BAB III METODE PENELITIAN
H. Rancangan Penelitian
I. Teknik Pengumpulan Data
4. Tes
Tes merupakan suatu alat untuk memperoleh informasi hasil belajar peserta didik yang memerlukan jawaban benar atau salah.48 Tes merupakan alat ukur yang hanya dapat digunakan secara professional dan tes tidak dapat digunakan diluar batas-batas yang ditentukan oleh profesionalisme pekerjaan pendidik. Dengan demikian maka setiap
47 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D, 23.
48 Sahlan, Evaluasi Pembelajaran, 4.
pendidik harus dapat menjamin keamanan tes, baik sebelum atau sesudah digunakan.49
Tes sebagai alat penilaian pertanyaan-pertanyaan yang diberikan kepada siswa untuk mendapat jawaban dari siswa dalam bentuk lisan (tes lisan), dalam bentuk tulisan (tes tulisan), atau dalam bentuk perbuatan tes (tes perbuatan). Tes pada umumnya digunakan untuk menilai dan mengukur hasil belajar siswa, terutama hasil belajar kognitif berkenaan dengan penguasaan bahan pengajaran sesuai dengan tujuan pendidikan dan pengajaran.50
Penelitian tindakan ini menggunakan tes formatif, tes ini digunakan untuk mengetahui tingkat kemampuan kognitif siswa baik perseorangan maupun klasikal, bentuk tes yang digunakan adalah pilihan ganda dan uraian pada saat pelaksanaan pre-tes dan tes uraian pada saat post-tes, pemilihan tes tersebut agar peneliti bisa mengukur tingkat pemahaman siswa.
J. Indikator Kinerja
Indikator kinerja adalah suatu kriteria yang digunakan untuk melihat tingkat keberhasilan dari kegiatan PTK dalam meningkatkan atau memperbaiki mutu PBM di kelas. Indikator kinerja harus realistik dan dapat diukur.51
49Anas Sudijono, Pengantar Evaluasi Pendidikan (Jakarta: Rajawali Press, 2013), 66.
50 Sudjana, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, 35.
51Kunandar, Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas Sebagai Pengembangan Profesi Guru (Jakarta:PT. raja Grafindo Persada, 2008), 127.
Adapun indikator kinerja dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Dengan menggunakan Metode Student Teams Achievement Divisions (STAD) dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
2. Dapat meningkatkan hasil belajar siswa yang ditandai dengan siswa memperoleh nilai ulangan harian ≥ 75 (sesuai nilai KKM yang sudah di tentukan oleh sekolah.
3. Dengan menggunakan Metode Student Teams Achievement Divisions (STAD) dapat meningkatkan hasil belajar siswa secara klasikal yang ditandai dengan tuntasnya 80% siswa dalam pelajaran tersebut.
K. Teknik Analisis Data
Analisis data merupakan usaha untuk memilih, membuang, menggolongkan, menyusun kedalam kategorisasi, mengklasifikasikan data untuk mendukung tujuan dari penelitian. Dalam penelitian tindakan kelas, analisis dilakukan peneliti sejak awal, pada setiap kegiatan penelitian.
Pada waktu dilakukan pencatatan lapangan melalui observasi / pengamatan tentang kegiatan pembelajaran di kelas, peneliti dapat langsung menganalisis apa yang di amatinya, situasi, dan suasana di kelas, cara guru mengajar, hubungan guru dengan siswa, interaksi antara siswa dengan siswa.52
Data yang dikumpulkan pada kegiatan observasi dari pelaksanaan siklus penelitian dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan
52 Kunandar, Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas Sebagai Pengembangan Profesi Guru, 128.
pendekatan Kualitatif. Dalam pelaksanaan penelitian tindakan kelas, ada dua jenis data yang dapat dikumpulkan, yaitu :
1. Data Kualitatif digunakan untuk memberikan informasi yang menggambarkan peningkatan hasil belajar dan keaktifan belajar peserta didik dengan menggunakan Metode Student Teams Achievement Divisions (STAD) pada materi Sejarah Nabi Muhammad Saw, dapat di analisis secara kualitatif. Adapun pendekatan kualitatif yang digunakan dalam penelitian adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis data-data, baik data yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dokumentasi dan tes.
