PENDAHULUAN
Fokus Penelitian
Bagaimana langkah-langkah pelaksanaan pengajaran bahasa reseptif melalui permainan berbisik berantai pada anak kelompok A di RA.
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk melihat gambaran objektif pelaksanaan pembelajaran bahasa reseptif anak melalui permainan berbisik berantai dan juga dapat digunakan sebagai bahan evaluasi lembaga MH. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan referensi untuk menambah pengetahuan dan informasi tentang permainan bisikan berantai dan pengaruhnya terhadap bahasa reseptif anak.
Definisi Istilah
Riyadlul Qori’in Jember tentang proses bermain bisikan berantai untuk pelaksanaan pembelajaran bahasa reseptif di lingkungan sekolah. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengalaman dalam melakukan penelitian secara langsung dan dapat menambah pengetahuan tentang pendidikan lingkungan hidup dan pengaruhnya terhadap perkembangan khususnya bahasa reseptif anak.
Sistematika Pembahasan
KAJIAN PUSTAKA
Kajian Teori
Bahasa reseptif atau sering disebut dengan menyimak adalah kegiatan mempersepsi, mengolah dan menafsirkan suatu permasalahan dengan melibatkan panca indera seseorang.24 Banyak orang yang mengira bahwa menyimak, mendengarkan, dan mendengarkan adalah sama, namun nyatanya terdapat perbedaan makna diantara ketiganya. Menurut Tarigan, bahasa reseptif adalah suatu proses mendengarkan lambang-lambang verbal dengan penuh perhatian, pemahaman, penghayatan dan penafsiran guna memperoleh informasi, menangkap isi atau pesan serta memahami makna komunikasi yang telah disampaikan oleh penutur melalui tuturan atau lisan. bahasa.26. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, bahasa reseptif adalah menyimak (memperhatikan baik-baik apa yang diucapkan atau dibaca orang).27 Menyimak bukan sekedar mendengarkan sesuatu yang “masuk ke telinga kanan dan keluar dari telinga kiri” atau sebaliknya.
Menurut Hijriyah hakikat bahasa reseptif adalah serangkaian proses, mulai dari proses pengenalan bunyi, penyusunan tafsir, pemanfaatan hasil tafsir dan proses penyimpanannya. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa bahasa reseptif adalah suatu kegiatan yang terdiri dari mendengarkan bahasa lisan yang diucapkan oleh seseorang, baik disadari maupun tidak, yang kemudian ditangkap dan diolah oleh otak untuk kemudian diinterpretasikan menjadi makna sehingga bahasa lisan tersebut dapat dipahami. , yang didengar, dapat dipahami dan mudah diingat. Selain itu, untuk meningkatkan keterampilan berbahasa reseptif atau meningkatkan keterampilan mendengarkan, ada beberapa teknik yang dapat digunakan, antara lain:
Pendekatan dan Jenis Penelitian
Lokasi Penelitian
Subjek Penelitian
Bercerita untuk meningkatkan bahasa reseptif pada anak usia dini di Raudhatul Athfal Al-Fatah Kasian Serut Panti Jember tahun ajaran 2018/2019. Metode Bercerita Terhadap Kemampuan Bahasa Reseptif Anak Kelompok B TK Pertiwi II Metuk Mojosongo Boyolali Tahun Pelajaran 2014/2015. Terdapat persamaan antara penelitian sebelumnya dengan penelitian ini dalam pembahasan perkembangan bicara reseptif dan keterampilan berbahasa pada anak usia dini.
Pada penelitian sebelumnya terdapat metode bercerita dan metode pesan berbisik, sedangkan pada penelitian ini digunakan metode bisikan berantai untuk mengembangkan bahasa reseptif pada anak kelompok A di RA Riyadlul Qori’in Jember. Alasan peneliti memilih lokasi penelitian ini karena terdapat permasalahan yang dihadapi oleh guru di sekolah tersebut yaitu berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran bahasa reseptif pada anak kelas A, dimana memang terdapat beberapa anak yang kurang fokus pada pemahaman. atau perhatian terhadap suatu pelajaran, sehingga mempengaruhi pembelajarannya baik di sekolah maupun di rumah, dan di RA. Riyadlul Qori'in merupakan salah satu lembaga yang menerapkan permainan bisik berantai, namun karena pembelajaran online (dalam jaringan) permainan ini tidak dapat dimainkan. lagi. Tujuan permainan ini sebelum pandemi bukanlah untuk meningkatkan kemampuan bahasa reseptif anak, namun sekedar untuk mengasah otak anak sekaligus memberikan pembelajaran latihan fisik, namun setelah permainan online berakhir guru mulai fokus pada permainan ini untuk mengasah atau menstimulasi bahasa reseptif anak.
