• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembahasan Temuan

Dalam dokumen upaya penyuluh agama dalam meningkatkan (Halaman 112-123)

BAB IV PEMBAHASAN

C. Pembahasan Temuan

Berdasarkan paparan data yang telah disajikan dan dilakukan analisis, maka dilakukan pembahasan terhadap hasil temuan dalam bentuk interpretasi dan diskusi dengan teori-teori yang ada serta relevan dengan topik penelitian ini. Pembahasan penelitian disesuaikan dengan fokus penelitian yang terdapat dalam skripsi ini, yang bertujuan untuk mempermudah dalam pertanyaan yang ada dalam fokus penelitian. Adapun perincian pembahasan ini adalah sebagai berikut :

1. Upaya penyuluh Agama dalam meningkatkan keharmonisan keluarga di kampung sakinah Kecamatan Mayang Kabupaten Jember.

Pada teori yang digunakan peneliti, berdasarkan Keputusan Menteri Agama RI Nomor 79 tahun 1985, penyuluh agama merupakan

“pembimbing umat beragama dalam rangka pembinaan mental, moral dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan penyuluh agama Islam,

yaitu pembimbing umat Islam dalam rangka pembinaan mental, moral, dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT, serta menjabarkan segala aspek pembangunan melalui pintu dan bahasa agama”.145 Bahwasanya penyuluh Agama memiliki beberapa fungsi dalam menjalankan tugasnya sebagai penyuluh, antara lain : fungsi informatife, fungsi edukatife, fungsi konsultatife, dan fungsi advokatife.

Hal tersebut bermakna, bahwa upaya penyuluh Agama dalam meningkatkan keharmonisan keluarga berperan penting di dalam masyarakat, khususnya di lingkungan Kampung Sakinah Kecamatan Mayang Kabupaten Jember berdasarkan tugas dan fungsi yang sudah ditentukan.

Kegiatan yang dilakukan oleh penyuluh Agama Kecamatan Mayang Kabupaten Jember untuk mendukung keberhasilan dalam melaksanakan tugas dan fungsinya dilakukan dengan penyuluhan/pembinaan, yang dilakukan satu bulan sekali dengan lokasi yang saling bergantian. Untuk pemateri, merupakan dari penyuluh Agama Kecamatan Mayang, Kemenag Jember dan Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Mayang yang dilakukan dengan metode ceramah. Materi yang disampaikan menyesuaikan dengan kebutuhan anggota kelompok penyuluhan/pembinaan.

Sebagaimana dalam ranah Bimbingan Konseling Islam, upaya yang dilakukan penyuluh Agama untuk masyarakat di Kampung Sakinah

145 Ali Hamzah, “Kinerja Penyuluh Agama Non PNS Kementrian Agama”, jurnal Islamika, Vol.

18, No. 02 (Desember 2018), Hal 39.

Kecamatan Mayang Kabupaten Jember senada dengan tujuan dari ruang lingkup Bimbingan dan Konseling Islam, karena sudah memberikan kontribusi untuk masyarakat. Dari fungsi informatife, yang dilakukan penyuluh Agama melalui kegiatan formal adalah dengan memberikan informasi yang berkaitan tentang bimbingan keluarga, sosialisasi pernikahan dini, dan informasi lainnya yang bertujuan untuk meningkatkan keharmonisan keluarga. Dari fungsi edukatife, sebagaimana yang telah diungkapkan anggota binaan, dan diungkapkan oleh penyuluh Agama, bahwasannya dengan adanya fungsi edukatife dilakukan dalam kegiatan formal maupupun non formal, antara lain dengan memberikan pendidikan yang berkaitan tentang infromasi kekeluargaan, pengetahuan agama dan upaya dalam meningkatkan keharmonisan keluarga. Dari fungsi konsultatife, dilakukan dengan memberikan kesempatan untuk bertanya pada saat acara penyuluhan/pembinaan, sehingga anggota ibu-ibu bisa bertanya sesuai dengan kebutuhannya.

