• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN

G. Tinjauan Pustaka

1. Skripsi oleh M. Bahrul Ulum alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tahun 2014 yang berjudul: Pluralisme Agama dalam Pandangan Abdurrahman Wahid. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah bahwa pluralisme yang digagas oleh Gus Dur dalam pemikirannya merupakan bagian terpenting dalam proses terbentuknya toleransi dan dialog antar agama atau antar iman inheren. Karena baginya apabila seseorang berfikir positif tentang pluralisme, maka otomatis di dalamnya sudah ada unsur- unsur yang menunjukkan sikap toleran terhadap perbedaan agama. Gagasan Gus Dur ini merupakan upayanya dalam menciptakan hidup damai, saling mengasihi, saling mengayomi, saling menghargai secara berdampingan sebagaimana menjadi tujuan atas implikasi yang diharapkan dari pluralisme agama.

Supaya tidak ada lagi diskriminasi yang dirasakan, khususnya oleh kelompok minoritas.33

Skripsi ini memberikan kontribusi terhadap penelitian yang akan penulis lakukan, yakni memberikan pencerahan tentang makna pluralisme dan toleransi yang cukup memadai. Titik persamaan skripsi ini dengan penelitian yang akan penulis kaji yaitu terletak pada pembahasan pluralisme dan toleransi yang tidak dapat dipisahkan. Sedangkan perbedaan skripsi ini dengan penelitian selanjutnya yang akan penulis lakukan yaitu, penulis lebih fokus pada hakikat toleransi menurut pandangan dari M. Hasbi as- Shiddieqy, Buya Hamka dan M. Quraish Shihab dengan mengkaji kitab tafsirnya.

33 M. Bahrul Ulum, “Pluralisme Agama dalam Pandangan Abdurrahman Wahid”,

Skripsi, (Ciputat: Perpustakaan Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2014), h. 69-70. Tidak diterbitkan (t.d)

2. Skripsi oleh Firdaus alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tahun 2017 dengan judul: Toleransi dalam Tradisi Kearifan Lokal Masyarakat Bugis. Kesimpulan dari skripsi ini yaitu toleransi merupakan hak-hak kemanusiaan sebagai objek tertinggi. Sejalan dengan konsep kearifan lokal masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Bugis yang menjadi objek penelitiannya. Prinsip masyarakat Bugis adalah bagaimana seseorang memanusiakan seseorang yang lainnya, saling menghormati dan saling menghargai. Kemudian menekankan empati atau jiwa sosial yang harus ada dalam hati setiap orang.34 Skripsi ini membantu penulis untuk lebih mendalami makna dari toleransi. Meski skripsi ini lebih esklusif membahas toleransi masyarakat Bugis, namun ada persamaan dengan penelitian yang akan penulis kaji yakni sama-sama membahas mengenai toleransi. Sedangkan sisi perbedaannya terletak pada objek yang diteliti. Penulis akan melakukan penelitian tentang toleransi secara umum dengan merujuk pada pemikiran M. Hasbi as- Shiddieqy, Buya Hamka dan M. Quraish Shihab.

3. Skripsi oleh Anifah Ayu Fitriyah alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tahun 2017 yang berjudul: Pluralisme Agama dalam Pandangan Mahatma Gandhi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa menurut Mahatma Gandhi, pluralisme agama tidak membedakan yang benar dan yang salah dari agama tetapi bagaimana sikap umat beragama saling menghormati satu sama lain, karena titik tolak dari agama adalah takwa kepada Tuhan.

Penghormatan manusia terhadap agama-agama lain dapat

34 Firdaus, “Toleransi dalam Tradisi Kearifan Lokal Masyarakat Bugis”, Skripsi,

(Ciputat: Perpustakaan Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2017), h. 92.

