PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Sehingga yang keluar dari ma'had selanjutnya akan mempunyai sikap dan perilaku yang islami, sopan santun dan menunjukkan akhlak yang mulia (akhlaqu l karimah). Berdasarkan latar belakang tersebut maka peneliti akan melakukan proses penelitian yang bertajuk “Upaya Pengasuh dalam Mempromosikan Akhlak Maha Santri di Ma'had At-Taqwa Mangli Kaliwates Jember.
Fokus Penelitian
Bagaimana upaya pengasuh dalam mengembangkan akhlak terhadap lingkungan, pada santri ma’had At-Taqwa Mangli Kaliwates Jember.
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan tambahan literatur dari seluruh karya ilmiah yang dapat dijadikan acuan penelitian-penelitian terdahulu untuk penelitian-penelitian yang akan dilakukan dimasa yang akan datang. Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan informasi dalam rangka keterlibatan masyarakat dalam menentukan lembaga pendidikan bagi anaknya.
Definisi Istilah
Manusia sebagai hamba Allah hendaknya mempunyai akhlak yang baik terhadap Allah, hanya Allah yang berhak disembah semasa hidup, apapun yang Allah berikan tidak dapat dihitung. Pengertian akhlak terhadap orang lain adalah suatu sifat yang tertanam dalam jiwa manusia yang dapat dinilai baik atau buruknya dan dilaksanakan terhadap sesama manusia dengan bantuan ilmu pengetahuan dan norma agama.
Sistematika Pembahasan
Bab ini memuat komponen dasar penelitian yaitu latar belakang masalah, fokus penelitian, tujuan penelitian, manfaat penelitian, pengertian istilah dan sistematika pembahasan. Bab ini memuat data atau hasil penelitian yang meliputi latar belakang subjek penelitian, penyajian data, analisis dan pembahasan temuan.
KAJIAN KEPUSTAKAAN
Penelitian Terdahulu
Havisah Mansyur 2013 dengan judul “Upaya Wali Dalam Pembinaan Akhlak Santri di Pondok Pesantren Ar-Romah Putri Malang. Adapun temuan penelitian sebagai berikut: Pertama, Upaya Wali dalam Pembinaan Akhlak Santri di Pondok Pesantren Ar-Romah Putri Malang. yaitu: (1) mengadakan kegiatan kajian Islam bagi siswi, (2) mengadakan kegiatan pembinaan karakter, (3) mengadakan KBS (pertemuan dengan siswi), (4) Pembinaan Imtaq, .
KajianTeori
- Pengertian pengasuh
- Pembinaan Akhlak
- Tujuan pembianaan Akhlak
- Metode Pmenbinaan Akhlak
- Macam-Macam Akhlak
- Bentuk-Bentuk Akhlak
Sementara itu, Ulil Amri Syafril mengutip pengertian moralitas menurut Muhammad Abdullah Darraz sebagai kekuatan internal yang memadukan kecenderungan baik dan buruk.14 Selain moralitas, juga digunakan istilah etika dan akhlak. 14 Uli Amir Syafri, Pendidikan Karakter Berbasis Al-Qur'an (Jakarta: Rajawali) Teguh pada diri sendiri yang merupakan perpaduan antara kecenderungan baik dan buruk.Akhlak yang baik berarti bersedekah, tidak merugikan orang lain, dan tekun dalam menghadapi kesulitan. penderitaan serta berbuat baik dan menjauhi keburukan.
Orang yang mempunyai sifat tercela tersebut termasuk dalam kelompok orang yang imannya tidak sempurna.30 Akhlak tercela tersebut bukanlah sifat dasar manusia karena setiap manusia dilahirkan dengan sifat baik. Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa besar harapannya bahwa seseorang yang mempelajari dasar-dasar akhlak akan menjadi pribadi yang berakhlak baik. Untuk mengembangkan akhlak yang baik, latihlah sikap selalu berbuat baik dan perlahan-lahan menghindari hal-hal buruk.
Maka Anda akan mencapai hasil yang diinginkan, yaitu hubungan pribadi yang baik dan menjadi anggota masyarakat dan warga negara yang baik. Kewajiban manusia adalah akhlaknya yang baik, akhlak yang baik selalu menjadikan manusia aman, damai dan tidak ada perbuatan tercela. Dengan kata lain, akhlak yang baik terhadap lingkungan merupakan wujud dari etika itu sendiri.
