BAB I PENDAHULUAN
E. Prosedur Penelitian
Prosedur penelitian ini berupa studi kasus dengan metode case riview melalui tahap sebagai berikut :
1. Mahasiswa mengidentifikasi laporan asuhan keperawatan terdahulu maupun melalui media internet.
2. Mahasiswa melapor ke pembimbing untuk konsultasi mengenai kasus yang telah diperoleh.
3. Setelah disetujui oleh pembimbing, kemudian membuat review kasus dari kedua klien.
F. Metode dan Instrumen Pengumpulan Data 1. Teknik Pengumpulan Data
Pada sub bab ini dijelaskan terkait metode pengumpulan data yang digunakan :
a. Wawancara (hasil anamnesis berisi tentang identitas klien, keluhan utama, riwayat penyakit sekarang-dahulu-keluarga dll). Sumber data dari klien, keluarga, perawat lainnya.
b. Observasi dan pemeriksaan fisik dengan pendekatan : inspeksi, auskultasi, palpasi, perkusi pada sistem tubuh klien.
c. Studi dokumentasi (hasil dari pemeriksaan diagnostik).
2. Instrumen Pengumpulan Data
Alat atau instrument pengumpulan data menggunakan format pengkajian Asuhan Keperawatan sesuai ketentuan yang berlaku.
G. Keabsahan Data
Keabsahan data dimaksud untuk membuktikan kualitas data atau informasi yang diperoleh dalam penelitian sehingga menghasilkan data dengan validitas tinggi. Disamping integritas peneliti (karena peneliti menjadi instrument utama), keabsahan data pada penelitian ini dilakukan dengan cara peneliti melakukan Asuhan Keperawatan secara koheren dan komprehensif, peneliti juga memperpanjang waktu pengamatan atau tindakan, sumber
informasi tambahan menggunakan triangulasi dari tiga sumber data utama yaitu klien, perawat dan keluarga klien yang berkaitan dengan masalah yang diteliti.
H. Analisis Data
Analisis data dilakukan sejak peneliti di lapangan, sewaktu pengumpulan data sampai dengan semua data terkumpul. Analisis data dilakukan dengan cara mengemukakan fakta, selanjutnya membandingkan dengan teori yang ada dan selanjutnya dituangkan dalam opini pembahasan.
Teknik analisis yang digunakan dengan cara menarasikan jawaban-jawaban dari penelitian yang diperoleh dari hasil interpretasi wawancara mendalam yang dilakukan untuk menjawab rumusan masalah penelitian. Teknik analisis digunakan dengan cara observasi oleh peneliti dan studi dokumentasi yang menggunakan data untuk selanjutnya diinterpretasikan oleh peneliti dibandingkan teori yang sudah ada sebagai bahan untuk memberikan rekomendasi dalam intervensi tersebut.
60 BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
Pada bab ini akan diuraikan tentang hasil review penelitian dan pembahasan mengenai gambaran lokasi penelitian dan hasil asuhan keperawatan pada kedua klien dengan diagnosa medis bronkopneumonia. Pengambilan data dilakukan dengan mengambil hasil laporan asuhan keperawatan dari media internet dengan jumlah sampel sebanyak 2 klien. Klien 1 dengan judul Karya Tulis Ilmiah Asuhan Keperawatan Anak Dengan Bronkopneumonia Di Rumah Sakit Samarinda Medika Citra (Chairunisa, 2019). Klien 2 dengan judul Asuhan Keperawatan Bronkopneumonia (Ariska, 2018). Hasil penelitiannya diuraikan sebagai berikut : A. Hasil Penelitian
1. Gambaran Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian yang digunakan dalam penyusunan studi kasus pada klien 1 dilakukan di RS Samarinda Medika Citra yang terletak di Jalan Kadrie Oening No. 86 RT. 35 Air Putih Samarinda Ulu Kota Samarinda Kalimantan Timur. RS Samarinda Medika Citra adalah Rumah Sakit milik Perusahaan korporasi yang bersifat RSU, diurus oleh PT. Pandan Harum perusahaan dan tercatat ke dalam RS tipe C. Rumah Sakit ini telah teregistrasi mulai 12 Juli 2013 dengan Nomor Surat Ijin 503/RS- 002/DKK/VI/2013 dan tanggal surat ijin 16 April 2014 dari Dinas Kesehatan Kota Samarinda dengan sifat tetap, dan berlaku sampai 2019.