Pada penelitian, teknis analisis data yang digunakan peneliti menggunakan model Miles and Hubermen. Analisis data dalam penelitian kualitatif ini dilakukan pada saat pengumpulan data berlangsung dan setelah selesai pengumpulan data. Pada saat wawancara, peneliti sudah melakukan analisis terhadap jawaban yang diwawancarai.
Analisis interaktif tersebut terdiri atas tiga komponen kegiatan yang saling terkait satu sama lain :53
a. Reduksi Data
Reduksi Data merrupakan proses menyeleksi, menentukan fokus, menyederhanakan, meringkas, dan mengubah bentuk data mentah yang ada dalam catatan lapangan. Misalnya data tentang
53 Kunandar, Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas Sebagai Pengembangan Profesi Guru, 102.
proses pembelajaran dikelas dapat direduksi dengan memfokuskan perhatian pada apa yang dilakukan guru pada permulaan pembelajaran (membuka pelajran), pada bagian inti pembelajaran dan pada bagian akhir pembelajaran.
Dengan meruduksi data tentang proses pembelajaran, akan ditarik kesimpulan apakah guru mengelola pembelajaran secara kondusif sehingga proses belangan mengajar berlangsung efektif dan menyenangkan. Setelah direduksi data siap dibeberkan, artinyatahap analisissampai pada pembeberan data.
b. Beberan (Display)
Berbagai macam data PTK yang telah direduksi perlu dibeberkan dengan tertata rapi dengan narasi plus matriks, grafik atau diagram. Pembeberan datavyang sistematis dan interaktif akan memudahkan pemahaman terhadap apa yang telah terjadi sehingga memudahkan penarikan kesimpulan atau menentukan tindakan yang akan dilakukan selanjutnya.
c. Penarikan Kesimpulan
Penarikan kesimpulan disini adalah tentang peningkatan atau perubahan yang terjadi dilakukan secara bertahap, mulai dari kesimpulan sementara yang di tarik pada akhir siklus satu, ke kesimpulan terevisi pada akhir siklus dua dan seterusnya dan kesimpulan terakhir pada siklus terakhir. Kesimpulan pertama sebagai pijakan.
2. Data Kuantitatif digunakan untuk menganalisis nilai hasil belajar peserta didik dapat dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui kualitas hasil belajar siswa. Analisis data hasil belajar diperoleh melalui hasil tes. Pada setiap siklus dilakukan 1 kali tes evaluasi. Skor maksimal yang diperoleh siswa adalah 100, sedangkan skor rata-rata tes siswa dapat dihitung dengan rumus :
x = nilai rata-rata
Jumlah skor kesuluruhan N = Jumlah siswa
Kriteria ketuntasan minimal kelas VIII A adalah 75. Maka standar ketuntasan individu dan standar ketuntasan klasikal akan di interpretasikan sebagai berikut :
a. Standar Ketuntasan Individu
Secara perorangan (individu), dianggap telah tuntas belajar apabila daya serap siswa mencapai 75.
b. Standar Ketuntasan Klasikal
Secara Klasikal, dianggap telah tuntas belajar apabila mencapai 80% dari jumlah siswa yang mencapai daya serap minimal 75.
sedangkan untuk mengetahui ketuntasan belajar (KB) secara klasikal menggunakan rumus :
KB: Ketuntasan Belajar N: banyak siswa yang tuntas
n: banyak siswa yang mengikuti tes
Tabel 3.1
Kriteria tingkat keberhasilan belajar siswa dalam persen%54
Prosentase Kategori
80% Sangat tinggi
69% - 79% Tinggi
40% - 59% Sedang
20% - 39% Rendah
20% Sangat rendah
L. Keabsahan Data
Keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah triangulasi. Triangulasi adalah memeriksa kebenaran hipotesis, konstruk atau analisis dari si peneliti dengan membandingkan hasil dari mitra peneliti.55 Sedangkan menguji keabsahan data yang diperoleh, peneliti menggunakan triangulasi sumber. Triangulasi sumber berarti membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda.56 Sebagai contoh, untuk menguji kredibilitas data hasil belajar siswa, maka pengumpulan data dan pengujian data dapat dilakukan ke guru, peserta didik yang bersangkutan.