METODE PENELITIAN
Jenis Penelitian
Penelitian deskriptif bertujuan untuk mengetahui apa yang terjadi di lingkungan yang diamati, apa pandangan partisipan dalam latar penelitian, dan peristiwa atau kegiatan apa yang terjadi dalam latar penelitian.46. Dengan demikian, penelitian deskriptif kualitatif adalah jenis penelitian untuk menggambarkan suatu keadaan atau fenomena. Dalam hal ini peneliti ingin mengetahui keadaan suatu hal dengan menghasilkan data deskriptif seperti perkataan dan perilaku orang yang dapat dengan cepat diamati dan diinterpretasikan.
Lokasi Penelitian
Subyek Penelitian
Observasi adalah pengamatan terhadap suatu objek yang diteliti secara langsung maupun tidak langsung untuk memperoleh data yang akan dikumpulkan dalam penelitian. Data yang diperoleh meliputi: 1) Dokumentasi kegiatan di lingkungan Ma'had 2) Dokumen data Ma'had. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan analisis data deskriptif kualitatif, analisis data diawali dengan menelaah seluruh data yang ada dari berbagai sumber yaitu observasi, wawancara, dokumen pribadi, dokumen resmi, gambar, foto, dan lain-lain. Analisis data digunakan berulang kali untuk menjawab pertanyaan penelitian.
Penyajian data merupakan suatu langkah merancang secara kontinyu baris dan kolom matriks data kualitatif serta mencari jenis dan bentuk data yang akan dimasukkan ke dalam laporan pada saat memperoleh data di lapangan. Setelah data secara keseluruhan terkumpul, data kualitatif kemudian diuraikan dalam kata-kata atau kalimat dan kemudian dipisahkan ke dalam kategori-kategori untuk diambil kesimpulan. Triangulasi adalah suatu teknik untuk memeriksa keabsahan data, dengan menggunakan sesuatu selain data tersebut untuk keperluan audit atau sebagai pembanding data.
Triangulasi sumber artinya menguji keandalan data dengan cara memeriksa data yang diperoleh dari berbagai sumber hingga ditemukan pandangan yang sama dari masing-masing sumber.
Tahap-tahap Penelitian
Sebelum melakukan penelitian, seorang peneliti terlebih dahulu harus memilih bidang penelitian, Bidang penelitian yang dipilih peneliti adalah Ma’had At-Taqwa Mangli. Setelah meminta surat izin, peneliti menyampaikan kepada Ma'had At-Taqwa Mangli apakah mempunyai izin untuk melakukan penelitian atau tidak. Upaya Pengasuh Membangun Akhlak Terhadap Allah, Bagi Maha Santri ma'had At-Taqwa Mangli.
Upaya pengasuh dalam membangun akhlak terhadap sesama, bagi santri Maha di ma'had At-Taqwa Mangli. Berdasarkan hasil wawancara, observasi dan dokumentasi dapat diketahui bahwa pembinaan akhlak dengan kebiasaan baik di Ma’had AT-taqwa Mangli berkaitan dengan diri siswa yaitu ketaatan kepada guru/ustaz dan gotong royong. Upaya pengasuh dalam membangun akhlak Maha Santri terhadap lingkungan, terhadap Maha santri di ma'had At-Taqwa Mangli.
Upaya pembinaan akhlak santri di ma’had At-Taqwa Mangli telah berhasil dan harus selalu memberikan inovasi-inovasi baru dalam meningkatkan pendidikan akhlak, juga harus sabar dan pantang menyerah dalam mengembangkan akhlak. Bagaimana upaya pengasuh dalam membangun akhlak terhadap sesama pada santri di Ma'had At-taqwa Mangli. Bagaimana upaya pengasuh dalam membangun semangat juang di lingkungan santri di Ma’had At-taqwa Mnagli.
PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS
Gambaran Umum
- Sejarah Ma’had At-Taqwa
- Letak Geografis
- Visi dan Misi
- Struktur Ma’had At-Taqwa
- Sarana dan Prasarana
- Data Maha Santri
Penyajian Data dan Analisis
- Pembinaan Akhlak Kepada Sesama
- Pembinaan Akhlak Kepada Lingkungan
Dari hasil wawancara dan observasi pada hari Rabu tanggal 6 Februari 2019, peneliti menemukan bahwa Maha santri shalat dengan itiqomah. Banyak perubahan yang saya alami selama disini, contoh kecilnya adalah budaya berjabat tangan dengan ustadz, setelah selesai sholat kultum shubuh biasanya saya keluar rumah saja, namun disini saya selalu diajarkan untuk taat dan hormat kepada ustadz. , adat ini sudah menjadi adat kami, apalagi saya sedang tidak berada di ma'had, yaitu jika saya bertemu di jalan, saya tetap menyapa dengan sopan dan berjabat tangan sambil menunjukkan kepada ustadz saya apa yang dipelajarinya bisa diterapkan.” 72. Dari hasil wawancara pada hari Senin tanggal 14 Februari 2019 terlihat jelas bahwa siswa harus mempunyai kebiasaan atau akhlak yang baik terhadap guru atau Ustadz.
