BAB III METODOLOGI PENELITIAN
H. Teknik Analisis Data
Validitas adalah menunjukkan sejauh mana suatu alat ukur mampu mengukur apa yang ingin diukur (a valid measure if it successfully measure the phenomenon).34 Penguji dilakukan dengan taraf signifikan sebesar 0,05 dengan menggunakan alat bantu SPSS. Dengan kriteria pengujian sebagai berikut:
34 Syofian Siregar, Metodologi Kuantitatif Dilengkapi Dengan Perbandingan Perhitungan Manual dan SPSS, (Jakarta: Kencana, 2013), hlm. 46
Menentukan fokus
penelitian Studi penelitian Merumuskan masalah Menyusun kerangka teori Menyusun krangka berpikir penelitian
Hipotesis
Memilih pendekatan dan metode
Menentukan variabel dan indikator
Menentukan sumber data Menentukan
dan menyusun instrumen
Mengumpulkan data Analisis data
Menarik kesimpulan
1) Jika r hitung > r tabel, maka dinyatakan valid 2) Jika r tabel < r tabel, maka dinyatakan tidak valid 2. Uji reliabilitas
Reliabilitas adalah indikator tingkat keandalan atau kepercayaan terhadap suatua hasil pengukuran. Suatu pengukuran disebut reliable atau memiliki kendalan konsisten dapat memberikan jawaban yang sama.35 Kriteria realibilitas suatu penelitian
Tabel 1.2
Kriteria uji realibilitas
Interval koefisien reabilitas Tingkat hubungan 0,800–0,1000 Sangat reliable
0,600–0,800 Reliable
0,400–0,600 Cukup reliable
0,200–0,400 Kurang reliable
0,00–0,200 Tidak reliable
3. Uji asumsi klasik
Uji asumsi klasik merupakan uji yang digunakan guna mengetahui kecocokan sebuah data yang digunakan untuk di uji secara regresi ataupun secara analisa jalur. Dalam analisis regresi berganda sangat diperlukan uji asumsi klasik dengan maksud apakah data penelitian yang digunakan BLUE (best, linear, unbiased, estimated). Pada umumnya uji asumsi klasik dibagi menjadi beberapa uji di antaranya sebagai berikut:
35 Morissan, Metodologi penelitian Survei, (Jakarta: Prenadamedia Group, 2012), hlm. 99
1) Uji normalitas
Uji normalitas digunakan guna mengetahui apakah data yang diperoleh terdistribusi normal atau tidak. Dalam pengambilan keputusan merupakan jika nilai L hitung > L tabel maka Ho ditolak, dan jika nilai L hitung < L table maka Ho diterima. 36 Hipotesis statistik yang digunakan adalah sebagai berikut:
Ho:Sampel berdistribusi normal
H1:sampel data terdistribusi tidak normal 2) Uji multikolineritas
Uji multikolinearitas bertujuan guna mendeteksi apakah variabel independen pada model regresi saling berkolerasi. Untuk mengetahui kriteria BLUE, tidak boleh terdapat korelasi antara setiap variabel independen, maka variabel tersebut dapat dikatakan tidak orthogonal. kriteria putusan sebagai berikut:37
a) Apabila tolerance value > 0.1 dan VIF < 10, maka dapat disimpulkan tidak terjadi gejala multikoloneritas antar variabel independen pada model regresi.
b) Apabila tolerance value < 0.1 dan VIF > 10, maka dapat disimpulkan terjadi gejala multikoloneritas antar variabel independen pada model regresi.
36 Nuryati, Tutut Dewi Astuti, Endang Sri Utami M. Budiantara, Dasar–Dasar Statistik Penelitian, (Yogyakarta: Sibuku Media, 2017), hlm. 79 - 80
37 R. Rina Novinaty Ariawaty, Siti Noni Evita, Metode Kuantitatif Praktis, (Bandung:
PT. Bima Pratama Sejahtera, 2018), hlm. 26
3) Uji heterokedastisitas
Uji heterokedastsitas merupakan uji yang digunakan untuk mengetahui ketidak samaan variance dari residual suatu pengamatan yang lainnya.38 Untuk menguji terjadi atau tidaknya gejala heteroskedastisitas dapat menggunakan grafik plot antara nilai prediksi variabel terikat (ZPRED) dengan residualnya (SRESID) dengan dasar keputusan sebagai berikut:
a) Jika pada grafik scatter plot terlihat titik–titik yang membentuk pola tertentu, maka dapat disimpulkan terjadi masalah heteroskedastisitas.
b) Jika pada grafif scatter, titik–titik menyebar di atas dan dibawah angka nol pada sumbu Y serta tidak membentuk pola tertentu yang teratur maka dapat disimpulkan tidak terjadi masalah heteroskedastisitas (variance sama/homokedastisitas).
