• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS

C. Pembahasan Temuan

dimana akad tersebut berisi pengupahan diberikan setelah pekerjaan selesai. akan tetapi setelah pengupahan tiba dengan waktunya, upah tersebut tidak diberikan kepada pekerja, diDalam penundaan pembayaran upah para pekerja tidak hanya dilakukan dalam jangka waktu yang singkat, melainkan dilakukan selama berbulan-bulan. para pekerja selalu giat mengingatkan pengusaha agar segera membayar upah yang belum terbayar. Penagihan yang dilakukan oleh pekerja ini pun dilakukan secara terus-menerus setiap kali hendak menerima upah, hal ini dilakukan agar pihak pemberi kerja merasa terdesak dan dapat segera membayar upah para pekerja.

Penundaan yang dilakukan oleh pihak pemberi kerja tidaklah

membuat pekerja merasa senang, justru malah menjadi penyebab

utama lahirnya kekecewaan dan rasa benci terhadap kepada pemberi kerja

serta kian mengurangi keihklasan para pekerja atas pekerjaan yang

dilakukannya. Penundaan pembayaran upah pekerja yang dilakukan secara

terus menerus selama berbulan-bulan ini sudah layak dikatakan sebagai

wujud kedzoliman pengusaha kepada para pekerjanya. Sebab dari

pihak pengusaha terkesan menyepelekan pembayaran upah kepada

para pekerja demi kepentingan sendiri, hingga perbuatan ini

merenggut hak dan kebutuhan hidup para pekerja setiap harinya.

2. Tinjauan Hukum Ekonomi Syari’ah terhadap penundaan pemberian upah di Desa Tugusari Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember.

Pada dasarnya penundaan yang terjadi dalam pemberian upah terdapat beberapa masalah yang mana telah dijelaskan dalam rumusan masalah. Dari hasil temuan, peneliti menganalisa temuan tersebut dengan teori Hukum Ekonomi Syariah. di dalam Hukum Ekonomi Syariah dijelaskan bahwa upah-mengupah dikenal dengan sebutan Akad Ijarah, Ijarah berasal dari kata Al-ajru yang artinya menurut bahasa adalah Al- iwadh yang arti dalam bahasa indonesia adalah ganti dan upah,

93

Ijarah itu sendiri merupakan pemilikan jasa dari seorang Ajir (orang yang kontrak tenaganya) oleh seorang Musta‟jir (orang yang mengontrak tenaga), serta pemilikan harta dari pihak Musta‟jir oleh seorang „Ajir.

94

Ada yang menerjemahkan ijarah sebagai jual-beli jasa (upah-mengupah), yakni mengambil manfaat tenaga kerja manusia, ada pula yang menerjemahkan sewa menyewa, yakni mengambil mamfaat dari barang.

95

a. Menurut Hanafiyah ijarah adalah

َدَقَع ُدْيِفُي ُكِلَْتَ ةَعَفْ نَم ْوُلْعَم ٍةَم َدْوُصْقَم ٍة َنِم ا ِْيَعْل ا اَتْسُمْل ِء ٍةَّرَج ْوَعِب ٍض

“Akad untuk membolehkan pemilikan manfaat yang di ketahui dan di sengaja dari suatu zat yang disewa dengan imbalan”

b. Menurut Malikiyah ijarah adalah:

93 Hendi Suhendi. Fiqh Muamalah. (Jakarta: Rajawali Pers, 2011), 114

94 Taqyuddin An Nabhani, Membangun Sistem Alternatif Islam (Surabaya:

RisalahGusti, 2009),. 83

95 Rachmat Syafei. Fiqh Muamalah. (Bandung: Pustaka Setia, 2001), 122.

ُةَيِمْسَت اَعَّ تلا َدِق ىَلَع ِةَعَفْ نَم ا َدَلْا ىِم ِضْعَ بَو ْوُقْ نَلمْا ِنلْ

