• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pemeriksaan Penunjang

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

3) Pemeriksaan Penunjang

b. Diagnosa Keperawatan

Tabel 4.5

Daftar Diagnosa Keperawatan Klien Anak dengan Bronkopneumonia

No

Anak 1 Anak 2

Tanggal

ditemukan Diagnosa Kep Tanggal

ditemukan Diagnosa Kep 1 12/ 04 /2019 (D.0001) Bersihan

jalan nafas tidak efektif b.d

peningkatan produksi sputum

DS :

Ibu klien mengatakan anaknya

mengalami sesak nafas

Ibu mengatakan anaknya masih batuk

Ibu mengatakan An. R batuk tapi tidak bisa mengeluarkan dahaknya DO :

Suara nafas ronkhi pada paru kiri

Pernafasan cepat dan dangkal

Anak tidak mampu mengeluarkan dahaknya secara mandiri

Frekuensi nafas 35x/menit

Bersihan jalan nafas tidak efektif b.d hipersekresi jalan nafas DS : -

DO :

Klien tampak gelisah

RR 50 x/menit

Suara nafas ronkhi basah

Batuk produktif, reflex batuk kurang

Terpasang O2

simple mask 4 liter

Terdapat retraksi dinding dada

Foto thoraks hasil bronkopneumonia

2 12/04/2019 (D.0003) Gangguan pertukaran gas b.d membrane alveolus kapiler

DS :

Ibu mengatakan An. R mengalami sesak

nafas DO :

Terdengar bunyi ronkhi pada paru kiri

Pola nafas cepat dan dangkal

Kesadaran composmentis (E4V5M6)

Warna kulit kemerahan

Peningkatan suhu tubuh b.d proses penyakit (infeksi)

DS : - DO :

Klien tampak lemah

Suhu 38,30C

Klien teraba panas

Mukosa bibir kering

Leukosit 14.500/ul

Terpasang IVFD

Terpasang selang NGT

3 12/04/2019 (D.0005) Pola nafas tidak efektif b.d depresi pusat pernafasan DS:

Ibu mengatakan pasien kesulitan bernafas

Ibu mengatakan saat posisi tidur telentang anak semakin merasa sesak nafas DO:

Terdapat otot bantu pernafasan dada

Pola nafas cepat dan dangkal

TTV :

RR : 35x/menit N: 105x/menit T: 37,80C

Ansietas b.d kurang terpapar informasi DS:

Ibu klien mengatakan tidak mengetahui penyakit yang di derita anaknya dan merasa khawatir dengan keadaan anaknya saat ini DO:

Keluarga terlihat gelisah

Ibu sering bertanya

Klien dirawat selama 2 hari

4 12/04/2019 (D.0130) Hipertermia b.d Proses inflamasi DS :

Ibu mengatakan badan An. R teraba hangat sejak malam

Ibu mengatakan An. R demam DO :

T : 37,80C

Badan teraba hangat 5 12/ 04/2019 (D.0032) Resiko

Defisit Nutrisi d.d faktor psikologis (keengganan untuk makan)

DS :

Ibu pasien mengatakan An.

R nafsu makannya menurun

Ibu pasien mengatakan An.

R hanya makan lauk (ikan) tapi tidak mau menghabiskan nasinya.

DO :

A : BB = 11kg, TB=

70,7cm, LILA=

15,7cm

B : terjadi peningkatan jumlah leukosit dan trombosit

C :

- Tidak ada penurunan berat badan - Tidak ada

tandatanda dehidrasi - Rambut

hitam mengkilat

D : MLTKTP

6 12/ 04 /2019 (D.0143) Resiko jatuh d.d anak usia 2 tahun atau kurang DS : -

DO :

Usia anak <

2tahun

Jenis kelamin laki-laki

Anak ditempatkan ditempat tidur orang dewasa

Pagar tempat tidur tidak terpasang

Jumlah skor penilaian humpty dumpty 13 (resiko tinggi)

7 12/04/2019 (D.0142) Risiko infeksi d.d efek prosedur invasive DS : -

DO :

Anak terpasang IVFD ditangan sebelah kiri

Balutan infus tampak bersih namun sudah longgar

Tidak ada tanda- tanda infeksi

Terjadi peningkatan jumlah leukosit

Sumber: Chairunisa (2019) & Ariska (2018)

Berdasarkan tabel diatas maka pada klien 1 ditegakkan 7 diagnosa sedangkan klien 2 ditegakkan 3 diagnosa. Adapun diagnosa yang ditegakkan sama pada klien 1 dan 2 yaitu bersihan jalan nafas tidak efektif dan hipertermia. Sedangkan diagnosa yang berbeda yaitu gangguan pertukaran gas, pola nafas tidak efektif, ansietas, resiko defisit nutrisi, resiko jatuh, dan resiko infeksi.

c. Intervensi Keperawatan

Tabel 4.6

Intervensi Keperawatan Klien Anak dengan Bronkopneumonia

No. Tanggal

Ditemukan Diagnosa Kep. Tujuan Dan Hasil Intervensi Kep.

