• Tidak ada hasil yang ditemukan

Uji Determinasi

Dalam dokumen pengaruh pendapatan dan gaya hidup terhadap (Halaman 105-119)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

3) Uji Determinasi

Uji koefien determinasi (R2) dilakukan untuk mengukur kontribusi dari keseleuruhan variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil uji koefisien determinasi (R2) dalam penelitian ini dapat dilihat sebagai beriku

Tabel 7.5

Uji koefisien determinasi Model Summaryb Model

R R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate d

i m e n s i o n 0

1 .674a .454 .443 3.63533

a. Predictors: (Constant), Gaya hidup, Pendapatan b. Dependent Variable: Perilaku konsumsi

Sumber:Data primer yang diolah, 2021

Berdasarkan hasil uji statistik yang dilakukan dalam penelitian ini didapatkan hasil pada kolom R atau multiple R sebesar 0,674 menunjukkan korelasi antar variabel pendapatan dan gaya hidup terhadap variabel perilaku konsumsi sebesar 67,4 %.

Untuk memberikan interpretasi terhadap korelasi tersebut dilakukan dengan kriteria sebagai berikut ini:

1. 0,80–1,000 sangat kuat 2. 0,60–7,99 kuat

3. 0,40–0,599 cukup kuat 4. 0,20–0,399 rendah

5. 0,00–0,199 sangat rendah

Maka dari hasil multiple R tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa nilai sebesar 0,674 menunjukkan korelasi variabel pendapatan dan gaya hidup terhadap variabel perilaku konsumsi kuat.

Sedangkan pada kolom R square diperoleh koefisien determinasi sebesar 0,454 atau 45,4 % artinya variabel pendapatan dan gaya hidup mempengaruhi variabel perilaku konsumsi sebesar 45,4 % dan sisanya sebesar 54,6 % dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian.

d. Uji analisis regresi berganda

Uji analisis regresi berganda dilakukan untuk mengetahui hubungan satu variabel dependen dengan dua atau lebih variabel

independen. Uji regresi digunakan juga untuk mengetahui apakah antar masing–masing variabel independen berhubungan positif atau negatif dan untuk memprediksi nilai dari variabel dependen mengalami kenaikan atau penurunan. Adapun hasil uji regresi berganda dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

Tabel 7.6 Uji regresi berganda

Coefficientsa

Model Unstandardized

Coefficients

Standardized Coefficients

T Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) 38.646 4.943 7.818 .000

Pendapatan .573 .120 .432 4.779 .000

Gaya hidup .437 .120 .329 3.634 .000

a. Dependent Variable: Perilaku konsumsi Sumber:Data primer yang diolah, 2021

Berdasarkan tabel di atas, diperoleh model persamaan regresi berganda adalah sebagai berikut:

Y = 38,646 + 0,573 X1 + 0,437 X2 + e

Adapun penjelasan dari model persamaan regresi berganda tersebut adalah sebagai berikut:

1. Nilai konstanta sebesar 38,646 artinya jika variabel pendapatan dan gaya hidup diasumsikan bernilai nol, maka variabel perilaku konsumsi senilai 38,646.

2. Nilai koefisien variabel pendapatan (X1) sebesar 0,573 artinya setiap peningkatan satu persen pendapatan maka akan meningkatkan

perilaku konsumsi sebesar 0,573 dengan asumsi variabel lain bernilai konstan (tetap)

3. Nilai koefisien variabel gaya hidup (X2) sebesar 0,437 artinya setiap kenaikan satu persen gaya hidup akan meningkatkan perilaku konsumsi sebesar 0,437 dengan asumsi variabel lain bernilai konstan (tetap).

B. Pembahasan

Perilaku konsumsi merupakan tindakan yang diambil oleh masyarakat dalam melakukan konsumsi. Konsumsi yang dilakukan tentunya tidak serta merta dilakukan oleh masyarakat akan tetapi konsumsi yang dilakukan itu sebelumnya telah didukung oleh berbagai faktor yang ada disekelilingnya.

