BAB II TINJAUAN PUSTAKA
H. Penelitian Terdahulu
Tabel 2 Peneltian Terdahulu N
O PENULIS JUDUL SKRIPSI HASIL PENELITIAN
1 Farly Rezky
Analisis Kontribusi Terminal Angkutan
Darat Terhadap
Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Pare-Pare .
Penerimaan Retribusi Terminal angkutan darat terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Makassar tahun 2009- 2012 mengalami fluktuasi.
2 Gozzali Ar Rozzaq
Kontribusi dan
Efektivitas Retribusi Terminal terhadap Pendapatan Asli Daerah Kota Malang Tahun 2005-2009.
a. Penerimaan Retribusi Terminal Kota Surakarta secara keseluruhan sudah berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) selama tahun 2005-2009.
b. Penerimaan Retribusi Terminal Kota Malang sudah sangat efektif selama tahun 2005- 2009.
3 Dewi Chrystiyanti
Efetivitas Pemungutan Retribusi Terminal terhadap Pendapatan Asli Daerah di Terminal Tirtonadi Surakarta.
Penerimaan pemungutan Retribusi Terminal Tirtonadi Surakarta tidak efektif selama 2007-2011 karena tidak pernah pernah memenuhi target.
I. Kerangka Pikir
Dalam suatu pemerintahan daerah, organisasi dan manajemen yang baik tidak cukup hanya dibarengi kewibawaan penguasa saja, akan tetapi harus juga dibarengi dengan adanya keuangan yang baik dari pemerintah daerah yang bersangkutan. Dalam menggerakkan organisasi untuk mencapai tujuan tertentu, peranan keuangan yang baik adalah sangat menentukan,sehingga jelaslah bahwa peranan keuangan dalam pemerintahan di daerah merupakan unsur yang tidak dapat dihilangkan begitu saja.
Pentingnya posisi keuangan daerah dalam penyelenggaraan otonomi daerah sangat disadari oleh pemerintah. Demikian pula alternatif cara untuk mendapatkan keuangan yang memadai telah pula dipertimbangkan oleh pemerintah dan wakil-wakil rakyat. Seperti yang dijelaskan dalam Undang- Undang Nomor 33 Tahun 2004 bahwa “Sumber pendapatan asli daerah merupakan sumber keuangan daerah yang digali dari dalam wilayah daerah yang bersangkutan yang terdiri dari hasil pajak daerah, hasil retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah”.
Pelaksanaan Retribusi Daerah khususnya Retribusi Jasa Angkutan Umum sangat menunjang peningkatan Pendapatan Asli Daerah, dari itu pemerintah Kota Makassar membuat Peraturan Daerah Nomor 15 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Retribusi Terminal. Untuk melaksanakan peraturan tersebut perlu diketahui siapa-siapa yang terlibat, tarif retribusi terminal, faktor penunjang, kendala-kendala yang dihadapi serta kontribusi retribusi terminal pada Pendapatan Asli Daerah Kota Makassar. Dengan itu, pelaksanaan pemungutan Retribusi
34
Terminal dapat berjalan dengan baik dan juga dapat mencapai target penerimaan atau realisasi dari penerimaan retribusi terminal sebagaimana yang diinginkan.
Salah satu usaha pemerintah untuk melayani kebutuhan masyarakat adalah dengan menyediakan sarana transportasi darat yaitu dengan mendirikan Terminal
Adapun kerangka konsep agar apa yang uraikan dapat dipahami dan menjadi jelas dapat dilihat sebagai berikut:
Gambar 1 : Kerangka Pikir
Dari gambar tersebut, penulis ingin meneliti apakah dalam sistem pelaksanaan pemungutan Retribusi Terminal Angkutan Umum sudah efektif pada Terminal Regional Daya dan apakah penerimaan Retribusi Terminal Angkutan Umum berpengaruh terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Makassar.
PD. Terminal Makassar Metro (Terminal Regional Daya)
Sistem Pemungutan Retribusi Tarif Jasa Angkutan Umum
PAD Perda No. 15
Tahun 2006
35 A. Tempat Dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan di kota Makassar dan tertuju pada badan (lembaga) terkait, yakni PD. Terminal Makassar Metro khususnya Terminal Regional Daya. Sedangkan waktu yang digunakan untuk melakukan penelitian ini adalah selama dua bulan yaitu bulan April sampai Juni 2014.
B. Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Penelitian pustaka (library research). Penelitian ini dilakukan dengan mengkaji buku-buku dan macam media penulisan lainnya yang ilmiah, dimaksudkan untuk menambah referensi pendukung tentang teori-teori ilmiah yang dapat berkaitan dengan topik penelitian dalam rangka penyusunan laporan.
2. Penelitian lapang (field research). Penelitian ini adalah dengan cara bagaimana melakukan studi komparatif atau melakukan pendekatan-pendekatan pada objek penelitian, diantaranya :
a. Metode observasi, yaitu suatu penelitian yang dilaksanakan dengan melakukan pengamatan secara lansung pada badan (lembaga) tersebut.
b. Metode wawancara (interview), yaitu suatu penelitian yang dilakukan untuk memperoleh sejumlah data yang diperlukan dengan cara
36
mewawancarai pihak-pihak yang berkompeten dalan badan (lembaga) tersebut maupun pihak-pihak terkait lainnya.
C. Jenis dan Sumber Data
Jenis dan sumber data yang digunakan dalam penulisan ini antara lain : a. Jenis Data, terdiri dari :
1. Data Kualitatif, yaitu data yang berupa keterangan-keterangan dan tidak diberikan dalam bentuk angka-angka yang diperoleh melalui wawancara secara lansung dengan staf personil.
2. Data Kuantitatif, yaitu data yang berupa angka-angka dan laporan-laporan.
b. Sumber Data, terdiri dari :
1. Data Primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari lokasi penelitian melalui wawancara dengan informan yang berkaitan dengan masalah penelitian, dan juga melalui observasi atau pengamatan langsung terhadap objek penelitian.
2. Data Sekunder adalah data yang diperoleh berdasarkan acuan dan literatur yang berhubungan dengan materi dan dokumen dari Perusahaan Daerah Terminal Makassar Metro Kota Makassar, serta karya tulis ilmiah yang berhubungan dengan penelitian.
D. Definisi Operasional Variabel
Adapun definisi operasional variable-variabel yang akan diteliti sebagai berikut :
1. Efektivitas adalah mengukur hubungan antara hasil realisasi penerimaan Retribusi Terminal dengan target penerimaan Retribusi Terminal.
2. Pungutan retribusi adalah pungutan yang diperoleh dari Terminal Regional Daya yang dinilai dengan satuan rupiah.
3. Pendapatan Asli Daerah (PAD) adalah semua penerimaan daerah yang merupakan hasil usaha sendiri dan dikelola oleh Pemerintah Daerah, yang dinilai dengan satuan rupiah.
E. Metode Analisis
Untuk menguji hipotesis yang telah di ajukan, maka metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini, adalah sebagai berikut :
1. Analisis Deskriptif Kuantitatif, digunakan untuk menjelaskan efektivitas pemungutan Retribusi tarif jasa angkutan umum pada terminal regional daya dan pengaruhnya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada Kota Makassar.
2. Analisis Efektivitas, digunakan untuk mengetahui kemampuan pemerintah daerah dalam merealisasikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang direncanakan dibandingkan dengan target yang ditetapkan berdasarkan potensi rill di daerah , Kemampuan daerah dalam melaksanakan tugas dikategorikan efektif apabila rasio yang dicapai minimal sebesar 1 (satu) atau 100 persen, sehingga apabila rasio efektivitasnya semakin tinggi, menggambarkan kemampuan daerah semakin baik.