“Nama bagi akad-akad untuk kemamfaatan yang bersifat manusiawi dan untuk sebagian yang dapat dipindahkan”

c. Menurut Syaikh Syihab Al-Din dan Syaikh Umairah ijarah adalah:

َدَقَع ىَلَع ٍةَعَفْ نَم ْوُلْعَم ْوُصْقَمٍةَم ٍةَد ٍةَلِباَق َذَبْلِل ِل لْاَو اَب ِةَح ْوَعِب ٍض َو اًعِض

“Akad atas manfaat yang diketahui dan disengaja untuk memberi dan membolehkan dengan imbalan yang diketahui”

d. Menurut Muhammad Al-Syarbini al-Khatib ijarah adalah

ُكْيِلَْتَ ٍةَعَفَ نَم ٍض ُرُشِب ْه ٍط

“Pemilikan mamfaat dengan adanya imbalan dan syarat-syarat”

Hukum Islam juga mengatur sejumlah persyaratan yang berkaitan dengan ujrah (upah ) sebagaimana : upah harus berupa mal mutaqawwim dan upah berdasarkan sabda Rasulullah yang artinya ”Barang siapa memperkerjakan buruh hendaklah menjelaskan upahnya”.

Memperkerjakan orang dengan upah makan, merupakan contoh upah yang tidak jelas karena mengandung unsur jahalah (ketidakjelasan ). Jika ijarah itu suatu pekerjaan, maka kewajiban pembayaran upahnya pada waktu berakhirnya pekerjaan, karena upah merupakan hak seorang pekerja apabila ia telah menyelesaikan pekerjaannya dengan baik, dan Islam menegaskan tentang waktu pembayaran upah agar sangat diperhatikan.

Keterlambatan pembayaran upah dikategorikan sebagai perbuatan

dhalim dan orang yang tidak membayar upah kepada para pekerjanya

termasuk orang yang dimusuhi Allah SWT dan Rasulullah SAW pada hari kiamat, karena dalam hal ini Islam sangat menghargai waktu dan tenaga seorang petani dan buruh tani.

ْبَ ق ُهَرْجَأ َيرِجَْلْا اْوُطْعَأ ْمَّلَسَو ِوْيَلَع ُوّللا ىَلَص ِوّللا ُلْوُسَر َلاَق َلاَق َرَمُع ِنْب ِوّللا ِدْبَع ْنَع

َل ُوَقَرَع َّفَِيَ ْنَا

Artinya: Dari Ibnu Umar RA. Ia berkata "Rasullah Saw.

Bersabda:”Berilah kepada pekerja upahnya sebelum keringatnya kering” ( HR.Ibnu Majah).

96

Hadits di atas menjelaskan tentang perintah disegerakannya pemberian upah kepada setiap pekerja.

97

Oleh karena itu, memang sepantasnya para pengusaha dalam mempekerjakan orang lain dalam menjalankan usahanya perlu untuk menyegerakan pemberian upahnya agar Akad yang dilakukan benar-benar diridloi oleh Allah Taala.

Penundaan pembayaran upah buruh tani yang terjadi di Desa Tugusari Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember apabila dicermati dari masalah atau penyebab yang melatar belakangi dan upaya yang telah dilakukan agar supaya upah dapat dibayarkan pada waktunya.

penundaan pembayaran upah buruh tani di Desa Tugusari Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember menurut Hukum Ekonomi Syariah Tidak dibolehkan dalam menunda pembayaran upah karena dalam penundaan upah di Desa Tugusari sifatnya tidak sementara akan tetapi bersifat lama dalam menunda upah. Dan didalam hal itu termasuk

96 Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah, Dalam Ensiklopedia Hadits4 Sunan Ibnu Majah,ed.

Muhammad Ghazali, et. Al (Jakarta: Almahira, 2013),. 441

kezholiman, karena buruh tani mempunyai tanggungan hidup untuk kluarganya.