Dimana dalam melakukan konsumsi oleh masyarakat sebagai konsumen ditentukan oleh beberapa faktor diantara, pendapatan, tingkat bunga, gaya hidup, jumlah penduduk dan lain sebagainya. Akan tetapi penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pendapatan dan gaya hidup terhadap perilaku konsumsi masyarakat yang ada di Kecamatan Wanasaba kabupaten Lombok timur.

1. Pengaruh pendapatan terhadap perilaku konsumsi masyarakat di Kecamatan Wanasaba kabupaten Lombok timur.

Pendapatan merupakan faktor penentu konsumsi masyarakat.

semakin tinggi pendapatan seseorang konsumen maka semakin tinggi daya belinya untuk konsumsi sehingga permintaan terhadap barang akan

meningkat. Sebaliknya, semakin rendah pendapatan maka semakin rendah pula daya beli konsumen dan akhirnya permintaan terhadap barang untuk dikonsumsi juga menurun.44

Keyness berpendapat bahwa besarnya konsumsi rumah tangga, tergantung dari pendapatan yang dihasilkan. Perbandingan besarnya konsumsi dengan pendapatan disebut dengan sebagai margin propensity to consume (MPC). MPC digunakan untuk mengukur semakin besarnya pendapatan yang dimiliki, maka tingkat konsumsi rumah tangga juga tinggi, begitu pula sebaliknya.45

Berdasarkan hasil uji hipotesis yang telah dilakukan, didapatkan nilai t hitung yang lebih besar dari t tabel (4,779 > 1,98472) dan tingkat signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Jadi, variabel X1 berpengaruh terhadap variabel Y.

Artinya pendapatan berpengaruh terhadap perilaku konsumsi, sehingga hipotesis Ha diterima, yang menyatakan pendapatan berpengaruh secara parsial terhadap perilaku konsumsi.

Selain itu berdasarkan persamaan regresi berganda diperoleh hasil variabel X1 (pendapatan) sebesar + 0,573 artinya setiap peningkatan satu persen pendapatan maka akan meningkatkan perilaku konsumsi sebesa + 0, 537. Hal ini berarti bahwa pendapatan tersebut sejalan dengan teori yang menyatakan bahwa ketika pendapatan naik maka konsumsi akan mengalami peningkatan. Sebaliknya, jika pendapatan menurun maka

44 Dpbs dan P3EI – UII, Teks Book Islam, (Jakarta: Universitas Islam Indonesia, 2007), hlm.159

45 Putu Rani Susanthi, Hazriyanto, Indra Firdiyansyah, “Analisis Pengaruh Pendapatan Terhadap Perilaku Konsumsi dan Tabungan Mahasiswa STIE Galileo di Kota Batam”, ISSN, Vol.

4 Nomor 01, Februari 2020, hlm. 119

konsumsi masyarakat mengalami penurunan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa teori tersebut dapat dipercaya kebenarannya, dikarenakan apa yang ada diteori dengan apa yang dilakukan oleh masyarakat dalam melakukan konsumsi sesuai dengan apa yang ada diteori tersebut.

Kemudian berdasarkan karateristik responden menurut pekerjaannya sebanyak 28 responden atau 28 % responden bekerja sebagai wiraswasta dan seanyak 21 responden bekerja sebagai guru. Dari pekerjaan yang dilakukan itu tentu mereka akan memperoleh penghasilan/pendapatan yang nantinya akan dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya atau digunakan untuk membeli barang konsumsi. Berdasarkan karakteristik responden menurut, pendapatanya dimana responden yang berpendapatan antara 1.000.000–3.000.000 sebanyak 42 responden atau 42

% responden. Dimana pendapatan yang dimilikinya itu akan dipergunakan untuk membeli barang–barang konsumsi. Besar dan kecilnya pendapatan yang diterima itu akan mempengaruhi tingkat konsumsi yang dilakukan.

Berdasarkan karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin bahwa pada penelitian ini lebih banyak responden laki–laki sebanyak 62 responden atau 62 %. Konsumsi tidak hanya dilakukan oleh golongan jenis kelamin tertentu saja melakukan semua golongan membutuhkan konsumsi guna memenuhi kebutuahnnya sehari-hari.

Hasil angket yang menyatakan konsusmi meningkat apabila pendapatannya bertambah dimana hasilnya menunjukkan sebanyak 56 % responden menjawab sangat setuju dan 44 % responden menjawab setuju.

