• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS

B. Penyajian Data dan Analisis

Dalam pengungkapan hasil penelitian lapangan, peneliti menyesuaikan

dengan rumusan masalah dan analisis data yang relevan. Adapun teknik dalam

mengumpulkan data yang sebelumnya peneliti tetapkan di bab III yakni teknik

dokumentasi, obervasi dan wawancara, yang dilaksanakan dengan sistematis

serta catatan sebagai pendukung atas keabsahan data. Menurut buku ilmiah

Universitas Islam Negeri Kiai Haji Acmad Siddiq Jember, hal ini harus

dijelaskan secara berurutan atau terperinci dalam data hasil penelitian yang berpacu pada fokus masalah:

1. penundaan pemberian upah di Desa Tugusari Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember

Ketika di fahami mengenai pengupahan buruh tani sebagai pekerja harian lepas di Desa Tugusari, ternyata di Desa Tugusari dominan yang bekerja seperti buruh tani harian lepas, di Desa Tugusari ada dua gaya dalam pengupahan dan yang digunakan adalah pengupahan harian dan borongan upah tersebut dibayarkan setelah pekerjaan tersebut selesai.

Dalam hal pengupahan, sesuai dengan pernyataan yang dibuat oleh Bapak Sutrisno selaku majikan atau pengusaha pertanian di Desa Tugusari, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember pada tanggal 30 Maret 2023, menyatakan bahwa:

Didalam melakukan sebuah pengupahan saya melihat dari sistem, dan sistem yang digunakan disini, menggunakan harian dan borongan ketika pekerja melakukan sebuah pekerjaan dengan sistem harian maka yang saya bayarkan ketika pekerjaan itu selesai dan cara mengihitungnya dengan harian dan pengupahan tersebut juga ada yang memberi makan dan juga tidak ada yang diberi makanan, jika parah buruh diberi makan maka upah dalam sehariannya 60.000, jika tidak diberikan makan upah yang diberikan sebesar 65.000 bedalagi dengan sistem borongan, sistem borongan dalam pemberian upah dengan menghitung seberapa pendapatannya, dan di dalam pengupahan terkadang ada kendala yaitu tentang pemunduran waktu pengupahan, dikarenakan ada beberapa kendala dalam hal tersebut.

79

Dari hasil wawancara di atas bisa diketahui bahwa sistem dalam pengupahan ada dua sistem, harian dan borongan dan di dalam sistem

79 Strisno, diwawancara oleh penulis, Desa Tugusari, 30 Maret 2023

harian bapak Sutrisno menjelaskan bahwa pengupahannya diberikan setelah pekerjaan itu selesai dan cara penghitungannya yaitu dengan menghitung harian, dan jika pengupahannya menghitung dengan sistem borongan maka upah yang diberikan sesuai dengan yang di dapatkannya dan bapak Sutrisno juga menjelaskan bahwa upah jika diberikan makan maka upah tersebut sebesar 60.000 jika tidak diberikan makan maka upah tersebut sebesar 65.000. dan bapak Sutrisno mengatakan bahwa terkadang ada kendala dalam pengupahan.

Pernyataan ibu ani selaku pekerja yang berada di Desa Tugusari, pada tanggal 30 Maret 2023 menyatakan bahwa:

Pengupahan di sini ada dua macam dok, ada harian dan juga ada borongan dan didalam pengupan disini pengupan disini jika dihitung dengan harian maka upah yang dibayarkan sebesar 60.000 itupun diberi makan dok, jika tidak diberi makan, upah tersebuh sebesar 65.000 dan untuk pemberian diberikan setelah pekerjaan selesai, didalam pengupan cukup adil tidak ada perbedaan akan tetapi ada kendala dalam mengupah yaitu tidak sesuai dengan perjanjian di awal sebelum bekerja.

80

Hasil wawancara di atas dengan ibu ani, dapat disimpulkan bahwa pengupahan di Desa Tugusari tidak ada perbedaan antara perempuan dan laki laki, dan dalam pengupahnnya ada dua sistem harian dan borongan, didalam pengupahannya terkadang ada kendala yaitu tidak sesuai dengan perjanjian diawal sebelum bekerja yaitu dengan pemunduran waktu pengupahan.

