BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS
C. Pembahasan Temuan
Tabel 4.5
Hasil temuan dari observasi, wawancara dan dokumentasi
No Fokus Penelitian Hasil Temuan
1. Langkah-langkah
Penerapan Pembelajaran Bahasa Reseptif Melalui Permainan Bisik Berantai Pada Anak Kelompok A Di RA Riyadlul Qori’in Jember Tahun Ajaran 2021/2022.
1. Menyiapkan RPPH
2. Menyiapkan media pembelajaran 3. Menyiapkan cara bermain atau
aturan bermainnya
2. Penerapan Pembelajaran Bahasa Reseptif Melalui Permainan Bisik Berantai Pada Anak Kelompok A Di RA Riyadlul Qori’in Jember Tahun Ajaran 2021/2022
1. Sebelum bermain bisik berantai, guru perlu menjelaskan materi seperti biasanya.
2. Guru menyiapkan kata untuk dibisikkan dari 1 kata, 2 kata sampai 3 kata
3. Guru memberi batasan maksimal dalam membisikkan kata pada teman yakni 1- 3 kali bisikkan jika lebih maka menjadi bahan evaluasi bagi guru
dari respon anak pada saat pembelajaran. Anak-anak dengan semangat mengikuti kegiatan pembelajaran melalui permainan bisik berantai.
Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan, maka dapat diketahui dalam penelitian ini, tentang Langkah-langkah Penerapan Pembelajaran Bahasa Reseptif Melalui Permainan Bisik Berantai Pada Anak Kelompok A Di RA Riyadlul Qori’in Jember Tahun Ajaran 2021 /2022 adalah yang pertama dengan mempersiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian sebelum melaksanakan kegiatan pembelajaran baik itu pembelajaran bermain bisik berantai atau pembelajaran sehari-hari disana tetap mempersiapkan rencana pembelajaran jauh sebelum kegiatan pembelajaran itu dimulai, hal ini sudah menjadi ketetapan peraturan mentri pendidikan dan kebudayaan nomor 137 pasal 12 tentang RPPH yang mana dijelaskan di ayat 12 pelaksanaan pembelajaran terdiri dari Prosem, RPPM, RPPH.88
Pada tahap kedua langkah-langkah yang perlu disiapkan dalam permainan bisik berantai yaitu menyiapkan media pembelajaran, sesuai dengan hasil observasi maupun wawancara di RA Riyadlul Qori’in, setiap kali bermain permainan bisik berantai guru selalu menyiapkan media pembelajaran sehingga menciptakan antusias anak yang luar biasa. selain itu menggunakan media juga bisa memudahkan anak menghafalkan kosa kata baru atau kalimat baru yang diterimanya.89 Hal ini sejalan dengan dewi pusposari yang menguatkan bahwa mengamati atau memahami
88 Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan RI, Permendikbud No. 137 Tahun 2014 tentang perencanaan pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini, pasal 12.
89 Observasi di RA Riyadul Qori’in Ajung Jember. Jum’at, 14 Februari 2022.
media pembelajaran juga sebagai penegas materi yang disimak, hal itu masuk dalam teknik menyimak efektif yang terdapat dalam kajian teori.90 Selain teori diatas Cepi Riyana menuturkan pendapatnya mengenai penggunaan media secara kreatif akan memperbesar kemungkinan bagi siswa untuk belajar lebih banyak, mencamkan apa yang dipelajarinya lebih baik, dan meningkatkan penampilan dalam melakukan keterampilan sesuai dengan yang menjadi tujuan pembelajaran.91
Untuk langkah yang terakhir adalah merancang cara bermain atau langkah-langkah dalam memainkan permainan bisik berantai. Dalam setiap permainan pasti ada cara bermainnya, baik tertulis atau tidak tertulis. Menurut Agus dkk, cara bermain atau langkah-langkah dari permainan bisik berantai sangat beragam sama halnya seperti definisi permainan bisik berantai itu sendiri, sehingga banyak orang yang membuat langkah-langkah bermain bisik berantai sendiri, dari pada melihat dari sumber-sumber terdahulu, sehingga itulah dikatakan beragam karena setiap orang mememiliki cara yang berbeda-beda namun cara bermainnya pada intinya sama-sama membisikkan kata dari satu orang ke orang lain.92 Sedangkan hasil observasi dan wawancara di RA Riyadlul Qori’in tata cara bermain atau langkah-langkah disana sudah dipersiapkan dengan cara tertulis agar dapat disampaikan dengan jelas saat sebelum permainan akan diaminkan. Setelah sesudah dibacakan cara bermainnya terlihat sekali
90 Dewi Pusposari, Menyimak Kritis, 4
91 Cepi Riyana, Media Pembelajaran, (Jakarta:Direktorat Jendral Pendidikan Islam Kementrian Agama RI,2012), 10
92 Agus dkk, Permainan Bahasa, 20
anak-anak kelompok A yang mana mereka sangat aktif menjadi mengerti dan mengikuti permainan dengan tertib.
