BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS
C. PembahasanTemuan
“Beliau ketika menyuruh sesuatu selalu menyontohkan terlebih dahulu,beliau ketika tidak ada acara mesti ikut terlibat dalam kerja bakti lingkungan ma’had ataupun masyarakat.
Pesan beliau yang sangat terkenal kepada santri-santrinya adalah tanamkan pada jiwamu kerja yang ikhlas dan jangan seperti seekor tikus, tikus akan takut ketika hanya ada kucing.
Ketika kami di suruh untuk kerja bakti kami selalu terlebih dahulu di beri sarapan pagi dan siangan walaupun kami kerja cuman dalam hitungan jam pasti setelah sholat zuhur ada makanan yang di antarkan.”78
Dari hasil wawancara dan observasi peneliti menemukan keadaan lingkungan ma’had yang asri, bersih, hiasan bunga-bunga disekitar mah’had tertata rapi.
Allah. Menurut Abudin Nata dalam bukunya Akhlak Tasawuf, diterangkan bahwa akhlak kepada Allah dapat diartikan sebagai sikap atau perbuatan yang seharusnya dilakukan oleh manusia sebagai makhluk tuhan yang khaliq.79
Berdasarkan hasil wawancara observasi dan dokumentasi dapat diketahui bahwa pembinaan akhlak santri kepada Allah SWT melalui kebiasaan kebiasaan-baik adalah berhubungan dengan sholat dhuha, bersyukur kepada Allah, dan kajian tafsir, kegiatan-kegiatan tersebut rutin dilakukan oleh santri Ma’had At-Taqwa hal ini dikuatkan dengan teori sebagai berikut:
a. Meneguhkan Iman dan Taqwa kepada Allah
Definisi taqwa yang paling populer adalah “memelihara dari dari siksaaan Allah dengan mengikuti segala perintahnya dan menjauhi segala laranganya”.
Bila ajaran islam dibagi menjadi Iman, Islam dan ihsan maka pada hakekatnya taqwa adalah integralisasi ketiga dimensi tersebut dalam surat Al-Baqarah ayat 177 Allah SWT, mendefinisikan al-birru dengan iman (Beriman kepada Allah, malikat-malaikat Allah, kitab-kitab, nabi-nabi, hari akhir), Islam (mendirikan sholat, menunaikan zakat,) dan Ihsan (menderma harta yang dicintainya, menepati janji dan sabar) dengan demikian dapat
79 Abuddin Nata Akhlak Tasawu (Jakarta: PT ,Raja Grafindo Persada, 2008),149
kita pahami bahwa dalam Ayat tersebut Taqwa dicirikan dengan Iman, Islam, dan ihsan sekaligus.80
Dalam hal ini kita harus menjalankan apa yang sudah menjadi kewajiban kita sebagai umat Islam. Para ulama menjadikan amal sebagai termasuk unsur dari keimanan salah satunya demnga melakukan ibadah sebagai berikut:
1) Sholat Dhuha
Dari hasil wawancara observasi dan dokumentasi selan sholat fardhu jama’ah yang harus diwajibkan untuk santri juga melakukan sholat dhuha. Dalam sebuah hadist menjelaskan:
Dari Abu Hurairah Ra. Berkata “Kekasihku (yakni Nabi Muhammad SAW) telah memberikan wasiat kepadaku untuk melaksanakan puasa sebanyak 3 hari dalam setiap bulan, juga dua rekaat sunnah dhuhadan supaya saya sholat witir sebelum tidur (mutafaqalaih).”
Dalam hadist ini menjelaskan keutamaan puasa tiga hari setiap bulan, keutamaan sholat dhuha dua rekaat serta memotivasi untuk selalu shoalt witir dan dianjurkan untuk saling mengingatkan dan berpesan untuk mengerjakan amal- amal ketaatan dan hal-hal yang positif nan bernilai guna.81 2) Selalu bersyukur kepada Allah
80 Yunahar Ilyas, Kuliah Akhlak (Yogyakarta: Pustaka Pelajar Ofset, 2004) 17.
81 Imam Nawawi syarah Riyadlus sholihin II (Yogyakarta : DarulUswah,) 147
Syukur adalah memuji si pemberi nikmat atas kebaikan yang telah dilakukanya. Syukurnya seorang hamba berkisar 3 hal yang apa bila ketiganya hal ini tidak dilakukan maka tidaklah dinamakan bersyukur yaitu mengakui nikmat dalam batin, membicarakanya secara lahir, dan menjadikanya sebagai sarana untuk taat kepada Allah.82
Dapat disimpulkan memang pernyataan diatas senada dengan hasil penemuan penelitian pembinaan Akhlak di Ma’had At-Taqwa melalui kebiasaan-kebiasaan baik yang diaplikasikan dengan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan hablum minallah.
