BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS
B. Penyajian Data dan Analisis
Setelah melakukan proses penelitian dan memperoleh data di lapangan dengan berbagai teknik pengumpulan data yang digunakan, mulai dari data yang umum hingga data yang spesifik. Selanjutnya data-data tersebut akan dianalisis secara tajam dan kritis dengan harapan dapat memperoleh data yang akurat. Secara berurutan akan disajikan data-data yang mengacu kepada fokus penelitian. Data yang akan digali adalah data tentang Penerapan Pembelajaran
72 Raudlatul Athfal Riyadlul Qoriin, “Sarana Pendukung Lembaga Raudlatul Athfal
Riyadlul Qori’in” 18 Januari 2022
Bahasa Reseptif Melalui Permainan Bisik Berantai Pada Anak Kelompok A Di RA Riyadlul Qori’in Jember Tahun Ajaran 2021/2022.
Sesuai dengan fokus penelitian di awal, maka data-data yang telah diperoleh dari lapangan akan disajikan sebagai berikut :
1. Langkah-langkah Penerapan Pembelajaran Bahasa Reseptif Melalui Permainan Bisik Berantai Pada Anak Kelompok A Di RA Riyadlul Qori’in Jember Tahun Ajaran 2021/2022.
Permainan bisik berantai merupakan salah satu permainan yang memiliki banyak manfaat, diantaranya selain melatih anak untuk menghafalkan kosa kata baru, permainan ini juga melatih bahasa reseptif atau menyimak anak agar bisa memiliki daya konsentrasi yang tinggi dan juga daya ingat yang kuat, agar selalu memperhatikan saat pembelajaran, terutama untuk kelompok A yang konsentrasinya mudah teralihkan.
Berdasarkan hasil penelitian di RA Riyadlul Qori’in Adapun langkah- langkah yang dilakukan dalam Penerapan Pembelajaran bahasa reseptif anak melalui permainan bisik berantai untuk anak kelompok A antara lain : Yang pertama adalah Perencanaan, perencanan merupakan langkah awal guru dalam menciptakan suatu kegiatan pembelajaran yang menyenangkan. Guru perlu merencanakan terlebih dahulu kegiatan pembelajaran yang akan diajarkan ke pada anak, agar sistematis dan terarah. Dalam sekolah perencanaan masuk dalam satu perangkat pembelajaran yang wajib ada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung, dalam pendidikan perencanaan bisa disebut RPP atau RPPH yakni kepanjangan dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian. Itulah
mengapa RPPH ini sangat penting dalam kegiatan belajar mengajar. Hal tersebut sejalan dengan hasil wawancara kepala sekolah yaitu Bu Inaka Satyawati, S.Pd,, beliau mengatakan bahwa :
“Hal yang pertama dilakukan dalam bermain bisik berantai, yang pasti kami membuat RPPH terlebih dahulu karena RPPH merupakan elemen terpenting dalam kegiatan belajar mengajar, tanpa adanya RPPH kegiatan belajar mengajar tidak akan terkondisikan dengan baik, dalam RPPH sendiri terdapat tema disini kita perlu menyesuaikan temanya dengan permainan bisik berantai. Selain tema ada pembuka, kegiatan inti, dan penutup.”73 Berdasarkan hasil wawancara, dapat diketahui bahwasanya menetukan tema, menyusun kegiatan pembuka, inti dan penutup adalah hal yang dilakukan pertama sebelum memulai permainan bisik berantai.