Hal ini menunjukkan bahwa pendapatan berdampak positif terhadap konsumsi yang dilakukan. Ketika pendapatannya meningkat maka konsumsi akan mengalami peningkatan. Hal ini juga sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Sadono Sukirmo yang menyatakan pendapatan rumah tangga menentukan tingkat konsumsi secara unit kecil atau dalam keseluruhan ekonomi.

Sejalan dengan hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Lilis oktaviani pada tahun 2017 yang berjudul “Pengaruh Tingkat Pendapatan terhadap Perilaku Konsumsi Masyarakat (Studi Kasus Pada Ibu Rumah Tangga Di Kp. Nyatuh Kec. Baros Serang)”. Dalam penelitian tersebut menunjukkan pendapatan berpengaruh terhadap perilaku konsumsi. Apabila terjadi kenaikan tingkat pendapatan maka akan terjadi kenaikan perilaku konsumsi masyarakat.46

Hasil penelitian ini juga sejalan dengan hasil penelitianya yang telah dilakukan oleh Ninik Mulyani pada tahun 2016 yang berjudul “Pengaruh Tingkat Pendapatan terhadap Pola Konsumsi Masyarakat Dalam Persepektif Ekonomi Islam (Studi Kasus Desa Harapan Jaya Kecamatan Semendawai Timur Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur)”. Bahwa dalam penelitian tersebut menunjukkan bahwa tingkat pendapatan berpengaruh terhadap pola konsumsi masyarakat.47

46 Lilis oktiaviani, “Pengaruh tingkat pendapatan terhadap perilaku konsumsi masyarakat (studi kasus pada ibu rumah tangga di kp. Nyatuh kec. Baros serang)”, (Skripsi, FEBI IAIN Sultan Maulana Hasanuddin, Banten 2016), hlm.85

47 Ninik Mulyani, “Pengaruh Tingkat Pendapatan Terhadap Pola Konsumsi Masyarakat Dalam Persepektif Ekonomi Islam (Studi Kasus Desa Harapan Jaya Kecamatan Semendawai

Menurut Soekartawi menjalaskan pendapatan akan mempengaruhi banyaknya barang yang dikonsumikan, bahwa sering kita jumpai dengan bertambahnya pendapatan, maka barang yang dikonsumsikan bukan saja bertambah, tapi juga kualitas barang tersebut ikut menjadi perhatian.

Misalnya sebelum adanya penambahan pendapatan beras yang dikonsumsikan adalah kualitas yang kurang baik, akan tetapi setelah adanya penambahan pendapatan maka konsumsi beras menjadi kualiats yan lebih baik.48

2. Pengaruh gaya hidup terhadap perilaku konsumsi masyarakat di Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok timur

Gaya hidup merupakan pola hidup seseorang dalam dunia kehidupan sehari–hari yang dinyatakan dalam kegiatan, minat, dan pendapat yang bersangkutan. Gaya hidup menggambarkan keseluruhan diri seseorang dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Selain itu juga, gaya hidup mennggambarkan seluruh pola seseorang dalam beraksi dan berinteraksi didunia.49

Berdasarkan hasil uji hipotesis yang telah dilakukan, didapatkan nilai t hitung yang lebih besar dari t tabel (3,634 > 1,98472) dan tingkat signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Jadi, variabel X2 berpengaruh signifikan terhadap variabel Y. Artinya variabel gaya hidup berpengaruh signifikan Timur Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur)”, (Skripsi, FEBI UIN Raden Fatah, Palembang 2016), hlm. 69

48 Soekartawi, Faktor-Faktor Produksi, (Jakarta: Salemba Empat, 2002), hlm. 143

49Winda A. solihin, Bernhard tewal, Rudy Wenas, “Pengaruh Sikap konsumen dan Gaya Hidup Terhadap Keputusan Pembelian Smartphone (Studi Pada Mahasiswa Unsrat Manado)”, ISSN, Vol. 8 Nomor 1, Januari 2020, hlm. 511

terhadap perilaku konsumsi. Maka hipotesis ha diterima, yang menyatakan gaya hidup berpengaruh secara parsial terhadap perilaku konsumsi.