Berdasarkan hasil dari data diatas jika dipertemukan dengan kajian teori yang disajikan maka dapat dikatakan bahwa melalui langkah-langkah tersebut, guru dapat dengan mudah mencapai tujuan pembelajaran secara terarah. Maka berdasarkan hasil observasi wawancara, dan dokumentasi tersebut peneliti menyimpulkan bahwa guru RA Riyadlul Qori’in Ajung Jember sudah menerapkan langkah-langkah permainan bisik berantai untuk menstimulasi bahasa reseptif anak kelompok A secara maksimal.
2. Penerapan Pembelajaran Bahasa Reseptif Melalui Permainan Bisik Berantai Pada Anak Kelompok A Di RA Riyadlul Qori’in Jember Tahun Ajaran 2021/2022.
Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan, maka dapat diketahui dalam penelitian ini, tentang Penerapan Pembelajaran Bahasa Reseptif Melalui Permainan Bisik Berantai Pada Anak Kelompok A Di RA Riyadlul Qori’in Jember Tahun Ajaran 2021/2022 yaitu :
Strategi Pertama adalah menjelaskan materi dengan cara berdiskusi. Pemberian strategi ini digunakan sebelum permainan bisik berantai. Layaknya pembelajaran seperti bisa yang sudah ada dalam rpph di kegiatan pembukaan selalu ada penyampaian materi dengan cara berdiskusi. namun dalam kegiatan bermain bisik berantai strategi ini sangat membantu untuk keefektifan anak dalam menerima kata yang baru didengar, agar mudah diucapkan dan diingat oleh anak saat bermain bisik berantai. Sehingga saat bermain bisik berantai kata yang akan dibisikan
sudah tidak asing lagi bagi anak. Strategi diatas selaras dengan pendapat Rini Hildayani yang menyatakan bahwa: penguasaan kosakata diperoleh anak dari fast mapping yaitu proses seorang anak menyerap arti dari suatu kata baru setelah mendengarnya satu atau dua kali dalam percakapan.93 Pendapat lain menguatkan mengenai strategi yang pertama ini yaitu tahap- tahap bahasa reseptif yang mana dibagi menjadi beberapa fase-fase yaitu isolasi, identifikasi, integrasi, inspeksi, dan interpretasi semua itu saling berantain mulai dari awal fase mendengarkan atau menyimak untuk pertama kalinya maka akan dicatat dalam pikirannya sehingga jika ada kata yang sama didengar kembali maka anak-anak sudah faham dengan maknanya serta dapat dengan mudah menginterpretasikan jika maknanya sejalan dengan apa yang telah anak rekam sebelumnya94. Jadi pentingnya mengenalkan kata-kata diawal pembelajaran sebelum bermain bisik berantai ini sangat penting dalam menunjang keberhasilan bermain bisik berantai untuk menstimulasi atau meningkatkan bahasa reseptif, sehingga setelah anak sudah memahami kata yang akan dibisikan anak tidak akan kebingungan dan langsung tanggap membisikan ketemannya.
Masuk dalam strategi yang kedua di RA Riyadlul Qori’in saat bermain bisik berantai menggunakan konsep 1 kata kemudian setelah selesai 1 kata tersebut dibisik maka akan dimulai dari awal anak yang terakhir pindah ke depan anak yang paling belakang dibisikan dengan 2 kata dan jika sudah selesai maka dilanjut 3 kata, sedangkan kata yang
