BAB 1 PENDAHULUAN
F. Kerangka Teori
2. Pembelajaran Matematika di SD/MI
a. Pengertian dan Ciri-ciri Pembelajaran Matematika 1) Pengertian Matematika
Istilah matematika berasal dari bahasa latin mathematica yang mulanya diambil dari bahasa yunani yaitu mathematike yang berarti “relating tolearning”. Kata mathema yang berarti pengetahuan atau ilmu. Mathematike berhubungan juga dengan
21Wina Sanjaya, Strategi..., hlm. 218-220.
kata lainnya yang hampir sama, yaitu mathenein yang artinya belajar (berpikir).22
Menurut Suwangsih dan Tiurlina istilah matematika berasal dari bahasa yunani yaitu mathematike yang artinya mempelajari.
Subarinah menyatakan bahwa matematika merupakan yang berkaitan dengan bahasa sansekerta yaitu medha atau widya yang memiliki makna kepandaian, ketahuan, intelegensi.Menurut Ruseffendi matematika merupakan ilmu tentang struktur terorganisir mulai dari unsurnya yang tidak bisa didefinisikan sampai ke unsurnya yang bisa didefinisikan.23
Matematika dapat diartikan sebagai suatu konsep atau ide abstrak yang penalajarannya dilakukan dengan cara deduktif aksiomatis.24
Sejalan dengan pengertian di atas peneliti dapat menyimpulkan bahwa matematika merupakan ilmu yang memiliki konsep atau ide yang abstrak, terorganisir dengan penalarannya yang dilakukan secara deduktif.
2) Ciri-ciri Pembelajaran Matematika di SD
a) Pembelajaran matematika menggunakan pendekatan sprital.
22Sriyanto, Mengobarkan Api Matematika Membelajarkan Matematika yang Kreatif dan Mencerdaskan, (Sukabumi: CV Jejak, 2017), hlm. 47.
23Isrok’atun, Amelia Rosmala, Model-model Pembelajaran Matematika, (Jakarta: Bumi Aksara, 2018), hlm. 1.
24Ahmad Susanto, Teori Belajar & Pembelajaran di Sekolah Dasar, (Jakarta: Kencana, 2013), hlm. 220.
Pembelajaran matematika merupakan pembelajaran yang sistematis, dimana untuk mencapai suatu konsep yang kompleks,siswa harus melalui konsep sebelumnya yang menjadi prasyarat.
b) Pembelajaran matematika bertahap.
Pembelajaran matematika harus bertahap apalagi siswa SD berada pada tahap operasional konkret, pembelajaran dimulai dari konsep yang sederhana menuju konsep yang lebih kompleks, dimulai dari masalah-masalah mudah kemudian masalah-masalah sulit.
c) Pembelajaran matematika menggunakan metode induktif.
Matematika merupakan mata pelajaran yang menggunakan metode deduktif, akan tetapi pada mata pembelajaran matematika di SD menggunakan induktif. Siswa SD lebih mudah mengumpulkan fakta-fakta kemudian menarik generalisasi dibanding dengan memahami terlebih dahulu generalisasi kemudian mengumpulkan fakta-fakta.
d) Pembelajaran matematika mengganti kebenaran konsistensi.
Maksudnya tidak ada pertentangan antara kebenaran yang satu dengan kebenaran yang lainnya. Konsep-konsep matematika saling keterkaitan satu sama lain, saling mengkonstruksi untuk mempermudah pemahaman dan pembelajaran matematika.
e) Pembelajaran matematika hendaknya bermakna.
Pembelajaran matematika menggunakan pemahaman bukan hafalan. Menghafal fakta, konsep, dan generalisasi tidak cukup untuk menguasai matematika, perlu aktivitas pemahaman fakta, konsep, dan generalisasi dengan cara siswa menemukan sendiri fakta.25
b. Tujuan dan Ruang Lingkup Pembelajaran Matematika di SD/MI 1) Tujuan Pembelajaran Matematika di SD/MI
Berdasarkan badan standar nasional pendidikan (BSNP) terdapat beberapa tujuan pembelajaran matematika di SD, yaitu:
a) Memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antar konsep dan mengaplikasikan konsep atau algoritma,secara luwes, akurat, efisen, dan tepat dalam pemecahan masalah.
b) Menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika.
c) Memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model, dan menafsirkan solusi yang diperoleh.
d) Mengkomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram, atau media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah.
e) Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, yaitu memiliki rasa ingin tahu,perhatian, dan minat
25Ibid.., hlm. 14-15.