4. Uji analisis regresi berganda
Analisis ini juga digunakan guna mengetahui apakah antar masing–masing variabel independen berhubungan positif atau negatif dan untuk memprediksi nilai dari variabel dependen mengalami penaikan atau penurunan. 39 Persamaan regresi yang digunakan adalah sebagai berikut:40
38 Echo Perdana K, Olah Data Skripsi Dengan SPSS 22, (Bangka Belitung: Lab Kom.
Manajemen FE UBB, 2016), hlm. 49
39 Mudrajad kuncoro, Metode Untuk Bisnis dan Ekonomi: Bagaimana meneliti & menulis tesis, (Jakarta:PT. Gelora Aksara Pratama, 2009), hlm. 239
40 Suliyanto, Ekonometrika Terapan: Teori & Aplikasi dengan SPSS, (Yogyakarta: Andi Yogyakarta, 2011), hlm. 53
Rumus:
Y = a + b1 X1 + b2 X2 + e Keterangan:
Y = Perilaku konsumsi a = konstanta interception b1, b2 = koefisien regresi e = standar eror X1 = pendapatan X2 =Gaya Hidup 5. Uji hipotesis
a. Uji parsial (uji t)
Uji t bertujuan untuk mengetahui apakah variabel–variabel bebas yang digunakan dalam model persamaan regresi berpengaruh secara parsial terhadap variabel terikat dengan taraf signifikan sebesar 0,05. Kriteria keputusannya adalah sebagai berikut.
1) Apabila t hitung > t tabel atau t statistik < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima.
2) Apabila t hitung < t tabel atau t statistik > 0,05, maka Ho diterima dan Ha ditolak.41
b. Uji simultan (uji f)
Uji simultan (uji f) digunakan untuk mengetahui kualitas keberartian regresi antara tiap–tiap variabel bebas/independen secara
41 Anwar Sanusi, Metodologi Penelitian Bisnis, (Jakarta: Salemba Empat, 2011), hlm. 131 - 132
bersama–sama terdapat berpengaruh atau tidak terhadap variabel terikat/dependen.42 Kriteria pengujian adalah sebagai berikut:
1) Jika nilai signifikan > 0,05, atau F hitung > F tabel maka Ha diterima.
2) Jika nilai signifikan < 0,05, atau F hitung < F tabel maka Ho ditolak..
c. Uji koefisien determinasi (uji R2)
Uji koefisien determinasiatau R2 merupakan suatu uji yang digunakan untuk ukuran yang penting dalam regresi, karena dapat menginformasikan baik atau tidaknya model regresi yang terestimasi.
Suatu persamaan regresi yang baik ditentukan oleh R2nya yang mempunyai nilai antara nol dan satu.43
42 Laurencia Veronika Santosa, “Analisis Pengaruh Price, Overall Satisfaction, Dan Trust Terhadap Intention To Return Pada Online Store Lazada”, Jurnal Agora, Vol 6. No 1, Juli 2018, hlm. 36
43 Imam Ghozali, Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS, (Semarang:
Badan Penerbit Universitas Diponegoro, 2006), hlm. 87
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
1. Gambaran umum lokasi penelitian a. Sejarah Kecamatan Wanasaba
Pada akhir abad ke-12 kepatihan Aria Banjar Getas runtuh, Raja Selaparang membangun suatu tempat musyawarah/bersaba-saba yang bernama Wanaseba, Wana artinya Hutan Seba yang berarti Musyawarah jadi Wanaseba dengan kebiasaan lidah berubah sebutan menjadi Wanasaba.
Kemudian pada akhir abad 13 Kerajaan Selaparang runtuh akibat serangan secara mendadak oleh pasukan Raja Karang Asem Bali.
dengan runtuhnya kerajaan selaparang memaksa keluarga kerajaan mengungsi dan berpindah ke berbagai Desa antara lain ada yang ke- Wanasaba dan ada yang ke-Masbagik dan lain-lain kemudian membentuk Raja - Raja kecil yang disebut Datu.