3) Kajian Tafsir
Akhlak kepada Allah adalah akhlak yang pertama dan utama yang harus dikenalkan oleh orang tua terhadap anak- anaknya oleh kerena itu akhlak kepada Allah harus benar-benar diperhatikan baik oleh orang tua, kyai atau pendidik pada hakikatnya yang mempunyai kewajiban untuk mendidik anak adalah orang tua karena orang tua adalah pendidik pertama bagi seorang anak anak mempelajari sesuatu berasal dari orang tua sedangkan kyai atau pendidik hanyalah orang tua kedua atau bisa disebut sebagi orang tua pelengkap.
82 Yunhar Ilyas Kuliah Akhlak,50
Akhlak harus dibina, dibentuk dan dilatih dengan kesabaran dan bersngguh-sungguh agar menjadi perilaku yang sepontan muncul dalam perilaku sehari-hari. Hal itu dapat melalui metode pemberian pendidikan kepada seorang santri dengan memberi pengarahan pengtetahuan kepada seorang santri seperti kegiatan yang dikembangkan di ma’had At- Taqwa dalam membina akhlak santri kepada Allah adlah dengan diadakanya program pengkajian tafsir yang mana disitu juga membahas materi tentang akhlak kepada Allah, selain itu setelah sholat shubuh juga diadakanya kultum setiap hariny, semua itu dilakukan dalam rangka meneberi pengajarkan kepada santri untuk selalu bertaubat dan mendekatkan diri kepada Allah.
2. Upaya Pengasuh dalam Membina Akhlak kepada Sesama, Terhadap Maha santri di ma’had At-Taqwa Mangli
Pembinaan Akhlak santri kepada sesama manusia meliputi berbagai sikap atau perbuatan sikap yang berhubungan dengan sesama. Berdasarkan hasil wawancara, observasi dan dokumentasi dapat diketahui bahwa pembinaan akhlak melalui pembiasaan baik di Ma’had AT-taqwa Mangli adalah berhubungan dengan seorang santri yaitu kepatuhan terhadap seorang Guru/Ustadz dan tolong menolong.
Hal ini dikuatkan dengan teori berikut.
Ukhuwah Islamiyah adalah sebuah istilah yang menunjukan persaudaraan antara sesama muslim diseluruh dunia tanpa melihat perbedaan warna kulit, bahasa, suku bangsa dan kewearganegaraan yang mengikat persaudaraan itu adalah kesamaan keyakinan atau iaman kepada Allah SWT dan Rasulullah saw ikatan kesamaan ini jauh lebih kukuh dan abadi dibandingkan ikatan-ikatan primodial lainya, bahkan jauh lebih kuat dibandingkan dengan ikatan darah sekalipun.
a. Kepatuhan terhadap Guru/Ustadz
Menurut K.H Hasyim Asy’ari yang dikutip oleh Syamsul Kurniawan di dalam bukumya yang berjudul jejak pemikiran tokoh pendidikan islam, Akhlak yang harus dimiliki seoarang murid terhadap Guru atau Ustadz adalah sebagai, 1) Hendaknya selalu memperhatikan dan mendengarkan apa yang harus dikatakan adan dijelaskan oleh Guru atau ustadz. 2) memuliakan Guru atau Ustdaz. 3) bersabar terhadap kekerasan Guru atau Ustadz. 4) Berbicara dengan sopan dan lemah lembut. 5) Dengarkan segala fatwanya. 6) Jangan sekali-kali menyela ketika Guru atau Ustadz sedang menjelaskan.
b. Tolong Menolong
Menurut Muhammad Mustari dalam bukunya Nilai Karakter Refleksi. Untuk pendidikan bahwa dalam hidup ini setiap orang pasti memerlukan pertolongan orang lain. Ada kalanya
ketika sengsara dalam hidup, penderitaan batin atau kegelisahan jiwa dan ada kalanya karena sedih karena musibah.