Berikut ini adanya tambahan dari hasil wawancara diatas menurut Bu Nurul Asngadah, S.Pd, selaku Wali Kelas Kelompok A yang menjelaskan runtutan kegiatan belajar yang disusun dalam RPPH :
“Pada saat pembelajaran kemaren, kami membuat RPPH terlebih dahulu dengan menyesuaikan tema pada hari sebelumnya. Dan tema sebelumnya itu pekerjaan, maka kami tetap menggunakan tema yang sama namun kegiatan intinya berbeda, khusus pada hari jum’at ini kami niatkan untuk anak-anak bermain olah fisik. Pada saat pembukaan seperti biasa kami menjelaskan tema sambil diisi bernyanyi. Lalu kemudian masuk kegiatan inti yang pertama kami ajak anak-anak senam terlebih dahulu, kedua barulah bermain bisik berantai dan yang ketiga bermain permainan fisik lainnya contohnya kayak mengambil gambar dokter dengan engkle, kalau kegiatan yang kedua ini lebih bebas kadang lari estafet pokoknya yang berbau fisik mbak, untuk kegiatan penutupnya adalah seperti biasa mengulang materi tentang pekerjaan, dan diakhiri dengan berdoa bersama.”74
73 Ibu Inaka Satyawati, diwawancarai oleh penulis, Jember,24 Januari 2022
74Ibu Nurul Asngadah, diwawancarai oleh penulis, Jember, 24 Januari 2022
Hasil wawancara diatas sudah sangat jelas menggambarkan runtutan dari isi RPPHnya yang mana kegiatan pembuka seperti biasa menjelaskan materi. sedangkan kegiatan intinya terdapat senam, bermain bisik berantai dan bermain permaainan fisik lainnya. Untuk kegiatan penutupnya menjelaskan kembali materi serta berdo’a. setelah RPPH dilanjut ke langkah berikutnya yaitu media pembelajaran sebagai pendukung permainan.
Dalam setiap pembelajaran selalu ada media yang mendukung tercapainya pembelajaran agar anak dapat memahami materi dengan mudah, baik berupa visual, audio, ataupun audio visual. Peran Guru disini harus dapat memfasilitasi anak dengan menyediakan bahan-bahan dan peralatan belajar yang diperlukan sehingga anak-anak terdorong untuk terlibat secara aktif dalam pembelajaran. Sama halnya di RA Riyadhul Qori’in meski alat permainan edukatif sangat terbatas namun guru disana membuat media sederhana untuk digunakan pada saat pembelajaran terutama pada saat bermain bisik berantai ini. Hal ini diperjelas oleh ibu Nurul Asngadah yang mengatakan bahwa:
“Saat bermain bisik berantai ini kami menggunakan media pembelajaran berupa gambar mbak, contohnya gambar polisi, dokter, guru. Jadi tergantung tema pada hari itu. Kadang kita juga bawa barangnya langsung yang seuai tema, kalau mudah dijangkau maka kami bawakan aslinya. Kalau pada saat anak bermain bisik berantai tidak ada media pembelajarannya mereka kurang semangat.
Namun jika dengan media anak-anak senang bermainnya.”75
75 IbuNurul Asngadah, diwawancarai oleh penulis, Jember, 24 Januari 2022
Gambar 4.2
Anak mengangkat gambar sesuai dengan kata yang dibisikkan guru76
Dari hasil wawancara dan dokumentasi di atas, juga berdasarkan hasil obeservasi yang sudah peneliti lakukan dilapangan, setiap kali bermain permainan bisik berantai guru selalu menyiapkan media pembelajaran sehingga menciptakan antusias anak yang luar biasa dan jika permainan bisik berantai tidak menggunakan media maka anak kurang bersemangat memainkannya. selain itu menggunakan media juga bisa memudahkan anak menghafalkan kosa kata baru atau kalimat baru yang diterimanya.77 Langkah selanjutnya setelah media pembelajaran yaitu Aturan atau cara bermainnya.