54Zainal Aqib dkk, Penelitian Tindakan Kelas (Bandung: CV. Yramawadya, 2011), 40.
55 Kunandar, Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas Sebagai Pengembangan Profesi Guru, 108.
56 Moleong, Metode Penelitian Kualitatif, 330.
A. Latar Belakang Obyek
1. Sejarah berdirinya SMPN 3 Bangsalsari.57
SMP Negeri 3 Bangsalsari berdiri sejak tahun 2003 dengan SK / Izin pendirian sekolah dari Kanwil Depdiknas No.
503.640/254/436.316/2003 tanggal / Bulan / Tahun : 21 April 2003 . Dan SK terakhir status sekolah No. 421.3/5774/436.318/2003 Tanggal / Bulan / Tahun : 14 Juli 2003. Pada Tahun Pelajaran 2004/2005-2006/2007 Peringkat B ( 74,05 ), Tahun Pelajaran 2006/2007-2012/2013 Peringkat A (80.50 ).
SMP Negeri 3 Bangsalsari terletak di Desa Petung Kecamatan Bangsalsari dengan kondisi wilayah : sebelah utara tanah warga, sebelah barat tanah warga, sebelah selatan gedung SDN Petung 02, sebelah timur jalan desa (Jl. Kh Ahmad Dahlan).
Nama Sekolah : SMP Negeri 3 Bangsalsari Jember.
Alamat : Jl. Kh. Ahmad Dahlan No.9 Petung Kec.
Bangsalsari Kabupaten Jember Nama Kepala Sekolah : Sugiantoro, S.Pd, M.Pd
Propinsi : Jawa Timur
Nomor Telepon : (0331) 713453
SK Kelembagaan : 421.3/57774/436.318/2003, Tgl.14Juli 2003.
57 Dokumentasi SMPN 3 Bangsalsari Tahun 2016/2017, 1.
NSS / NPSN : 201052420166 /20523900
Tipe Sekolah : D
Tahun didirikan/beroperasi: 2003/2004 Status Sekolah : Sertifikat
Luas Tanah : 8368 m2
2. Visi dan Misi SMPN 3 Bangsalsari
Adapun Visi dan Misi di SMPN 3 Bangsalsari adalah :58 a. Visi
Mewujudkan lulusan Yang Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, Berahlak Mulia, Cerdas, Terampil dan Berbudaya
b. Misi
1) Mewujudkan pembelajaran yang efektif dan efisien dalam rangka pengembangan potensi siswa secara maksimal untuk memperoleh peningkatan nilai Ujian Akhir Nasional sesuai dengan Standart Kelulusan .
2) Mewujudkan Dokumen-1 atau Buku-1 KTSP, pemetaan KD, silabus,RPP, lembar kerja dan jurnal mengajar
3) Mewujudkan proses pembelajaran yang efektif dalam rangka pelaksanaan CTL secara maksimal untuk mencapai standar kompetensi.
4) Mewujudkan pendidik dan tenaga kependidikan yang mampu, berkualitas dan tangguh.
58 Dokumentasi SMPN 3 Bangsalsari Tahun 2016/2017, 2.
5) Mewujudkan fasilitas sekolah yang relevan, mutakhir, dan berwawasan kedepan.
6) Mewujudkan manajeman partisipatif aktif yang melibatkan seluruh warga sekolah sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing.
7) Mewujudkan pembiayaan pendidikan yang memadai, wajar dan adil.