Teknik Pengumpulan Data
Ibu Nurma selaku wali murid Ananda Nehan dipilih untuk topik ini karena Ibu Nurma juga merupakan ketua himpunan di RA Riyadlul Qori'in dan Ananda Nehan juga merupakan siswa yang aktif di kelas. Strategi yang dilakukan guru adalah dengan mengajak siswa mendengarkan dengan seksama, yaitu guru menggunakan strategi menjelaskan materi sesuai tema hari sebelum bermain berbisik berantai. Selain itu guru juga menerapkan 1 kata bisikan untuk permainan berbisik pertama secara berturut-turut, kemudian membisikkan 2 kata untuk permainan kedua, dan 3 kata untuk bisikan terakhir. Data yang diperoleh dari Riyadlul Qori’in Jember tahun ajaran adalah guru mempersiapkan segala sesuatunya sebelum memainkan permainan berbisik berantai, meliputi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH), media pembelajaran dan cara bermain.
Riyadlul Qori'in Jember Data yang diperoleh dari tahun ajaran adalah guru tidak hanya menyiapkan langkah-langkahnya tetapi juga strateginya. Dapat ditegaskan ada 3 strategi yang diterapkan yaitu menjelaskan materi tentang tema melalui diskusi, kemudian menggunakan 1 kata, 2 kata. Riyadlul Qori’in Jember tahun ajaran 2021/2022 yaitu penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran harian (RPPH), persiapan media yang digunakan untuk menunjang pembelajaran menggunakan pembisik berantai dan persiapan cara bermain bisikan berantai. Riyadlul Qori'in Jember Data yang diperoleh tahun ajaran meliputi 3 strategi antara lain materi penjelasan tema hari itu, menggunakan 1, 2 dan 3 kata untuk bermain berbisik berantai, yang terakhir berbisik maksimal 3 bisikan.
Analisis Data
Observasi dilakukan untuk memudahkan anak kelompok A RA Riyadlul Qori’in dalam mengenal materi dan mengasah bahasa reseptif anak dengan menggunakan permainan berbisik berantai. Sedangkan pengumpulan data dokumentasi berkaitan dengan data yang dibutuhkan oleh peneliti RA Riyadlul Qori’in. Tahap kondensasi data yang dilakukan peneliti bertujuan untuk memusatkan seluruh temuan data yang diperoleh di lapangan mengenai penerapan pengajaran bahasa reseptif melalui permainan berbisik berantai pada anak kelompok A di RA Riyadlul Qori’in Jember, yang dilaksanakan dengan menggunakan metode metode pengumpulan data yang berbeda. .
Di sana siswa Kelompok A RA Riyadlul Qori'in belajar mengenal materi dengan menggunakan permainan berbisik berantai, sehingga guru harus mempersiapkan apa yang diperlukan seperti menyiapkan langkah dan strategi. Langkah-langkah pelaksanaan pembelajaran bahasa reseptif melalui permainan berbisik berantai pada anak kelompok A di RA. Tahap ini merupakan tahap akhir dalam analisis data yaitu menarik kesimpulan tentang pelaksanaan pembelajaran bahasa reseptif melalui permainan berbisik berantai pada anak kelompok A di RA Riyadlul Qori’in Jember.
Keabsahan Data
Apabila peneliti mengumpulkan data melalui triangulasi, maka sebenarnya peneliti mengumpulkan data, namun sekaligus menguji kredibilitas data, yaitu memeriksa kredibilitas data dengan menggunakan teknik pengumpulan data yang berbeda dan sumber data yang berbeda.61 Dalam penelitian kualitatif, kita mengenal tiga jenis triangulasi. yaitu triangulasi sumber, triangulasi teknis, dan triangulasi temporal. Data yang diperoleh dengan cara ini diperiksa kembali dengan sumber yang sama di lain waktu atau diperiksa dengan menggunakan sumber data lain. Dalam kasus kedua, informasi yang diperoleh dari A nantinya akan diverifikasi melalui wawancara dengan sumber B atau C atau lainnya.
Triangulasi metode artinya data yang dikumpulkan dengan menggunakan suatu metode tertentu kemudian diperiksa dengan menggunakan metode lain untuk memperoleh data yang sama. Data yang dikumpulkan misalnya dengan menggunakan metode (atau teknik) wawancara, nantinya akan diperiksa dengan menggunakan metode observasi atau analisis dokumen.62. Teknik triangulasi dalam penelitian ini digunakan untuk mengamati keterlaksanaan pembelajaran bahasa reseptif anak melalui permainan berbisik berantai.
Tahap-tahap Penelitian
Tahapan yang dilakukan antara lain menyusun rencana penelitian, menyusun matriks, menyusun proposal penelitian, mendapatkan izin dan menyiapkan peralatan penelitian. Pada tahap ini peneliti terlebih dahulu membuat desain penelitian, seperti mengumpulkan permasalahan yang dapat dijadikan judul penelitian. Penelitian yang dilakukan peneliti merupakan penelitian resmi, sehingga peneliti harus menyertakan surat persetujuan yang disampaikan kepada lembaga tempat penelitian dilakukan yaitu kepada ketua RA.