Selain itu berdasarkan persamaan regresi berganda diperoleh hasil variabel X2 (gaya hidup) sebesar + 0,437 artinya setiap kenaikan satu persen gaya hidup akan meningkatkan perilaku konsumsi sebsar + 0,437.

Hal ini menunjukkan bahwa menunjukkan bahwa faktor gaya hidup memang mempengaruhi perilaku konsumsi.

Kemudian berdasarkan karakteristik responden menurut umur sebanyak 45 responden atau 45 % yang berusia antara 20–30 tahun.

Dimana pada usia tersebut seseorang sedang mengalami fase remaja dalam hidupnya sehinga pada fase tersebut seseorang perubahan gaya hidupnya telah mengalami perubahan ayang ditunjukkan oleh keinginannya untuk membeli barang–barang tertentu dan pada usia tersebut mereka akan banyak meniru gaya hidup orang lain dalam aktivitas kesehariannya, sehinga pada saat itu juga keinginannya untuk membeli barang yang diinginkan akan terpengaruh akibat gaya hidupnya. selain berdasarkan karateristik responden menurut pendidikan terakhir dimana sebanyak 53 responden atau 53 % responden berpendidikan SMA/SMK. Dimana selanjutnya pada tahapan ini banyak dari seseorang melanjutkan pendidikannya kejenjang pergurunan tinggi atau sebagian juga langsung bekerja, pada tahapan ini gaya hidup seseorang akan dipengaruhi oleh lingkungannya sekitar. Sehingga gaya hidupnya tersebut akan mempengaruhinya dalam membeli barang–barang konsumsi.

Dari hasil angket yang menyatakan gaya hidup masyarakat sekitar mempengaruhi konsumsi. Dimana sebanyak 59 % responden menjawab setuju. Artinya konsumsi yang dilakukan juga dipengaruhi oleh gaya hidup dari masyarakat disekitarnya. Ketika gaya hidupnya meningkat maka hal tersebut turut mempengaruhi konsumsi.

Hasil penelitian ini, sejalan dengan hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Fitri Nomiasari pada tahun 2019 yang berjudul

“Pengaruh Gaya Hidup terhadap Perilaku Konsumen Muslim (Studi Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam) Institut Agama Islam Negeri Bengkulu”. Dimana dalam penelitian tersebut menunjukkan hasil bahwa gaya hidup berpengaruh terhadap perilaku konsumen setelah dilakukan uji hipotesis dengan menggunakan uji T (Uji parsial).50

Hasil penelitian lain juga yang dilakukan oleh Ahsan Lodeng pada tahun 2018 yang berjudul “Pengaruh Gaya Hidup Hedonis terhadap Perilaku Konsumtif Menurut Ekonomi Islam (Studi Pada Mahasiswa Santri Ma’had Al–Jami’ah UIN Raden Intan Lampung)”. Dimana dalam penelitian tersebut menunjukkan bahwa gaya hidup hedonis berpengaruh terhadap perilaku konsumtif mahasiswa yang tinggal di ma’ had al–jami’

ah UIN Raden Intan Lampung.51

50 Fitri Nomiasari, “Pengaruh Gaya Hidup Terhadap Perilaku Konsumen Muslim (Studi Mahasiswa Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam) Institut Agama Islam Negeri Bengkulu”, (Skripsi, FEBI IAIN, Bengkulu, 2019), hlm. 67

51 Ahsan Lodeng, “Pengaruh Gaya Hidup Hedonis Terhadap Perilaku Konsumtif Menurut Ekonomi Islam (Studi Pada Mahasiswa Santri Ma’had Al–Jami’ ah UIN Raden Intan Lampung)”, (Skripsi, FEBI UIN Raden Intan, lampung, 2018), hlm. 111

3. Pengaruh pendapatan dan gaya hidup terhadap perilaku konsumsi masyarakat di Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok timur

Konsumsi secara umum diartikan sebagai penggunaan barang dan jasa secara langsung untuk memenuhi kebutuhan manusia. Dengan adanya lapisan masyarakat yang berbeda, tujuan konsumsinya juga berbeda.