38
Realisasi penerimaan PAD Efektifitas =
Target penerimaan PAD
Analisis efektivitas pengelolaan anggaran daerah adalah dengan menggunakan rasio perbandingan antara realisasi pendapatan daerah dengan target pendapatan yang ditetapkan dalam APBD, guna mengetahui berhasil atau tidaknya pencapaian tujuan anggaran.Berikut rumusan rasio efektivitas yang digunakan, yaitu :
Realisasi pendapatan
Efektivitas = x 100%
Target
Dari hasil perhitungan penerimaan retribusi terminal tersebut, kemudian disesuaikan dengan rangking efektivitas sebagai berikut :
>100 Sangat Efektif 90-100 Efektif
80-90 Cukup Efektif 60-80 Kurang efektif
<60 Tidak Efektif
Sumber : Kep. Mendagri No. 690.900.327 Thn 1996 (dalam Anggia Rahmawati, 2007)
39 A. Sejarah Berdirinya Perusahaan
PD. Terminal Makassar Metro (PD. TMM) adalah sebuah perusahaan daerah yang dibentuk oleh Pemerintah kota Makassar yang subtansinya berdasarkan kesadaran akan pentingnya Pelayanan Prima. Pada sisi lain, juga dapat mengolah potensi besar yang dimiliki, yang sebelumnya cenderung kurang optimal. Meski demikian untuk mengwujudkannya tak semudah yang dibayangkan. Berbagai kendala dan tantangan pun muncul, yang tentu saja membutuhkan energy besar untuk menyelesaikannya, baik yang bersifat social, maupun ekonomis.
PD. Terminal Makassar Metro berawal dari banyaknya masukan dari berbagai kalangan temasuk dari masyarakat sendiri akan pentingnya sebuah Terminal yang lebih besar dan mampu melayani arus kendaraan penumpang baik AKDP dan AKAP yang semakin hari semakin semakin banyak.
Demikian juga dengan arus penumpang semakin hari semakin banyak sehingga Terminal panaikang pada waktu itu dianggap sudah tidak layak lagi karena lokasinya sangat sempit dan berada pada poros yang padat kendaraan.
Oleh karena itu, pemerintah kota memutuskan Terminal Panaikang dipindahkan ke Terminal Regional Daya (TRD).
Sembilan belas hari menjelang peresmian Terminal Regional Daya (TRD) tepatnya Rabu, 22 Oktober 2003, keputusan tegas akhirnya diambil
40
untuk menutup Terminal Panaikang melalui SK Walikota No.
653/Kep/551.22/2003, Terminal Panaikang ditutup dari segala aktivitas rutinitas sebagai terminal, artinya semua bongkar muat di Terminal Panaikang dipindahkan ke Terminal Regional Daya.
Sebenarnya penghentian pengoperasian Terminal Panaikang sejak sabtu, 18 Oktober 2003. Pihak Direksi PD. Terminal Makassar Metro (PD.
TMM) telah menyebar pengumuman bahkan memasang iklan pemberitahuan di sejumlah media massa, bahwa dalam rangka akan diresmikannya Terminal Regional Daya pada tanggal 9 November 2003, sehingga yang akan menggunakan jasa angkutan umum ke luar kota diminta agar langsung ke Terminal Regional Daya Jl. Kapasa No. 33 Daya, Makassar
Pembangunan Terminal Regional Daya dilakukan oleh pihak pengembang sebagai pihak ketiga. Pengembang tersebut adalah PT. Kalla Inti Karsa (PT. KIK). PT. Kalla Inti Karsa (PT. KIK) dalam pengoperasian Terminal Regional Daya ikut memberikan diskon harga sebesar 20 persen sebagai apresiasi terhadap para pedagang yang telah membayar KPR di Bank.
Terutama para pedagang yang memiliki bangunan utama di terminal Panaikang. Pemerintah Kota Makassar dalam berbagai kesempatan mengatakan bahwa Terminal Regional Daya sebagai Terminal Terluas di Asia Tenggara ini dapat berfungsi secara optimal sehingga dapat menjadi lokomotif pembangunan daerah kota Makassar.
Terminal Regional Daya merupakan tempat menaikkan dan menurunkan penumpang angkutan umum dalam Kotamadya Ujung Pandang
(sekarang Makassar) sekaligus berfungsi sebagai tempat memulai dan atau mengakhiri perjalanan angkutan umum dalam kota dan dalam Propinsi Daerah Tingkat I Sulawesi Selatan maupun antar kota dalam Propinsi yang terletak di Jalan Kapasa Raya Kelurahan Daya Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar.