Pada tahap ini peneliti memilih beberapa informan yang terdiri dari kepala sekolah, guru kelas dan siswa RA. Setelah tahap penyusunan desain penelitian hingga tahap pemilihan dan penggunaan informan, langkah selanjutnya peneliti menyiapkan beberapa peralatan yang dibutuhkan saat itu. Pada tahap ini peneliti mulai terjun ke lapangan dan mulai mengamati secara serius peristiwa-peristiwa yang terjadi di lapangan serta mengumpulkan data-data tertentu tadi.
PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS
Penyajian Data dan Analisis
Bahasa reseptif melalui permainan berbisik berantai pada anak kelompok A RA Riyadlul Qori’in Jember Tahun Pelajaran. Sejalan dengan fokus penelitian awal, maka data yang diperoleh dari lapangan akan disajikan sebagai berikut: .. langkah-langkah pelaksanaan pengajaran bahasa reseptif melalui permainan berbisik berantai pada anak kelompok A di RA Riyadlul Qori'in Jember periode 2021/2021. Tahun ajaran 2022. Berdasarkan hasil penelitian di RA Riyadlul Qori’in, langkah-langkah yang dilakukan dalam melaksanakan pendidikan bahasa reseptif anak melalui permainan berbisik berantai untuk anak kelompok A antara lain: Yang pertama adalah perencanaan, perencanaan merupakan langkah awal guru dalam menciptakan kegiatan belajar yang menyenangkan.
Saat bermain bisikan berantai, kita menggunakan media pengajaran berupa gambar, misalnya gambar polisi, dokter, guru. Dari gameplay yang terlampir di atas terlihat jelas bahwa game chain berbisik ini tidak hanya sekedar dimainkan saja, namun juga dipersiapkan dengan matang. Implementasi pembelajaran bahasa reseptif melalui permainan berbisik berantai pada anak kelompok A di RA Riyadlul Qori’in Jember Tahun Pelajaran 2021/2022.
Pembahasan Temuan
Dengan demikian, berdasarkan hasil observasi wawancara dan dokumentasi, peneliti menyimpulkan bahwa guru RA Riyadlul Qori’in Ajung Jember melakukan langkah-langkah permainan berbisik berantai agar merangsang bahasa reseptif anak kelompok A secara maksimal. Analisis data yang dilakukan dapat dilihat dari penelitian ini tentang pelaksanaan pembelajaran bahasa reseptif melalui permainan berbisik berantai pada anak kelompok A di RA Riyadlul Qori'in Jember tahun ajaran 2021/2022 yaitu. Qori’in Ajung Jember memperkenalkan permainan berbisik berantai untuk meningkatkan kemampuan bahasa reseptif anak kelompok A.
Kesimpulan yang dapat diambil berdasarkan fokus penelitian, penyajian data dan analisis serta pembahasan temuan penelitian mengenai penerapan pembelajaran bahasa reseptif melalui permainan berbisik berantai pada anak kelompok A di RA Riyadlul Qori’in Jember Tahun Pelajaran 2021/2022 dapat disimpulkan sebagai berikut. Langkah-langkah pelaksanaan pembelajaran bahasa reseptif melalui permainan bisikan berantai pada anak kelompok A di RA Riyadlul Qori’in Jember tahun ajaran 2021/2022 adalah sebelum melakukan kegiatan pembelajaran, guru terlebih dahulu membuat RPP dan menyesuaikannya dengan tema, kemudian guru menyiapkan media pembelajaran berupa gambar atau benda aslinya untuk digunakan dalam permainan berbisik berantai. Kemampuan Bahasa Reseptif (Mendengarkan) melalui Permainan Bisikan Berantai pada Siswa Kelompok A TK Islam Uminda Kota Makassar.”
PENUTUP
Saran
Sebagai seorang guru, guru harus mampu berkoordinasi dan berkolaborasi dengan orang tua siswa kelompok A mengenai perkembangan bahasa reseptif anak, sehingga dapat dioptimalkan tidak hanya di sekolah, tetapi juga di rumah. Sebagai orang tua siswa kelompok A hendaknya dapat berperan aktif dalam mengembangkan bahasa reseptif anak di rumah dengan menggunakan media yang tersedia di rumah dan juga dapat menggunakan permainan berbisik berantai atau kegiatan lainnya. “Penggunaan Metode Bercerita untuk Meningkatkan Bahasa Reseptif pada Anak Usia Dini di Raudhatul Athfal Al-Fatah Kasian Serut Panti Jember Tahun Pelajaran 2018/2019”.
Menggunakan Permainan Berbisik Berantai untuk mengembangkan bahasa anak usia 5-6 tahun di Kantor Pusat Kecamatan Tunas Harapan di Tanjung Bintang, Lampung Selatan.” Nama : Inaka Satyawati, S.Pd Jabatan : Ketua RA Riyadlul Qori’in Satuan Kerja : RA Riyadlul Qori’in Memang benar ia pernah melakukan penelitian sehubungan dengan penulisan tesisnya yang berjudul “Implementasi Pembelajaran Bahasa Reseptif Melalui Permainan Berbisik Berantai Pada Anak Kelompok A di RA Riyadlul Qori’in Jember Tahun Pelajaran 17 Januari 2022 s/d 19 Februari 2022, dan juga telah membahas materi hasil penelitian bersama kami.