Maha santri selalu terlibat dalam membantu masyarakat, misalnya setiap minggu maha santri diminta membersihkan desa dari sawah di RT 001.” 73. Upaya pengasuh dalam mengembangkan akhlak Maha Santri terhadap lingkungan, terhadap Maha santri di ma 'had At-Taqwa Mangli Lingkungan hidup adalah sesuatu yang ada disekeliling kita, seperti binatang, tumbuh-tumbuhan dan benda mati dan segala sesuatunya harus kita jaga karena itu menjadikan orang yang bertanggung jawab sebenarnya tidak berbuat jahat. , bila tidak ada acara, sebaiknya dilibatkan dalam pengabdian masyarakat untuk mehad atau komunitas.
Dari hasil wawancara dan observasi, peneliti menemukan bahwa lingkungan ma'had asri, bersih, dan hiasan bunga di sekitar ma'had tertata rapi.
PembahasanTemuan
- pembinaan Akhlak kepada Allah
- pembinaan Akhlak kepada sesama
- pembinaan Akhlak kepada lingkungan
Dapat disimpulkan bahwa pernyataan di atas sejalan dengan temuan penelitian tentang pembinaan akhlak di Ma’had At-Taqwa melalui kebiasaan-kebiasaan baik yang diterapkan dalam kegiatan yang berkaitan dengan hablum minallah. Hal tersebut dapat dilakukan melalui metode pemberian pendidikan kepada seorang santri dengan memberikan bimbingan ilmu kepada seorang santri, seperti kegiatan yang dikembangkan di Ma'had At-Taqwa dalam mengembangkan akhlak santri terhadap Allah yaitu dengan menyelenggarakan program studi tafsir yang juga membahas materi yang berkaitan dengan akhlak terhadap Allah. Selain itu juga diadakan aliran sesat setiap hari setelah sholat subuh, semua itu dilakukan untuk mengajarkan para santri agar selalu bertaubat dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Berdasarkan hasil observasi wawancara dan dokumentasi upaya pengembangan moral lingkungan pada santri Ma’had At-Taqwa Mangli melalui keteladanan dan kebiasaan baik, seperti melakukan pengabdian masyarakat setiap minggu di lingkungan ma’had dan mengikuti pengabdian masyarakat. kepada masyarakat, selain menanamkan rasa kepedulian terhadap lingkungan dan pembiasaan peka terhadap lingkungan.
Bermula dari sekecil-kecil perkara seperti menutup botol atau tin terpakai yang diedarkan dan membuang air supaya tidak menjadi sarang nyamuk di persekitaran mehad dan membersihkan bilik air setiap hari Jumaat. Patutkah kita (juga) menganggap orang-orang yang bertaqwa itu sebagai orang-orang yang melakukan kejahatan"84. Usaha para wali dalam mendidik akhlak terhadap Allah di Ma'had At-Takwa begitu penting dan dijalankan dalam pelaksanaan program secara sangat struktural pula bagi program seperti berikut: berbentuk pendidikan seperti pengajian tafsir, pengajian subuh, pengajian hadis, berbentuk ilmu yang baik seperti solat Dhuha, diajar supaya sentiasa bersyukur.
Usaha pengasuh mendidik akhlak orang lain dijalankan bagi mewujudkan suasana kehidupan yang harmoni.
PENUTUP
Kesimpulan
Bagian terakhir dari pembahasan skripsi ini adalah kesimpulan atau simpulan yang diambil berdasarkan analisis yang disesuaikan dengan tujuan pembahasan skripsi ini. Dalam hal ini para siswa diajarkan untuk selalu peduli terhadap lingkungan, salah satunya dengan selalu berpartisipasi aktif dalam pengabdian masyarakat di lingkungan RT, RW, Wonosari dan juga setiap 2 minggu sekali para siswa membersihkan jalan di depan masyarakat. aula.
Saran