Lokasi Terminal Regional Daya dihubungkan oleh dua jalan utama menuju Kota yakni Jl. Perintis Kemerdekaan dan Jl. Tol (Jl. Prof. DR. Sutami).
B. Visi dan Misi Perusahaan 1. Visi
Visi perusahaan daerah pasar Makassar raya Kota Makassar yaitu
“Menjadi Pusat Pelayanan Terminal Angkutan Darat Yang Professional Di Kawasan Timur Indonesia”.
2. Misi
Dalam rangka mewujudkan visi di atas, maka harus didukung oleh misi yang jelas sebagai berikut :
a. Senantiasa memberikan pelayanan jasa terminal secara maksimal bagi penumpang/pengguna jasa dan pengusaha angkutan darat secara professional. Hal ini menjadi penting dalam memberikan kepuasan pada pengguna jasa sehingga dapat meningkatkan pemasukan (income) demi kemajuan perusahaan.
b. Mengembangkan sistem informasi mengenai pelayanan jasa terminal angkutan darat antar terminal diseluruh terminal di Indonesia Timur.
42
c. Membangun jaringan kerjasama peningkatan pelayanan jasa terminal angkutan darat Propinsi serta antar Kabupaten dan Kota.
d. Memberikan pelayanan secara optimal kepada masyarakat sekaligus menunjang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Makassar.
C. Tugas Pokok dan Fungsi PD. Terminal Makassar Metro
a. Sebagaimana yang tertuang pada SK Walikota No. 7039 Tahun 1999 pada pasal 3 (tiga) dijelaskan bahwa tugas pokok Perusahaan Daerah secara umum menyelenggarakan usaha pengelolaan Terminal Angkutan serta mengoptimalkan keseluruhan fasilitas Terminal Makassar Metro dalam rangka meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat.
b. Fungsi PD. Terminal Makassar Metro Kota Makassar adalah melaksanakan pelayanan umum / jasa kepada masyarakat di bidang transportasi darat.
D. Struktur Organisasi dan Tugas
Semua organisasi yang ada didunia ini pasti memiliki struktur organisasi.
Dengan struktur organisasi yang baik maka kerja organisasi dapat berjalan dan mencapai tujuan yang diharapkan.
Mengacu pada Perusahaan Daerah Kota Makassar No. 13 Tahun 2000 tentang ketentuan-ketentuan Pokok Badan Pengawas, Direksi dan Kepegawaian Perusahaan Daerah Terminal Makassar Metro Kota Makassar. Kemudian Peraturan Daerah Kota Makassar No. 14 Tahun 2006 tentang Perubahan Atas
Peraturan Daerah Ujung Pandang No. 16 Tahun 1999 tentang Pendirian Perusahaan Daerah Terminal Makassar Metro Kota Ujung Pandang.
Dalam Peraturan Daerah No. 13 Tahun 2000 tersebut secara tegas dikatakan bahwa ada 3 (tiga) unsure yang terlibat dalam Perusahaan Daerah Terminal Makassar Metro, yaitu :
a. Pemerintah Kota Makassar b. Badan Pengawas
c. Direksi
d. Pegawai/Karyawan
Berikut tugas dan tanggungjawab Badan Pengawas dan Direksi berdasarkan SK Walikota No. 7039 Tahun 1999 adalah sebagai berikut :
a. Badan Pengawas
Badan Pengawas mempunyai tugas :
1) Menetapkan Rencana Kerja dan Pembagian tugas para anggota menurut bidang masing-masing untuk Pasal 12 (dua belas) bulan sesuai dengan Tahun buku Perusahaan Daerah
2) Menyelenggarakan Rapat Kerja sekurang-kurangnya 6 (enam) bulan sekali untuk membicarakan dan mengatasi masalah-masalah yang dihadapi oleh Perusahaan dalam melaksanakan kegiatannya, bilamana diperlukan sewaktu- waktu mengadakan rapat untuk menentukan keputusan mengenai hal-hal yang mendesak
44
3) Merumuskan kebijaksanaan untuk Perusahaan Daerah secara terarah dalam bidang penanaman modal untuk penggunaan dana, pemanfaatan dan pengamanan hasil tarif angkutan dan jasa Terminal lainnya