Klien 1

1 12/04/2019 (D.0001) Bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan peningkatan produksi sputum

Setelah dilakukan tindakan

keperawatan 3 x 24 jam diharapkan jalan nafas pasien paten dengan kriteria hasil:

1. Suara nafas bersih, tidak ada dypsnoe,

1.1 Monitor status oksigen pasien 1.2 Monitor status

respirasi (frekuensi,irama nafas)

1.3 Auskultasi suara nafas catat jika ada suara nafas tambahan 1.4 Atur poisi pasien

untuk

dan tanda tanda sianosis 2. Jalan nafas

bersih, pasien tidak merasa tercekik 3. Irama nafas

teratur, frekuensi nafas dalam rentang normal (20- 30x/menit)

memaksimalkan ventilasi 1.5 Lakukan

fisioterapi dada jika perlu 1.6 Ajarkan teknik

batuk efektif untuk mengeluarkan secret 1.7 Kolaborasi

pemberian O2 1.8 Kolaborasi

pemberian terapi nebulizer 1.9 Kolaborasi

pemberian antibiotik

2 12/04/2019 (D.0003) Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan perubahan membrane alveolus-kapiler

Setelah dilakukan tindakan

keperawatan 3 x 24 jam diharapkan masalah gangguan pertukaran gas teratasi dengan kriteria hasil :

1. Suara nafas bersih, tidak ada dypneu 2. Mampu

bernafas dengan mudah 3. Tanda-tanda

vital dalam batas normal

2.1 Observasi Tanda tanda vital anak (nadi, repirasi, suhu)

2.2 Kaji frekuensi, Kedalaman dan kemudahan pernafasan 2.3 Observasi warna

kulit, membran mukosa dan kuku anak apakah terdapat sianosis 2.4 Mempertahankan istirahat dan tidur pada anak 2.5 Kolaborasi

pemberian oksigen

3 12/ 04 /2019 (D.0005) Pola napas tidak efektif berhubungan dengan depresi pusat pernapasan

Setelah dilakukan tindakan

keperawatan 3 x 24 jam diharapkan masalah pola nafas teratasi dengan kriteria hasil : 1. Tidak ada sesak nafas 2. Mampu

bernafas dengan mudah 3. Menunjukkan

jalan nafas yang paten (pasien tidak merasa tercekik, frekuensi nafas dalam rentang normal, tidak ada suara nafas abnormal)

3.1 Observasi tanda tanda vital anak (nadi, repirasi, suhu

3.2 Kaji frekuensi pernapasan 3.3 Memberikan

posisi semi fowler 3.4 Kolaborasi

pemberian Oksigen

4 12/ 04 /2019 (D.0130) Hipertermi berhubungan dengan proses inflamasi

Setelah dilakukan tindakan

keperawatan 3 x 24 jam diharapkan Suhu tubuh

kembali normal dengan kriteria hasil :

1. Suhu tubuh anak dalam rentang normal 2. Tidak ada

perubahan warna kulit 3. Tidak terjadi

kejang

4.1 Monitor suhu tubuh sesering mungkin 4.2 Monitor warna

kulit, nadi dan RR 4.3 Berikan kompres

pada lipat paha dan aksila 4.4 Selimuti pasien

untuk mencegah hilangnya kehangatan tubuh 4.5 Klaborasi

pemberian obat antipiretik untuk menurunkan panas

5 12/ 04 /2019 (D.0032) Risiko defisit nutrisi d.d faktor psikologis

Setelah dilakukan tindakan

keperawatan selama 3x24 jam

diharapkan pasien dapat terhindar dari resiko defisit nutrisi dengan kriteria hasil:

1. Mampu mengidentifika si kebutuhan nutrisi 2. Nafsu makan

anak meningkat 3. Tidak terjadi

penurunan berat badan

5.1 Kaji status nutrisi anak

5.2 Kaji adanya alergi makanan atau minuman 5.3 Ukur

tinggi/panjang badan dan berat badan anak 5.4 Monitor turgor

kulit

5.5 Monitor muntah pada anak 5.6 Monitor

pertumbuhan dan perkembangan anak

5.7 Kolaborasi dengan ahli gizi untuk membantu memilih makanan yang dapat memenuhi kebutuhan gizi selama sakit 6 12/ 04 /2019 (D.0143) Risiko

jatuh d.d anak usia 2 tahun atau kurang

Setelah dilakukan tindakan

keperawatan 3 x 24 jam diharapkan tidak ada kejadian jatuh dengan kriteria hasil :