Dalam proses rekrutmen, sesuai pernyataan dari bapak Agos 30

Maret selaku buruh tani di desa tugusari, yakni sebagai berikut:

didalam pengupahan yang digunakan oleh pengusaha padi yaitu dengan sistem harian dan borongan. Borongan itu tergantung jumlah yang dihasilkannya, jadi dalam pendapatan sistem borongan tidaklah sama, dan jika memakai sistem harian maka akan di upah sebesar 65.000 perhari Dan disitu pula tampa ada kirimiman seperti nasi, rokok dan air minum. jika mendapatkan kiriman dari pemberi kerja maka gaji tersebut seber 60.000 dan upah tersebut akan dibayarkan ketika pekerjaan tersebut selesai.

81

Dari hasil wawancara dengan bapak agos bahwa pengupahan buruh tani di Desa Tugusari Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember menggunakan sistem harian atau borongan didalam sistem borongan tersebut hitungannya tergantung dari segi pendapatan dan didalam pengupahan borongan sangatlah berbeda ketika dalam pengupahan.

sedangkan buruh tani harian pengupahannya dihitung secara perhari jadi dalam satu hari seorang buruh diupah sebesar 60.000 perhari tampa dikirim seperti nasi, rokok, dan air minum akan tetapi jika tidak dikirim maka upah yang dihasilkan oleh seorang buruh dalam satu hari naik sebesar 5000 jadi total gaji tersebut yaitu sebesar 65000 per hari.

Selanjutnya pernyataan pengupahan di Desa Tugusari Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember oleh bapak Pardi selaku buruh tani padi harian pada tanggal 01 April 2023.

pengupahan disini ada dua, borongan dan harian. Harian itu dihitung sistem harian. jadi jika mendapatkan sebuah kiriman seperti nasi, kopi, dan rokok maka gaji tersebut sebesar 60.000 akan tetapi jika tidak medapatkan sebuah kiriman maka gaji tersebut sebesar 65000 perhari, dan terkadang ada kendala dalam waktu pengupahan dengan alasan upah masih dipakai oleh pemberi kerja, terkadang saya libur mbak tidak bekerja jadi ketika libur

80 Ani, diwawancara oleh penulis, Desa Tugusari, 30 Maret 2023

81 Agos, diwawancara oleh penulis, Desa Tugusari, 30 Maret 2023

maka saya melakukan pekerjaan yang lain bak seperti mengurai sawah dan memanen cabe di lahan karena buat makan saja dalam perhari tidaklah cukup jika tidak ada sampingan mbak.

82

Hasil wawancara dari bapak Pardi menyatakan bahwa pengupahan buruh tani didesa tugusari kecamatan bangsalsari kabupaten jember ada dua yang pertama borongan dan yang kedua harian. Dimana buruh harian itu diupah sebesar 60.000 dengan tampa diberikan makan, akan tetapi jika tidak dikirim maka gaji tersebut sebesar 65000 perhari, didalam pemberian kerja ada kendala dalam pengupahannya, dan dalam pemberian upah upah di berikan setelah pekerjaan tersebut selesai.

Selanjutkan pernyataan dari bapak Sul pada tanggal 1 April 2023 menyatakan bahwa:

saya disini sebagai pekerja borongan mbak, disini saya ketika melakukan pemanenenan jadi dihitung dengan hasil pendapatan kemampuan dan disitu upah atau gajinya dilakukan dengan sistem memberikan apa yang kita kerjakan bukan uang jadi upah dalam borongan itu tergantung hasil yang didapatkan mbak dan disini saya ketika Berangkat kerja tidaklah menentu mbak kadang jam 5 kadang jam 6 pagi.

