• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pendidikan Kesehatan …

Dalam dokumen pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan (Halaman 51-59)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

4. Pendidikan Kesehatan …

3) Mendorong dan mengembangkan secara tepat sarana pelayanan kesehatan yang ada

b. Tujuan Pendidikan Kesehatan

Pendidikan kesehatan masayarakat bertujuan maningkatkan pengetahuan, kesadaran, kemauan dan kemampuan masyarakat untuk hidup sehat dan aktif berperan serta dalam upaya kesehatan. Tujuan tersebut dapat lebih diperinci menjadi :

1) Menjadikan kesehatan sesuatu yang bernilai di masyarakat

2) Menolong individu agar mampu secara mandiri/berkelompok mengadakan kegiatan untuk mencapai tujuan hidup sehat

3) Mendorong pengembangan diri dan penggunaan sarana pelayanan kesehatan yang ada secara tepat

4) Agar klien mempelajari apa yang dapat dilakukan sendiri dan bagaimana caranya tanpa meminta pertolongan kepada sarana pelayanan kesehatan formal

5) Agar terciptanya suasana yang kondusif dimana individu, keluarga, kelompok dan masayarakt mengubah sikap dan tingkah lakunya (Zaidin.Ali, 2010)

c. Ruang Lingkup Pendidikan Kesehatan

Menurut (Zaidin.Ali, 2010), ruang lingkup pendidikan kesehatan dapat dilihat dari berbagai dimensi, yaitu :

1) Dimensi sasaran, pendidikan kesehatan dapat dikelompokkan menjadi 3, yaitu :

a) Pertama, pendidikan kesehatan individual dengan sasaran individu.

b) Kedua, pendidikan kesehatan kelompok dengan sasaran kelompok.

c) Ketiga, pendidikan kesehatan masyarakat dengan sasaran masyarakat luas.

2) Dimensi tempat pelaksanaannya, pendidikan kesehatan dapat berlangsung di berbagai tempat dengan sendirinya sasarannya berbeda pula, misalnya :

a) Pendidikan kesehatan di Sekolah, dilakukan di sekolah dengan sasaran murid.

b) Pendidikan kesehatan di rumah sakit dilakukan di rumah sakit dengan sasaran pasien atau keluarga pasien.

c) Pendidikan kesehatan di tempat-tempat kerja dengan sasaran buruh atau karyawan yang bersangkutan

3) Dimensi tingkat pelayanan kesehatan, pendidikan kesehatan dapat dilakukan berdasarkan 5 tingkat pencegahan (five level prevention) menurut Leavel& Clark yaitu :

a) Health promotion

b) General and specific protection c) Early diagnosis and prompt treatment d) Disability limitation

e) rehabilitation(Zaidin.Ali, 2010)

d. Metode Pendidikan Kesehatan

Metode pendidikan kesehatan merupakan pendekatan yang digunakan dalam proses pendidikan untuk penyampaian pesan kepada sasaran pendidikan kesehatan (Uha Suliha ; Herawani ; Sumiati ; Yeti resnaya, 2001).

Metode pendidikan dibagi menjadi : 1) Metode pendidikan individual 2) Metode pendidikan kelompok 3) Metode pendidikan massa

e. Alat Bantu/ Peraga/Media Pendidikan Kesehatan

1) Alat bantu pendidikan adalah alat-alat yang digunakan oleh pendidik dalam menyampaikan bahan pendidikan / pengajaran. Alat bantu ini lebih sering disebut sebagai alat peraga karena berfungsi untuk membantu dan memperagakan sesuatu di dalam proses pendidikan/pengajaran(Notoadmodjo. 2012)

2) Faedah alat bantu pendidikan

Faedah alat peraga antara lain sebagai berikut : a) Menimbulkan minat sasaran pendidikan b) Mencapai sasaran yang lebih banyak

c) Membantu dalam mengatasi banyak hambatan dalam pemahaman d) Merangsang sasaran pendidikan untuk meneruskan pesan-pesan

yang diterima kepada orang lain

e) Mempermudah penyampaian pendidikan / informasi oleh para pendidik/ pelaku pendidikan

f) Mempermudah penerimaan informasi oleh sasaran pendidikan f. Macam macam alat bantu pendidikan

Pada garis besar nya hanya ada 3 macam alat bantu pendidikan (alat peraga).

1) Alat bantu lihat (visual aids) yang berguna dalam membantu menstimulasi indra mata (penglihatan) pada waktu terjadinya proses pendidikan. Alat ini ada 2 bentuk :

a) Alat alat yang di proyeksikan, misalnya slide,film,film strip,dan sebagainya

b) Alat alat yang tidak di proyeksikan:

(1) Dua dimensi, gambar peta, bagan dan sebagainya

(2) Tiga dimensi, misalnya bola dunia, boneka dan sebagainya 2) Alat bantu dengar (visual aids), yaitu alat yang dapat membantu untuk

menstimulasi indra pendengar pada waktu proses penyampaian bahan pendidikan/pengajaran. Misalnya : radio, pita suara, piringan hitam,CD musik/kaset.