dalam mempelajarai matematika, serta sikap ulet, dan percaya diri dalam pemecahan masalah.26
Selain tujuan pembelajaran di atas, menurut Handayani ada beberapa pembelajaran matematika antara lain: membuat siswa mampu memecahkan masalah matematika, melihat manfaat yang sistematis, menggunakan penalaran yang abstrak, mencari serta mengembangkan cara-cara baru untuk menggambarkan situasi dan permasalahan matematis.27
2) Ruang Lingkup pembelajaran matematika sekolah dasar (SD/MI) Berikut ini beberapa ruang lingkup matematika di SD/MI:
Tabel 1.1
Ruang Lingkup Materi Matematika SD/MI Pada Kurikulum 2013
Kelas Materi Submateri
I Bilangan
Geometri
Pengukuran
Bilangan cacah, penjumlahan, dan pengurangan.
Pengenalan bangun ruang dan bangun datar.
Panjang, berat, waktu, dan suhu.
II Bilangan
Pengukuran
Geometri
Bilangan cacah, penjumlahan, pengurangan, pembagian, dan perkalian.
Panjang, berat, dan waktu.
Ruang garis, bangun datar, bangun ruang, serta pola bangun datar dan bangun ruang.
III Bilangan
Pengukuran
Geometri
Bilangan cacah, penjumlahan pecahan, dan pengurangan pecahan.
Waktu, panjang, dan berat.
26Isrok’atun, dkk, Pembelajaran Matematika dan Sains Secara Integratif Melalui Situation Based Learnin, (Sumedang: UPI Sumedang Press, 2020), hlm. 16-17.
27Ibid.., hlm. 17.
Bangun ruang, dan bangun datar.
IV Bilangan
Pengukuran
Geometri
Pengolahan data
Pecahan, penaksiran, faktor, kelipatan, dan bilangan prima.
Panjang dan berat.
Segi banyak, bangun ruang, bangun datar.
Data V Bilangan
Geometri
Pengolahan data
Pecahan, perbandingan, dan skala.
Bangun ruang.
Data, penyajian data.
V1 Bilangan
Geometri
Pengolahan data
Bilangan bulat, dan operasi hitung campur.
Bangun datar dan bangun ruang.
Modus, median, dan mean.
Ruang lingkup materi matematika SD pada kurikulum 2013 untuk kelas V antara lain:28
Tabel 1.2
Ruang Lingkup Materi Kelas V SD/MI Pada Kurikulum 2013
Materi Sub Materi
Bilangan Pecahan, perbandingan dan skala Geometri Bangun ruang
Pengolahan data Data, penyajian data c. Karakteristik Matematika
Adapun karakteristik matematika menurut Karso,dkk dalam buku Isrok’atun diantaranya:
1) Matematika merupakan ilmu deduktif
2) Matematika merupakan ilmu yang terstruktur
3) Matematika merupakan ilmu tentang pola dan hubungan
28Ibid..., hlm.19.
4) Matematika merupakan bahasa symbol 5) Matematika sebagai ratu dan pelayan ilmu.29 G.Metode Penelitian
1. Pendekatan Penelitian
Setiap penelitian membutuhkan pendekatan atau yang lebih dikenal dengan desain penelitian yang menunjukkan cara pengumpulan data dan menganalisis data supaya penelitian dapat dilkukan secara efektif dan efisien serta sesuai dengan tujuan penelitian. Pendekatan yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif.
Menurut Denzin & Lincolin dalam buku Albi Anggito & Johan Setiawam mengatakan bahwa penelitian kualitatif adalah penelitian yang menggunakan latar alamiah dengan maksud menafsirkan fenomena yang terjadi dan dilakukan dengan jalan melibatkan berbagai metode yang ada.30
Seperti yang diketahui, penelitian kualitatif yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme yang digunakan untuk meneliti kondisi obyek yang alamiah, dimana peneliti adalah sebagai instrument kunci, teknik pengumpulan data dilakukan dengan trianggulasi, analisis data bersifat induktif/kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi.31
29Ibid…, hlm. 4.
30Albi Anggito & Johan Setiawan, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Sukabumi: CV Jejak, 2018), hlm. 7.
31Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, kualitatif dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2014), hlm. 9.
2. Kehadiran Peneliti
Dalam penelitian ini, peneliti bertindak sebagai instrument kunci karena penelitilah yang menjadi pengumpulan data utama. Peneliti sebagai instrument kunci yang memiliki peran yang secara aktif untuk mengambil data di SDN 1 Darmaji. Agar data yang diperoleh betul-betul valid maka dalam penelitian ini diperlukan perisapan yang cukup matang dengan metode yang telah dipersiapkan seperti metode observasi, metode wawancara dan metode dokumentasi. Namun dalam hal ini peneliti bukan bertujuan untuk mempengaruhi subjek penelitian.