BAB II KAJIAN TEORI
B. Kajian Teori
1. Pengertian Kepemimpinan
Tuban Jawa Timur”
(Disertasi UIN Malang, 2018).
hablum minallah, muhasabah, dan hablum minan nas, uswatun hasanah, kesederhanaan 12. Machfudz,
“Kepemimpina n Kiai dalam mengembanga kan Budaya Religius (Studi Pondok
Pesantren Al- Qodiri, Pondok Pesantren Nurul Islam dan Pondok Pesantren As- Sunniyah Jember)”, (Disertasi UIN Maulana Malik Ibrahim 2014)
Hasil
penelitiannya budaya pesantren Diantranya: nilai budaya religius, nilai Robbaniyah, Nilai Insaniyah, Nilai
kepesantrenan
Kajian Kepemim pinan dan Budaya
Aspek Model Kepemim pinannya
Objek Kajiannya tentang Budaya,
B. Kajian Teori Kepemimpinan
bimbingan, menyusun sistem organisasi, dan adanya fasilitasi kesamaan kegiatan di dalam suatu komunitas.3
Sesungguhnya kepemimpinan adalah manifestasi dari kompetensi individu dalam menguatkan individu lainnya agar mereka dengan suka rela dan bersedia mengerjakan kehendak atau gagasannya. Karenanya Robin and Jugge memaknai kepemimpinan sebagai suatu kecakapan dalam memberikan pengaruh pada komunitas untuk ketercapaian cita-cita kelembagaan.4
Kepemimpinan dalam kajian ilmu manajemen memberikan makna suatu proses yang memiliki keterhubungan dengan orang lain untuk memberikan pengaruh dan memberikan sarana sebagai aktifitas kerja sama di dalam kelompok.5 Pemimpin merupakan individu dengan kemampuan- kemampuan khusus yang dimiliki dengan tanpa adanya proses pengangkatan resmi dan dia memiliki kemampuan untuk mempengaruhi individu lain yang di pimpin, untuk melaksanakan kegitan-kegiatan secara bersama-sama yang tararah pada suatu pencapaian sasaran yang telah ditetapkan. Dalam hal lebih spesifik kepemimpinan dibuthkan dalam keadaan yang lebih khusus, karena dalam melaksanakan aktivitas yang khusus dibutuhkan pula tujuan dan pelatan yang khusus. Pemimpin dengan segala ciri dan karakteristiknya merupakan fungsi dari keafaan yang khusus tersebut. Karena pemimpin harus mampu menyesuaikan diri dan
3 Mardiyah, Kepemimpinan Kiai dalam Memelihara Budaya Organisasi (Malang, Aditya Media Publishing, 2015), 37.
4 Stephen P. Robin and Timothy A. Judge, Perilaku Organisasi (salemba: Jakara,), 249
dapat diterima dengan baik oleh kelompoknya serta memiliki kecocokan dengan situasi dan masanya.6
Terry menjelaskan kepemimpinan sebagai suatu hubungan antara orang sebagai pemimpin dalam memberikan pengaruh kepada orang lain untuk melakukan kerja bersama dengan sukarela dalam melaksanakan tugas yang berkaitan dengan pencapaian tujuan yang dicita-citakan pemimpin.7
Gery Yukl mendefinisikan “Leadership is the process of influencing others to understand and agree about what needs to be done and how to do it, and the procces of facilitating individual and collective eforts to accomplish shared objectives”. Kepemimpinan merupakan cara untuk mempengaruhi seseorang agar memiliki pemahaman yang sama serta dapat menyetujui sesuatu yang dibutuhkan dan mengerjakan tugas dan berikut tentang cara melaksanakan tugas, serta melakukan proses dalam memberikan sarana untuk mencapai tujuan.8 Menurut Ken Blanchard kepemimpinan adalah upaya mempengaruhi aktivitas orang atau komunitas lain untuk mencapai sasaran dalam waktu dan situasi tertenu.9
Gibson menjelasakan kepemimpinan merupakan usaha-usaha yang dilakukan dengan menggunakan gaya tertentu sehingga dapat
6 Kartini Kartono, Pemimpin dan Kepemimpinan, Apakah Pemimpin Abnormal itu (Jakarta: PT.
Raja Grafindo Persada, 2008) hlm. 56.
mempengaruhi orang lain dan tidak memaksa namun dengan memberikan motivasi untuk mencapai tujuan.10
Setephen Robbins memberikan pandangan bahwa kepemimpinan merupakan suatu kemampuan untuk dapat mempengaruhi suatu kelompok dalam rangka mencapai visi dan tujuan yang telah diputuskan. 11 Peter G.