Setelah menyiapkan RPPH, dan media pendukung, tidak lupa juga untuk membuat peraturan atau cara main bisik berantainya sesuai dengan hasil observasi di RA Riyadlul Qori’in guru disana sangat berperan dalam
76 Raudlatul Atfhal Riyadlul Qori’in, “Anak mengangkat gambar sesuai dengan kata
yang dibisikan guru” 21 Januari 2022
77 Observasi di RA Riyadul Qori’in Ajung Jember, 21 Januari 2022
merencanakan permainan bisik berantai ini agar anak bisa bemain dan dapat menyerap bahasa dengan mudah, sama halnya yang di jelaskan oleh ibu Hikmahtul Laily, S.Pd selaku guru pendamping kelompok A, menjelaskan bahwa :
“kami kalau bermain permainan bisik berantai ini tidak asal-asal langsung main saja, tapi kami juga harus benar-benar mempersiapkan baik RPPHnya, media pedukung dan juga aturan- aturannya. Selain aturan kami juga mempersiapkan kata apa yang ingin dibisikan kepada anak”78
Berdasarkan hasil wawancara diatas dan juga sesuai dengan fakta dilapangan pada saat observasi, guru disana menjelaskan peraturan atau cara bermain bisik berantai pada anak-anak, aturan bermain bisik berantai sebagai berikut:
1) Guru membagi anak kelompok A menjadi 2 baris, yang dibarisan paling depan, terdapat media atau beberapa gambar yang berkaitan tentang temanya dan pada saat penelitian temanya adalah pekerjaan.
2) Cara bermainnya anak yang paling belakang akan dibisiki sebuah kata atau kalimat sederhana oleh guru, yang berhubungan dengan tema dan media atau gambar yang sudah disiapkan di depan. Temanya pada saat itu perkerjaan kata yang dibisikkan contohnya “polisi”, kemudian anak harus mengingat kata “polisi” tersebut lalu membisikannya ke anak yang ada didepanya dan begitu seterusnya (sebelum dimainkan oleh anak, guru memperagakan caranya )
78Ibu Nurul Asngadah, diwawancarai oleh penulis, Jember, 24 Januari 2022.
3) Sesampai di anak terakhir atau paling depan, anak tersebut ambil gambar yang sesuai dengan kata atau kalimat sederhana yang dibisikan sebelumnya, kata yang dibisikkan “polisi” maka harus ambil gambar polisi. kelompok yang pertama selesai akan mendapatkan skor 1 dan yang kalah 0.
4) Setelah anak mengambil gambar contohnya gambar polisi, kemudian guru menjelaskan kembali mengenai gambar polisi tersebut di depan anak-anak.
5) Setelah menjelaskan, permainan bisik berantai dimulai kembali seperti cara diatas namun anak yang ada didepan dipindah ke belakang dan yang pertama selesai akan mendapat poin lagi, permainan ini dimainkan sebanyak 3 kali.
6) Setelah itu guru memberi apresiasi berupak tepuk tangan bagi yang menang dan yang kalah bernyanyi bersama-sama di depan. Lagu yang dinyanyikan sesuai dengan tema hari itu yaitu tema pekerjaan jadi harus menyanyi lagu yang pernah diajarkan guru tentang pekerjaan.79
Dari cara bermain yang lampirkan diatas sudah menjelaskan bahwasanya permainan bisik berantai ini bukan hanya sekedar dimainkan saja namun juga di persiapkan dengan matang-matang. Selain itu setelah guru membacakan cara bermain mereka faham dan tertib dalam memainkannya.
79 Observasi di RA Riyadul Qori’in Ajung Jember. Jum’at, 21 Januari 2022
Berdasarkan hasil observasi, wawancara serta dokumntasi peneliti di lapangan di kelompok A RA Riadlul Qori’in bahwasannya sebelum melakukan kegiatan pembelajaran guru terlebih dahulu membuat RPPH dan menyesuaikan dengan tema, jika ingin memainkan permainan bisik berantai ini. selanjutnya guru menyiapkan media pembelajaran berupa gambar atau benda aslinya untuk digunakan dalam permaian bisik berantai. Selain itu guru juga menyiapkan cara bermain bisik berantai atau bisa disebut aturan dalam bermain agar anak tertib dan bisa terlaksana dengan kondusif.
2. Penerapan Pembelajaran Bahasa Reseptif Melalui Permainan Bisik Berantai Pada Anak Kelompok A Di RA Riyadlul Qori’in Jember Tahun Ajaran 2021/2022.