93 Rini Hildayani, Modul Metode Psikologi Perkembangan Anak, (Tangerang: Universitas Terbuka, 2014), 7.23.
94 Askarman Laia, Menyimak Efektif, 13
digunakan adalah kata yang masih berkaitan dengan tema. Pada saat penelitian, tema yang digunakan tentang pekerjaan maka kata yang dibisikan juga berkaitan tentang pekerjaan. Contoh 1 kata : polisi, 2 kata : menanam padi, contoh 3 kata : mengajar anak disekolah. Saat strategi ini diterapkan dalam permainan, anak terlihat lebih tertantang dan sangat antusias. sebagaimana menurut Rani Hildayani, Pada umunya Anak kelompok A telah mampu merangkai huruf menjadi kata dan kata menjadi sebuah kalimat bermakna yang terdiri dari 4-5 kata.95 Jadi sangat selaras bagi anak kelompok A mulai menyimak 1-3 kata bahkan lebih, bukan suatu hal yang sulit bagi anak, memang sudah sesuai umurnya anak perlu dilatih memperbanyak kosa kata serta merangkai kata menjadi kalimat.
Ada juga pendapat menurut dewi pusposari mengatakan bahwa membisikan 1 kata 2 kata dan 3 kata masuk dalam teknik loci yaitu teknik yang biasa digunakan dalam meningkatkan bahasa reseptif anak, teknik loci ini merupakan salah satu teknik mengingat dengan cara memvisualisasikan materi yang harus diingat dalam ingatan penyimak.
Teknik ini dapat dilakukan dengan cara mempelajari urutan informasi dengan informasi lain yang serupa.96
Strategi yang ketiga menggunakan bisikan maksimal 3 kali pengulangan untuk mengukur perkembangan dan menjadi bahan evaluasi guru dalam meningkatkan perkembangan anak tersebut dari segi bahasa reseptif. Strategi ini sangat membantu anak jika ada beberapa masalah
95 Rini Hildayani, Modul Metode,7.23.
96 Dewi Pusposari, Menyimak Kritis, 14
contohnya suara bisikan teman yang sangat kecil, atau malu membisikkan ketemannya, solusinya guru pendamping bisa membantu membisikkan.
Bisa juga anak tidak bisa fokus atau lupa dengan kata yang di bisikkan, sehingga perlu pengulangan 2 sampai 3 kali baru ingat. Jika anak meminta diulang berkali-kali, maka hal tersebut masuk dalam catatan guru mengapa anak bisa minta diulang berkali-kali. Dari penjelasan mengenai strategi diatas secara tidak langsung bermain bisik berantai ini masuk dalam ragam bahasa reseptif yaitu menyimak konsentratif, maksudnya adalah pembelajaran yang membutuhkan pemusatan pikiran perasaan, dan perhatian terhadap bahan simakan yang disampaikan pembicara,97 Sehingga anak diharuskan menyimak dengan konsentrasi agar bisikan bisa cepat terekam dan segera membisikan ke teman selanjutnya, dan tujuannya supaya pesan tersebut sampai terlebih dahulu dari pada kelompok lainnya, secara tidak langsung mereka akan tertantang untuk menang sehingga mereka berkonsentrasi dengan sendirinya. Maksud dari menyimak dengan berkonsetrasi yang dijelaskan diatas, masuk dalam teknik menyimak efektif yang juga terdapat dalam kajian teori.
Berdasarkan hasil dari data diatas jika dipertemukan dengan kajian teori yang disajikan maka dapat dikatakan bahwa melalui ketiga strategi tersebut, guru dapat menstimulasi dan meningkatkan bahasa reseptif anak secara bertahap. Maka berdasarkan hasil observasi wawancara, dan dokumentasi tersebut peneliti menyimpulkan bahwa guru RA Riyadlul
97 Dewi pusposari, Menyimak Kritis,12
Qori’in Ajung Jember sudah menerapkan permainan bisik berantai untuk menstimulasi bahasa reseptif anak kelompok A secara maksimal.
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil berdasarkan fokus penelitian, penyajian data dan analisis serta pembahasan temuan penelitian tentang penerapan pembelajaran bahasa reseptif melalui permainan bisik berantai pada anak kelompok A di RA Riyadlul Qori’in Jember tahun ajaran 2021/2022 dapat di simpulkan sebagai berikut :
1. Langkah-langkah penerapan pembelajaran bahasa reseptif melalui permainan bisik berantai pada anak kelompok A di RA Riyadlul Qori’in Jember tahun ajaran 2021/2022 adalah sebelum melakukan kegiatan pembelajaran guru terlebih dahulu membuat RPPH dan menyesuaikan dengan tema, selanjutnya guru menyiapkan media pembelajaran berupa gambar atau benda aslinya untuk digunakan dalam permaian bisik berantai. Selain itu guru juga menyiapkan cara bermain bisik berantai atau bisa disebut aturan dalam bermain agar anak tertib dan bisa terlaksana dengan kondusif.