1. Tidak ada kejadian jatuh 2. Perilaku

pencegah jatuh : tindakan orang tua atau pemberi asuhan untuk meminimalkan factor resiko yang memicu jatuh

6.1 Mengidentifikasi perilaku dan factor yang

mempengaruhi risiko jatuh 6.2 Mengidentifikasi

karakteristik lingkungan yang dapat

meningkatkan potensi untuk jatuh

6.3 Memasang pagar pengaman tempat tidur

6.4 Merendahkan tempat tidur 6.5 Jelaskan kepada

keluarga pasien tentang factor risiko yang memicu jatuh

7 12/ 04 /2019 (D.0142) Risiko infeksi d.d efek prosedur invasive

Setelah dilakukan tindakan

keperawatan selama 3x24 jam diharapkan masalah infeksi teratasi dengan kriteria hasil:

1. Tidak ada tanda tanda infeksi muncul 2. Jumlah leukosit dalam batas normal 3. Menunjukkan

perilaku hidup sehat 4. Menunjukkan

kemampuan untuk mencegah timbulnya infeksi

7.1 Cuci tangan sebelum dan sesudah tindakan keperawatan 7.2 Batasi pengunjung

bila perlu 7.3 Monitor tanda

gejala infeksi sistemik dan local 7.4 Lakukan

perawatan infus 7.5 Mengajarkan

keluarga tentang tanda gejala infeksi 7.6 Ajarkan cara

menghindari infeksi 7.7 Kolaborasi

pemberian antibiotic

Klien 2

1 Bersihan jalan

nafas tidak efektif berhubungan dengan hipersekresi jalan nafas

Tujuan: Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1x 24 jam diharapkan jalan nafas efektif dengan Kriteria hasil:

1. Klien tampak tenang 2. RR dalam

batas normal 30-45 x/menit) 3. Suara nafas

vesikuler

1.1 Kaji bersihan jalan nafas, kedalaman, frekuensi nafas 1.2 Pantau tanda-

tanda sianosis 1.3 Pantau reflek

batuk

1.4 Auskultasi bunyi nafas

1.5 Ukur tanda-tanda vital

1.6 Kolaborasi dalam pemberian oksigen 1.7 Kolaborasi

pemberian fisioterapi dada 1.8 Kolaborasi dalam

pemberian inhalasi nebulizer

2 Peningkatan suhu tubuh berhubungan dengan proses penyakit (infeksi)

Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1x 24 jam diharapkan suhu tubuh dalam batas normal (36,5 oC- 37 OC) dengan Kriteria hasil :

1. Klien tampak bugar

2. Suhu tubuh 36,50C-37,50C 3. Leukosit dalam

batas normal 4.800-10.800 u 4. Infus tidak

flebitis

2.1 Pantau tanda-tanda infeksi

2.2 Ukur suhu tubuh 2.3 Anjurkan ibu cuci

tangan 6 langkah sebelum dan sesudah

memberikan ASI 2.4 Lakukan

perawatan Iv Line 2.5 Berikan kompres

hangat 2.6 Anjurkan ibu

untuk memakaikan pakaian yang tipis 2.7 Pertahankan suhu

lingkungan tetap sejuk

2.8 Kolaborasi dalam pemberian antipiretik

3 Ansietas

berhubungan dengan kurang terpapar informasi

Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1x 24 jam diharapkan cemas berkurang dengan Kriteria hasil : 1. Keluarga

tampak tenang 2. Ibu mengerti

tentang penyakit anaknya

3.1 Kaji tingkat kecemasan 3.2 Berikan

pendidikan kesehatan tentang penyakit

bronkopneumonia 3.3 Memberikan

support dan dukungan kepada keluarga

3.4 Anjurkan keluarga untuk berobat atau kontrol kesehatan secara rutin di pelayanan

kesehatan terdekat

Sumber: Chairunisa (2019) & Ariska (2018)

Tabel diatas menjelaskan mengenai intervensi yang akan diberikan pada klien 1 dan klien 2 selama masa perawatan sesuai dengan diagnosa keperawatan yang ditegakkan. Perencanaan pada kedua klien

sudah menggunakan buku Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) yang meliputi observasi, teraupetik, edukasi dan kolaborasi.

