• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pendekatan dan Jenis Penelitian

Dalam dokumen DISERTASI (Halaman 164-167)

BAB III METODE PENELITIAN

A. Pendekatan dan Jenis Penelitian

Penelitian ini akan membahas Tentang kepemimpinan Kiai dalam Mengembangkan Budaya Religius Di Pondok Pesantren Nurul Qornain Sukowono Jember Dan Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Al-Azhar Mojosari Asembagus Situbondo, dengan memilih penlitian kualitatif1 dan berlangsung pada situasi dan kondisi yang alami/natural setting, dengan berupaya dengan sebisa mungkin dapat menghadirkan suatu gambaran yang komprehensif tentang suatu hal yang diteliti.2 Sementar sumber data diperoleh melalui kondisi latar yang alami, apa adanya dengan gambaran fenomena yang terjadi dengan sewajarnya, tanpa melakukan manipulasai dan diatur dengan berbagai eksperimen dan test-test tertentu.3 Meneliti sebuah fenomena kasus yang terjadi yang membutuhkan suatu kajian yang bersifat deskriptif mendalam dengan suatu tujuan untuk memperoleh suatu gambaran utuh tentang kepemimpinan kiai yang komprehensif.4

Paradigma naturalistik dipakai dipandang sangat memungkinkan bagi peneliti untuk mengetahui dan mendapatkan pemahaman baik yang berkaitan

1 Menurut catatan Noeng Muhajir, ada lima tahapan perkembangan pemikiran dalam mencari metodelogi penelitian kualitatif, yaitu; (1) Interpretif Geertz; (2) Model Grounded Research; (3) Model Etthnografi-Ethnometodologik; (4) Model paradigm Naturalistik; dan (5) Model Interaksi Simbolik. Baca Noeng Muhajir, Metodologi Keilmuan : Paradigma Kualitatif, Kuantitatif dan Mixed (Yogyakarta : Rake Sarisan, 2007), 136-139.

2 S.J. Taylor, Introduction to Qualitative Research Methods: A Phenomenological Approach to the Social Sciences (New York: John Wiley and Sons. Inc.1985), 54. Lihat juga: H. Hadari Nawawi, Penelitian Terapan (Yogyakarta: UGM University Press,1994), .178.

3Nasution, Metode Penelitian Naturalistik-Kualititif (Bandung: Tarsito, 1992), .18. lihat juga Nana Sudjana dan Ibrahim, Penelitian dan Penilaian Pendidikan (Bandung: Sinar Baru Algesindo, 2009), 197.

dengan tingkah laku/perilaku yang ditunjukkan oleh guru/kiai, peserta didik/santri, dan umana/pengurus pesantren dengan menemukan suatu pemaknaan artikulasi/meaning dari suatu fenomena yang terjadi, yang akhirnya diharapkan dapat ditemukandan muncul kearifan local/local wisdom, ataupun suatu kearifan tradisi/tradition wisdom, moral values/emik, etik dan noetik,5 berikut juga berbagai teori yang berkaitan dengan subyek penelitian.

Ada tiga hal yang berkaitan dengan aktivitas yang dilakukan untuk memperoleh berbagai macam sebutan yang berbeda, yang diantara, teori, analisis, ontologi, epestimologi serta metodologi.6

Pendekatan penelitian kualitatif sebenarnya diarahkan untuk memberikan penjelasan-penjelasan pada suatu fenomena, berbagai peristiwa, dan yang berkaitan dengan aktivitas-aktivitas sosial, sikap, keyakinan, asumsi- asumsi, persepsi dan pemikiran. Disamping itu penggunaan deskripsi juga diperuntukkan sebagai upaya menemukan berbagai prinsip dan penjelasan yang mengarah kepada suatu kesimpulan.7

5 Emik bisa diartikan sebagai moral values individual atau personal values, etik dapat diartikan ekstrinsik dan universal values sedangkan noetik adalah bermakna moral values kolektif.