3) Alat bantu lihat dan dengar (audio visual Aids)

Media audio-visual disebut juga sebagai media video.Video merupakan media yang digunakan untuk menyampaikan pesan pembelajaran.Dalam media video terdapat dua unsur yang saling bersatu yaitu audio dan visual. Adanya unsur audio memungkinkan

audience untuk dapat menerima pesan pembelajaran melalui pendengaran, sedangkan unsur visual memungkinkan penciptakan pesan belajar melalui bentuk visualisasi (Azwar, 2013)

a) Pengertian media audiovisual

Bentuk-bentuk media pembelajaran itu sendiri terdapat berbagai macam bentuk. Klasifikasi menurut pemakaiannya ada tiga macam bentuk media yang digunakan, yaitu media auditif, media visual, dan media audiovisual. Media audiovisual mempunyai unsur memadukan antara media auditif dan mediavisual (Djaramah & Zein, 2010).

Media audio visual adalah jenis media yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran dengan melibatkan pendengaran dan penglihatan sekaligus dalam satu proses atau kegiatan. Pesan dan informasi yang dapat disalurkan melalui media ini dapat berupa pesan verbal dan nonverbal yang mengandalkan baik penglihatan maupun pendengaran. Beberapa contoh media audio visual adalah film, video, program TV dan lain-lain (Asyhar.2011)

b) Kelebihan dan kekurangan Audiovisual

Setiap jenis media yang digunakan dalam proses pembelajaranmemiliki kelebihan dan kelemahan begitu pula dengan media audiovisual. Arsyad (2011) mengungkapkan beberapa kelebihan dankelemahan media audio visual dalam pembelajaran sebagai berikut.

(1) Kelebihan media audio visual:

(a) Film dan vidio dapat melengkapi pengalaman dasar siswa.

(b) Film dan vidio dapat menggambarkan suatu proses secara tepat yang dapat disaksikan secara berulang-ulang jika perlu.

(c) Di samping mendorong dan meningkatkan motivasi film dan video menanamkan sikap-sikap dan segi afektif lainnya.

(d) Film dan video yang mengandung nilai-nilai positif dapat mengundang pemikiran dan pembahasan dalam kelompok.

(e) Film dan video dapat menyajikan peristiwa yang berbahaya jika dilihat secara langsung.

(f) Film dan video dapat ditunjukkan kepada kelompok besar atau kelompok kecil, kelompok yang heterogen maupun homogen maupun perorangan.

(g) Film yang dalam kecepatan normal memakan waktu satu minggu dapat ditampilkan dalam satu atau dua menit.

(2) Kelemahan media audio visual:

(a) Pengadaan film dan video umumnya memerlukan biaya mahal dan waktu yang banyak.

(b) Tidak semua siswa mampu mengikuti informasi yang ingin disampaikan melalui film tersebut.

(c) Film dan vidio yang tersedia tidak selalu sesuai dengan kebutuhan dan tujuan belajar yang diinginkan, kecuali dirancang dan diproduksi khusus untuk kebutuhan sendiri.

c) Tujuan pembelajaran menggunakan media audiovisual

Ronald Anderson (1994) mengemukakan tentang beberapa tujuan dari pembelajaraan mengunakan media video, antara lain:

(1) Untuk tujuan kognitif :

i. Dapat mengembangkan mitra kognitif yang menyangkut kemampuan mengenal kembali dan kemampuan memberikan rangsangan gerak dan serasi.

ii. Dapat menunjaukan serangkaian gambar diam tanpa suara sebagai media foto dan film bingkai meskipun kurang ekonomis.

iii. Melalui video dapat pula diajarkan pengetahuaan tentang hukum-hukum dan prinsip-prinsip tertentu.

iv. Video dapat digunakan untuk menunjukan contoh dan cara bersikap atau berbuat dalam suatu penampilan, khususnya yang menyangkut interaksi.

(2) Untuk tujuan afektif :

i. Video merupakan media yang baik sekali untuk menyampaikan informasi dalam matra afektif.

ii. Dapat menggunakan efek dan teknik, video dapat menjadi media yang sangat baik dalam mempengaruhi sikap dan emosi.

(3) Untuk tujuan psikomotorik :

i. Video merupakan media yang tepat untuk memperlihatkan contoh ketrampilan yang menyangkut gerak. Dengan alat ini dijelaskan, baik dengan cara memperlambat maupun mempercepat gerakan yang ditampilkan.

ii. Melalui video dapat langsung mendapat umpan balik secara visual terhadap kemampuan mereka sehingga mampu mencoba ketrampilan yang menyangkut gerakan tadi (Azhar Arsyad, 1997)

5. Pengertian dan Tahapan Masa Nifas

Dalam dokumen pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan (Halaman 51-59)

Dokumen terkait