Masyarakat tradisional yang ditandai dengan peradaban belum maju serta kebutuhan yang masih sederhana untuk memenuhi kebutuhannya sehari–

hari.52

Konsumsi yang dilakukan oleh masyarakat tentu akan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumsi antaranya faktor ekonomi, faktor demografi dan faktor non ekonomi. Selain itu faktor lain mempengaruhi perilaku konsumsi adalah sebagai berikut:53

1. Tingkat pendapatan dan kekayaan 2. Tingkat suku bunga dan spekulasi 3. Sikap berhemat

4. Budaya, gaya hidup dan demonstration effect 5. Keadaan ekonomi

Berdasarkan uji hipotesis yang telah dilakukan dari hasil uji f (Uji simultan), diperoleh Fhitung sebesar 40,357 dengan tingkat tingkat

52 Aris Triyono, Said Afriaris, “Pengaruh Pendapatan dan Gaya hidup terhadap Perilaku Konsumsi Terhadap Tingkat Konsumsi Mahasiswa Semester VI Tahun Akademik 2018–2019 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indragiri (STEI – I) Rengat”, ISSN, Vol. 8 Nomor 01 September, 2019, hlm. 202

53 Nulaila Hanum, “Analisis Pengaruh Pendapatan Terhadap perilaku konsumsi Mahasiswa Universitas Samudra Di kota Langsa”, Jurnal Samudra Ekonomika, Vol. 1 Nomor 2, Oktober 2017, hlm. 110

signifikansi sebesar 0,000. Sedangan niali df1 = 2 dan nilai df2 = 98 didapatkan 3,09 dari nilai tabel statistik didapatkan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Jadi, variabel X1 dan X2 berpengaruh signifikan secara bersama – sama (simultan) terhadap variabel Y. artinya pendapatan dan gaya hidup berpengarug signifikan secara bersama–sama (simultan) terhadap perilaku konsumsi, sehingga hipotesis Ha diterima, yang menyatakan pendapatan dan gaya hidup secara bersama–sama berpengaruh terhadap perilaku konsumsi.

Hal ini menunjukkan, bahwa faktor pendapatan dan gaya hidup tentu akan mempengaruhi perilaku konsumsi seseorang, yang mana apabila pendpaatan dan gaya hidupnya tinggi maka konsumsi yang dilakukan juga akan meningkat. Akan tetapi pada dasarnya faktor pendapatanlah yang paling menentukan tingkat konsumsi yang dilakukan oleh seseorang.

Berdasarkan hasil uji hipotesis yang telah dilakukan sebelumnya, dapat diketahui bahwa kedua variabel independen memiliki pengaruh terhadap variabel dependen. Ternyata dari hasil hipotesis yang telah dilakukan variabel pendapatan lebih besar pengaruhnya terhadap perilaku konsumsi, hal ini dapat dibuktikan dari angka koefisien pendapatan paling besar senilai 0,573 dengan nilai t hitung paling besar senilai 4,779 dan nilai signifikansi sebesar 0,000.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa pendapatan merupakan faktor yang paling menentukan konsumsi seseorang. Dikarenakan pendapatan

merupakan penerimaan yang dibelanjakan untuk konsumsi guna memenuhi kebutuhan hidupnya, dengan adanya pendapatan yang digunakan untuk konsumsi maka mereka dapat memenuhi hidupnya maupun memperoleh kesejahteraan.

Kemudian berdasarkan karakteristik responden menurut tempat tinggal atau Desanya dimana reseponden yang berasal dari Desa bandok lebih dominan pada penelitian ini sebanyak 29 responden atau 29 %. Akan tempat tinggal atau Desa tidak mempengaruhi konsumsi seseorang. Akan tetapi faktor lingkungan sekitar tempat tinggal akan mempengaruhi gaya hidupnya sehinga perubahan gaya hidup untuk membeli barang konsumsi.

