• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

C. Pembahasan Penelitian

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan informan, peneliti melihat bahwa implementasi online single submission risked based approach ini sudah berjalan dengan semestinya tetapi banyaknya kekurangan yang mengakibatkan implementasi ini bisa dikatakan belum efektif seperti sarana dan prasarana yang kurang mendukung dan tidak adanya sosialisasi langsung kepada masyarakat sehingga kurangnya badan usaha atau pelaku UMKM yang mendaftarkan usahanya ke OSS RBA.

nyaman dalam kondisi lingkungan di lingkungan instansi atau organisasi sangat penting untuk diperhatikan.

Berdasarkan hasil wawancara penulis dengan informan diatas mengenai program Online Single Submission Risked Based Approach yang dikeluarkan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dengan melihat fakta dilapangan salah satu bentuk program dari pemerintah ini sudah berjalan dengan baik dan berjalan dengan semestinya dan kantor Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu menerapkan SOP (Standard operating procedures) dalam melaksanakan program OSS RBA. Menurut penulis program ini merupakan terobosan atau inovasi yang sangat efektif dan sangat bermanfaat bagi masyarakat. Program ini dikeluarkan sebagai suatu upaya untuk mempermudah masyarakat untuk mengurus perizinan usaha.

b) Kelembagaan

Kelembagaan sangat berpengaruh terhadap tercapainya tujuan suatu kebijakan dalam instansi atau organisasi, karena dalam implementasi kebijakan perlu adanya SDM dalam instansi itu sendiri. Hal ini guna untuk melihat keberhasilan suatu pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.

Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti dengan para informan diatas dapat diketahui bahwa salah satu bagian dari program pelayanan Online Single Submission Risked Based Approach sudah berjalan dengan baik, hal ini dibuktikan dengan ketersediaannya aparatur sipil atau pegawai yang berjumlah 50 orang di Dinas Penanaman Modal Pelayanan

Terpadu Satu Pintu Kabupaten Pangkep. Hal ini juga dibuktikan dengan para aparatur bekerja telah mengikuti aturan-aturan yang berlaku dalam menjalankan tugasnya sebagai pemberi pelayanan perizinan kepada Masyarakat. dan telah menunjukkan respon yang sangat positif terkait dengan pelayanan yang diberikan oleh aparatur pelayanan terutama yang bertugas di Front Office. Hal ini menunjukkan bahwa aparatur pelayanan di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu telah berusaha untuk memberikan pelayanan yang prima dan sebaik-baiknya kepada masyarakat sebagai perwujudan dari program OSS RBA yang diterapkan di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Pangkep.

c) Digitalisasi

Berhasilnya suatu implementasi kebijakan ditunjang dari sumberdaya yang memadai. Sumberdaya yang dimaksud yaitu sumberdaya manusia dan sumberdaya non manusia, sumber daya manusia yang dimaksud yaitu kemampuan dari para aparatur sipil atau pegawai sedangkan sumberdaya non manusia menyangkut fasilitas yang ada. Namun dalam pelaksanaan suatu implementasi kebijakan sumberdaya manusia merupakan sumberdaya yang paling penting atau memegang peranan tertinggi dalam pemberian pelayanan program online single submission risked based approach kepada masyarakat.

Berdasarkan hasil observasi, digitalisasi juga dibutuhkan dalam pemberian pelayanan kepada masyarakat yaitu berupa fasilitas-fasilitas yang

digunakan oleh para aparatur untuk menunjang keberhasilan dalam pemberian pelayanan. Maka dari itu guna memanfaatkan fasilitas-fasilitas yang ada di Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Pangkep seperti penggunaan teknologi untuk program online single submission risked based approach ini dikeluarkan untuk mempermudah pendaftaran perizinan usaha kepada masyarakat.

Berdasarkan pendapat dari G Shabbir Cheema dan Dennis A Rondinelli tersebut terdapat faktor yang menentukan keberhasilan suatu implementasi kebijakan yang diterapkan. Apabila kita ingin mengetahui kebijakan yang diterapkan, kegagalan atau keberhasilannya bisa diukur oleh faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kebijakan. Faktor-faktor tersebut diantaranya : Kondisi Lingkungan, Hubungan Antar Organisasi, Sumberdaya Organisasi, Karateristik dan Kemampuan Agen Pelaksana.

a) Kondisi Lingkungan

Berhasilnya suatu program ditunjang dari kondisi lingkungan yang terdapat dalam suatu instansi atau organisasi, kondisi lingkungan yang dimaksud yaitu berupa ketersediaan sarana dan prasarana yang menunjang dalam pemberian pelayanan dengan adanya ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai dalam lingkungan kerja suatu instansi atau organisasi maka akan sangat berpengaruh pada pemberian pelayanan kepada Masyarakat.

Maka dari itu penciptaan suasana pelayanan yang efektif dan nyaman dalam kondisi lingkungan di lingkungan instansi atau organisasi sangat penting untuk diperhatikan.

Berdasarkan hasil penelitian dan wawancara dengan informan diatas mengenai program online single submission risked based approach yang dikeluarkan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dengan melihat fakta dilapangan salah satu bentuk program dari pemerintah ini sudah berjalan dengan baik dan berjalan dengan semestinya. Menurut penulis program ini merupakan terobosan atau inovasi yang sangat efektif dan sangat bermanfaat bagi masyarakat. Program ini dikeluarkan sebagai suatu upaya untuk mempermudah masyarakat untuk mengurus perizinan usaha.

b) Hubungan Antar Organisasi

Hubungan antar organisasi sangat berpengaruh terhadap tercapainya tujuan suatu kebijakan dalam Instansi atau organisasi, karena dalam implementasi kebijakan perlu adanya dukungan dan koordinasi dalam instansi itu sendiri ataupun dengan instansi lain, hal ini guna untuk keberhasilan suatu pelayanan yang diberikan kepada masyarakat. Hubungan antar organisasi terdiri dari kejelasan dan konsistensi sasaran program, pembagian fungsi antar instansi yang pantas, standarisasi prosedur perencanaan, ketepatan dan kualitas komunikasi antar organisasi dan efektifitas jejaring dalam mendukung suatu program.

Berdasarkan hasil penelitian dari hubungan antar organisasi di Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Pangkep menunjukkan mengenai hubungan dengan instansi itu sendiri ataupun hubungan dengan instansi lain sudah berjalan dengan baik, hal ini dibuktikan dengan sudah terjalin atau terkoordinasinya hubungan antar instansi lain

dalam pemberian pelayanan sistem online single submission risked based approach kepada masyarakat. Karena Masyarakat yang ingin membuat surat perizinan tidak perlu lagi bolak-balik dari satu instansi ke instansi lainnya untuk membuat surat perizinan, hanya perlu mendatangi Kantor Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.

c) Sumberdaya Organisasi

Berhasilnya suatu implementasi kebijakan ditunjang dari sumberdaya yang memadai. Sumberdaya yang dimaksud yaitu sumberdaya manusia dan sumberdaya non manusia, sumber daya manusia yang dimaksud yaitu kemampuan dari para aparatur sipil atau pegawai. Namun dalam pelaksanaan suatu implementasi kebijakan sumberdaya manusia merupakan sumberdaya yang paling penting atau memegang peranan tertinggi dalam pemberian pelayanan program online single submission risked based approach kepada masyarakat.

Berdasarkan hasil penelitian dari sumberdaya organisasi di Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Pangkep sudah berjalan dengan baik atau sudah semestinya. Hal ini dibuktikan dengan ketersediaannya aparatur sipil atau pegawai yang berjumlah 50 orang di Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Pangkep.

Hal ini juga dibuktikan dengan para aparatur bekerja telah mengikuti aturan- aturan yang berlaku dalam menjalankan tugasnya sebagai pemberi pelayanan perizinan kepada Masyarakat.

d) Karakteristik dan Kemampuan Agen Pelaksana

Karakter dan kemampuan agen pelaksana berperan penting dalam implementasi suatu kebijakan. Kinerja dalam implementasi publik sangat dipengaruhi oleh ciri-ciri yang tepat serta cocok dengan agen pelaksananya, maka dari itu kemampuan agen pelaksana dalam menjalankan tugasnya sebagai pemberi layanan kepada masyarakat juga harus mengikuti norma dan nilai-nilai yang berlaku dalam lingkungan Kerja dari keseluruhan struktur birokrasi. Maka dari itu dalam mengikuti norma dan nilai-nilai yang berlaku maka akan dapat menentukan keberhasilan suatu kebijakan yang dikeluarkan kepada masyarakat.

Berdasarkan hasil penelitian dari karateristik dan kemampuan agen pelaksana di Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Pangkep sudah efektif dan berjalan dengan baik, hal ini dibuktikan dengan para aparatur sipil di Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Pangkep telah melaksanakan tugas atau telah bekerja sesuai dengan kemampuan dan keahlian dari setiap bidang yang dikerjakan.

Maka dari itu penempatan posisi jabatan yang tepat akan dapat sangat membantu dalam mencapai tujuan yang diharapkan.

a) Faktor Penghambat Dalam Implementasi Sistem Online Single Submission Risked Based Approach Di Kantor Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Pangkep

a) Kondisi Lingkungan

Berdasarkan hasil penelitian observasi langsung faktor penghambat

dari aspek kondisi lingkungan yaitu ketersediaannya fasilitas sarana dan prasarana di Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Pangkep sudah lengkap tetapi kurang memadai mulai dari ketersediaannya alat penunjang pemberian pelayanan perizinan kepada masyarakat sampai pada fasilitas-fasilitas yang diberikan kepada masyarakat yang ingin mengurus perizinan sehingga membutuhkan waktu yang lama jika ingin melayani masyrakat.

b) Hubungan antar organisasi

Berdasarkan hasil penelitian dan observasi langsung faktor penghambat dari aspek hubungan antar organisasi yaitu Kantor Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu belum pernah mengadakan sosialisasi langsung kepada masyarakat di karenakan kurangnya anggaran tetapi hanya mengadakan sosialisasi dengan instansi Kantor kecamatan dan Kantor Kelurahan tetapi belum keseluruhan sosialisasi ini di adakan di Kabupaten Pangkep.

c) Sumberdaya Organisasi

Berdasarkan hasil penelitian dan observasi langsung faktor penghambat dari aspek sumberdaya organisasi yaitu tim teknis operasional kurang menguasai program online single submission risked based approach dikarenakan pemerintah setempat belum mengadakan bimtek khusus tim teknis.

d) Karakteristik dan Kemampuan Agen Pelaksana

Dari hasil peneitian dan observasi langsung, maka dapat disimpulkan

bahwa faktor penghambatnya yaitu ada pada OPD kantor Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Pangkep dikarenakan kurang profesionalisme dalam memberikan pelayanan tetapi kantor Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu sudah memberikan terbaik pada masyarakat yang ingin mengurus surat perizinan usaha.

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang diatas, maka dapat disimpulkan:

1. Implementasi sistem Online Single Submission Risked Based Approach di Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Pangkep dapat dilihat dari indikator-indikator di bawah ini:

a) Regulasi/Kebijakan

Melihat fakta dilapangan salah satu bentuk program dari pemerintah ini sudah berjalan dengan baik dan berjalan dengan semestinya dan kantor Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu menerapkan SOP (Standard operating procedures) dalam melaksanakan program OSS RBA. Menurut penulis program ini merupakan terobosan atau inovasi yang sangat efektif dan sangat bermanfaat bagi masyarakat. Program ini dikeluarkan sebagai suatu upaya untuk mempermudah masyarakat untuk mengurus perizinan usaha.

b) Kelembagaan

program pelayanan Online Single Submission Risked Based Approach sudah berjalan dengan baik, Hal ini juga dibuktikan dengan para aparatur bekerja telah mengikuti aturan-aturan yang

berlaku dalam menjalankan tugasnya sebagai pemberi pelayanan perizinan kepada Masyarakat. dan telah menunjukkan respon yang sangat positif terkait dengan pelayanan yang diberikan oleh aparatur pelayanan terutama yang bertugas di Front Office. Hal ini menunjukkan bahwa aparatur pelayanan di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu telah berusaha untuk memberikan pelayanan yang prima dan sebaik-baiknya kepada masyarakat sebagai perwujudan dari program OSS RBA yang diterapkan di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Pangkep.

c) Digitalisasi

Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Pangkep memanfaatkan fasilitas-fasilitas yang ada di seperti penggunaan teknologi untuk program online single submission risked based approach ini dikeluarkan untuk mempermudah pendaftaran perizinan usaha kepada masyarakat.

Pada proses implementasi ini peneliti juga mengukur keberhasilan implementasi dengan menggunakan teori G Shabbbir Cheema dan Dennis A Rondinelli yang terdiri dari : Kondisi Lingkungan, Sumberdaya Organisasi, Hubungan antar organisasi, Karateristik dan Kemampuan Agen Pelaksana.

a) Kondisi Lingkungan, melihat fakta dilapangan salah satu bentuk program dari pemerintah ini sudah berjalan dengan baik dan

berjalan dengan semestinya. Dampak yang dirasakan masyarakat dengan adanya program online single submission risked based approach ini sangat bermanfaat. Karena masyarakat jika ingin membuat izin usaha hanya dengan satu pintu saja.

b) Sumberdaya Organisasi, mengenai hubungan dengan instansi itu sendiri ataupun hubungan dengan instansi lain telah berjalan dengan baik, hal ini dibuktikan dengan telah terjalinnya kerjasama atau terkoordinasinya hubungan antar instansi lain misalnya Kantor Kecamatan dan Kantor Kelurahan dalam pemberian pelayanan sistem online single submission risked based approach kepada masyarakat.

c) Hubungan Antar Organisasi, Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Pangkep memanfaatkan sumberdaya manusia dalam mewujudkan implementasi kebijakan OSS RBA ini. Hal ini dibuktikan dengan ketersediaannya aparatur sipil atau pegawai yang berjumlah 50 orang untuk menjalankan tugasnya sebagai pemberi pelayanan perizinan kepada Masyarakat d) Karakteristik dan Kemampuan Agen Pelaksana, di Dinas

Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Pangkep sudah efektif dan berjalan dengan baik, hal ini dibuktikan dengan para aparatur sipil di kantor tersebut telah melaksanakan tugas atau telah bekerja sesuai dengan kemampuan dan keahlian dari setiap bidang yang dikerjakan. Maka dari itu penempatan

posisi jabatan yang tepat akan dapat sangat membantu dalam mencapai tujuan yang diharapkan.

2. Faktor penghambat dalam implementasi sistem Online Single Submission Risked Based Approach di Kantor Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kab Pangkep

a) Kondisi Lingkungan, mengenai ketersediaan sarana dan prasarana sudah tersedianya sarana dan prasarana yang dapat menunjang pemberian pelayanan kepada masyarakat tetapi masih kurang memadai di karenakan anggaran di kantor Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu masih dibatasi oleh tim anggaran.

hal ini dibuktikan dengan ketersediaannya sarana dan prasarana tetapi belum memadai pada pendukung keberhasilannya pemberian pelayanan perizinan online single submission risked based approach pada masyarakat, misalnya tersedianya komputer tetapi hanya 3 komputer saja untuk pelayanan OSS RBA, jaringan wifi sudah ada di kantor tersebut tetapi jaringannya sangat lambat sehingga membutuhkan waktu yang lama dalam proses pelayanan, kurangnya printer, dan ruang tunggu sangat panas.

b) Hubungan Antar Organisasi, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui adanya pelayanan online single submission risked based approach dikarenakan para OPD Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Pangkep belum pernah menyelenggarakan sosialisasi langsung kepada masyarakat atau

para pelaku UMKM.

c) Sumberdaya Organisasi, faktor penghambatnya yaitu tim teknis kurang menguasai program OSS RBA dikarenakan pemerintah setempat belum mengadakan bimtek khusus tim teknis.

d) Karakteristik dan Kemampuan Agen Pelaksana, mengenai penempatan pegawai yang sesuai dengan fungsi dan tugasnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, tetapi pegawai ini kurang profesionalisme atau belum optimal dalam memberikan pelayanan online single submission risked based approach kepada masyarakat di karenakakan kurangnya bimtek khusus untuk tim teknis.

B. Saran

Melihat dari hasil penelitian yang dilakukan penulis di Kantor Dinas Penanaman Modal Pelayana Terpadu Satu Pintu Kabupaten Pangkep maka penulis menyarankan :

1. Menyelenggarakan terlebih dahulu bimtek khusus untuk tim teknis operasional sebelum menginplementasikan sistem online single submission risked based approach agar tim teknis lebih menguasai kebijakan program tersebut.

2. Dilakukannya sosialisasi secara berkala dan kontinu ke masyarakat atau para pelaku UMKM agar masyarakat dapat lebih memahami tujuan pelayanan online ini, serta proses dan cara mengakses sistem pelayanan online agar tepat sasaran dan tidak terkesan simbolis di

kantor Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Pangkep.

3. Pemerintah Kabupaten Pangkep dan kantor Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu seharusnya lebih tegas dalam melakukan pengawasan serta memberikan sanksi kepada para pelaku UMKM yang belum atau sesuai dengan peraturan yang telah diterapkan khususnya terkait perizinan yang belum terintegrasi melalui sistem OSS RBA.

DAFTAR PUSTAKA

Angin, R. (2020). Dimensi Interaksi Antar Aktor. CV Pustaka Abadi.

Anjani, S., Dwika, P., Dwimawanti, I. H., Administrasi, M. I., Ilmu, F., &

Diponegoro, U. (2020). Implementasi Kebijakan Retribusi Pelayanan Pasar di Pasar Adiwerna Kabupaten Tegal Implementation of Market Service Retribution Policy In The Adiwerna Market of Tegal Regency. 2(3), 561–

572. https://doi.org/10.34007/jehss.v2i3.112

Arief, M. I. (2021). Tentang Cipta Kerja dan Prinsip-Prinsip Penanganan Perkara Dunia. Mekar Cipta Lestari.

Dadang. (2020). Kedudukan dan Fungsi Rekomendasi DPRD Dalam Penyelenggaraan Kewenangan Perizinan. Pena Persada.

Dawud,Joni, Rodlial Ramdhan Tackbir Abubakar, D. F. R. (2020). Implementasi Kebijakan Online Single Submission pada Pelayanan Perizinan Usaha (Studi Kasus di DPMTSP Kota Bandung & Kabupaten Bandung). Publica: Jurnal Pemikiran Administrasi Negara, 12(2), 83–92.

Desrinelti, D., Afifah, M., & Gistituati, N. (2021). Kebijakan publik: konsep pelaksanaan. JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia), 6(1), 83.

https://doi.org/10.29210/3003906000

Di, K., & Pasirjambu, K. (2017). Kualitas pelayanan publik bidang administrasi kependudukan di kecamatan pasirjambu. 2, 56–65.

Hidayah, D. D. (2020). KUALITAS PELAYANAN PUBLIK (Studi Pelayanan Administrasi Kependudukan Di Kecamatan Cipatujah KabupatenTasikmalaya). Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara, 7(1), 28–34.

Hidayat, F., Sunarko, B. S., Magister, P., & Administrasi, I. (2018).

IMPLEMENTASI PELAYANAN TERPADU SATU PINTU (PTSP):

PENDELEGASIAN KEWENANGAN SETENGAH HATI (Studi terhadap Penyelenggaraan PTSP di Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Banyuwangi). 18(1), 144–163.

Hukum, F., & Diponegoro, U. (2019). Implementasi Fungsi Pelayanan Publik dalam Pelayanan Terpadu Satu Pintu ( PTSP ). 2(1), 143–154.

Kusnadi, I. H., & Baihaqi, M. R. (2020). Implementasi Kebijakan Sistem Online Single Submission (OSS) Pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DINAS PENANAMAN MODAL PELAYANAN TERPADU SATU PINTU) di Kabupaten Subang. The World of Public

Administration Journal, 2(2), 126–150.

https://doi.org/10.37950/wpaj.v2i2.926

Lestariningtyas, T., & Roqib, M. (2021). Perlindungan Data Pribadi Pengguna Sistem Layanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik Oss 1.1 Dan Oss Rba (Risk Basic Approach). Jurnal Jendela Hukum, 8(2), 25–34.

https://doi.org/10.24929/fh.v8i2.1576

Manuhoro, A., Purnaweni, H., & Rengga, A. (2016). Implementasi Kebijakan Batas Usia Terendah Pengemudi Sepeda Motor Di Kota Semarang. Journal of Public Policy, 1(1), 1–15.

Maulana, A. T. (2021). EVALUASI IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU ( PTSP ) DALAM UPAYA MENINGKATKAN KEPUASAN MASYARAKAT PADA BADAN. 10(2).

Mayasiana, N. A. (2017). Tolak Ukur Kualitas Pelayanan Publik. Paradigma Madani, 4(2), 75–80.

Muhammad, B. (2021). Pelaksanaan Perizinan Berbasis Risiko Pasca Undang- Undang Cipta Kerja. 1(2), 16–29.

Muhibuddin, A., & Mustafa, Z. (2021). IMPLEMENTASI KEBIJAKAN IZIN MENDIRIKAN BANGUNAN ( IMB ) DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DAERAH ( PAD ) PADA DINAS PENANAMAN MODAL PELAYANAN TERPADU SATU PINTU ( DINAS PENANAMAN MODAL PELAYANAN TERPADU SATU PINTU ) KABUPATEN PANGKEP Implementation of a Policy of Establishment Permit ( IMB ) in I. 4(1), 36–40.

Nugroho, D. (2017). Implementasi Program Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Keterampilan Dasar (Studi Di Kecamatan Tambaksari Kota Surabaya). Jurnal Administrasi Publik Mahasiswa Universitas Brawijaya, 1(5), 862–871.

Nurhafsyah Daulay, Girsang, E., & Manalu, P. (2021). POTENSI DAN TANTANGAN SUMBERDAYA MANUSIA DALAM IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PELAYANAN PERIZINAN ONLINE PADA DINAS PENANAMAN MODAL PELAYANAN TERPADU SATU PINTU KOTA MEDAN Nurhafsyah Daulay 1 , Ermi Girsang 2 dan Putranto Manalu 3. 6, 137–157.

Nuryanti, M. (2016). Pemahaman Kebijakan Publik( Formulasi,Implementasi dan Evaluasi Kebijakan Publik). Kebijakan Publik Deliberatif, 1, 286.

Pramono., J. (2020). Implementasi dan Evaluasi Kebijakan Publik. In Angewandte Chemie International Edition, 6(11), 951–952.

Ramdhani, A., & Ramdhani, M. A. (2017). Konsep Umum Pelaksanaan

Kebijakan Publik. Jurnal Publik, 1–12.

https://doi.org/10.1109/ICMENS.2005.96

Robby, U. B., & Tarwini, W. (2019). INOVASI PELAYANAN PERIZINAN MELALUI ONLINE SINGLE SUBMISSION (OSS) Studi Pada Izin Usaha di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DINAS PENANAMAN MODAL PELAYANAN TERPADU SATU PINTU) Kabupaten Bekasi. Administratio: Jurnal Ilmiah Administrasi Publik Dan Pembangunan, 10(2), 51–57. https://doi.org/10.23960/administratio.v10i2.98 Rusnadiah, R., Sumadinata, W. S., & (2021). Pelayanan Terpadu Satu Pintu Di Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu) Kabupaten Bandung Tahun  : Jurnal Pemikiran Dan, 4(2), 105–123.

http://jurnal.unpad.ac.id/responsive/article/view/34735

Saraswaty, A. N. (2018). STUDI KASUS PELAKSANAAN KEBIJAKAN PLASTIK BERBAYAR Amrita Nugraheni Saraswaty Jurusan Ekonomi Pembangunan , Fakultas Ekonomi dan Bisnis , Universitas Udayana Email : [email protected] ABSTRAK Sampah dari kantong plastic telah menjadi permasalahan. 1, 113–142.

Sari, R. P., & Rahayu, A. Y. S. (2020). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Implementasi Kebijakan Penyelenggaraan Mal Pelayanan Publik.

https://doi.org/10.31289

Setiawan, A., & Alexandri, M. B. (2021). Implementasi Program Gampil ( Gadget Mobile Application For Licence ) Di Kota Bandung Implementation Of The Gampil Program ( Gadget Mobile Application For Licence ) In Bandung City. 4(4), 195–203.

Sirajuddin, I. A. (2017). IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMERINTAH DAERAH DALAM PELAYANAN PUBLIK DASAR BIDANG SOSIAL DI KOTA MAKASSAR.

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif,Kualitatif dan R&D. Alfabeta.

Suparman, H. N., Tambunan, M., Hasibuan, S., Ramda, E., & Mangiri, D. (2021).

Implementasi OSS RBA di Daerah (Tantangan dan Kebutuhan Pemda). 47.

Tahir, A. (2016). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Implementasi Kebijakan Transparansi Penyelenggaraan Pemerintahan Di Kota Gorontalo. Journal of Chemical Information and Modeling, XVI(03), 413–426.

Undang-Undang

Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (KEPMENPAN) Nomor 63 Tahun 2003 tentang pedoman umum penyelenggaraan pelayanan publik Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2018 Tentang Pelayanan Perizinan

Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko

Keputusan Bupati Pangkep Nomor 592 Tahun 2019 tentang Standar Pelayanan Perizinan dan Nonperizinan Pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Pangkep

Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik

Peraturan Menteri Dalam Negeri No.24 Tahun 2006 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2007 Tentang Penanaman Modal

Peraturan Bupati Pangkep nomor 15 tahun 2019 tentang Standar Oprasional Prosedur (SOP) Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja Pasal 1 Nomor 4 tahun 2020 tentang Cipta Kerja

Pasal 1 Nomor 8 tahun 2020 tentang Cipta Kerja Pasal 1 Nomor 3 tahun 2020 tentang Cipta Kerja

Dokumen terkait