4) Mengadakan penilaian atas prestasi kerja daripada anggota Direksi Perusahaan Daerah atas hasil-hasil yang telah dicapai oleh perusahaan itu 5) Menyelenggarakan pembinaan dan pengarahan serta memberikan petunjuk
kepada Perusahaan Daerah secara efektif dan kebijaksanaan umum yang telah dirumuskan dalam Keputusan Rapat Badan Pengawas, mengenai pelaksanaan ketentuan-ketentuan dimaksud
6) Memberikan pendapat dan saran kepada Kepala Daerah tentang rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah untuk tahun berikutnya yang diajukan oleh Direksi, 3 (bulan) sebelum tahun buku mulai berlaku dan bila tidak dikemukakan keberatan atau penolakan sampai tahun buku mulai berjalan, maka anggaran tersebut dianggap sah
7) Meneliti dan mengevaluasi serta memberi petunjuk lebih atas laporan perhitungan usaha Perusahaan Daerah yang wajib dikirim oleh Direksi dalam jangka waktu 3 (tiga) bulan sekali
8) Memberi pendapat dan saran kepada Kepala Daerah terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Tambahan atau perubahannya anggaran yang terjadi dalam tahun buku yang ditujukan Direksi
9) Memberi pendapat dan saran kepada Kepala Daerah atas laporan tahunan Perusahaan Daerah yang terdiri rencana perhitungan rugi/laba dalam jangka waktu yang tidak lebih dari 1 (satu) bulan setelah laporan tersebut diterima
dari Direksi. Pelaksanaan pembagian laba dilaksanakan setelah ada laporan pemeriksaan dari instansi yang berwenang
10) Mengesahkan kebijaksanaan dan menetapkan kedudukan kepegawaian Perusahaan Daerah dan penghasilannya sesuai dengan peraturan yang berlaku 11) Menjaga dan mengusahakan agar selalu terdapat koordinasi dan keserasian
antara Perusahaan Daerah dengan rencana pengembangan usaha dan kegiatan dari Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat dibidang perluasan wilayah termasuk pengembangan areal terminal.
b. Direksi Utama
Tugas Direksi Utama, yaitu :
1) Merencanakan kegiatan Perusahaan Daerah untuk jangka panjang, mengawasi dan mengkoordinir dalam bidang teknik pengelolaan terminal, badang umum termasuk pengelolaan keuangan dan administrasi untuk mencapai tujuan
2) Merumuskan strategi Perusahaan Daerah dan menjalankan kebijaksanaan yang ditetapkan oleh Badan Pengawas dalam melaksanakan operasi Perusahaan Daerah sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku
3) Memelihara suasana kerja yang baik dalam seluruh organisasi yang berusaha mencapai taraf efisiensi dan administrasi yang baik
4) Secara berkala meninjau kembali dan menilai berbagai fungsi Perusahaan Daerah
46
5) Mengambil inisiatif dalam penempatan, pemindahan, dan pemberhentian pegawai serta menentukan batas ganti rugi sesuai dengan peraturan yang berlaku
6) Memelihara hubungan baik dengan berbagai pihak dan mewakili perusahaan keluar
c. Direktur Umum
Direktur Umum mempunyai tugas :
1) Mengkoordinasikan dan mengendalikan kegiatan dibidang administrasi umum, keuangan dan kesekretariatan
2) Mengkoordinasikan dan mengendalikan kegiatan pengadaan dan perlengkapan
3) Merencanakan dan mengendalikan sumber-sumber pendapatan, serta mengatur penggunaan kekayaan Perusahaan
4) Mengendalikan pendapatan baik dari hasil pemungutan tarif angkutan dan jasa terminal maupun dari sector lain-lainnya
5) Mengadakan kerja sama yang erat dengan Direktur Operasi dalam mengatur, mengawasi, menyediakan fasilitas dan material yang dibutuhkan dalam kelancaran kegiatan dalam bidang operasional