Setelah menjalani akreditasi Rumah Sakit seluruh Indonesia dengan proses
penahapan I (Pelayanan 5) akhirnya ditetapkan surat lulus akreditasi rumah sakit.
Lokasi penelitian pada klien 2 dilakukan di Ruang Alamanda RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung di Jalan Dr. Rivai No.6, Penengahan, Kec. Tj. Karang Pusat, Kota Bandar Lampung. Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Abdul Moeloek adalah sebuah rumah sakit type A yang terletak di Bandar Lampung, Indonesia. Ruang Alamanda merupakan ruang perawatan anak yang terdiri dari 4 lantai, ruang perawatan anak ini juga dilengkapi dengan sarana pendukung antara lain; Ruang Terapi Tumbuh Kembang Anak, Ruang Bermain Anak, dan Ruang Penitipan Anak/ Ruang Asuh.
2. Hasil Asuhan Keperawatan a. Pengkajian
1) Anamnesis
Tabel 4.1
Hasil Anamnesis Klien Anak dengan Bronkopneumonia
No. Identitas Klien Klien 1 Klien 2
1 Nama Pasien An. R An. H
2 Tanggal Lahir/Umur 10 Agustus 2017/1,8 tahun
29 Juli 2017/3 bulan
3 Suku/Bangsa Dayak/Indonesia Palembang
4 Agama Kristen Islam
5 Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan
6 Alamat Jl. Asrama Brimob
Samarinda Seberang
Jl. Wiralaga, Kecamatan Mesuji
7 Tanggal MRS 09 April 2019 24 Oktober 2017
8 Tanggal Pengkajian 12 April 2019 25 Oktober 2017 9 Ruang Rawat Inap Ruang Perawatan
Anak Ruang Alamanda
10 No. Registrasi 00.07.22.xx Tidak ada data 11 Diagnosa Medis Bronkopneumonia Bronkopneumonia 12
Nama Orang Tua - Ayah
- Ibu
Tn. A Ny. R
Tn. R Ny. T
13 Suku Bangsa Orang Tua Dayak Palembang
14 Agama Orang Tua Kristen Islam
15
Pendidikan Orang Tua - Ayah
- Ibu
SMA SMK
SMA
16
Pekerjaan Orang Tua - Ayah
- Ibu Polisi
IRT
Wiraswasta 17 Alamat Orang Tua Jl. Asrama Brimob
Samarinda Seberang
Jl. Wiralaga, Kecamatan Mesuji 18 Keluhan Utama Ibu klien
mengatakan An. R sesak tapi sudah berkurang, batuk berdahak, demam, nafsu makan menurun.
Sesak
19 Riwayat Penyakit Sekarang
Orang tua mengatakan awalnya anaknya sempat tersedak saatmakan dirumah sekitar 2 hari kemudian anak batuk berdahak ±2 hari dan demam kemudian pada tanggal 09 april 2019 orang tua mengatakan anaknya dibawa keklinik lalu mendapat terapi uap, siangnya anak sesak dan langsung dibawa keIGD SMC, ibu mengatakan anak memiliki alergi terhadap debu.
Ibu klien mengatakan sebelum masuk di ruang alamanda anaknya dirawat di RS Mesuji selama 4 hari dengan keluhan sesak, kejang, dan batuk.
Klien mempunyai riwayat ISPA. Pada tanggal 24 Oktober 2017 pukul 00.10 WIB dibawa ke IGD RSUD Dr.H.
Abdul Moeloek oleh keluarganya dikarenakan sesak semakin bertambah dan tidak ada perubahan.