d. Implementasi Keperawatan

Tabel 4.7

Implementasi Keperawatan Klien Anak dengan Bronkopneumonia

No Tanggal/

Jam Tindakan Keperawatan Evaluasi Tindakan Paraf Klien 1

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

12/4/2019 08:03

12/4/2019 08:05

12/4/2019 08:07

12/4/2019 08:10 12/4/2019 08.10 12/4/2019 08:12

12/4/2019 08:15 12/4/2019 08:17 12/4/2019 09:00 12/4/2019 09:02

7.1 Mencuci tangan sebelum kontak dengan anak

1.2 Menghitung frekuensi nafas dan

memperhatikan irama nafas An.R

2.2 Melihat kedalaman dan kemudahan pasien dalam bernafas 1.3 Mendengarkan suara

nafas

4.1 Mengukur suhu tubuh pasien

4.2 Memantau warna kulit dan menghitung nadi

1.1 Melihat status oksigen pasien

3.4 Memasang oksigen kepada pasien 2.3 Melihat mukosa bibir

dan kuku pasien 6.2 Melihat lingkungan

yang dapat

meningkatkan risiko jatuh

- Mencuci tangan 6 langkah

- Tangan tampak bersih - RR : 35x/menit

- Irama nafas tidak teratur

- Pasien terlihat sesak - Pernafasan cepat dan

dangkal

- Suara nafas ronkhi pada paru kiri

- T : 37,80C

- Tidak ada kebiruan ataupun tanda-tanda sianosis, akral teraba hangat, N: 97x/menit - SpO2: 97%

- Terpasang nasal kanul 1 lpm

- Mukosa bibir lembab, kuku tidak ada kebiruan - Side rail tidak terpasang - Anak ditempatkan

ditempat tidur orang dewasa

- Posisi tempat tidur terlalu tinggi

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

12/4/2019 09:05

12/4/2019 09:10

12/4/2019 11:40

12/4/2019 11:55

12/4/2019 12:00 12/4/2019 12:02

12/4/2019 12:04

12/4/2019 12:06

12/4/2019 12:08 12/4/2019 12:10

12/4/2019 12:12

6.1 Mengkaji perilaku anak yang dapat memicu Risiko jatuh 1.9 Menginjeksikan

cefotaxime 300mg IV

3.3 Mengatur posisi pasien untuk memaksimalkan Ventilasi

1.8 Memberikan terapi nebulizer (ventolin)

4.3 Memberikan kompres pada An.R

6.5 Menjelaskan kepada orang tua An.R tentang faktor yang memicu jatuh

6.3 Memasang side rail tempat tidur

5.2 Menilai adanya alergi terhadap makanan atau minuman

5.1 Kaji kemampuan pasien untuk

mendapat nutrisi yang dibutuhkan

3.3 Mengukur BB, TB, LILA

4.4 Merendahkan posisi tempat tidur

7.3 Melihat tanda-tanda infeksi pada tangan pasien yang terpasang infus

- Skor humpty dumpty : 13 - Anak masih aktif

bergerak

- Obat telah diinjeksikan dan tidak ada respon negative

- Menganjurkan ibu untuk memangku anaknya dan mengatur posisi anak menjadi semo fowler, anak terlihat tenang - Anak menangis selama

diuap, setelah diuap ibu mengatakan anaknya lebih nyaman bernafas dan tidak gelisah - Kompres telah diberikan

- Orang tua mengatakan mengerti tentang faktor resiko yang memicu jatuh dan dapat mengulangi kembali apa yang telah dijelaskan perawat - Side rail terpasang, anak

lebih aman

- Ibu mengatakan An. R tidak mempunyai alergi terhadap makanan ataupun minuman - Ibu mengatakan kadang

membelikan makanan diluar

- Ibu mengatakan hari ini An. R masih mau tidak makan nasi

- BB : 11 kg, TB : 70,7 cm, LILA : 15,7 cm

- Tempat tidur telah direndahkan posisinya, tidak ada kejadian jatuh - Tidak ada tanda-tanda

infeksi yang muncul

22

23

12/4/2019 12:14

12/4/2019 12:19

7.5 Mengajarkan kepada orang tua pasien tentang tanda dan gejala infeksi 7.6 Mengajarkan cara

menghindari infeksi

- Orangtua mampu menyebutkan secara umum tanda dan gejala infeksi

- Orangtua mengatakan paham tentang cara menghindari infeksi 1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