Pada awal abad ke 14 Putra-Putra dari Raden Wiradipati Tanjung salah satunya adalah Raden Prinuk hijrah dari selaparang ke pesanggerahan Wanasaba yang sudah barang tentu diikuti oleh kaula beliu yang setia. Kemudian pada tahun 1472 Putra dari Raden Prinuk bernama Raden Wira Sejanggi membentuk suatu pemerintahan pada waktu itu disebut dengan Datu dan dia menjadi Datu pertama dengan
gelar Raden Wiradipayas pertama, memerintah dari tahun 1472-1530 M (58 Th).
Setelah dia wafat pada tahun 1530, maka dia diganti oleh putranya yang bernama Raden Wiradipati Tuban sebagai datu yang ke dua memerintah selama 61 tahun sejak tahun 1531-1592 secara turun temurun. Pemerintahan pada masa itu terus berlangsung, setelah dia wafat diganti oleh Raden Wirasinggih selama 80 tahun sejak tahun 1593-1673 sebagai datu yang ke tiga. kemudian setelah itu dia diganti oleh Raden Wiradipayas Dua memerintah selama 82 Tahun sejak tahun 1674-1756 sebagai Datu yang ke empat.
Setalah wafatnya dia maka diganti oleh Raden Wiradipati yang masa pemerintahannya selama 66 tahun sejak tahun 1757-1823, dia merupakan datu yang ke-lima. Seetelah dia Wafat pada tahun 1823 kemudian diganti oleh Raden Nuna Wira Candra Satu merupakan datu yang ke-enam atau yang terahir memerintah selama 50 Tahun dari tahun 1824-1874 dan setelah wafatnya Datu tuan yang ke enam ini, kedatuan berubah menjadi Desa.
b. Letak geografis
Kecamatan Wanasaba merupakan salah satu bagian dari wilayah Kabupaten Lombok Timur yang dimana terbagi menjadi 14 Desa dengan luas setiap Desanya itu bervariasi dimana Desa terluas adalah Desa Bebidas seluas 12,41 km2 sebesar 22,20 % dari total luas Kecamatan Wanasaba sedangkan Desa terkecil yakni Desa Mamben
Baru yakni sebesar 0,31 km2 sebesar 0,55% dari luas Kecamatan Wanasaba secara keseluruhan. Luas Kecamatan Wanasaba sekitar 55,89 km2 yang terdiri dari lahan sawah sebesar 22,08 km2 bangunan dan pekarangan 6,13 km2, tegal/kebun 27,6 km2 dan lahan lainnya sebesar 0,02 km2.
Jarak dari pusat pemerintahan dengan seluruh Desa di Kecamatan Wanasaba tidak begitu jauh, desa yang paling jauh dari pusat pemerintahan adalah Desa Mamben Baru yang berjarak sekitar 7,5 km sedangkan yang terdekat dengan pusat kepemerintahan adalah Desa Wanasaba. Kecamatan Wanasaba berada pada 116,5672 derajat bujur timur dan 8,5672 lintang selatan yang berada pada ketinggian 111 – 453 meter dari permukaan laut.
Kecamatan Wanasaba memiliki batas–batas wilayah sebagai berikut
1. Sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Sembalun 2. Sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Aikmel
3. Sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Aikmel dan Kecamatan Labuhan Hajji
4. Sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Pringgabaya dan Kecamatan Suela.
Gambar 1.1
Peta wilayah Kecamatan Wanasaba
Luas wilayah dan persentasi luas Kecamatan Wanasaba dirinci per Desa adalah sebagai berikut
Tabel 1.3 Luas wilayah
No Desa Luas wilayah (km2) Persentasi (%)
1 Mamben Lauq 2,78 4,97
2 Mamben Daya 2,53 4,53
3 Wanasaba 1,29 2,31
4 Karang Baru 3,16 5,65
5 Bebidas 12,41 22.20
6 Tembeng Putik 1,94 3.47
7 Wanasaba Lauk 6,04 10,81
8 Mamben Baru 0,31 0,55
9 Beriri Jarak 9,37 16,77
10 Bandok 0,71 1,27
11 Wanasaba Daya 2,91 5,21
12 Otak Rarangan 4,45 7,96
13 Jineng 2,17 3,88
14 Karang Baru Timur 5,82 10,41
Jumlah 55.89 100
Sumber:Wanasaba dalam angka, 2020
Adapun Jumlah penduduk Kecamatan di Wanasaba berdasarkan jenis kelamin adalah sebagai berikut dibawah ini:
Tabel 1.4 Jumlah penduduk
No Desa Laki–laki Prempuan Jumlah
1 Mamben Lauq 3767 3914 7681
2 Mamben Daya 4909 5016 9925
3 Wanasaba 3484 3787 7269
4 Karang Baru 2191 2380 4571
5 Bebidas 3637 3747 4784
6 Tembeng Putik 3148 3243 6391
7 Wanasaba Lauk 4153 4345 8498
8 Mamben Baru 1036 1035 2071
9 Beriri Jarak 2255 2219 4474
10 Bandok 1991 1959 3950
11 Wanasaba Daya 983 1000 1983
12 Otak Rarangan 829 817 1646
13 Jineng 973 932 1903
14 Karang Baru Timur 744 750 1494
Jumlah 34098 35142 69240
Sumber:Data dinas kependudukan dan catatan sipil, 2020
Adapun jenis Mata pencaharian masyarakat yang ada di Kecamatan Wanasaba adalah sebagai berikut:
Tabel 1.5
Mata pencaharian masyarakat
No Mata Pencaharian Jumlah
1 Petani 6280
2 Buruh 9902
3 Peternak 1799
4 Pedagang 2226
5 Pekerja Industri 1463
6 Sopir 543
7 Pegawai Swasta dan PNS 806
8 TNI/POLRI 45
9 Guru 1578
10 Pensiunan 185
11 pegawai bank 7
12 TKI 4076
Jumlah 28910
Sumber:Wanasaba dalam angka, 2020
2. Karateristik responden
Responden dalam penelitian ini adalah masyarakat di Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur sebanyak 100 responden.
Berdasarkan penyebaran kuesioner sebanyak 100 kuesioner, selanjutnya dari data tersebut diperoleh karakteristik responden berdasarkan Desa, umur, pendidikan terakhir, pekerjaan, dan pendapatan.
Untuk lebih jelasnya mengenai karakteristik responden dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
a. Identitas berdasarkan Desa
Tabel 1.6 Desa responden
Desa
Frequency Percent
Valid Percent
Cumulative Percent
Valid Mamben lauk 17 17.0 17.0 17.0
Mamben daya 19 19.0 19.0 36.0
Wanasaba 20 20.0 20.0 56.0
Tembeng putik 13 13.0 13.0 69.0
Bandok 29 29.0 29.0 98.0
Wanasaba daya 2 2.0 2.0 100.0
Total 100 100.0 100.0
Sumber:Data primer yang diolah, 2021
Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui asal responden sebanyak 17 atau 17 % berasal dari Mamben Lauk, Mamben Daya sebanyak 19 atau 19 %, Tembeng Putik sebanyak 13 atau 13 %, Bandok sebanyak 29 atau 29 %, dan Wanasaba Daya sebanyak 2 atau 2 % b. Berdasarkan umur
Tabel 1.7 Umur responden
Umur Frequency Percent
Valid Percent
Cumulative Percent
Valid 20-30 45 45.0 45.0 45.0
31-40 24 24.0 24.0 69.0
41-50 31 31.0 31.0 100.0
Total 100 100.0 100.0
Sumber:Data Primer yang diolah, 2021
Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui responden penelitian ini berumur antara 20–30 berjumlah 45 atau 45 %, umur 31–40 berjumlah 24 atau 24 %, dan umur 41–50 berjumlah 31 atau 31 %.
c. Identitas Menurut Jenis Kelamin
Tabel 1.8
Jenis kelamin responden Jenis_kelamin Frequency Percent
Valid Percent
Cumulative Percent
Valid Laki-laki 62 62.0 62.0 62.0
Prempuan 38 38.0 38.0 100.0
Total 100 100.0 100.0
Sumber:Data primer yang diolah, 2021
Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui dalam penelitian ini jenis kelamin responden laki–laki sebanyak 62 atau 62 % dan prempuan sebanyak 38 atau 38 %. Jadi dapat disimpulkan bahwa responden dalam penelitian ini lebih banyak laki–laki dari pada prempuan.
d. Identitas Menurut Pendidikan Terakhir Tabel 1.9
Pendidikan terakhir responden Pendidikan_terakhir
Frequency Percent
Valid Percent
Cumulative Percent
Valid SMP/MTs 10 10.0 10.0 10.0
SMA/SMK 53 53.0 53.0 63.0
Diploma/sarjana 37 37.0 37.0 100.0
Total 100 100.0 100.0
Sumber:Data primer yang diolah, 2021
Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui dalam penelitian ini pendidikan terakhir responden SMP/MTs sebanyak 10 atau 10 %, SMA/SMK sebanyak 53 atau 53 %, dan Diploma/sarjana sebanyak 37 atau 37 %.