Selain hal tersebut juga dilakukan dengan konsultasi yang berkaitan dengan kegiatan non formal, misalnya yang dilakukan konsultasi di luar kegiatan penyuluhan/pembinaan. Sedangkan dari fungsi advokatife atau pendampingan, dilakukan dengan menjalin kerjasama dengan beberapa lembaga lainnya, antara lain dengan Yatim Mandiri dan Lazizmu dengan kegiatan pembagian biasiswa untuk anak-anak yatim di lingkungan Kampung Sakinah Kecamatan Mayang Kabupaten Jember.

Selain hal tersebut, juga dilakukan pendampingan untuk masyarakat yang belum mendapatkan surat nikah, sehingga bisa melakukan isbat nikah dan pernikahan dapat tercatat di Kantor Urusan Agama Kecamatan Mayang Kabupaten Jemberselain hal tersebut untuk kegiatan edukatife, konsultatife dan advokatife

Mengenai aspek keluarga sakinah, menurut Quraish Shihab kata sakinah berarti ketenangan, ketenangan yang dimaksud merupakan ketenangan yang dinamis, dalam setiap rumah tangga ada saat dimana terjadi gejolak, namun dapat segera teratasi dan akan tercipta sakinah.

Sakinah bukan hanya terlihat pada ketenangan lahir, akan tetapi disertai dengan kelapangan dada, kemuliaan bahasa yang halus dilahirkan oleh ketenangan batin akibat menyatunya pemahaman dan kesucian hati dan bergabungnya kejelasan pandangan dengan tekad yang kuat. Mewujudkan sakinah membutuhkan perjuangan, hati harus disiapkan dengan kesabaran dan ketakwaan.146 Dalam hal lain dikatakan, setiap keluarga memiliki tujuan agar terwujudnya kehidupan yang bahagia, sejahtera dan damai (sakinah, mawaddah, warahmah). Kehidupan rumah tangga yang bahagia, sejahtera dan damai akan melahirkan masyarakat yang rukun, damai, adil dan makmur.147

Berdasarkan hal tersebut di atas, dalam mengupayakan anggota pembinaan/ penyuluhan di kampung sakinah, menyesuaikan dengan tugas

146 Arif Rahman, Skripsi : “Implikasi Kafaah Dalam Mencapai Keluarga Sakinah (Persepsi Keluarga Sakinah Teladan Di Kota Palangkaraya)” (Palangkaraya : IAIN Palangkaraya, 2018), hal 51.

147 Ibid. Hal 34.

fungsi penyuluh didasarkan dengan dasar agama Islam, dalam hal ini sesuai dengan Qur’an surat Ar-Rum ayat 21. Jadi, menurut peneliti kegiatan yang dilakukan merupakan komponen yang penting dan sesuai dengan kegiatan yang ada di kampung sakinah Kecamatan Mayang Kabupaten Jember. Namun lebih penting lagi bagaimana upaya penyuluh dalam meningkatkan keharmonisan keluarga dapat diterima oleh anggota keluarga dan bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga tujuan yang diharapkan benar tercapai.

Berkaitan dengan upaya penyuluh dalam meningkatkan keharmonisan keluarga di kampung sakinah Kecamatan Mayang Kabupaten Jember. Yaitu penggalian data dengan menyesuaikan tema skripsi yakni Upaya Penyuluh Agama Dalam Meningkatkan Keharmonisan Keluarga Di Kampung Sakinah Kecamatan Mayang Kabupaten Jember yang didalamnya peneliti menggunakan acuan Keputusan Menteri Agama RI Nomor 79 tahun 1985, penyuluh agama merupakan “pembimbing umat beragama dalam rangka pembinaan mental, moral dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan penyuluh agama Islam, yaitu pembimbing umat Islam dalam rangka pembinaan mental, moral, dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT, serta menjabarkan segala aspek pembangunan melalui pintu dan bahasa agama” yang dikembangkan oleh Ali Hamzah, “Kinerja Penyuluh Agama Non PNS Kementerian Agama”, jurnal Islamika, Sehingga bisa dijadikan tolak ukurbagi peneliti melalui fungsi penyuluh

Agama yang sudah terlihat jelas dalam mengupayakan keharmonisan keluarga di kampung sakinah kecamatan Mayang Kabupaten Jember.