8) Mewujudkan pelaksanaan penilaian secara periodik sesuai dengan kompetensi dasar masing-masing mata pelajaran dan mengadakan program pengayaan serta remedial.
9) Mewujudkan Budaya dan Lingkungan Sekolah yang bersih, rindang, sehat dan berbudaya
3. Struktur Organisasi SMPN 3 Bangsalsari.
Struktur Organisasi di SMPN 3 Bangsalsari adalah :59
Untuk kelancaran, kesuksesan dan letertiban pelaksanaan pendidikan dan pembelajaran di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 3 Bangsalsari maka disusunlah struktur organisasi Sekolah. Struktur organisasi merupakan suatu kerangka atau susunan yang menunjukan hubungan antar komponen yang satu dengan yang lain, sehingga jelas antara tugas, wewenang dan tanggung jawab masing-masing dalam suatu kebulatan yang teratur.
Adapun struktur organisasi Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 3 Bangsalsari sebagaimana terlampir.
59 Dokumentasi SMPN 3 Bangsalsari Tahun 2016/2017, 3.
4. Tenaga Kerja atau Guru SMPN 3 Bangsalsari.
Adapun Tenaga Kerja atau Guru SMPN 3 Bangsalsari adalah sebagai berikut:60
No. Nama NIP JK
1 Abdul Latip L
2 Aditya Edwin Sena Mahendra L
3 Agus Setia Dermawan 197004152008011013 L
4 Ahmad Nuri 196105041981121004 L
5 Anita Isnaeni Puji Lestari P
6 Arsy Lihervinna P
7 Asep Andri Palupi L
8 Asmad L
9 Dewi Rukmawati P
10 Heru Wicaksono 197605012011011006 L
11 Hilmiyah Hanani P
12 Ika Agus Wijayanti P
13 Iqbal Ariwijaya L
14 Ismi Qurrota A'yun P
15 Kukuh Handoko L
16 M. Shofi Muslim L
17 Mohamad Hadi Susanto 197910242014121003 L
18 Molip L
19 Nur Zaenab P
20 Sih Winaris Murwani 196602062007012012 P
21 Siti Mariyani 196803022007012022 P
22 Sri Lestari Ym 197505172014121001 P
23 Subuh Brata Adi 196710171999031003 L
24 Sugiantoro 196005121984031011 L
25 Supriono Adi L
26 Suyitno 196512291986121001 L
27 Tutik Hidayati P
28 Wawan Kurniawan L
29 Yuli Eka Styowati 197907112008012015 P 30 Zakiyatul Mardiyah 197307142006042009 P
60 Dokumentasi SMPN 3 Bangsalsari Tahun 2016/2017, 5.
5. Keadaan Siswa SMPN 3 Bangsalsari.
Adapun Jumlah Siswa di SMPN 3 Bangsalsari adalah :61
Kelas Jumlah
VII 117
VIII 120
IX 143
Jumlah 380
6. Keadaan Ruang / Gedung Sarana Dan Prasarana Sekolah.
Ruang merupakan saranan prasarana yang menunjang berjalannya proses KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) yang harus diperhatikan. Di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 3 Bangsalsari memiliki ruang kelas yang berjumlah 12 ruang dimana untuk menempati kelas VII,VIII, IX dan dengan kondisi baik, di dalam kelas ada kursi dan meja dengan keadaan baik dan berjumlah semua siswa yang ada di dalam kelas. Memiliki 1 ruang guru dimana dengan meja dan kursi masing-masing untuk guru dengan keadaan baik. Memiliki ruang kepala sekolah sendiri yang bersebelah dengan ruang Kesiswaan dengan keadaan baik, dan memiliki Lab IPA dimana dengan perlengkapan yang lengkap. Dan memiliki kamar mandi yang berjumlah 6.
Mengenai keadaan ruang Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 3 Bangsalsari sebagai mana tercantum dalam lampiran.