Pada saat dilakukan pengkajian tanggal 25 oktober 2017 klien sesak dikarenakan terdapat sekret yang sulit dikeluarkan, sesak terjadi dibagian lapang dada terdapat retraksi dinding dada. Klien sesak setiap saat dan berkurang setelah diberikan ventolin, klien sesak sejak satu minggu yang
lalu. Pada pemeriksaan didapatkan RR : 50 x/menit, suhu:
38,30c , nadi : 160 x/menit.
20 Riwayat Kehamilan dan Kelahiran
- Pre Natal
Ibu mengatakan hamil An. R selama 39 Minggu dan An.
R merupakan anak ke 2
Ibu klien
mengatakan selama hamil an. H tidak ada keluhan kehamilan dan gizi terpenuhi ibu klien mengatakan selalu rutin memeriksakan kehamilannya ke bidan.
- Intra Natal Ibu mengatakan selama hamil An. R pernah mengalami Tekanan Darah Tinggi
Ibu klien
mengatakan an. H lahir dalam usia kandungan 9 bulan, dibidan dekat rumah nya secraa normal dengan bb 2800 gram dan panjang 50 cm.
klien langsung menangis spontan.
Klien merupakan anak dari 2 bersaudra
- Postnatal Ibu mengatakan
melahirkan An. R secara caesar dengan berat badan 3600 gram
Ibu klien
mengatakan an. H lahir dalam keadaan sehat, tidak ada kelainan. Klien lahir langsung menangis dan klien berikan ASI oleh ibunya. Klien dapat miring ke kanan dan ke kiri.
21 Riwayat Penyakit Dahulu Ibu klien mengatakan saat berusia 5 bulan An.
R pernah dirawat di RS SMC karna sakit asma. Klien
memiliki riwayat alergi debu, tidak memiliki riwayat penyakit menular/
kronik, penggunaan obat, dan operasi riwayat imunisasi lengkap.
Ibu klien
mengatakan klien memiliki riwayat ISPA sejak usia 1 bulan serta batuk pilek. Ibu klien mengatakan klien pernah dirawat di rumah sakit dengan keluhan asma dan batuk pilek sejak 1 minggu yang lalu.
Ibu klien
mengatakan bahwa
klien tidak memiliki riwayat alergi makanan, oabat-obatan 22 Riwayat Penyakit
Keluarga
Ibu klien mengatakan memiliki penyakit asma dan menurun pada An. R
Ibu klien
mengatakan bahwa keluarganya tidak ada yang memiliki riwayat penyakit menular (TBC, hepatitis).
23 Riwayat Tumbuh Kembang- Antropometri BB (sebelum dan sesudah sakit),TB,LK,LD,LILA
BB An. R sebelum sakit dan sesudah sakit tidak mengalami penurunan berat badan 11 Kg, TB An. R 70,7 cm, LK 48 cm, LD 52 cm, LILA 15,7 cm.
Interpretasi hasil KPSP jumlah jawaban “ya” = 10, perkembangan anak sesuai dengan tahap perkembangannya
BB 3900 gram, TB 50 cm
- Personal Sosial An. R dapat menunjukkkan apa yang diinginkannya tanpa menangis atau merengek
Klien terlihat rewel dan gelisah
- Motorik Kasar An. R mampu berdiri sendiri tanpa berpegangan selama 30 detik
Klien belum mampu merangkak ataupun berdiri.
Klien hanya mampu miring ke kiri dan kekanan.
Menggerakkan kai dan tangan saat berbaring, mengangkat kepala Saat telungkup.
- Bahasa An. R dapat
mengatakan “papa”
ketika ia
melihat/memanggil ayahnya dan mengatakan
“mama” saat melihat/memanggil ibunya
Klien belum mampu berbicara dengan jelas.klien hanya bisa menangis
- Motorik Halus Saat diberikan bola An. R dapat menggelindingkan
Klien belum mampu memegang mainan, belum
dan melempar kembali bola
mampu memegang erat tangan yang menggandengnya, reflek menghisap baik. Klien sering memasukan tangganya ke dalam mulut, klien sering menekuk jari tangganya.
Reflek babinski (+), reflek moro(+).