Sementara itu, dari hasil uji koefisien determinasi diperoleh bahwa korelasi antara variabel pendapatan dan gaya hidup terhadap variabel perilaku konsumsi sebesar hasil 0,674 atau sebesar 67,4 %. Artinya korelasi antara variabel pendapatan dan gaya hidup terhadap variabel perilaku konsumsi “Kuat”. Selain itu, pada kolom R square diperoleh nilai sebesar 0,454 dengan persentase 45, 4 % artinya variabel pendapatan dan gaya hidup mempengaruhi variabel perilaku konsumsi sebesar 54, 4 % dan sisanya sebesar 54,6 % dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian.

Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian sebelumnya yang telah dilakukan oleh Sutriati, Sri Kartikowati, dan RM Riadi yang dilakukan pada tahun 2018 yang berjudul “Pengaruh Pendapatan dan Gaya Hidup Terhadap Perilaku Konsumtif Pada Mahasiswa Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial FKIP Universitas Riau”. Dalam penelitian

tersebut menunjukkan bahwa pendapatan dan gaya hidup secara bersama– sama berpengaruh terhadap perilaku konsumtif hal ini dapat dibuktikan dari nilai signifikansinya sebesar 0,000 < 0,05.54

54 Sutriati, Sri Kartikowati, dan RM Riadi, “Pengaruh Pendapatan Dan Gaya Hidup Terhadap Perilaku Konsumtif Mahasiswa Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial FKIP Universitas Riau”, JOM FKIP, Vol, 3, Nomor 1, Januari 2018, hlm. 7

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil paparan di atas jadi dapat disimpulkan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Berdasarkan hasil uji hipotesis yang dilakukan dengan bantu software SPSS. Menunjukkan nilai t hitung > t tabel dengan tingkat signifikansi lebih kecil dari nilai signifikansi yang digunakan. Jadi, variabel X1 berpengaruh signifikan terhadap variabel Y. Artinya pendapatan berpengaruh signifikan terhadap perilaku konsumsi, sehingga hipotesis yang pertama diterima, yang menyatakan pendapatan berpengaruh terhadap perilaku konsumsi.

Hal ini menunjukkan bahwa ketika pendapatan seseorang meningkat maka dia akan meningkatkan konsumsi.

2. Berdasarkan hasil uji hipotesis yang dilakukan dengan bantuan software SPSS. Menunjukkan nilai t hitung > t tabel dengan tingkat signifikansi yang lebih kecil dari tingkat signifikansi yang digunakan, jadi variabel X2 berpengaruh signifikan terhadap variabel Y. Artinya gaya hidup berpengaruh signifikan terhadap perilaku konsumsi, sehingga hipotesis yang pertama diterima, yang menyatakan gaya hidup berpengaruh terhadap perilaku konsumsi. Hal ini menunjukkan bahwa gaya hidup yang tinggi akan mempengaruhi tinggi perilaku konsumsi.

3. Berdasarkan hasil uji F (uji simultan) yang telah dilakukan dengan bantuan software SPSS. Menunjukkan hasil f hitung > f tabel dengan tingkat signifikasi dibawah nilai signifikansi yang digunakan dalam penelitian ini.

Jadi, variabel X1 dan X2 berpengaruh signifikan secara bersama–sama (simultan) terhadap variabel Y. Artinya pendapatan dan gaya hidup berpengaruh signifikan terhadap perilaku konsumsi. Sehingga hipotesis yang pertama diterima, yang menyatakan pendapatan dan gaya hidup berpengaruh terhadap perilaku konsumsi. Selain itu berdasarkan hasil uji koefisien (R2) pada kolom R atau multiple R diperoleh hasil korelasi antara pendapatan dan gaya hidup terhadap perilaku konsumsi “kuat”.

Sedangkan, pada kolom R square hasil pengaruh pendapatan dan gaya hidup terhadap perilaku konsumsi sebesar 45,4 % dan sisanya 54,6 % dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian.

B. Saran

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti maka saran yang disampaikan penulis adalah sebagai berikut:

1. Untuk masyarakat, diharapkan masyarakat dalam melakukan konsumsi memperhatikan beberapa faktor dalam melakukan konsumsi terutama faktor pendapatan yang dimilikinya. Supaya jumlah pengeluarannya tidak melebihi pendapatan yang dimilikinya.

2. Untuk Bagi pihak terkait, terutama untuk pemerintah diharapkan mampu menjaga kestabilan harga barang-barang konsumsi supaya konsumsi masyarakat tetap terjaga.