7. Denah lokasi SMP Negeri 3 Bangsalsari.
Adapun Denah Lokasi SMP Negeri 3 Bangsalsari sebagai mana dalam lampiran.62
61 Dokumentasi SMPN 3 Bangsalsari Tahun 2016/2017, 6.
62 Dokumentasi SMPN 3 Bangsalsari Tahun 2016/2017, 7.
B. Hasil Penelitian
Penelitian ini dilakukan pada tanggal 18 Juli 2016 dengan meminta izin kepada Kepala SMP Negeri 3 Bangsalsari Setelah mendapatkan izin dari Kepala Sekolah dilakukan observasi dan wawancara dengan Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Bangsalsari pada tanggal 18 Juli 2016. Dari observasi dan wawancara tersebut diperoleh informasi sebagai berikut : 1. Tahun pelajaran 2016/2017 SMP Negeri 3 Bangsalsari jumlah siswa
untuk kelas VIII A adalah 28 orang.
2. Kegiatan penelitian dimulai pada tanggal 18 Juli 2016 sampai selesai.
3. Kesulitan siswa biasanya pada penjelasan guru bagaimana menjelaskan sehingga pada saat belajar mengajar dimulai siswa bisa mengerti.63
Selain itu dikumpulkan data-data tentang daftar nama dan jenis kelamin siswa, yang akan digunakan dalam pembagian kelompok belajar. Kegiatan belajar mengajar yang dilakukan di SMPN 3 Bangsalsari sama halnya dengan sekolah pada umumnya mungkin program dinas pendidikan yaitu Pada hari senin sampai selasa dimulai jam 07.00-12.30 WIB sedangkan pada hari rabu, kamis dan sabtu dimulai dari jam 07.00-12.00 WIB dan pada hari jum’at dimulai pada jam 07.00-10.30 WIB. Sama halnya dengan sekolah pada umumnya mungkin program Dinas Pendidikan yaitu masuk setiap hari senin sampai sabtu.
Banyak faktor yang mendukung berjalannya kegiatan belajar mengajar di SMPN 3 Bangsalsari baik faktor secara eksternal maupun internal.
Faktor eksternal yang dimaksud adalah sarana dan prasarana yang memadai. Sedangkan dari faktor internal adalah struktur organisasi yang berjalan sesuai tugas pokok masing-masing, guru yang selalu semangat memberikan ilmunya kepada siswa. Dari beberapa faktor tersebut tentunya ada kendala-kendala yang dihadapi setiap guru disaat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Salah satunya kendala guru yang monoton dalam pembelajarannya sehingga siswa merasa bosan, siswa cenderung diam tidak aktif, hanya mendengarkan penjelasan guru dan lain sebagainya.64
Kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang ditetapkan pada sekolah ini adalah 75 pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam
63 Hilmiyah, Wawancara, Bangsalsari, 21 Juli 2016.
64Observasi,Bangsalsari, 21 Juli 2016.
(PAI). Sedangkan ketuntasan secara klasikal harus mencapai ≥ 80%, jika dibawah dari kriteria yang sudah ditetapkan maka siswa dikatakan belum tuntas dalam pembelajarannya khususnya pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI).
Tabel 4.1
Penentuan Kriteria Ketuntasan Minimal Aspek yang
dianalisis
Kriteria dan siklus penilaian
Kompleksitas Tinggi ,65 Sedang 65-79 Rendah 80-100 Daya dukung Tinggi 80-100 Sedang 65-79 Rendah ,65 Inteke siswa Tinggi 80-100 Sedang 65-79 Rendah ,65
1. Deskripsi Kondisi Pra Siklus
Sebelum memberi tindakan pada siklus I terlebih dahulu diadakan observasi di kelas SMPN 3 Bangsalsari pada materi Hukum Bacaan Qalqalah serta Bacaan Lam dan Ra’ untuk mengetahui sejauh mana hasil belajar siswa VIII A pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI).
