• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembahasan

Dalam dokumen SKRIPSI (Halaman 95-98)

BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS

D. Pembahasan

Dari hasil penelitian antara prasiklus, siklus I dan siklus II terjadi peningkatan rata-rata kelas. Pada prasiklus rata-rata hasil belajar adalah 70,29 dan persentase hasil belajar yang tuntas adalah 39,28 % , yang tidak tuntas hasil belajarnya adalah 60,71%, pada kategori masih rendah, ada 11 siswa yang mendapatkan nilai diatas KKM dan 17 siswa yang mendapatkan nilai dibawah KKM yaitu 75. Berdasarkan hasil observasi pada proses pembelajaran guru masih menggunakan metode konvensional, siswa cenderung pasif dan kurang memperhatikan penjelasan dari guru, sehingga siswa belum bisa maksimal memahami materi Sejarah Nabi Muhammad SAW. Pada siklus I pembelajaran dilakukan dengan

menggunakan metode STAD, terjadi peningkatan rata-rata kelas menjadi 76,21 dan persentase hasil belajar yang tuntas adalah 71,42 % , yang tidak tuntas hasil belajarnya adalah 28,57%, ada 20 siswa yang mendapatkan nilai diatas KKM dan 8 siswa yang mendapatkan nilai dibawah KKM.

Pada siklus II rata-rata kelas meningkat menjadi 81,39, dan persentase hasil belajar yang tuntas adalah 92,85 % , yang tidak tuntas hasil belajarnya adalah 7,14 %, ada 26 siswa yang mendapatkan nilai diatas KKM dan masih ada 2 siswa yang mendapatkan nilai dibawah KKM. Pada siklus ini masih sama menggunakan metode pembelajaran STAD, selama proses siswa melakukan diskusi dengan teman kelompoknya, siswa yang memiliki kemampuan rendah dapat belajar dari siswa yang sudah memahami materi Sejarah Nabi Muhammad SAW., sehingga mereka dapat saling membantu dalam memahami materi dan hasil belajar dapat meningkat.

Penerapan Metode Student Teams Achievement Divisions (STAD) ini merupakan penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PAI untuk ranah kognitif, metode ini Menjadikan siswa mampu belajar berdebat, belajar mendengarkan pendapat orang lain, dan mencatat hal-hal yang bermanfaat untuk kepentingan bersama-sama. Penelitian ini dilakukan sebanyak dua siklus dengan metode yang sama, yaitu metode student teams achievement divisions (STAD). Setiap siklus yang diterapkan pada proses pembelajaran mampu meningkatkan hasil belajar siswa.

Faktor yang menyebabkan adanya peningkatan karena metode student teams achievement divisions (STAD) mempunyai kelebihan diantaranya adalah, metode ini Menjadikan siswa mampu belajar berdebat, belajar mendengarkan pendapat orang lain, dan mencatat hal-hal yang bermanfaat untuk kepentingan bersama-sama, tidak monoton karena terjadi antara interaksi antara siswa dengan siswa atau siswa dengan guru, suasana tidak menegangkan semangat belajar yang meningkat karena pembelajaran berlangsung menyenangkan, dan kerja sama siswa yang semakin terlatih.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa dengan metode pembelajaran Student Teams Achievement Divisions (STAD) dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) siswa SMPN 3 Bangsalsari Tahun 2016/2017.

Hasil penelitian di peroleh bahwa rata-rata hasil belajar siswa pada mata pelajaran PAI dengan menggunakan metode STAD terjadi peningkatan dari 70,29 pada pra siklus, sedangkan pda siklus I meningkat menjadi 76,21 dan pada silkus II meningkat menjadi 81,39. Sedangkan persentase pada hasil belajar siswa pada mata pelajaran PAI siklus I meningkat 71,42%, sedangkan pada siklus II persentase hasil belajar siswa meningkat menjadi 92,85%

B. Saran

Mengingat pentingnya penggunaan Metode Student Teams Achievement Divisions (STAD) sebagai metode pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa, maka peneliti mengharapkan beberapa hal yang berhubungan dengan masalah tersebut, yaitu:

