setelah mempelajari materi tersebut.
saat dilakukan absensi
mengingat kembali materi sebelumnya.
Mendengarkan
apa yang
disampaikan oleh guru 2. Kegiatan Inti Eksplorasi:
a. Guru memberi siswa pengetahuan dasar tentang himpunan dan mendata anggotanya, anggota dan bukan anggota himpunan, menyatakan notasi himpunan, himpunan kosong, dan himpunan nol serta notasinya. Untuk
memudahkan siswa
memahami materi pelajaran yang akan dipelajari.
Elaborasi:
b. Guru mengimformasikan kepada siswa bahwa dalam
membuat latihan
menggunakan kartu indeks c. Guru menerapkan strategi
belajar aktif tipe ICM, yaitu
Memperhatikan penjelasan guru dan
berpartisipasi aktif pada setiap
pertanyaan yang diajukan guru.
Menyalin materi yang diberikan guru
Mendengar penjelasan guru
20’
15’
membagikan 2 set kartu indeks kepada siswa, kartu set yang pertama berisi pertanyaan yang kartunya berwarna kuning tentang materi yang telah dipelajari pada pertemuan tersebut, dan kartu set yang kedua berisi kunci jawaban yang kartunya berwarna merah muda. Sebelum dibagikan kepada siswa kartu dikocok terlebih dahulu, masing- masing siswa memperoleh satu kartu indeks
d.Siswa dipersilahkan untuk mencari pasangan kartu yang cocok dengan mencocokan gambar yang ada pada kartu yang didapatnya. Agar tidak terjadi keributan sewaktu mencari pasangan, maka siswa yang mendapatkan kartu berwarna merah atau kartu kunci jawaban tetap duduk dibangkunya.
e. Jika pasangannya telah terbentuk, maka siswa diminta untuk duduk
bersama dan
Mengambil kartu indeks
Mencari pasangan
Duduk dengan pasangannya dan berdiskusi
menyelesaikan pertanyaan dan mencocokkan dengan kunci jawaban yang mereka peroleh. Guru menginformasikan kepada setiap pasangan untuk tidak memberitahukan isi kartunya kepada pasangan lain
Konfirmasi:
f. Setelah siswa selesai menjawab pertanyaan yang ada pada kartunya, guru meminta setiap pasangan memberikan pertanyaan yang ada pada kartunya kepada pasangan lain g. Penyelesaian soal yang
diberikan tersebut dibahas dipapan tulis. Sebelum dibahas diminta kepada pasangan lain untuk memberikan pendapat atas jawaban temannya. Apabila jawaban tidak sesuai, maka pasangan yang mengajukan
pertanyaan akan
bertanggung jawab menyelesaikannya.
dengan pasangannya.
Mengajukan pertanyaan kepada pasangan lain.
Pasangan yang diberi soal menjawab soal yang
diterimanya.
Memberikan pendapat atas jawaban
temannya
30’
3. Penutup e. Memberikan kesempatan bertanya pada siswa
Mengajukan
10’
mengenai materi yang belum dipahami
f. Siswa dengan bimbingan guru menyimpulkan materi pembelajaran
g. Meminta siswa untuk mengerjakan soal yang belum dibahas sebagai Pekerjaan Rumah (PR), karena pertanyaan yang ditampilkan terbatas mengingat keterbatasan waktu
h. Menugaskan siswa untuk mempelajari materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya
tentang himpunan
berhingga, himpunan tak berhingga, dan himpunan semesta.
pertanyaan kepada guru Menyimpulkan materi
pembelajaran
I. Penilaian Hasil Belajar 1. Aspek Kognitif
Jenis Penilaian : Tugas individu dan tugas kelompok (berpasangan) (keaktifan siswa dalam menjawab pertanyaan pada kartu indeks dengan pasangannya).
Istrumen : Tes Tertulis Bentuk Instrumen : Essay Contoh Instrument :
1) Sebutkan kumpulan objek yang merupakan himpunan yang ada di kelasmu!
2) Di dalam kelasmu, ada siswa yang mempunyai 1 kakak.
Sebutkan anggota-anggotanya dan sebutkan pula yang bukan merupakan anggotanya!
3) A adalah himpunan bilangan asli antara 2 dan 11, nyatakan himpunan A dalam notasi himpunan!
4) Manakah yang merupakan himpunan kosong, 0 atau {0} atau { Ø } atau Ø ?
2. Aspek Afektif : Menggunakan lembar observasi aktivitas siswa.
J. Sumber Belajar
1. Atik Winiarti dkk. 2008. Contextual Teaching and Learning Matematika Sekolah Menengah Pertama Kelas VII Edisi 4. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
2. Buku Matematika untuk SMP dan MTs kelas VII karangan Tatag Yuli Eko Siswono dan Netti Lastiningsih. Penerbit : Erlangga.
3. Nuharini, Dewi. 2008. Matematika Konsep dan Aplikasi untuk Kelas VII SMP dan MTs. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (Pertemuan 2)
Satuan Pendidikan : SMP/MTs Kelas/Semester : VII/ 2 Mata Pelajaran : Matematika Jumlah Pertemuan : 1 x pertemuan A. Standar Kompetensi
4. Menggunakan konsep himpunan dan diagram Venn dalam pemecahan masalah.
B. Kompetensi Dasar
4.1. Memahami pengertian dan notasi himpunan, serta penyajiannya.
C. Indikator
4.1.5 Mengenal himpunan berhingga dan tak berhingga.
4.1.6 Menjelaskan pengertian himpunan semesta, serta dapat menyebutkan anggotanya.
D. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti proses pembelajaran siswa diharapkan dapat:
1. Mengenal himpunan berhingga dan tak berhingga.
2. Menjelaskan pengertian himpunan semesta, serta dapat menyebutkan anggotanya.
E. Materi Ajar Fakta:
Himpunan semesta dilambangkan dengan S.