13/4/2019 08:05

13/4/2019 08:06 13/4/2019 08:09

13/4/2019 08:10

13/4/2019 08:12

13/4/2019 08:15

13/4/2019 08:20

13/4/2019 08:25

13/4/2019 08:55

13/4/2019 08:57

13/4/2019 09:05

7.1 Mencuci tangan sebelum kontak dengan pasien 7.4 Melakukan perawatan

infus

7.3 Melihat apakah ada tanda-tanda infeksi yang muncul pada tangan pasien 7.2 Memberitahu orang

tua untuk membatasi jumlah pengunjung 1.3 Mendengarkan suara

nafas

3.4 Menghitung frekuensi nafas dan melihat irama nafas

2.1 Mengukur suhu tubuh dan menghitung RR dan nadi anak 1.1 Mengukur status

oksigen An.R 6.1 Mengkaji perilaku

An.R yang mungkin mempengaruhi resiko jatuh

6.2 Mengkaji factor lingkungan yang memicu jatuh

6.3 Memasang side rail dan mengingatkan orang tua pasien

- Tangan tampak bersih

- Plaster telah diganti, balutan tampak bersih - Tidak ada tanda atau

gejala infeksi yang muncul

- Orang tua mengatakan akan melakukan saran dari perawat

- Terdengar suara nafas tambahan ronkhi pada paru bagian kiri - RR : 36x/menit irama

nafas cepat dan dangkal pola nafas tidak teratur - T = 36,60C, N =

102x/menit, RR = 36x/menit - SpO2 = 98%

- Anak sedang rewel dan aktif bergerak

- Side rail tidak terpasang - Ibu mengatakan lupa

memasang pagar pengaman

- Pagar tempat tidur telah dipasang

- Ibu mengatakan lain kali akan memastikan

12

13

14

15

16

13/4/2019 09:08

13/4/2019 09:22

13/4/2019 14:30

13/4/2019 14:35

13/4/2019 14:38

1.9 Menginjeksikan antibiotik cefotaxime 300mg IV

2.5 Memberikan paracetomol 100mg IV

3.3 Mengubah posisi pasien

1.8 Memberikan terapi nebulizer ventolin

1.5 Melakukan fisioterapi dada

pagar tempat tidur terpasang

- Obat telah dimasukkan dan tidak ada respon negative

- Obat telah diberikan dan tidak ada respon negative

- Mengubah posisi pasien menjadi semi fowler dan pasien terlihat tenang

- An.R menangis dan berusaha membuka masker nebunya - Fisioterapi dada telah

diberikan ibu

mengatakan ada sedikit dahak yang keluar 1

2

3

4

5

6

14/04/2019 08:45 14/04/2019 08:47

14/04/2019 08:47

14/04/2019 08:50

14/04/2019 08:55

14/04/2019 09:00

1.4 Mendengarkan suara nafas

3.5 Menghitung frekuensi nafas dan melihat irama nafas 1.1 Mengukur status

oksigen An.R

3.1 Mengukur tanda-tanda vital

6.1 Mengkaji perilaku An.

R yang mungkin mempengaruhi resiko jatuh

6.2 Mengkaji factor lingkungan yang memicu jatuh

- Suara nafas bersih

- RR : 26x/menit irama nafas teratur

- SpO2 = 99%

- An.R tidak terpasang oksigen lagi

- Ibu mengatakan anaknya sudah tidak sesak - RR : 26x/menit - T : 36,30C - N : 97x/menit - Anak sedang aktif

bergerak

- Side terpasang - Posisi tempat tidur

rendah

- Ibu mengatakan akan memastikan pagar tempat tidur selalu terpasang

7

8

9

14/04/2019 09:03

14/04/2019 09:05

14/04/2019 09:10

1.9 Menginjeksikan antibiotik cefotaxime 300mg IV

1.4 Mengubah posisi pasien

1.8 Memberikan terapi nebulizer ventolin

- Obat telah dimasukkan dan tidak ada respon negative

- Mengubah posisi pasien menjadi semi fowler dan pasien terlihat tenang - An. R menangis dan

berusaha membuka masker nebunya 1

2

3

4

5

6

7

8

15/04/2019 08:45 15/04/2019 08:47 15/04/2019 08:47 15/04/2019 08:50

15/04/2019 08:55

15/04/2019 09:00

15/04/2019 09:03

15/04/2019 09:05

7.1 Mencuci tangan sebelum tindakan 5.6 Mengakaji

perkembangan anak 7.3 Melihat tanda dan

gejala infeksi 6.1 Mengkaji perilaku

An.R yang mungkin mempengaruhi resiko jatuh

6.2 Mengkaji factor lingkungan yang memicu jatuh

7.7 Menginjeksikan antibiotik cefotaxime 300mg IV

5.7 Menanyakan kepada ibu apakah pasien muntah hari ini 5.3 Mengukur BB, TB,

LILA

- Tangan tampak bersih

- Anak berkembang sesuai dengan usianya

- Tidak ada tanda gejala infeksi yang muncul - Anak sedang aktif

bergerak

- Side terpasang - Posisi tempat tidur

rendah

- Ibu mengatakan akan memastikan pagar tempat tidur selalu terpasang

- Obat telah dimasukkan dan tidak ada respon negative

- Ibu mengatakan anak tidak ada muntah hari ini

- BB : 11 kg, TB : 70,7 cm , LILA : 15,7 cm Klien 2

1

2

25/10/2017 09:00

25/10/2017 09:15

1.1 Mengkaji bersihan jalan nafas, kedalaman, dan frekuensi nafas 1.2 Memantau tanda-tanda

sianosis

- Klien gelisah - Batuk produktif

- Terdapat retraksi dinding dada

- CRT <3 detik - Bibir tampak sianosis

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

25/10/2017 09:30 25/10/2017 09.45 25/10/2017 10:10 25/10/2017 10:25 25/10/2017 10:45