1. Pada pihak sekolah

a. Hendaknya seluruh pihak sekolah mendukung dalam kegiatan pembelajaran yang berlangsung.

b. Memfasilitasi proses pembelajaran dengan melengkapi sarana dan prasarana yang dibutuhkan.

c. Hendaknya berupaya meningkatkan kompetensi guru dengan mengadakan pendidikan dan pelatikan bagi guru tentang peningkatan mutu pembelajaran. Sehingga guru memiliki kompetensi yang memadai termasuk kompetensi profesional serta membekali diri dengan pengetahuan yang luas, karena sesungguhnya kompetensi yang dimiliki oleh guru sangat berpengaruh pada keberhasilan proses pembelajaran, dan pada akhirnya akan menghasilkan peserta didik yang berprestasi, dan berbudi pekerti luhur dan berdampak positif pada perkembangan dan kemajuan sekolah.

2. Pada pihak guru.

a. Metode Student Teams Achievement Divisions (STAD) ini dapat di terapkan pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) pada aspek kognitif dan dapat dijadikan sebagai alternatif metode pembelajaran. Selain itu guru harus lebih aktif memberikan motivasi kepada siswa agar siswa lebih aktif dalam pembelajaran karena dengan adanya motivasi, siswa akan lebih sering untuk belajar.

b. Hendaknya dalam proses belajar mengajar, guru harus benar-benar padam dalam menyiapkan bahan pembelajaran sebaik mungkin, agar materi dapat tersampaikan secara maksimal.

c. Hendaknya pembelajaran di rancang sedemikian rupa dan memperkaya variasi mengajar.

d. Pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan Metode Student Teams Achievement Divisions (STAD) sebagai metode pada materi PAI agar dapat dilakukan tidak hanya sampai pada selesainya penelitian ini saja, akan tetapi dilanjutkan dan dilaksanakan secara kontinyu sebagai program untuk meningkatkan prestasi dan mengurangi kejenuhan pada waktu pembelajaran berlangsung.

3. Bagi Siswa

Sebagai siswa harus bisa memenuhi semua peraturan yang telah disepakati oleh Sekolah, sehingga dalam proses belajar mengajar dapat berjalan baik.

KLAIM.

Aminuddin, dkk. 2006. Membangun Karakter dan Kepribadian melalui Pendidikan Agama Islam. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Aqib. Zainal. 2014. Model-model, Media, dan Strategi Pembelajaran Konstekstual (Inovatif). Bandung: CV. Yrama Widya.

Arikunto, Suharsimi. 2013. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik.

Jakarta. Rineka Cipta.

Dahar, Wilis, Ratna. 2006. Teori-Teori Belajar & Pembelajaran. Jakarta:

Aerlangga.

Djamarah, Syaiful Bahri & Zain,Aswan. 2010. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta:

PT. Rineka Cipta.

E. Mulyasa. 2013. Menjadi Guru Profesional. Bandung: P.T Remaja Rosdakarya.

http//www.google.co.id/search?hl=ISO-88591&q=kelebihan+kekurangan+metode STAD.pdf.

Huda. Miftahul. 2011. Cooperative Learning. Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Iskandar. 2012. Penelitian Tindakan Kels.Jakarta: Cap Pers Group.

Islamuddin, Haryu. 2012. Psikologi Pendidikan. Jember: STAIN Jember Pres.

Kunandar. 2008. Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas Sebagai Pengembangan Profesi Guru. Jakarta: P.T Raja Grafindo Persada.

Moleong, Lexy J. 2014. Metodologi Penelitian Kualitatif . Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Purwanto. 2014. Evaluasi Hasil Belajar. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Rodiyah, St. 2013. Pendidikan dan Ilmu Pendidikan. Jember: STAIN Jember Press.

Sahlan, Moh. 2013. Evaluasi Pembelajaran . Jember: STAIN Jember Press.

Sarwan. 2013. Belajar dan Pembelajaran. Jember: STAIN Jember Press.