e. Identitas Menurut Pekerjaan
Tabel 2.0 Pekerjaan responden
Pekerjaan
Frequency Percent
Valid Percent
Cumulative Percent
Valid TNI/POLRI 5 5.0 5.0 5.0
Pegawai 9 9.0 9.0 14.0
Guru 21 21.0 21.0 35.0
IRT 8 8.0 8.0 43.0
Wiraswasta 28 28.0 28.0 71.0
Petani 8 8.0 8.0 79.0
Pelajar/Mahasiswa 21 21.0 21.0 100.0
Total 100 100.0 100.0
Sumber:Data Primer yang diolah, 2021
Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui data pendapatan responden dalam penelitian ini TNI/POLRI sebanyak 5 atau 5 %, pegawai 9 orang atau 9 %, guru 21 atau 21 %, IRT (ibu rumah tangga) sebanyak 8 atau 8 %, wiraswasta sebanyak 28 atau 28 %, petani 8 atau 8 %, pelajar/mahasiswa sebanyak 21 atau 21 %.
f. Identitas Menurut Pendapatan
Tabel 2.1
Pendapatan responden Pendapatan
Frequency Percent
Valid Percent
Cumulative Percent
Valid < 500.000 11 11.0 11.0 11.0
500.000-1.000.000 33 33.0 33.0 44.0
1.000.000-3.000.000 42 42.0 42.0 86.0 3.000.000-5.000.000 10 10.0 10.0 96.0
> 5.000.000 4 4.0 4.0 100.0
Total 100 100.0 100.0
Sumber:Data primer yang diolah, 2021
Berdasarkan tabel di atas, didapatkan dalam penelitian ini pendpaatan responden pendapatan responden < 500.000 sebanyak 11 atau 11 %, 500.000–1.000.000 sebanyak 33 atau 33 %, 1.000.000– 3.000.000 sebanyak 42 atau 42 %, 3.000.000–5.000.000 sebanyak 10 atau 10 %, dan > 5.000.000 sebanyak 4 atau 4 %.
3. Analisis deskriptif hasil angket
Setelah data dikumpulkan dalam penelitian ini, selanjutnya dilakukan analisis desktiptif kuesioner hasil analisis deskriptif ini penting hal ini membuktikan bahwa penelitian ini telah dilakukan. Dalam kuesioner penelitian ini diukur menggunakan skala linkert dengan kriteria yaitu (1) sangat setuju dengan sekor 5; (2) setuju dengan sekor 4; (3) netral dengan sekor 3; (4) tidak setuju dengan sekor 2; (5) sangat tidak setuju dengan sekor 1.
Adapun pemaparan analisis deskriptif dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
a. Variabel pendapatan (X1) 1) Indikator pendapatan
Adapun indikator pendapatan digambarkan pada tabel dibawah ini:
Tabel 2.2
Pendapatan yang setiap bulannya mencukupi untuk memenuhi hidup.
Frequency Percent
Valid Percent
Cumulative Percent Valid TIDAK
SETUJU
15 15.0 15.0 15.0
NETRAL 10 10.0 10.0 25.0
SETUJU 71 71.0 71.0 96.0
SANGAT SETUJU
4 4.0 4.0 100.0
Total 100 100.0 100.0
Sumber:Data yang diolah, 2021
Berdasarkan tabel di atas, dari 100 responden dengan rata– rata sebanyak 4 responden dengan persentase 4 % menjawab sangat setuju, sebanyak 71 responden dengan persentase 71 % menjawab setuju, sebanyak 10 responden dengan persentase 10 % menjawab netral, dan sebanyak 15 responden dengan persentase 15 % menjawab tidak setuju. Artinya pendapatan yang mereka terima oleh sebagian besar responden bisa mencukupi untuk memenuhi hidupnya.
Tebal 2.3
Pendapatan yang diterima setiap bulannya berbeda–beda Frequency Percent
Valid Percent
Cumulative Percent
Valid NETRAL 2 2.0 2.0 2.0
SETUJU 56 56.0 56.0 58.0
SANGAT SETUJU
42 42.0 42.0 100.0
Total 100 100.0 100.0
Sumber:Data primer yang diolah, 2021
Berdasarkan tabel di atas, didapatkan hasil bahwa sebanyak 42 responden dengan persentase 42 % menjawab sangat setuju, sebanyak 56 responden dengan persentase 56 % menjawab setuju, dan sebanyak sebanyak 2 responden dengan persentase 2 % menjawab netral. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar dari responden pendapatan yang mereka terima setiap bulannya itu berbeda–beda.