Dapat disimpulkan bahwa, menjalin Ukhuwah Islamiyah atau persaudaraan sesama muslim merupakan kewajiban setiap orang hal ini ditunjukkan firman Allah SWT dalam Q.S Hujarat ayat 49:10.
َنوَُحَْرُ ت ْمُكَّلَعَل َهَّللٱ اوُقَّ تٱ َو ْمُكْيَوَخَأ َْيَْ ب اوُحِلْصَأَف ٌةَوْخِإ َنوُنِمْؤُمْلٱ اََّنَِّإ
Artinya: “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itulah damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwa kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.”83
Maka dari itu dengan pedoman firman Allah SWT seluruh komponen harus selalu menerapkan bagaimana cara menjalin hubungan baik antar sesama.
3. Upaya Pengasuh dalam Membina Akhlak Maha Santri kepada Lingkungan, Terhadap Maha santri di ma’had At-Taqwa Mangli
Lingkungan adalah segala hal yang ada disekitar kita baik binatang tumbuh-tumbuhan maupun benda-banda tak bernyawa dan segala sesuatunya wajib kita jaga karena mengantarkan manusia bertanggung jawab sehingga ia tidak melakukan perusakan, bahkan demgan kata lain setiap perusakan terhadap lingkungan harus dinilai pada diri manusia sendiri.
83 Al-Qur’an dan terjemah, Jabal , Bandung : 2010
Berdasarkan hasil observasi wawancara dan dokumentasi upaya pembinaa akhlak kepada lingkungan terhadap maha santri di ma’had At-Taqwa mangli melalui suri tauladan dan pembiasaan- pembiasaan baik seperti melakuakan kerja bakti setiap minggu dilingkungan ma’had dan ikut kerja bakti dilingkungan masyarakat, selain itu untuk menamankan rasa peduli terhadap lingkungan dibiasakan untuk peka terhadap lingkungan. Mulai dari hal yang terkecil seperti menutup botol atau kaleng bekas yang berserakan dan membuang airnya supaya tidak menjadi sarang nyamuk di lingkungan ma’had serta membersihkan kamar mandi setiap jum’at.
Dapat disimpulkan bahwa menjaga lingkungan disekitar kita itu hukumnya wajib dikuatkan dengan adanya firman Allah yang terdapat pada ayat 28 pada surat shad, yang menerangkan bahwa Allah SWT akan membedakan penghargaan dan pengakuanya orang yang berusaha menjaga dan melestarikan lingkungan hidupnya dengan orang-orang yang hanya bisa melakukan kerusakan di bumi.
ُلَعَْنَ ْمَأ اوُنَماَء َنيِذَّل ٱ
اوُلِمَعَو ۟ ٱ ۟ َّصل َحِل َك ِت ِفِ َنيِدِسْفُمْل ٱ ُلَعَْنَ ْمَأ ِضْرَْلْ ٱ
َك َيِْقَّتُمْل ٱ ِراَّجُفْل ٱ
Artinya: “Patutkah Kami menganggap orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh sama dengan orang-orang yang berbuat kerusakan di muka bumi? Patutkah (pula) Kami menganggap orang-orang yang bertakwa sama dengan orang-orang yang berbuat ma’siat”84
84 Al-Qur’an dan terjemah, Jabal , Bandung : 2010
BAB V
Kesimpulan dan Saran A. Kesimpulan
Bagian akhir dari pembahasan skripsi ini adalah konklusi atau kesimpulan yang diperoleh berdasarkan analisis yang disesuaikan dengan tujuan pembahasan skripsi ini. Kemudian saran-saran yang dirasa relevan dan perlu untuk diberikan, dengan harapan dapat menjadi sebuah kontribusi pemikiran yang berharga bagi dunia pendidikan.
Berdasarkan hasil temuan dalam Upaya Pengasuh dalam Membina Akhlak Maha Santri di Ma’had At-Taqwa Mangli Kaliwates Jember Kaliwates Jember dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Upaya pengasuh dalam mendidik akhlak kepada Allah di Ma’had At- Taqwa begitu penting peranya dan telah terlaksana dalam menjalankan programnya sangat struktural adapun programnya adalah sebgai berikut :dalam bentuk pendidikan seperti kajian tafsir, pengajian ba’da shubuh, kajian hadist, dalam bentuk pembiasaan baik seperti sholat dhuha, membiasakan selalu bersyukur.