24 Pola Kesehatan Sehari- hari, Pola Nutrisi dan Metabolik
Ibu mengatakan An.
R memakan semua makanan yang diberikan, namun kurang menyukai sayuran. Tidak ada pantangan makanan, makanan yang disukai An. R adalah belut.
Semenjak sakit, ibu mengatakan nafsu makan An. R menurun anak hanya makan ikan yang disediakan namun tidak mau memakan nasinya.
Klien saat ini hanya minum susu untuk memenuhi kebutuhan nutrisi via NGT 10 cc/3 jam ASI, klien tidak muntah
- Pola Aktivitas dan latihan Ibu mengatakan An.
R adalah anak yang aktif, lebih sering bermain di dalam rumah bersama ayah ataupun saudaranya.
Ibu klien
mengatakan An. H sangat aktif saat dirumah.
- Pola Tidur Ibu mengatakan An.
R selama di rumah tidur siang ± 3 jam dan tidur malam ± 8 jam, sedangkan di rumah sakit tidur siamg ± 1-2 jam dan tidur malam ± 5 jam. Anak sering terbangun dimalam hari karena batuknya.
Ibu klien
mengatakan tidak ada kebiasaan khusus saat tidur
- Pola Eliminasi Ibu mengatakan selama di rumah dan dirumah sakit An. R untuk BAB/BAK dan BAB 1x/hari, BAK ± 3-4x/hari.
Ibu klien
mengatakan klien BAK 8 kali/hari BAB 3x/hari
- Pola Kebesihan Diri Ibu mengatakan An.
R selama dirumah sakit mandi 1x/hari gosok gigi 1x/hari dan cuci rambut setiap mandi
Ibu klien
mengatakan An. H dimandikan 2x sehari dengan menggunakan waslap
Sumber: Chairunisa (2019) & Ariska (2018)
Berdasarkan tabel diatas, klien 1 berjenis kelamin laki-laki, berumur 1 tahun 8 bulan dan dirawat di ruang perawatan anak RS Samarinda Media Citra. Klien 1 keluhan utama sesak tapi sudah berkurang, batuk berdahak, demam, nafsu makan menurun. Pada klien 1 mempunyai riwayat asma dan alergi terhadap debu, selama sakit tidak mengalami penurunan berat badan, BB 11 Kg, TB 70,7 cm, LK 48 cm, LD 52 cm, LILA 15,7 cm. Klien 2 BB 3900 gram, TB 50 cm.
Klien 1 nafsu makannya menurun, klien hanya makan lauk yang disediakan namun tidak mau memakan nasi dan tidak ada pantangan makanan. Klien 1 sering terbangun di malam hari karena batuk. Klien 1 selama di RS BAB 1x/hari, BAK ± 3-4x/hari, kebersihan badannya baik selama di RS mandi 1x/hari gosok gigi 1x/hari dan cuci rambut setiap mandi.
Klien 2 berjenis kelamin perempuan, berumur 3 bulan dan dirawat di ruang alamanda RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Bandar Lampung. Klien 2 keluhan utamanya yaitu sesak dikarenakan terdapat sekret yang sulit dikeluarkan. Sebelumnya, klien 2 pernah dirawat di RS Mesuji selama 4 hari dengan keluhan sesak, kejang, dan batuk.
Klien 2 BB 3900 gram, TB 50 cm dan mempunyai riwayat ISPA sejak usia 1 bulan. Selama sakit, klien 2 hanya minum ASI melalui NGT
dengan 10 cc/3 jam. Klien 2 selama sakit BAK 8x/ hari dan BAB 3x/hari, kebersihan badannya baik dengan dimandikan 2x sehari menggunakan waslap.
2) Pemeriksaan Fisik
Tabel 4.2
Hasil Pemeriksaan Fisik Klien Anak dengan Bronkopneumonia
No. Identitas Klien Klien 1 Klien 2
1 Keadaan Umum Sedang Lemah
2 Kesadaran Compos Mentis
E4M6V5
Compos Mentis E4M6V5
3 Pemeriksaan Tanda- Tanda Vital
S : 37,8 N : 97 x/menit RR : 35 x/menit
S : 38,3 N : 160 x/menit.