6) Mengawasi penyusunan anggaran belanja/menetapkan modal kerja perusahaan, merumuskan dan menetapkan kebijaksanaan Perusahaan keuangan lebih efektif bersama dengan Direktur lainnya
7) Membuat penilaian dan persetujuan semua pembelian untuk keperluan operasional melalui atau tanpa melalui tender
8) Mengadakan penyelenggaraan Pembukuan yang “Up to Date” dan menilai laporan keuangan untuk mengusulkan perbaikan pada posisi keuangan dan persediaan barang kepada Direktur Utama
9) Mengawasi dan mengusahakan penagihan uang dari langganan/pemakai jasa bangunan terminal secara intensif dan efektif
10) Menetapkan kebijaksanaan dan menandatangani Surat Edaran dan Pengumuman mengenai tata tertib Perusahaan Daerah dan Kepegawaian yang dapat memperlancar kegiatan dan meningkatkan efisiensi kerja pada karyawan atas persetujuan Direktur Utama
11) Mengusulkan kepada Direktur Utama penyesuaian tarif angkutan dan jasa terminal serta kebijaksanaan perubahan dalam bidang kepegawaian, sesuai dengan perkembangan dan keadaan perusahaan
12) Memelihara hubungan baik dengan berbagai pihak dan mewakili perusahaan daerah keluar dengan sepengetahuan Direktur Utama
13) Mengatur cara pelayanan sebaik-baiknya bagi masyarakat dan pengguna jasa terminal lainnya
14) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Direktur Utama
15) Dalam melaksanakan tugas Direktur Umum dan keuangan berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Direktur Utama
Dalam menjalankan tugas Direktur Umum dibantu oleh : a) Bagian Umum
Kepala bagian Umum mempunyai tugas :
48
(1) Merencanakan, menkoordinasikan dan mengawasi pelaksanaan tugas dari Seksi Administrasi dan Kepegawaian, Seksi Perlengkapan serta Seksi Hukum dan Hubungan Masyarakat
(2) Melaksanakan pengadaan/pembelian barang/materiil dan jasa yang diperlukan oleh perusahaan
(3) Mengadakan usaha pemeliharaan dan pengawasan peralatan dan bangunan kantor
(4) Mengendalikan semua barang dan peralatan yang menjadi milik Perusahaan Daerah sesuai dengan kebutuhannya
(5) Menyimpan dan mendistribusikan tiap jenis barang kepada semua unit kerja sesuai dengan keperluannya setelah mendapat pengesahan
(6) Meneliti, mempelajari dan melaksanakan petunjuk perundang-undangan yang ada sesuai dengan kondisi perusahaan berdasarkan peraturan yang berlaku (7) Mengadakan kordinasi dengan bagian-bagian yang berkaitan dengan tugasnya (8) Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Direksi
Dalam melaksanakan tugasnya Kepala Bagian Umum dibantu oleh : (1) Seksi Administrasi Kepegawaian
(2) Seksi Perlengkapan (3) Seksi Hukum dan Humas b) Bagian Keuangan
Kepala Bagian Keuangan mempunyai tugas :
(1) Merencanakan , mengkoordinir dan mengawasi tugas dari :
(a) Seksi Anggaran (b) Seksi pembukuan (c) Seksi Kas
(2) Merencanakan ,mengendalikan dan menginventarisir sumber-sumbar pendaatan serta pembelanjaan dan kekayaan perusahaan.
(3) Menyelenggarakan penyusunan, penyimpanan dan pengamanan yang berhubungan dengan data keuangan.
(4) Mengkoordinir kegiatan dengan bagian lain untuk meningkatkan pelayanan yang menyangkut masalah keuangan.
(5) Mengurus transaksi bank, memelihara hubungan baik dengan bank atau lembaga keuangan lain dan pemerintah.
(6) Menyiapkan dan merencanakan program dan penyesuaian tarif sehubungan dengan kondisi keuangan perusahaan.
(7) Membuat evaluasi didalam kegiatan perusahaan dibidang keuangan.
(8) Melakukan pemeriksaan Kas dan pembukuan Perusahaan setiap saat.
(9) Mengadakan koordinasi dengan bagian lain yang berkaitan dengan bidang tugasnya.
