• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penyajian Data dan Analisis

Dalam dokumen Skripsi Pendidikan Agama Islam oleh Yuyun (Halaman 73-81)

BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS

B. Penyajian Data dan Analisis

Penyajian data merupakan bagian yang mengungkapkan data yang dihasilkan dalam penelitian sesuai dengan metode dan prosedur penelitian yang digunakan dengan sistematisasi yang disesuaikan dengan rumusan masalah dan analisis yang relevan.

Untuk memperoleh data dalam penelitian, maka pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Setelah proses pengumpulan data selesai kemudian dilanjutkan analisis data dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif.

Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari wawancara, catatan lapangan, dan bahan-bahan lain sehingga dapat mudah dipahami, dan temuannya dapat diinformasikan kepada orang lain. Analisis data dilakukan dengan mengorganisasikan data, menjabarkannya kedalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun kedalam pola, memilih mana yang penting dan akan

dipelajari, dan membuat kesimpulan yang akan diceritakan kepada orang lain.66

1. Upaya Pengasuh dalam Membina Akhlak kepada Allah, terhadap Maha santri di ma’had At-Taqwa Mangli

Untuk proses pembinaan santri kepada Allah meliputi beberapa sikap atau perbuatan yang berhubungan dengan Allah SWT. Hal-hal tersebut berisi berbagai kegiatan santri yang berhubungan dengan akhlak kepada Allah, akhlak kepada Allah merupakan hal yang terpenting yang harus mendapat perhatian lebih.

Dikuatkan juga dengan hasil observasi dimana para santri juga melakukan kegiatan rutin seperti, sholat dhuha, sikap selalu bersyukur kepada Allah, Kajian Tafsir.

a. Meneguhkan iman dan taqwa

Dimana dalam hal ini banyak sekali kegiatan yang dilakukan santri untuk menambah keimanan dan ketaqwaan kepada sang pencipta.

1) Kajian Tafsir

Pembinaan akhlak kepada Allah dilakukan dengan cara Kajian keagamaan misalnya setelah sholat shubuh diadakan kultum, kajian tafsir, kajian tiap mingguan yang termasuk membahas akhlak. Untuk mendapatkan gambaran yang jelas

66 Sugiono, Memahami Penelitian Kualitatif (Bandung: Alfabeta, 2009), 88.

peneliti melakukan wawancara dengan ustad Dr. H. Sukarno, M.Si selaku takmir menuturkan:

“Bahwa dalam upaya pembinaan akhlak diadakan kajian yang dilaksankan setiap hari selasa setelah shubuh yang di isi oleh Dr. Aminllah Elhady dalam kajian tersebut menggunakan kitab “tafsirul munir fil akidah sari’yah-wal manhaj”. Di dalam kajian ini membahas salah satunya adalah akidah, bahwa penekanan akhlak kepada Allah ini sangat ditekankan salah satunya adalah membahas masalah akidah, selain Ustadz Aminulah saya juga menunjuk Ustadz Kasman untuk menangani materi akhlak dan kegiatan ini dilaksanakan pada setiap jum’at malam sabtu.”67

2) Selalu bersyukur kepada Allah

Upaya pengasuh dalam pembinaan akhlak kepada Allah kepada santri agar selalu bersyukur merupakan sikap terpuji, agar santri terbiasa selalu ingat dan bersyukur atas nikmat yang telah Allah berikan kepada kita baik yang bersifat fisik mauapun non fisik, namun disertai dengan pendekatan diri kepada yang memberi nikmat, yaitu Allah Hal tersebut sebagaimana diungkapkan oleh Ustadz Dr. H. Sukarno, M.Si beliau mengatakan bahwa:

“Dalam kehidupan sehari-hari saya selalu saya tidak lupa selalu mengingatkan kepada anak-anak saya supaya selalu bersyukur atas nikmat yang telah diberikan oleh Allah baik itu berupa nikmat kesehatan maupun berupa materi”.68

3) Sholat dhuha

67 Pak sukarno (Pengasuh ma’had Ma’had AT-taqwa Mangli) wawancara, Mangli, 5 februari 2019

68 Ustadz Sutrisno Adam (Ustadz Ma’had AT-taqwa Mangli) wawancara, Mangli, 12 februari 2019

Ahmad Zainuri selaku maha santri At-Taqwa mengungkapkan:

“Bahwa kegiatan sholat dhuha selalu rutin dilaksanakan seperti yang dikatakan oleh ustadz sutrisno Adam pada kegiatan ba’da shubuh dalam penyampaian materinya tentang sholat dhuha sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat allah yang diberikan”.69

M syaifudin salah satu maha santri At-Taqwa juga mengatakan:

“Bahwa kegiatan sholat dhuha dilaksanakan sebelum berangkat kuliah dan itu akan menjadi kebiasaan tersendiri dimanapun”.70

Dari hasil wawancara dan observasi pada hari Rabu Tanggal 6 Februari Tahun 2019, peneliti menemukan bahwa Maha santri melaksanakan sholat dengan itiqomah.