RR : 50 x/menit 4 Pemeriksaan Kepala Kepala :
Muka simetris, rambut berwarna hitam dan sulit dicabut, ubun ubun besar menutup Telinga : Telinga tidak terdapat serumen, bersih
Mata:
Sklera putih, tidak cekung, pupil isokor, refleks cahaya (+), konjungtiva tidak anemis
Hidung :
Tidak terdapat rinorea, tidak terdapat
pernafasan cuping hidung
Rongga Mulut dan Lidah :
Bibir tidak kering, tidak pucat, Lidah tidak tremor /kotor, gigi tidak mengalami caries, ukuran tonsil normal
Kepala : Bentuk kepala mesochepal tidak terdapat lesi ataupun nyeri tekan,kulit kepala baersih Telinga : Tidak ada data Mata:
Bentuk dan letak mata simetris, tidak ada gangguan penglihatan, Sklera anikterik,
konjungtiva anemis, reflex cahaya (+) Hidung : Terdapat
penyumbatan jalan nafas karena produksi sekret yang berlebih, tidak ada polip, terpasang NGT dan terpasang oksigen 4 liter sungkup
Rongga Mulut dan Lidah :
Kebersihan mulut kurang, warna bibir sianosis, mukosa bibir kering
5 Pemeriksaan Leher Kelenjar getah bening teraba, tiroid tidak teraba, posisi trakea letak ditengah tidak ada kelainan
Tidak ada data
6 Pemeriksaan Thoraks Inspeksi : Bentuk dada simetris, frekuensi nafas 35x/menit, irama nafas tidak teratur, cepat dan dangkal, pernafasan cuping hidung tidak ada, penggunaan otot bantu nafas , An. R terpasang nasal kanul 1 lpm
Palpasi : Tidak ada nyeri tekan, saat mengembang paru kiri lebih rendah, getaran lemah pada paru kiri
Perkusi : Redup pada paru sinistra
Auskultasi : Suara nafas ronkhi
Inspeksi :
Simetris antara kanan dan kiri,
pengembangan paru maksimal,
hiperventilasi, terdapat retraksi dinding dada saat bernafas
Palpasi :
Thoraks kanan kiri simetris
Perkusi : Tidak ada data Auskultasi : Suara nafas tambahan ronkhi paru kanan dan paru kiri
7 Pemeriksaan Jantung Inspeksi - Tidak terlihat
adanya pulsasi iktus kordis
- CRT < 2 detik - Tidak ada sianosis Palpasi
- Ictus Kordis teraba di ICS 5
- Akral Hangat Perkusi
- Batas atas : ICS II line sternal dekstra - Batas bawah : ICS V
line midclavicula sinistra
- Batas kanan : ICS III line sternal dekstra - Batas kiri : ICS III line sternal sinistra Auskultasi
- BJ II Aorta : Dub, reguler dan intensitas kuat
Inspeksi - CRT < 3 detik - Simetris kanan dan
kiri Palpasi
- Tidak ada nyeri tekan
Perkusi
- Tidak dilakukan pemeriksaan Auskultasi
- Bunyi jantung reguler terdengar lupdup, tidak ada bunyi mur-mur.
- BJ II Pulmonal : Dub, reguler dan intensitas kuat - BJ I Trikuspid : Lub,
reguler dan intensitas kuat BJ I Mitral : Lub, reguler dan intensitas kuat - Tidak ada bunyi
jantung tambahan - Tidak ada kelainan 8 Pemeriksaan Sistem
Pencernaan
Inspeksi :
Bentuk perut datar, mengikuti gerak saat bernafas, tidak terdapat bekas luka operasi
Auskultasi Peristaltik usus 8x/menit Palpasi :
Tidak terdapat massa ataupun juga tumor, nyeri tekan tidak ada Perkusi :
Timpani, tidak ada nyeri ketuk ginjal
Inspeksi : Tidak terdapat pembesaran di perut Auskultasi :
Bising usus 13 x/menit Palpasi :
Perut tidak kembung, tidak teraba
pembesaran hati atau limfa, tidak ada nyeri tekan
Perkusi : Timpani
9 Pemeriksaan Persyarafan
An. R tidak mengalami gangguan pandangan, gangguan
pendengaran, dan gangguan penciuman
Orientasi terhadap orang asing baik, bayi mulai memberikan senyuman dan tertawa.