83

Dari kesimpulan yang didapat dari wawancara di atas terkait pengupahan buruh tani harian di Desa Tugusari, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, dapat disimpulkan bahwa menggunakan sistem harian dan borongan, dimana proses pembayaran upah yaitu berbeda beda jika melakukan dengan sistem borongan maka gaji tersebut diupah sesuai pendapatan hasil yang diperoleh akan tetapi jika melakukan sistem harian

82 Pardi, diwawancara oleh penulis, Desa Tugusari, 1 April 2023

83 Sul , diwawancara oleh penulis, Desa Tugusari, 1 April 2023

maka seorang buruh tani mendapatkan gaji atau sebuah upah yang berbentuk uang jadi jika mela kukan pengaritan atau pemanenan harian jadi dalam satu hari gaji tersebut sebesar 65000 dengan tampa dikirim akan tetapi jika dikirim maka gaji tersebut sebesar 60.000 perhari. dan jika melakukan sistem borongan maka dihitung dengan sesuai pendapatan yang diperoleh seorang buruh tani, jam dalam pemberangkatan kesawah tidaklah menentu kadang berangkat jam 5 pagi kadang berangkat jam 6 pagi.

Selanjutnya pernyataan dari ibu Agos pada tanggal 16 April 2023 menyatakan bahwa:

Pengupahan disini itu ada dua sistem, harian dan borongan dok, dan disini saya itu kerja sebagai pekerja harian, jadi upah saya itu dalam satu hari 60.000 itupun makannya sudah ditanggung oleh majikan atau pemilik dan upahnya itu di bayar ketika pekerjaan itu selesai akan tetapi terkadang ada kendala dalam pemberian upah yaitu dengan pemunduran pengupahan, dan masalah penghitungan hari yang menghitung itu adalah pemilik sawah sendiri ndok, alham dulillah jika untuk buat makan sehari hari hasilnya barokah.

84

Berdasarkan kesempulan yang saya dapatkan dari ibuk agos bahwa ibuk agos sebagai pekerja harian, dan upah yang di terima dalam satu hari sebesar 60.000 dan upah tersebut dihitung harian akan tetapi upah yang akan di berikan kepada pekerja ketika pekerjaan itu selesai dan pekerja mengatakan bahwa dalam pengupahannya terkadang ada permasalahan dalam mengupah yaitu dengan pemunduran dalam mengupah.

Selanjutnya penjelasan dari ibu Mulai tanggal 16 April 2023

menyatakan bahwa:

Untuk pengupahan disini tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan rata-rata sama dalam pengupahannya, akan tetapi disini ada kendala dalam pemunduran waktu pengupahan, dan saya ini menjadi seorang yang bekerja dengan sistem harian maka upah yang saya dapatkan tampa diberi makan sebesar 65.000 dan ketika tidak diberi makan maka upah naik menjadi 65.000 untuk kehidupan sehari hari tidaklah cukup dok jadi saya mengambil kerja sampingan seperti memetik kopi dll.

85

Dari ringkasan yang saya dapatkan dari ibu Mulai bahwasannya upah yang diberikan pemilik lahan kepada pekerja tidak ada perbedaan antara laki laki dan perempuan dan untuk pembiayaan hidup sehari hari tidaklah cukup jadi ibu Mulai melakukan pekerjaan yang mampu menghidupkan kehidupannya yaitu kerja seperti memetik kopi.

Selanjutnya penjelasan dari bapak Nadin selaku salah satu pemilik lahan di Desa Tugusari pada tanggal 25 April 2023 menyatakan bahwa:

Saya disini salah satu pemilik lahan di Desa Tugusari dalam pemberian upah disini saya melihat dari sistem kerjanya karena pekerja saya ada yang bekerja dalam sitem harian dan juga ada yang sistem borongan jika pekerja saya bekerja dengan sistem harian maka upah yang didapatkan saya hitung dengan perhari dok akan tetapi upah tersebut saya berikan ketika pekerjaan itu selesai, jika pekerja melakukan sistem borongan maka upah tersebut saya berikan dengan dilihat hasil pendapatanya, dan didalam pengupahan saya tidak pernah membeda-bedakan masalah pengupahan ndok jadi laki laki maupun perempuan sama dalam pengupahannya.