Tabel 2.4
Selalu rutin menerima pendapatan setiap bulannya.
Frequency Percent
Valid Percent
Cumulative Percent Valid TIDAK
SETUJU
3 3.0 3.0 3.0
NETRAL 2 2.0 2.0 5.0
SETUJU 31 31.0 31.0 36.0
SANGAT SETUJU
64 64.0 64.0 100.0
Total 100 100.0 100.0
Sumber:Data primer yang diolah, 2021
Berdasarkan tabel di atas, dari hasil perhitungan tersebut menunjukkan sebanyak 64 responden dengan persentase sebanyak
64 % menjawab sangat setuju, sebanyak 31 responden dengan persentase 31 % menjawab setuju, sebanyak 2 responden dengan persentase 2 % menjawab netral, dan sebanyak 3 responden menjawab tidak setuju. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar dari mereka selalu rutin menerima pendapatan setiap bulannya.
2) Indikator pekerjaan
Adapun indikator pekerjaan digambarkan pada tabel dibawah ini:
Tabel 2.5
Pendapatan yang diterima bersumber dari pekerjaan yang dilakukan.
Frequency Percent
Valid Percent
Cumulative Percent
Valid NETRAL 3 3.0 3.0 3.0
SETUJU 70 70.0 70.0 73.0
SANGAT SETUJU
27 27.0 27.0 100.0
Total 100 100.0 100.0
Sumber:Data primer yang diolah, 2021
Berdasarkan tabel di atas, diperoleh hasil sebanyak 27 responden dengan persentase 27 % menjawab sangat setuju, sebanyak 70 responden dengan persentase 70 % menjawab setuju, dan sebanyak 3 responden menjawab netral. Artinya pendapatan yang diterima oleh mereka bersumber dari pekerjaan yang dilakukannya.
Tabel 2.6
Pekerjaan yang dilakukan menjadi sumber pendapatan.
Frequency Percent
Valid Percent
Cumulative Percent
Valid NETRAL 1 1.0 1.0 1.0
SETUJU 52 52.0 52.0 53.0
SANGAT SETUJU
47 47.0 47.0 100.0
Total 100 100.0 100.0
Sumber:Data primer yang diolah, 2021
Berdasarkan tabel di atas, diperolah hasil sebanyak 47 responden dengan persentase 47 % menjawab sangat setuju, sebanyak 52 responden dengan persentase 52 % menjawab setuju, dan sebanyak 1 responden dengan persentase 1 % menjawab netral.
Artinya pekerjaan yang mereka lakukan menjadi sumber untuk memperoleh pendapatan.
Tabel 2.7
Melakukan pekerjan supaya bisa memperoleh pendapatan.
Frequency Percent
Valid Percent
Cumulative Percent
Valid SETUJU 69 69.0 69.0 69.0
SANGAT SETUJU
31 31.0 31.0 100.0
Total 100 100.0 100.0
Sumber:Data primer yang diolah, 2021
Berdasarkan tabel di atas, diperoleh hasil sebanyak 31 responden dengan persentase 31 % menjawab sangat setuju dan sebanyak 69 responden dengan persentase 69 % menjawab setuju.
Artinya untuk mendapatkan pendapatan maka mareka harus melakukan pekerjaan.
3) Indikator tingkat Pendidikan
Adapun indikator tingkat pendidikan digambarkan pada tabel dibawah ini:
Tabel 2.8
Pendapatan sesuai dengan jumlah anggaran pendidikan yang dikeluarkan.
Frequency Percent
Valid Percent
Cumulative Percent Valid TIDAK
SETUJU
24 24.0 24.0 24.0
NETRAL 43 43.0 43.0 67.0
SETUJU 33 33.0 33.0 100.0
Total 100 100.0 100.0
Sumber:Data primer yang diolah, 2021
Berdasarkan tabel di atas, diperolah hasil sebanyak 33 responden dengan persentase 33 % menjawab setuju, sebanyak 43 responden dengan persentase 43 % menjawab netral, dan sebanyak 24 responden dengan persentase 24 % menjawab tidak setuju. Artinya sebagian besar responden tidak mengetahui apakah pendapatan mereka sesuai dengan anggaran pendidikan yang dikeluarkan.