Sudijono. Anas. 2010. Pengantar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Rajawali Press.

Sudjana, Nana. 2011. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung:

Remaja Rosdakarya.

Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung:

Alfabeta.

Suhardan, Dadang. 2010. Supervisi Profesional: Layanan Dalam Meningkatkan Mutu Pengajaran di Era Otonomi Daerah. Bandung: Alfabeta.

Sukmadinata, Nana Saodih. 2011.Metode Penelitian Tindakan . Jakarta: PT Remaja Rosdakarya.

Syafaat, Aat. 2008. Peranan Pendidikan Agama Islam Dalam Mencegah Kenakalan Remaja ( Juvenile Deliquency ). Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Tampubolon, Saur. 2014. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Erlangga.

Taniredja, Tukiran. 2014. Model-model Pembelajaran Inovatif dan Efektif.

Bandung: CV. Alfabeta.

Tim Penyusun. 2014. Pedoman Penelitian Karya Ilmiah. Jember: STAIN Jember Press.

Umiarso, dkk. 2010. Manajemen Mutu Sekolah di Era Otonomi Pendidikan.

Jogjakarta: IRCiSoD.

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang SISDIKNAS (Sistem Pendidikan Nasional). 2014. Jakarta: Sinar Grafika

www.asikbelajar.com/2015/05/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-hasil.html.

Yasin, A. Fatah. 2008. Dimensi-dimensi Pendidikan Islam. Malang : UIN Pres.

Implementasi Metode Student Teams

Achievement Divisions (STAD) Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII A Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMPN 3 Bangsalsari Tahun Pelajaran 2016 / 2017.

1. Metode Student Teams Achievement

Divisions (STAD).

1. Perencanaan a. RPP dan Materi yang relevan.

Responden siswa kelas VIII A Semester Ganjil SMPN 3

Bangsalsari.

1. Informan

a. Kepala Sekolah b. Waka

Kesiswaan c. Guru PAI d. Siswa 2. Dokumentasi

1. Metode dan prosedur menggunakan penelitian tindakan kelas

2. Metode penelitian responden populasi research

3. Teknik Pengumpulan data a. Observasi

b. Interview c. Dokumentasi d. Tes

4. Analisa data : Deskriptif

Apakah dengan Implementasi Metode Student Teams

Achievement Divisions (STAD ) Dalam

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII A Pada Mata Pelajaran

Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMPN 3

Bangsalsari Tahun Pelajaran 2016 / 2017 ?

2. Pelaksanaan a. Memperkenalkan Metode Student Teams Achievement Divisions (STAD).

b. Penerapan Metode Student Teams Achievement Divisions (STAD).

c. Pengelolaan kelas 3. Evaluasi a. Tes Tulis

b. Tes Lisan 2. Hasil Belajar

Siswa

1. Kognitif

2. Afektif

3. Psikomotorik

a. Pengetahuan b. Pemahaman c. Aplikasi d. Analisis e. Sintesis f. Evaluasi a. Reciving b. Responding c. Valuing d. Organisasi e. Karakteristik a. Keterampilan

b. Kemampuan bertindak individu

No. Nama Jenis Kelamin 1. Adil Satria . G Laki-Laki 2. Ahsan Iedul Fitroh Laki-Laki

3. Abdul Basit Laki-Laki

4. Ahmad Busyairi Laki-Laki

5. Angga Saputra Laki-Laki

6. Bella Permata Perempuan

7. Bagas Dexta . A Laki-Laki

8. Devi Ratnasari Perempuan

9. Dewi Inayatul . M Perempuan 10. Dilla Julia Nisa Perempuan 11. Fitrah Putri . A Perempuan 12. Hendra Wardana Laki-Laki

13. Heri Purnomo Laki-Laki

14. Ibbrida Oktafiana . D Perempuan 15. Iswatun Hasanah Perempuan 16. M. Firmansyah . M Laki-Laki

17. Moh. Hoiri Laki-Laki

18. Muhammad Yunus Laki-Laki 19. M. Firman Maulana Laki-Laki 20. Muhammad Mahfud S. Laki-Laki 21. Novita Restu M. Perempuan 22. Riski Dedi Irawan Laki-Laki

23. Sidan Mahdani Laki-Laki

24. Sugihartono Laki-Laki

25. Selvia Ayu Setiawati Perempuan 26. Siti Khosyatun I. D. Perempuan 27. Tri Aprilia Wulandari Perempuan 28. Robiatul Adawiyah Perempuan

pengumpulan data 1.