2. Upaya Pengasuh dalam Membina Akhlak kepada Sesama, Terhadap Maha santri di ma’had At-Taqwa Mangli

Islam tidak hanya mengatur hubungan manusia kepada Allah (hablum minallah) saja namun islam juga mengatur hubungan antara manusia sesama manusia (hamblum minnas) bentuk hablum minannas diantaranya adalah kepatuhan terhadap Guru atau Ustadz, tolong menolong terhadap sesama, santri hendaknya mampu membedakan bagaimana sikap terhadap Guru atau Ustadz, dan sesama teman didalam lingkungan.

a. Kepatuhan terhadap Guru/Ustadz

69 Ahmad Zainuri (Maha santri AT-taqwa Mangli) wawancara, Mangli, 21 februari 2019.

70 M. Syaifuddi (Maha santri AT-taqwa Mangli) wawancara, Mangli, 21 februari 2019.

Kepatuhan terhadap guru bukanlah ajaran yang tiba-tiba muncul atau dibuat-buat, tetapi ini merupakan tradisi yang sudah ada sejak zaman Nabi, para sahabat sangat tinggi kepatuhanya kepada Nabi, dan mereka hanya mengenal dua kata “sami’na wa atha’na” kami dengar kami patuhi, apapun yang diperintah Nabi dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, dan apapun yang dilarang Nabi mereka tinggalkan setinggi apapun ilmu yang dimiliki dan sebanyak apapun amal yang dikerjakan tanpa adanya adab maka hasilnya nol, adab yang dimaksud disini salah satunya adalah kepatuhan kepada Guru atau Ustadz.

Kepatuhan kepada Guru atau Ustadz adalah suatu kewajiban sebagaimana yang dicontohkan ketika pada masa Nabi Muhammad zaman dahulu.

Hasil wawancara peneliti dengan Pengasuh Ustadz Sukarno, diungkapkan kepala Ma’had AT-taqwa, sebagai berikut:

“Salah satu upaya dalam pembinaan akhlak santri kedapa Guru atau Ustadz adalah budaya bersalaman dan ini dilakukan setiap hari setiap habis pengajian subuh (kultum) serta setiap Ketemu dengan Guru atau Ustadz dimanapun berada, jadi saya selaku takmir disini memberikan tugas kepada para santri bahwa diwajibkan untuk bersalaman setelah selesai pengajian hal ini dilakukan agar para santri mempunyai sifat yang lebih hormat kepada seorang Guru atau Ustadz ataupun kepada seseorang yang lebih tua”.71

71 Ustadz Sukarno (Pengasuh Ma’had AT-taqwa Mangli) wawancara, Mangli, 5 februari 2019

Diungkapkan juga oleh Lukman Al hakim salah satu santri Ma’had At-Taqwa semester 6 bahwasanya:

“Sudah banyak sekali mas perubahan yang saya dapatkan selama saya berada disini, contoh kecilnya budaya bersalaman kepada Ustadz, ketika seleai sholat Kultum shubuh biasanya saya kalau dirumah langsung pergi begitu saja,tetapi saya disini selalu diajarkan harus patuh dan hormat ke pada ustadz, kebiasaan tersebut menjadi kebiasaan kita, khususnya saya sendiri ketika tidak berada di ma’had, ketika ketemu dijalanpun saya tetap seperti itu menyapa dengan santun dan bersalaman dimana saya menunjukan kepada Ustadz saya bahwasanya apa yang beliau ajarkan bisa diterapkan”.72

Dari hasil wawancara tersebut pada hari senin, 14 Februari 2019 bahwasanya santri harus memiliki tabi’at atau akhlak yang baik kepada Guru atau Ustadz.

b. Tolong Menolong

Manusia pada hakikatnya adalah makhluk sosial, saling membutuhkan untuk memenuhi keperluan dan meningkatkan taraf hidupnya, lebih lagi terhadap sesama muslim diwajibkan untuk menjalin tali persaudaraan, dimana persaudaraan itu merupakan pertalian persahabatan yang serupa dengan hubungan kekeluargaan selalu tolong menolong dalam kebaikan.

Berdasarkan pemaparan bapak Muhaimin beliau mengatakan bahwasanya:

“Kemampuan tolong menolong merupakan salah satu faktor utama dalam berteman, kemampuan seperti itu merupakan keterampilan sosial yang akan membantu para santri menjalin berbagai relasi di masyarakat, salah satu

72 Lukman AL HAHkim (Maha santri AT-taqwa Mangli) wawancara, Mangli, 21 Februari 2019

upaya dalam pembinaan yang dilakukan oleh pengasuh dalam penanaman nilai tolong menolong, yakni dalam setiap kesempatan di dalam kegiatan bermasyarakat. Maha santri selalu diikut sertakan membantu masyarakat misalnya setiap minggu maha santri di wajibkan untuk bersih-bersih desa mulai dari lapangan sampai ke RT 001”.73

Seperti yang diungkapkan pengasuh Ustad Sukarno, mengatakan bahwa:

