• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penawaran Lelang

Dalam dokumen Scanned by CamScanner (Halaman 122-125)

DAFTAR ISI

B. Pelaksanaan Lelang

1. Penawaran Lelang

Berdasarkan Vendu Reglement, lelang ditinjau dari sudut cara penawaran yang dilakukan, maka dikenal:

g. Lelang tertulis, yaitu lelang dengan penawaran harga dilakukan secara tertulis dalam sampul tertutup;

h. Lelang terbuka, yaitu lelang dengan penawaran harga dilakukan langsung secara lisan dengan penawaran makin meningkat atau menurun;

i. Lelang kombinasi tertulis dilanjutkan dengan terbuka atau dilanjutkan dengan tertulis, yaitu penawaran barang mula-mula dilakukan secara tertulis atau terbuka dan jika belum mencapai harga yang diinginkan dilanjutkan dengan terbuka atau sebaliknya.97

Dalam Pasal 54 Peraturan Menteri Keuangan Nomor 93/PMK.06/2010 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 106/PMK.06/2013 diatur mengenai cara Penawaran Lelang. Terdapat beberapa cara Penawaran Lelang dilakukan seperti yang diatur dalam Pasal 54 tersebut, yaitu:

f. Penawaran Lelang dilakukan dengan cara:

o. lisan, semakin meningkat atau semakin menurun;

p. tertulis; atau

q. tertulis dilanjutkan dengan lisan, dalam hal penawaran tertinggi belum mencapai Nilai Limit.

vii. Penawaran lelang secara tertulis dilakukan:

7. dengan kehadiran Peserta Lelang; atau 8. tanpa kehadiran Peserta Lelang.

viii. Penawaran lelang secara tertulis tanpa kehadiran Peserta Lelang dilakukan:

i. melalui surat elektronik (email);

j. melalui surat tromol pos; atau k. melalui internet.

ix. Penawaran lelang sebagaimana diatur dalam ayat (1) dapat dilaksanakan secara bersamaan dalam 1 (satu) pelaksanaan lelang.

Penawaran lelang melalui surat elektronik (email) atau surat tromol pos sebagaimana dimaksud di atas hanya dapat diajukan 1 (satu) kali untuk setiap objek lelang. Bilamana hal terdapat Peserta Lelang yang mengajukan penawaran melalui surat elektronik (email) atau surat tromol pos lebih dari 1 (satu) kali untuk setiap objek lelang dengan nilai penawaran yang lebih rendah atau lebih tinggi dari penawaran sebelumnya, maka nilai penawaran yang lebih tinggi dianggap sah dan mengikat.

Selanjutnya Penawaran Lelang melalui surat elektronik (email) atau surat tromol pos dibuka pada saat pelaksanaan lelang, oleh Pejabat Lelang bersama dengan Penjual dan 2 (dua) orang saksi, masing-masing 1 (satu) orang dari KPKNL/Kantor Pejabat Lelang Kelas II dan 1 (satu) orang dari Penjual.

Cara Penawaran Lelang mana yang akan dipergunakan itu merupakan kewenangan Pemohon Lelang/Penjual menentukannya. Dalam hal Pemohon Lelang/Penjual tidak menentukan cara Penawaran Lelang terhadap lelang yang akan dilakukan, Kepala KPKNL/Pejabat Lelang Kelas I/Pejabat Lelang Kelas II berhak menentukan sendiri cara Penawaran Lelangnya.

Secara khusus ditentukan bagi penjualan objek lelang yang terdiri dari beberapa bidang tanah dan/atau bangunan hanya dapat ditawarkan dalam 1 (satu) paket jika terletak dalam 1 (satu) hamparan atau bersisian.

Penawaran lelang yang diselenggarakan KPKNL dapat dilakukan dengan Harga Lelang inklusif atau dengan Harga Lelang eksklusif, yang dilaksanakan dengan harga penawaran sudah termasuk Bea Lelang pembeli. Lelang dengan Harga Lelang eksklusif dilakukan dengan harga penawaran belum termasuk Bea Lelang pembeli.

97Ibid., hlm. 89-90.

Setiap Peserta Lelang wajib melakukan penawaran dan penawaran tersebut paling sedikit sama dengan Nilai Limit dalam hal lelang dengan Nilai Limit diumumkan. Penawaran yang telah disampaikan oleh Peserta Lelang kepada Pejabat Lelang tidak dapat diubah atau dibatalkan oleh Peserta Lelang. Dalam penawaran lelang yang dilakukan dengan kehadiran Peserta Lelang, jika Peserta Lelang tidak hadir atau hadir namun tidak melakukan penawaran, dikenakan sanksi tidak diperbolehkan mengikuti lelang selama 3 (tiga) bulan di wilayah kerja Kanwil yang membawahi KPKNL yang melaksanakan lelang.