97 Sedarmayanti, Manajemen Sumber Daya Manusia,.19

BAB V PENUTUP A. Simpulan

Berdasarkan hasil uraian diatas adapat disimpulkan hal sebagai berikut:

1. Bahwa terjadinya keterlambatan atau penundaan dalam mengupah di Desa Tugusari karena uang yang untuk diberikan kepada pekerja masih belum ada dengan alasan barang tersebut belum terjual oleh seorang pemberi kerja, maka dari hal itu disebabkan terlambatnya dalam pengupahan dan penundaan, pengupahan di Desa Tugusari memang sering dilakukan oleh seorang pemberi kerja kepada para pekerjanya, dimana hal itu dilakukan dengan jangka waktu yang lama dan bahkan dibutuhkan kesabaran dan kegigihan untuk meminta langsung kepada pemberi kerja secara ber ulang- ulang oleh pekerja, demi mendapatkan hak pekerja berupa upah yang selalu ditunda.

2. Bahwa jika dilihat dari pandangan Hukum Ekonomi Islam terhadap

penundaan pembayaran upah di Desa Tugusari adalah merupakan perkara

yang tidak diperkenankan karena bertentangan dengan Hukum Islam,

yakni bertentangan dengan akad yang telah disepakti antara kedua belah

pihak. Selain itu, terdapat pula unsur kedzaliman didalamnya, yakni

adanya penundaan yang terjadi selama berhari-hari bahkan berbulan-bulan

sehingga memaksa para pekerja untuk selalu melakukan penagihan demi

mendapatkan haknya. Dan terkait sistem pengupahannya sudah sesuai

sesuai dengan Hukum Islam.

B. Saran-Saran

1. Peneliti menyarankan untuk masyarakat Desa Tugusari Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember untuk sesuai dengan kesepakatan diawal sebelum melakukan pekerjaan, Agar didalam pengupahan tidak lagi terjadi tentang pemunduran dalam mengupah.

2. Didalam pengupahan ketika melakukan sebuah akad antara pekerja dan

pemberi kerja sebaiknya berjanji bahwa upah akan diberikan dengan

waktu yang disepakati agar supaya dalam pemberian upah sesuai dengan

kesepakatan baik jumlah nominal maupun waktunya.

DAFTAR PUSTAKA Buku dan Artikel

Abdillah Abu Muhammad bin Ismail al-Bukhori, Shohih Bukhori 2, Dalam Ensiklopedia 2Shahih Bukhori 2, ed. Subhan Abdullah, et. Al.

Jakarta: Almahira, 2012.

Abdul Abdullah Hasain, Ekonomi Pslam : Prinsp, Dasar dan Tujuan.

Yogyakarta: magistra insania press,2004.

Aditsu Edytus, Hak Karyawan Atas Gaji dan Pedoman Menghitung :Gail Pokok , Uang Lembur, Gail Sundulan, Insentif-Bonus-THR, pajak Atas Gall, Iuran Pensiun-Pesangon, Iuran Jamsostek/Dana Sehat. Jakarta Praninta Offset 2008.

Afzalur Rahman, Doktrin Ekonomi Islam Jilid 2. Yogyakarta: Dana Bhakti Wakaf, 2007.

An Nabhani Taqyuddin ,Membangun Sistem Alternatif Islam. Surabaya:

Risalah Gusti, 2009.

Anto Hendrie, Pengantar Ekonomika Mikro Islami. Yogyakarta: Ekonosia, 2013.

Ar-Rahman Abd Al-Jaziri, Kitab Al-fiqh‟ala Mazahb Al-arba‟ah.

(Mesir.Maktabah Tijariyah Kubra, tt,), III: 96

Bin Abdullah muhammad Ath-Thayyar Ensiklopedi, Fiqh Muamalah Dalam Pandangan 4 Mazhab.311

Departemen Agama, Al-Qur‟an Dan Terjemahannya, Bandung: CV. Penerbit J-Art, 2005.

Departemen Agama Republic Indonesia, QS Al-Qashas ayat 23.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Jakarta: Balai Pustaka, 1999.

Djuwaini Diyauddin, Pengantar Fiqih Muamalah. Yogyakarta : Pustaka Belajar, 2010.