Bahasa reseptif (menyimak) menurut Rita Kurnia, menyimak bukan hanya mendengarkan sesuatu yang “masuk telinga kanan keluar telinga kiri” atau sebaliknya. Menyimak adalah mendengar untuk memahami apa yang dikatakan orang lain dengan proses serius yang tidak bisa dilakukan hanya dengan mengandalkan kebiasaan dan refleks.80 Jika dimaknai dari pengertian bahasa reseptif diatas, maka menyimak suatu hal yang tidak hanya sekedar mendengarkan saja namun butuh proses serius dan prosesnya tersebut setiap anak berbeda-beda.
Kemampuan anak dalam memproses suara juga dipengaruhi oleh faktor-faktor baik biologis maupun psikologis keduanya saling berkaitan jika salah satunya bermasalah maka tidak bisa memproses suara yang akan
80 Rita Kurnia, Bahasa Anak Usia Dini, (Yogyakarta : Deepublish, 2019),21
disimak dengan baik.81 Maka dari itu tenaga pendidik di RA Riyadlul Qori’in megajak anak bermain permainana bisik berantai ini selain untuk menstimulasi penerapan pembelajaran bahasa reseptif, permainan ini juga untuk menstimulasi pendengaran (biologis) serta kesabaran anak (psikologis). Untuk itu sebelum bermain penting sekali merancang strategi, bertujuan agar permainan bisa dimainkan dengan terarah dan menyenangkan, namun tetap dapat menyerap materi yang disampaikan dengan baik serta meningkatkan daya simak anak dalam belajar. Terkait pembahasan diatas Ibu Inaka Satyawati berpendapat bahwa :
“Jadi permainan bisik berantai ini bukan hanya sekedar bermain mbak, kami juga perlu cara agar permainan bukan hanya sekedar dimainkan tapi juga bisa difahami oleh anak dan bisa membantu anak lebih fokus dalam pembelajarannya. Di awal permainan kami hanya memainkan permainan ini dengan biasa saja mbak, tapi anak- anak banyak yang senang belajar sambil bermain permainan ini, maka kami belajar dari pengalaman sebelumnya dalam memainkan permainan bisik berantai ini, kami merancang strategi agar permainan ini bukan hanya sekedar dimainkan saja, tetapi anak- anak juga dapat belajar berkonsentrasi atau meningkatkan daya simaknya, belajar menghafal dengan cepat, serta melatih kesabaran dan bekerja sama dalam bermain permainan ini.”82
Menurut ibu inaka diatas dapat ditarik kesimpulannya permainan bisik berantai haruslah ada strategi yang digunakan agar anak tidak hanya bermain namun juga bisa sambil belajar dalam permainan tersebut, dari strategi yang digunakan itulah banyak aspek-aspek lainnya yang ikut terstimulus. sehingga permainan ini tidak asal dimainkan namun juga berdampak baik bagi anak itu sendiri. Strategi atau cara yang digunakan