Dari kesimpulan hasil observasi yang dilakukan dengan maksud untuk mengetahui aktivitas dan hasil belajar siswa di dalam kelas, siswa kurang tertarik dalam mengikutu proses pembelajaran, karena aktivitas siswa terbatas hanya pada mendengarkan penjelasan guru tanpa ada komunikasi antara guru dan siswa, siswa dengan guru dan siswa dengan siswa. Dan hasil wawancara dengan guru PAI kelas VIII A diperoleh bahwa setiap
pembelajaran PAI guru biasanya menggunakan Metode Ceramah dan Penugasan. Adapun hasil observasi Nilai Kelas VIII A yang diperoleh peneliti sebelum dilaksanakan siklus I atau pra siklus adalah sebagai berikut :65
Tabel 4.2
Daftar Nilai Pra Siklus Siswa Kelas VIII A SMPN 3 Bangsalsari Tahun Pelajaran 2016/2017
No Nama Nilai Keterangan
1. Adil Satria . G 50 Tidak Tuntas
2. Ahsan Iedul Fitroh 55 Tidak Tuntas
3. Abdul Basit 60 Tidak Tuntas
4. Ahmad Busyairi 70 Tidak Tuntas
5. Angga Saputra 60 Tidak Tuntas
6. Bella Permata 80 Tuntas
7. Bagas Dexta . A 70 Tidak Tuntas
8. Devi Ratnasari 78 Tuntas
9. Dewi Inayatul . M 60 Tidak Tuntas
10. Dilla Julia Nisa 82 Tuntas
11. Fitrah Putri . A 80 Tuntas
12. Hendra Wardana 74 Tidak Tuntas
13. Heri Purnomo 55 Tidak Tuntas
14. Ibbrida Oktafiana . D 82 Tuntas
65 Daftar Nilai Kelas VIII A SMPN 3 Bangsalsari Mata Pelajaran PAI Semester Ganjil Tahun 2016/2017
15. Iswatun Hasanah 85 Tuntas
16. M. Firmansyah . M 80 Tuntas
17. Moh. Hoiri 70 Tidak Tuntas
18. Muhammad Yunus 78 Tuntas
19. M. Firman Maulana 55 Tidak Tuntas
20. Muhammad Mahfud S. 70 Tidak Tuntas
21. Novita Restu M. 60 Tidak Tuntas
22. Riski Dedi Irawan 60 Tidak Tuntas
23. Sidan Mahdani 70 Tidak Tuntas
24. Sugihartono 76 Tuntas
25. Selvia Ayu Setiawati 78 Tuntas
26. Siti Khosyatun I. D. 80 Tuntas
27. Tri Aprilia Wulandari 70 Tidak Tuntas
28. Robiatul Adawiyah 80 Tuntas
RATA-RATA 70,29
Tabel 4.3
Ketuntasan Belajar PAI Pra Siklus Skor Ketuntasan Jumlah siswa Persentase
≥ 75 (tuntas) 11 39,28%
< 75 (tidak tuntas) 17 60,71%
Berdasarkan tabel diatas, maka dapat diketahui, ketuntasan 39,28% (11 siswa tuntas) dan 60,71% (17 siswa tidak tuntas).
Melihat ketuntasan belajar siswa pra siklus sebesar 39% (11 siswa tuntas) melihat ketuntasan tersebut, pembelajaran Pendidikan Agama Islam ini perlu ditingkatkan.
2. Siklus I
Siklus I terdiri dari empat tahap, yakni perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi, sebagai berikut ini :
a. Perencanaan
Pada tahap perencanaan peneliti bersama kolaborator menyusun : 1) Melakukan analisis kurikulum untuk menentukan standar
kompetensi dan kompetensi dasar yang akan disampaikan kepada siswa dengan menggunakan metode pembelajaran Student Teams Achievement Divisions (STAD).
2) Membuat rencana pembelajaran atau sekenario pembelajaran PAI dengan menggunakan Metode Student Teams Achievement Divisions (STAD).
3) Membuat lembar kerja siswa sebagai sarana pembelajaran siswa dalam kerja kelompok serta sebagai alat bantu mengajar yaitu : lembar kerja siswa (LKS) dan foto copy ringkasan materi pembahasan.