DSN-MUI Nomor 09/DSN-MUI/IV/2000.

Efendi Jonaidi, Johny Ibrahim, Metode Penelitian Hukum Normatif dan Empiris.

Jakarta: Kencana, 2020.

Ernawati Waridah, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta Selatan: Imprint

Kawan Pustaka, 1991.

Hadi Abd, Dasar Dasar Hukum Ekonomi Islam,. 197-198.

Halim, Sistem Pengupahan, (1985: 84-87)

Harir Muzzaki M, Sumanto Ahmad, “Tinjauan Hukum Islam Terhadap Upah Pembajak Sawah di Desa Klesem Pacitan”. Jurnal Al-Adalah, Vol. 14 No.2, 2017.

Hendi Suhendi, Fiqih Muamalah, …., h. 119

Herviani Vina dan Angky Febriansyah, “Tinjauan Atas Proses Penyusunan Laporan Keuangan Pada Young Enterpreneur Academy Indonesia Bandung”, Jurnal Riset Akuntansi 8, No.2, Oktober 2016.

Ibrahim Ahmad Abu Sinn, Manajemen Syariah Sebuah Kajian Historis Dan Kontemporer. Jakarta :PT Rajagrafindo Persada, 2006.

Ilham Ahmad Sholihin, Ekonomi Syariah. Jakarta: Gramedia, 2013.

Ja‟far Khumedo, Hukum Perdata Islam Indnesia. (Banarlampung : IAIN Raden Intan Lampung), h .23

Kampus Widya Sasana, http://librarystftws.org/perpus, 2019

Ketasapoetra.G., Hukum Perburuhan di Indonesia Berlandaskan Pancasila, Sinar Grafika, Jakarta, 1986.

Lailatul Siti Khasanah, Tinjauan Ekonomi Islam dalam Keberadilan Sistem Pengupahan Buruh Tani Jeruk di Desa Sidomulyo Kecamatan Semboro Kabupaten Jember, Jember: IAIN Jember, 2018.

Majah Ibnu, Sunan Ibnu Majah, Dalam Ensiklopedia Hadits4 Sunan Ibnu Majah, ed. Muhammad Ghazali, et. Al. Jakarta: Almahira, 2013.

Mardani, Fiqh Ekonomi Syariah. Jakarta: Kencana, 2012.

Moelong Lexy J, Metode Penelitian Kualitatif , Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2010.

Mohammad Anwar, Fiqih Islam: Munakahat, Muamalah, Fara‟id dan Jinayat, Bandung: Al-Ma‟arif, 2014.

Mulyana Deddy, Metodologi Penelitian Kualitatif . Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2013.

Mustofa Imam, Fiqih Muamalah Konteporer. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada,

2016.

Nurhadiansyah Engga, Sistem Pengupahan Buruh Aneka Camilan UD. Mentari Jaya Putra di Desa Patemon Kecamatan Tanggul Kabupaten Jember dalam Perspektif Ekonomi Islam. Jember: IAIN Jember, 2017.

Nurhanik Siti, Sistem Pengupahan Buruh Tani di Desa Selop Amioro Kecamatan Imogiri Kabupaten Bantul Ditinjau dari Hukum Islam. Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga, 2008.

Pasal 28 ayat (1) Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah Pasal 5 UU No.13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan

PB Triton, Manajemen Sumberdaya Manusia : Persepektif Partneship dan Kolektivitas. Yogyakarta: tugu publiser, 2007.

Puji Indah Hartati, Buku Praktis Mengembangkan SDM, h 249

Qardhawi Yusuf, Halal Haram dalam Islam. Solo: Era Intermedia, 2000.

Rahman Abdul ghazaly, DKK, Fiqih Muamalah. Jakarta : Prenadamedia Group, 2015.

Rahman Afzalur, Doktrin Ekonomi Jilid II. Yogyakarta : PT Dana Bhakti Waqaf 1995.

Riyadi Fuad ,“Sistem dan Strategi Pengupahan Perspektif Islam

Iqtishadia,1, Maret, 2015.