2.

3.

4.

Kemampuan kognitif siswa

Hasil ulangan siswa sebelum menerapkan metode Student Teams Achievement Divisions (STAD).

Keadaan siswa sesudah menerapkan metode Student Teams Achievement Divisions (STAD).

Keadaan sarana dan prasarana di sekolah Pertanyaan Observasi

1. Bagaimana kemampuan kognitif siswa sebelum dan sesudah penerapan metode Student Teams Achievement Divisions (STAD).?

2. Bagaimana aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar ketika diterapkan metode Student Teams Achievement Divisions (STAD).?

3. Bagaimana proses belajar mengajar guru ketika menerapkan metode Student Teams Achievement Divisions (STAD) ?

4. Bagaimana keadaan sarana dan prasarana di sekolah pada saat ini?

DIVISIONS (STAD) MATA PELAJARAN PAI KELAS VIII A.

Kelompok 1

1. Bella Permata 2. M. Firman Maulana 3. Heri Purnomo 4. Iswatun Hasanah

Kelompok 2

1. Dilla Julia Nisa 2. Sidan Mahdani 3. Ahsan Iedul

4. Selvia ayu Setiawati Kelompok 3

1. Fitrah Putri

2. Muhammad Mahfud 3. Devi Ratnasari 4. Bagas Dexta

Kelompok 4

1. Ibbrida Oktafiana 2. Adil Satria 3. A. Busyairi 4. Moh. Hoiri Kelompok 5

1. Siti Khosyatun 2. Muhammad Yunus 3. Riski Dedi Irawan 4. Novita Restu. M

Kelompok 6

1. M. Firmansyah. M 2. Tri Aprilia Wulandari 3. Angga Saputra 4. Abdul Basit Kelompok 7

1. Robiatul Adawiyah 2. Hendra Wardana 3. Dewi Inayatul 4. Sugihartono

No Nama Nilai Keterangan 1. Adil Satria . G 50 Tidak Tuntas 2. Ahsan Iedul Fitroh 55 Tidak Tuntas

3. Abdul Basit 60 Tidak Tuntas

4. Ahmad Busyairi 70 Tidak Tuntas 5. Angga Saputra 60 Tidak Tuntas

6. Bella Permata 80 Tuntas

7. Bagas Dexta . A 70 Tidak Tuntas

8. Devi Ratnasari 78 Tuntas

9. Dewi Inayatul . M 60 Tidak Tuntas 10. Dilla Julia Nisa 82 Tuntas 11. Fitrah Putri . A 80 Tuntas 12. Hendra Wardana 74 Tidak Tuntas 13. Heri Purnomo 55 Tidak Tuntas 14. Ibbrida Oktafiana . D 82 Tuntas 15. Iswatun Hasanah 85 Tuntas 16. M. Firmansyah . M 80 Tuntas

17. Moh. Hoiri 70 Tidak Tuntas

18. Muhammad Yunus 78 Tuntas 19. M. Firman Maulana 55 Tidak Tuntas 20. Muhammad Mahfud S. 70 Tidak Tuntas 21. Novita Restu M. 60 Tidak Tuntas 22. Riski Dedi Irawan 60 Tidak Tuntas 23. Sidan Mahdani 70 Tidak Tuntas

24. Sugihartono 76 Tuntas

25. Selvia Ayu Setiawati 78 Tuntas 26. Siti Khosyatun I. D. 80 Tuntas 27. Tri Aprilia Wulandari 70 Tidak Tuntas 28. Robiatul Adawiyah 80 Tuntas

1. Tanah Persil 8368 M² 2003 Bersertifikat b) Gedung Sarana dan Prasarana

No Jenis Bangunan

Jumlah Unit

Luas Status Kondisi

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

12.