Tidak diterbitkan (t.d)

menghindarkan manusia dari konflik agama. Segala yang dipandang menurut sudut pandang agama masing-masing menimbulkan gesekan antar umat beragama. Gandhi memberikan solusi pluralisme agama dengan berlandaskan pada ahimsa, yakni menjauhkan manusia dari kotoran-kotoran, karena lawan ahimsa adalah himsa yang berarti kekerasan. Untuk dapat menuju kebenaran yang sejati, jalan menggunakan kekerasan kuranglah tepat karena menggunakan kekerasan demi kebenaran hanya akan meninggalkan sisa-sisa trauma atas kekerasan itu sendiri.35

Skripsi ini memberikan kontribusi dengan penelitian yang akan penulis kaji mengenai toleransi. Meski tema yang diangkat mengenai pluralisme umat beragama, namun di dalamnya banyak mengandung nilai-nilai toleransi. Persamaan skripsi ini dengan penelitian yang akan penulis lakukan yaitu sama-sama membahas mengenai pluralisme dan sikap toleransi, meski ada perbedaan dengan penelitian yang akan penulis lakukan, yakni penulis lebih menekankan pada ayat-ayat toleransi menurut pemikiran M.

Hasbi as-Shiddieqy, Buya Hamka dan M. Quraish Shihab dengan menelaah kitab tafsirnya.

4. Skripsi oleh Nuralih alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tahun 2017 dengan judul Pluralitas Agama dalam Prespektif Haji Abdul Malik Karim Amrullah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Indonesia merupakan negara yang kaya akan keanekaragaman yang meliputi keanekaragaman daerah, bahasa, tradisi, budaya agama dan lain-lain. Namun, keanekaragaman tersebut belum mampu menjadikan Indonesia sebagai negara

35 Anifah Ayu Fitriyah, “Pluralisme Agama dalam Pandangan Mahatma Gandhi”,

Skripsi, (Ciputat: Perpustakaan Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2017), h. 65-66. Tidak diterbitkan (t.d)

yang damai dari segi pluralitas. Kurangnya sikap saling menerima dan menghargai akan pluralitas itu sendiri yang menumbuhkan akar-akar konflik. Dan isu tentang pluralisme agama kurang diminati oleh masyarakat, bahkan dinggap sebagai isu yang menyimpang. Padahal pluralisme agama berisi tentang perdamaian tanpa mengganggu agama lain. Pandangan mengenai pluralitas agama menurut Hamka adalah bahwa manusia merupakan umat yang satu. Perbedaan daerah, bahasa, dan warna kulit bukanlah masalah karena semua itu hanya keragaman di dalam satu kesatuan. Agama yang benar tidaklah mengenal batas kaum, suku, bangsa, jenis dan warna kulit. Karena agama yang benar menyeru manusia pulang bersama kembali ke hadirat Tuhan Rabbul Alamin. Agama yang benar, juga memiliki keadilan yang merata bagi seluruh umat, tidak mengenal benci, bahkan tidak ada ruang untuk benci. Karena seluruh hati sudah dipenuhi oleh rasa cinta. Agama yang benar adalah menuju kesatuan hubungan seluruh manusia dengan “Tuhan yang satu”.36 Skripsi ini membantu penulis untuk memahami pemikiran Hamka dalam menanggapi masalah pluralitas agama, khususnya di Indonesia. Persamaan skripsi ini dengan penelitian yang akan penulis lakukan yaitu sama-sama menggunakan pemikiran Buya Hamka dalam merespon masalah pluralitas agama yang tidak bisa dipisahkan dari sikap toleransi meskipun skripsi ini merujuk pada berbagai karya Buya Hamka sedangkan penelitian yang akan penulis kaji lebih difokuskan pada kitab tafsir karya Buya Hamka.

Perbedaannya yang lain yaitu penelitian ini lebih dititikberatkan

36 Nuralih, Pluralitas Agama dalam Perspektif Haji Abdul Malik Karim Amrullah,

Skripsi, (Ciputat: Perpustakaan Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2017), h. 76-78. Tidak diterbitkan (t.d)

pada ayat-ayat yang berbicara mengenai sikap toleransi perspektif M. Hasbi as-Shiddieqy, Buya Hamka dan M. Quraish Shihab dalam kitab tafsirnya saja.

5. Skripsi oleh Hendri Gunawan alumni Universitas Muhammadiyah Surakarta tahun 2015 dengan judul Toleransi Beragama Menurut Pandangan Hamka dan Nurcholis Madjid.