Tabel 2.9
Pendidikan yang tinggi membuat pendapatan meningkat.
Frequency Percent
Valid Percent
Cumulative Percent
Valid TIDAK SETUJU 27 27.0 27.0 27.0
NETRAL 18 18.0 18.0 45.0
SETUJU 44 44.0 44.0 89.0
SANGAT SETUJU 11 11.0 11.0 100.0
Total 100 100.0 100.0
Sumber:Data primer yang diolah, 2021
Berdasarkan tabel di atas, diperolah hasil sebanyak 11 responden dengan persentase sebanyak 11 % menjawab setuju, sebanyak 44 responden dengan persentase 44 % menjawab setuju, sebanyak 18 responden dengan persentase 18 % menjawab netral, dan sebanyak 27 responden dengan persentase 27 % menjawab tidak setuju. Artinya pendidikan mereka yang semakin tinggi membuat pendapatannya yang diterimanya semakin tinggi pula.
4) Indikator beban keluarga yang ditanggung
Adapun indikator beban keluarga yang ditanggung digambarkan pada tabel dibawah ini:
Tabel 3.0
Pendapatan yang diterima sesuai dengan jumlah anggota keluarga.
Frequency Percent
Valid Percent
Cumulative Percent Valid TIDAK
SETUJU
19 19.0 19.0 19.0
NETRAL 5 5.0 5.0 24.0
SETUJU 71 71.0 71.0 95.0
SANGAT SETUJU
5 5.0 5.0 100.0
Total 100 100.0 100.0
Sumber:Data primer yang diolah, 2021
Berdasarkan tabel di atas, diperoleh hasil sebanyak 5 responden dengan persentase sebanyak 5 % menjawab sangat setuju, sebanyak 71 responden dengan persentase 71 % menjawab setuju, sebanyak 5 responden dengan persentase 5 % menjawab netral, dan sebanyak 19 responden dengan persentase 19 % menjawab tidak setuju. Artinya sebagai besar responden menyatakan pendapatan
yang diterima oleh mereka sesuai dengan jumlah anggota keluarganya.
Tabel 3.1
Pendapatan yang diterima bisa mencukupi untuk menanggung kebutuhan keluarga.
Frequency Percent
Valid Percent
Cumulative Percent Valid TIDAK
SETUJU
11 11.0 11.0 11.0
NETRAL 7 7.0 7.0 18.0
SETUJU 56 56.0 56.0 74.0
SANGAT SETUJU
26 26.0 26.0 100.0
Total 100 100.0 100.0
Sumber:Data primer yang diolah, 2021
Berdasarkan tabel di atas, diperolah hasil sebanyak 26 responden dengan persentase 26 % menjawab sangat setuju, sebanyak 56 responden dengan persentase 56 % menjawab setuju, sebanyak 7 responden dengan persentase 7 % menjawab netral, dan sebanyak 11 responden dengan persentase 11 % menjawab tidak setuju. Artinya pendapatan yang diterima oleh mereka bisa mencukupi untuk menanggung anggota keluarganya.
b. Variabel gaya hidup (X2) a. Indikator aktivitas
Adapun indikator aktivitas digambarkan pada tabel dibawah ini:
Tabel 3.2 Menghabiskan waktu luang dengan berbelanja.
Frequency Percent
Valid Percent
Cumulative Percent Valid TIDAK
SETUJU
3 3.0 3.0 3.0
NETRAL 5 5.0 5.0 8.0
SETUJU 89 89.0 89.0 97.0
SANGAT SETUJU
3 3.0 3.0 100.0
Total 100 100.0 100.0
Sumber:Data primer yang diolah, 2021
Berdasarkan tabel di atas, diperoleh hasil sebanyak 3 responden dengan persentase 3 % menjawab sangat setuju, sebanyak 89 responden dengan persentase 89 % menjawab setuju, sebanyak 5 responden dengan persentase 5 % menjawab netral, dan sebanyak 3 responden dengan persentase 3 % menjawab tidak setuju. Artinya sebagian besar mereka menghabiskan waktu luangnya dengan berbelanja.
Tabel 3.3
Berbelanja untuk mengikuti keinginan dari pada kebutuhan.