Klien belum mampu memegang mainan, peka terhadap rangsangan tajam tumpul.
10 Pemeriksaan Muskuloskeletal dan Integumen
An. R Pergerakan sendi bebas, tidak ada kelainan ekstermitas, tidak ada kelainan tulang belakang, kulit normal, turgor kulit baik.
Kekuatan otot : 5 5
5 5
Klien tampak lemah Kekuatan otot 5 5 5 5
11 Pemeriksaan Genetalia- Anus
An. R kebersihan genetalia bersih, tidak mengalami kelainan pada alat kelamin dan kelainan anus
Tampak bersih, tidak tampak kemerahan pada anus dan tidak ada hemoroid
Sumber: Chairunisa (2019) & Ariska (2018)
Berdasarkan tabel diatas, keadaan umum klien 1 sedang sedangkan klien 2 lemah. Kedua pasien kesadarannya compos mentis dengan E4M6V5. Pemeriksaan tanda-tanda vital klien 1 yaitu S: 37,80C N: 97 x/menit RR : 35 x/menit, klien 2 yaitu S: 38,80C N: 160 x/menit RR: 50 x/menit. Hasil pemeriksaan fisik pada kedua klien yaitu klien menggunakan otot bantu pernafasan, tidak terdapat pernafasan cuping hidung, terdengar bunyi nafas tambahan yaitu ronkhi, irama nafas tidak teratur, pernafasan cepat dan dangkal. Klien 1 pernafasannya yaitu 35 x/menit terpasang nasal kanula 1 lpm sedangkan klien 2 pernafasannya 50 x/menit terpasang oksigen 4 liter dengan masker sungkup. Mukosa bibir pada klien 1 lembab sedangkan pada klien 2 kering dan bibir sianosis.
Tabel 4.3
Skala Resiko Jatuh Humpty Dumpty Klien Anak dengan Bronkopneumonia
Parameter Kriteria Nilai Klien 1
(Skor)
Klien 2 (Skor)
Usia
< 3 Tahun 4
4
Tidak dilakukan pemeriksaan
3-7 Tahun 3
7-13 Tahun 2
≥ 13 Tahun 1
Jenis Kelamin Laki-Laki 2
Perempuan 1 2
Diagnosis
Diagnosa Neurologi 4
1 Perubahan
Oksigenasi (Diagnosis respiratorik, dehidrasi, anemia, anoreksia, sinkop, pusing, dsb)
3
Gangguan Perilaku /Psikiatri
2 Diagnosis Lainnya 1 Gangguang
Kognitif
Tidak menyadari keterbatasan dirinya
3 3
Lupa akan adanya keterbatasan
2 Orientasi baik
terhadap diri sendiri
1
Faktor Lingkungan
Riwayat Jatuh/bayi diletakkan di tempet tidur dewasa
4
2 Pasien menggunakan
alat bantu/ bayi diletakkan dalam tempat tidru bayi/perabot rumah
3
Pasien diletakkan di tempat tidur
2 Area diluar rumah
sakit
1
Pembedahan/S edasi/Ane
stesi
Dalam 24 jam 3
-
Dalam 48 jam 2
> 48 jam atau tidak menjalani
pembedahan/sedasi/a nestesi
1
Penggunaan Medikamentos
a
Penggunaan multiple : sedatif, obat hipnosis, barbiturat, fenotiazin, anti depresan, pencahar, diuretik, narkose
3
1 Penggunaan salah
satu obat diatas
2 Penggunaan medikasi lainnya/tidak ada medikasi
1
Jumlah Skor Humpty Dumpty 13
Keterangan
Skor 7-11 : Resiko rendah Skor ≥12 : Resiko tinggi
Sumber: Chairunisa (2019) & Ariska (2018)
Berdasarkan tabel diatas, dilakukan penilaian resiko jatuh berdasarkan Humpty Dumpty dan didapatkan skor 13 dengan resiko tinggi pada klien 1, sedangkan klien 2 tidak dilakukan penilaian resiko jatuh