13.

14.

15.

R. Kepala Sekolah R. Guru.

Kesiswaan R. Tata Usaha R. Bk

R. Koperasi Siswa R. Perpustakaan R. Sablon R. Kelas Siswa R. Multimedia R. Komputer R. Lab. Ipa R. Rumah Dinas R. Dapur

R. Repro

1 1 1 1 1 1 1 1 12

1 1 1 1 1 1

28 M² 35 M² 15 M² 30 M² 15 M² 20 M² 126 M² 45 M² 693 M² 96 M² 96 M² 96 M² 33 M² 5 M² 9 M²

Hak Milik Hak Milik Hak Milik Hak Milik Hak Milik Hak Milik Hak Milik Hak Milik Hak Milik Hak Milik Hak Milik Hak Milik Hak Milik Hak Milik Hak Milik

Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik

19. R. Kantin 2 12 M² Hak Milik Baik

Sekolah : SMPN 3 Bangsalsari Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam Kelas / Semester : VIII / I

Alokasi Waktu : 2 x 40 Menit ( 1 Pertemuan ).

A. Standar Kompetensi :

9. Memahami Sejarah Nabi Muhammad Saw.

B. Kompetensi Dasar :

9.1 Menceritakan sejarah Nabi Muhammad Saw. dalam membangun masyarakat melalui kegiatan ekonomi dan perdagangan.

9.2 Meneladani perjuangan Nabi Muhammad Saw. dan para sahabat di Madinah.

C. Tujuan Pembelajaran :

1. Mampu menjelaskan sejarah perjuangan Nabi Muhammad Saw dalam membangun masyarakat.

2. Mampu menjelaskan perjuangan Nabi Muhammad Saw melalui kegiatan ekonomi dan perdagangan.

3. Mampu meneladani perjuangan Nabi Muhammad Saw dan para sahabat di Madinah.

D. Indikator Pencapaian Kompetensi :

1. Siswa dapat menjelaskan sejarah perjuangan Nabi Muhammad Saw dalam membangun masyarakat.

2. Siswa dapat menjelaskan perjuangan Nabi Muhammad Saw melalui kegiatan ekonomi dan perdagangan.

3. Siswa dapat meneladani perjuangan Nabi Muhammad Saw dan para sahabat di Madinah.

E. Materi Pembelajaran : Sejarah Nabi Muhammad Saw. dalam membangun masyarakat melalui kegiatan ekonomi dan perdagangan.

tersebut dilakukan dengan pertimbangan sebagai berikut.

1. negeri mekkah yang tandus membentuk sikap penduduk mekkah yang barwatak buruk dan tidak mampu berfikir jernih. sedangkan madinah mempunyai wilayah yang subur sehingga hasil pertanian melimpah.

2. dalam sejarah umat manusia, hampir seluruh nabi yang diutus Allah Swt. tidak berkembang dinegeri sendiri, termasuk nabi Muhammad Saw.

3. Adanya ancaman, gangguan, dan tekanan golongan kafir Quraisy semakin menjadi-jadi. Hijrah yang dilakukan oleh umat islam dari mekkah ke madinah.

Hijrah ke madinah dilakukan dalam 3 tahapan, yaitu :

a. Tahap pertama, hijrah dilakukan oleh umat islam secara sembunyi- sembunyi.

b. Tahap kedua, hijrah dilakukan oleh Umar bin Khattab secara terang-terangan.

c. Tahap ketiga, hijrah dilakukan oleh nabi Muhammad Saw. bersama Abu Bakar As-Shiddiq pada hari jum’at, tanggal 12 Rabiul awal bertepatan pada tanggal 8 Juni tahun 622 M.

Hijrah Nabi Muhammad Saw dan para sahabat dari mekkah ke Madinah sekaligus juga membawa dampak hilangnya mata pencaharian yang selama ini telah mereka lakukan di mekkah. Oleh sebab itu, setelah hijrah vsalah satu hal yang dipikirkan Nabi Muhammad saw adalah bagaimana membangun kembali kegiatan ekonomi dan perdagangan.