4) Membuat alat evaluasi/tes akhir/kuis untuk melihat pencapaian hasil belajar siswa.
b. Pelaksanaan
Pada tahap pelaksanaan siklus I dilakukan pada hari kamis, 04 Agustus 2016, dan disini peneliti bertindak sebagai guru. Pada pendahuluan peneliti menjelaskan tujuan pembelajaran, melakukan apersepsi, menyampaikan materi tentang sejarah nabi Muhammad
Saw. dalam membangun masyarakat melalui kegiatan ekonomi dan perdagangan. Mempertegas sejarah nabi Muhammad Saw. dalam membangun masyarakat melalui kegiatan ekonomi dan perdagangan dan peneliti memberi motivasi kepada siswa agar semangat dalam pembelajaran.
Pada bagian inti peneliti menyajikan materi sejarah nabi Muhammad Saw. dalam membangun masyarakat melalui kegiatan ekonomi dan perdagangan kemudian siswa dalam pembelajaran metode student teams achievement divisions (STAD) dibagi menjadi tujuh kelompok tiap kelompok terdiri dari empat siswa yang heterogen. Karena bertujuan agar siswa yang sudah mampu dapat membantu siswa yang belum mampu dalam pembelajaran sehingga mereka dapat bertukar pendapat dan pengalaman, dapat saling mengisi.
Dengan berdiskusi siswa akan aktif dalam pembelajaran sehingga melatih mereka dapat berperan langsung dalam pembelajaran sehingga melatih mereka untuk dapat berfikir kritis. Dengan berfikir kritis, maka materi akan dapat diterima dan hasil belajar akan meningkat. Kemudian siswa/kelompok diberi materi diskusi tentang sejarah nabi Muhammad Saw. dalam membangun masyarakat melalui kegiatan ekonomi dan perdagangan. Dalam diskusi kelompok guru mengarahkan kelompok dengan cara membimbing siswa yang sedang melakukan diskusi dalam memecahkan permasalahan yang diberikan.
Akan tetapi dalam berdiskusi untuk siklus I ini siswa belum antusias
dan aktif dalam berdiskusi. Karena masih ada beberapa siswa yang belum aktif, mereka masih senang untuk berdiam mendengarkan saja.
Setelah selesai berdiskusi, guru memerintahkan salah satu dari kelompok diskusi, mempresentasikan hasil kerja kelompoknya. Karena untuk pertama kalinya mereka melakukan pembelajaran menggunakan metode student teams achievement divisions (STAD), mereka masih malu untuk maju mempresentasikan hasil diskusinya. Kemudian guru memberikan motivasi, akhirnya ada salah satu dari kelompok untuk maju mempresentasikan hasil kerja kelompoknya.
Setelah selesai mempresentasikan hasil kerja kelompok, guru meminta agar kelompok lain untuk menanggapi apabila dalam hasil diskusinya ada yang berbeda. Setelah diskusi selesai guru memberikan kuis atau pertanyaan yang ada kaitannya dengan materi tentang sejarah nabi Muhammad Saw. dalam membangun masyarakat melalui kegiatan ekonomi dan perdagangan.
Pada bagian akhir pembelajaran penguatan dan kesimpulan secara bersama-sama. Kemudian guru memberikan tes akhir siklus I dengan memberikan butir soal/instrument soal berupa pilihan ganda 10 soal dan jawab singkat 5 soal.
c. Pengamatan
Pada tahap ini, guru dan kolaborator (M.Shofi Muslim, S.Pd.I) melaksanakan pengamatan apakah siswa sudah aktif dalam melakukan pembelajaran dalam menggunakan metode student teams achievement
divisions (STAD). Dalam pelaksanaan tindakan pada tahap Siklus I terjadi suatu peningkatan mengenai keaktifan siswa. Dengan metode pembelajaran yang diterapkan yang berbeda yaitu pembelajaran dengan menggunakan metode Student Teams Achievement Division (STAD) Terlihat adanya peningkatan walaupun masih ditemui beberapa kendala-kendala yang harus diperbaiki untuk siklus berikutnya yaitu :
1) Berdasarkan pengamatan terhadap peserta didik dari siklus I diperoleh temuan sebagai berikut :
a) Siswa belum antusias dalam berdiskusi, dikarenakan masing senang untuk berdiam mendengarkan saja.