Selain itu mengacu dalam aspek-aspek keharmonisan keluarga yang dikemukakan oleh Gunarsa yang dikembangkan oleh Arif Rahman melalui skripsi dengan judul “Implikasi Kafaah Dalam Mencapai Keluarga Sakinah (Persepsi Keluarga Sakinah Teladan di Kota Palangkaraya)”.

Hasil dari upaya penyuluh Agama dalam meningkatkan keharmonisan keluarga tergantung dari masing-masing keluarga, bagi keluarga yang pekerjaannya sebagai petani atau kegiatannya bukan karir, maka keharmonisan keluarga didapatkan dengan kumpul bersama dengan keluarga setiap hari dengan fokus pada keluarga. Sedangkan bagi keluarga karir dalam dinas tertentu, dalam mencapai keharmonisan keluarga bisa dilakukan dengan meluangkan waktu dalam satu minggu sekali untuk sekedar makan bersama, sehingga ada waktu tertentu yang digunakan untuk keluarga. Hal berbeda demikian tetap memiliki satu tujuan, yaitu untuk meningkatkan keharmonisan keluarga.

2. Faktor pendukung dan penghambat yang mempengaruhi dalam meningkatkan keharmonisan keluarga di Kampung Sakinah Kecamatan Mayang Kabupaten Jember.

Adanya faktor pendukung dan faktor penghambat yang peneliti dapatkan dari hasil wawancara pada narasumber dan informan (penyuluh Agama Kecamatan Mayang Kabupaten Jember), yakni:

a. Faktor Pendukung

Keharmonisan keluarga merupakan hal yang diidamkan dalam setiap keluarga. Sebagaimana yang telah diungkapkan dalam pembahasan dan beberapa hasil temuan di lapangan, bahwasannya terdapat beberapa indikator yang mendukung terbentuknya keluarga yang harmonis. Sebagaimana aspek keharmonisan keluarga yang diungkapkan Gunarsa, antara lain kasih sayang antara keluarga, saling pengertian sesama anggota keluarga, berdialog atau berkomunikasi secara efektif, mempunyai waktu bersama dan kerjasama dalam keluarga, kesejahteraan spiritual, dan minimalisasi konflik.

Berdasarkan yang diungkapkan subyek penelitian, bahwasannya dari indikator tersebut ada beberapa hal yang mendukung dalam meningkatkan keharmonisan keluarga, sekaligus ada yang menjadi hambatan dalam meningkatkan keharmonisan keluarga. Dari ungkapan yang telah dipaparkan empat subyek, yang memiliki dukungan penuh dari aspek keharmonisan keluarga adalah terdapat tiga subyek, hal tersebut dikarenakan subyek merupakan keluarga petani, sehingga dari beberapa indikator dari aspek keluarga yang harmonis masuk dalam kategori terdukung. Sedangkan dari subyek yang terhambat dalam meningkatkan keharmonisan keluarga terdapat dari satu subyek, dikarenakan subyek dari latar belakang keluraga karir, sehingga ada beberapa indikator yang menghambat meningkatnya keharmonisan keluarga, antara lain dalam aspek tidak memiliki waktu

yang penuh untuk keluarga, berkomunikasi kurang efektif, kasih sayang antar keluarga tidak penuh. Akan tetapi, dari hal tersebut subyek memiliki pendukung untuk tetap bisa meningkatkan keharmonisan keluarga dengan cara meluangkan waktu untuk makan bersama.

Sebagaimana yang diungkapkan oleh penyuluh Agama, penyuluhan atau pembinaan yang dilakukan setiap satu bulan sekali dengan anjang sana sesuai dengan kegiatan yang telah ditentukan, antara lain dengan penyampaikan materi sesuai tema, pembacaan yasin, dan tahlil, hal itu senantiasa rutin dilakukan, sehingga diharapkan bisa menjadi pendukung untuk meningkatkan keharmonisan keluarga khususnya di Kampung Sakinah kecamatan Mayang Kabupaten Jember. Sebagiaman yang diungkapkan oleh anggota binaan, Ibu Zulfa, Ibu Siti, dan Ibu Heni, selain adanya dukungan dari keluarga, dalam internal masing-masing memiliki keinginan yang kuat untuk senantiasa berpartisipasi dalam kegiatan penyuluhan. Selain itu, dari staf KUA Mayang mewakili kepala KUA Mayang mengatakan bahwa pendukung dari upaya penyuluh dalam kegiatan kampung sakinah dalam meningkatkan keharmonisan keluarga adalah adanya pertemuan rutin anjangsana untuk seluruh penyuluh dan staf KUA.