3. Untuk penulis, bahwa penulis menyadari penelitian ini jauh dari kata sempurna. Akan tetapi, penulis tetap berharap dengan adanya hasil penelitian ini bisa menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya.

DAFTAR PUSTAKA

Adesy, Ekonomi Dan Bisnis Islam, Depok: Raja Grafindo Persada, 2016.

Ahsan Lodeng, “Pengaruh Gaya Hidup Hedonis Terhadap Perilaku Konsumtif Menurut Ekonomi Islam (Studi Pada Mahasiswa Santri Ma’had Al–

Jami’ah UIN Raden Intan Lampung)”, Skripsi, FEBI UIN Raden Intan, lampung, 2018.

Anwar Sanusi, Metodologi Penelitian Bisnis, Jakarta: Salemba Empat, 2011.

Aris Triyono, Said Afriaris, “Pengaruh Pendapatan dan Gaya hidup terhadap Perilaku Konsumsi Terhadap Tingkat Konsumsi Mahasiswa Semester VI Tahun Akademik 2018 – 2019 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indragiri (STEI–I) Rengat”, ISSN, Vol. 8 Nomor 01, September, 2019.

Cholid Nurbuko dan Abu Ahmadi, Metodologi Penelitian, Jakarta: Bumi Aksara, 2013.

David Chaney, Lifestyle:suatu Pengantar Komprehensif, Yogjakarta: Jalasutra, 2003.

Dewi Sartika Nasution, Pengantar Ekonomi, Mataram: IAIN Mataram, 2015.

Dhiah Tyas Untari, Metode Penelitian:penelitian kontemporer bidang ekonomi dan bisnis, Banyumas: CV. Pena Persada, 2018.

Doni Setyawan, “Pengaruh Pendapatan, Gaya Hidup Konsumtif, dan Jenis Kelamin Terhadap Tingkat Konsumsi Mahasiswa Dengan Religiusitas Sebagai Variabel Moderating (Studi Kasus Mahasiswa FEBI IAIN Salatiga)”, Skripsi, FEBI IAIN Salatiga, 2019.

Dpbs dan P3EI – UII, Teks Book Islam, Jakarta: Universitas Islam Indonesia, 2007.

Dyah Nirmala Arum Janie, Statistik Deksriptif & Regresi Linier Berganda Dengan SPSS, Semarang: Semarang University Press, 2012.

Echo Perdana K, Olah Data Skripsi Dengan SPSS 22, Bangka Belitung: Lab Kom. Manajemen FE UBB, 2016.

Elvina, “Pengaruh Pendapatan Dan Konsumsi Terhadap Perilaku Konsumen Di Kabupaten Labuhanbatu”, Jurnal Ecosbima, Vol. 5, Nomor 2, Juni 2018.

Fadilla, “Hubungan Antara Pendapatan dan Gaya Hidup Masyarakat Dalam Pandangan Islam”, Jurnl Ilmu Syariah, Vol. 5 Nomor. 1, April 2017.

Fitri Nomiasari, “Pengaruh Gaya Hidup Terhadap Perilaku Konsumen Muslim (Studi Mahasiswa Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam) Institut Agama Islam Negeri Bengkulu”, Skripsi, FEBI IAIN, Bengkulu, 2019.

Fitri Nomiasari, “Pengaruh Gaya Hidup Terhadap Perilaku Konsumen Muslim (Studi Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam) Institut Agama Islam Negeri Bengkulu”, Skripsi, FEBI IAIN, Bengkulu, 2019.

Haisah Hasibuan, “Pengaruh Pendapatan, Religiusitas dan Gaya Hidup Terhadap Pola Konsumsi Masyarakat Muslim Kecamatan Kotapinang Kabupaten Labuhanbatu Selatan”, Skripsi, FEBI UIN Sumatera Selatan, Medan, 2019.

Hartiyani Sadu Budanti, Mitasih Indriayu & Muhammad Sabandi, “Pengaruh Lingkungan Sosial dan Gaya Hidup Terhadap Perilaku Konsumsi Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi FKIP UNS”, ISSN, Vol.

3, Nomor 2, Maret 2017.

