BAB III METODE PENELITIAN
C. Subyek Penelitian
Pada bagian ini dilaporkan jenis data dan sumber data. Uraian tersebut meliputi data apa saja yang dikumpulkan, bagaimana karakternya, siapa yang dijadikan informan atau subyek penelitian, bagaimana ciri-ciri informan atau subyek tersebut dan dengan cara bagaimana data dijaring sehingga validasinya dapat dijamin. 48
Penentuan sumber data pada penelitian kualitatif dilakukan secara purposive, yaitu ditentukan dengan menyesuaikan pada tujuan penelitian atau tujuan tertentu.49
Dalam penelitian ini subyek penelitian atau informan yang terlibat dan mengatasi permasalahan yang dikaji diantaranya:
1. Pengasuh (pengurus).
2. Ustadz.
3. Maha Santri
D. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data.50 Adapun beberapa teknik pengumpulan data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
48 Tim Penyusun, Pedoman Penulisan Karya Ilmiah (Jember: IAIN Jember Press, 2017), 47.
49 Ibid. , 50.
50 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D (Bandung: Alfabeta, 2012), 224.
1. Observasi
Observasi adalah pengamatan terhadap suatu obyek yang diteliti baik secara langsung maupun tidak langsung untuk memperoleh data yang harus dikumpulkan dalam penelitian. Pengamatan dan pencatatan yang dilakukan terhadap terhadap obyek di tempat terjadi atau berlangsungnya peristiwa, sehingga observer berada bersama obyek yang diselidiki disebut observasi langsung.51
Adapun data yang diperoleh peneliti dari metode observasi ini adalah:
a. Situasi dan kondisi penelitian.
b. Pembinaan akhlak maha santri oleh pengasuh.
2. Wawancara
Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu.
Percakapan itu dilakukan oleh dua orang, yaitu pewawancara yang mengajukan beberapa pertanyaan dan yang diwawancarai yang memberikan jawaban atas pertanyaan itu.52
Penelitian ini menggunakan jenis wawancara semi terstruktur dengan pertayaan-pertanyaan yang dapat diubah dan disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi. Tujuan wawancara ini adalah untuk menemukan permasalahan secara lebih terbuka.
51 Djam’an Satori dan Aan Komariah, Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: Alfabeta, 2014), 104.
52 Lexy J. Meleong, Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: PT. Rosdakarya, 2011), 187.
Beberapa informan berpartisipasi dalam penelitian ini antara lain.
a. Pengasuh (pengurus).
b. Ustadz.
c. Maha Santri.
Adapun data yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu a. Wawancara sejarah berdirinya ma’had.
b. Wawancara kegiatan ma’had c. Wawancara informasi ma’had 3. Dokumentasi
Selain dengan cara observasi dan wawancara, teknik pengumpulan data dalam penelitian kualitatif dapat dilakukan dengan teknik dokumentasi. Dokumentasi adalah catatan peistiwa yang sudah berlalu.
Dokumentasi bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari seseorang.53
Data yang telah diperoleh antara lain yaitu : 1) Dokumentasi kegiatan dilingkungan ma’had 2) Dokumen data ma’had
3) Wawancara sejarah ma’had E. Analisis Data
Analisis data merupakan proses mengorganisasikan dan mengurutkan data ke dalam pola, kategori, dan satuan uraian dasar sehingga dapat
53 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D (Bandung: Alfabeta, 2012), 240.
ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesis kerja seperti yang disarankan oleh data.54
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan analisis data kualitatif deskriptif.Analisis data dimulai dengan menelaah seluruh data yang tersedia dari berbagai sumber yaitu dari observasi, wawancara, dokumen pribadi, dokumen resmi, gambar, foto, dan sebagainya.Analisis data yang digunakan secara berulang-ulang untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dirumuskan dalam penelitian.
Miles dan Huberman mengemukakan bahwa “aktifitas dalam menganalisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas, dan dilakukan melalui tiga langkah yaitu reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan atau verifikasi.55
Bahwa setelah pengumpulan data peneliti melakukan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Reduksi data
Menurut Miles dan Huberman “Reduksi data adalah proses pemilihan, pemusatan, perhatian pada penyederhanaan, dan transformasi data “kasar” yang muncul dari catatan-catatan tertulis dilapangan”.56 Setelah memperoleh data secara keseluruhan maka peneliti segera melakukan pemilihan data dari catatan tertulis yang diperoleh dari
54 Lexy J.Meleong.Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: PT. Rosdakarya, 2011), 241.
55 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D (Bandung: Alfabeta, 2012), 246.
56 Miles dan Huberman, Analisis Data Kualitatif Buku Sumber Tentang Metode-Metode Baru (Jakarta: UI Press, 1992), 16.
lapangan, dan pemilihan data tersebut harus berlangsung secara terus menerus selama penelitian kualitatif berlangsung.
2. Penyajian data
Penyajian data merupakan langkah merancang dengan berkesinambungan terhadap deretan, kolom-kolom sebuah matriks untuk data kualitatif dan menemukan jenis serta bentuk data yang harus dimasukkan dalam laporan selama memperoleh data di lapangan.
Dalam penelitian kualitatif penyajian data bisa dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, dan hubungan antara kategori.
3. Menarik kesimpulan
Kegiatan analisis yang ketiga menurut Miles dan Huberman adalah menarik kesimpulan.Menurut Sugiono “penarikan kesimpulan yaitu temuan baru yang sebelumnya belum ada dan teman-teman baru dapat berupa deskripsi atau gambar suatu obyek yang sebelumnya masih remang-remang sehingga setelah diteliti menjadi jelas”.57
Dengan demikian, melalui analisa deskriptif ini, peneliti akan memanfaatkan pertanyaan dengan kata-kata serta tindakan dari subyek penelitian. Kemudian setelah data terkumpul secara keseluruhan, data yang bersifat kualitatif tersebut dideskripsikan dengan kata-kata atau kalimat lalu dipisahkan menurut kategori untuk memperoleh kesimpulan.
57 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D (Bandung: Alfabeta, 2012), 253.
F. Keabsahan Data
Keabsahan data merupakan konsep yang menunjukkan kesahihan dan keadaan data dalam suatu penelitian. Untuk memeriksa keabsahan data penelitian yang akan dilakukan, peneliti akan menggunakan validitas data triangulasi. Pengujian keabsahan data ini perlu dilakukan untuk mengetahui tingkat kepercayaan hasil temuan yang dilakukan oleh peneliti dengan kenyataan yang sedang diteliti.
Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain diluar data itu untuk keperluan pengecekkan atau sebagai pembanding terhadap data. Teknik triangulasi yang digunakan dalam penelitian yang akan dilakukan adalah triangulasi sumber. Triangulasi sumber artinya menguji kredibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data yang diperoleh melalui narasumber yang berbeda sampai ditemukan pandangan yang sama dari masing-masing narasumber. 58