2. Penerapan pembelajaran bahasa reseptif melalui permainan bisik berantai pada anak kelompok A di RA Riyadlul Qori’in Jember tahun ajaran 2021/2022 yaitu ada 3 strategi yang diterapkan di RA Riyadlul Qori’in untuk meningkatkan bahasa reseptif anak dalam permainan bisik berantai yaitu strategi pertama menjelaskan materi yang disampaikan secara berdiskusi sesuai dengan temanya, yang kedua menggunakan konsep 1 kata, 2 kata dan 3 kata dalam meningkakatkan konsentrasi juga daya ingat
83
anak dalam bermain bisik berantai, strategi yang ketiga menggunakan bisikan maksimal 3 kali pengulangan untuk mengukur perkembangan dan menjadi bahan evaluasi guru dalam meningkatkan perkembangan anak tersebut dari segi bahasa reseptif.
B. Saran
Berdasarkan analisis data dan pembahasan maka penelitian mengemukakan saran sebagai berikut :
1. Bagi Kepala RA Riyadlul Qori’in Ajung Jember
Sebagai kepala sekolah hendaklah menambahkan sarana berupa Alat Permianan Edukatif Indoor yang mengembangkan bahasa, serta memberikan arahan dukungan kepada anak untuk selalu semangat dalam belajar.
2. Bagi Guru RA Riyadlul Qori’in Ajung Jember
Sebagai guru hendaklah guru dapat mengajak berkoordinasi serta berkolaborasi dengan wali murid kelompok A mengenai perkembangan bahasa reseptif anak agar bisa dioptimalkan bukan hanya disekolah namun juga bisa dilakukan dirumah.
3. Bagi Wali Murid kelompok A RA Riyadlul Qori’in Ajung Jember
Sebagai wali murid kelompok A hendaklah dapat berperan aktif mengembangkan bahasa reseptif anak dirumah dengan memanfaatkan media apa saja yang ada dirumah dan bisa juga dengan menggunakan permainan bisik berantai atau kegiatan lainnya.
Daftar Pustaka
Agus dkk. Permainan Bahasa (Media Pembelajaran Bahasa Indonesia), Takalar:
Ahmar Cendekia, 2021.
Ahmadi, Rulam. Metodologi Penelitian Kualitatif. Yogyakarta : Ar-Ruzz Media, 2014.
Anggito, Albi & Johan Setiawan. Metodologi Penelitian Kualitatif. Sukabumi : CV Jejak, 2018.
Arifiana, Arik. “Penggunaan Metode Bercerita Untuk Meningkatkan Bahasa Reseptif Anak Usia Dini Di Raudhatul Athfal Al-Fatah Kasian Serut Panti Jember Tahun pelajaran 2018/2019”. Skripsi, Institut Agama Islam Negeri Jember, Jember, 2019.
Arifin, Bustanul dkk. Menyimak. Tangerang Selatan : Penerbit Universitas Terbuka, 2014.
Hardiyanti, Syarifah. Penerapan Metode Permainan Bisik Berantai Dalam Meningkatkan Kemampuan Bahasa Reseptif Pada Anak. Skripsi, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Darussalam Banda Aceh, Aceh, 2019.
Hardani dkk. Metode Penelitian Kualitatif & Kuantitatif. Yogyakarta : CV.
Pustaka Ilmu Grup, 2020.
Hildayani, Rini. Modul Metode Psikologi Perkembangan Anak. Tangerang:
Universitas Terbuka, 2014.
Hijriyah, Umi. Menyimak Strategi Dan Implikasinya Dalam Kemahiran Berbahasa. Lampung : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat IAIN Raden Intan Lampung, 2016.
Kurnia, Rita. Bahasa Anak Usia Dini. Yogyakarta : Deepublish, 2019.
Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan RI. Permendikbud No. 146 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini.
Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan RI. Permendikbud No. 137 Tahun 2014 tentang perencanaan pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini. pasal 12.
Kementerian Agama RI. Al-Qur’an dan Hadist. Jakarta: Bumi Aksara, 2019.