81 Askarman Laia, Menyimak Efektf, 17
82 Ibu Inaka Satyawati, diwawancarai oleh penulis, Jember, 7 Februari 2022.
dalam permainan bisik berantai ini, di jelaskan lebih lanjut oleh ibu wali kelas kelompok A yaitu ibu Nurul Asngadah :
“untuk strategi yang kami gunakan ini menurut saya juga umum digunakan dalam permainan bisik berantai ya mbak, saya sendiri juga mencari referensi dan juga membaca di internet bagaimana cara agar bisik berantai ini bisa dimainkan sekaligus meningkatkan perkembangan anak, selain berpandu di internet, strategi ini saya rombak beberapa kali berdasarkan pengalaman saya memainkan permainannya, hingga saya menemukan startegi yang menurut saya cocok dan pas di mainkan oleh peserta didik saya. Strategi yang saya gunakan kemarin itu yang pertama saya menggunakan cara menjelaskan materi sebelum bermain, dengan cara berdiskusi mbak, diskusinya tentang tema pada hari itu, masih berkaitan dengan kata yang akan dibisikan nanti dipermainannya. Kegiatan ini sebenarnya sudah ada di RPPH mbak, masuk kegiatan pembukaan, tapi saya masukkan juga dalam strategi karena menurut saya sendiri, strategi berdiskusi sangat berkesinambungan dalam meningkatkan bahasa resptif pada saat bermain bisik berantai. startegi yang kedua saya membisikan 1 kata, jika sudah sekali main dibisikan lagi 2 kata, jika sudah dua kali main dibisikan lagi 3 kata, dan kata yang dibisikan berkaitan dengan yang di jelaskan mengenai materi diawal pembelajaran tadi. strategi ke tiga saya menggunakan bisikan maksimal 3 kali pengulangan jika lebih maka akan kami catat perkembangannya dan menjadi evaluasi kami yang harus digali lebih dalam lagi.”83
Dari penjelasan diatas dapat digaris bawahi bahwa strategi yang digunakan untuk meningkatkan bahasa reseptif anak dalam permainan bisik berantai yaitu strategi pertama menjelaskan materi sebelum di sampaikan secara berdiskusi sesuai dengan temanya, yang kedua menggunakan konsep 1 kata, 2 kata dan 3 kata dalam meningkakatkan konsentrasi juga daya ingat anak dalam bermain bisik berantai, strategi yang ketiga menggunakan bisikan maksimal 3 kali pengulangan untuk mengukur perkembangan dan
83 Ibu Nurul Asngadah, diwawancarai oleh penulis, Jember, 7 Februari 2022
menjadi bahan evaluasi guru dalam meningkatkan perkembangan anak tersebut dari segi bahasa reseptif.84
Selain dari hasi wawancara juga didukung dokumentasi saat anak bermain bisik berantai sebagai berikut :
Gambar 4. 3
Anak membisikan 1 kata pada temannya85
Saat strategi dan langkah-langkah diterapkan secara bersama maka menjadi peluang besar untuk tercapainya tujuan pembelajaran, serta menstimulasi atau dapat meningkatkan perkembangan bahasa reseptif anak secara bertahap. Sesusai dengan hasil wawancara dari wali murid ananda Alma yaitu ibu indriya menuturkan bahwa :
“Saya selaku ibu Alma sangat senang dengan diadakannya permainan bisik berantai ini, dan secara tidak terduga anak saya ada sedikit perkembangan semenjak pemainan ini diterapkan, yang tadinya tanpa senyum sepulang sekolah setelah bermain permainan bisik berantai anak saya pulang dengan penuh gembira dan langsung saya tanya, kenapa adek kok senang ? terus katanya seneng karena habis main bisik berantai, seru buk aku suka. Terus dia cerita kejadian tadi pas main. gitu mbak. Sedangkan untuk kefokusan anaknya pada saat belajar dengan saya dirumah sudah
84 Observasi di RA Riyadul Qori’in Ajung Jember. Jum’at, 21 Januari 2022
85 Raudlatul Atfhal Riyadlul Qori’in, “Anak membisikan 1 kata pada temannya” 11
Februari 2022
ada sedikit peningkatan juga mbak kalau belajar sama saya dikit- dikit bilang capek atau main sendiri, kalau saya jelasin sekarang sudah ndak terlalu sering bilang capek atau bosen.”86
Sedangkan menurut ibu nurma selaku wali murid ananda nehan menuturkan :
“semenjak pandemi nehan suka banget main HP mbak, sampek susah dibilangin. Namun setelah sekolah mulai aktif kembali saya senang mbk, nehan mulai lebih mudah baik dipanggil atau di bilangi, meski ndak sangat berubah, Tapi setidaknya ada sedikit perubahan yang menurut saya susah untuk dirubah. Katanya juga di sekolah suka bermain bisik-bisikkan gitu, saya penasaran sama permainannya, setelah saya lihat langsung disekolah, Oooh ternyata seperti ini permainannya. Menurut saya sangat unik sekali mbak dan bisa belajar dengan bermain juga, jadi anak nggak gampang bosen.