Northouse menyatakan dari berbagai konsep kepemimpinan, setidaknya terdapat beberapa komponen sebagai identifikasi fenomina kepemimpinan antara lain adalah: a). kepemimpinan sebagai sebuah proses, b). memiliki pengaruh, c). Terjadi dalam suatu komunitas/kelompok, d). Dalam kepemimpinan tentu ada tujuan yang sama dengan dasar pada komponen ini. Menurut Peter G. Northouse kepemimpinan sebagai suatu proses individu mempengaruhi individu atau kelompok demi mencapai suatu tujuan bersama.12 Stogdill mengemukakan bawah jumlah definisi tentang kepemimpinan hampir sama jumlahnya dengan seseornag yang telah mendefinisikan konsep tersebut.13
Richard L. Hughes, Robert C, Ginnett dan Gordon J. Corphy Memberikan penjelasan bahwa kepemimpina itu merupakan suatu sains dan seni, maksud suatu sains kepemimpinan adalah suatu bidang keilmuan yang mempengaruhi suatu mekanisme dalam kerangka ilmu pengetahuan
10 Gibson, James L. John M. Ivancevich dan James H. Donnelly Jr, Organisasi, Perilaku, Struktur, Proses, Terj. Nunu Adiarni (Jakarta: Binarupa Aksara, 1996),4.
11 Stephen Robbins, Organizational Behaviour , 249
12 Peter G. Northouse, Kepemimpinan Teori dan Praktik, Penerjemah Ati Cahyani, (Jakarta: PT Indeks Permata Puri Media), 5
13 Ralp Stogdill, Handbook of Leadership: A survey of The Literature (New York: Free Press, 1974), 259. Lihat pula Wayne K Hoy dan Cecil G. Miskel, Education Administration: Theory,
yang memiliki unsur obyek, metode, yakni kepemimpinan dapat diimplementasikan pada praktik kemepimpinan dalam suatu sismtem sosial. Seseorang boleh jadi memiliki penguasaan yang baik tentang ilmu kepemimpinan namun belum dapat dipastikan dia bisa menjadi pemimpin yang baik. Karena ternyata banyak pemimpin yang sukses namun ia tak pernah mempelajari hirarki ilmu kepemimpinan.14
Namun demikian Robbins memberikan ciri-ciri minimal yang harus dimiliki oleh pemimpin, yakni15:
a. Sosial Perseption meupakan kemampuan untuk mencermati dan memahami berbagai anatomi perilaku dan kebutuhan bawahan di dalam suatu komunitas.
b. Memiliki keahlian berfikir abstrak yaitu pemimpin diharuskan memiliki kecakapan yang mumpuni dalam berpikir secara abstrak.
c. Keseimbangan emosional memberikan makna bahwa pemimpin memiliki alam perasaan yang seimbang dan memiliki kematangan emosi.
Koontz,16 untuk mengenali ciri seorang pemimpin, maka dapat dilihat dari tugas-tugas yang memfokuskan pada beberapa hal:
a. drive, adalah pemimpin harus bisa membangun inisiatif, memiliki kekuatan untuk melakukan capaian,
14 Wirawan, Kepemimpinan: Teori, Psikologi, Perilaku Organisasi, Aplikasi dan Penelitian (Jakarta: PT. Rajagrafindo, 2014), 8.
15 Robbins, S.P., Perilaku Organisasi; Konsep, Kontroversi, Aplikasi (Jakarta: Prenhallindo,
b. motivation, adalah memiliki keinginan besar untuk untuk memimpin dan dapat memberikan pengaruh pada orang lain dalam upaya mensupport visi yang telah ditetapkan.
c. Integrity, adalah pemimpin harus dapat dipercaya dalam ucapan dan tindakan dan memiliki konsistensi dalam tindakan-tindakan, metode, nilai, prinsip-prinsip kejujuran dan berkarakter.
d. Self confident, adalah pemimpin harus percaya diri dan tegas dalam menentukan pilihan-pilihan.
e. Intellegency, adalah pemimpin mampu mengetahui berbagai hal dengan kekuatan informasi yang terhimpun dengan baik.
f. Knowledge, adalah pemimpin memiliki pengetahuan yang mumpuni pada organisasi dan berbagai pengetahuan tentang visi dan misi organisasi yang dipimpin.
Dalam prespektif lain, James P. Spillane mengungkapkan sesungguhnya pemimpin sebagai agen yang akan melakukan perubahan yang mampu mempengaruhi orang lain melalui kegiatan-kegiatan yang sudah direncanakan, bukan sebaliknya orang lain yang justeru mempengaruhinya.17 Prespektif ini sesungguhnya menyatakan bahwa upaya-upaya yang dilakukan tidak hanya terfokus pada mempengaruhi dan memfalitasi pekerjaan organisasi pada waktu itu, namun juga untuk memastikan kesiapan anggota dalam menghadapi tantangan dalam dimensi waktu yang berbeda.