6 Norman K. Denzin And Yvonna S. Lincoln, Qualitatif Research, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar 2011), 21

7 Nana Syaodih Sukmadinata, Metode Penelitian Pendidikan, (Bandung: PT Remaja sdakarya, (2006), 60. Dalam desain suatu penelitain kualitatif terdapat beberapa asumsi yang perlu diperhatikan oleh peneliti, di antaranya sebagai berikut: 1). Dalam penelitian kualitatif mencurahkan perhatian pada aspek proses, tidak terfokus kepada hasil/produk, 2). Dalam penelitian kualitatif menekankan kepada suatu makna/artiulasi, pengalaman, dan struktur kehidupan yang masuk akal. 3). Pada penelitian kualitatif, posisi peneliti sebagai intrument utama/kunci untuk melakukan proses penghimpunan data dan analisis data. Data yang ada dilakukan dengan intrumen pendekatannya adalah manusia, tidak dengan menggunakan inventaris maupun suatu daftar pertanyaan-pertanyaan. 4). Dalam penelitian kualitatif, peneliti secara fisik langsung beraktivitas disuatu lokasi/lapangan yang tentu akan berkaitan dengan orang, suatu latar belakang, lokasi maupun lembaga yang akan diamati, atau kegiatan mencatat suatu perilaku dalam

Dalam proses penelitian kualitatif bersifat induktif, Peneliti membangun abstrak, konsep, proposisi dan teori.8

Pendekatan penelitian kualitatif sesungguhnya merupakan proses penelitian untuk memberikan pemahaman atas dasar metodologi penyelesaian suatu fenomena social.9 Dalam menggunakan pendekatan ini penelti harus menyediakan suatu gambaran komplek, mengurai dengan meneliti berbagai kata-kata, pandangan dan informasi dari informan yang dilakukan dengan situasi alamiah.10 Di jenis penelitian ini , peneliti memakai penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif.

Studi ilmiah fenomenologi sesungguhnya memiliki beberapa karakteristik yang antara lain:

1. Setting, penelitian ini mengharuskan untuk langsunng hadir kelokasi penelitian untuk melakukan interview kepada subyek penelitian, yang dilanjutkan dengan proses observasi lapangan untuk memahami situasi dan aktivitas yang dikerjakan, selain itu, untuki memperdalam penelitian dapat juga dilakukan untuk memahami aspek pskilogis yang dihadapi oleh subyek dalam penelitian, kemudian mengamati dan melakukan dokumentasi tertulis maupun dalam bentuk gambar yang membantu memberikan jawaban penelitian.

2. Insttrumen, penelitian ini, seorang peneliti berposisi sebagai instumen kunci, yang akan selalu hadir secara konkrit kelokasi tanpa melakukan

8 Hamid Patilima, Metode Penelitian Kualitatif, (Bandung: CV Alfabeta, 2005), 65 – 66.

9 Imam Bawani, Metodologi Penelitian Pendidikan Islam (Sidoarjo: Kazanah Ilmu, 2016), 127.

10 John Creswell, Riset Pendidikan: Pendidikan, Perencanaan dan Evaluasi, Riset KUalitatif dan

pendelegasian atau menunjuk kepihak lain.

3. Obyek yang ditelaah dalam penelitian ini adalah ungkapan dari pengalam- pengalam sebagai bentuk dari peran, aktifitas, hal yang dirasakan, termasuk berbagai harapan yang selanjutnya dianalisis dengan cara induktif.

4. Penelitian ini bersifat deskriptif, yakni dengan mendeskripsikan berbagai fenomena yang terlihat, terdengat dan berbagai hal yang dialami dalam penelitian.

Giorgi dan Creswell berpendapat bahwasanya penelitan kualitatif fenomenologi merupakan penelitian yang berasal dari filsafat dan psikologi yang memposisikan peneliti untuk mendeskripsikan berbagai pengalaman kehidupan manusia tetnag fenomena yang terjadi sesuai yang disampaikan partisipan. Deskripsi ini akan berakhir pada inti kekuatan pengalaman individu yang telah mengalami langsung pada fenomena yang terjadi, kekuatan dalam rancangan ini terletak pada landasan filosofis dengan melibatkan pelaksanaan wawancara.11

Dalam dokumen DISERTASI (Halaman 164-167)