Dalam hal terdapat beberapa Peserta Lelang yang mengajukan penawaran tertinggi secara lisan semakin menurun atau tertulis dengan nilai yang sama dan/atau telah mencapai atau melampaui Nilai Limit dalam lelang yang menggunakan Nilai Limit, Pejabat Lelang berhak mengesahkan Pembeli dengan cara:

f. melakukan penawaran lanjutan hanya terhadap Peserta Lelang yang mengajukan penawaran sama, yang dilakukan secara lisan semakin meningkat atau tertulis berdasarkan persetujuan Peserta Lelang bersangkutan; atau

g. melakukan pengundian di antara Peserta Lelang yang mengajukan penawaran sama apabila tidak dapat dilaksanakan.

Penawaran Lelang secara lisan semakin meningkat dapat dilakukan dengan atau tanpa menggunakan Nilai Limit. Bila Penawaran Lelang secara lisan semakin meningkat, yang menggunakan Nilai Limit, maka perhitungannya dimulai dari paling kurang dari Nilai Limit.

Sementara itu, penawaran Lelang secara lisan semakin meningkat yang tidak menggunakan Nilai Limit, maka perhitungannya dimulai secara bebas dan diakhiri dengan harga paling kurang sesuai dengan perkiraan yang telah diberikan oleh Penjual. Penawaran Lelang secara lisan semakin meningkat, maka besaran kelipatan kenaikannya ditentukan oleh Pejabat Lelang.

Demikian pula Penawaran Lelang secara lisan semakin menurun dapat dilakukan dengan atau tanpa menggunakan Nilai Limit. Penawaran Lelang secara lisan semakin menurun yang menggunakan Nilai Limit, diakhiri dengan Penawar Pertama yang penawarannya paling kurang sesuai dengan Nilai Limit. Dalam hal terdapat Penawar Pertama yang penawarannya sama, maka Pejabat Lelang melanjutkan penawaran secara lisan semakin meningkat. Penawaran Lelang secara lisan semakin menurun yang tidak menggunakan Nilai Limit, dimulai secara bebas dan diakhiri dengan harga sesuai dengan perkiraan yang telah diberikan oleh Penjual.

Penawar tertinggi yang telah mencapai atau melampaui Nilai Limit disahkan sebagai Pembeli oleh Pejabat Lelang. Dalam hal lelang tidak ada Nilai Limit, atas persetujuan Penjual penawar tertinggi disahkan sebagai Pembeli oleh Pejabat Lelang.

Penawaran lelang yang dilakukan langsung dengan cara tertulis dilaksanakan dengan menyampaikan surat penawaran dalam amplop tertutup. Cara penyampaian surat penawaran harus dicantumkan dalam pengumuman lelang.

Surat penawarannya harus ditulis dalam Bahasa Indonesia berisi nama dan alamat penawar, barang yang ditawar, harga penawaran dalam rupiah dengan angka dan huruf, dan tanda tangan di atas materai cukup. Penyampaian surat penawaran tersebut dapat dilakukan dengan cara:

a. dikirim dengan surat tercatat yang dialamatkan ke tromol pos dan harus sudah diterima paling lama sebelum pelaksanaan lelang;

i. diserahkan langsung kepada Pejabat Lelang setelah lelang dibuka; atau

j. dimasukkan dalam kotak penawaran.

Pembukaan surat penawaran yang penyampaiannya dilakukan dengan cara tertulis sebagaimana dimaksud di atas harus dilaksanakan dalam waktu yang bersamaan. Dalam hal penawaran lelang dilakukan dengan cara tertulis ini terdapat penawaran tertinggi yang sama, Pejabat Lelang melanjutkan penawaran secara lisan semakin meningkat diantara penawar tertinggi tertulis yang sama.

Ketentuan dalam Pasal 28 Peraturan Direktur Jenderal Kekayaan Negara Nomor PER- 03/KN/2010 menegaskan, bahwa dalam hal penawaran lelang dilakukan secara tertulis, untuk 1 barang atau paket barang yang ditawarkan, peserta lelang hanya dapat mengajukan satu surat penawaran.

Peserta lelang yang sudah menyetorkan uang jaminan penawaran lelang untuk setiap barang atau paket barang, wajib melakukan penawaran. Demikian pula peserta lelang yang sudah menyetorkan uang jaminan penawaran lelang lebih dari 1 barang atau paket barang, wajib melakukan penawaran paling sedikit untuk 1 barang atau paket barang yang ditawarkan.

Namun sebaliknya dalam hal pelaksanaan lelang tidak ada yang menyetor uang jaminan penawaran lelang atau tidak ada penawaran, lelang dinyatakan sebagai lelang Tidak Ada Peminat oleh Pejabat Lelang. Atas pelaksanaan lelang ini, Pejabat Lelang tetap membuat Risalah Lelang dengan menyebutkan lelang Tidak Ada Peminat.

Jika pelaksanaan Lelang Noneksekusi Sukarela barang bergerak dengan Nilai Limit tidak dicantumkan dalam pengumuman lelang dan harga penawaran tertinggi belum mencapai Nilai Limit, maka Pejabat Lelang menyatakan sebagai lelang ditahan. Atas pelaksanaan lelang ini, Pejabat Lelang tetap membuat Risalah Lelang dengan menyebutkan lelang ditahan.

Dalam dokumen Scanned by CamScanner (Halaman 122-125)