b. Faktor Penghambat

Berdasarkan hasil penelitian yang telah penulis lakukan, dari ungkapan yang telah dipaparkan empat subyek, yang terhambat dalam meningkatkan keharmonisan keluarga terdapat dari satu subyek, dikarenakan subyek dari latar belakang keluraga karir, sehingga ada beberapa indikator yang menghambat meningkatnya keharmonisan keluarga, antara lain dalam aspek tidak memiliki waktu yang penuh untuk keluarga, berkomunikasi kurang efektif, kasih sayang antar keluarga tidak penuh. Akan tetapi, dari hal tersebut subyek memiliki pendukung untuk tetap bisa meningkatkan keharmonisan keluarga dengan cara meluangkan waktu untuk makan bersama. Selain hal tersebut, dari sisi penyuluh Agama adanya gangguan alam (hujan, padam) sehingga akan berdampak pada penyuluh yang tidak bisa hadir untuk mengisi acara. Selain itu apabila bersamaan dengan acara lain, maka beberapa anggota binaan tidak bisa menghadiri kegiatan penyuluhan.

Selain faktor di atas, ada faktor lain yang menjadi hambatan antara lain yang biasanya dialami dari masing-masing individu, yaitu kurangnya pendidikan keluarga, kurangnya perhatian dari salah satu pihak, kurang dewasa dalam menyikapi masalah hidup, dan ada anggota binaan yang tidak bisa hadir dikarenakan malas hadir, hal ini kemudian menjadi perhatian khusus sehingga kedepannya bisa

diupayakan agar anggota penyuluhan di Kampung Sakinah lebih aktif lagi.

112 BAB V KESIMPULAN A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian menegenai Upaya enyuluh Agama dalam meningkatkan keharmonisan keluarga di Kampung Sakinah Kecamatan Mayang Kabupaten Jember dapat disimpulkan sebagai berikut :

1. Berdasarkan hasil penelitian di Kampung Sakinah Kecamatan Mayang kabupaten Jember, upaya penyuluh dalam meningkatkan keharmonisan keluarga adalah dengan mengupayakan melaksanakan tugas dan fungsi penyuluh sebagaimana mestinya, antara lain ; (1) fungsi informatife dan edukatife yang dilakukan pada saat penyuluhan sekaligus pada saat pendidikan formal dan non formal berlangsung ; (2) fungsi konsultatife dilakukan dengan adanya diskusi tanya jawab pada saat penyuluhan berlangsung sehingga anggota binaan mendapatkan solusi jawaban dari pertanyaan yang diajukan, dan ; (3) fungsi advokatife berperan dalam menjalin kerjasama dengan lembaga lain seperti Yatim Mandiri, Lazizmu dan membantu anggota binaan yang belum mendapatkan surat nikah bisa dibantu untuk melakukan isbat nikah bekerja sama dengan KUA Kecamatan Mayang Kabupaten Jember

2. Faktor pendukung yang diperoleh oleh anggota binaan di Kampung Sakinah Kecamatan Mayang Kabupaten Jember sebagaimana mengacu pada indikator aspek keharmonisan keluarga, dari 4 subyek yang memiliki pendukung berdasarkan semua indikator adalah 3 subyek, antara lain