b) Dalam mempresentasikan hasil diskusi masih malu-malu karena belum terbiasa berbicara di depan banyak orang.
c) Beberapa siswa ada yang belum fokus dalam pembelajaran.
2) Berdasarkan pengamatan terhadap guru diperoleh hasil sebagai berikut :
a) Guru terlalu cepat dalam menjelaskan materi pelajaran.
b) Guru kurang memberikan bimbingan kepada peserta didik yang tidak mau bertanya ataupun peserta didik yang kurang aktif mengerjaklan tugas diskusi.
c) Guru kurang memberikan motivasi kepada peserta didik untuk aktif dalam berdiskusi.
d. Refleksi
Refleksi merupakan hasil pengamatan dan evaluasi dari tahap- tahap dalam siklus. Pada tahap refleksi peneliti menerima hasil pengamatan dari kolaborator, peneliti mempelajari hasil pengamatan, saran dan catatan dari kolaborator. Dari refleksi pelaksanaan siklus I diperoleh kendala-kendala sebagai berikut:
1) Diskusi kelompok belum bisa berjalan seperti yang diharapkan peneliti, karena siswa masih malu dalam mengutarakan pendapat dan masih ada siswa yang diam hanya mendengarkan saja.
2) Beberapa siswa masih belum fokus dalam pembelajaran.
3) Ketika dalam mempresentasikan hasil diskusi, masih belum lancar karena mereka belum terbiasa berbicara didepan orang banyak.
4) Dalam menyampaikan tujuan guru masih terlalu cepat dalam menyampaikannya. Sehingga siswa kurang maksimal dalam menerimanya.
Hasil refleksi siklus I adalah catatan bagi peneliti dan akan diperbaiki pada siklus II. Adapun data nilai tes akhir siklus I diperoleh data sebagai berikut :
Tabel 4.4
Daftar Nilai Siklus I Siswa Kelas VIII A SMPN 3 Bangsalsari Tahun Pelajaran 2016/2017
No Nama Nilai Keterangan
1. Adil Satria . G 74 Tidak Tuntas
2. Ahsan Iedul Fitroh 76 Tuntas
3. Abdul Basit 76 Tuntas
4. Ahmad Busyairi 76 Tuntas
5. Angga Saputra 72 Tidak Tuntas
6. Bella Permata 80 Tuntas
7. Bagas Dexta . A 72 Tidak Tuntas
8. Devi Ratnasari 76 Tuntas
9. Dewi Inayatul . M 78 Tuntas
10. Dilla Julia Nisa 85 Tuntas
11. Fitrah Putri . A 82 Tuntas
12. Hendra Wardana 76 Tuntas
13. Heri Purnomo 60 Tidak Tuntas
14. Ibbrida Oktafiana . D 86 Tuntas
15. Iswatun Hasanah 80 Tuntas
16. M. Firmansyah . M 80 Tuntas
17. Moh. Hoiri 76 Tuntas
18. Muhammad Yunus 78 Tuntas
19. M. Firman Maulana 72 Tidak Tuntas
20. Muhammad Mahfud S. 65 Tidak Tuntas
21. Novita Restu M. 78 Tuntas
22. Riski Dedi Irawan 78 Tuntas
23. Sidan Mahdani 72 Tidak Tuntas
24. Sugihartono 76 Tuntas
25. Selvia Ayu Setiawati 80 Tuntas
26. Siti Khosyatun I. D. 85 Tuntas
27. Tri Aprilia Wulandari 60 Tidak Tuntas