2. Upaya pengasuh dalam mendidik akhlak kepada sesama dilaksanakan dalam rangka menciptakan suasana hidup yang harmonis. juga telah terlaksana. Melalui uapaya seperti membiasakan untuk patuh terhadap Ustadz/Guru, saling tolong menolong, seperti membagikan daging kepada masyarakat saat hari raya, ketika bulan ramadhan tiba dibiasakan melayani masyarkat untuk membagikan makanan saat berbuka.
3. Upaya pengasuh dalam mendidik akhlak kepada lingkungan. Telah terlaksana dalam hal ini santri diajarkan untuk selalu peduli terhadap lingkungan salah satunya adalah untuk selalu ikut aktif dalam kerja bakti dilingkungan RT, RW, lingkungan wonosari dan juga pada setiap 2 minggu sekali maha santri membersihkan jalan depan balai desa,
B. Saran-saran
Kritik dan saran sangat dibutuhkan dalam upaya pembinaan Akhlak, peneliti mempunyai saran yang ditunjukan kepada:
1. Kepala Ma’had At-Taqwa Mangli dan para Ustadz
Upaya pembinaan Aklhak maha santri di ma’had At-Taqwa Mangli telah berjalan dengan baik dan harus selalu memberikan inovasi- inovasi baru dalam meningkatkan pendidikan Akhlak dan juga harus bersabar pantang menyerah dalam pembinaan akhlak
2. Maha santri di ma’had At-Taqwa Mangli
Maha Santri diharapkan selalu sadar akan pentingnya menuntut Ilmu sehingga harus selalu semangat dalam menuntut ilmu untuk mendapatkan ilmu yanmg bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari, harus selalu memiliki akhlak yang muulia kepada Ustadz Guru, dan orang tua, sesama manusia, serta akhlak mulia yang didapat dalam kehidupan sehari-hari baik Akhlak kepada Allah, Akhlak kepda sesama, Akhlak kepada sesama dan akhlak kepada lingkungan, supaya ilmu yang didapat menjadi bermanfaat dimasa yang akan datang.
DAFTAR PUSTAKA
A. Mustafa. 2010. Akhlak Tasawuf. Bandung : Pustaka Setia
Ahmad Umar Hasyim. 2004. Menjadi Muslim Kaffah. Yogyakarta: Mitra Pustaka.
Ahmad. D. Marimba. 1980. PengantarFilsafat Pendidikan Islam. Bandung: Al- Ma’arif.
Ali Abdul Halim Mahmud. 2004. Akhlak Mulia. Jakarta: Gema Insani.
Anwar Masy’ari. 1990. Akhlak Al-Qur’an. Surabaya: PT. Bina Ilmu.
Baljon. 1990. Bimbingan Remaja Berakhlak Mulia. Jakarta: Pustaka Firdaus.
Damanhuri, 2010. Akhlak Tasawuf. Banda Aceh: Pena.
Djam’an Satori dan Aan Komariah. 2014. Metodologi Penelitian Kualitatif Bandung: Alfabeta.
Emzir. 2008. Metodologi Penelitian Pendidikan Kuantitatif dan Kualitatif.
Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Endin Mujahidin. 2005. PesantrenKilat. Jakarta: Pustakaal-Kautsar.
FariqbinGasimAnuz. 2002. Bengkel Akhlak Jakarta: Darul Falah.
Febriani indah pratiwi. 2017. “Peran pengasuh an-nida dalam pembinaan ahlak masyarakat di dusun ngaglik RW 2 kelurahan ledok kecamatan argomulyo Salatiga. Skripsi. salatiga. fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negari Salatiga.
Ibrahim. 2002. Membangun Akidah dan Akhlak. Solo: Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.
Imam Suraji. 2006. Etika dalam Perspektif Al-Qur’an dan Al-Hadis. Jakarta:
Pustaka Al- Husna Baru.
Indah Kurniawati. 2015. “Upaya Masjid Dalam Pemberdayaan Kesejahteraan Masyarakatdi Masjid Nurus Sa‟adah Dliko Indah Kecamatan Sidorejo Kota Salatiga. Skripsi. Salatiga : IAIN Salatiga.
Kementrian Lingkungan Hidup RI. 2002. Himpunan Peraturan Perundang- Undangan Lingkungan Hidup. Jakarta.