Konsep:
Himpunan semesta atau semesta pembicara adalah himpunan yang memuat semua anggota atau objek himpunan yang dibicarakan.
Himpunan yang memiliki banyak anggota berhingga disebut himpunan berhingga. Himpunan yang memiliki banyak anggota tak berhingga disebut himpunan tak berhingga.
Prinsip:
Banyaknya anggota himpunan A dinyatakan dengan n(A) F. Alokasi waktu
2 x 40 menit
G. Metode Pembelajaran
Strategi pembelajaran: Belajar Aktif Tipe Index Card Match
Metode pembelajaran : Tanya jawab, diskusi, ceramah, dan pemberian tugas
H. Kegiatan Pembelajaran
No.
Proses Pembelajar
an
Aktivitas guru Aktivitas Siswa Alokasi Waktu 1. Pendahulu
an
Apersepsi:
g. Guru mengecek kehadiran siswa dan kesiapan siswa untuk belajar
h. Guru mengingatkan kembali materi pelajaran sebelumnya.
Motivasi:
i. Guru menyampaikan indikator dan tujuan pembelajaran yang harus dicapai siswa setelah mempelajari materi tersebut
Memperhatik
an saat
dilakukan absensi Diharapkan siswa dapat mengingat kembali materi sebelumnya.
Mendengarka n apa yang
5’
disampaikan oleh guru 2. Kegiatan
Inti
Eksplorasi:
a. Guru memberi siswa pengetahuan dasar tentang himpunan berhingga, himpunan tak berhingga, dan himpunan semesta.
Untuk memudahkan siswa memahami materi pelajaran yang akan dipelajari.
Elaborasi:
b.Guru menerapkan strategi belajar aktif tipe ICM, yaitu membagikan 2 set kartu indeks kepada siswa, kartu set yang pertama berisi pertanyaan yang kartunya berwarna kuning tentang materi yang telah dipelajari pada pertemuan tersebut, dan kartu set yang kedua berisi kunci jawaban yang kartunya berwarna merah muda. Sebelum dibagikan kepada siswa kartu dikocok terlebih dahulu, masing- masing siswa memperoleh
Memperhatik an penjelasan guru dan berpartisipasi aktif pada setiap
pertanyaan yang diajukan guru.
Menyalin materi yang diberikan guru Mengambil kartu indeks
20’
15’
satu kartu indeks
c. Siswa dipersilahkan untuk mencari pasangan kartu yang cocok dengan mencocokan gambar yang ada pada kartu yang didapatnya. Agar tidak terjadi keributan sewaktu mencari pasangan, maka siswa yang mendapatkan kartu berwarna merah atau kartu kunci jawaban tetap duduk dibangkunya.
d. Jika pasangannya telah terbentuk, maka siswa diminta untuk duduk
bersama dan
menyelesaikan pertanyaan dan mencocokkan dengan kunci jawaban yang mereka
peroleh. Guru
menginformasikan kepada setiap pasangan untuk tidak memberitahukan isi kartunya kepada pasangan lain
Konfirmasi:
e. Setelah siswa selesai menjawab pertanyaan yang ada pada kartunya, guru
Mencari pasangan
Duduk dengan pasangannya dan
berdiskusi dengan pasangannya
30’
meminta setiap pasangan memberikan pertanyaan yang ada pada kartunya kepada pasangan lain f. Penyelesaian soal yang
diberikan tersebut dibahas dipapan tulis. Sebelum dibahas diminta kepada pasangan lain untuk memberikan pendapat atas jawaban temannya. Apabila jawaban tidak sesuai, maka pasangan yang mengajukan
pertanyaan akan
bertanggung jawab menyelesaikannya.
Mengajukan pertanyaan kepada pasangan lain.
Pasangan yang diberi soal
menjawab soal yang diterimanya.
Memberikan pendapat atas jawaban temanya
3. Penutup i. Memberikan kesempatan bertanya pada siswa mengenai materi yang belum dipahami
j. Siswa dengan bimbingan guru menyimpulkan materi pembelajaran
k. Meminta siswa untuk mengerjakan soal yang belum dibahas sebagai Pekerjaan Rumah (PR), karena pertanyaan yang ditampilkan terbatas mengingat keterbatasan
Mengajukan pertanyaan kepada guru Menyimpulk an materi pembelajaran
10’
waktu
l. Menugaskan siswa untuk mempelajari materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya tentang himpunan bagian.
I. Penilaian Hasil Belajar 1. Aspek Kognitif
Jenis Penilaian : Tugas individu dan tugas kelompok (berpasangan) (keaktifan siswa dalam menjawab pertanyaan pada kartu indeks dengan pasangannya).
Istrumen : Tes Tertulis Bentuk Instrumen : Essay Contoh Instrument :
1) Diketahui B = {2, 3, 5, 7, 11}.
a. Apakah B merupakan himpunan berhingga?berikan alasanmu?
b. Sebutkan 2 himpunan semesta yang mungkin dari himpunan B?
2. Aspek Afektif : Menggunakan lembar observasi aktivitas siswa.
J. Sumber Belajar
1. Atik Winiarti dkk. 2008. Contextual Teaching and Learning Matematika Sekolah Menengah Pertama Kelas VII Edisi 4. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
2. Buku Matematika untuk SMP dan MTs kelas VII karangan Tatag Yuli Eko Siswono dan Netti Lastiningsih. Penerbit : Erlangga.
3. Nuharini, Dewi. 2008. Matematika Konsep dan Aplikasi untuk Kelas VII SMP dan MTs. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional