BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
C. Pembahasan Penelitian
Pelatihan dasar CPNS artinya pendidikan dan pelatihan dalam Masa Prajabatan yang dilakukan secara terintegrasi untuk membangun integritas moral, kejujuran, semangat dan motivasi nasionalisme dan kebangsaan, karakter kepribadian yang unggul dan bertanggung jawab, dan memperkuat profesionalisme serta kompetensi bidang. Berdasarkan tanggapan dan apa yang dirasakan oleh peserta hal ini bisa dilihat dan diukur dari berbagai aspek dalam penyelenggaraan pelatihan seperti, pelayanan panitia, kualitas intruktur, metode yang digunakan, materi pelatihan, kurikulum, suasana kelas, sarana dan prasarana juga kebermaknaan dan keberhasilan pelatihan. Peserta pelatihan akan termotivasi
jika proses penyelenggaraan pelatihan dapat berjalan sesuai efisien, efektif, dan memuaskan yang pada akhirnya akan memberikan reaksi peserta yang positif dan menyenangkan, begitupula sebaliknya jika para peserta memberikan reaksi seperti tidak termotivasi dan tidak menyenangkan untuk mengikuti program pelatihan.
Berdasarkan hal tersebut dapat dikatakan bahwa tingkat keberhasilan dari suatu pelatihan tidak bisa terlepas dari motivasi, presepsi, minat, dan perhatian peserta pelatihan dalam mengikuti program pelatihan.
Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh seperti yang dijelaskan sebelumnya terkait Program Pelatihan Dasar CPNS Pada Pusat Pelatihan dan Pengembangan dan Kajian Manajemen Pemerintahan Lembaga Administrasi Negara Kota Makassar yang dilihat dari indikator William Dunn (2011) dengan melihat aspek-aspek seperti Efektivitas, Ketepatan, dan Responsivitas sebagai berikut:
1. Efektivitas
Efektivitas ialah pencapaian hasil yang sesuai dengan tujuan seperti yang telah ditetapkan, sehingga efektivitas menunjukan keberhasilan dari segi tercapai tidaknya sasaran yang telah ditetapkan. Pelatihan Dasar CPNS menggunakan prasarana yang responsive gender dan mengakomodasi Peserta berkebutuhan khusus.Prasarana yang diperlukan dalam Pelatihan Dasar CPNS antara lain sebagai berikut:
a) aula;
b) ruang kelas;
c) ruang diskusi;
d) ruang seminar;
e) ruang kantor;
f) ruang kebugaran atau olahraga;
g) ruang komputer;
h) studio;
i) asrama bagi Peserta;
j) wisma Tenaga Pelatihan;
k) perpustakaan;
l) ruang makan;
m) fasilitas rekreasi;
n) ruang menyusui/laktasi;
o) unit kesehatan; dan p) tempat ibadah.
Pelatihan Dasar CPNS juga menggunakan sarana pembelajaran antara lain sebagai berikut:
a) papan tulis;
b) standing flipchart;
c) marker;
d) sound system;
e) TV dan video player;
f) kaset dan/ atau compact disc;
g) perekam audio dan video;
h) komputer/laptop;
i) LCD projector;
j) jaringan wireless fidelity (wi-fi);
k) jaringan internet;
l) local area network;
m) akun teleconference/ videoconference;
n) server;
o) buku referensi;
p) modul/ bahan ajar;
q) bank kasus; dan r) teknologi multimedia.
Dalam upaya menjalankan penyelenggaran program pelatihan dasar CPNS untuk penguatan budaya yang bersih, responsif, dan melayani untuk meningkatkan sumber daya manusia yang ada, maka materi yang diberikan harus sesuai dengan Peraturan Kepala LAN RI No 10 Tahun 2021 tentang pedoman penyelengaraan pelatihan dasar CPNS
Dari hasil data tersebut menunjukkan bahwa dalam proses penyelenggaran pelatihan dasar CPNS materi yang diberikan bervariasi sesuai dengan kompetensi dan kebutuhan dari para peserta pelatihan yang dimana struktur kurikulum pelatihan terdiri dari 4 agenda yaitu (1) agenda sikap dan perilaku bela negara, (2) agenda nilai-nilai dasar pns, (3) kedudukan dan peran pns, (4) habituasi. Pada Agenda sikap dan perilaku bela negara bagaimana agar peserta pelatihan dapat mengubah sikap pikir terhada permasalahan budaya pada birokrasi yang bersih, melayani, responsif. Pada materi ini diajarkan tentang kebijakan, konsep, serta
kebutuhan seorang pns serta bagaimana mentrasformasikan budaya pelatihan di era digital melalui transformasi sikap pikir. Selanjutnya pada agenda nilai-nilai dasar pns dimaksudkan untuk membekali kemampuan para peserta untuk dapat menganalisis permasalahan pada budaya birokrasi yang bersih, melayani, dan responsif pada agenda ini materi yang diberikan berupa teknik untuk mendiagnosa budaya organisasi, strategi dalam menghadapi perubahan birokrasi, dan transformasi budaya. Pada agenda kedudukan dan peran seorang asn menuju smart asn yang berperan sebagai perencana, pelaksana, dan pengawas melalui pelaksanaan kebijakan dan pelayanan public yang professional. Lanjut pada agenda habituasi peserta dibekali dengan kemampuan untuk mengaktualisasikan budaya organisasi yang bersih, melayani, dan responsif dengan membuat atau menyususn sebuah rancangan dan mempunyai karakter asn yang berakhlak
Penggunaan dan pengaturan prasarana dan/atau sarana yang diperlukan untuk mendukung Kurikulum dan pembelajaran penguatan Kompetensi Teknis Bidang Tugas dapat menyesuaikan dengan tuntutan tujuan pembelajaran Mata Pelatihan penguatan Kompetensi Teknis Bidang Tugas. Selanjutnya ada Materi, kualitas dari isi pelatihan adalah sesuatu yang krusial untuk diperhatikan karena semakin bagus materi yang diberikan maka akan semakin mengoptimalkan manfaat dari suatu pelatihan yang artinya semakin efektif juga pelatihan tersebut hal ini bisa dilihat dari pengembangan materi pelatihan yang bervariasi dan relavan dengan pelatihan yang akan dilaksanakan berdasarkan hasil penelitian terdahulu oleh Waldi Ishaq ( 2021 ) dengan judul Evaluasi Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Secara Daring Dipuslatbang Khan Aceh 2021 yang dilihat
dari indikator materi menunjukkan dalam memberikan materi disesuaikan dengan standar dan ketentuan yang berlaku yang telah ditetapkan LAN RI serta materi yang relavan dengan poin utama pelatihan dasar CPNS dengan melihat kondisi para peserta berdasarkan karakteristik dan latar belakang dalam menyederhanakan bahasa yang digunakan.sedangkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa materi yang diberikan juga telah disesuaikan dengan PERLAN No 10 Tahun 2021 yang kemudian dalam proses membawakan materi ada tahapan yang dilakukan untuk mengembangkan bahan ajar yang disusun berdasarkan karakteristik para peserta, selain itu materi yang diberikan bervariasi sesuai dengan kompetensu dan kebutuhan para peserta dengan struktur kurikulum yang terdiri dari 4 agenda yaitu 1) agenda sikap bela negara, 2) nilai-nilai dasar asn, 3) peran dan kedudukan asn dalam mewujudkan smart governance, 4) habituasi. Selanjutnya ada jadwal kegiatan:
1) Klasikal
Tahap I/ on campus I (18 hari pelatihan) Tahap II/ off campus/ habituasi (30 hari kerja) Tapa III/ on campus II (3 hari pelatihan) Total 51 hari/ 511JP (jam pelajaran) 2) Blended Learning
Tahap I MOOC (16 hari pelatihan/48 JP) Tahap II Distance Learning (22 hari/217 JP) Tahap III Aktualisasi ( 30 hari kerja/ 320 JP) Tahap IV Klasikal (6 hari/ 62 JP)
2. Ketepatan
Adapun tujuan penyelenggaraan latsar CPNS ini adalah untuk menginternalisasikan dan mengimplementasikan core values ASN yang BerAkhlak, yaitu berorientasi pelayanan, akuntabel, kompotenn, harmonis, loyal, adaptif, kolaboratif, dalam rangka mendukung employer branding ASN
“Bangga Melayani Bangsa”. metode dalam pendidikan dan pelatihan ialah cara yang yang terstruktur dan teratur yang secara luas serta dapat mengkondisikan penyelenggaraan untuk mengembangkan hal efektif, kognitif dan psikomotorif tenaga kerja terhadap tugas dan pekerjaannya. metode pelatihan yang diginakan disini itu blended learning dan ini merupakan model baru setelah dua kali perubahan dan dulunya modelnya full klasikal kemuadian ada off campus baru pulang terus kembali lagi ujian yang sekarang ini karena masih masa pandemi jadi kita pake metode blended ada zoom ada pembelajaran mandiri kemudian ada klasikal tiga hari kemudiam off campus untuk melaksanakan
Metode pelatihan dasar CPNS dengan metode blended learning ini sedikit berbeda dengan metode pembelajaran klasikal. Pembelajaran dengan metode ini menggunakan perpaduan teknologi dan klasikal dalam penyelenggaraanya dimana pada metode pembelajaran mandiri yaitu dengan menggunakan platform yang disediakan LAN RI dengan kegiatan yaitu dengan membaca modul, menyimak video yang ada pada sistem serta pemberian tugas terkait materi di sistem. Kegiatan pembelajaran mandiri ini pada dasarnya lebih diserahkan kepada masing-masing peserta karena waktu
pelaksanaan LMS dapat diatur ecara flksibel oleh peserta. Pihak penyelenggara hanya memberikan informasi kapan dimulai kegiatan LMS dan kapat batas terakhir pelaksanaanya. Selanjutnya pada pembelajaran jarak jauh menggunakan zoom meeting dilakukan melalui kegiatan pembelajaran dengan cara penjelasan materi yang telah dipelajari oleh peserta ketika pembelajaran mandiri dari widyaswara selain itu pada pembelajaran zoom juga diadakan sesi diskusi. Yang terakhir pada metode pembelajaran klasikal dilaksanakan dengan pertemuan tatap muka yang dilaksanakan selama 3 hari di tempat penyelenggaan pelatihan dengan materi pembelajaran yaitu overview, penguatan mata pelatihan, transformasi sikap pikir.
Tujuan diadakannya latihan dasar CPNS yaitu untuk menjadi karakter ASN sebagai professional dalam menanamkan kesadaran kepada para peserta bahwa mereka secara sukarela dan sadar telah menyediakan diri untuk mengabdi menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan ikut memperjuangkan tujuan negara Kesatuan Republik Indonesia dan menggunakan 2 metode dalam penyelenggaraan pelatihan yang berlangsung berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dalam penyelenggaraan pelatihan dasar CPNS di Puslatbang KMP LAN RI Kota Makassar menggunaka metode Pembelajaran Kasikal dengan menggunakan komunikasi 2 arah sehingga memberikan kesempatan pada peserta untuk berperan aktif dalam pembelajaran sehingga dapat mengembangkan pikiran serta kemampuan dalam menganalisis masalah dan metode Pembelajaran Blended Learning yakni memadukan pembelajaran mandiri, dan online.
3. Responsivitas
Instruktur/ fasolitator merupakan orang yang diberikan tugas, tanggung jawab, wewenang, untuk menjalankan kegiatan pendidikan dan pelatihan serta memiliki kualifikasi yang memadai, mampu memotivasi peserta dan adanya umpan balik. Seorang instruktur harus pandai mengelola forum dan peserta untuk memandu jalannya pelatihan dalam hal ini revolusi mental di PUSLATBANG KMP LAN RI Kota Makassar. Kedudukan pns dalam masyarakat atau NKRI sebagai unsur aparatur negara yang berfungsi sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, dan perekat dan pemersatu bangsa. PNS melaksanakan kebijakan yang ditetapkan oleh pimpinan instansi pemerintah.
Dalam menjalankan tugasnya, PNS harus bebas dari pengaruh dan intervensi semua golongan dan partai politik. Berikut tugas PNS dan PPPK sebagai pegawai ASN:
a. Melaksanakan kebijakan publik yang dibuat oleh Pejabat Pembina Kepegawaian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan;
b. Memberikan pelayanan publik yang profesional dan berkualitas; dan c. Mempererat persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik
Indonesia.
Dari apa yang disampaikan oleh instruktur di atas bahwa dalam membawakan materi instruktur/fasilitator harus mampu membuat hubungan kerja yang baik dengan para peserta pelatihan agar proses belajar mengajar
dapat berjalan dengan lancar agar mencapai tujuan yang telah ditetapkan, seorang instruktur/fasilitator juga melaksanakan fungsinya sebagai komunikator dengan menerapkan cara berkomunikasi yang efektif agar bagaimana para peserta pelatihan dapat mengikuti jalannya pembelajaran dengan mudah dan penuh semangat belajar seperti dalam mebawakan materi dapat diselingi dengan candaan agar para peserta tidak jenuh dan dapat meberikan reaksi yang positif dan kreativitas seorang instruktur dalam mengelola pembelajaran salah satu tuntutan karena apabila ingin menghasilkan suatu pembelajaran yang optimal seorang instruktur harus mampu memotivasi para peserta dalam pembelajaran agar tidak jenuh.
Strategi fasilitator dalam menerapkap kebijakan nilai dasar, sikap perilaku, peran atau kedudukan PNS, dan habituasi. Dalam membawakan materi fasilitator harus mampu membuat hubungan kerja yang baik dengan para peserta pelatihan agar proses belajar mengajar dapat berjalan dengan lancar agar mencapai tujuan yang telah ditetapkan, seorang fasilitator juga melaksanakan fungsinya sebagai komunikator dengan menerapkan cara berkomunikasi yang efektif agar bagaimana para peserta pelatihan dapat mengikuti jalannya pembelajaran dengan mudah dan penuh semangat belajar seperti dalam mebawakan materi dapat diselingi dengan candaan agar para peserta tidak jenuh dan dapat meberikan reaksi yang positif. Dan peran pns dalam menerapkan nilai dasar ASN ke masyarakat ialah memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat menjadi contoh yg baik bagi
masyarakat baik perkataan maupun perbuatan. Tapi yg lebih dominan nilai akuntabilitas, disiplin dalam menjalankan tugas, berlaku adil dan jujur.
77 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
Sesuai dengan hasil wawancara yang dilakukan peneliti mengenai Program Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Pada Pusat Pelatihan dan Pengambangan dan Kajian Manajemen Pemerintahan Lembaga Administrasi Negara Kota Makassar sebagaimana yang telah dibahas maka dapat disimpulkan.
1. Program Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Pada Pusat Pelatihan dan Pengembangan dan Kajian Manajemen Pemerintahan Lembaga Administrasi Negara Kota Makassar yang didasari oleh hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti dinyatakan telah efektiv karena telah memenuhi indikator yang dapat memenuhi kriteria program pelatihan dilihat dari 3 indikator yaitu 1) Efektivitas 2) Ketepatan dan 3) Responsivitas
a. Sarana dan Prasarana yang digunakan dalam pelatihan dasar CPNS Pada Pusat Pelatihan dan Pengembangan dan Kajian Manajemen Pemerintahan Lembaga Administrasi Negara Kota Makassar sudah efektif karena sarana prasarana yang diberikan sudah mampu menunjang para peserta baik dalam proses belajar mengajar sehingga kompetensi yang dibangun bisa tercapai secara efektif dan efisien dilihat dari reaksi para peserta ketika proses pelatihan.
b. Materi atau isi dari pelatihan yang diberikan sudah baik dan disesuaikan dengan standar PERKA LAN NO 13 2022 dengan mengembangkan materi yang disesuaikan karakteristik tiap peserta.
c. Metode pelatihan yang diterapkan sudah baik dan sesuai dengan menerapkan metode pembelajaran blended learning. Dengan memadukan teknologi dan klasikal dalam penyelengaranya serta menggunakan metode pembelajaran intruktur yang melibatkan aktif peserta untuk mengembangkan pikiran dengan menganalisis masalah.
d. Kualitas para fasilitator dinyatakan telah efektif hal ini bisa dilihat dari kompetensi para fasilitator yang dilengkapi dengan sertifikat Training Of Fasilitator serta kemampuan dalam menyampaikan materi dan memberika metode pembelajaran yang menarik sehingga menghasilkan kualitas yang positif dan memotivasi para peserta.
B. Saran
Pelatihan dasar CPNS tahun ini telah berjalan dengan baik, namun untuk pelatihan teknis seperti pelatihan dasar CPNS pada tahun-tahun berikutnya dapat dipersiapkan lebih baik lagi mulai dari jadwal, daftar peserta serta penggunaan LMS ASN Unggul karena menggunakan LMS merupakan Platform untuk mengelola pelatihan secara daring dan interaktif, sehingga dapat tercipta pembelajarab yang kolaboratif antara fasilitator dan peserta hal ini yang baru dalam pelatihan dasar CPNS sehingga perlu mengadakan penjelasan terkait penggunaan LMS bagi peserta agar mudah memahami sistem yang baru ini.
DAFTAR PUSTAKA
Arie, M.PD 2018 "Dalam Buku Perilaku Dan Teori Organisasi" Indonesia, Media Nusa Creative Malang 2018
Atmajaya and Yudhi T. 2021. “Evaluasi Program Pelatihan Untuk Peningkatan Kualitas Program Pelatihan.” Pusdiklat Perpusnas: vol. 9.
Baiq Rusniati, 2021. "Evaluasi Program Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Vol.2, No.1.
Burhan Bungin, Penelitian Kualitatif , Jakarta: Kencana, 2007, Hlm 68-69. 55.” : 55–61.
Desseler, G.2007. Manajemen Sumber Daya Manusia (Terjemahan) Edisi Ke Sepuluh PT Indeks. Jakarta
Effendi, Sofyan. 2013. “Pelatihan Dan Pengembangan SDM.” Psikologi Industri.vol.2 no.4
Engel. 2014. “PENGABSAHAN DATA.” Paper Knowledge . Toward a Media History of Documents: hlm.36–43.
Fatur Rohmah, Nurruli. 2018. “Pelatihan Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia.” Staida-Krempyang 2, Nomor 1: vol.11.
Kurniawan, Hadi. 2020. “Pelatihan Dasar CPNS.” Vol.2, no 1
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2018. “Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia Tahun 2003.” : 1–28.
Muklasin, and Fandy. 2021. “Latsar Adalah Pondasi Sebelum Menjalani Tugas Dan Jabatannya Sebagai PNS.” Semarang bdk kementrian vol.4 no 2
“Pelatihan Dasar ( Latsar ) CPNS.” 2021. Lan RI. lan.go.id.
Pola, Fmipa I T S, and Jari Berbasis. 2004. “Observasi Penelitian.” Metode Penelitian: Vol.22, NO 34.
Priansa, and Donni Juni. 2014. Perencanaan Dan Pengembangan SDM. Cet.
Novem. Indonesia: Alfabeta : BANDUNG 2014.
Rachman, Tahar. 2018. “Analisis Penelitian.” Angewandte Chemie International Edition, 6(11), 951–952. (1987): vol.10, no.27.
Rusmini. “Aplikasi Dan Evaluasi Kebijakan ( Analisis Kebijakan Walikota Jambi
Tentang Penghapusan Pungutan Sekolah Dari Masyarakat ).” vol.1,no.13.
Rahmi Astuti Rohaini,dkk. 2019 "Evaluasi Pelatihan Dasar Pegawai Negeri Sipil Dalam Mendukung Terwujudunya Sumber Daya Manusia Propesional Berkarakter. Vol.7, No.1.
Rifka S Akibu, 2014. "Evaluasi Kebijakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Di Sma Negeri 1 Ampibabo Kecamatan Ampibabo Kabupaten Parigi Moutong" e Journal Katalogis,Vol 2 Nomor 1 Januari 2014
Subarsono, AG. 2011. Analisis Kebijakan Publik, Konsep, Teori, dan Aplikasi.
Yogyakarta: Pustaka Belajar
Sugiyono. 2018. “Dokumentasi Penelitian.” dalam metode penelitian no.3:23 Sumartati, Losarini, and Asih Aryani. 2021. “Evaluasi Pelatihan Dasar
(LATSAR) CPNS Kementrian Agama Tahun 2019 Dengan Model CIPP.”
Perspektif 14 nomor 1: 19.
Waldi Ishaq, Siregar. 2021. “Evaluasi Pelatihan Dasar Calom Pegawai Negeri Sipil Secara Daring Dipuslatbang KHAN Aceh 2021.” Community Empowerment 6 NOMOR 7.
Widiasih, Rina. 2021. “Manajemen Sumber Belajar Daring Dalam Pelatihan Dasar CPNS.” PRAJAISWARA: 11.
William Dunn, Dalam Subarsono. 2011. Pengantar Analisis Kebijakan Publik, Edisi Kedua. Ed. 2., Ce. Indonesia: Yogyakarta: Gadja Madah University Press 2000.
Yuningsih, Yuyu. 2021. “Implementasi E-Learning Dimasa Pandemi Covid 19 Studi Kasus Pada Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Puslatbang PKSN LAN.” Wacana Kinerja 24 Nomor 1: 26.
LAMPIRAN
PEDOMAN WAWANCARA
PROGRAM PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL PADA PUSAT PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN DAN KAJIAN MANAJEMEN PEMERINTAHAN LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA
KOTA MAKASSAR I. Jadwal Wawancara
2. Tanggal, Hari :
3. Waktu mulai dan selesai : II. Identitas Informan
1. Nama informan : 2. Jenis Kelamin : 3. Jabatan :
4. Pendidikan terakhir : III. Pertanyaan Peneliti
Tabel 4.3 Pedoman Wawancara
No. Fokus Penelitian Pertanyaan Informan
1. Efektivitas 1. Apa saja sarana dan prasarana yang diberikan, apakah sudah memadai ?
2. Bagaimana penyampaian materi yang anda gunakan dalam pelatihan dasar CPNS ?
3. Bagaimana proses jadwal kegiatan latsar CPNS ? 2. Ketepatan
4. Apa tujuan dari pelatihan dasar CPNS ini ?
5. Apa saja metode yang
digunakan dalam pelatihan dasar CPNS ?
3. Responsivitas 6. Bagaimana strategi fasilitator dalam pembelajaran kepada peserta untuk menerapkan kebijakan nilai dasar, sikap perilaku, peran atau kedudukan pns, dan habituasi ?
7. Bagaimana cara anda menerapkan nilai dasar pns ke masyarakat, dan bagaimana contohnya ?
8. Bagaimana pengembangan kompetensi yang anda dapatkan selama/setelah pelatihan dasar cpns ?
9. Apakah hasil latsar berdampak selama anda menjalankan tugas ? 10. Nilai-nilai apa saja yang terhabituasi sampai saat ini dan contohnya dalam implementasi nilai tersebut dalam kehidupan dimasyarakat dan organisasi atau ditempat kerja.
Surat penelitian
Google form evaluasi penyelenggaraan (Responden)
https://forms.gle/mqitqbhVsYWTiKaG6
Wawancara dengan peserta latsar MA dari kabupaten barru
Wawancara dengan peserta latsar F dari kabupaten barru
Wawancara dengan bapak JTM pegawai puslatbang kmp lan kota makassar
Wawancara dengan bapak ZC Sub kordinator pelatihan dan pengembangan
Wawancara dengan ibu LTEZ pegawai puslatbang kmp lan kota makassar
Wawancara dengan bapak IA pegawai puslatbang kmp lan kota makassar