BAB II KAJIAN PUSTAKA
B. Penelitian Terdahulu
Penelitian terdahulu merupakan pembahasan mengenai yang telah dilakukan oleh penelitian sebelumnya yang memiliki kaitan dengan penelitian yang dilakukan. Perbedaan terperinci penelitian yang akan dilakukan dengan penelitian terdahulu adalah sebagai berikut.
1. Penelitian yang dilakukan oleh Hasnira pada tahun 2017 yang berjudul
“Pengaruh Pendapatan dan Gaya Hidup terhadap Pola Konsumsi Masyarakat Wahdah Islamiyah Makassar”. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa pendapatan dan gaya hidup berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat konsumsi wahdah islamiyah Makassar berarti jika pendapatan naik maka konsumsi pun naik dan jika gaya hidup naik maka konsumsi pun naik. Selain itu hasil perhitungan diperoleh nilai koefiesien determinasi (𝑅2) sebesar 0,528 berarti variabel independen mampu mempengaruhi variabel dependen sebesar 52,8 % artinya kontribusi variabel pendapatan dan gaya hidup dalam menjelaskan variasi nilai variabel konsumsi masyarakat sebsar 52,8% dan sisanya sebesar 47,2 % dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian.21
Kesamaan dengan penelitian ini dengan penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti adalah pada variabel independennya yang sama–sama tentang pendapatan dan gaya hidup. Sedangkan perbedaannya terletak pada variabel dependennya yang mana pada penelitian sebelumnya mengenai
21Hasnira, “Pengaruh Pendapatan dan Gaya Hidup Terhadap Pola Konsumsi Masyarakat Wahdah Islamiyah Makassar”, (Skripsi, FEBI UIN Alaiuddin Makassar, Makassar, 2017), hlm. 79 - 80
pola konsumsi, sedangkan yang akan diteliti oleh peneliti mengenai perilaku konsumsi.
2. Penelitian yang dilakukan oleh Haisah Hasibuan pada tahun 2019 yang berjudul “Pengaruh Pendapatan, Religiusitas dan Gaya Hidup terhadap Konsumsi Masyarakat Muslim Di Kecamatan Kota Pinang Kabupaten Labuhan Batu Selatan”. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa pendapatan, religiustitas dan gaya hidup secara bersama–sama berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap tingkat konsumsi masyarakat muslim Kecamatan kotapinang. Hal ini dilihat dari uji f hitung
(47,123) > f table (2,700) dengan signifikan 0,000 < 0,05. Selain itu dari hasil perhitungan diperoleh koefisien determinasi (𝑅2) sebesar 0,583 (58,3%) yang menunjukkan bahwa kontribusi variabel pendapatan, religiusitas dan gaya hidup dalam menjelaskan variasi nilai konsumsi masyarakat muslim sebesar 58,3%, sedangkan sisanya sebesar 41,7%
dipengaruh oleh variabel lain yang tidak masuk penelitian ini.22
Kesamaan penelitian sebelumnya dengan penelitain yang akan dilakukan oleh peneliti terletak pada variabel independennya mengenai pendapatan dan gaya hidup, sedangkan perbedaannya objek penelitiannya dimana pada penelitain sebelumnya objeknya masyarakat muslim, sedangkan objek penelitian yang akan dilakukan oleh penelitian adalah masyarakat secara umum.