adanya kasih sayang antar anggota keluarga, saling pengertian sesama anggota keluarga, berdialog dan berkomunikasi secara efektif, mempunyai waktu bersama, dan kesejahteraan spiritual. Sedangkan dari 1 subyek memiliki hambatan dalam meningkatkan keharmonisan keluarga dalam aspek tidak memiliki waktu bersama setiap harinya, akan tetapi dalam kehidupan sehari-hari bisa direduksi dengan cara meluangkan waktu untuk menjalin kebersamaan, yang dilakukan dengan cara makan bersama. Selain hal tersebut dalam kegiatan penyuluhan/pembinaan terdapat pendukung dari masing-masing individu, antara lain adanya kemauan yang tinggi untuk menghadairi majelis ilmu yang bertujuan untuk meningkatkan keharmonisan keluarga. Sedangkan faktor penghambatnya adalah, jika dari penyuluh adalah adanya gangguan alam (hujan, padam dll), sehingga kegiatan tertunda. Dari anggota binaan adalah terbenturnya waktu kegiatan penyuluh dengan kegiatan anggota binaan, motivasi yang rendah dari anggota binaan untuk hadir juga mempengaruhi. Selain itu, ada beberapa anggota binaan yang tidak memiliki Hp sehingga apabila ada informasi yang berkaitan dengan kegiatan program Kampung Sakinah mengalami keterlambatan.

B. Saran

1. Bagi Peneliti

Peneliti berharap agar penelitian selanjutnya dapat lebih berinovasi dan lebih kreatif dalam menentukan tema yang di ambil dengan bertujuan meningkatkan minat baca oleh para pembaca serta menumbuhkan kesan

baik dalam memperoleh ilmu baru dan secara otomatis menambah wawasan untuk ke depannya.

2. Bagi Masyarakat Kampung Sakinah

Penelitian yang dilakukan di Kampung Sakinah Kecamatan Mayang Kabupaten Jember agar kedepannya bisa memberikan kesempatan untuk peneliti dalam melakukan penelitian. Sehingga bisa memberikan kontribusi untuk Kampung Sakinah.

3. Bagi Lembaga (Kampung Sakinah Kecamatan Mayang Kabupaten Jember).

Hasil dari penelitian ini untuk kedepannya dapat di jadikan masukan bagi pihak Kampung Sakinah Kecamatan Mayang Kabupaten Jember agar bisa lebih baik lagi dalam mengembangkan program-program yang sudah dilaksanakan di Kampung Sakinah, khususnya bagi keluarga yang membutuhkan pendampingan dan arahan dengan tujuan mencapai Keharmonisan Keluarga.

4. Bagi Lembaga UIN KHAS Jember

Hasil dari penelitian ini untuk kedepannya bisa dijadikan masukan bagi penelitian berikutnya, sehingga bisa memberikan kontribusi penuh untuk kegiatan penelitian dan pustaka.

DAFTAR PUSTAKA

Adminwh. 2021. Kepala Kemenag Jember Resmikan Kampung Sakinah Dan Juga Menyerahkan Bantuan Kepada Warga. diunduh 30 November 2021 https://wartahukum.net/2020/02/27/kepala-kemenag-jember-resmikan-kampung- sakinah-dan-juga-menyerahkan-bantuan-kepada-warga/.

Arina, Faulana. 2018. Konsep Keluarga Sakinah Menurut Kitab Qurrah Al-„Uyun Karangan Syaikh Muhammad At-Tihami Bin Madani. IAIN Purwokerto.

Purwokerto.

Asyhadie, Zaeni dkk. 2020. Hukum Keluarga Menurut Hukum Positif di Indonesia. Depok : PT RAJA GRAFINDO PERSADA.

Atila, Aufa. 2021. Pengertian Visi dan Misi, Syarat, Manfaat, Perbedaan dan Contoh. diunduh 30 November 2021 https://www.jojonomic.com/blog/visi-dan- misi/.

Erwinsyahbana, Tengku. 2012. Sistem Hukum Perkawinan Pada Negara Hukum Berdasarkan Pancaasila. Jurnal Ilmu Hukum, Volume 3 No.1. Medan.

Fadli, Ma’luf. 2015. Metode Penyuluh Agama Dalam Pembinaan Akhlak Narapidana Di LP Wanita Kelas II A Semarang. IAIN Walisongo. Semarang.

Hamzah, Ali. 2018. Kinerja Penyuluh Agama Non PNS Kementrian Agama.

Jurnal Islamika: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman. p-ISSN:1693-8712|e-ISSN: 2502- 7565 Vol. 18, No. 02.