3) Pemeriksaan Penunjang
Tabel 4.4
Hasil Pemeriksaan Penunjang Klien Anak dengan Bronkopneumonia
Tindakan Klien 1 Klien 2
Pemeriksaan penunjang
Jenis pemeriksaan : Morfologi Darah Tepi tanggal : 11 April 2019 Result :
Eritrosit : normokrom normositer
Leukosit : kesan jumlah meningkat
Trombosit : kesan jumlah meningkat
Jenis pemeriksaan : Thorax AP/PA tanggal : 11 April 2019 Kesan : Bronkopneumonia sinsitra
Jenis pemeriksaan : Laboratorium
tanggal : 26 Oktober 2017 1. Leukosit 14.500 ut 2. Eritrosit 3,3 dula/ul 3. Hemoglobin 9,3 g/dL 4. Hematokrit 28 5. Trombosit 72.000 ut 6. MCV 86 Fl
7. MCH 28 Pg 8. MCHC 33 g/dL 9. Segmen 72 10. Limfosit 20 11. Monosit 8 Jenis Pemeriksaan : Rontgen
Pulmo : tampak bercak- bercak infiltrat parahilus kanan dan kiri
Kesan : bronkopneumonia
Sumber: Chairunisa (2019) & Ariska (2018)
Berdasarkan tabel diatas klien 1 dilakukan pemeriksaan morfologi darah tepi dengan hasil eritrosit normokrom normositer, leukosit meningkat, trombosit meningkat, dan dilakukan pemeriksaan thoraks dengan kesan bronkopneumonia sinistra, sedangkan pada klien 2 dilakukan pemeriksaan laboratorium dengan hasil Leukosit 14.500 ut, Eritrosit 3,3 dula/ul, Hemoglobin 9,3 g/dL, Hematokrit 28, Trombosit 72.000 ut, MCV 86 Fl, MCH 28 Pg, MCHC 33 g/dL, Segmen 72, Limfosit 20, Monosit 8 dan pemeriksaan rontgen dengan kesan bronkopneumonia.
b. Diagnosa Keperawatan
Tabel 4.5
Daftar Diagnosa Keperawatan Klien Anak dengan Bronkopneumonia
No
Anak 1 Anak 2
Tanggal
ditemukan Diagnosa Kep Tanggal
ditemukan Diagnosa Kep 1 12/ 04 /2019 (D.0001) Bersihan
jalan nafas tidak efektif b.d
peningkatan produksi sputum
DS :
• Ibu klien mengatakan anaknya
mengalami sesak nafas
• Ibu mengatakan anaknya masih batuk
• Ibu mengatakan An. R batuk tapi tidak bisa mengeluarkan dahaknya DO :
• Suara nafas ronkhi pada paru kiri
• Pernafasan cepat dan dangkal
• Anak tidak mampu mengeluarkan dahaknya secara mandiri
• Frekuensi nafas 35x/menit
Bersihan jalan nafas tidak efektif b.d hipersekresi jalan nafas DS : -
DO :
• Klien tampak gelisah
• RR 50 x/menit
• Suara nafas ronkhi basah
• Batuk produktif, reflex batuk kurang
• Terpasang O2
simple mask 4 liter
• Terdapat retraksi dinding dada
• Foto thoraks hasil bronkopneumonia
2 12/04/2019 (D.0003) Gangguan pertukaran gas b.d membrane alveolus kapiler
DS :
• Ibu mengatakan An. R mengalami sesak
nafas DO :
• Terdengar bunyi ronkhi pada paru kiri
• Pola nafas cepat dan dangkal
• Kesadaran composmentis (E4V5M6)
• Warna kulit kemerahan
Peningkatan suhu tubuh b.d proses penyakit (infeksi)
DS : - DO :
• Klien tampak lemah
• Suhu 38,30C
• Klien teraba panas
• Mukosa bibir kering
• Leukosit 14.500/ul
• Terpasang IVFD
• Terpasang selang NGT