Frequency Percent
Valid Percent
Cumulative Percent Valid TIDAK
SETUJU
32 32.0 32.0 32.0
NETRAL 23 23.0 23.0 55.0
SETUJU 45 45.0 45.0 100.0
Total 100 100.0 100.0
Sumber:Data primer yang diolah, 2021
Berdasarkan tabel di atas, diperoleh hasil sebanyak 45 responden dengan persentase 45 % menjawab setuju, sebanyak 23
responden dengan persentase 23 % menjawab netral, dan sebanyak 32 responden dengan persentase 32 % menjawab tidak setuju.
Artinya mereka lebih dominan berbelanja mengikuti keinginan mereka dari pada kebutuhan.
Tabel 3.4
Selain berbelanja menghabiskan waktu luang dengan liburan.
Frequency Percent
Valid Percent
Cumulative Percent
Valid NETRAL 3 3.0 3.0 3.0
SETUJU 64 64.0 64.0 67.0
SANGAT SETUJU
33 33.0 33.0 100.0
Total 100 100.0 100.0
Sumber:Data yang diolah, 2021
Berdasarkan tabel di atas, diperoleh hasil sebanyak 33 responden dengan persentase 33 % menjawab sangat setuju, sebanyak 64 responden dengan persentase 64 % menjawab setuju, sebanyak 3 responden dengan persentase 3 % menjawab netral.
Artinya selain berbelanja mereka menghabiskan waktu luangnya dengan liburan.
b. Indikator Minat
Adapun indikator minat digambarkan pada tabel dibawah ini;
Tabel 3.5
Membeli sesuatu yang sedang trend agar terlihat menarik.
Frequency Percent
Valid Percent
Cumulative Percent Valid TIDAK
SETUJU
6 6.0 6.0 6.0
NETRAL 4 4.0 4.0 10.0
SETUJU 73 73.0 73.0 83.0
SANGAT SETUJU
17 17.0 17.0 100.0
Total 100 100.0 100.0
Sumber:Data primer yang diolah, 2021
Berdasarkan tabel di atas, diperoleh hasil sebanyak 17 responden dengan persentase 17 % menjawab sangat setuju, sebanyak 73 responden dengan persentase 73 % menjawab setuju, sebanyak 4 responden dengan persentase 4 % menjawab netral, dan sebanyak 6 responden dengan persentase 6 % menjawab tidak setuju.
Artinya sebagian besar dari mereka membeli sesuatu yang sedang trend supaya terlihat menarik.
Tabel 3.6
Suka membeli sesuatu walaupun tidak dibutuhkan.
Frequency Percent
Valid Percent
Cumulative Percent Valid TIDAK
SETUJU
33 33.0 33.0 33.0
NETRAL 28 28.0 28.0 61.0
SETUJU 39 39.0 39.0 100.0
Total 100 100.0 100.0
Sumber:Data primer yang diolah, 2021
Berdasarkan tabel di atas, diperoleh hasil sebanyak 39 responden dengan persentase 39 % menjawab setuju, sebanyak 28 responden dengan persentase 28 % menjawab netral, dan sebanyak 33 responden dengan persentase 33 % menjawab tidak setuju.
Artinya mereka lebih banyak membeli sesuatu walaupun tidak dibutuhkan.
Tabel 3.7
Membeli sesuatu dengan merek yang sudah terkenal.
Frequency Percent
Valid Percent
Cumulative Percent Valid TIDAK
SETUJU
3 3.0 3.0 3.0
NETRAL 4 4.0 4.0 7.0
SETUJU 80 80.0 80.0 87.0
SANGAT SETUJU
13 13.0 13.0 100.0
Total 100 100.0 100.0
Sumber:Data primer yang diolah, 2021
Berdasarkan tabel di atas, diperoleh hasil sebanyak 13 responden dengan persentase 13 % menjawab sangat setuju, sebanyak 80 responden dengan persentase 80 % menjawab setuju, sebanyak 4 responden dengan persentase 4 % menjawab netral, dan sebanyak 3 responden dengan persentase 3 % menjawab tidak setuju.
Artinya sebagian besar responden membeli sesuatu dengan merek yang sudah terkenal.
c. Indikator Opini
Adapun indikator opini digambarkan pada tabel dibawah ini:
Tabel 3.8
Rasa percaya diri meningkat ketika membeli suatu yang bermerek dan mahal.
Frequency Percent
Valid Percent
Cumulative Percent
Valid TIDAK SETUJU 2 2.0 2.0 2.0
NETRAL 4 4.0 4.0 6.0
SETUJU 88 88.0 88.0 94.0
SANGAT SETUJU 6 6.0 6.0 100.0
Total 100 100.0 100.0
Sumber:Data primer yang diolah, 2021