25/10/2017 10:55

25/10/2017 11:10

25/10/2017 11:25 25/10/2017 11:40

25/10/2017 12:05 25/10/2017 12:10 25/10/2017 12:20

25/10/2017 12:35 25/10/2017 13:00 25/10/2017 13:10

25/10/2017 13:20

1.3 Memantau reflek batuk

1.4 Mengauskultasi bunyi nafas

1.5 Mengukur TTV

1.6 Memberikan oksigen.

1.7 Kolaborasi pemberian fisioterapi dada

1.8 Kolaborasi dalam pemberian ihalasi nebulizer

2.1 Memantau tanda-tanda infeksi

2.2 Mengukur suhu tubuh

2.3 Mengajarkan ibu cuci tangan 6 langkah sebelum dan sesudah memberikan ASI 2.4 Melakukan perawatan

Iv Line

2.5 Memberikan kompres hangat

2.6 Menganjurkan ibu untuk memakaikan pakaian yang tipis 2.7 Mempertahankan suhu

lingkungan tetap sejuk 2.8 Memberikan

antipiretik

3.1 Mengkaji tingkat kecemasan 3.2 Memberikan

pendidikan kesehatan tentang

bronkopneumonia

- Reflek batuk berkurang

- Suara nafas ronkhi basah +/+

- RR: 50 x/menit, N: 160 x/menit, T: 38,30C, - Simple mask 4 liter/menit

terpasang

- Fisioterapi dada telah dilakukan dengan menepuk punggung klien - Ventolin 1 ampul/8jam

telah diberikan

- Tidak ada tanda-tanda infkesi, NGT, IVFD dalam keadaan baik - T: 38,30C

- Ibu melakukan cuci tangan 6 langkah sebelum dan sesudah memberikan ASI

- IVFD dan NGT dalam kondisi baik

- Kompres hangat telah diberikan

- Klien terlihat tidak memakai pakaian tebal

- Suhu lingkungan baik (tidak panas, tidak dingin) - PCT injeksi 4 mg/6 jam

telah diberikan

- Ibu klien cemas anaknya sesak terus

- Ibu klien mengerti dan memahami apa itu bronkopneumonia

19

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

25/10/2017 13:35

26/10/2017 09:00

26/10/2017 09:15

26/10/2017 09:30 26/10/2017 09:45 26/10/2017 09:55 26/10/2017 10:00 26/10/2017 10:25

26/10/2017 10:45

26/10/2017 11:10 26/10/2017 11:25

26/10/2017 11:40

26/10/2017 12:10 26/10/2017 12:25

3.3 Memberikan support dan dukungan kepada keluarga

1.1 Mengkaji bersihan jalan nafas, kedalaman, dan frekuensi nafas 1.2 Memantau tanda-tanda

sianosis

1.3 Memantau reflek batuk

1.4 Mengauskultasi bunyi nafas

1.5 Mengukur TTV 1.6 Memberikan oksigen.

1.7 Kolaborasi pemberian fisioterapi dada

1.8 Kolaborasi dalam pemberian ihalasi nebulizer

2.2 Mengukur suhu tubuh

2.3 Mengajarkan ibu cuci tangan 6 langkah sebelum dan sesudah memberikan ASI 2.4 Melakukan perawatan

Iv Line

2.5 Memberikan kompres hangat

2.8 Memberikan antipiretik

- Keluarga tampak tenang

- Nafas masih terlihat sesak - Terdapat retraksi dinding

dada

- Batuk produktif - Bibir tampak pucat - CRT <3 detik

- Reflek batuk berkurang

- Suara nafas ronchi basah +/-

- RR: 44 x/menit, N: 152 x/menit, T: 370C - Klien terpasang nasal

kanul 1 liter/menit - Fisioterapi dada telah

diberikan dengan menepuk punggung klien - Ventolin 1 ampul/8 jam

telah diberikan

- T: 370C

- Ibu melakukan cuci tangan 6 langkah sebelum dan sesudah memberikan ASI

- IVFD D5 6 tetes/menit (micro) diberikan - Cairan infus telah masuk

melalui iv

- Kompres hangat telah diberikan

- PCT injeksi 4 mg/6 jam telah diberikan

1

2

3

4

5

6

7

27/10/2017 09:00

27/10/2017 09:15 27/10/2017 09:30 27/10/2017 09:45 27/10/2017 09:55 27/10/2017 10:10