Para sahabat yang mempunyai keahlian berdagang kemudian menekuni keahlian tersebut. Mereka pergi ke pasar dan merintis berdagang mentega dan keju. Sedangkan untuk mereka yang tidak bisa berdagang,

B. Dakwah Nabi di Madinah

1. Merekatkan Hubungan Sahabat Muhajirin dan Anshar.

Setelah Nabi Muhammad Saw bersama para sahabat dari Mekkah sebagai kaum Muhajirin bertemu dengan penduduk Madinah sebagai kaum Anshar, maka dalam pembinaan nabi menciptakan prsaudaraan baru yang di ikat bukan karena hubungan darah, melainkan dengan ikatan agama. Nabi Muhammad Saw mengajak kaum muslimin untuk membina persaudaraan semata-mata karena allah Swt. Dengan pola persaudaraan tersebut, kaum Anshar memperlihatkan sikap sopan dan ramah dengan saudara mereka kaum Muhajirin. Semenjak tali persaudaraan antara kaum Muhajirin dengan kaum Anshar terbina, maka suasana kehidupan menjadi aman dan damai, tercipta suasana kebersamaan dan kekompakan.

2. Membina Hubungan Umat Islam dengan Muslim

Setelah persaudaraan yang kuat antara kaum Muhajirin dengan kaum Anshar terbangun, maka Nabi Muhammad Saw hendak meluaskan persaudaraan antar umat beragama. Sehingga Nabi Muhammad Saw bermusyawarah bersama kaum Muhajirin dengan kaum Anshar untuk memuaskan undang-undang yang dpat mengatur lebih kuat hubungan dengan kaum Muhajirin, kaum Anshar, dan masyarakat Yahudi.

Undang-undang yang terbentuk secara demokratis tersebut dinamakan sebagaiPiagam Madinah. Piagam Madinah tersebut ditulis dan disahkan pada tahun 623 M atau tahun ke-2 H. Piagam Madinah tersebut berisi 4 hal pokok, yaitu :

a. Kaum Muslimin dan kaum Yahudi hidup secara damai, bebas memeluk dan menjalankan ajaran agamanya masing-masing.

d. Nabi Muhammad saw adalah pemimpin umum semua penduduk madinah. Apabila timbul perselisihan antara kaum muslimin dan kaum yahudi, maka penyelesaiannya dikembalikan kepada keadilan beliau.

3. Perjanjian Hudaibiyah

Perjanjian Hudaibiyah yang dilkukan oleh kelompok pemuka kafir Quraisy dengan nabi Muhammad Saw. Perjanjian ini dibuat untuk menghindari terjadinya peperangan. Perjanjian ini dilaksanakan disuatu kampung yang bernama Hudaibiyah 6 Mil dari kota mekkah pada tahun 6 H atau 628 M terjadi pada bulan Zulqa’dah. Dalam tradisi arab, Bulan Zulqa’dah tersebut diharamkan untuk melakukan peperangan.

Perjanjian yang ditanda tangani oleh nabi Muhammad Saw dari pihak islam dan Suhail bin Amru dari pihak Quraisy di picu oleh beberapa hal sebagai berikut.

a. Kerinduan terhadap tempat kelahiran.

b. Adanya keinginan yang kuat untuk menunaikan ibadah haji.

c. Adanya Pemboikotan perjalanan oleh kaum kafir Quraisy.

d. Adanya tekad umat islam yang membara.

Perjanjian Hudaibiyah yang disepakati kedua belah pihak memutuskan empat hal pokok sebagai berikut.

a. Selama 10 tahun tidak melakukan peperangan.

b. Memberi kebebasan kepada umat manusia untuk bergabung atau menjalin perjanjian baik dengan nabi Muhammad Saw maupun kelompok kaum kafir Quraisy.

kafir Quraisy terbebas dari alasan.

d. Memerintahkan rombongan Nabi Muhammad Saw kembali ke madinah. Nabi Muhammad Saw dan para sahabat diperbolehkan menunaikan ibadah haji pada tahun depan. Mereka diizinkan menetap di Mekkah tetapi tidak boleh lebih dari tiga hari.