22 Haisah Hasibuan, “Pengaruh Pendapatan, Religiusitas dan Gaya Hidup Terhadap Pola Konsumsi Masyarakat Muslim Kecamatan Kotapinang Kabupaten Labuhanbatu Selatan”, (Skripsi, FEBI UIN Sumatera Selatan, Medan, 2019), hlm. 79 - 80
3. Penelitian yang dilakukan oleh Risnawati pada tahun 2020 yang berjudul,
“Pengaruh Pendapatan dan Gaya Hidup terhadap Perilaku Konsumsi Masyarakat Dalam Perspektif Ekonomi Islam (Studi Di Kecamatan Ulee Banda Aceh)”, berdasarkan hasil penelitian tersebut diperoleh variabel pendapatan dan gaya hidup secara bersama–sama berpengaruh secara signifikan terhadap variabel perilaku konsumsi. Selain itu juga, nilai koefisien determinasinya sebesar 0,200 atau sebesar 20 % artinya variabel pendapatan dan gaya hidup mempengaruhi variabel perilaku konsumsi sebesar 20 % dan sisanya sebesar 80 % dipengaruhi oleh variabel lain diluar variabel penelitian.23
Adapun persamaan penelitian yang dilakukan oleh Risnawati dengan penelitian yang akan dilakukan oleh penelitian yakni terletak pada subjek penelitian mengenai perilaku konsumsi masyarakat dan variabel independen penelitian yaitu pendapatan dan gaya hidup. Sedangkan perbedaan terletak pada kajiannya dimana penelitian yang dilakukan oleh Risnawati mengkaji perilaku konsumsi masyarakat itu dari segi perspektif ekonomi islam, namun pada penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti yakni konsumsi masyarakat secara umum.
4. Penelitian yang dilakukan oleh Titi Rismayanti dan Serli Oktapiani pada tahun 2020 yang berjudul “Pengaruh Uang Saku dan Gaya Hidup terhadap Perilaku Konsumtif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Teknologi Sumbawa”, dari hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa
23 Risnawati, “Pengaruh Pendapatan dan Gaya Hidup Terhadap Perilaku Konsumsi Masyarakat Dalam Perspektif Ekonomi Islam (Studi Di Kecamatan Ulee Banda Aceh)”, (Skripsi, FEBI UIN Ar – Raniry, Banda Aceh 2020), hlm. 91- 92
uang saku dan gaya hidup berpengaruh signifikan terhadap perilaku konsumtif. Selain itu, berdasarkan uji koefisien determinasi diperoleh hasil R-Square sebesar 0,169 atau 16,9 % artinya variabel uang saku dan gaya hidup mempengaruhi perilaku konsumtif sebesar 16,9 % dan sisanya 83,1
% dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian.24
Adapun persamaan penelitian tersebut dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti terletak pada variabel independennya yakni sama-sama menggunakan dua variabel independen. Sedangkan, perbedaannya terletak pada subjeknya dimana pada penelitian tersebut meneliti mengenai perilaku konsumtif sedangkan pada penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti mengenai perilaku konsumsi.
5. Penelitian yang dilakukan oleh Nuryuliani dan Rahmatiah pada tahun 2020 yang berjudul “Pengaruh Pendapatan, Gaya Hidup, dan Jenis kelamin terhadap Konsumsi Mahasiswa Jurusan Pendidikan Matematika UIN Alauddin Makassar”, dari hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa pendapatan, gaya hidup, dan jenis kelamin berpengaruh positif dan signifikan terhadap konsumsi mahasiswa jurusan pendidikan matematika.
Selain itu berdasarkan uji koefisien determinasi (R2) diperoleh hasil sebesar 0,832 atau 83,2 % artinya variabel pendapatan, gaya hidup, dan
24 Titi Rismayanti, Serli Oktapiani, “Pengaruh Uang Saku dan Gaya Hidup Terhadap Perilaku Konsumtif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Teknologi Sumbawa”, ISSN, Vol. 02, Nomor 02 Desember 2020, hlm. 35-36
jenis kelamin mempengaruhi variabel konsumsi sebesar 83,2 % dan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian.25
Adapun persamaan penelitian tersebut dengan penelitian yang dilakukan oleh peneliti terletak pada variabel dependennya yakni mengenai konsumsi. Sedangkan, perbedaannya terletak pada variabel independennya yakni pada penelitian tersebut menggunakan tiga variabel indenpenden sedangkan pada penelitian yang dilakukan oleh peneliti hanya menggunakan dua variabel independen.