86

Kesimpulan dari hasil wawancara dengan bapak Nadin bahwa pengupahan di Desa Tugusari didalam pengupahan tidak ada perbedaan laki-laki maupun perempuan dan bapak Nadin mengatakan bahwa di Desa Tugusari ini dalam pengupahan ada dua sistem, upah harian dan upah

84 Agos, diwawancara oleh penulis, Desa Tugusari, 16 April 2023

85 Mulai, diwawancara oleh penulis, Desa Tugusari, 16 April 2023

borongan, di mana dari dua sistem tersebut berbeda jika melakukan pekerjaan, jika dengan sistem harian maka upah yang dibayarkan dihitung dengan harian akan tetapi upah akan di berikan setelah pekerjaan itu selesai dan jika memakai sistem borongan maka upah tersebut diberikan sesuai dengan hasil kerjanya.

Selanjutnya pernyataan dari ibu Asis pada tanggal 26 April 2023 menyatakan bahwa:

didalam pengupahan di Desa Tugusari ini kecil nak untuk buat dimakan saja tidak cukup nak, karena didalama pengupahannya itu diberikan setelah pekerjaan itu selesai itupun sering terjadi permasalahan pengupahan yaitu pemunduran dalam waktu pengupahan dikarenakan banyak sekali alasan, maka dari hal itu dok, saya selain menjadi buruh tani dalam pemanenan padi saya juga menjadi buruh pemetik kopi dok.

87

Kesimpilan hasil wawancara dengan ibu Asis bahwa pengupahan di desa tugusari ini sangatlah kecil/sedikit dan didalam pengupahan di berikan setelah pekerjaan itu selesai, maka dari hal itu ibu Asis mengatakan bahwa selain bekerja di sawah orang lain ibu Asis bekerja sebagai pemetik kopi, dan didalam pengupahnnya sering terjadi kenda dengan berbanyak alasan.

Selanjutnya pernyataan dengan bapak Haki selaku pemilik lahan pada tanggal 26 April 2023 menyatakan bahwa:

Saya sebagai pemilik lahan untuk mengupah pekerja melakukan secara adil ndok karena saya sendiri tidak pernah membedakan antara pekerja laki-laki dan perempuan karena pekerjaanya pun sama dok, ketika pemanenan padi masalah angkut padi tersebut saya sendiri ndok dengan memakai sepeda jadi karyawan saya laki-

87 Asis, diwawancara oleh penulis, Desa Tugusari, 26 April 2023

aki maupun perempuan pekerjaannya itu sama tidak ada bedanya, pengupahnnya pun diratakan.

88

Berdasarkan kesimpulan yang saya dapatkan dari bapak haki bahwa pengupahan di Desa Tugusari ini diperlakukan secara adil dan didalam pekerjaanya pun tidak ada perbedaan.

2. Tinjauan Hukum Ekonomi Syari’ah terhadap penundaan pemberian upah di Desa Tugusari Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember

pengupahan buruh tani sebagai pekerja harian lepas menurut Hukum Eonomi Syariah pada saat wawancara dengan bapak Nimo selaku salah satu Kiai di Desa Tugusari pada tanggal 28 April 2023, menyatakan bahwa:

Di sini ada dua pilihan upah, yang pertama adalah upah harian dan yang kedua adalah upah borongan ndok, dan disini tentang pengupahan cukuplah adil akan tetapi tentang penetapan waktu pengupahannya itu seringkali ada yang melenceng dari perjanjian kedua pihak, dan pengupahan disini jika menggunakan sistem harian maka upah yang di dapatkan 60.000 perhari itupun jika di kirim, akan tetapi jika tidak maka upah nya tersebut 65000 ndok dan menurut saya upah tersebut sudahlah adil, jika didalam pengupahan memakai sistem borongan maka upah tersebut di berikan sebuah barang yang dikerjakan, contohnya jika kita melakukan pekerjaan borongan padi maka yang kita dapatkan adalah sebuah padi. Jadi upah yang diberikan itu setelah pekerjaan itu selesai dan sesuai pendapatan.

89

adapun hasil wawancara dengan bapak Nimo peneliti dapat menyimpulkan bahwa upah yang diberikan oleh warga Tugusari ini sudah adil meskipun terkadang ada msyarakat yang masih melenceng tentang pembayaran upah tidak tepat waktu dan di Desa Tugusari dalam

88 Haki, diwawancara oleh penulis, Desa Tugusari, 26 April 2023

89 Nimo, diwawancara oleh penulis, Desa Tugusari, 28 April 2023

pengupahannya ada dua gaya yang pertama harian dan yang kedua adalah borongan.