Lexy J. Moleong. 2011. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
80
M. Yatimin Abdullah. 2007. Studi Akhlak dalam Persepektif Al-Qur’an. Jakarta:
Amzah.
Mansur. 2011. Pendidikan Anak Usia Dini Dalam Islam. Pustaka Pelajar:
Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Masan al Fat. 1994. Aqidah Akhlak. Semarang: Adi Cita.
Miles dan Huberman. 1992. Analisis Data Kualitatif Buku Sumber Tentang Metode-Metode Baru. Jakarta: UI Press.
Moh, roqib, Ilmu Pendidikan Islam. 2009. Pengembangan Pendidikan Integratif di Sekolah Keluarga dan Masyarakat. Yogyakarta: PT LkiS Pelangi Aksara.
Muhammad Al-Ghazali. 1993. Akhlak Seorang Muslim. Terjemahan Moh. Rifa’i, dari judul asli Khuluqal-Muslim. Semarang:Wicaksana.
Muhammad Ali dan Muhammad Asrori. 2011. Psikologi Remaja. Jakarta: Bumi Aksara.
Muhammad Al-Mighwar. 2006. Psikologi Remaja. Bandung: Pustaka Setia.
Nana Syaodih Sukmadinata. 2009. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakrya.
Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung:
Alfabeta.
Tim Penyusun. 2017. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Jember: STAIN Jember Press.
Uli Amir Syafri. 2014. Pendidikan Karakter Berbasis Al-Quran. Jakarta: Rajawali Perss.
Zakiyah Daradjat. 2002. Ilmu Jiwa Agama. Jakarta: Bulan Bintang.
VARIABEL PENELITIAN MASALAH Uapaya
Pengasuh dalam Membina Ahlak Maha Santri di Ma’had At- taqwa mangli
1. Upaya Pengasuh dalam membina akhlak
1. Akhlak kepada allah
2. Akhlak kepada sesama
3. Akhlak kepada lingkungan
1. Meneguhkan Iman
2. Bersyukur terhadap
pemberian Allah 1. Kepatuhan
kepada Guru/Ustadz 2. Suka menolong
orang lain 1. Menjaga
kebersihan lingkungan Ma’had
Informan:
a. Pengasuh b. Maha Santri c. Ustadz d. Dokumentasi e. Kepustakaan
1. Pendekatan:
Kualitatif
2. Jenis Penelitian:
Studi Kasus 3. Lokasi Penelitian:
Mahad At-taqwa mangli.
4. Subyek Penelitian:
Purpossive 5. Teknik
Pengumpulan Data:
a. Wawancara b. Observasi c. Dokumenter 6. Model Analisis
Data: Model Miles dan Huberman 7. Keabsahan Data:
Triangulasi
1. Bagaimana Upaya Pengasuh dalam Membina Akhlak kepada Allah
Terhadap maha santri di Ma’had At-taqwa?
2. Bagaimana Upaya Pengasuh dalam Membina Akhlak kepada Sesama Terhadap maha santri di Ma’had At-taqwa Mangli ?
3. Bagaimana Upaya Pengasuh dalam Membina Akhlak kepada Lingkungan Terhadap maha santri di Ma’had At-taqwa Mnagli ?
PEDOMAN PENELITIAN A. Observasi
1. Letak Lokasi Penelitian
2. Situasi dan kondisi Obyek Penelitian 3. Proses kegiatan pembinaan
B. Pedoman Wawancara
1. Sejarah berdirinya Ma’had At-Taqwa Mangli ? 2. Tujuan pelaksanaan pembinaan akhlak ? 3. Proses kegiatan Pembinaan Maha santri ? 4. Kegiatan maha santri
C. Pedoman Dokumentasi 1. Data maha santri
2. Struktur ma’had At-Taqwa 3. Sarana dan prasarana
4. Foto dokumentsai ma’had At-Taqwa
2. Kegiatan Uapaya pembinaan akhlak
Kajian Tafsir
Maha santri membiasakan sholat dhuha sebelum berangkat ke kampus
Kerja bakti dilingkungan Ma’had setiap minggu sebagian dari Pembinaan Akhlak kepada lingkungan.
Ikut Kerja bakti dilingkungan Masyarakat
3. Wawancara
Wawancara dengan Ustadz Sukarno . Wawancara dengan Ustadz Sutrisno Adam
Wawancara dengan Ustadz Muhaimin