Mungkin dari permainan ini juga kayaknya anak saya mulai semangat sekolah.”87
Setelah mengetahui hasil wawancara dengan wali murid diatas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa sebagian besar anak menyukai kegiatan bermain bisik berantai ini dan beberapa dari mereka juga sudah mulai ada peningkatan namun untuk secara umumnya, bahasa reseptif dapat berkembang meski tidak seluruhnya hasil dari bermain bisik berantai, bisa jadi dari kolaborasi beberapa kegiatan lain, namun secara tidak langsung mereka menyukai bahkan mengagap permainan ini bukan belajar tapi bermain. Mereka merasa senang belajar dengan cara baru sambil bermain, hal itu membuat mereka terkesan dan materi yang disampaikan juga menjadi mudah untuk diingat, selain itu secara tidak langsung bahasa reseptif anak juga ikut terasah.
86 Ibu Pipit, diwawancarai oleh penulis, Jember, 7 Februari 2022
87 Ibu Nurma, diwawancarai oleh penulis, Jember, 7 Februari 2022
Dari penjelasan diatas yang didasarkan oleh observasi, wawancara dan dokumentasi, dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran bahasa reseptif itu lebih kepada startegi yang digunakan pada saat bermain bisik berantai dan startegi itu sudah disiapkan guru agar dapat tercapai tujuan pembelajaran serta dapat menstimulasi bahasa reseptif secara efektif.
untuk meningkatkan bahasa reseptif anak dalam permainan bisik berantai strategi yang disiapkan ada 3 yaitu pertama menjelaskan materi sebelum di sampaikan secara berdiskusi sesuai dengan temanya, yang kedua menggunakan konsep 1 kata, 2 kata dan 3 kata dalam meningkakatkan konsentrasi juga daya ingat anak dalam bermain bisik berantai, yang ketiga menggunakan bisikan maksimal 3 kali pengulangan untuk mengukur perkembangan dan menjadi bahan evaluasi guru dalam meningkatkan perkembangan anak tersebut dari segi bahasa reseptif.
Berdasarkan hasil observasi, wawancara, dokumentasi peneliti dan data evaluasi guru dalam permainan bisik berantai diatas, dari 15 Anak siswa kelompok A yang mengikuti permainan bisik berantai, 5 anak yang cepat menangkap sehingga mereka mendapat nilai A yang artinya adalah Berkembang Sangat Baik (BSB), ada 6 anak yang diulang 1 sampai 2 kali baru faham sehingga mereka mendapat nilai B yang artinya adalah Berkembang Sesuai Harapan (BSH), dan 3 anak yang harus diulang berkali-kali atau bahkan harus perlahan-lahan agar mudah dimengerti sehingga mereka mendapat nilai C yang artinya adalah Masih Berkembang (MB).
Tabel 4.5
Hasil temuan dari observasi, wawancara dan dokumentasi
No Fokus Penelitian Hasil Temuan
1. Langkah-langkah
Penerapan Pembelajaran Bahasa Reseptif Melalui Permainan Bisik Berantai Pada Anak Kelompok A Di RA Riyadlul Qori’in Jember Tahun Ajaran 2021/2022.
1. Menyiapkan RPPH
2. Menyiapkan media pembelajaran 3. Menyiapkan cara bermain atau
aturan bermainnya
2. Penerapan Pembelajaran Bahasa Reseptif Melalui Permainan Bisik Berantai Pada Anak Kelompok A Di RA Riyadlul Qori’in Jember Tahun Ajaran 2021/2022
1. Sebelum bermain bisik berantai, guru perlu menjelaskan materi seperti biasanya.
2. Guru menyiapkan kata untuk dibisikkan dari 1 kata, 2 kata sampai 3 kata
3. Guru memberi batasan maksimal dalam membisikkan kata pada teman yakni 1- 3 kali bisikkan jika lebih maka menjadi bahan evaluasi bagi guru