Hidayat,Rahmad. 2919. Peran Penyuluh Agama Dalam Kehidupan Beragama Guna Meningkatkan Keluarga Sakinah (Studi Kasus Pada Majelis Ta‟lim Al- Muhajirin Sukarame II Bandar Lampung). Jurnal Dakwah dan Ilmu Komunikasi.

Vol. 1, No. 1. Lampung.

Ilham. 2018. Peranan Penyuluh Agama Islam Dalam Dakwah. Jurnal Alhadharah, Vol. 17 No. 33.

Inayah, Khomsiatul. 2020. Peran Penyuluh Agama Dalam Menjalankan Fungsi Profesi Untuk Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) Di Parung Bogor. Jakarta : UIN Syarif Hidayatullah.

Jamil, Abdul dkk. 2020. Peran Penyuluh Agama Islam Non-PNS Dalam Menjaga Nilai-Nilai Religiositas. Litbangdiklat Press, Jakarta.

Kementrian Agama Republik Indonesia. 2013. Al-Qur‟an dan Terjemahan, (Jakarta Timur, Pustaka Al-Mubin.

Margi, Rahayu Sestuningsih. 2017. Konseling Keluarga Dengan Pendekatan Behavioral Strategi Mewujudkan Keharmonisan Dalam Keluarga. Malang, Jawa Timur.

Novaili. 2015. Metode Dakwah Penyuluhan Agama Islam Dalam mewujudkan Keluarga Sakinah Terhadap Pasangan Calon Suami Istri Di Kantor Urusan Agama (KUA). jurnal Bimbingan konseling Islam, vol. 6, No. 2.

Rahman, Arif. 2018. Implikasi Kafaah Dalam Mencapai Keluarga Sakinah (Persepsi Keluarga Sakinah Teladan Di Kota Palangkaraya). IAIN Palangkaraya Palangkaraya.

Rea. 2020. Sidang Isbat Nikah Daring di Jember Pecahkan Rekor MURI. CNN Indonesia.

Sahara, Elfi. 2013. Harmonious Family Upaya Membangun Keluarga Harmonis.

Jakarta : Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Saragih, Fenicia Desiana. 2018. Peran Bina Keluarga Remaja (BKR) Dalam Mewujudkan Keharmonisan Keluarga Di Kelurahan Durian Payung Kecamatan Tanjumh Karang Pusat Bandar Lampung. UIN Raden Intan. Lampung.

Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung : Alfabeta.

Syamsuddin. 2017. Efektifitas Peran Penyuluh AgamaIslam Dalam Penerapan Hukum Perkawinan Islam Di Masyarakat Pedesaan. AL-RISALAH.

Tim Penyusun Subdit Bina Keluarga Sakinah, Fondasi Keluarga Sakinah. 2017.

Jakarta : Subdit Bina Keluarga Sakinah.

Tim Penyusun. 2019. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Jember : IAIN Jember, Press.

Tim Redaksi Nuansa Aulia. 2017. Kompilasi Hukum Islam (KHI). Bandung : CV.

NUANSA AULIA.

Wahyunik, Sri. 2021. Ada Ribuan Nikah dan Cerai Dini di Jember pada 2020, Penghulu Diminta Mencegah lewat Sosialisasi. Surya.co.id.

Zair, Moh. 2017. Metode Penelitian. Bogor : Ghalia Indonesia.

Zulman. 2020. Strategi, Merode, dan Tekhnik Komunikasi Penyuluh Agama Islam. Jurnal diklat keagamaan Padang, Vol. 4, No. 2. Padang.

LAMPIRAN-LAMPIRAN MATRIK PENELITIAN

Judul Variabel Sub Variabel Indikator Sumber Data Metodelogi Fokus Penelitian

Upaya Penyuluh Agama Dalam Meningkatkan Keharmonisan Keluarga Di Kampung Sakinah Kecamatan Mayang.