Miftahillah. “Melejitkan Bahasa Anak Usia Dini Dalam Islam”. Sumbula 5, no.2 (2020): 424-449.
Laia, Askarman. Menyimak Efektif. Banyumas: Penerbit Lutfi Gilang, 2020.
Soraya, Artifa & Yunita Anas. Menyimak Apresiatif. Malang : MNC Publishing, 2019.
Madyawati, Lilis. Strategi Pengembangan Bahasa Pada Anak. Jakarta: PT Kharisma Putra Utama, 2016.
Maria, Julia. Anakku Gifted Terlambat Bicara. Jakarta: Prenada,2016.
Masyhud, Sulthon. Metode Penelitian Pendidikan. Jember: Lembaga Pengembangan Manajemen dan Profesi Kependidikan (LPMPK), 2016.
Musfiroh, Tadkirotaun & Sri Tatminingsih. Modul Bermain dan Permainan Anak.
Tangerang: Universitas Terbuka, 2015.
Musfiqon. Panduan Lengkap Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Prestasi Pustakaraya, 2012.
Muthmainnah. 100 Permainan Anak Usia Dini. Yokyakarta: Pustaka Pelajar, 2017.
Piqri, Muhammad Hairul. Belajar Asik Dengan Permainan Bahasa Arab. Bogor : Guepedia, 2021.
Pusposari, Dewi. Menyimak Kritis (Buku Panduan Untuk Mata Kuliah Menyimak Kritis). Malang : MNC Publishing, 2021.
Poerwadarminta, Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka,2010.
Raco, J.R. Metode Penelitian Kualitatif Jenis, Karakteristik dan keunggulannya.
Jakarta : Grasindo, 2010.
Rahma, Zahratur. “Penerapan Permainan Bisik Berantai Untuk Mengembangkan Bahasa Anak Usia 5-6 Tahun Di Kb Tunas Harapan Tanjung Bintang Lampung Selatan”. Skripsi, Universitas Negeri Islam Raden Intan, Lampung, 2019.
Raudlatul Athfal Riyadlul Qoriin. “Profil Lembaga Raudlatul Athfal Riyadlul Qori’in” 18 Januari 2022.
Raudlatul Athfal Riyadlul Qoriin Raudlatul Athfal. “Sejarah Raudlatul Athfal Riyadlul Qori’in” 18 Januari 2022.
Raudlatul Athfal Riyadlul Qoriin. “Struktur Organisasi Lembaga Raudlatul Athfal Riyadlul Qori’in” 18 Januari 2022.
Riyana, Cepi. Media Pembelajaran. Jakarta:Direktorat Jendral Pendidikan Islam Kementrian Agama RI. 2012.
Robingantin & Zakiyah Ulfah. Pengembangan Bahasa Anak Usia Dini (Analisis kemampuan bercerita Anak). Yogyakarta :Ar-Ruzz Media, 2019.
Salim & Syahrum. Metodologi Penelitian Kualitatif (Konsep dan Aplikasi dalam Ilmu Sosial Keagamaan dan Pendidikan). Bandung : Citapustaka Media, 2012.
Sit, Masganti. Perkembangan Peserta Didik. Medan : Perdana Publishing, 2012.
−−−. Psikologi Perkembangan Anak Usia Dini Jilid 1, (Medan : Perdana Publishing, 2015).
Susanto, Ahmad. Perkembangan Anak Usia Dini. Jakarta: Kencana, 2011.
Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2017.
−−−. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta, 2014.
Suryadi, Denna Matahari. “Kemampuan Bahasa Reseptif (Menyimak) Melalui Permainan Bisik Berantai Pada Anak Didik Kelompok A Di Tk Islam Uminda Kota Makassar”. Skripsi, Universitas Muhammadiyah Makassar, Makassar, 2020.
Sekretariat Negara RI. Undang-undang No. 20 tahun 2003. tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Tarigan, Henry Gutur. Menyimak Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa.
Bandung : Penerbit Angkasa Bandung, 2008.
W, Judarwanto. Epidemiologi : gangguan bicara pada anak. 2016. Diakses dari http://speechclinic.wordpress.com/2016/06/28/epidemiologi-gangguan- bicara-padaanak/
Wahyuni, Indah. “Analisis Kemampuan Literasi Numerasi Berdasarkan Gaya Belajar Pada Anak Usia Dini” . Jurnal Pendidikan Anak usia Dini, Vol. 6 No. 6, 2022. DOI: https://10.31004/obsesi.v6i6.3202
Tim Penyusun. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Jember: IAIN Jember Press, 2022.
