• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pemerintah Daerah

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA

B. Pemerintah Daerah

1. Pengertian Pemerintah Daerah

Pemerintah dalam bahasa inggris biasa disebut sebagai goverment, dimana kata itu berasal dari istilah yunani gubernaculum yang artinya kemudi. Pemerintah biasa kita artikan sebagai orang atau sekolompok orang yang memiliki kekuasaan untuk memerintah, atau lebih simpel lagi adalah orang atau sekolompok orang yang memberikan perintah. Namun secara keilmuan, pemerintah diartikan dalam beberapa devinisi, antara lain ada yang mendefinisikan sebagai lembaga atau badan publik yang mempunyai fungsi dan tujuan Negara, ada pula yang mendefinisikan sebagai sekumpulan orang-orang yang mengelola kewenangan-kewenangan, melaksanakan kepemimpinan dan koordinasi pemerintahan serta pembangunaan masyarakat dari lembaga-lembaga dimana mereka ditempatkan.

Adapun didalam ilmu pengetahuan dikenal adanya dua definisi pemerintah yakni dalama arti sempit dan arti luas, dalam arti luas pemerintah didefinisikan sebagai suatu bentik organisasi yang bekerja dengan tugas menjalankan suatu sistem pemerintah, sedangkan dalam arti sempit didefinisikan sebagai suatu badan persekumpulan yang memilki kebijakan tersendiri untuk mengelola, serta mengatur jalanya suatu sistem pemerintahan.

Apapun menurut Nisjar dalam Sunarso (2012) istilah goverence secara farifah dapat diartikan sebagai suatu kegiatan, pengarahan, pembinaan atau dalam bahasa inggrisnya guildin. Hal ini juga senanda dengan Budi (2009) yang mendefinisikan pengertian pemerintah secara etimologi kata “Perintah” atau “menyuruh” atau

“disuruh”, artinya melakukan suatu kegiatan, yang bersifat menyuruh atau disuruh atau melakukan suatu pekerjaan “memerintah” atau “diperintah”. Dengan demikian ada dua makna kegiatan dari kata perintah, yang memerintah atau menyuruh, dan di perintah atau disuruh artinya yang memerintah mempunyai kuasa utuk menyuruh kegiatan yang bersifat perintah. Sedangkan yang di perintah berkewajiban untuk melaksanakan perintah. Setelah di tambahkan awalan “Pe” menjadi “Pemerintah”, dapat diartikan sebagai badan, lembaga atau institusi yang melaksanakan kegiatan utuk memerintah.

Pemerintah daerah provinsi, kabupaten, dan kota memiliki Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang anggota-anggotanya dipilih melalui pemilihan umum. Gubernur, Bupaten, dan Walikota masing-masng sebagai kepala Pemerintah Daerah Provinsi, kabupaten dan Kota yang dipilih secara demokrasi. Hubungan wewenang antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah provinsi, kabupaten, dan kota atau antara provinsi dan kabupaten dan kota, diatur dengan undang-undang dengan memperhatikan kekhususan dan keragaman daerah. Hubungan keuangan, pelayanan umum, pemanfaatan sumber daya alam dan sumber daya lainnya antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah diatur dan dilaksanakan secara adil dan selaras berdasarkan undang-undang. Negara mengakui dan menghormati satuan-satuan pemerintah yang bersifat khusus atau bersifat istimewa yang diatur dengan undang- undang. Negara mengakui dan menghormati kesatuan-kesatuan masyarakat hukum adat serta hak-hak tradisional sepanjang masih hidup dan sesuai dengan dengan

perkembangan masyarakat dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang diatur dalam undang-undang.

2. Pengertian Pemerintahan Daerah

Definisi Pemerintahan Daerah di dalam UU No. 32 Tahun 2004 tentang pemerintahan daerah pasal 1 ayat 2, adalah sebagai berikut: “Pemerintahan Daerah adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh pemerintahan daerah dan DPRD menurut asas otonomi dan tugas pembantuan dengan prinsip otonomi yang seluas- luasnya dalam sistem dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945”.

Melihat definisi pemerintahan daerah seperti yang telah dikemukakan diatas, maka yang dimaksud pemerintahan daerah disini adalah penyelenggaraan daerah otonom oleh pemerintah daerah dan DPRD menurut asas desentralisasi, dimana unsur penyelenggara pemerintah daerah adalah Gubernur, Bupati atau Walikota dan perangkat daerah.

a. Asas Pemerintahan Daerah

Dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan, khususnya pemerintahan daerah, sangat bertalian erat dengan beberpa asas dalam pemerintahan suatu negara, yakni sebagai berikut:

1.) Asas sentralisasi

Asas sentralisasi adalah sistem pemerintahan dimana sistem pemerintahan di mana segala kekuasaan dipusatkan di pemerintah pusat.

2.) Asas desentralisasi

Asas desentralisasi adalah penyerahan wewenang pemerintahan oleh pemerintah kepada daerah otonom untuk mengatur dan mengurus urusan dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia.

3.) Asas dekonsentrasi

Asas dekonsentrasi adalah pelimpahan wewenang pemerintahan oleh pemerintah kepada gubernur sebagai wakil pemerintah kepada instansi vertical wilayah tertentu.

4.) Asas tugas pembantuan

Asas tugas pembantuan adalah penugasan dari pemerintah kepada daera dan/atau desa dari pemerintah provinsi kepada pemerintah kabupaten/kota dan/atau desa serta dari pemerintah kabupaten/kota kepada desa untuk tugas tertentu.

5.) Asas desentralisasi

dalam pemerintahan daerah di Indonesia dapat ditanggapi sebagai hubungan hukum keperdataan, dimana terdapat penyerahan sebagian hak dari pemilik hak kepada penerima sebagain hak, dengan obyek tertentu. Pemilik hak pemerintahan adalah di tangan pemerintah, dan hak pemerintahan tersebut diberikan kepada pemerintah daerah, dengan obyek hak berupa kewenangan pemerintah dalam bentuk untuk mengatur urusan pemerintahan, dengan tetap dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ditinjau dari sudut penyelenggaraan pemerintahan, desentralisasi antara lain bertujuan meringankan beban pekerjaan Pemerintah Pusat. Dengan desentralisasi tugas dan pekerjaan dialihkan kepada Daerah. Pemerintah Pusat dengan demikian

dapat memusatkan perhatian pada hal-hal yang bersangkutan dengan kepentingan nasional atau Negara secara keseluruhan.

Dengan demikian, menurut hemat penulis desentralisasi merupakan asas yang menyatukan penyerahan sejumlah urusan pemerintahan dari pemerintah pusat atau dari pemerintah daerah yang lebih tinggi kepada pemerintah daerah yang lebih rendah sehingga menjadi urusan rumah tangga sendiri daerah itu. Untuk itu semua prakarsa, wewenang dan tanggungjawab mengenaiurusan-urusan diserahkan sepenuhnya menjadi tanggungjawab daerah itu.

Tujuan utama yang ingin dicapai melaui kebijaksanaan desentralisasi yaitu : a.) Tujuan politik akan memposisikkan Pemerintah Daerah sebagai medium

pendidikan bagi masyarakat di tingkat lokal dan secara agregat akan berkonstribusi pada pendidikan politik secara nasional untuk terwujudnya Civil Society.

b.) Tujuan administratif akan memposisikan Pemerintah Daerah sebagai unit pemerintahan di tingkat lokal yang berfungsi untuk menyediakan pelayanan masyarakat secara efektif, efisien, dan ekonomis yang dalam hal ini terkait dalam pelayanan publik.

Dokumen terkait