(10) Melakukan tugas-tugas kain yang diberikan oleh Direksi dalam melaksanakan tugasnya, Kepala Bagian Keuangan dibantu oleh :
(a) Seksi Anggaran (b) Seksi Pembukuan (c) Seksi Kas
50
Tiap Seksi masing-masing dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang dalam melaksanakan tugasnya berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bagian Keuangan.
d. Direktur Operasional
Direktur Operasional mempunyai tugas :
1) Mengkoordinasikan dan mengendalikan kegiatan-kegiatan bagian pengelola dan Bagian Produksi.
2) Mengkoordinasikan dan mengendalikan kegiatan pemungutan tarif angkutan dan jasa terminal lainnya maupun kelancaran dan ketertiban lalu lintas serta keamanan dan ketertiban terminal.
3) Merumuskan dan menetapkan kebijakan mengenai peningkatan tarif dan jasa terminal.
4) Mengatur tata cara pelayanan yang sebaik-baiknya bagi pengusaha angkutan umum maupun masyarakat pengguna jasa terminal lainnya.
5) Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Direktur Utama Dalam melaksanakan tugas Direktur Operasional dibantu oleh : (a) Bagian Produksi
(b) Bagian Pengelolaan
Tiap-tiap bagian dipimpin oleh seorang Kepala Bagian yang dalam melaksanakan tugasnya berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Direktur Operasional.
(a) Kepala Bagian Produksi
Kepala Bagian Produksi mempunyai tugas :
(1) Merencanakan mengkoordinir dan mengawasi pelaksanaan tugas dari Seksi Penagihan dan Seksi Pendataan
(2) Merencanakan dan menyusun kebutuhan yang akan dipakai dalam operasi pungutan tarif angkutan dan jasa terminal lainnya.
(3) Mengkoordinir dan mengawasi pelaksanaan kegiatan pemungutan tarif angkutan dan jasa terminal serta pungutan-pungutan lainnya.
(4) Menganalisa dan mengusulkan kemungkinan penambahan jenis jasa terminal terutama sector fasilitas untuk meningkatkan sumber pendapatan.
(5) Mengadakan koordinasi dengan bagian-bagianlain yang berkaitan dengan bidang usahanya.
(6) Melakukan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Direksi.
Dalam melaksanakan tugas, Kepala Bagian Produksi di bantu oleh : (a) Seksi Pendataan
(b) Seksi Penagihan
Tiap Seksi masing-masing dipimpin oleh seorang Kepala Seksi yang dalam pelaksanaan tugasnya berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bagian Produksi.
52
(b) Kepala bagian pengelola
Bagian Pengelolaan dipimpin oleh seorang Kepala bagian yang dalam melaksanakan tugasnya berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Direktur Operasional :
(1) Merencanakan mengkoordinir dan mengawasi pelaksanaan tugas dari Seksi Pengaturan Parkir, Seksi Pemeliharaan Kebersihan dan Seksi Keamanan dan Ketertiban
(2) Menyelenggarakan, mengkoordinir dan mengawasi pelaksanaan kegiatan operasional terminal meliputi pengaturan dan ketertiban arus lalu lintas angkutan penumpang umum yang tiba dan yang akan berangkat.
(3) Melaksakan pembinaan terhadap pengusaha-pengusaha angkutan dan pengusaha lainnya di terminal.
(4) Menyelenggarakan kegiatan pemeriksaan terhadap kegiatan dan kondisi lain jalan dan kapasitas penumpang untuk angkutan penumpang umum yang tiba dan akan berangkat di terminal sesuai ketentuan yang berlaku
(5) Menginvestaris, mencatat dan mengecek jenis dan jumlah angkutan dan penumpang umum yang tiba dan berangkat di terminal
(6) Mengkoordinir semua kegiatan pelaksanaan tugas dari para petugas instansi yang terkait yang diperbantukan pada Perusahaan sesuai petunjuk, perintah dan instruksi dari Direksi
(7) Merencanakan, mengkoordinir dan mengawasi pelaksanaan tugas pengamanan dan ketertiban umum dalam lingkungan Perusahaan ke dalam maupun keluar