1. Upaya Penyuluh Agama Islam

1. Upaya Penyuluh Agama Islam

1. Penyuluhan satu bulan sekali.

2. Menerapkan fungsi penyuluh

3. Akses kerjasama dengan lazizmu, yatim mandiri.

1. Pasangan suami istri

2. Penyuluh Agama

3. Staf KUA Mayang

4. Dokumentasi 5. Kepustakaan

1. Pendekatan dan jenis penelitian Kualitatif deskriptif.

2. Metode pengumpulan data

a. Observasi b. Wawancara c. Dokumentasi 3. 3. Metode analisis

data

a. Pengumpula n data b. Reduksi

data c. Penyajian

data d. Penarikan

kesimpula

1. Bagaimana upaya penyuluh agama dalam meningkatkan keharmonisan

keluarga di kampung sakinah kecamatan Mayang?

2. Apa saja faktor yang mempengaruhi dalam meningkatkan keharmonisan

keluarga di kampung sakinah kecamatan mayang?

2. Meningkatkan Keharmonisan Keluarga

2. Aspek- aspek keharmonisa n keluarga

1. kasih sayang antara keluarga.

2. Saling pengertian sesame anggota keluarga

3. Dialog atau komunikasi efektif

4. Mempunyai waktu bersama dan kerjasama dengan keluarga 5. Kesejahteran spiritual

DOKUMENTASI PENELITIAN

Observasi kegiatan penyuluhan / pembinaan kampung sakinah yang dilakukan 1 bulan sekali di salah satu rumah anggota binaan, di rumah Ibu Mutmainnah

Gedung kampung sakinah terpampang dengan banner ringkasan kegiatan kampung sakinah

Peresmian Kampung Sakinah oleh kepala Kemenag Jember bapak Muhammad, yang dilakukan pada tanggal 27 Februari 2020

Kegiatan kampung dengan Lazizmu Jember di KUA Kecamatan Mayang yang dihadiri oleh anak-anak yatim piatu dari Kampung Sakinah

Kegiatan Yatim Mandiri Jember berbagi di Kampung Sakinah Dusun Tetelan Desa Seputih Kecamatan Mayang

Kegiatan anjangsana yang dilakukan oleh penyuluh agama, modin dan bersama dengan staf KUA Kecamatan Mayang Kabupaten Jember

Kegiatan peringatan Haflatul Imtihan dan mauled Nabi Muhammad dari kegiatan BTQ yang dilaksanakan di Kampung Sakinah

Kampung sakinah berbagi dengan masyarakat yang membutuhkan pada masa pandemi

PEDOMAN PENELITIAN A. Observasi

1. Lokasi Penelitian

2. Situasi dan Kondisi Obyek Penelitian 3. Kegiatan Pembinaan / Penyuluhan B. Wawancara

1. Wawancara kepada Penyuluh Agama KUA Kecamatan Mayang Kabupaten Jember.

a. Bagaimana indikator keluarga yang harmonis dalam melakukan pembinaan untuk anggota di kampung sakinah?

b. Bagaimana latar belakang anggota pembinaan sebelum mengikuti kegiatan di kampung sakinah ?

c. Kegiatan apa saja yang dilakukan anggota pembinaan untuk meningkatkan keharmonisan keluarga ?

d. Kiat-kiat seperti apa yang dilakukan penyuluh untuk dapat mendukung anggota pembinaan kampung sakinah dalam meningkatkan keharmonisan keluarga?

e. Apakah yang menjadi hambatan dalam melaksanakan kegiatan pembinaan di anggota kampung sakinah ?

2. Wawancara kepada subyek (anggota binaan) di Kampung Sakinah Kecamatan Mayang Kabupaten Jember.

1. Bagaimana pemahaman ibu mengenai keluarga yang harmonis ?

2. Apakah yang membedakan sebelum dan sesudah ibu ikut kegiatan pembinaan/penyuluhan di kampung sakinah?

3. Bagaimana perasaan ibu ketika mengikuti pembinaan/penyuluhan di kampung sakinah ?

4. Apa yang menjadi pendukung ibu mengikuti kegiatan pembinaan/penyuluhan di kampung sakinah?

5. Apakah ada hambatan ibu mengikuti kegiatan pembinaan/ penyuluhan di kampung sakinah ?

6. Apa harapan ibu untuk kegiatan pembinaan dan penyuluhan di kampung sakinah ?

Dalam dokumen upaya penyuluh agama dalam meningkatkan (Halaman 112-123)

Dokumen terkait