3 12/04/2019 (D.0005) Pola nafas tidak efektif b.d depresi pusat pernafasan DS:
• Ibu mengatakan pasien kesulitan bernafas
• Ibu mengatakan saat posisi tidur telentang anak semakin merasa sesak nafas DO:
• Terdapat otot bantu pernafasan dada
• Pola nafas cepat dan dangkal
• TTV :
RR : 35x/menit N: 105x/menit T: 37,80C
Ansietas b.d kurang terpapar informasi DS:
• Ibu klien mengatakan tidak mengetahui penyakit yang di derita anaknya dan merasa khawatir dengan keadaan anaknya saat ini DO:
• Keluarga terlihat gelisah
• Ibu sering bertanya
• Klien dirawat selama 2 hari
4 12/04/2019 (D.0130) Hipertermia b.d Proses inflamasi DS :
• Ibu mengatakan badan An. R teraba hangat sejak malam
• Ibu mengatakan An. R demam DO :
• T : 37,80C
• Badan teraba hangat 5 12/ 04/2019 (D.0032) Resiko
Defisit Nutrisi d.d faktor psikologis (keengganan untuk makan)
DS :
• Ibu pasien mengatakan An.
R nafsu makannya menurun
• Ibu pasien mengatakan An.
R hanya makan lauk (ikan) tapi tidak mau menghabiskan nasinya.
DO :
• A : BB = 11kg, TB=
70,7cm, LILA=
15,7cm
• B : terjadi peningkatan jumlah leukosit dan trombosit
• C :
- Tidak ada penurunan berat badan - Tidak ada
tandatanda dehidrasi - Rambut
hitam mengkilat
• D : MLTKTP
6 12/ 04 /2019 (D.0143) Resiko jatuh d.d anak usia 2 tahun atau kurang DS : -
DO :
• Usia anak <
2tahun
• Jenis kelamin laki-laki
• Anak ditempatkan ditempat tidur orang dewasa
• Pagar tempat tidur tidak terpasang
• Jumlah skor penilaian humpty dumpty 13 (resiko tinggi)
7 12/04/2019 (D.0142) Risiko infeksi d.d efek prosedur invasive DS : -
DO :
• Anak terpasang IVFD ditangan sebelah kiri
• Balutan infus tampak bersih namun sudah longgar
• Tidak ada tanda- tanda infeksi
• Terjadi peningkatan jumlah leukosit
Sumber: Chairunisa (2019) & Ariska (2018)
Berdasarkan tabel diatas maka pada klien 1 ditegakkan 7 diagnosa sedangkan klien 2 ditegakkan 3 diagnosa. Adapun diagnosa yang ditegakkan sama pada klien 1 dan 2 yaitu bersihan jalan nafas tidak efektif dan hipertermia. Sedangkan diagnosa yang berbeda yaitu gangguan pertukaran gas, pola nafas tidak efektif, ansietas, resiko defisit nutrisi, resiko jatuh, dan resiko infeksi.
c. Intervensi Keperawatan
Tabel 4.6
Intervensi Keperawatan Klien Anak dengan Bronkopneumonia
No. Tanggal
Ditemukan Diagnosa Kep. Tujuan Dan Hasil Intervensi Kep.
Klien 1
1 12/04/2019 (D.0001) Bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan peningkatan produksi sputum
Setelah dilakukan tindakan
keperawatan 3 x 24 jam diharapkan jalan nafas pasien paten dengan kriteria hasil:
1. Suara nafas bersih, tidak ada dypsnoe,
1.1 Monitor status oksigen pasien 1.2 Monitor status
respirasi (frekuensi,irama nafas)
1.3 Auskultasi suara nafas catat jika ada suara nafas tambahan 1.4 Atur poisi pasien
untuk