27/10/2017 10:25

1.2 Mengkaji bersihan jalan nafas, kedalaman, dan frekuensi nafas

1.3 Memantau reflek batuk

1.5 Mengauskultasi bunyi nafas

1.5 Mengukur TTV 1.6 Memberikan oksigen.

1.8 Kolaborasi dalam pemberian ihalasi nebulizer

2.1 Mengukur suhu tubuh

- Nafas klien terlihat tenang

- Tidak terdapat retraksi dinding dada

- Batuk produktif berkurang

- Adanya reflek batuk

- Suara nafas vesikuler

- RR: 40 x/menit, N: 156 x/menit, T: 370C - Nasal kanul 1 liter/menit

terpasang

- Ventolin 1 ampul/8 jam telah diberikan.

- T: 370C

Sumber: Chairunisa (2019) & Ariska (2018)

Berdasarkan tabel diatas bahwa implementasi yang dilakukan berdasarkan dari rencana atau intervensi yang telah dibuat. Implementasi pada klien 1 dilakukan selama 4 hari dirumah sakit pada tanggal 12 April- 15 April 2019 sedangkan pada klien 2 dilakukan selama 3 hari di rumah sakit mulai dari tanggal 25 Oktober-27 Oktober 2017

e. Evaluasi Keperawatan

Tabel 4.8

Evaluasi Keperawatan Klien Anak dengan Bronkopneumonia

Hari/

Jam

Diagnosa

Keperawatan Evaluasi ( SOAP ) Paraf

Klien 1 Hari ke 1 15:00

Dx 1 Bersihan jalan

nafas tidak efektif

S : - Ibu mengatakan An. R masih sulit bernafas

- Ibu mengatakan An. R masih batuk berdahak

- Ibu mengatakan anak tidak bisa mengeluarkan dahaknya

O : - Auskultasi bunyi nafas ronki pada paru kiri

- RR : 35x/menit - SpO2 : 98%

- Ada otot bantu pernafasan dada A : Masalah belum teratasi

P : Lanjutkan Intervensi

1.1 Monitor status oksigenasi pasien 1.2 Monitor status respirasi

(irama,frekuensi)

1.3 Auskultasi suara nafas catat jika ada suara nafas tambahan

1.4 Atur posisi pasien untuk memaksimalkan ventilasi

1.5 Lakukan fisioterapi dada jika perlu 1.7 Kolaborasi pemberian O2

1.8 Kolaborasi pemberian terapi nebulizer 1.9 Kolaborasi pemberian antibiotic

15.10 Dx 2 Gangguan Pertukaran Gas

S : - Ibu mengatakan anak masih kesulitan bernafas

O : - Terdengar bunyi ronkhi pada paru kiri - Pola nafas cepat dan dangkal

A : Masalah belum teratasi P : Lanjutkan Intervensi

2.1 Observasi tanda-tanda vital anak 2.2 Kaji frekuensi, kedalaman dan

kemudahan anak dalam bernafas 2.3 Observasi warna kulit, membrane

mukosa, dan kuku anak apakah ada sianosis

2.4 Mempertahankan istirahat dan tidur anak

2.5 Kolaborasi pemberian oksigen

15.15 Dx 3 Pola nafas tidak efektif

S : - Ibu mengatakan anak masih sulit bernafas - Ibu mengatakan saat posisi tidur

terlentang anak semakin merasa sesak nafas

O : - Terdapat otot bantu pernafasan dada - Pola nafas cepat dan dangkal

- TTV : RR: 36x/menit, N: 102x/menit, T: 37,80C

A : Masalah belum teratasi P : Lanjutkan Intervensi

3.1 Observasi tanda-tanda vital anak 3.2 Kaji frekuensi pernafasan 3.3 Memberikan posisi semi fowler 3.4 Kolaborasi pemberian oksigen

15.20 Dx 4 Hipertermia

S : - Ibu mengatakan badan anak panas - Ibu mengatakan anak rewel dan demam O : - Saat diraba badan anak teraba panas

- T: 37,80C N: 102x/menit - Anak rewel

A : Masalah belum teratasi P : Lanjutkan Intervensi

4.1 Monitor suhu tubuh

4.2 Monitor warna kulit, nadi dan RR 4.3 Berikan kompres pada lipatan paha dan

axilla

4.4 Selimuti klien untuk mencegah hilangnya kehangatan

4.5 Kolaborasi pemberian obat antipiretik untuk menurunkan panas

15.25 Dx 5 Resiko defisit

nutrisi

S : - Ibu mengatakan An. R nafsu makannya menurun

- Ibu mengatakan An. R hanya makan lauk (ikan) tapi tidak mau menghabiskan nasinya