Hasnira, “Pengaruh Pendapatan dan Gaya Hidup Terhadap Pola Konsumsi Masyarakat Wahdah Islamiyah Makassar”, Skripsi, FEBI UIN Alaiuddin Makassar, Makassar, 2017

Hj. Neliwati, Metodologi Penelitian Kuantitatif (Kajian teori dan praktik), Medan: CV. Widya Puspita, 2018.

Imam Ghozali, Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS, Semarang:

Badan Penerbit Universitas Diponegoro, 2006.

Jenita, “Konsep Konsumsi dan Perilaku konsumsi Islam”, Jurnal JEBI, Vol. 2, No. 1, Januari 2017.

Julians Ifnul Mubarok, Kamus Istilah Ekonomi, Bandung: Yrama Widya, 2012.

Konsumsi Masyarakat Kecamatan Medan Perjuangan”, Skripsi, FEBI UIN Sumatra Utara, Medan, 2019.

Kotler dan Keller, Manajemen Pemasaran, Jakarta: Erlangga, 2012.

Laurencia Veronika Santosa, “Analisis Pengaruh Price, Overall Satisfaction, Dan Trust Terhadap Intention To Return Pada Online Store Lazada”, Jurnal Agora, Vol. 6 No 1, Juli 2018.

Lilis oktiaviani, “Pengaruh tingkat pendapatan terhadap perilaku konsumsi masyarakat (studi kasus pada ibu rumah tangga di kp. Nyatuh kec. Baros serang)”, (Skripsi, FEBI IAIN Sultan Maulana Hasanuddin, Banten 2016), hlm.85

M. Suparmoko, Teori Ekonomi Mikro, Yogyakarta: BPFE, 2011.

Mardiasmo, Perpajakan, Yogyakarta: Andi, 2003.

Mellya Embun Baining, “Pengaruh Pendapatan Terhadap Perilaku Konsumtif Mahasiswa Penerima Beasiswa Bidikmisi Di Kota Jambi”, Jurnal Syariah, Vol. 6, Nomor. 1, April 2018.

Morissan, Metodologi Penelitian Survei, Jakarta: Prenadamedia Group, 2012.

Mudrajad kuncoro, Metode Untuk Bisnis dan Ekonomi: Bagaimana meneliti &

menulis tesis, Jakarta: PT. Gelora Aksara Pratama, 2009.

Ninik Mulyani, “Pengaruh Tingkat Pendapatan Terhadap Pola Konsumsi Masyarakat Dalam Persepektif Ekonomi Islam (Studi Kasus Desa Harapan Jaya Kecamatan Semendawai Timur Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur)”, Skripsi, FEBI UIN Raden Fatah, Palembang 2016.

Novia Bramastuti, “Pengaruh Prestasi Sekolah Dan Tingkat Pendapatan Terhadap Motivasi Berwirausaha Siswa SMK Bakti Oetama Gondanrejo Karanganyar”, Skripsi, FKIP Universitas Muhammadiyah, Surakarta, 2009.

Nugroho J. Setiadi, Perilaku Konsumen, Jakarta: Pramedia Group, 2018.

Nulaila Hanum, “Analisis Pengaruh Pendapatan Terhadap perilaku konsumsi Mahasiswa Universitas Samudra Di kota Langsa”, Jurnal Samudra Ekonomika, Vol. 1 Nomor 2, Oktober 2017.

Nuryati, Tutut Dewi Astuti, Endang Sri Utami, M. Budiantara, Dasar–Dasar Statistik Penelitian, Yogyakarta: Sibuku Media, 2017.

Nuryuliani, Rahmatiah, “Pengaruh Pendapatan, Gaya Hidup, dan Jenis kelamin terhadap Konsumsi Mahasiswa Jurusan Pendidikan Matematika UIN Alauddin Makassar”, Jurnal Ekonomi pembangunan, Vol. 6, Nomor 1, Maret 2020.

Paul A. Samuelson dan William D. Nordhaus, Ilmu Mikroekonomi, Ed. 17, Jakarta: Media Global Edukasi, 2003.

Dalam dokumen pengaruh pendapatan dan gaya hidup terhadap (Halaman 105-119)

Dokumen terkait