Selanjutnya wawancara dengan bapak mito selaku Ustad di Desa Tugusari pada tanggal 28 April 2023 menyatakan bahwa:

Upah yang diterima dalam harian 60.000 perhari akan tetapi upah diberikan setelah pekerjaan selesai ndok, dan jika mengikuti sistem borongan maka upah tersebut dibayar hasil kerjanya ndok, pengupahan disini sudah adil dan upah disini dihitung secara harian, akan tetapi upah tersebut di berikan setelah pekerjaan itu selesai dan disini juga melakukan penerangan upah sebelum bekerja akan tetapi kendala dalam pengupahan disini adalah sistemtem pengupahannya, jadi upah diberikan tidak sesuai dengan akad sebeleum bekerja.

90

Kesimpulan dari hasil wawancara dengan bapak Mito selaku ustad di Desa Tugusari, bapak Mito menyatakan bahwa di Desa Tugusari melakukan penerangan pengupahan sebelum bekerja dan didalam pengupahan di Desa Tugusari tersebut sudah berlaku adil akan tetapi ada sebuah kendala dalam mengupah yaitu dalam pemunduran waktu pengupahan.

Selanjutnya wawancara dengan bapak Hori selaku Kiai di Desa Tugusari pada tanggal 3 mei 2023, menyatakan :

Yang saya fahami didalam pengupahan disini cukup adil dok , dan kendala dalam hal ini adalah tentang waktu upah, jadi didalam pengupahan sering terjadi dalam pemunduran dalam hal mengupah dan didalam hal mengupah ditinjau dari Hukum Ekonomi upah tersebut adil dalam hal nominal dan didalam pengupahan sebuah pemberi kerja dan pekerja melakukan sebuah akad sebelum bekerja, dan upah diberikan setelah ekerjaan itu selesai dan didalam pengupahan juga ada dua sistem, harian dan borongan sistem harian di upah dengan sebesar 60.000 jika hal itu tidak diberikan

90 Mito, diwawancara oleh penulis, Desa Tugusari, 28 April 2023

sebuah kiriman atau makan, jika sebuah pekerja diberikan kiriman atau makan oleh pemberi kerja upah tersebut sebesar 65.000.

91

Hasil wawancara dengan bapak Hori dapat di simpulkan bahwa upah yang diberikan oleh warga Tugusari ini cukup adil dalam nominal akan tetapi kendala dari hal tersebut berada di waktu pengupahan dan seorang pembemberi kerja dengan pekerja sebelum melakukan sebuah pekerjaan mereka berdua melakukan sebuah akad sebelum bekerja, dan nominal upah yang diberikan sebesar 60.000 dengan tanpa diberi makan, jika didalam hal itu diberi makan maka upah tersebut sebesar 65.000.

Wawancara dengan bapak Iqbal selaku tokoh masyarakat di Desa Tugusari pada tanggal 3 mei 2023, menyatakan:

Dalam pengupahan di sisini tidak pernah ada perbedaan antara laki laki dan perempuan dan sebelum bekerja tentang pengupan di jelaskan di awal dan melakukan sebuah akad seorang pemberi kerja dan pekerja dan waktu pengupahan upah tersebut diberikan setelah pekerjaan selesai di dalam pengupahan tidaklah pernah melenceng dari perjanjian akan tetapi seorang pemberi kerja sering melenceng terkaid waktu pengupahannya maka dari hal itu sering terjadi pemunduran dalam mengupah.

92

Berdasarkan kesimpulan yang saya dapatkan dari bapak Iqbal selaku Tokoh masyarakat di Desa Tugusari, didalam pengupahnnya tidaklah ada perbedaan antara perempuan dan laki laki akan tetapi bapak Iqbal mengatakan ada kendala dalam pengupahan yaitu dengan pemunduran waktu upah dengan banyak alasan, dan dan terkait upah di Desa Tugusari diberikan setelah pekerjaan tersebut selesai.

91 Hori, diwawancara oleh penulis, Desa Tugusari, 3 Mei 2023

Dokumen terkait