Kesimpulan akhir dari penelitian ini adalah adanya persamaan dan perbedaan pendapat antara Hamka dan Nurcholis Madjid tentang masalah toleransi beragama. Keduanya sama-sama menekankan tentang pentingnya prinsip toleransi dalam kehidupam beragama yaitu dengan menghormati kebebasan beragama. Karena dengan prinsip inilah semua pemeluk agama akan saling menghormati terhadap pemeluk agama lain.

Perbedaan antara keduanya terletak pada batas-batas dalam toleransi beragama, dimana Hamka menyatakan bahwa toleransi beragama dalam Islam hanya bisa dilakukan jika tidak menyangkut masalah keimanan. Sedangkan Nurcholis Madjid salam praktek toleransi beragamanya cenderung lebih inklusif dan pluralism. Seperti dengan mengikuti do’a bersama antar umat beragama.37

Skripsi ini membantu penulis memberikan kontribusi terhadap penelitian yang akan penulis lakukan, utamanya dalam segi pemikiran Buya Hamka. Persamaan skripsi ini dengan penelitian yang akan penulis lakukan adalah sama-sama membahas mengenai pemikiran Buya Hamka terhadap masalah toleransi beragama. Sedangkan perbedaannya yaitu terletak pada tokoh

37 Hendri Gunawan,“Toleransi Beragama Menurut Pandangan Hamka dan Nurcholis Madjid”, h. iii

yang ingin diteliti pemikirannya. Jika skripsi ini membahas masalah toleransi beragama perspektif Buya Hamka dan Nurcholis Madjid, maka penelitian yang akan penulis kaji yaitu toleransi beragama menurut M. Hasbi as-Shiddieqy, Buya Hamka dan M. Quraish Shihab dalam kitab tafsirnya.

6. Skripsi oleh Nur Lu’lu’il Maknunah alumni UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tahun 2016 dengan judul “Konsep Toleransi Beragama Dalam Al-Qur`an (Studi Komparatif atas Tafsir Al- Azhar dan Tafsir An-Nur)”. Hasil penelitian ini adalah konsep toleransi yang dikemukakan oleh Buya Hamka dalam tafsir Al- Azhar lebih didasarkan kepada bentuk-bentuk perilaku keseharian (mu’amalah). Toleransi yang ingin dibangun oleh Hamka tidak mencampuradukkan antar keyakinan beragama. Sedangkan toleransi yang dikemukakan oleh Hasbi as-Shiddieqy meliputi etika bergaul, hukum-hukum yang diperbolehkan untuk dilakukan atau hukum yang dilarang untuk dilakukan, sehingga lebih ketat dalam memutuskan terhadap konsepsi mengenai toleransi di dalam tafsirnya An-Nur. Adapun relevansi dari konsep toleransi yang terdapat di dalam kedua tafsir dengan keberagaman di Indonesia adalah kebersamaan merupakan sebuah keharusan yang harus diciptakan agar persatuan dan kesatuan umat beragama dapat terwujud dengan baik.38

Skripsi ini menjadi perbandingan bagi penelitian yang akan penulis lakukan. Persamaan skripsi ini dengan penelitian yang akan penulis lakukan yaitu sama-sama menggunakan tafsir An- Nur dan Al-Azhar, meski ayat-ayat yang diambil dalam penelitian

38 Nurul Lu’lu’il Maknunah, “Konsep Toleransi Beragama Dalam Al-Qur`an (Studi

Komparatif atas Tafsir Al-Azhar dan Tafsir An-Nur), h. xvi

ada perbedaan. Ditambah dengan perbedaan yang lain yaitu penelitian yang akan penulis lakukan yaitu dengan memasukkan pemikiran M. Quraish Shihab untuk diperbandingkan antara ketiga mufassir kontemporer Indonesia.

Dari pemaparan beberapa tinjauan pustaka diatas, dapat dilihat bahwa belum ada hasil penelitian yang mengkaji tentang toleransi antar umat beragama berdasarkan Tafsir An-Nur, Tafsir Al-Azhar dan Tafsir Al-Mishbah (studi perbandingan).

H. Metodologi Penelitian

Dokumen terkait