Rusfi Mohammad Rusfi, Antaradhin dalam Perspektif Perdagangan Kontemporer dan Implikasinya terhadap Pemindahan Hak Kepemilika. Yogyakarta:

Deeplubish, 2016.

Sabiq Sayyid, Fiqih Sunah 13. Bandung: PT Alma‟arif, 1987.

Sadono, Mikro Ekonomi, Teoro Pengantar, Edisi Ketiga. Jakarta : Rajawalipers, 2006.

Sahrani Sohari, Ru‟fah Abdullah, Fikih Muamala. Bogor : Ghalia Indonesia.

2011.

Saria Mila, DKK, Metodologi Penelitian, Padang. PT. Global Eksekutif Teknologi, 2022.

Sedarmayanti, Manajemen Sumber Daya Manusia,.19

Sertika Alisa, Persepektif Hukum Islam Terhadap Pembayaran Upah Buruh Tani

Setelah Panen (Studi Pada Masyarakat Desa Tanjung Anom, Kecamatan

Ambarawa Kabupaten Pringsewu), Skripsi, Lampung: UIN Raden Intan, 2017.

Soemitra Abdri, Hukum Ekonomi Syariah Dan Fiqh Muamalah Di Lembaga Keuangan Dan Bisnis Kontemporer. jakarta : Kencana, 2019.

Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D, 240.

Suhendi Hendi, Fiqih Muamalah. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2011.

sukirno Sadono, Mikro Ekonomi Pengantar Teori, Edisi III,350.

Syafe‟I Rachmat, Fiqih Muamalah, Bandung: Pustaka Setia, 2001.

Syafi‟I Muhammad Antonio, Bank Syariah Dari Teori Ke Praktik. Jakarta: Gema Insani Pers, 2001.

Syarifuddin Amir, Garis-Garis Besar Fiqih, Hlm 2018

Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2023 tentang ketenaga kerjaan yang selanjutnya disebut UUKK Pda Bab 1 pasal 1 angka 30

Universitas Islam An Nur Lampung, https://an-nur.ac.id/Persamaan-Derajat- Musawah-Dalam- Islam/ 2023

Wibowo, Manajemen Kinerja. Jakarta:Raja Grafindo Persada, 2011.

Yazid M. affandi, Fiqih Muamalah dan Implementasinya dalam Lembaga Keuangan Syari‟ah. (Yoqyakarta : Logun Pustaka). h .165

Wawancara

Agos, diwawancara oleh penulis, Desa Tugusari, 16 April 2023

Agos, diwawancara oleh penulis, Desa Tugusari, 30 Maret 2023

Ani, diwawancara oleh penulis, Desa Tugusari, 30 Maret 2023

Asis, diwawancara oleh penulis, Desa Tugusari, 26 April 2023

Haki, diwawancara oleh penulis, Desa Tugusari, 26 April 2023

Hori, diwawancara oleh penulis, Desa Tugusari, 3 Mei 2023

Iqbal, diwawancara oleh penulis, Desa Tugusari, 3 Mei 2023

Jeman, diwawancara oleh penulis, Desa Tugusari, 4 mei 2023

Mito, diwawancara oleh penulis, Desa Tugusari, 28 April 2023

Mulai, diwawancara oleh penulis, Desa Tugusari, 16 April 2023

Nadin, di wawancara oleh penulis, Desa Tugusari, 25 April 2023

Nimo, diwawancara oleh penulis, Desa Tugusari, 28 April 2023

Pardi, diwawancara oleh penulis, Desa Tugusari, 1 April 2023

Santoso, diwawancara oleh penulis, Desa Tugusari, 27 Mei 2023

Sul , diwawancara oleh penulis, Desa Tugusari, 1 April 2023

Sutrisno, diwawancara oleh penulis, Desa Tugusari, 30 Maret 2023

MATRIT PENELITIAN

JUDUL FARIABEL SUBFARIABEL INDIKATOR SUMBER DATA METODE

PENELITIAN

RUMUSAN MASALAH Pengupahan

Buruh Tani Sebaia Pekerja Harian Lepas Dalam Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah di Desa Tugusari Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember.