Perjanjian ini mrasa merugikan umat islam. Akan tetapi sebenarnya perjanjian ini menguntungkan perjuangan Nabi Muhammad Saw. Adapun keuntungan tersebut, yaitu :

a. Secara tidak langsung mengakui status Nabi Muhammad Saw sebagai pucuk pimpinan umat islam dan pimpinan negeri Madinah.

b. Masa jeda tidak boleh perang sepuluh tahun memberikan islam karena tidak disibukkan dengan perang.

c. Kearifan Nabi Muhammad Saw dalam proses perjanjian Hudaibiyah semakin menarik simpati orang-orang kafir Quraisy kemudian banyak yang masuk islam, seperti Amru Ibnu ‘Ash dan Khalid Ibnu Walid. Jumlah umat islam bertambah banyak dari 1.400 orang menjadi 10.000 orang.

4. Fathu Makkah

Pengaruh perjanjian Hudaibiyah terasa pada dua suku besar di Mekkah. Dua suku besar tersebut adalah suku Khuza’ah dan suku Bani Bakar. Suku Kuzhu’ah menyatakan bergabung dengan kekuatan kaum kafir Quraisy.

Dari pernyataan dua suku diatas mendorong nabi Muhammad Saw mengadakan pembebasan kota Mekkah (Fathu Mekkah). Yang menjadi sebab (alasan) utama Nabi Muhammad Saw melakukan pembebasan kota Mekkah ada dua hal utama, yaitu :

Saw bersama sluruh pengikutnya yang setia bertekad bulat melakukan jihad untuk menegakkan panji-panji islam. Pemimpin delegasi kaum kafir Quraisy yang bernama Abu Sufyan telah melanggar Perjanjian Hudaibiyah yang telah disepakati bersama. Kejadian ini berarti membuka peluang untuk berperang. Nabi Muhammad Saw mempersiapkan pasukan untuk melawan pasukan kaum kafir Quraisy.

Nabi Muhammad Saw berhasil mengumpulkan 10.000 pasukan. Pasukan tersebut merupakan pasukan terbesar sepanjang sejarah perjuangan beliau. Tekad dan semangat yang bulat telah masuk dalam setiap dada pasukan islam. Pasukan islam sejumlah tidaklah sejumlah

F. Sumber Belajar, Model, Metode dan pendekatan pembelajaran 1. Sumber Belajar :

a. Buku PAI Kelas VIII .

b. LKS MGMP PAI SMP / MTS 2. Model Pembelajaran : Kooperatif

3. Metode Pembelajaran : Diskusi dan Student Teams Achievement Divisions (STAD).

4. Pendekatan : Saintifik G. Langkah-langkah Pembelajaran :

Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi

Waktu

Pendahuluan

1. Guru memeberikan salam, menyapa kemudian bersama semua siswa berdo’a dengan membaca basmallah (untuk mengawali kegiatan

10 Menit

tentang Sejarah Nabi Muhammad SAW dalam membangun kegiatan perekonomian.

4. Menginformasikan tujuan pelajaran tentang Sejarah Nabi Muhammad SAW dalam membangun kegiatan perekonomian.

Kegiatan Inti

1. Siswa diminta untuk memperhatikan penjelasan guru tentang materi yang akan dikaji yaitu Sejarah Nabi Muhammad SAW dalam membangun kegiatan perekonomian.

2. Guru membagi siswa dalam empat kelompok kecil yang heterogen, tiap kelompok terdiri dari 5 siswa dengan menunjuk ketua dan sekretaris.