O : - A: BB: 11 kg, TB: 70,7 cm, LILA: 15,7 cm

- B: terjadi peningkatan jumlah leukosit dan trombosit

- C:

- Tidak ada penurunan berat badan - Tidak ada tanda-tanda dehidrasi - Rambut hitam mengkilap - D: MLTKTP

A : Masalah tidak terjadi P : Pertahankan Intervensi

5.1 Kaji status nutrisi anak

5.2 Kaji adanya alergi makanan atau minuman

5.3 Ukur tinggi/panjang badan dan berat badan anak

5.4 Monitor turgor kulit 5.5 Monitor muntah pada anak 5.6 Monitorpertumbuhan dan

perkembangan anak

5.7 Kolaborasi dengan ahli gizi untuk membantu memilih makanan yang dapat memenuhi kebutuhan gizi selama sakit

15.30 Dx 6 Resiko jatuh

S : -

O : - Tidak ada kejadian jatuh - Side rail telah terpasang

- Skor humpty dumpty 13 (resiko tinggi) - Tempat tidur dalam posisi yang tidak

terlalu tinggi A : Masalah tidak terjadi P : Pertahankan Intervensi

6.1 Mengidentifikasi perilaku dan faktor yang mempengaruhi resiko jatuh 6.2 Mengidentifikasi karakteristik

lingkungan yang dapat meningkatkan potensi untuk jatuh

6.3 Memasang pagar pengaman tempat tidur

6.4 Merendahkan posisi tempat tidur 15.35 Dx 7

Resiko infeksi S : -

O : - Terpasang IVFD ditangan sebelah kiri - Balutan baru diganti

- Balutan tampak bersih

- Tidak ada kemerahan, atau pun bengkak pada daerah tangan yang diinfus A : Masalah tidak terjadi

P : Pertahankan Intervensi

7.1 Cuci tangan sebelum dan sesudah tindakan

7.2 Batasi pengunjung bila perlu 7.3 Monitor tanda dan gejala sistematik

dan lokal

7.4 Lakukan perawatan infus 7.7 Kolaborasi pemberian antibiotik

Hari ke 2 14.45

Dx 1 Bersihan jalan

nafas tidak efektif

S : - Ibu mengatakan An. R sesaknya berkurang

- Ibu mengatakan An. R masih batuk berdahak

- Ibu mengatakan anak tidak bisa mengeluarkan dahaknya

- Ibu mengatakan hari ini anak mendapat terapi fisioterapi dada

O : - Auskultasi bunyi nafas ronki pada paru kiri

- RR : 33x/menit - SpO2 : 98%

- Ada otot bantu pernafasan dada A : Masalah belum teratasi

P : Lanjutkan Intervensi

1.1 Monitor status oksigenasi pasien

1.2 Monitor status respirasi (irama,frekuensi)

1.3 Auskultasi suara nafas catat jika ada suara nafas tambahan

1.4 Atur posisi pasien untuk memaksimalkan ventilasi

1.5 Lakukan fisioterapi dada jika perlu 1.7 Kolaborasi pemberian O2

1.8 Kolaborasi pemberian terapi nebulizer 1.9 Kolaborasi pemberian antibiotik 14.50 Dx 2

Gangguan pertukaran gas

S : - Ibu mengatakan sesak anak sudah berkurang

O : - Terdengar bunyi ronkhi pada paru kiri - Pola nafas cepat dan dangkal

A : Masalah belum teratasi P : Lanjutkan Intervensi

2.1 Observasi tanda-tanda vital anak 2.2 Kaji frekuensi, kedalaman dan

kemudahan anak dalam bernafas 2.3 Observasi warna kulit, membrane

mukosa, dan kuku anak apakah ada sianosis

2.4 Mempertahankan istirahat dan tidur anak

2.5 Kolaborasi pemberian oksigen

14.55 Dx 3 Pola nafas tidak efektif

S : - Ibu mengatakan anak kesulitan bernafas - Ibu mengatakan saat posisi tidur

terlentang anak semakin merasa sesak nafas

O : - Terdapat otot bantu pernafasan dada - Pola nafas cepat dan dangkal

- TTV : RR: 36x/menit, N: 102x/menit, T: 37,80C

A : Masalah belum teratasi P : Lanjutkan Intervensi

3.1 Observasi tanda-tanda vital anak 3.2 Kaji frekuensi pernafasan 3.3 Memberikan posisi semi fowler 3.4 Kolaborasi pemberian oksigen

Dokumen terkait