Pengupahan Buruh

Pengupahan Buruh Tani Sebagai Pekerja Harian Lepas dalam Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah

a. Pengertian Ijarah.

b. Dasar Hukum Ijarah.

c. Rukun dan Syarat Ijarah.

d. Bentuk Ujrah.

e. Waktu Ujrah.

f. Pengertian Pengupahan.

g. Dasar

HukumUpah.

h. Unsur-Unsur Upah.

i. Bentuk Upah.

j. Waktu Upah.

k. Adil.

l. Sukarela/Taradh in.

m. Persamaan/Musa wa.

1. Promer.

a. Sekdes Desa.

b. Ustad/Kiai.

c. Buruh Tani.

2. Sekunder.

a. Buku.

b. Internet.

c. Jurnal.

d. Artikel.

1. Jenis penelitian kualitatif.

2. Teknik

pengumpulan data dengan observasi dan wawancara.

3. Analisis data jenis deksriptif kualitatif.

4. Keabsahan data dengan trigulasi data.

1 Mengapa terjadi penundaan pemberian upah di Desa Tugusari Kecamatan Bangsalsari

Kabupaten Jember?

2 Bagaimana? tinjauan

Hukum Ekonomi

Syari‟ah terhadap

penundaan pemberian

upah di Desa

Tugusari Kecamatan

Bangsalsari Kbupaten

Jember

PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : Dewi Triwulandari NIM : S20192042

Prodi : Hukum Ekonomi Syariah Fakultas : Syariah

menyatakan dengan sebenarnya bahwa skripsi yang saya tulis ini benar- benar merupakan hasil karya sendiri, bukan merupakan pengambilan tulisan atau pikiran orang lain yang saya akui sebagai tulisan atau pikiran saya sendiri. Jika di kemudian hari terbukti ia merupakan duplikat, tiruan, plagiat, atau dibuat oleh orang lain secara keseluruhan atau sebagian besar, maka skripsi dan gelar yang diperoleh batal demi Hukum.

Jember 8 Juli 2023

Yang Membuat Pernyataan

Dewi Triwulandari

PEDOMAN PENGUMPULAN DATA A.Pedoman Observasi

1. Gambaran letak Desa Tugusari Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember 2. Kegiatan sehari-hari buruh tani harian lepas di Desa Tugusari Kecamatan

Bangsalsari Kabupaten Jember B.Pedoman Wawancara

1. Bagaimana sistem dalam pengupahan di Desa Tugusari ini?

2. Berapakah upah yang didapatkan dalam sehari?

3. Apakah upah yang diberikan sudah sesuai dengan kesepakatan sebelum bekerja?

4. Apakah upah yang diberikan sudah sesui dengan Hukum Ekonomi Syaraih?

5. Apakah disini ada hambatan dalam pengupahan?

6. Apa faktor terhambatnya upah disini?

7. Apakah pemberi kerja dalam pemberiah upah sudah tepat waktu dengan yang disepakati?

C.Pedoman Dokumentasi

1. Data buruh tani dan penduduk Desa Tugusari Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember

2. Foto kegiatan saat wawancara dengan buruh tani

LAMPIRAN DOKUMENTASI HASIL PENELITIAN

1. Dokumentasi hasil wawancara dengan Bapak Santoso selaku sekdes di Desa Tugusari kecamatan bangsalsari kabuaten jember.

2. Wawancara dengan Bapak Mito

3.Wawancara dengan Bapak Nimo 4.Wawancara dengan Ibuk Ani

5.Wawancara dengan Bapak Haqi 6. Wawancara dengan Ibuk Asis

7. Wawancara dengan Bapak Nadin

8. Wawancara dengan Bapak Sul

9. Wawancara dengan bapak pardi dan Bapak Agos

10. Wawancara dengan Ibuk Agos

Dokumen terkait