3. Guru memberikan materi diskusi.

4. Siswa secara berkelompok mendiskusikan materi Sejarah Nabi Muhammad SAW dalam membangun kegiatan perekonomian.

5. Dalam diskusi kelompok guru mengarahkan kelompok.

6. Setelah berdiskusi salah satu dari kelompok diskusi, mempresentasikan hasil kerja kelompoknya.

7. Guru memberikan kuis atau pertanyaan yang berhubungan dengan materi yang

55 Menit

Penutup

kesimpulan / rangkuman hasil belajar yang telah berlangsung.

2. Guru meminta siswa untuk mengerjakan soal-soal latihan yang telah disediakan untuk dikerjakan.

3. Guru memotivasi semua siswa untuk selalu semangat dan aktif belajar.

4. Guru bersama-sama siswa menutup pelajaran dengan membaca hamdalah, dan guru mengucapkan salam kepada siswa sebelum keluar kelas dan siswa menjawab salam.

15 Menit

H. Penilaian, Pembelajaran Remedial, dan Pengayaan.

1. Penilaian

No. Nama Siswa Aspek yang di Nilai

Skor Nilai Predikat

1 2

1.

2.

3.

4.

5.

Keterangan :

1. Melaporkan informasi apa adanya.

2. Mengakui kesalahan yang pernah dilakukan.

Rublik Penilaian :

1) Nilai 4 = selalu, apabila selalu melakukan sesuai pernyataan.

sering tidak melakukan.

4) Nilai 1 = tidak pernah, apabila tidak pernah melakukan.

a) Penilaian Kognitif

Isilah tabel dibawah ini !

No. Soal Jawaban

1. Nama kota Madinah sebelum Nabi

Muhammad Saw hijrah adalah ... Yastrib 2. Agar hubungan umat islam dengan non

islam harmonis, maka ditandatangani sebuah perjanjian yang dikenal dengan ...

Piagam Madinah 3. Salah satu yang dilakukan Nabi

Muhammad Saw, dalam membangun masyarakat Madinah di bidang ekonomi dan perdagangan adalah ...

Sistem ekonomi 4. Piagam Madinah berisi perjanjian antara

muslimin dengan ... Yahudi

5. Fathu Makkah artinya ... Pembebasan kota Mekkah

Skor Nilai :

1) Apabila peserta didik dapat menjawab dengan benar dan tepat maka, skor 4

2) Apabila peserta didik dapat menjawab kurang benar dan tepat maka, skor 1

b) Penilaian Keterampilan presentasi hasil tugas kelompok

No. Nama Siswa

Aspek Yang di

Nilai Skor Nilai Predikat

1 2 3

1.

5.

Aspek dan rublik penilaian :

1. Kejelasan dan kedalaman informasi

a. Jika kelompok tersebut dapat memberikan kejelasan dan kedalam informasi lengkap dan sempurna, maka skor 3

b. Jika kelompok tersebut dapat memberikan kejelasan dan kedalam informasi lengkap dan kurang sempurna, maka skor 2

c. Jika kelompok tersebut dapat memberikan kejelasan dan kedalam informasi kurang lengkap, maka skor 1

2. Keaktifan dalam diskusi

a. Jika kelompok tersebut berperan sangat aktif dalam diskusi skor 3 b. Jika kelompok tersebut berperan aktif dalam diskusi skor 2 c. Jika kelompok tersebut berperan kurang aktif dalam diskusi skor 1 3. Kejelasan dan Kerapian Presentasi

a. Jika kelompok tersebut dapat mempresentasikan dengan sangat jelas dan rapi, skor 3

b. Jika kelompok tersebut dapat mempresentasikan dengan jelas dan rapi, skor 2

c. Jika kelompok tersebut dapat mempresentasikan dengan kurang jelas dan rapi, skor 1

2. Remedial

Peserta didik yang belum memenuhi ketuntasan belajar diberikan tugas untuk menyusun pertanyaan dan menanyakan jawaban kepada teman sebaya, setelah menemukan jawaban dari teman sebaya, diberikan kesempatan untuk bertanya jawab dengan guru tentang materi

“Sejarah Nabi Muhammad Saw. dalam membangun masyarakat melalui

Dalam dokumen SKRIPSI (Halaman 95-98)

Dokumen terkait