Yusuf, Muri. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan Penelitian Gabungan, Jakarta : Kencana, 2017.
PEMBELAJA RAN BAHASA RESEPTIF MELALUI PERMAINAN
BISIK BERANTAI PADA ANAK
KELOMPOK A DI RA RIYADLUL
QORI’IN JEMBER TAHUN AJARAN 2021/2022
Pembelajar an bahasa reseptif
2. Permainan bisik berantai
Reseptif (x)
Bisik Berantai (y)
mampu mefokuskan diri
2. Anak mampu menunjukan sikap
Menyimak 3. Anak mampu
menyerap apa yang diterangkan guru
1. Anak mampu membisikan kata dengan benar
2. Anak mampu menebak gambar yang dibisikkan.
3. Anak Mampu bekerja sama
a. Kepala sekolah RA Riyadlul Qori’in b. Guru RA
RiyadlulQori
’in
c. Siswa dan Siswi
Kelompok B RA
RiyadlulQori
’in 2. Observasi 3. Dokumenta 4. Wawancara
Kualitatif 2. Jenis Penelitian
Kualitatif Deskriptif
3. Metode Pengumpulan Data : a. Observasi
b. Wawancara c. Dokumentasi 4. Metode Analisis Data
Deskriptif Kualitatif : a. Pengumpulan data b. Reduksi data c. Penyajian data
d. Penarikan Kesimpulan 5. Keabsahan Data
a. Trigulasi Sumber b. Trigulasi Metode 6. Tahap Penelitian
a. Tahap Pra Lapangan b. Tahap Pekerjaan
Lapangan
c. Tahap Analisis Data
langkah-langkah Penerapan Pembelajaran bahasa reseptif melalui
permainan bisik berantai pada anak kelompok A di RA Riyadlul Qori’in Jember tahun ajaran 2021/2022?
2. Bagaimana Penerapan Pembelajaran bahasa reseptif melalui
permainan bisik berantai pada anak kelompokA di RA Riyadlul Qori’in Jember tahun ajaran 2021/2022?
S U
T
Keterangan :
: Pintu dan Gerbang : Ruang Kelas A : Kamar Mandi : Kantor : Ruang Kelas B : Tempat Bermain : Ruang Arsip : Ruang Kelas KB : Rumah Yayasan
SURAT KETERANGAN Nomer:051 /RA RQ/06/2022 Yang bertandatangan di bawah ini
N a m a : Inaka Satyawati, S.Pd Jabatan : Kepala RA Riyadlul Qori’in Unit Kerja : RA Riyadlul Qori’in
Alamat : Jl. Otto Iskandardinata No. 50 Ajung Klanceng Jember Menerangkan bahwa
N a m a : Rizky Amalia Hermita N I M : T20185081
Universitas : Universitas Islam Negeri KH, Ahmad Sidiq Jember
Adalah benar telah melaksanakan penelitian dalam rangka penulisan skripsinya dengan Judul “Penerapan Pembelajaran Bahasa Reseptif Melalui Permainan Bisik Berantai Pada Anak Kelompok A Di RA Riyadlul Qori’in Jember Tahun Ajaran 2021/2022” mulai tanggal 17 Januari 2022 sampai dengan 19 Februari 2022, dan juga telah membahas materi hasipenelitiannya dengan kami.
Demikian surat keterangan ini kami buat agar dapat dipergunakan sebagaimanamestinya.
Wawancara dengaan Kepala Sekolah
Wawancara dengan Wali Kelas A
Wawancara dengan guru Pendamping Kelompok A sekaligus Wakakesiswaan sekolah
Pembagian kelompok serta menjelaskan cara bermain bisik berantai
Anak-anak mulai membisikkan katanya
Guru mengawasi serta membantu anak apabila ada kesulitan dalam membisikkan kata
Wawancara ke Wali Murid Kelompok A
Cara Bermain Bisik Berantai
Kata yang dibisikkan dalam media yang digunakan dalam permainan bisik berantai permainan bisik berantai
Keterangan : A (BSB : Berkembang Sangat Baik) C (MB :Mulai Berkembang) B (BSH : Berkembang Sesuai Harapan) D (B : Berkembang)