“Tolong menolong adalah suatu keharusan apalagi jika sikap ini ditanamkan kepada setiap santri dan harus mempunyai jiwa sosial yang tinggi peka terhadap lingkungan mencerminkan sikap kepedulian terhadap sesama kareana itu adalah sebagian dari dakwah untuk mensyiarkan bahwa persatuan dan kesatuan itu penting.”74 Berdsarkan pernyataan yang diungkapkan oleh Sidkin Ali salah satu santri At-Taqwa semester 4 bahwasanya:

“Seperti yang sudah dibiasakan bahwa perihal tolong menolong menjadi kebeiasaan tersendiri menjadi reflek hidup dalam segala aktifitas karena cermin yang selalu beliau tamkpakkan misalnya kalau ada panenan tetangganya pasti semua bisa merasakannya”75

Dari hasil wawancara peneliti menemukan bahwa sangat terjalin erat hububangan ukhuwah islamiyah antar sesama.

3. Upaya Pengasuh dalam Membina Akhlak Maha Santri kepada Lingkungan, Terhadap Maha santri di ma’had At-Taqwa Mangli Lingkungan adalah sesuatu yang ada disekitar kita baik binatang tumbuh-tumbuhan maupun benda-banda tak bernyawa dan segala sesuatunya wajib kita jaga karena mengantarkan manusia bertanggungjawab sehingga ia tidak melakukan perusakan, bahkan

73 Pak Muhaimin (Ustadz Ma’had AT-taqwa Mangli )wawancara, Mangli, 15 Januari 2019

74 Pak Sukarno (Pengasuh Ma’had AT-taqwa Mangli) wawancara, Mangli, 5 februari 2019

75 Sidkin Ali (Maha santri AT-taqwa Mangli) wawancara, Mangli, 21 februari 2019

demgan kata lain setiap perusakan terhadap lingkungan harus dinilai pada diri manusia sendiri.

Peneliti akan memeparkan hasil wawancara yang sudah dilakukan dengan pengasuh Ustadz Sukorno,

“Kita itu harus peduli terhadap lingkungan apalagi kita hidup di lingkuangan masyarkat, saya mengajari kamu keteladan untuk peka terhadap lingkunagn sekitar termasuk masalah lingkungan hidup kalau semisal ada botol terbuka harus ditutup sepuya tidak menjadi sarang nyamuk, makanya disini saya menekankan kepada semua santri untuk menjaga kebersihan termasuk kebersihan diri tempat tidur dan yang terpenting adalah kamar mandi. Karna kita hidup dimasyarakat maka saya menyuruh untuk berparisipasi aktif ikut membersihkan lingkunagn sekitar terutama di lingkungan RT yang ditempati, karna saya menyuruh kalian membersihkan lingkuangan adalah salah satu bentuk kepedulian kepada lingkungan.”76

Diungkapkan juga oleh bpak Muhaimin selaku bendahara Ma’had:

“Lingkungan hidup merupakan bagian penting dari kehidupan manusia maka dari itu selayaknya selalu menjaga dan melestarikan lingkungan demi kelangsungan hidupnya, akan tetapi tidak semua orang memiliki kesadaran seperti itu, menumbuhkan rasa cinta terhadap lingkungan terhadap anak- anak tidaklah mudah, karena pada masa seperti itu kepedulian terhadap lingkungan sangatlah kurang, sehingga upaya takmir dalam membina anak-anak memang beda, beliau memang sangat konsisten dalam mengambil keputusan, jadi setiap kesempatan selalu di ulang-ulang hal yang sama ketika memberikan saran.”77

Dan juga di ungkapkan oleh salah satu dari mahasantri at- taqwa yaitu Sigit Firmansyah jurusan PGMI semester 4:

76 Pak Karno (Pengauh Ma’had AT-taqwa Mangli) wawancara, Mangli, 5 februari 2019

77 Pak Muhaimin (Ustadz AT-taqwa Mangli) wawancara, Mangli, 15 februari 2019

“Beliau ketika menyuruh sesuatu selalu menyontohkan terlebih dahulu,beliau ketika tidak ada acara mesti ikut terlibat dalam kerja bakti lingkungan ma’had ataupun masyarakat.

Pesan beliau yang sangat terkenal kepada santri-santrinya adalah tanamkan pada jiwamu kerja yang ikhlas dan jangan seperti seekor tikus, tikus akan takut ketika hanya ada kucing.

Ketika kami di suruh untuk kerja bakti kami selalu terlebih dahulu di beri sarapan pagi dan siangan walaupun kami kerja cuman dalam hitungan jam pasti setelah sholat zuhur ada makanan yang di antarkan.”78

Dari hasil wawancara dan observasi peneliti menemukan keadaan lingkungan ma’had yang asri, bersih, hiasan bunga-bunga disekitar mah’had tertata rapi.

Dalam dokumen Skripsi Pendidikan Agama Islam oleh Yuyun (Halaman 73-81)

Dokumen terkait